Anda di halaman 1dari 31

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Mengapa Harus Melakukan Diskusi (FGD) Refleksi Kemiskinan?

Kuilu doc

Hampir di semua komunitas masyarakat, pertemuan warga dalam memusyawarahkan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya sudah sejak lama sering kita jumpai. Namun dalam memecahkan permasalahan kemiskinan masyarakat sering tidak diajak untuk merumuskannya, hanya menerima apa yang telah diputuskan pemerintah, baik dalam menetapkan kriteria miskin, siapa saja yang miskin dan bantuan apa yang dibutuhkan. Padahal persoalan kemiskinan di wilayah tersebut, hanya warga setempatlah yang lebih tahu.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan yang sangat kompleks karena merupakan masalah multi dimensi dimana masalah internal (budaya miskin) dan masalah eksternal (ekonomi, sosial, lingkungan, politik) saling kait mengkait. Upayaupaya pemecahan masalah ini tergantung dari cara pandang pelakupelaku yang terlibat terhadap permasalahan kemiskinan. Artinya dalam upaya penanggulangan kemiskinan, sangat penting untuk terlebih dahulu bersama sama menggali akar penyebab kemiskinan untuk membangun cara pandang yang sama, agar upaya yang dilakukan tidak hanya mengatasi gejala masalahnya saja tetapi langsung memecahkan masalah sampai ke akarakarnya. Proses ini dapat dilakukan dengan membuat analisis kritis terhadap permasalahan kemiskinan yang dihadapi masyarakat, untuk membuka seluk beluk dan keterkaitan masalah yang tersembunyi di dalamnya. Apa yang terlihat dari luar seringkali berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya. Untuk melihat kenyataan yang sebenarnya hanya bisa dilakukan dengan proses analisis sosial. Membuat analisa kritis, artinya mencari secara kritis hubungan sebab akibat, sampai halhal yang paling dalam sehingga dapat ditemukan akar permasalahan yang sebenarnya. Analisa sosial sebetulnya tidak jauh berbeda dengan diagnosa yang dilakukan oleh seorang dokter. Untuk menemukan sebab akibat suatu penyakit, dokter mengajukan pertanyaanpertanyaan mengenai beberapa bagian tubuh pasien dan menghubungkannya dengan data yang diperoleh dalam suatu keterangan yang logis.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Untuk membuat analisa sosial kemiskinan setiap kondisi, baik itu eksternal maupun internal, harus ditelusuri dan kemudian dicari hubungan sebab akibatnya secara logis sehingga dapat ditemukan masalahmasalah pokok dalam masyarakat tersebut. Semua proses yang dilakukan di atas dinamakan refleksi kemiskinan, yang dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan bantuan fasilitator. Melalui refleksi kemiskinan, upaya upaya penanggulangan kemiskinan di suatu komunitas masyarakat harus menjawab persoalan pokok kemiskinan yang menimpa individu maupun komunitas itu sendiri. Dengan refleksi kemiskinan diharapkan bukan sekedar mengobati gejalanya saja, melainkan mengobati sumber masalahnya agar tidak terjadi penyelesaian yang jauh panggang dari api.

Dengan demikian makna dari dilaksanakannya Refleksi Kemiskinan adalah: Membangun kepedulian (Olah rasa) terhadap permasalahan kemiskinan yang terjadi di wilayahnya. Kewajiban untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan harus diletakkan sebagai tanggung jawab bersama atas dasar kepedulian berdasarkan nilai kemanusiaan. Dalam pemecahan masalah masyarakat bukan hanya sekedar melaksanakan kehendak Orang Luar atau karena tergiur dengan iming iming bantuan uang atau karena pamrih yang lain. Untuk menumbuhkan kesadaran kritis (Olah Pikir) masyarakat terhadap akar penyebab masalah kemiskinan karena selama ini seringkali dalam berbagai program, masyarakat ditempatkan sebagai objek. Seringkali

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

masyarakat diajak untuk melakukan berbagai upaya pemecahan masalah tanpa mengetahui dan menyadari masalah yang sebenarnya (masalah dirumuskan oleh Orang Luar). Gambaran ini menunjukkan bahwa refleksi kemiskinan melalui diskusi secara terarah yang dilakukan komunitas warga setempat akan secara jelas dapat menentukan kriteria kemiskinan yang ada di kelurahannya sesuai dengan kenyataannya dibanding bila dilakukan oleh orang luar. Karena penetapan kriteria miskin yang dilakukan harus didahului oleh proses analisis kritis terhadap permasalahan kemiskinan yang dihadapi oleh warga setempat, kemudian dicari hubungan sebab akibatnya secara logis sehingga dapat ditemukan masalah masalah pokok dalam masyarakat tersebut dan dilakukan oleh warga setempat bukan oleh warga lainnya. Hal ini sebagai modal utama upaya penanggulangan kemiskinan tepat sasaran dan penanganannya sesuai dengan permasalahan yang dihadapi warga miskin sendiri.

