Anda di halaman 1dari 238

Manual

PEMBANGUNAN

PLTMH

JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY

IBEKA

INSTITUT BISNIS DAN EKONOMI KERAKYATAN PEOPLE CENTERED BUSINESS AND ECONOMIC INSTITUTE

DAFTAR ISI
PENGANTAR 1. PENDAHULUAN
1.1 1.2 Energi Baru dan Terbarukan Kebutuhan Energi untuk Pengembangan Pedesaan 1.2.1 Aspek Teknologi 1.2.2 Aspek Lingkungan 1.2.3 Aspek Sosial Ekonomi 1.2.4 Aspek Lembaga Kemasyarakatan 1-1 1-1 1-2 1-2 1-2 1-2

2. PLTMH : SEBUAH ALTERNATIF ENERGI YANG TERBARUKAN
2.1 Pengertian PLTMH 2.2 Komponen-komponen Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2.3 Tenaga Listrik dari Air 2.4 Dari Air Datang ? 2-1 2-8 2-3 2-10

3. MENCARI LOKASI POTENSIAL
Bahan-bahan Referensi Dasar Kisaran Pencarian Perkiraan Debit Air Pemilihan Lokasi-lokasi Potensial 3.4.1 Pemilihan pada peta 3.4.2 Pemilihan berdasarkan pada informasi setempat 3.4.3 Pemilihan lokasi-lokasi pembangunan yang potensial Referensi 3.1 3.2 3.3 3.4 3-1 3-1 3-2 3-3 3-3 3-4 3-5 3-8

4. TAHAP PELAKSANAAN SURVEI UNTUK PLTMH
4.1 4.2 Tujuan Pelaksanaan Survei 4-1 Persiapan untuk Identifikasi Lokasi 4-1 4.2.1 Pengumpulan informasi dan persiapan 4-1 4.2.2 Rencana dan persiapan identifikasi lokasi 4-2 4.2.3 Peralatan yang diperlukan untuk identifikasi lokasi 4-2 4.3 Survei untuk Garis Besar Lokasi Proyek 4-3 4.4 Penjelasan Tentang Kondisi Geologi yang Mempengaruhi Stabilitas dari Struktur Sipil Utama 4-4 4.5 Survei pada Lokasi untuk Struktur Sipil 4-5 4.6 Pengukuran Debit Air 4-6 4.7 Pengukuran Head 4-6 4.8 Survei Permintaan 4-7 4.9 Penyurveian 4-8 4.10 Survei Sosial Ekonomi 4-8 4.10.1 Keberlanjutan dari sistem PLTMH yang dibangun 4-9

4.10.2 Pengembangan kegiatan yang positif dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat 4-9 Referensi 4-11

5. PERENCANAAN
5.1 5.2 Sistem Layout 5-1 Bahan dan Faktor Kunci untuk Perencanaan 5-2 5.2.1 Hidrograph dan Kurva Durasi Aliran 5-2 5.2.2 Plant Factor dan Load Factor 5-4 Pemilihan Lokasi untuk Struktur Sipil Utama 5-5 5.3.1 Lokasi Intake 5-5 5.3.2 Rute saluran air 5-7 5.3.3 Lokasi dari bak penenang 5-7 5.3.4 Rute Penstock 5-8 5.3.5 Lokasi Rumah Pembangkit 5-10 5.3.6 Lokasi Saluran Pembuang 5-11 Perencanaan Suplai dan Permintaan 5-12 5.4.1 Seleksi dari fasilitas-fasilitas permintaan daya listrik 5-12 5.4.2 Pengujian dari skala pembangunan dan keseimbangan suplai dan permintaan 5-13

5.3

5.4

6. STRUKTUR SIPIL
Bendungan (Wier) dan Intake 6.1.1 Tipe-tipe dasar dam intake 6.1.2 Memutuskan ketinggian dam 6.2 Intake 6.2.1 Metode Intake 6.2.2 Poin-poin penting untuk mendisain intake 6.3 Bak Pengendap 6.4 Saluran Pembawa 6.4.1 Tipe dan struktur dasar saluran 6.4.2 Menentukan potongan melintang dan kemiringan (slope) Longitudinal 6.5 Bak Penenang 6.5.1 Kapasitas bak penenang 6.5.2 Hal-hal penting untuk disain bak penenang 6.6 Penstock 6.6.1 Bahan penstock 6.6.2 Menentukan diameter penstock 6.7 Pondasi Rumah Pembangkit 6.7.1 Pondasi untuk Turbi Impulse 6.7.2 Pondasi untuk Turbin Reaksi Referensi 6.1 6-1 6-1 6-5 6-7 6-7 6-9 6-11 6-13

6-17 6-19 6-19 6-21 6-24 6-24 6-24 6-28 6-28 6-29 6-31

7. MEKANIK
Struktur Fundamental dari Peralatan untuk Pembangkit Listrik Turbin (Turbin Air) 7.2.1 Tipe dan output turbin air 7.2.2 Pemilihan jenis turbin 7.2.3 Kecepatan spesifik dan kecepatan putaran dari turbin 7.2.4 Disain Turbin Crossflow 7.2.4.1 Komponen turbin 7.2.4.1.1 Inlet 7.2.4.1.2 Guide vane 7.2.4.1.3 Runner 7.2.4.1.4 Casing 7.2.4.1.5 Bantalan (Bearing) 7.2.4.2 Karakteristik Turbin Crossflow 7.2.5 Turbin Francis dan Pompa Terbalik (Pump As Turbine) 7.2.6 Turbin Pelton 7.3 Transmisi Daya Mekanik 7.3.1 Sistem transmisi daya langsung 7.3.2 Sistem transmisi daya dengan sabuk 7.3.2.1 Flat Belt 7.3.2.2 V Belt 7.3.3 Pulley 7.3.3.1 Pulley untuk Flat Belt 7.3.3.2 Pulley untuk V Belt 7.3.3.3 Metode penegangan belt 7.3.4 Kopling 7.3.4.1 Kopling rantai (chain coupling) 7.3.4.1.1 Kopling Rantai Tsubaki 7.3.4.1.2 Pemilihan dimensi (size) kopling 7.3.4.2 Kopling karet ban (rubber coupling) 7.3.4.2.1 Pemilihan dimensi kopling karet 7.3.4.3 Kopling flens fleksibel 7.3.5 Bantalan (Bearing) 7.3.5.1 Instalasi dan perawatan 7.3.6 Cone Clamp Referensi 7.1 7.2 7-1 7-6 7-6 7-7 7-9 7-13 7-13 7-13 7-14 7-14 7-15 7-15 7-16 7-17 7-19 7-19 7-20 7-20 7-21 7-21 7-22 7-23 7-24 7-24 7-25 7-25 7-26 7-28 7-29 7-30 7-31 7-35 7-35 7-36 7-38

8. SISTEM KELISTRIKAN
8.1 8.2 Rangkaian Listrik Sistem Kelistrikan Arus Bolak Balik 8.2.1 Sistem satu fasa dan system tiga fasa 8.2.2 Daya arus bolak-balik dan Faktor Daya Generator 8.3.1 Generator Sinkron 8.3.1.1 Prinsip kerja generator sinkron 8.3.1.2 Pemilihan generator sinkron 8-1 8-2 8-2 8-4 8-5 8-5 8-5 8-7

8.3

1 Panjang bentangan tiang 9.5.6.1.4.4.4 Beban setiap fasa 9.3 Penerapan trafo 9.1.2 Motot Induksi sebagai generator 8.4 8.6.4.3 Pentanahan lewat reaktan 8.1.5.3 Karakteristik Generator Induksi (IMAG) 8.4 Pentanahan dengan Ground-Fault Neutralizer 8.8.3.1.5 Konstruksi system pentanahan 8.6 9.5.5.6. TRANSMISI DAN DISTRIBUSI 9.1 Kelebihan konduktor dan kabel 9.1 9.4 Ide Tentang Listrik Pemilihan Jalur Distribusi Fasilitas Distribusi Tiang 9.4.6.4.1 Pentanahan langsung 8.5 Lokasi Sambungan Rumah (SR/HC(=House Connection)) 9-1 9-2 9-3 9-4 9-4 9-5 9-5 9-6 9-7 9-10 9-10 9-10 9-10 9-10 9-10 9-11 9-11 9-11 9-12 9-12 9-13 9-13 9.1 Prinsip kerja motor Induksi 8.3 Ketinggian tiang 9.2 9.5.3.4.6 Bahan-bahan elektroda 8.7.2 Kebutuhan trafo 9.5.1 Komponen panel control dan fungsinya 8.2 Ukuran konduktor 9.7.2.4 Ukuran tiang Tarik Tegang Konduktor dan Kabel 9.5 9.3 9.4.5 Pengkabelan 8.5 Dimanakah jaringan 3-fasa diubah ke jaringan satu fasa ? Trafo Distribusi 9.2.4 Pemilihan satuan kapasitas 9.3 Lendutan konduktor 9.4 Pemilihan generator induksi Pentanahan 8.5.3.2 8-7 8-7 8-8 8-8 8-9 8-9 8-9 8-10 8-10 8-11 8-11 8-11 8-12 8-12 8-13 8-13 8-14 8-15 8-15 8-16 8-16 9.3.2.1.4 Power switch Gear 8.3.2 Alat ukur listrik 8.6.1 Modul ELC pengendali frekuensi 8.8 .4.2.7 9.2 Jarak bebas minimum yang diijinkan untuk konduktor dan Lingkungan 9.4.7.4.7.6 Ballast load 8.7 Hantaran Pentanaha Electronic Load Controller 8.7.4.2 Pentanahan lewat hambatan 8.1 Jenis trafo distribusi 9.5 Generator Asinkron 8.1.3 Asesoris panel 8.

3.3.3 Inspeksi khusus 10.3 Lainnya 10.1 Patroli harian 10.1 9.9.2.3.1 Pendahuluan 10.8. PENGOPERASION DAN PERAWATAN 10.2 Kasus darurat 10.2 Inspeksi periodik 10.2.2 Pengoperasian 10.3 Perawatan 10.4 Perekaman 10.8.5 Permasalahan dan Pemecahannya 10-1 10-1 10-2 10-3 10-5 10-5 10-6 10-7 10-8 10-8 10-9 .1 Pengoperasian dasar 10.2 Referensi Pemakaian sambungan rumah Instalasi konsumen 9-13 9-13 9-15 10.2.

