Anda di halaman 1dari 25

Disusun oleh: Apriyanto (2.09.

015)

PENGANTAR
BATU BARA Salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisis unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.

Umur batu bara Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu

dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapanendapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.
Pembentukan batu bara

Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut. Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

Materi pembentuk batu bara Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis

tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
Alga Silofita

Pteridofita
Gimnospermae Angiospermae

PERKEMBANGAN BATUBARA
Semenjak harga minyak dunia meroket tahun 2008, konsumsi batubara

dunia kembali meningkatkan sebagai sumber energi. Hal ini terlihat dengan meningkatnya perdagangan batubara dunia yang meningkat cukup besar semenjak tahun 2004 yang lalu. Dalam lima tahun terakhir perdagangan batubara meningkat pesat dari 755 juta ton tahun 2004 menjadi 941 juta ton tahun 2009. Konsumsi batubara sendiri diperkirakan mencapai 4.646 juta ton tahun 2004. Semakin pentingnya batubara sebagai sumber energi juga terlihat dari makin dominannya perdaganagn batubara jenis jenis batubara uap yang digunakan sebagai sumber energi untuk listrik atau untuk boiler. Pada tahun 1995 perdagangan batubara dunia, jenis batubara uap (steam) baru mencapai 297 juta ton, kemudian meningkat pesat sehingga mencapai 709 juta ton tahun 2009. Sementara itu batubara kokas (coking) untuk keperluan peleburan besi baja pada tahun 1995 perdagangannya mencapai 196 juta ton, relatif stabil dan hanya mengalami sedikit peningkatan selama lebih dari sepuluh tahun sehingga pada tahun 2009 perdagangan batubara kokas hanya meningkat menjadi 232 juta ton.

Jenis batubara dan spesifikasinya


Hardcoal

batubara yang mempunyai nilai kalori diatas 5700 kcal/kg (23,26 MJ/kg) Brown coal atau batubara muda jenis batubara yang nilai kalorinya rendah Batubara Steam batubara yang dipakai di ketel uap (boiler/steam generator) dan tungku pemanas Batubara Coking batubara yang bisa dipakai untuk membuat kokas untuk bahan reduktor di tungku peleburan baja (blast furnace) Batubara Subbituminous batubara yang mempunyai nilai kalor bruto (Gross Calorific value) antara 17.435,0 kJ/kg (4165 kcal/kg) dan 23.860,0 kJ/kg (5700 kcal/kg)

Batubara Anthrasit

batubara yang berkwalitas paling tinggi karena kandungan kalorinya paling tinggi yaitu diatas 6900 kka per kg Batubara Lignit batubara yang mempunyai nilai kalor bruto (Gross Calorific value) dibawah 4.165 kcal/kg (17,44 MJ/kg) yang mempunyai abu terbang (volatile matter) diatas 31% dalam keadaan kering Kokas asil karbonisasi dari batubara steam pada temperatur tinggi

Batubara di Indonesia
Umumnya cadangan batubara yang terdapat di Indonesia,

tergolong berumur tersier, yang terbentuk sekitar 65 juta tahun lalu.Sebagian besar (83%) produk tambang batubara Indonesia termasuk tipe batubara muda (brown coal) yang termasuk katagori Lignit sampai Sub Bituminous, sebagian kecil (<20%) termasuk katagori Bituminous dan Antracite. Batubara Indonesia dikenal memiliki kadar abu dan kadar belerang yang rendah. Sehingga dengan sifat-sifatnya itu, sebagian besar batubara Indonesia lebih cocok digunakan untuk bahan bakar, atau steam coal, yang kadar polusinya relatif rendah.

Penyebaran Sumberdaya Batubara


Cadangan terbukti (proven reserve) batubara saat ini yang

terbesar berlokasi di provinsi Sumatera Selatan. Menurut data Januari 2009, tercatat cadangan batubara di provinsi Sumatera Selatan mencapai 9,54 milyar ton. Di provinsi ini beroperasi perusahaan tambang BUMN yaitu PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Yang memiliki wilayah pertambangan batubara terbesar di Bukit Asam.
Cadangan yang besar lainnya terdapat di provinsi

Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Di provinsi ini beroperasi perusahaan tambang batubara swasta terbesar yaitu PT Adaro, PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin, dll.

PROFIL PERUSAHAAN
Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama, yaitu di Tambang Air Laya. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940, sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air, para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Pada 1950, Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Pada 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut Perseroan. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia, pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional, pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. Pada 23 Desember 2002, Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode PTBA.