B
a.

Apa Tujuan diadakannya Diskusi (FGD) Refleksi Kemiskinan ?


Memberikan pemahaman masyarakat tentang P2KP sebagai pembelajaran prinsip dan nilai pada pelaksanaan kegiatan merumuskan bersama masalah kemiskinan dan aspirasi warga miskin terhadap program atau

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

b.

c.

d.

e.

f.

kegiatan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya; Mendorong terbangunnya interaksi (hubungan) masyarakat miskin dan masyarakat peduli dalam kesetaraan serta saling percaya satu sama lain; Membuka akses (peluang) bagi masyarakat miskin di kelurahan sasaran untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan P2KP sejak tahap awal; Mewujudkan rasa memiliki masyarakat miskin dan kepedulian masyarakat lainnya terhadap upaya-upaya penanggulangan kemiskinan; Mengidentifikasi aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat miskin mengenai bagaimana sebaiknya P2KP di laksanakan di kelurahannya; Masyarakat memahami bahwa kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau masyarakat miskin saja, melainkan tanggung jawab bersama;

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

g.

Mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus dimulai dari diri sendiri melalui perubahan mental dan prilaku serta kerja keras; dan h. Internalisasi kesadaran bahwa masyarakat berdaya dan mandiri adalah kunci utama penanggulangan kemiskinan.

Apa Hasil yang diharapkan dari Diskusi (FGD) Refleksi Kemiskinan ?


Keluaran (hasil) yang diharapkan diadakannya refleksi kemiskinan adalah: dengan

1. Kesamaan pemahaman bahwa penyebab Kemiskinan berasal dari berbagai dimensi (sudut pandang) 2. Kesadaran kritis peserta terhadap permasalahan kemiskinan dan akar permasalahannya yang bersumber

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

pada lunturnya kemanusiaan. 3.

nilai

nilai

Adanya kepedulian dan kesepakatan untuk menanggulangi kemiskinan di wilayahnya

4. Disepakatinya Kriteria kemiskinan di kelurahan masing-masing

Apabila kita tanyakan kepada masyarakat, apa yang menjadi penyebab kemiskinan? Jawaban-jawaban yang muncul biasanya kondisi yang kasat mata dan langsung dapat dilihat seperti; kurangnya pendidikan, tidak punya penghasilan tetap, pengangguran, tidak punya usaha dan sebagainya. Akan tetapi kalau kita telusuri lebih jauh ternyata hal hal-hal tersebut hanya merupakan gejala masalahnya saja. Coba kita dalami jawaban jawaban yang biasanya muncul mengapa pendidikan kurang, mengapa tidak punya usaha mengapa menganggur? Jawabannya bisa karena biaya mahal, tidak punya modal, tidak ada lapangan pekerjaan. Apabila jawaban-jawaban tersebut dikelompokkan maka ada 2 faktor besar yaitu faktor eksternal dengan faktor internal, dimana kedua faktor tadi menyangkut masalah ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya. Tetapi masalah tadi bukan merupakan masalah pokok, karena semua yang terjadi merupakan dampak dari tidak adanya kebijakan-kebijakan yang adil dan memihak kepada masyarakat miskin. Kebijakan cenderung hanya berpihak kepada kelompok tertentu.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Kelompok marginal (terpinggirkan) seringkali tidak mendapat akses informasi, modal usaha, karena kebijakan yang ada berpihak kepada sekelompok orang. Pendidikan berkualitas hanya dapat dijangkau oleh kelompok tertentu. Kelompok lain, walaupun bisa menduduki bangku sekolah biasanya di sekolah rendah yang berbiaya murah yang kualitasnya rendah. Akar penyebab kemiskinan seringkali ditabukan dan dihindari, padahal justru ketidakadilan di masyarakat disebabkan oleh dua hal utama: 1. Ketidak mampuan para pengambil keputusan untuk menegakkan keadilan 2. Menipisnya kepedulian dan justru meningkatnya potensi keserakahan Makna besar dibalik keadan ini adalah telah terjadi lunturnya nilai-nilai kemanusiaan sehingga sebagai manusia kita tidak berdaya untuk menjadi pelaku moral. Apabila dibalik, kondisi diatas, tidak akan memungkinkan masyarakat diberi kesempatan untuk ikut serta (berpartisipasi) dalam pembangunan. Pengambilan keputusan hanya dilakukan oleh kelompok orang tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Informasi ditutup-tutupi dan hanya diberikan pada sekelompok orang tertentu. Artinya lunturnya nilai-nilai kemanusiaanlah yang dapat menghancurkan prinsip-prinsip partisipasi, demokrasi, transparansi dan akuntabilitas sehingga masyarakat hanya mampu menjadi korban yang menyebabkan mereka tidak pernah mampu untuk menanggulangi secara mandiri persoalannya. Oleh sebab itu penanggulangan kemiskinan akan lebih berarti apabila :