PENGANTAR Salah satu kendala utama dalam pelistrikan pedesaan adalah letaknya yang jauh dari pusat pembangkitan dengan kondisi akses yang buruk. Rasio elektrifikasi saat ini sekitar 52 persen. kebutuhan aktual daya listrik di wilayah seperti itu umumnya juga rendah dengan daya beli masyarakat yang juga rendah. membuat biaya investasi menjadi sangat tinggi. diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memacu kegiatan pembangunan setempat. Cara pandang ini menekankan pada proses yang terjadi selama kegiatan pembangunan PLTMH dan integrasi follow up kegiatan setelah PLTMH terbangun dan beroperasi untuk menghasilkan sinergi. sehingga investasi menjadi semakin tidak menarik dan prioritas untuk menjangkau wilayah-wilayah seperti itu sering dikebelakangkan. Upaya pemanfaatan potensi mikrohidro ini membutuhkan peran serta dan keterkaitan dari berbagai pihak. Dengan demikian. Dengan tersedianya sumber energi ini. Dengan menggunakan sumber energi terbarukan yang tersedia in situ. Situasi keterbatasan dana pemerintah membuat kegiatan elektrifikasi berjalan lambat dibanding dengan pertumbuhan permintaannya. Total potensi teoritis PLTMH di Indonesia sekitar 493 MW dengan tingkat pemanfaatan saat ini baru mencapai sekitar 21 MW atau hanya sekitar 4% saja dari potensi yang ada. masih cukup banyak potensi yang saat ini belum dimanfaatkan. Kesemua hal tersebut mensyaratkan pengetahuan dan penguasaan keterampilan dalam pengimplementasian suatu kegiatan pembangunan PLTMH secara utuh menyeluruh. Buku panduan ini disusun untuk digunakan dalam kegiatan pelatihan pembangunan PLTMH sebagai bagian dari kegiatan dalam proyek “Poverty Alleviation by Electric Power Utilization and NGOs Capacity Building Through Micro Hydro Development” yang dibiayai oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) dibawah program CEP (Community Empowerment Program). atau bahkan belum tereksplorasi/terdokumentasi dengan baik. Kegiatan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) berusaha memberikan kontribusi dalam usaha pelistrikan pedesaan. dengan skala yang sesuai dengan kebutuhan setempat. harus dapat melihat kegiatan pembangunan PLTMH sebagai bentuk pembangunan masyarakat dalam bentuk peningkatan SDM lokal. mengingat aspek-aspek yang terkandung didalamnya. pemerintah daerah dalam era otonomi daerah ini. penyedian sarana dan prasrana kehidupan masyarakat dan sekaligus memacu dan meningkatkan kapasitas lokal serta kesempatan dalam menyelenggarakan pembangunan daerahnya. yang umumnya berada di daerah pedesaan dan terpencil. PLTMH menawarkan pemecahan bagi daerah-daerah pedesaan terpencil yang jauh dari jangkauan PLN untuk mendapatkan sumber energi yang handal dan terjangkau. Salah satu tujuan proyek ini adalah menyebarkan pengetahuan dan kemampuan untuk menyelenggarakan pembangunan PLTMH ke berbagai wilayah di Indonesia dengan melibatkan komponen pemerintah . yang berarti ada sekitar 48 persen rakyat Indonesia yang belum menikmati pelayanan sambungan listrik. Pada tingkat kebijakan. Dilain pihak. Partisipasi sektor swasta maupun dari lembaga-lembaga swadaya masyarakat menjadi semakin penting mengingat keterbatasan sumberdaya yang dimiliki pemerintah.

perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat.daerah. salah satu dampak dari proyek ini adalah memberikan kontribusi signifikan meningkatkan pembangunan masyarakat pedesaan melalui pembangunan PLTMH di berbagai daerah di Indonesia. Diharapkan. Tim Penyusun .

Desa-desa di Indonesia rata-rata membutuhkan listrik relatif kecil (10 – 150 KW) serta lokasinya tersebar. ¾ Kemampuan manusia untuk menguasai dan mengelola energi. ¾ Penggunaan listrik yang dihasilkan diarahkan untuk pemakaian yang bersifat produktif agar dapat mendorong aktivitas ekonomi pedesaan. ¾ Peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan. PENDAHULUAN 1. Untuk pelistrikan pedesaan di Indonesia. ¾ Ketersediaan dana untuk menguasai sumber energi. 1-1 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 1. 1. yang lebih dikenal dengan Mikrohidro. juga Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) telah dikembangkan mengingat potensi tenaga air di Indonesia yang melimpah dan besar. ¾ Masalah lingkungan. ¾ Penggunaan dan pengelolaan PLTMH oleh masyarakat pedesaan merupakan media bagi usaha pengembangan masyarakat. Dalam usaha meningkatkan mutu kehidupan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Pembangunan PLTMH. aktivitas pembangunan terkonsentrasi di kota atau wilayah dengan berbagai fasilitas yang mendukungnya. beranjak dari konsep: ¾ Memanfaatkan energi air yang melimpah agar dapat dilakukan penghematan sumber energi lain seperti minyak bumi dan kayu bakar. sementara kemampuan produksi dan suplai minyak semakin menurun. pembangunan berjalan lamban karena kurangnya infrastruktur.1 Energi Baru dan Terbarukan Masalah yang dihadapi dalam penyediaan energi adalah masih banyaknya penggunaan bahan bakar minyak (BBM). energi memiliki peranan yang besar. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dan pemilihan sumber energi baru adalah sebagai berikut: ¾ Ketersediaan sumber energi dan usaha pelestarian. sarana dan prasarana. ¾ Peningkatan lapangan kerja baru.2 Kebutuhan Energi Untuk Pengembangan Pedesaan Di sebagian negara berkembang. Sementara di daerah pedesaan. Ketersediaan listrik di pedesaan sebagai salah satu bentuk energi yang siap pakai akan mendorong : ¾ Peningkatan produktivitas dan kegiatan ekonomi baru.

1. solar. ¾ Biaya operasi dan perawatan rendah. ¾ Mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 1. Hal tersebut karena: ¾ Konstruksinya relatif sederhana. 1-2 . ¾ Peningkatan peran pemerintahan desa dan lembaga lainnya. 1. Dari sudut pandang ini kelebihan PLTMH adalah: ¾ Mendorong aktivitas perekonomian di pedesaan dengan cara meningkatkan produktivitas melalui industri rumah tangga yang lebih modern. kayu bakar. contoh : minyak tanah.2. ¾ Teknologi mikrohidro telah matang dan terjamin sebagai teknologi yang dapat dikontrol dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat pedesaan. ¾ Mendorong lembaga desa (misalnya KUD) untuk berperan dalam pengelolaan dan pengoperasian PLTMH. ¾ Ramah terhadap lingkungan.2.2. ¾ Terpeliharanya daerah tangkapan air. dan tidak merusak ekosistem sungai. ¾ Dapat dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat di desa. karena tidak menghasilkan gas buang atau limbah lainnya. ¾ Penciptaan lapangan kerja di desa. Dengan demikian.2. Lembaga tersebut akan menambah keberadaan lembaga yang sudah ada di desa. Dinamika masyarakat akan berkembang dan keuntungan yang diperoleh adalah: ¾ Partisipasi lokal dalam pembuatan keputusan dan menejemen lokal dari pelistrikan pedesaan adalah dimungkinkan dengan melalui PLTMH. ¾ Pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penerangan. 1.3 Aspek Sosial Ekonomi Kehadiran PLTMH di suatu desa akan meningkatkan interaksi sosial dan menumbuhkan aktivitas-aktivitas perekonomian baru.1 Aspek Teknologi Dari segi teknologi PLTMH memiliki keuntungan dan kemudahan dibandingkan pembangkit listrik lainnya.4 Aspek Lembaga Kemasyarakatan Pengoiperasian PLTMH menuntut adanya suatu lembaga yang menjalankan fungsi-fungsi pengelolaan dan perawatan. untuk menjamin suplai air bagi kelangsungan PLTMH. ¾ Mikrohidro menyediakan peluang untuk investasi dan manufaktur bagi masyarakat di pedesaan.2 Aspek Lingkungan PLTMH ramah terhadap lingkungan. kelebihan PLTMH dari segi lingkungan adalah: ¾ Mengurangi pemakaian bahan baker fosil untuk penerangan dan kegiatan rumah tangga seperti memasak. karena hampir semua komponen yang dibutuhkan telah dapat diproduksi di dakam negeri.

2-1 . sehingga bangunan intake dibangun berdekatan dengan bendungan dengan memilih dasar sungai yang stabil dan aman terhadap banjir. dalam meter) dan jumlah debit airnya (m3/detik). Umumnya PLTMH yang dibangun jenis run off river dimana head diperoleh tidak dengan membangun bendungan besar. biasa disebut mikrohidro.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2.2 Komponen-komponen Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Komponen-komponen sebuah PLTMH meliputi: . PLTMH. adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai penggeraknya. sungai atau air terjun alam. Perlengkapan lainnya adalah: penjebak/saringan sampah. umumnya adalah pembangkit tipe run of river. Sebuah bendungan biasanya dilengkapi dengan pintu air untuk membuang kotoran dan endapan. air dialirkan ke power house (rumah pembangkit) yang biasanya dibangun di pinggir sungai. Dalam perencanaan pembangunan sebuah PLTMH. PLTMH : SEBUAH ALTERNATIF ENERGI YANG TERBARUKAN 2. Dengan menggunakan pipa. Pembangkit listrik tenaga air dibawah ukuran 200 KW digolongkan sebagai PLTMH (mikrohidro). Melalui nosel air akan menyemprot keluar memutar roda turbin (runner). misalnya saluran irigasi. melainkan dengan mengalihkan aliaran air sungai ke satu sisi dari sungai dan menjatuhkannya lagi ke sungai pada suatu tempat dimana beda tinggi yang diperlukan sudah diperoleh.1 Pengertian PLTMH Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya (head. diperlukan pengetahuan tentang: ¾ Hidrologi ¾ Kelistrikan ¾ Bangunan sipil ¾ Permesinan ¾ Ekonomi untuk studi kelayakan. 2. Energi mekanik putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. kemudian air tersebut dikembalikan ke sungai asalnya.1 menunjukkan contoh keseluruhan sistem PLTMH.Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake) Bendungan untuk instalasi PLTMH berfungsi untuk menampung aliran air sungai dan/atau hanya sekedar untuk mengalihakn air supaya masuk ke dalam intake. Gambar 2.

seperti saluran pelimpah. saluran penguras dan sekaligus pintu pengurasnya.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro .Settling Basin (Bak Pengendap) Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. .Head Race (Saluran Pembawa) 2-2 . Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir. Bak pengendap dibuat dengan memperdalam dan memperlebar sebagian saluran pembawa dan menambahnya dengan beberapa komponen.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan. adalah memungkinkan untuk menggabungkan bak penenang sekaligus juga untuk bak pengendap. saluran pelimpah serta saluran penguras. Ada berbagai macam saluran pembawa. saluran terbuka dan saluran tertutup.Head Tank (Bak Penenang) Fungsi dari bak penenang adalah untuk menenangkan air yang akan masuk turbin melalui penstock sesuai dengan debit yang diinginkan. 2-3 . pintu penguras. . Terkait dengan fungsi-fungsi tersebut maka bak penenang dilengkapi dengan ointu air untuk masuk ke penstock. dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir dan kayu-kayuan. Pada saluran yang panjang perlu dilengkapi dengan saluran pelimpah pada jarak tertentu. Ini untuk menjaga jika terjadi banjir maka kelebihan air akan terbuang melalui saluran tersebut. Konstruksi saluran pembawa dapat berupa pasangan batu kali atau hanya berupa tanah yang digali. Untuk kasus-kasus tertentu. antara lain terowongan.

dan kemudian mengarahkan energi kinetik tersebut untuk memutar roda gerak turbin air.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro . 2-4 .Penstock (Pipa Pesat/Penstock) Pipa pesat berfungsi untuk mengubah energi potensial air di bak penenang menjadi energi kinetik air di dalam pipa pesat.