VISI
untuk menjadi sebuah perusahaan ramah lingkungan

berbasis batu bara energi


MISI Fokus pada kompetensi inti dan pertumbuhan berkelanjutan Mengoptimalkan pemegang saham kembali Mempromosikan budaya perusahaan berbasis kinerja Kontribusi untuk pembangunan ekonomi nasional Kontribusi bagi perbaikan komunitas kesejahteraan dan

pelestarian dan lingkungan strategi Indonesia terkemuka perusahaan ramah energi berbasis batu bara yang mengadopsi enam langkah

STRATEGI
Fokus pada pertumbuhan produksi batu bara / sales Fokus pada proyek-proyek dengan readliness skala 1

Restrukturisasi perusahaan
Meningkatkan kompetensi SDM dan regenerasi juga sebagai

mempromosikan berbasis kinerja pada berbasis kinerja hadiah Meningkatkan sistem remunerasi yang didasarkan pada berbasis kinerja hadiah mempromosikan penilaian kinerja dalam penanganan lingkungan

Patrialis Akbar

President Commissioner
Umiyatun Hayati Triastuti Commissioner Thamrin Sihite Commissioner Imam Apriyanto Putro Commissioner Suranto Soemarsono Independent Commissioner Abdul Latief Baky Independent Commissioner

Para C O M M I C I O N E R

Milawarma President Director Achmad Sudarto Finance Director Anung Dri Prasetya Business Development Director Heri Supriyanto Operations/Production Director Maizal Gazali HR & General Affairs Director M. Jamil Commerce Director

Para D I R E C T O R S

Merek
PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) pasar 5 (lima) jenis batubara yang berbeda - BA 55, BA 59, BA 63, BA 67, BA 70

PROSES PENGANGKUTAN BATUBARA


Tanjungenim-Tarahan

KA Babaranjang beroperasi dari tambang batu bara di Tanjungenim, Sumatera Selatan ke pembongkarannya di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung sejauh 419,518 kilometer. Saat ini terdapat 14 KA yang beroperasi kondisi isian dari Tanjungenim maupun kondisi kosongan dari Tarahan. Tanjungenim-Kertapati Relasi Tanjungenim-Kertapati sejauh 159 km dengan KA yang beroperasi lebih sedikit yaitu 8 KA.

POTENSI PERKEMBANGAN
Potensi KA Batubara bagi perkeretaapian Sumatera Selatan

sangat besar. Selain karena persediaan batubara yang berlimpah, angkutan batubara di Sumatera Selatan juga merupakan angkutan yang menyumbang pendapatan terbesar bagi Divre III Sumsel, bahkan bagi angkutan barang PT Kereta Api (Persero). Pasalnya, diperkirakan hampir 60 persen pendapatan angkutan barang PT Kereta Api (Persero) disumbang dari KA Batubara Sumsel ini. Dari 15,6 milyar juta ton yang terkandung, pada tahun 2008 baru tercapai sebanyak 8,4 juta ton yang terangkut oleh KA. Angkutan batubara relasi Tanjungenim-Tarahan sebagian besar digunakan untuk menyuplai kebutuhan batubara pembangkit listrik Suralaya, Cilegon. Sedangkan yang di koridor Tanjungenim-Kertapati, sebagian besar untuk keperluan ekspor

Penghargaan & Pencapaian


April - Top Performing Listed Companies 2009 dalam acara

Investor Award 2009 untuk emiten sektor Industri Dasar dan Primer. Februari - Award Terbaik III Bidang Sosial, dalam CSR Award yang diselenggarakan oleh CSR Indonesia Februari - Award Terbaik III Bidang Sosial, dalam CSR Award yang diselenggarakan oleh CSR Indonesia Memperoleh sertifikat OHSAS 18001 Standard Management System bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari TUV Nord Germany. Mei 2010 - Best Listed Companies 2010 dari Investor Awards 2010 Mei 2010 - Best Listed Companies 2010 dari Investor Awards 2010

Rencana Pengembangan
Cadangan batubara yang masih besar di wilayah Sumsel

berdampak pada pertumbuhan permintaan angkutan Batubara terus meningkat. Gerbong KKBW Batubara relasi Tanjungenim-Kertapati yang saat ini memiliki berat muat 30 ton akan ditingkatkan menjadi 50 ton. Dari sisi prasarana akan dikembangkan guna mendukung kapasitas lintas yang tersedia sehingga potensi permintaan angkutan batu bara dapat terlayani. Potensi angkutan batu bara di Sumatera Selatan yang belum terlayani diantaranya relasi Sukacinta-Kertapati sebesar 4 juta ton, Merapi-Kramasan sebesar 4,7 juta ton

TERIMA KASIH