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

1. Upaya penanggulangan kemiskinan tidak akan dapat diatasi dengan penanganan yang bersifat sporadis dan sektoral (sepotong-sepotong, sebagian saja). Upaya penanggulangan kemiskinan tidak akan mampu ditangani dengan mengandalkan semata-mata bantuan pemerintah atau dari luar asyarakat 2. Upaya penanggulangan kemiskinan harus dimulai dengan penanganan akar penyebab kemiskinan, yakni pembangunanmanusianya sebagai pondasi menumbuhkembangkan kemandirian dan kebersamaan masyarakat (modal sosial), pemerintahan yang baik (good governance), dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development)

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Pohon Masalah hasil diskusi diatas dalam P2KP diterjemahkan dalam diagram alir berikut ini :

P2KP MELIHAT PENYEBAB KEMISKINAN


Dampak

Penyebab tingkat 4
POLITIK YG TDK MEMBUKA AKSES KPD KAUM MISKIN, KURANG PARTISIPASI EKONOMI YG TDK MEMIHAK; TDK ADA KESEMPATAN, TDK ADA AKSES KE SUMBERDAYA, DSB SOSIAL YG SEGREGATIF; MARGINALISASI, INTERNALISASI BUDAYA MISKIN, DSB FISIK ; LINGKUNGAN KUMUH, ILEGAL, DSB

Penyebab tk 3

Penyebab tk 2

Penyebab tk 1

K E M I S K I N A N

KEBIJAKAN YG TDK BERPIHAK/ ADIL

INSTITUSI PENGAMBIL KEPUTUSAN YG TDK MAMPU MENERAPKAN NILAI-NILAI LUHUR UNIVERSAL

ORANG YG TIDAK BERDAYA (TIDAK BAIK DAN MURNI)

UPP/P2KP INTERVENSI AWAL

K E M IS KI N A N K U R A N G

PS, PRONANGKIS, PENENTUAN PRIORITAS, SURVEY SWADAYA, PEMBENTUKAN KSM, PENYALURAN BLM, CHANNELING, NEIGBORHOOD DEVELOPMENT

PEMBENTUKAN BKM

PENCARIAN ORANG & LEMBAGA YANG BAIK/ MURNI

Penyelesaian tk 3 dan 4

Penyelesaian tk 2

Penyelesaian tk 1

Bertolak dari diagram di atas Perencanaan kegiatan adalah proses penjajagan kebutuhan untuk menjawab masalah kemiskinan. Dalam P2KP, kegiatan perencanaan yang pertama dilakukan adalah mengembangkan (membangun) kelembagaan masyarakat dan kepemimpinan kolektif sebagai pengambil keputusan (BKM) dan pengelola kegiatan (unit-unit pengelola). Selanjutnya mengembangkan kelompok sebagai unit kegiatan di akar rumput (KSM),

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

10

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

dimana masyarakat penerima menjadi bagian anggotanya.

manfaat

langsung

Setelah itu mengembangkan Perencanaan Jangka Menegah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) yang dikembangkan untuk memecahkan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Siapa Yang Harus Terlibat dalam Diskusi (FGD) Refleksi Kemiskinan?