Rumah Pembangkit (Power House) Di dalam rumah pembangkit.Pondasi dan Dudukan Pipa Pesat Dudukan pipa pesat harus mampu menahan beban statis dan dinamis dari pipa pesat dan air yang mengalir di dalamnya. Oleh karena itu harus dihindari belokan-belokan karena akan mengakibatkan gaya yang cukup besar. Selain itu perlu 2-5 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro . dipasang turbin dan generator yang selalu mendapat beban dinamis dan bergetar. pondasi turbingenerator harus dipisahkan dari pondasi bangunan rumah turbin. Didalam mendisain rumah pembangkit. .

2-6 . . Mesin-mesin atau alat-alat. disebut dengan ‘Beban’ (Load). atau untuk mengoperasikan generator listrik. yang diberi tenaga oleh skema hidro. pemeras minyak.Turbine dan Generator (Turbin dan Generator) Turbin berfungsi untuk mengubah energi air (potensial. Putaran gagang dari roda ini dapat digunakan untuk memutar berbagai macam alat mekanik (penggilingan biji. tekanan dan kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro diperhitungkan keleluasaan untuk membongkar pasang turbin dan generator. mesin bubut. serta masih ditambah perlunya saluran pembuang di dalam rumah turbin. dll).

Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya rendah.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini.1. Sebagai sebuah contoh. air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock seperti yang terlihat pada penggergajian kayu di Gambar 1.1 Bagan sebuah PLTMH 2-7 . Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari pengguna. Gambar 2. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama.1 menunjukkan bagan sebuah PLTMH. Terdapat banyak variasi dalam penyusunan sebuah disain PLTMH.2. Gambar 2.

Tidak ada sistem konversi tenaga yang dapat mengirim sebanyak yang diserap. sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah : 2-8 . atau total daya yang diserap oleh skema hidro. Ini adalah sebuah sistem konversi tenaga. yaitu debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat. Gambar 2. Tenaga yang masuk = tenaga yang keluar + tenaga yang hilang (loss). menyerap tenaga dari bentuk ketinggian dan aliran. Pgross.2. Daya yang manfaatnya dikirim adalah daya bersih. dan menyalurkan tenaga dalam bentuk blistrik atau tenaga gagang mekanik.3) disebut Eo atau η. suara dan sebagainya.2 Head adalah ketinggian vertikal dimana air jatuh Persamaan konversinya. atau Pnet = Pgross ×Eo atau Pnet = Pgross x η Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan sebuah faktor (g = 9. Semua efisiensi dari skema (Gambar. Daya yang masuk. adalah daya kotor. Tenaga yang keluar = tenaga yang masuk x efisiensi konversi Persamaan di atas biasanya digunakan untuk menggambarkan perbedaan yang kecil. Pnet. panas. Hal ini karena sebagian tenaga hilang oleh sistem itu sendiri dalam bentuk gesekan.3 Tenaga Listrik dari Air Sebuah PLTMH memerlukan dua hal yang pokok.8).Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2.

70 ~ 0.85 (tergantung pada tipe turbin) Egenerator : 0. Dalam kasus ini.8 H = head dalam meter Q = debit air dalam meter kubik per detik (m3/s) E0 (η) = Efisiensi keseluruhan yang terbagi sebagai berikut: Eo = Ekonstruksi sipil × Epenstock × Eturbin × Egenerator × Esistem kontrol × Ejaringan × Etrafo Biasanya Ekonstruksi sipil : 1.3 Efisiensi sistem untuk sebuah skema yang berjalan pada disain aliran penuh Ekonstruksi sipil dan Epenstock adalah yang biasa diperhitungkan sebagai ‘Head Loss (Hloss)/kehilangan ketinggian’.98 Daya terbangkit Efisiensi trafo stepup dan step-down Tenaga potensial penuh Tenaga masuk Efisiensi generator Efisiensi penstock Efisiensi saluran Efisiensi jaringan Efisiensi turbin Gambar 2.90 ~ 0.80 ~ 0.005)/ Hgross Epenstock : 0.(panjang saluran × 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pnet = g ×Hgross × Q ×Eo atau Pnet = g x Hgross x Q x η dimana : P = Daya dalam kilowatt (kW) g = gravitasi dengan nilai 9. persamaan diatas dirubah ke persamaan berikut.95 (tergantung pada panjangnya) Eturbin : 0.0 . sehingga untuk mikrohidro persamaannya menjadi: 2-9 .002 ~ 0. Pnet= g ×(Hgross-Hloss) ×Q ×(Eo – Ekonstruksi sipil .95 (tergantung pada kapasistas generator) Esistem kontrol : 0.6 ~ 075.98 (tergantung pada panjang jaringan) Etrafo : 0.90 ~ 0.97 Ejaringan : 0.Epenstock ) kW Untuk memudahkan perhitungan dengan menyesuaikan kondisi kemampuan manufaktur di Indonesia maka persamaan di atas dapat disederhanakan dengan mempergunakan nilai E0 atau η (efisiensi) dengan nilai 0.

2. Daerah tangkapan air ditegaskan sebagai daerah yang dibatasi oleh garis putusputus.4 Darimana air datang ? Volume air sungai tergantung pada daerah tangkapan air (catchment area) dan volume curah hujan. Ini penting digunakan untuk mendapatkan unit-unit yang benar.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro P (daya) = 9. Garis putus-putus pada gambar 2. Gambar 2.4 Daerah tangkapan air (catchment area) dan batas air 2-10 .6 ~ 0.8 x Q x H x η Dimana: P = Daya dalam kilowatt (kW) g = gravitasi dengan nilai 9.4 menunjukkan batas air dari titik A dan titik B.8 H = head dalam meter Q = debit air dalam meter kubik per detik (m3/s) E0 (η) = Efisiensi keseluruhan (0.75 untuk PLTMH) Persamaan sederhana ini harus diingat karena ini adalah inti dari semua disain pekerjaan pembangkit listrik.

1 Bahan-bahan Referensi Dasar Bahan-bahan referensi dasar yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : 1) Peta topografi : skala : 1/25.000 telah disediakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. 3. adalah perlu untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang karakteristik curah hujan dari daerah proyek dengan menggunakan peta isohyetal untuk data wilayah dan curah hujan yang ada untuk daerah yang berdekatan. Pada kasus dimana lokasi-lokasi permintaan daya terbagi ke dalam beberapa grup yang tersebar pada daerah yang relatif luas. lebih mudah pengoperasian dan perawatan dan dampak penghentian tak terduga dari pembangkit dapat diperkecil. kemiringan sungai. MENCARI LOKASI POTENSIAL Meskipun lokasi pembangunan telah diidentifikasi. peta topografi. seperti tanah pertanian. pada dasarnya dikonsumsi oleh fasilitas permintaan daya yang spesifik. lokasi desadesa. 3. Memilih sebuah lokasi potensial diantara calon-calon lokasi lain. Di Indonesia. Berapa kapasitas daya terbangkit yang dapat dijamin dan dimana. dan sebagainya. 2) Data curah hujan : peta isohyetal dan lain-lain Meskipun tidak dibutuhkan untuk mengumpulkan data curah hujan yang detil pada tahap ini.000 atau 1/50. jalan menuju lokasi dan sebagainya.000 Peta topografi menyediakan informasi penting. 3. Pengujian diatas adalah pekerjaan perencanaan yang mendasar dengan mengunakan bahan-bahan referensi dan informasi yang ada dan dengan melalui segala prosedurnya serta dengan memperhatikan issue-issue yang penting yang akan dijelaskan dibawah.2 Kisaran Pencarian Sebagian besar pembangkitan listrik dengan menggunakan tenaga air skala kecil. skala 1/25. Peta isohyetal menyediakan penambahan dan rata-rata yang akan diberikan untuk memperkirakan indikasi dari curah hujan. adalah mungkin lebih menguntungkan untuk menyebarkan pembangkit-pembangkit skala kecil daripada menyuplai daya ke seluruh grup oleh sebuah pembangkit tunggal dengan syarat-syarat bahwa biaya transmisi lebih rendah. daerah tangkapan air dari lokasi yang diusulkan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 3. 3-1 . masih perlu untuk melakukan pengujian secara kasar.000 atau 1/50. 2. Apakah benar bahwa memungkinkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang dekat dengan daerah yang membutuhkan daya. sehingga penting untuk merencanakan lokasi pembangkit yang sedekat mungkin dengan lokasi-lokasi yang membutuhkan daya. Hal-hal yang perlu diuji adalah: 1.

Qo : Pengamatan debit air pada stasiun pengukuran air (m3/s).] Ketelitian dalam skema mikro-hidro. Qp : Debit air per unit daerah tangkapan air di area proyek (m3/s/km2). topografi.3 Perkiraan Debit Air Diantara sejumlah data debit air yang telah disebutkan sebelumnya. adalah dipercaya akan menjadi lebih efisien untuk diperluas jangkauan surveinya tahap-demi tahap. Qp = Rr × Qo/Ao Dimana. Debit air pada musim kering. kisaran daerah pencarian harus diperluas dengan syarat bahwa trafo harus dipasang. kondisi jalan masuk. data observasi terakhir untuk daerah yang mengelilingi lokasi proyek harus digunakan untuk memperkirakan debit air. diperkirakan dengan teliti. Rr : Perbandingan curah hujan antara daerah tangkapan air dari lokasi yang diusulkan untuk proyek mikro-hidro dan dari stasiun-stasiun pengukuran air terpasang. Dalam kasus Skema Mikro Hidro di Indonesia. tegangan transmisi dan perhitungan ekonomi transmisi. [Referensi 3-1 Hubungan antara kerugian tegangan dan jarak jaringan distribusi di Indonesia.] Jika lokasi potensial yang bagus tidak ditemukan dalam kisaran di atas.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ketika merencanakan pembangkit listrik tipe tersendiri. 15 V sebagai kerugian tegangan yang diijinkan pada aturan tegangan 220 V. 3-2 . dimulai dari wilayah geografi dari setiap grup. perkiraan kasar tentang jarak maksimum transmisi adalah 1. Jarak transmisi ke lokasi permintaan harus memperhitungkan sejumlah factor. [Lihat “Referensi 3-2 : Pertimbangan ketika perkiraan debit air pada lokasi proyek tidak langsung dari data yang ada di sekitar stasiun pengukuran” menjadi poin penting pada catatan untuk memperkirakan debit air berdasarkan pada stasiun pengukuran yang terdekat. Kita memiliki pengalaman bahwa ketersediaan air yang ada di Indonesia diperkirakan 0. adalah penting untuk mempertegas ketersediaan air. Jarak ini berdasarkan pada asumsi bahwa tegangan pada akhir jaringan distribusi harus terjaga diatas 205 Volt. diantaranya daya terbangkit. Ao : Daerah tangkapan air dari stasiun pengukuran air (km2). Jarak transmisi ke lokasi permintaan diatur untuk memastikan rata-rata jatuhnya tegangan tidak melebihi 7%. mengambil karakteristik distribusi curah hujan ke dalam pertimbangan.5 km dari lokasi permintaan.025 m3/s/km2. 3. tingkat permintaan. tanpa trafo (transformer).020 sampai 0.

