Anda di halaman 1dari 12

Tugas kelompok : Akuntansi Sektor Publik

Dosen Pembimbing : Dr. H. Rasuli, SE., M. Si, Ak

PENGUKURAN KINERJA

DI SUSUN OLEH :

1. DESI HARIANI 2. LINA KHAFIZAH S. 3. FATMA KASHI

1002120422 1002120406 0902131948

AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU 2013


AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan karuniaNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berisi tulisan mengenai Akuntansi Sektor Publik yang insyaallah nantinya dapat memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai materi tersebut. Dalam kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini terutama kepada Dr.H.M. Rasuli, SE., M.Si, Ak yang telah banyak memberikan pengarahannya. Dalam penyajiannya, makalah ini juga masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini di masa mendatang. Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Pekanbaru, 29 April 2013

Kelompok 1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I . PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Manfaat BAB II. ISI 2.1 Indikator Kinerja 2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.1.4 ............. . ....................................... . . 5 5 5 5 6 ...................................................................................... ...................................................................................... ...................................................................................... 4 4 4 ........................................................................ ........................................................................ 2 3

Pengertian Indikator Kinerja Syarat-syarat Indikator Kinerja

Peran dan Manfaat Indikator Kinerja ................................................ Penyusunan Indikator Kinerja

2.2 Sistem Pengukuran Kinerja 2.2.1 Pengertian Pengukuran Kinerja 6 6 7 7 7 8 8

2.2.2 Tujuan atau Manfaat Pengukuran Kinerja 2.2.3 Prinsip-prinsip Pemilihan Ukuran Kinerja 2.2.4 Aspek yang diukur 2.2.5 Skala Pengukuran 2.2.6 Teknologi Pengukuran Kinerja 2.2.7 Siklus Pengukuran Kinerja

2.3 Praktek Penilaian Kinerja Di Luar Negeri-Baldrige Award Sebagai Pengukur Prestasi (Mutu) Di Amerika . 9

2.4 Mengukur Kinerja Sektor Publik Di Indonesia-Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha Bagi Pelaksanaan Tertib Lalu Lintas BAB III. PENUTUP A.Kesimpulan B.Saran DAFTAR PUSTAKA
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

............................................................................. ............................................................................. ......................................................................

11 11 12
3

Bab I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


sejak tahun 1980-an teknologi informasi telah tersedia di setiap sudut kota. Informasi diterbitkan dalam bentuk pengukuran kinerja sector publik. Tujuan prinsip pengembangan informasi adalah pengembangan kepentingan kelompok dalam mengendalikan sumber daya sector public. Penelitian dan verifikasi kinerja oleh audit sector publik telah mampu menguak berbagaai permasalahan kepentingan dalam organisasi dan pelayanan public. Dan pengembangan teknologi menjadi kunci kapasitas penendalian kinerja pelayanan public. 1.2 Tujuan a. Menjelaskan mengenai indicator kinerja, syarat-syarat, peran dan manfaat dan penyusunannya. b. Menjelaskan mengenai sistem pengukuran kinerja, tujuan dan manfaat, aspek yang diukur, skala pengukuran, teknologi, dan siklus pengukuran kinerja. c. Menjelaskan praktek penilaian kinerja di luar negeri. d. Menjelaskan mengenai kinerja sector publik di Indonesia. 1.3 Manfaat a. Bagi pemateri dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai indicator kinerja dan sistem pengukuran kinerja. b. Dapat mengetahui bagaimana praktek penilaian kinerja di luar negeri dan di Indonesia.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

BAB II ISI

PENGUKURAN KINERJA

2.1 INDIKATOR KINERJA 2.1.1 PENGERTIAN INDIKATOR KINERJA Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indicator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits): dan dampak (impacts). 2.1.2 SYARAT-SYARAT INDIKATOR KINERJA Syarat yang berlaku untuk semua kelompok kinerja yaitu sebagai berikut: 1. Spesifik, jelas, dan tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi. 2. Dapat diukur secara objektif baik yang bersifat kuantatif maupun kualitatif, yaitu dua atau lebih yang mengukur indicator kinerja mempunyai kesimpulan yang sama. 3. Relevan, indicator kinerja harus menangani aspek objektif yang relevan. 4. Dapat dicapai, penting dan harus berguna untuk menunjukkan keberhasilan masukan, proses keluaran, hasil, manfaat, serta dampak. 5. Harus cukup fleksibel dan sensitive terhadap perubahan/penyesuaian pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan. 6. Efektif: data/informasi yang berkaitan dengan indicator kinerja bersangkutan dapat dikumpulkan, diolah, dan dianalisis dengan biaya yang tersedia.