Semua warga yang berada di lingkungan basis (lingkungan, dusun, RW/RT), yang dengan ikhlas, memiliki waktu luang, dan bersedia berkumpul tanpa meminta imbalan bisa ikut bergabung dalam Diskusi Refleksi Kemiskinan, Karena berupa diskusi/rembug, maka untuk dapat berjalan lebih efektif jumlah peserta diskusi dibatasi 8 10 orang per kelompok diskusi. Apabila lebih dari jumlah tersebut, dapat dibuat lagi kelompok diskusi yang lain. Kelompok diskusi tersebut, diusahakan mencirikan kelompoknya, seperti kelompok ibu-ibu PKK, supaya cara pandang kelompok tersebut lebih homogen (sama) dan nantinya akan digabungkan dengan semua cara pandang dari kelompok lain yang berbeda pada saat refleksi kemiskinan di tingkat kelurahan/desa, sehingga mencerminkan keberagaman cara pandang akan kemiskinan di wilayah kelurahan/desa ybs. Sesuai dengan sifat P2KP yang menjunjung tinggi demokrasi (dari, oleh dan untuk masyarakat), maka keberagaman dalam diskusi refleksi kemiskinan

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

11

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

juga dapat dilakukan sejak dari tingkat basis (dusun/RT/RW/lorong) Sehingga peserta dalam forum FGD Refleksi Kemiskinan dapat diikuti oleh berbagai individu yang berasal dari latar belakang profesi, lapisan, mata pencaharian dan domisili (lokasi tempat tinggal) yang berbeda-beda seperti misalnya kelompok pengajian perempuan, kelompok perwiridan pria, kelompok tani, kelompok tukang ojek, becak, pengusaha kecil, pedagang, Hasil FGD Refleksi Kemiskinan yang dilakukan di tingkat basis (RT/RW/lorong maupun dusun) tersebut kemudian disepakati bersama dalam penyepakatan Hasil FGD Refleksi Kemiskinan di tingkat Kelurahan/desa. FGD Refleksi Kemiskinan tingkat Desa/Kelurahan diharapkan merepresentasikan (mewakili) komitmen kepedulian dan pandangan seluruh lapisan masyarakat mengenai persoalan serta kriteria kemiskinan.

Bagaimana Cara Melaksanakan Diskusi Refleksi Kemiskinan?


1. Penanggung Jawab Penanggung jawab kegiatan Refleksi Kemiskinan adalah para relawan yang tergabung dalam Tim Refleksi Kemiskinan, yang difasilitasi oleh Tim Fasilitator. 2. Waktu Pelaksanaan

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

12

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Waktu pelaksanaan kegiatan FGD (Focus Group Discussion, Diskusi Kelompok Terfokus) Refleksi Kemiskinan dalam P2KP adalah setelah pelaksanaan RKM di tingkat kelurahan dan terbentuknya Tim Refleksi Kemiskinan melalui pelatihan dan pembekalan. 3. Keluaran a. b. c. d. e. f. Persepsi mengenai kemiskinan menurut versi masyarakat kelurahan/desa; Kepedulian dan komitmen masyarakat terhadap persoalan kemiskinan yang terjadi di wilayah kelurahan/desanya Tipologi kemiskinan berdasarkan persepsi masyarakat terpetakan; Akar kemiskinan sesuai dengan tipologi kemiskinanyang dirumuskan; Hasil-hasil diskusi masyarakat berdasarkan bahan diskusi untuk refleksi kemiskinan tingkat kelurahan/desa; Daftar Isian hasil refleksi kemiskinan tingkat kelurahan/desa. Langkah-langkah Pelaksanaan FGD Refleksi Kemiskinan Kegiatan

5.

Pelaksanaan kegiatan FGD Refleksi Kemiskinan secara lebih jelas dan rinci dapat dilihat dalam tahapan-tahapan siklus perencanaan partisipatif dibawah ini : Rembug warga sosialisasi dan pembekalan (coaching) pembelajaran Pelaksanaan FGD RK dan pembetukan Tim Pemandu Refleksi Kemiskinan

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

13

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

a.

Fasilitator dengan difasilitasi oleh lurah/kades mengundang para relawan dan wakil kelompok masyarakat di masingmasing RT untuk hadir dalam Rembug Warga Pembentukan Tim Pemandu FGD Refleksi Kemiskinan. Dalam pertemuan tersebut Fasilitator akan menyampaikan tentang tujuan pertemuan pembekalan FGD Refleksi dan hasil yang diharapkan di akhir pertemuan. Fasilitator mensosialisasikan tentang rangkaian pembelajaran kegiatan siklus Perencanaan FGD Refleksi Kemiskinan yang harus dilalui dan menjelaskan kepada Tim Pemandu mengenai tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh Tim pemandu dan bagaimana cara memfasilitasi FGD Refleksi Kemiskinan. dipilih untuk pembentukan Kemiskinan Salah seorang relawan dapat memimpin rembug warga Tim Pemandu Refleksi

b.

c.

d.

e.