000. Sementara sejumlah pengalaman dibutuhkan untuk mengambil lokasi-lokasi seperti itu dari peta topografi. 1 Contoh Penentuan Lokasi dengan Peta Topografi Jenis-jenis informasi. yang dapat dihasilkan ketika lokasi-lokasi seperti itu diambil dari peta topografi yang ada adalah kemiringan sungai (perbedaan ketinggian dan panjang sungai) dan daerah aliran air.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Jika data debit tidak tersedia.4 Pemilihan Lokasi-Lokasi Potensial 3.4. Jika diagram yang ditunjukkan pada Gambar 3. pada peta seperti itu adalah 10 m untuk peta dengan skala 1/25. pengambilan lokasi-lokasi potensial adalah lebih mudah tanpa kekeliruan atau hasil yang berbeda berdasarkan pada tingkat pengalaman individu.000 dan 25 m untuk peta dengan skala 1/50. Gambar 3. 3. (1) Pemilihan dengan mempertimbangkan kemiringan sungai dan daerah aliran air Lokasi-lokasi yang menawarkan head tinggi serta saluran air yang terpendek dan sebuah tingkat ketersediaan debit air yang tinggi adalah keuntungan alamiah untuk pembangkit listrik tenaga air. adalah memungkinkan untuk memperkirakan lamanya debit secara kasar dengan mengacu pada [Referensi 3-3 : Metode perhitungan sederhana dari debit air dengan mempergunakan model keseimbangan daerah aliran air].1 disiapkan terlebih dahulu untuk sungai yang menjadi subyek. Ketinggian. 3-3 . Informasi-informasi selanjutnya harus dipertimbangkan untuk mengambil lokasi-lokasi potensial.1 Pemilihan pada peta Lokasi potensial diambil dari peta topografi yang ada dengan penaksiran kemungkinan ketinggian. yang dapat ditaksir.

topografi pada beberapa lokasi potensial harus dapat mengakomodasi seperti gambaran konstruksi sipil. maka lokasi-lokasi potensial dipilih berdasarkan pada informasi yang disiapkan oleh masyarakat lokal dan/atau organisasi masyarakat setempat.2 Profil sungai dan perubahan-perubahan dalam daerah aliran sungai untuk membantu pemilihan lokasi pembangkit listrik mikro-hidro yang menjanjikan.2 Pemilihan berdasarkan pada informasi setempat Pada kasus dimana lokasi-lokasi potensial tidak dapat digambarkan pada peta topografi karena terlalu kecilnya skala yang digunakan atau penggunaan dari roman topografi alamiah seperti terjunan atau kolam. 3. dan sebagainya. sebagain besar konstruksi sipil direncanakan untuk mendapatkan gambaran konstruksi.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (2) Pemilihan berdasarkan pada kondisi konstruksi saluran air Sejauh gambaran dasar dari skema mikro-hidro telah didapat. Oleh karena itu.4. Bagian yang cocok untuk pembangkit listrik Ketinggian Profil sungai Daerah tangkapan air Pertemuan Perubahan daerah tangkapan air untuk sungai Jarak Gambar 3. sama baiknya seperti konstruksi yang ada seperti fasilitas intake untuk irigasi dan jalan hutan. [Referensi 3-5: Contoh dari Penggunaan Topografi Alamiah dan Berbagai Variasi Bangunan Buatan Manusia] 3-4 .

7 ~ 0. Secara umum.5 m3/s 100km2 dalam rata-rata. dan lain-lain. sebuah lokasi potensial dengan sebuah tingkat besaran debit air yang tetap yang relatif tinggi adalah sebuah lokasi yang lebih menguntungkan untuk sebuah pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Ketika perkiraan debit yang spesifik dari debit air yang tetap.0 dan 0. (1) Besaran debit air yang tetap Walaupun sukar untuk menentukan kelayakan bagi pembangunan berdasarkan pada volume mutlak dari debit air yang tetap. sebagai contoh debit air per unit wilayah aliran air.4. termasuk mikrohidro. meningkat untuk sebuah sungai dengan sebuah debit air yang spesifik lebih kecil karena wilayah aliran air yang lebih luas dan skala yang lebih besar dari kemungkinan penggabungan banjir sungai seperti itu.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 3.9.0 m3/s 100km2. Gambar 3.3 Pemilihan lokasi-lokasi pembangunan yang potensial Evaluasi umum dari lokasi-lokasi potensial tersebut diambil dengan studi penggambaran di atas yang kemudian dilakukan penggambaran dari beberapa sudut pandang di bawah untuk menguji kelayakannya untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air. yang dibutuhkan untuk menyuplai listrik sekonstan mungkin sepanjang tahun karena itu adalah tujuan dari sebagian besar kasus penyediaan listrik untuk fasilitas konsumen tertentu. dan debit air yang tetap yang spesifik dalam kisaran Qmax/QF ini adalah 1. nilai Qmax/QF dari pembangkit listrik tenaga air mikro dan mini-hidro masingmasing menunjukkan sekitar 1. harus diperhatikan bahwa biaya konstruksi relative dari sebuah dam intake atau bendung pengaman.3 menunjukkan hubungan antara debit air yang tetap yang spesifik dan perbandingan dari debit air yang tetap dengan debit air maksimum (Qmax/QF: lihat gambar berikutnya) dalam pembangkit-pembangkit listrik tenaga air skala-kecil yang ada.2 ~ 1. metode penurunan biaya seperti menggunakan fasilitas irigasi yang ada seperti telah disebutkan harus dipertimbangkan. Ketika membangun pembangkit listrik tenaga air mikro atau mini di sungai dengan debit air tetap yang spesifik adalah lebih rendah dari 1. berbeda untuk setiap lokasi potensial. Debit air sungai (m3/s) Qmax Kurva Durasi QF Hari 3-5 .

100 80 Head (m) 60 40 20 0 0 L/H = 20 L/H = 40 500 1000 1500 2000 2500 3000 Waterway length (m) Gambar 3.0 0 10 20 30 40 50 60 70 Debit tetap / Debit maksimum (%) 80 90 100 Gambar 3. (2) L/H [perbandingan antara panjang saluran air (L) dan total head (H)] Sebuah lokasi dimana sebuah nilai L/H lebih kecil adalah lebih menguntungkan untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil.8 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Debit tetap yang spesifik (per 100km2) (m3/s) 2.4 1. Gambar 3. L/H dari lokasi yang secara umum tidak lebih tinggi dari 40 atau rata-ratanya 20.4 menunjukkan hubungan perbandingan antara total head (H) dan panjang saluran air (L) (L/H) diantara lokasi-lokasi pembangkit listrik skala kecil yang ada. Seperti teridentifikasi dengan jelas pada gambar.3 Hubungan rasio antara debit air tetap/debit air maksimum dan debit air tetap yang spesifik.0 Mikro Kecil Besar L Mini 1.8 0.0 0.2 1.6 1.2 0.4 0. total head tidak kurang dari 10 m (nilai minimum yang dapat diinterpretasikan pada sebuah peta topografi yang ada).6 0.4 Hubungan antara head dan panjang saluran air 3-6 .

4 Firm discharge (m3/s) 0. 3-7 . lokasi dengan debit air tetapnya lebih kecil adalah perbandingan L/Hnya lebih kecil.5 Hubungan antara debit air tetap dan L/H.1 0 0 10 20 30 40 50 Waterway Length / Head (L/H) Gambar 3. L/H dari lokasi-lokasi yang ada dimana debit air tetapnya lebih kecil dari 0.5 menunjukkan hubungan antara debit air yang tetap dengan L/H.5 0.2 0.2 m3/s diperkirakan dibawah 15.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 3. 0.3 0. kecenderungan yang ada.

4 (V) = 220(V) x 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Referensi Ref. 3-1 Hubungan antara kerugian tegangan dan jarak jaringan transmisi di Indonesia Kerugian tegangan (V) 15.4 (V) = 220(V) x 0.5kW) 3-8 .07 Panjang Jaringan Transmisi (4kW) Kerugian tegangan (V) 15.07 Panjang Jaringan Transmisi (7.

4 (V) = 220(V) x 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Kerugian tegangan (V) 15.07 Panjang Jaringan Transmisi (15kW) Kerugian tegangan (V) Panjang Jaringan Transmisi (20kW) 3-9 .

Metode sederhana untuk memahami curah hujan disekitar lokasi proyek adalah dengan menggunakan peta isohyetal dimana menunjukkan garis kontur dari curah hujan rata-rata. Oleh karena itu. kurva durasi aliran dapat di gabungkan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref. Perbandingan wilayah aliran air Ketika memperkirakan debit air berdasarkan pada observasi data dari stasiun pengukuran yang ada. 1. 3-2 Pertimbangan-pertimbangan ketika memperkirakan secara langsung debit air pada lokasi proyek dari data yang ada di stasiun-stasiun pengukuran di sekitarnya Jika ada beberapa stasiun pengukuran di dekat lokasi proyek. hal-hal berikut harus diambil dalam pertimbangan ketika menyeleksi stasiun pengukuran yang akan digunakan. data curah hujan dari dua wilayah aliran air adalah informasi yang berguna untuk mengevaluasi debit air lokasi proyek dari stasiun pengukuran. dibutuhkan untuk mengenal hubungan dekat antara curah hujan dengan debit air. Daerah aliran air ifik Area aliran air besar Area aliran air kecil Hari 2. Daerah aliran air spesifik Jumlah curah hujan besar Jumlah curah hujan kecil Hari 3-10 . Curah Hujan Durasi aliran air dan karakteristik curah hujan di bagian atas sungai memiliki sebuah korelasi yang dekat. jika perbandingan wilayah aliran air antara stasiun pengukuran yang ada dan lokasi proyek besar. Dari karakteristik debit air yang ditunjukkan oleh gambar berikut. Terutama sekali dalam debit air jangka panjang. harus diambil wilayah aliran airnya untuk pertimbangan. Ini karena perhitungan dengan menggunakan perbandingan wilayah aliran air saja tidak cukup. dan dapat membandingkan jumlah curah hujan dari lokasi proyek dan stasiun pengukuran.