2.1.3 PERAN DAN MANFAAT INDIKATOR KINERJA Peran indikator kinerja, dimana melayani berbagai macam tujuan dasar yang salah satunya adalah menjamin pertanggungjawaban organisasi sektor publik. Manfaat indicator kinerja: 1. Kejelasan tujuan organisasi. 2. Mengembangkan persetujuan pengukuran aktivitas.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK 5

3. Keuntungan proses produksi harus dipahami lebih jelas. 4. Tersedianya pembandingan kinerja dari organisasi yang berbeda. 5. Tersedianya fasilitas setting of target untuk penilaian organisasi dan individual. manager sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi kepada pemilik saham.

2.1.4

PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA Langkah-langkah dalam menyusun indikator kinerja: 1. Susun dan tetapkan rencana strategis lebih dahulu, meliputi visi, misi, tujuan, sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran. 2. Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indicator kinerja. 3. Pilih dan terapkan indicator kinerja paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.

2.2 SISTEM PENGUKURAN KINERJA 2.2.1 PENGERTIAN PENGUKURAN KINERJA Kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi. Pencapaian penetapan skema indicator kinerja membutuhkan artikulasi misi, tujuan, sasaran, dan hasil yang dapat diukur dan jelas manfaatnya. 2.2.2 TUJUAN ATAU MANFAAT PENGUKURAN KINERJA Pengukuran kinerja merupakan manajemen pencapaian kinerja. Dimana pengukuran kinerja merupakan alat manajemen untuk: 1. Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan untuk pencapaian kinerja. 2. Memastikan tercapainya skema kinerja yang disepakati. 3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan membandingkannya dengan skema kerja serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja. 4. Memberikan penghargaan dan hukuman yang objektif atas kinerja yang dicapai setelah dibandingkan dengan skema kinerja yang telah disepakati. 5. Menjadikan alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi. 6. Mengindentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi. 7. Membantu dan memahami proses instansi pemerintah. 8. Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara objektif.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK 6

9. Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan. 10. Mengungkapkan permasalahan yang terjadi. 2.2.3 PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN UKURAN KINERJA 1. 2. 3. Evaluasi kembali ukuran yang ada; informasi kinerja tetap dibutuhkan oleh manajemen. Mengukur kegiatan yang penting, tidak hanya hasil; kenerja selalu berorientasi hasil. Pengukuran harus mendorong tim kerja yang akan mencapai tujuan; pembagian proses pengukuran menciptakan lingkungan tim kerja yang aktivitasnya diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi dan hal ini adalah baik. Pengukuran harus merupakan perangkat yang terintegrasi, seimbang dalam penerapannya. Pengukuran harus memiliki focus eksternal jika memungkinkan.

4. 5.

2.2.4 ASPEK YANG DIUKUR 1. Aspek finansial, meliputi anggaran atau cash flow. 2. Kepuasan pelanggan, manajemen perlu memperoleh informasi yang relevan mengenai tingkat kepuasan pelanggan. 3. Operasi dan bisnis internal, untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang tercantum dalam skema strategis. 4. Kepuasan pegawai, apanbila pegawai tidak dikelola dengan baik, maka kehancuran perusahaan sulit untuk dihindari. 5. Kepuasan komunitas dan shareholders/stakeholders, untuk mengakomodasikan kepuasan dari para stakeholders. 6. Waktu, agar informasi yang diharapkan relevan dan up to date. 2.2.5 SKALA PENGUKURAN 1. Skala nominal yaitu skala pengukuran yang paling rendah tingkatnya karena dengan skala ini objek pengukuran hanya dapat dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri yang sama, yang berbeda dengan kelompok lain. 2. Skala ordinal yaitu skala ini lebih tinggi tingkatnya atau lebih baik daripada skala nominal karena selain mempunyai ciri-ciri yang sama dengan skala nominal yaitu dapat menggolongkan objek dalam golongan-golongan yang berbeda, serta mempunyai kelebihan yaitu bahwa golongan-golongan atau klasifikasi dalam skala ordinal dapat dibedakan tingkanya. 3. Skala internal, memiliki ciri yang sama dengan skala ordinal. Kelebihannya mempunyai unit pengukuran yang sama sehingga jarak antara satu ttik dengan titik lain atau antara satu golongan dengan golongan lain dapat diketahui.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

4. Skala rasio, skala yang tertinggi tingkatnya, karena selain mempunyai kesamaan dengan skala interval juga mempunyai ciri yang dimiliki oleh semua skala dibawahnya. 2.2.6 TEKNOLOGIPENGUKURAN KINERJA