Penyepakatan jumlah Tim yang akan terlibat dalam FGD Refleksi Kemiskinan setidaknya terdapat perwakilan dalam setiap RT serta keterlibatan warga miskin dan kaum perempuan di dalam tim. Selanjutnya kepada peserta rembug disepakati bersama siapa yang akan berperan untuk terlibat sebagai Tim Pemandu RK. Bila belum memenuhi jumlah yang disepakati,bisa saja diusulkan nama-nama

f.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

14

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

relawan lain yang pada saat itu tidak dapat menghadiri rembug warga. g. Pembagian tugas untuk memfasilitasi FGD Refleksi kemiskinan di tingkat dilakukan dengan menetapkan namanama terpilih sebagai Tim Pemandu Refleksi Kemiskinan Dibutuhkan koordinator diantara Tim Pemandu untuk memudahkan koordinasi diantara anggota Tim dan dalam menyusun jadwal kesepakatan Bimbingan Praktek FGD RK untuk Tim Pemandu RK (Dalam P2KP dikenal belajar sambil melaksanakan, learning by doing). Maksud Bimbingan Praktek adalah belajar langsung dengan mempraktekkan cara memfasilitasi FGD RK. Tim fasilitator mensosialisasikan kepada Tim Pemandu RK tentang rencana bimbingan praktek FGD RK dan bersama-sama mereka menyusun jadwal bimbingan praktek FGD RK Tim fasilitator memberikan pelatihan sesuai dengan apa yang telah diperoleh Tim fasilitator pada saat TOT Pelatihan Relawan dan Teknik Fasilitasi Pelaksanaan pembekalan (coaching) FGD Refleksi Kemiskinan sudah dimulai untuk diperkenalkan dalam Pelatihan Relawan termasuk melalui penyusunan RKTL FGD RK

h.

i.

j.

k.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

15

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

4.2. Penyelenggaraan serangkaian FGD RK di tingkat RT/RW/Kelompok komunitas/lorong/dusun dilakukan oleh Tim Pemandu RK: a. Persiapan Rangkaian Kegiatan Refleksi Kemiskinan dilakukan dengan berkoordinasi bersama antara Tim Fasilitator dan aparat kelurahan tentang penyepakatan rencana pelaksanaan Sebelum penyelenggaraan diskusi Tim Pemandu RK terlebih dahulu harus mempersiapkan beberapa hal berikut : i. Waktu dan tempat pelaksanaan, disepakati bersama masyarakat ii. Menentukan siapa (peserta diskusi) yang akan harus

b.

diundang

iii. Bagaimana caranya mengundang (melalui pengumuman terbuka dengan selebaran, diumumkan di mesjid, dalam pertemuan kelompok arisan dan sebagainya dan atau undangan tertutup ) iv. Biaya pertemuan, untuk alat tulis seperti plano dan spidol besar dan konsumsi sederhana. Masyarakat bisa didorong untuk swadaya agar terbiasa berkontribusi untuk kegiatan kegiatan bagi kepentingan pemenuhan kebutuhan mereka c. Tim Pemandu menentukan jumlah peserta diskusi berdasarkan daftar nama-nama peserta diskusi dengan ketentuan sebagai berikut

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

16

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

i.

ii.

Peserta diskusi adalah warga dewasa masyarakat, dengan jumlah peserta dalam satu forum diskusi yang efektif tidak lebih dari 8 10 orang. Setiap kegiatan diskusi, sebaiknya dipisahkan kelompok warga miskin dengan kelompok warga nonmiskin agar warga miskin mempunyai kesempatan untuk mengemukakan harapan dan pendapatnya

Kuilu doc

iii.

Setelah dilakukan pemisahan, sebaiknya segera digabungkan kembali peserta dari kelompok warga non miskin dengan warga miskin. Sehingga diharapkan terbangun kepedulian antar peserta FGD. Diharapkan terjadi kesamaan kesempatan berpendapat bagi warga

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

17

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

non miskin untuk membangun kepedulian dan bagi warga miskin untuk mengemukakan kebutuhan dan harapannya d. Koordinator Tim Pemandu RK melakukan pembagian tugas kepada Tim Pemandu, dimana sebaiknya untuk efisiensi waktu, tenaga dan biaya, pembagian tugas tim dilakukan berdasarkan wilayah RT/RW/kelompok komunitas terdekat dengan tempat tinggal para anggota Tim Pemandu RK

e.