pada prinsipnya perlu mengukur aliran arus pada titik intake dari lokasi proyek. Secara umum sungai dimana batuan kapur tersebar menunjukkan perubahan yang tidak teratur pada debit airnya. Kondisi Geologi Meskipun pemeriksaan dari debit air di lokasi proyek dan stasiun pengukuran dengan curah hujan di wilayah aliran air ini digunakan untuk mengetahui luasnya hubungan. Faktor yang mempengaruhi kesamaan dari kurva durasi aliran tidak hanya wilayah alirannya tetapi juga kondisi geologi. Kurva durasi aliran air yang melalui lapisan tanah ini adalah relatif rata. Secara umum. Dari sudut pandang ini. bukanlah merupakan metode yang pasti efektif untuk menilai hubungan dari kurva durasi aliran. seleksi dari stasiun pengukuran ke kondisi dimana. Dari sudut ini. roman geografi. atau perubahan debit air yang sangat cepat pada sebuah titik yang pasti. dalam kenyataannya. sebuah kecenderungan. 3-11 . adalah diakui. dan arah dari sebuah wilayah aliran air yang mirip ditentukan untuk sebuah metode dimana ketepatan asumsi meningkat. 4. meskipun batuan kapur adalah lapisan geologi yang memberi efek pada debit air sungai.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 3. namun sulit untuk menganilisa secara kuantitatif hubungan pembagian dari batuan geologi vulkanik di wilayah aliran air dan karakteristik dari debit air sebagai aturan umum. dibanding melalui batuan non geologi vulkanik seperti gambar berikut. Wilayah aliran air spesifik Terdapat lapisan batu geologi vulkanik di dalam wilayah aliran air Tidak terdapat lapisan batu geologi vulkanik Hari Adalah mungkin untuk mengetahui penyebaran dari batuan geologi vulkanik dari peta geologi yang ada. beralasan untuk memilih stasiun pengukuran dimana bagian terbagi sama. Disamping batuan geologi vulkanik. sulit untuk menangkap pengaruh ini secara kualitatif dan kuantitatif. dimana debit air semakin kecil di musim basah dan menjadi semakin besar di musim kering. Sebuah batuan geologi vulkanik diketahui sebagai lapisan tanah yang berkelembaban tinggi. seperti ketinggian. terutama keberadaan dari wilayah geologi batuan vulkanik. dimana jumlah curah hujan adalah lebih besar pada titik yang lebih tinggi dan gunung yang lebih curam. Bagaimanapun. ketika batuan geologi vulkanik ada di lokasi proyek. seperti debit air dari arus atas dan arus bawah mungkin berbalik secara parsial. pada kasus banyak batuan kapur di wilayah aliran air. Kondisi Geografi Konsisi geografi disebutkan sebagai bahan untuk membantu pertimbangan dari pra asumsi debit air.

aliran air dasar). Evaporasi yang memungkinkan (a-b-c-d) diperoleh dengan rumus pra-asumsi. P = R + Et = Rd + Rb + Et dimana. Pada kasus ini. dan evaporasi nyata (Et) ditunjukkan dalam Gambar 3-3. evaporasi yang memungkinkan (Etp).1.25 konstan. 3-3 Metode perhitungan sederhana dari debit air dengan mempergunakan model keseimbangan daerah aliran air.2. dan aliran air masuk dan aliran air dari/ke wilayah aliran air lain. dan evaporasi diindikasikan oleh sudut pandang dari keseimbangan air tahunan sebagai berikut. dan aliran dasar tahunan adalah konstan. Jika tidak ada data pengamatan debit air tetapi hanya mendapatkan data curah hujan. dan mengandung aliran dasar dimana fluktuasi musiman lebih kecil dan aliran langsung dimana curah hujan menjadi aliran mendadak. adalah mungkin untuk memperkirakan debit air sungai dari data keseimbangan air dari wilayah aliran air. Rb/R = 0. P : Curah hujan tahunan (mm) R : Aliran air tahunan (mm) Rd : Aliran air langsung tahunan (mm) Rb : Aliran air dasar tahunan (mm) Et : Evaporasi tahunan (mm) Aliran (R) diperoleh dari perhitungan evaporasi (Et) dengan rumus pra-asumsi dan pengamatan curah hujan (P). 1. (2) Aliran air langsung dan aliran air dasar Sebuah gambar pola dari aliran tahunan ditunjukkan oleh Gambar 3-3. Diindikasikan sebagai garis diagonal adalah evaporasi nyata. Dimana. dan wilayah dibawah garis b-c adalah aliran air sungai termasuk air dibawah permukaan. Metode Perhitungan (1) Keseimbangan air dari wilayah aliran air Hubungan dari curah hujan. Rg = Rb. Aliran disiapkan dari air bawah permukaan. Perbandingan dari air bawah permukaan ke aliran tahunan (R) ditunjukkan Tabel 1-1. tidak ada perhatian tentang pengelompokkan dari wilayah aliran air.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref. aliran air (aliran air langsung. 3-12 . Sebuah gambar dari pola hubungan dari curah hujan (R).

Gambar pola dari jumlah curah hujan dan evaporasi Jumlah aliran air langsung Jumlah aliran air (m3/s) Jumlah aliran dasar Bulan Gambar 3-3. evaporasi (mm) Kemungkinan evaporasi (Etp) Aliran air (R) Jumlah evaporasi nyata (Et) Bulan Gambar 3-3.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Jumlah curah hujan (P) Jumlah curah hujan.1.2 Gambar pola aliran air 3-13 .

7t + 813 ) u = K. Menggunakan temperatur pada wilayah aliran air dari lokasi dam ¾ Angka bulanan dari penyinaran matahari tahunan . Juga dapat digunakan nilai pengamatan dari evaporasi dari permukaan air bebas. gunakan Tabel 3-3.1 Model keseimbangan air dunia Wilayah Curah Hujan P) Aliran (R) Aliran Langsung (Rd) Air bawah tanah Evaporasi (Et) Rg/R Asia 726 293 217 76 433 26 Afrika 686 139 91 48 547 35 Amerika Utara 670 287 203 84 383 32 Amerika Selatan 1648 583 373 210 1065 36 Eropa 734 319 210 109 415 34 Australia Jepang 736 226 172 54 510 24 1788 1197 597 - (Catatan) Sumber: Lvovich 1973 (3) Perhitungan tentang kemungkinan evaporasi Rumus perhitungan adalah rumus Blaney-Criddle. u : Evaporasi bulanan (mm) K : Koefisien dari tanaman bulanan P : Angka bulanan dari penyinaran matahari tahunan (%) t : Temperatur rata-rata bulanan (0C) 2.3. dan di belahan bumi selatan. gunakan Tabel 3-3. 3-14 . Disini. Temperatur rata-rata bulanan dan angka bulanan dari penyinaran matahari tahunan ¾ Temperatur rata-rata bulanan . rumus Penman.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 3-3. Diperoleh dengan garis lintang pada wilayah aliran air dari lokasi dam Di belahan bumi utara.6.P. Disini sebagai titik konstan adalah 0. (a) Metode perhitungan 1.2. digunakan rumus Blaney-Criddle dimana menggunakan metode sederhana garis longitudinal dan temperatur dari lokasi proyek. 100 dimana. dan rumus Thornthwaite etc. Rumus Blaney-Criddle ( 45. 3. Nilai K Tergantung pada kondisi vegetasi.

perbandingan aliran air dasar ke total aliran air (25%) dan distribusi bulanan dari aliran air dasar (konstan) dapat dianalisa dalam respon terhadap karakteristik dari aliran air pada wilayah aliran air.4. Kondisi: Posisi dari wilayah aliran air garis lintang 160 N 2.400 X n 1 dimana.5. evaporasi bulanan diperoleh dengan nilai lebih rendah dari curah hujan atau kemungkinan evaporasi. Q(i) : Rata-rata debit air bulanan pada lokasi dam dalam ‘i (bulan)’ (m3/s) CA : Wilayah aliran air (km2) n : Jumlah hari dalam bulan Debit air pada kasus dari wilayah aliran air adalah 300 km2 yang ditunjukkan Tabel 1-5. 3-15 . Aliran bulanan ((4) dari Tabel 1-5) Q(i) = 1000 X CA X 106 X 86. Perhitungan dari kemungkinan evaporasi: Tabel 3-3. (5) Membuat data aliran bulanan Membuat data aliran bulanan dengan prosedur ditunjukkan Tabel 3-3.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (b) Contoh Perhitungan 1. Membuat bulanan berarti data debit air pada lokasi dan dengan rumus berikut.4 (4) Perhitungan evaporasi Ditunjukkan dalam Tabel 3-3. Sebagai tambahan.