TEKNOLOGI BALACE SCORE CARD (BSC) 1. Perspektif keuangan, memberikan penilaian terhadap target keuangan yang dicapai oleh organisasi dalam mewujudkan visinya. 2. Perspektif konsumen, memberikan penilaian terhadap segmen pasar yang dituju dan tuntutan customer beserta tuntutan kebutuhan yang dilayani oleh organisasi dalam upaya untuk mencapai terberkeuangan tertentu. 3. Perspektif proses bisnis/intern, memberikan penilaian gambar proses yang harus dibangun untuk melayani customer dan untuk mencapai target keuangan tertentu. 4. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, memberikan penilaian yang merupakan pemacu untuk membangun kompetisi personel, prasarana sistem informasi, dan suasana lingkungan kerja yang diperlukan untuk mewujudkan target keuangan, custumer, dan proses bisnis internal. PENILAIAN DENGAN 3E (EKONOMI, EFISIENSI, EFEKTIVITAS) Efisiensi adalah hubungan antara input dan output dimana barang dan jasa yang dibeli oleh organisasi digunakan untuk mencapai output tertentu. Efektivitas adalah hubungan antara output dn tujuan dimana efektivitas diukur berdasarkan seberapa jauh tingkat output, kebijakan, dan prosedur organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ekonomis adalah hubungan antara pasar dan input dimana barang dan jasa dibeli pada kualitas yang dingnkan dan pada harga terbaik yang dimungkinkan. 2.2.7 SIKLUS PENGUKURAN KINERJA 1. Perencanaan strategi, berkenaan dengan penetepan visi, misi, tujuan dan sasaran, kebijakan, program operasional dan kegiatan/aktivitasnya. 2. Penciptaan indicator kinerja, menyusun dan menetapkan ukuran/indicator kinerja. 3. Mengembangkan sistem pengukuran kinerja, tiga tahapan yaitu meyakinkan keberadaan data yang diperlukan dalam siklus pengukuran kinerja, mengukur kinerja dengan data yang tersedia dan data yang dikumpulkan, penggunaan data pengukuran kinerja yang dihimpun harus dipresentasikan dalam cara-cara yang dapat dimengerti dan bermanfaat.
8

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

4. Penyempurnaan ukuran, pemikiran kembali atas indicator hasil dan indicator dampak menjadi lebih penting dibandingkan pemikiran kembali atas indicator masukan dan keluaran. 5. Pengintegrasian dengan proses manajemen, menggunakan pengukuran kinerja, tersedia secara efektif merupakan tantangan selanjutnya.

2.3 PRAKTEK PENILAIAN KINERJA DI LUAR NEGERI-BALDRIGE AWARD SEBAGAI PENGUKUR PRESTASI (MUTU) DI AMERIKA Tahun 1988 di AS lembaga yang memberikan penghargaan kepada perusahaan yang unggul dalam hal mutu yaitu Malcom Baldrige National dalam bentuk Malcom Baldrige National Quality Award. Diberikan kepada perusahaan yang unggul dalam menetapkan manajemen mutu terpadu. Penghargaan diberikan kepada perusahaan dengan 3 jenis bidang usaha yaitu pabrik, jasa dan perusahaan kecil dengan pemenang maksimum dua perusahaan untuk tiap jenisnya. Sehingga dapat mendorong untuk memberikan nilai yang terus meningkat kepada pelanggannya. Penilaian atas penghargaan yaitu berupa: penilaian atas pendekatan dan pelaksanaan serta hasil. Dengan kategori berupa: 1. Leadership 2. Melihat bagaiman perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data 3. Melihat sistem yang digunakan 4. Melihat segala hal mengenai sistem dalam sumber daya manusia 5. Melihat sistem rekayasa produk/jasa, manajemen proses utama, dan pemasok. 6. Bukan saja peningkatan mutu, tetapi juga keberhasilan dalam bidang keuangan, professional, pendukung, dan kinerja pemasok. 7. Melihat sistem yang digunakan untuk pengukuran dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. 2.4 PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA-PEMBERIAN PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA BAGI PELAKSANAAN TERTIB LALU LINTAS Pemberian penghargaan ini merupakan sarana pemerintah dalam mewujudkan tertib lalu lintas dan angkutan jalan. Dengan upaya-upaya yang mendesak untuk segera dilakukan yaitu: 1. Penataan/pengaturan arus lalu lintas 2. Pembenahan prasarana jalan 3. Pembinaan terhadap petugas parker
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK 9

4. Penataan terminal 5. Pembinaan angkutan kota Aspek yang dinilai: Aspek sarana, jumlah angkutan umum dan ketersediaan jaringan trayek. Aspek prasarana, pembenahan dilingkungan. Aspek sumber daya, pencatatan/pendataan pengemudi Aspek manajemen, penilaian terhadap penskemaan, organisasi, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian.

1. 2. 3. 4.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dengan adanya indicator kinerja diharapkan suatu organisasi atau perusahaan dapat menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan indicator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Serta dalam pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan visi, misi, serta tujuan organisasi. Saran Menyarankan agar setiap organisasi atau perusahaan mampu menilai pengukuran kinerja setiap anggota atau karyawan sesuai dengan kinerjanya. Sehingga bisa tercapainya keselarasan tujuan individu dan organisasi.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

11

DAFTAR PUSTAKA

Nordiawan, Dedi.2006. Akuntansi Sektor Publik.Salemba Empat : Jakarta. Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik. Erlangga : Yogyakarta. Mardiasmo.2009. Akuntansi Sektor Publik. Andi : Yogyakarta.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

12