Sebelum melakukan simulasi diantara tim pemandu FGD RK bersama fasilitator, setiap anggota tim harus mempersiapkan materi dengan cara :

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

18

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Memahami dahulu tujuan materi dari topik yang akan dibahas. Mempelajari kembali panduan coaching RK dan catatlah pertanyaan pertanyaan kunci (bisa dibuat dalam panduan FGD) Pelajari kembali panduan diskusi RK Pelajari kembali langkah-langkah teknis yang ada pada buku panduan teknis FGD RK

f.

Lakukan simulasi bersama dengan teman teman satu Tim pemandu yang difasilitasi oleh fasilitator agar pada pelaksanaan diskusi lebih merasa siap untuk tampil memfasilitasi dengan baik. Mulailah melakukan FGD RK dari tingkat basis (dusun, RW, RT, maupun lorong, kelompok pertemuan. Lakukan proses pelaksanaan diskusi seperti apa yang telah di praktekan pada saat bimbingan dan simulasi. Catat semua prosesnya. Kumpulkan catatan proses hasil diskusi dan buat berita acaranya. Pada setiap akhir FGD dapat dilakukan evaluasi terhadap jalannya FGD RK yang telah dilakukan. Review kembali beberapa kekurangan dan hambatan maupun kelebihan yang dapat dipelajari.

g.

Ajak peserta untuk merenungkan, apa yang menjadi penyebab utama kemiskinan, sehingga warga miskin makin hari makin bertambah, kenyataan menunjukkan makin banyak anak putus sekolah, makin banyak yang kekurangan gizi, banyak yang tidak bisa memenuhi kesehatan dasar dan lainnya.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

19

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Untuk menemukan sumber masalah kita bisa melakukan analisa seperti seorang dokter dalam memeriksa pasennya (orang sakit)., maka yang harus dilakukan adalah menemukan sumber penyakitnya. Seseorang yang sakit panas, kalau diperiksa lebih lanjut mungkin saja akibat flu atau akibat TBC atau penyakit lainnya. Flu dan TBC yang menjadi sumber penyakit yang mengakibatkan panas dan pusing disebut sebagai akarnya (masalah yang sebenarnya) sedangkan panas dan pusing merupakan gejala penyakit. Menemukan sumber masalah kemiskinan, pada dasarnya sama dengan mendiagnosa penyakit. Coba kita telusuri penyebab kemiskinan, dengan salah satu contoh Tanya jawab seperti berikut ini : Tanya : Mengapa ada yang miskin ? Jawab : Karena pendapatan rendah ? Tanya : Mengapa pendapatan rendah ? Jawab : Karena tidak punya pekerjaan tetap Karena nganggur Karena usaha susah kurang modal Karena tidak punya lahan Tanya : Kenapa tidak punya pekerjaan tetap atau nganggur ? Jawab : karena cari kerja susah Tanya : mengapa cari kerja susah ? Jawab : Karena tidak punya keterampilan Karena pendidikan rendah Karena tidak punya uang untuk kasih uang pelicin Karena tidak punya modal Tanya : Mengapa tidak punya modal ? Jawab : Cari modal susah, banyak syaratnya

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

20

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Tanya : Mengapa tidak punya keterampilan dan pendidikan rendah ? Jawab : Karena biaya sekolah mahal , sehingga sekolah hanya bisa dijangkau oleh orang orang kaya saja (kebijakan pendidikan tidak berpihak pada orang miskin). Lebih baik membantu keluarga, bekerja mencari uang daripada sekolah menghabiskan waktu tetapi akhirnya nganggur juga. Karena banyak yang malas, sehingga hanya mengandalkan bantuan dari pihak luar Tanya : mengapa biaya sekolah mahal ? Jawab : Karena lembaga pendidikan mencari untung besar, dangan yang menentukan aturan tidak memahami kesulitan dan kebutuhan orang miskin Tanya : Mengapa cari kerja harus memakai uang pelicin? Jawab : Karena oknum oknum penerima tenaga kerja cari untung buat diri sendiri Tanya : Mengapa oknum oknum bertindak seperti itu ? Jawab : Karena lunturnya kejujuran dan serakah. Tanya : Mengapa lembaga pendidikan mengeluarkan aturan yang yang seperti di atas Jawab : Karena lunturnya Nilai kepedulian dan keadilan.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

21

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

22

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Coba kita gambarkan hasil Tanya jawab tadi dalam Pohon Masalah berikut :
Miskin Pendapatan rendah