59 7. 79 7. 56 5. 64 11. 88 6. 19 12. 47 7. 55 8. 49 5. 50 3-16 . 07 8. 28 8. 68 10. 08 9. 40 8. 55 8. 98 8. 28 8. 37 8. 40 7. 17 5. 09 8. 58 8. 52 4. 83 6. 99 10. 97 12. 20 8. 42 8. M ay Jun. 16 6. 17 5. 24 6. 29 12. 27 6. Dec. 68 11. 43 8. 42 11. 28 9. 39 11. 18 8. 13 11. 54 8. 10 8. 77 10. 53 8. 83 11. 41 8. 19 11. 51 12. 28 8. 67 9. 91 4. 50 8. 44 9. 63 5. 40 8. 20 7. 86 5. 11 8. 62 3. 52 10. 20 7. 01 10. 31 4. 36 10. 31 7. 43 8. 28 8. 08 4. 75 7. Lat i t ude 65 64 63 62 61 60 59 58 57 56 55 54 53 52 51 50 48 46 44 42 40 38 36 34 32 30 28 26 24 22 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 3. 50 11. 47 8. 63 13. 81 8. 11 9. 22 6. 53 8. 32 7. 62 8. 38 10. 62 9. 17 9. 39 8. 35 7. 50 5. 91 7. 34 9. 49 9. 60 8. 43 8. 02 5. 14 8. 98 8. 73 12. 74 8. 55 8. 89 9. 42 5. 22 9. 00 6. 45 8. 29 8. 55 7. 15 13. 00 7. 52 8. 51 7. 29 8. 07 7. 22 8. 86 9. 30 9. 89 9. 75 7. 97 7. 37 8. 54 6. 17 8. 53 10. 64 7. 85 7. 13 5. 83 7. 55 9. 26 8. 82 9. 39 8. 31 7. 27 8. 85 8. 11 11. Sep. 74 5. 95 7. 00 8. 71 9. 53 8. 30 5. 36 8. 53 11. 11 8.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 3-3. 77 8. 11 9. 29 10. 33 8. 09 10. 64 8. 58 5. 92 6. 99 12. 91 7. 37 7. 90 8. 70 4. 90 7. 28 9. 73 6. 27 7. 02 7. 02 7. 15 11. 01 8. 95 7. 06 9. 59 13. 49 7. 44 7. 06 7. 56 7. 49 8. 47 8. 65 5. 72 12. 53 6. 56 8. M ar . 93 7. 33 8. 00 8. Jul . 16 9. 81 6. 42 8. 96 10. 69 9. 64 9. 43 8. 42 5. 58 7. 37 8. 56 8. 91 6. 87 10. 71 4. 80 9. 27 8. 74 7. 34 8. 50 6. 77 8. 65 7. 25 8. 51 7. 63 7. 61 8. 92 12. 52 5. 08 10. 97 9. 05 8. 21 9. 10 8. 85 6. 71 9. 30 11. 93 10. 85 6. 54 11. 87 5. 54 4. 44 10. 91 5. 35 8. 62 9. 37 8. 05 6. O ct . 83 5. 45 8. 94 8. 35 4. 75 6. 37 9. 08 9. 32 9. 80 7. 24 13. 51 7. 11 7. 76 5. 41 8. 49 8. 85 8. 02 5. 67 5. 37 8. 65 6. 31 8. 16 7. 14 11. 99 6. 65 10. 25 8. 32 9. 04 6. 32 8. 38 11. 22 8. 12 7. 36 9. 24 12. 04 10. 68 8. 45 8. 89 5. 24 9. 51 4. 95 8. 43 8. 23 7. 06 8. 21 6. 94 11. 34 8. 43 7. 10 6. 32 4. 74 9. 40 8. 52 8. 33 6. 72 10. 35 8. 90 9. 36 3. 79 5. 49 10. 34 8. 67 7. 31 8. 34 8. 05 9. 26 12. 36 8. 13 8. 60 10. 66 12. 26 11. 54 9. 81 10. 65 3. 26 8. 40 7. 92 9. 94 10. 97 10. 24 9. 29 9. 23 8. 99 8. 01 8. 48 6. 05 7. 75 9. 21 8. 19 8. 13 14. 64 8. 13 7. 18 7. 50 8. 24 8. 02 8. 48 9. 80 9. 92 10. 50 6. 48 8. 53 8. 67 8. 09 10. 44 7. 53 9. 79 6. 68 5. 01 8. 30 8. 22 10. 16 7. 22 6. 83 7. 41 12. 22 9. 71 8. 98 7. 99 8. 49 9. 54 5. 81 4. 78 8. 22 9. 41 9. 14 8. 15 9. 57 8. 04 8. 46 8. 53 8. 39 10. 14 4. 41 6. 00 11. Nov. 17 9. 36 8. 41 8. 68 6. 10 7. 71 8. 67 11. 32 6. 50 12. 02 8. 35 11. 36 7. 78 11. 40 8. 96 11. 85 9. 29 8. Feb. 29 8. 85 7. 47 9. 79 9. 17 6. 28 7. 68 10. 36 7. 46 9. Apr . 07 4. 46 8. 10 10. 35 8. 80 6. 26 7. 37 6. 24 8. 52 3. 93 8. 71 9. 31 8. 51 8. 22 2. 47 8. 76 10. 11 9. 40 9. 58 9. 26 11. 13 8. 21 8. 39 6. 39 7. 70 7. 09 8. 02 3. 93 7. 80 9. 02 10. 32 8. 17 8. 50 8. 49 8. 61 6. Aug. 85 8. 45 8. 23 8. 80 8. 20 8. 16 10. 31 12. 93 8. 18 11. 39 9. 57 6. 46 8. 63 6. 37 8. 30 5. 87 8. 27 5. 72 6. 69 8. 49 4. 86 5. 25 8. 73 6. 23 8. 19 9. 26 8. 85 10. 28 7. 49 9. 65 7. 99 9. 44 5. 30 8. 58 7. 59 9. 39 5. 81 11. 88 8. 32 8. 56 8. 31 5. 47 7. 96 8. 67 7. 92 8. 16 8. 02 5. 72 7. 44 8. 58 7. 98 6. 25 10. 70 4. 71 8. 04 8. 18 8. 16 5. 21 7. 52 10. 55 8. 87 6. 49 9. 08 6. 60 9. 40 9. 62 8. 06 8. 62 6. 15 8. 76 8. 38 8.2 Angka Bulanan dari Penyinaran Matahari Tahunan (Belahan Bumi Utara) (%) Nor t h Jan. 84 5. 66 8.

07 9. 17 8. 85 8. 38 9. 36 8. 41 8.Juli Februari . 53 8. 03 8. 15 8. 78 8.November Juni . Dec. 03 7. 18 9. 56 8. Juli . 74 9. 47 10. Jul . 00 9. 21 8. 50 7. 00 7.Juni 3-17 . 24 7. 73 6. 92 7. 68 8. 69 9. 59 7. 44 8. 32 9. 77 8. 17 9. 31 8. 62 8. 68 7. 12 8. 69 8. 65 8. 59 7. 88 10. 55 8. 61 7. 74 7. 95 8. 27 8. 39 8. 30 7. 76 8. 50 8. 95 7. Sep. 98 9. 89 7. 24 10. 49 8. 09 9. 01 9. . 91 7. 81 7. 34 10. 07 6. 16 8. 47 8. 88 7. 40 7. 43 7. 76 7. 60 45 6. 11 8. 31 8. 41 10. 84 7. 80 9. 83 8. 17 9. 34 9. 67 7. 65 7. 07 6. 54 8. 65 8. 57 7. 95 9. 91 7. 89 8. 50 8. 99 9. 55 8. 27 9. 90 11. 50 8. 28 8. 33 8. 91 9. 42 10. Aug. 22 8. 49 8. 65 8. 67 8. 46 6. 63 8. 60 8. 30 8. 73 6. 05 8. 06 8. 17 8. 19 8. 72 10. 34 7. 52 10. 61 8.Januari Agustus .3 Angka Bulanan dari Penyinaran Matahari Tahunan (Belahan Bumi Selatan) (%) Sout h Jan. 17 8. 08 7. 30 7. 49 7. 96 7. 09 8. 51 8. 73 7. 61 6. 19 8. 52 9.September April . 79 9. 24 9. 10 6. 73 6. 65 8. 17 8. 44 9. 65 8. 50 8. 12 8. 51 7. 49 8. 19 8. 13 5. 72 8. 06 10. 19 8. Apr . 20 8. 09 8. 20 7. 04 8.Oktober Mei . 54 7. 12 8. 23 8. 47 9. 73 8. 38 8. 75 7. 99 6. 91 8. 6. 87 5. 81 8. 23 9.Mei Desember . 32 7. 85 8. 33 6.Februari September . 24 8. 24 9. 14 10. 59 6. Januari . 36 9. 14 8. 38 9. 96 6. 13 8. 71 7. 58 8. 96 7. 14 8. 96 9. 18 8. 57 10. 85 6. 14 8. 45 6. 41 8. 30 7. 81 7. 85 6. 9. 70 8. 30 (Catatan) Bagian Selatan lebih daripada garis lintang 50°S akan dihitung menggunakan contoh dari Tabel 3-3. 61 8. 56 7. 52 8. 71 8. 97 8. 94 6. 25 7. 10 8. 00 7. 22 8. 13 8. 08 8. 46 7. 06 8. 28 8.Desember Lintang Sel. 05 8. 02 8. 98 7. 93 7. 94 7. 09 8. 79 7. 31 9. 58 8. 15 9. 44 7. 49 8. 99 6. 08 7. 25 9. 59 8. 20 8. 39 10. 49 7. 71 8. 80 7. 79 7. 21 9. 39 7. 16 7. 83 7. 69 9.Lintang Ut. 19 8. 41 7. 03 9. 90 8.Maret Oktober . 04 5. 64 8.2. 59 8. 79 8. 18 8. Feb. 06 8. 87 7. 98 7. 00 7. 11 8. 49 7. 56 8. 80 8. 52 8. 21 7. Lat i t ude 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 8. 07 7. 68 10. 44 8. 48 8. 67 8. 88 8. 04 9. 57 8. 30 6. 49 8. 25 8. 22 8. 58 8. 76 7. 87 9. M ay Jun. 32 11. 86 7. Secara nyata. 19 8. 06 8. 12 8. 98 8. 70 7. 61 9. 10 8. 68 7. Nov. 11 8. 52 8. 72 8. O ct . 01 8. 76 9. 74 8. 69 5. 09 9. 06 8. 69 7. 73 7. 84 8. 53 10. 84 7. 50 8. 89 7. 61 9. 97 9. 20 6. 85 11. 70 7. 90 8. 08 8. 86 8. 12 7. 18 8. 43 8. 33 8. 94 97 8. 37 8. 87 6. 51 10. 72 8.Lintang Ut.Agustus Maret . 90 7. 85 7. 18 8. M ar . 60 10. 10 9. 53 8. 13 8. 64 8. 03 7. Lintang Sel. 80 8. angka bulanan dari garis lintang selatan adalah berhubungan dengan bulan yang ditunjukkan di bawah garis lintang utara. .April November .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 3-3. 39 7.

51 10. 4 80. 2 116. Nov. 2 8.2 (3): jumlah yang disisipkan diperoleh nilai evaporasi dari permukaan air. 2 8. 85 8. 3 0 0 0 0 41. 9 51. Nov. Apr . 5 16. O ct . 7 101. Tabel 3-3.5 Contoh Perhitungan dari Aliran Sungai y M ont hl ‡@ Runof f ‡A Di r ect r unof f ‡ B ase r unof f‡ C M ont hl yr unof f‡ D m ean ‡C -‡ D di schar ge M ont h ofChar t 1-4 ‡ @ ~ 0. 2 ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) 8. 3 0 0 325. 03 1. 23 7. 6 9. Dec. 3 9. 0 180. 0 88. 9 100. 1 24.6 mm ke setiap bulan 3-18 . 0 106. 8 108. 5 ) (Catatan) (1): data diperoleh (2): dari Tabel 3-3. 7 73. 6 79. 7 27. 1 89. 7 207. 4 1. 2 108. 2 9. 2 ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( 91. Jul . 9 197. 01 8. 1 77. 0 0 0 434. 2 17. 255. Dec. 4 111. 2 68. 0 30. M ay Jun. 0 7. 08 8. 3 114. Feb. 9 9. 1 26. M ay Jun. M ar . 3 9. 07 8. Aug. Apr . 3 66. 9 100. 4 85. 69 8. 2 28. 9 9. 2 17. 9 821. 1 22. 8 108. 205. 4 114. 96 1. 83 86.4 Contoh Perhitungan dari Kemungkinan Evaporasi dan Evaporasi Nyata ‡@ Tem per at ur e‡M A ont hl yr at e of‡ B Possi bl e evapor at i on ‡ R Cai nf al l‡ D Real annualsunshi ne evapor at i on i ddl e f r om Bl aney-Cr sm al l er val ue f or m ul a M ont h t p of‡ B and ‡ C ( ) Ž ( %) ( mm) ( mm) ( mm) Jan. 5 24. 0 27. 6 91. O ct . 7 9. 7 27. 6 85. 134. 2 72. 3 62. 6 8. 03 1. 47 9. 0 (1. 91 7. 3 202. 03 (Catatan) (3)Aliran dasar: keseragaman distribusi 434. 2 8. 4 17. 9 9.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 3-3. 3 26. 72 7. 9 28. 5 16. 3 62. 8 38. 5 8. 4 27. 7 138. 3 170. Sep. Jul . 5 76. 9 9. 4 111. M ar . 2 110. Tot al 0 0 0 0 55.25 = 108. 03 1. Tot al 22. 1 61. 8 108. 03 1. Aug. Feb. 0 30. 2 8. 9 52. 8 23. 03 5. 85 9. 1 27. 2 8.3×0. 4 129. 8 69. 9 9. 22 2. 6 103. 2 110. Sep. 7 123. 72 7. 35 8. 2 8. 2 434. 0 88. 3 91. 75 ( Not e) ‡A +‡ B 3 ( mm) ( mm) ( mm) ( mm) ( m /s) Jan. 1 81. 3 1. 2 8. 7 101. 9 1. 8 38. 28 8. 8 79. 7 74. 42 8. 0 105.