4
Usaha susah Cari kerja susah Tidak punya modal

Tidak punya pekerjaan tetap

Nganggur

Tidak punya keterampilan

Pendidikan rendah

Biaya pendidikan mahal

Tidak punya uang untuk pelicin

Cari modal susah : banyak syaratnya

Lembaga pendidikan cari untung buat diri sendiri Pengambil kebijakan tidak paham kesulitan orang miskin

2 1

Oknum oknum penerima tenaga kerja cari untung buat diri sendiri

Lembaga keuangan cari untung buat diri sendiri Pengambil kebijakan tidak paham kesulitan orang miskin

Lunturnya kepedulian Meningkatnya keserakahan Lunturnya kejujuran Lunturnya keadilan

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

23

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

4 : Penyebab tingkat 4,
disebut gejala masalah jadi bukan masalah utama

3 : Penyebab tingkat 3,
peraturan yang merupakan keputusan sekelompok orang atau keputusan individu.

2 : Penyebab tingkat 2,
lembaga ( sekelompok orang yang mengambil keputusan ) yang berpengaruh pada pelayanan masyarakat (publik)

1 : Penyebab tingkat 1,
sikap mental dan perilaku sekelompok orang yang mengambil keputusan atau sikap mental seseorang.

6. Rembug warga refleksi kemiskinan tingkat kelurahan /desa dan penyebarluasan hasil dilaksanakan melalui langkah-langkah sebagai berikut : a. Koordinator Tim Pemandu RK bersama-sama Fasilitator melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan/desa tentang rencana teknis pelaksanaan Rembug Warga RK tingkat Kelurahan. Sampaikan maksud dan tujuannya serta sepakati jadwal dan konfirmasikan kepada lurah/kades tentang adanya kontribusi biaya dari BOP kelurahan untuk pelaksanaan ini. b. Tim pemandu berbagi tugas untuk meminta Lurah membuat surat undangan kepada masyarakat ( wakil wakil dari : relawan, peserta FGD RK, kelompok komunitas, RT/RW,/lorong/dusun/lingkungan, Tokoh Masyarakat) dan wakil-wakil dari lembagalembaga yang ada di kelurahan/desa.

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

24

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

c. Pada saat pelaksanaan Rembug penyepakatan, pelaksanaannya diawali dengan laporan dan penjelasan (maksud & tujuan) dari koordinator Tim Pemandu RK dilanjutkan dengan pembukaan oleh lurah/kades atau yang mewakili sekaligus membuka secara resmi acara rembug warga Refleksi Kemiskinan tingkat Kelurahan. Dalam tahap ini penting untuk disampaikan keterkaitan antara FGD RK dengan RKM yang telah dilaksanakan sebelumnya mengingat FGD RK adalah tindak lanjut dari RKM dalam membangun komitmen kepedulian kepada masyarakat miskin. d. Salah satu (atau beberapa) orang wakil dari Tim Pemandu RK melakukan review hasil pelaksanaan FGD RK di tingkat RT/RW/Kelompok komunitas, selanjutnya kepada peserta rembug dipersilahkan untuk memberikan tanggapan dan masukanmasukan. Koordinator Tim Pemandu/wakil yang dipilih, memfasilitasi peserta rembug untuk menyepakati Hasil FGD RK yang telah dilaksanakan. e. Setelah kesepakatan-kesepakatan disepakati, tuangkan hasil kesepakatan tersebut ke dalam Berita Acara yang dilampiri dengan Formatformat hasil diskusi yang telah disampaikan dalam Pembekalan FGD RK (Format RK-1 RK 5) f. Lakukan penyebarluasan hasil oleh relawan kepada masyarakat setempat serta kepada berbagai pihak terkait, khususnya perangkat kelurahan setempat sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas warga dalam penetapan karakteristik dan kriteria masyarakat miskin

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

25

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

yang disepakati serta kesepakatan dasar bagaimana sebaiknya P2KP akan dilaksanakan

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

26

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Lampiran Daftar Pertanyaan Kunci

Masalah Ekonomi Apa saja jenis kegiatan ekonomi di wilayah kita? (perdagangan, industri, perikanan, dll) Apakah warga miskin terlibat dalam kegiatan tersebut? Apabila terlibat bagaimana kedudukannya? Apakah ada di antara kita yang menjadi buruh? Bagaimana hubungan antara buruh dengan majikan? Bagaimana upah yang diberikan? Apabila tidak terlibat, mengapa? Apakah ada yang mempunyai usaha dagang? Dagang apa? Darimana modalnya? Bagaimana pemasarannya? Apakah ada masalah? kalau ada apa masalahnya? Apakah ada yang menjadi nelayan, petani, dsb? Apakah sebagai buruh atau juragan (majikan)? Bagaimana hubungan antara juragan dengan kita? Apakah pendapatan yang dihasilkan mencukupi kebutuhan minimal kita? Apabila tidak mengapa dan Bagaimana cara mengatasinya? Apakah kita pernah memenuhi kebutuhan kita dengan cara meminjam? Apabila ya, darimana kita meminjam? Bagaimana sistem pembayarannya? Masalah Pendidikan Bagaimana tingkat pendidikan warga di wilayah kita? Kelompok mana saja yang berpendidikan tinggi? Kelompok mana saja yang kurang berpendidikan?

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

27

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Kelompok mana saja yang tidak berpendidikan? Mengapa ada yang berpendidikan dan ada yang tidak? Masalah Kesehatan Penyakit apa saja yang banyak di derita oleh warga? Kelompok mana yang banyak menderita penyakit tersebut? Mengapa demikian? Kemana biasanya mengobati penyakit tersebut? Mengapa memilih pengobatan tersebut? Lingkungan Bagaimana kondisi rumah warga kita? Apakah sudah layak dan sehat? Kelompok mana yang punya rumah layak huni dan tidak layak huni? Mengapa terjadi perbedaan? Darimana kita mendapatkan air bersih? Dipakai untuk keperluan apa saja air bersih itu? Apakah semua warga bisa memenuhi kebutuhan air bersih? Apabila ada yang tidak, kelompok mana saja yang bisa? Mengapa demikian? Dimanakah kita biasa mencuci, mandi dan buang air besar? Mengapa kegiatan tersebut dilakukan di tempat itu? Apakah ada tempat pembuangan sampah? Kalau tidak ada, kemana membuang sampah selama ini? Apakah hal itu menjadi masalah? Penanggulangan kemiskinan Apakah sudah mencoba menanggulangi keadaan kita? (upaya-upaya keluar dari kemiskinan) Kalau sudah apa hasilnya? Apabila tidak mengapa?

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

28

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Apakah ada pihak luar (pemerintah, lembaga lain) yang peduli dan membantu mereka untuk ke luar dari kemiskinan? Apabila ada apa bentuk dan hasilnya? Kalau berhasil apa yang menyebabkan hal itu berhasil? Kalau tidak berhasil apa yang menyebabkannya? m. Ajaklah peserta untuk melihat kembali pohon masalah. Beri tanda mana yang merupakan masalah ekonomi, sosial, lingkungan, politik (level 4) dimana masalah-masalah tersebut saling berkaitan. n. Ajak peserta untuk menyadari bahwa penyebab level 4 ternyata bukan akar masalah tapi baru merupakan gejala yang disebabkan oleh adanya kebijakan yang tidak adil (level 2) dan bersumber pada lunturnya nilainilai kemanusiaan (level 1) (lihat contoh berikut ini). o. Apabila sudah tumbuh kesadaran kritis, tanyakan kepada mereka apakah masalah kemiskinan yang terjadi dibiarkan saja atau akan dicoba untuk ditanggulangi? (pemandu harus berusaha untuk menumbuhkan kepedulian dan motivasi peserta) Contoh Lain Pohon Masalah

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

29

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

30

Tujuan, Substansi dan Proses FGD RK

p. Tanyakan kepada peserta siapa yang bertanggung jawab terhadap permasalahan kemiskinan apakah hanya orang miskin saja atau menjadi tanggungjawab bersama? q. Tanyakan kepada peserta apa yang sudah kita sumbangkan untuk penanggulangan kemiskinan? Gugah perasaan mereka sampai tumbuh kesadaran dan kepedulian untuk ikut memecahkan masalah kemiskinan r. Pada saat sudah tumbuh kepedulian peserta, jelaskan bahwa fasilitator dan relawan-relawan akan membantu mereka dalam usaha penanggulangan kemiskinan di wilayah tersebut. s. Jelaskan tahapan kegiatan yang akan difasilitasi oleh P2KP (siklus P2KP), penting diingat harus ditekankan kepada peserta bahwa rangkaian proses kegiatan yang akan dilakukan bukan untuk mengejar BLM tetapi untuk menanggulangi kemiskinan secara komprehensif.

CATATAN:

Buku Saku FGD Refleksi Kemiskinan - P2KP3

31