Sungai Intake weir Headrace Air terjun Sungai Power house Spillway Penstock Saluran irigasi Headtank Saringan 3-19 . Penggunaan saluran irigasi yang ada dan kolam yang dibentuk secara alamiah oleh arus bawah dari jatuhan. 3-4 Contoh dari Penggunaan Topografi Alamiah dan Berbagai Variasi Bangunan Buatan Manusia 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

2. Air intake berasal dari dua sungai
Headrace Intake weir Intake weir Sungai Headtank Screen Penstock

Sungai Power house Tailrace

3-20

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

3. Menggunakan sebuah bangunan jatuhan ketinggian dari saluran irigasi yang ada

Saluran irigasi Intake Headtank Head drop structure

Penstock

Power house

3-21

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

4. Menggunakan sebuah bangunan jatuhan ketinggian dari saluran irigasi yang ada

Sungai

Intake Headrace Saluran irigasi Jalan

Headtank Spillway Penstock Power house

Tailrace

3-22

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

4. TAHAP PELAKSANAAN SURVEI UNTUK PLTMH

4.1. Tujuan Pelaksanaan Survei Tujuan dari melakukan survei lokasi untuk mikrohidro adalah untuk mengeathui dan menyelidiki lokasi-lokasi pembangkit dan wilayah suplai dalam rangka untuk mengevaluasi kelayakan dari pelaksanaan proyek dan mendapatkan informasi untuk rencana pelistrikan. Salah satu kegiatan penting dari pelaksanaan survei lokasi adalah untuk mengukur debit air dan head yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik mikrohidro. Penyelidikan tentang lokasi intake, rute saluran air, lokasi rumah pembangkit, jalur transmisi dll, juga dilakukan untuk menilai kelayakan dari lokasi-lokasi proyek. Survei kebutuhan daya merupakan hal yang penting dalam perencanaan dari sistem kelistrikan. Data sosial ekonomi seperti jumlah rumah tangga dan fasilitas umum pada lokasi yang akan disuplai, potensi ekonomi dan industri-industri lokal yang tersedia yang akan menggunakan listrik, kesanggupan masyarakat lokal untuk membayar listrik dan kemampuan masyarakat lokal untuk menerima skema kelistrikan dicari selama survei identifikasi. 4.2 Persiapan untuk Identifikasi Lokasi Untuk mencapai efektifitas dan keberhasilan identifikasi lokasi, adalah penting untuk melakukan persiapan seperti mengumpulkan informasi yang tersedia, merencanakan kecukupan alat-alat dan jadwal dari aktivitas-aktivitas survei terlebih dahulu. 4.2.1 Pengumpulan informasi dan persiapan Sebagai informasi awal, peta topografi skala 1/50,000 dipersiapkan untuk mengecek topografi dari lokasi dan desa-desa target, daerah tangkapan air, penyebaran desa-desa dan akses jalan. Informasi lebih akurat untuk akses lokasi dapat dikumpulkan dengan menghubungi orang lokal yang berkepentingan. Disiapkan perbanyakan peta topografi skala 1/50,000 dan peta rute dengan perbesaran 200% sampai dengan 400% untuk pekerjaan lapangan. Periksa lembaran daftar dan wawancara yang juga disiapkan untuk setiap identifikasi lokasi.

4-1

pengukuran dan kegiatan-kegiatan lain untuk identifikasi lokasi harus diperhitungkan. adalah penting untuk membuat rencana dan jadwal yang cukup untuk kegiatan identifikasi lokasi lebih dahulu. Karena sebagian besar lokasi-lokasi mikrohidro terletak di daerah pegunungan dan wilayah terisolasi. Juga. Lembaran Peta rute Peta Topografi Jadwal identifikasi Daftar pemeriksaan Lembaran wawancara Peta geologiap Foto aerial Laporan yang terkait ○ ○ ○ ○ ○ Alat tulis Catatan lapangan Skala Pensil Penghapus Pensil warna Peralatan Penyekat kertas ○ ○ Peralatan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Altimeter GPS (tipe portable) Camera. jadwal yang cukup harus dipertimbangkan untuk memiliki waktu yang cukup untuk pekerjaan lapangan. Oleh karena itu.2 Rencana persiapan identifikasi lokasi Meskipun mungkin dibutuhkan jika terjadi penyimpangan dari rencana dan jadwal awal berkenaan dengan kondisi lokasi.3 Peralatan yang diperlukan untuk identifikasi lokasi Peralatan yang dibutuhkan untuk persiapan identifikasi lokasi tergantung pada tujuan dan ketepatan dan kondisi lokasi. Adalah juga perlu untuk berkoordinasi dengan instansi lokal yang berkompeten untuk memastikan keamanan dan keberhasilan dari aktifitas-aktifitas identifikasi yang dilakukan. Film Current meter Pengukur jarak. Pengecekan lembar daftar dan wawancara harus disiapkan sebelumnya untuk efisiensi kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan dari identifikasi lokasi. 4. meteran Hand level Skala konvek (2-3m) Palu Clinometer Pisau Sekop Obor.2. sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan kegiatan identifikasi lokasi. Peralatan pokok adalah sebagai berikut : Tabel 4. Lampu senter Tempat barang-barang contoh seleksi Label Kompas Stop watch Baterai Catatan: ○: peralatan yang diperlukan pada saat identifikasi awal 4-2 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 4.1 Sebuah contoh lembaran periksa dari peralatan pokok untuk identifikasi lokasi Peralatan ○ ○ ○ ○ ○ Peta.2.

Membangun pembangkit listrik skala kecil mikro-hidro dibutuhkan sebuah pertimbangan tertentu yang hati–hati untuk menggunakan sebuah metode transportasi selain daripada penggunaan jalan atau kendaraan yang ada. dalam kasus di daerah pegunungan. Konstruksi dari sebuah akses jalan baru dapat menjadi sebuah faktor yang dapat dipertimbangkan secara ekonomi mengurangi nilai dari sebuah proyek. (1) Kondisi jalan ke lokasi Peralatan dan mesin yang digunakan dalam konstruksi dan operasi pembangkit mikrohidro lebih kecil dan lebih ringan daripada yang digunakan pembangkit biasa. (3) Situasi penggunaan air sungai Keberadaan dari fasilitas-fasilitas yang menggunakan air sungai. (2) Situasi sistem yang ada dan rencana ke depan Walaupun untuk sebuah lokasi proyek dimana pembangunan dari sebuah sistem yang diasumsikan mandiri. Ketika sebuah terjunan atau lembah curam digunakan untuk pembangkit listrik. dll) dimana sulit untuk menemukan karena telah tertutup oleh vegetasi. volume air dan rencana kedepan lain yang relevan mengenai sebuah sungai dimana sebuah pembangkit listrik tenaga air direncanakan akan dibangun dengan menggunakan air tersebut harus disurvei. dari sistem yang ada (terdekat) dan juga pada keberadaan dari rencana rehabilitasi dan perluasan untuk sistem tersebut. maka informasi lokal tentang terjunan atau lembah yang bersangkutan harus diperoleh bersama dengan sebuah survei pada aturan legal yang relevan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 4. Peralatan dan mesin ini dalam beberapa kasus dapat dibawa dengan menggunakan kendaraan biasa atau secara manual.3 Survei untuk Garis Besar Lokasi Proyek Pertama kali identifikasi lokasi. sebuah survei dilakukan pada hal-hal berikut di lokasi dari fasilitas pembangkit dan sekitar wilayah yang akan disuplai daya listrik. Bagian sungai yang airnya akan digunakan untuk pembangkit listrik harus ditentukan dengan tidak hanya mengambil asumsi bagian resesi tetapi juga kemungkinan dari sebuah pergantian dari posisi intake air dan jalur air pada tahap formulasi proyek. sebuah survei harus dilakukan pada bagian akhir lokasi. mungkin ada hambatan jalan (sebelumnya digunakan untuk tempat pemotongan pohon. dll. 4-3 . Lebih lanjut. adalah penting untuk mewancarai masyarakat lokal mengenai sebuah jalan seperti yang ada tersebut. rute dan tegangan.ke dalam pertimbangan.

Sebuah survei harus dilakukan pada bangunan sipil yang mirip dalam wilayah yang berdekatan dari sebuah lokasi proyek untuk memperoleh referensi bahan material yang berguna untuk perencanaan dan disain proyek (6) Permukaan topografi alamiah saat ini dan bangunan yang ada yang digunakan untuk pembangkit listrik Ketika saluran irigasi yang ada dan saluran air yang mirip digunakan (termasuk pelebaran dan/atau penguatan) sebagai sebuah jalan air untuk stasiun pembangkit.1) untuk tujuan referensi untuk menentukan bangunan dasar dari setiap bangunan sipil. tanah pertanian. dimana bahan-bahan untuk proyek sering diperoleh dekat dengan lokasi proyek yang direncanakan. Ketika permukaan tanah dan tumbuhan penting berada di sepanjang rute yang direncanakan dari jalur air. Penelitian harus dihasilkan dalam bentuk sketsa gambar (berdasarkan gambar 4. dll dari sebuah saluran. 4-4 . diperlukan untuk pembangunan dari sebuah pembangkit tenaga air skala kecil karena (i) bangunan yang ditunjukkan sebagian besar adalah bangunan sipil utama (ii) rute dari saluran air pada sebuah kemiringan sisi bukit. (7) Keberadaan dari permukaan tanah yang penting dan tumbuhan yang ada Meskipun skala kecil sebuah pembangkit listrik tenaga air memerlukan beberapa perubahan pada topografi lokal. adalah perlu untuk mengecek bagian melintang. kontribusi ekonomi lokal dan kepastian kemudahan perawatan dan perbaikan. perumahan dan pariwisata yang kemungkinan berpengaruh pada rencana lokasi proyek dan/atau daerah sekitarnya. (5) Bangunan sipil dalam area yang berdekatan dan material yang digunakan Banyak bangunan sipil untuk pembangkit tenaga air skala kecil yang mirip dengan fasilitas-fasilitas irigasi dan fasilitas jalan aliran air.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (4) Keberadaan dari rencana-rencana pembangunan/proyek lain Suatu survei harus dilakukan pada keberadaan dari rencana/proyek pembangunan yang lain dalam hal jalan.4 Penjelasan tentang kondisi geologi yang mempengaruhi stabilitas dari struktur sipil utama Survei pada stabilitas tanah. kemiringan dan volume air langsung yang lewat. Untuk tujuan ini. Penggunaan kontraktor. 4. lokasi dan kondisi mereka. maka harus hati-hati dalam persetujuan dengan pemiliknya. sumberdaya manusia dan bahan-bahan lokal dilibatkan dalam konstruksi sipil adalah penting dari sudut pandang mengurangi biaya konstruksi. dll. didiskusikan terlebih dahulu dengan orang yang bersangkutan seperti pemilik tanah dan wakil dari pemerintahan setempat. terutama permukaan tanah.

3. perlu untuk melakukan survei berdasar pada pemahaman penuh dari hal-hal yang didiskusikan di “Bab 5.1 Sebuah sketsa geologi yang didasarkan pada pengamatan lokasi 4. Bagaimanapun survei ini harus dilakukan bersamaan dengan survei permintaan. 5. Hal-hal yang harus diperiksa selama survei ini secara kasar di daftar di atas.5 Survei pada Lokasi untuk Struktur Sipil Sebagaimana ketidakcukupan untuk membangun sebuah rute jalur air berdasarkan pada peta topografi dan informasi relevan lain yang ada untuk perencanaan sebuah pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Adalah penting tidak hanya memilih lokasi yang memungkinkan untuk fasilitas-fasilitas individu seperti dam intake dan jalur air. Lebih daripada itu. penggunaan maksimal dari permukaan topografi adalah penting dari sudut pandang pengurangan biaya.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 4. Seleksi Lokasi untuk Struktur Sipil Utama”. dalam pikiran seorang perencana harus menjaga permintaan yang diharapkan. 4-5 . dalam survei ini. Ketika ketidakpastian terjadi. Ini. Adalah perlu untuk mengulang identifikasi lapangan dalam jalur dengan hasil kemajuan dari perencanaan dan disain. tetapi juga hati-hati menguji ikatan mereka dengan situasi dan lokasi setempat. verifikasi lapangan adalah penting. terutama sekali pada tahap disain. Penemuan dari identifikasi lapangan akan mempunyai peran yang besar dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan dari sebuah proyek. dll. bagaimanapun. identifikasi lapangan dengan seorang perencana adalah penting. Untuk pembangunan mikro-hidro.

6 Pengukuran Debit Air Pada kasus dimana perkiraan debit air sungai pada lokasi proyek adalah memungkinkan karena berdasarkan pada data yang disediakan oleh stasiun pengukuran terdekat. Metode pengukuran debit air. (1) Metode pengukuran aliran air Sebuah metode pengukuran debit air dimana merupakan metode yang sesuai untuk kondisi sungai dapat diadopsi. bagaimanapun. 4-6 . dampak yang signifikan yang digunakan pada kasus sebuah mikro hidro. [Referensi 4-1: Metode sederhana dari pengukuran aliran air] (2) Frekuensi dari pengukuran aliran air Pada prinsipnya. Pada awal tahap perencanaan. Ketika data-data seperti itu sulit diperoleh. lebih baik untuk mengukur debit air sungai di musim kemarau dengan metode sederhana untuk memastikan ketepatan dari estimasi durasi debit air. adalah mungkin cukup untuk mengukur ketinggian antara lokasi bak penenang yang direncanakan dan level keluaran/buangan air. bagaimanapun. membuatnya sangat penting untuk mengecek volume air pada saat debit air sedang kecil. pengukuran debit air harus dilakukan minimal 3 kali dalam setahun untuk menganalisa hubungan antara level air dengan debit air dalam kisaran diatas asumsi maksimum debit air. tidak ada kebutuhan khusus untuk mengukur debit air. (3) Unit observasi level air Peralatan pengukuran harus diset pada titik dekat dengan titik observasi aliran dimana secara visual pengamatan level air dapat lebih mudah dilakukan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 4. dll. sejumlah pembangkit yang berhenti karena kekurangan debit air. Pengukuran dari debit air yang harus ditemukan menjadi penting. tahun kekeringan atau tahun basah) dari tahun pengamatan berdasarkan pada data-data curah hujan yang lalu. 4. Adalah juga perlu untuk mengecek dan mengevaluasi hasil pengamatan dalam hubungannya dengan karakter (sebagai contoh. frekuensi dan unit observasi tingkat air dapat disederhanakan dalam perlakuan berikut untuk mengurangi biaya survei. Ini.7 Pengukuran Head Ketinggian antara titik intake dan bak penenang dan ketinggian antara bak penenang dan titik keluar air harus diukur. periode pengamatan harus hati-hati ditentukan berdasarkan pada data-data curah hujan yang lalu dan informasi lain yang relevan.

dll. 4. dll Kapasitas peralatan. pencahayaan. tingkat konsumsi daya dan tarif listrik (atau perkiraan tarif listrik dalam kasus perencanaan) harus disurvei.2 Beberapa hal dalam survei permintaan Beberapa hal mengenai survei permintaan dijelaskan dibawah ini. Untuk pengembangan rencara persiapan. Apa yang penting untuk memastikan efisiensi dan kegunaan dari sebuah survei permintaan adalah untuk memperkirakan tingkat permintaan yang sedikit lebih tinggi daripada skala yang diasumsikan dari pembangkit listrik dalam pandangan tentang kecukupan merespon kepada skala dari pembangunan dan fluktuasi musiman dari permintaan daya. (1) Lokasi Rute dan jarak yang sesuai. (4) Kapasitas peralatan. dll) dan tingkat keakuratan yang diinginkan (dalam hal fluktuasi tegangan dan fluktuasi frekuensi yang diperbolehkan) harus disurvei. harus dijelaskan. 4-7 . (2) Pemilik Pendapat dan keinginan dari pemilik permintaan fasilitas yang tergantung pada pengenalan dari sebuah sumber pembangkit listrik baru.8. pemanas. [Referensi 4-2: Metode sederhana dari pengukuran ketinggian]. untuk setiap permintaan fasilitas daya harus diperiksa terlebih dahulu untuk menguji jaringan transmisi dan distribusi yang optimal. (3) Jenis dan kualitas peralatan yang dibutuhkan Situasi dari penggunaan daya oleh alat-alat (untuk tenaga penggerak. 4.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Sementara sebuah survei ketinggian dapat digunakan untuk tujuan pengukuran. sebuah metode pengukuran ketinggian lebih sederhana mungkin cukup.1 Metode survei permintaan Terdapat berbagai tipe permintaan fasilitas daya untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil sebagai respon kepada karakteristik dari wilayah sasaran untuk pembangunan. Jika ada lebih dari satu permintaan fasilitas.8. pemahaman yang akurat dari fasilitas daya yang diminta di wilayah sasaran untuk pembangunan adalah penting.8 Survei Permintaan 4. maka untuk setiap fasilitas sebaiknya disurvei. kontrol listrik.

ketepatan survei topografi sebaiknya dalam wilayah 1/500. Sebuah pemahaman yang memadai tentang topografi lokal adalah penting dalam perencanaan pembangkit listrik tenaga air skala kecil terutama pada struktur sipil utama yang memiliki struktur terbuka.9 Penyurveian Penyurveian untuk disain-disain berikut harus dilakukan setelah identifikasi dari rute jalur air. Jalur-jalur ini bagaimanapun.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (5) Jangka waktu penggunaan Ada fluktuasi musiman atau harian dari penggunaan daya dan kisaran dari fluktuasi harus disurvei. Penyurveian topografi terutama sekali dibutuhkan untuk struktur seperti fasilitas intake. Pada umumnya. yang masingmasing meliputi sebuah area yang luas. Pada kasus jalur air dan akses jalan. telah dapat bermitra dengan pihak-pihak dari luar. Bahkan di beberapa tempat. dll. tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya lebih luas. rute penyurveian (garis pusat dan bagian melintang penyurveian) mungkin cukup untuk tujuan perencanaan dan disain dan sebaiknya efektif dari sudut pandang pengurangan biaya.10 Survei Sosial Ekonomi Dewasa ini. (7) Masalah-masalah yang berhubungan dengan pemadaman listrik Masalah-masalah dan kerugian keuangan yang dihubungkan dengan sebuah pemadaman ke fasilitas permintaan daya harus disurvei. (6) Tahun pemasangan dan jangka waktu pelayanan Tahun (tanggal) instalasi dari setiap peralatan pembangkit dan umur pelayanannya atau periode yang direncanakan dari penggunaan harus disurvei. bak penenang dan stasiun pembangkit. untuk memperbaiki ketepatan disain mereka. terutama sekali ketika rentang survei yang dibutuhkan panjang. sudah cukup untuk suatu skema mikrohidro independen karena sebuah kesalahan pada survei topografi hampir tidak berpengaruh pada volume kerja untuk banguan kecil. ketepatan dari penyurveian topografi sekitar struktur sipil cenderung pada interval 1/100 – 1/200 untuk pembangkit tenaga air skala kecil ke menengah. hiburan dan juga kegiatan-kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan produktifitas. Misalnya untuk menunjang sarana informasi dan komunikasi. kebutuhan energi listrik yang memadai bagi masyarakat pedesaan tidak hanya untuk sekedar penerangan di malam hari. baik itu pemerintah maupun swasta. Bagaimanapun. PLTMH yang dimiliki atau dikelola oleh kelembagaan lokal. 4. 4. dll. 4-8 . harus ditentukan hati-hati berdasarkan pada hasil dari identifikasi lapangan yang dilakukan oleh perencana. secara prinsip.

industri kecil). tetapi lebih dari itu adalah keberlanjutan dan manfaat dari sarana yang ada. Tanggungjawab dalam memengatur. Dengan data-data yang terkumpul ini maka akan dapat dirancang sebuah program pengembangan ke depan.10. tingkat pendidikan. mata pencaharian. Data-data yang dibutuhkan diantaranya. menuju pada arah perbaikan kesejahteraan masyarakat. Namun walaupun begitu. sejak melakukan survei awal. cepat atau lambat. baik itu dari sisi pribadi manusianya maupun dari sisi luar. bahwa tujuan utama dibangunnya PLTMH di daerah pedesaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. mengoperasikan dan merawat ada di tangan masyarakat setempat. seperti misalnya. Pengertian dari pengembangan kegiatan positif di sini adalah bahwa dengan adanya listrik di desa. PLTMH akan diserahkan kepada masayarakat setempat. peternakan.1 Keberlanjutan dari sistem PLTMH yang dibangun Keberhasilan sebuah program pembanguan. budaya serta potensipotensi yang ada di desa untuk pengembangan ke depan. harus tetap dipahami. Data-data ini dapat kita peroleh dengan berbagai cara. 4. sarana dan prasarana. Hal ini karena. proses pendidikan yang semakin baik serta kegiatan positif yang lainnya. Apabila dari awal. yaitu: 4.10. tingkat konsumsi. tumbuhnya usaha-usaha baru dengan memanfaatkan listrik (pertanian. baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Melihat dua hal mendasar di atas maka. yang dampaknya langsung atau tidak langsung. faktor-faktor yang kurang menguntungkan tidak terdeteksi maka keberlanjutan dari fasilitas yang ada akan sulit tercapai. dengan melihat banyaknya tujuan serta dampak dari masuknya listrik ke desa. mobilitas. setelah program pembangunan sarana fisik selesai. tingkat pendapatan. Melihat bahwa pengelolaan dan operasional dari PLTMH yang dibangun ada di tangan masyarakat setempat yang kondisinya saat ini masih banyak dibatasi oleh berbagai hambatan.2 Pengembangan kegiatan yang positif dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat. tidak hanya dilihat atau diukur dari selesainya program pembangunan sarana fisik tersebut. sangat penting untuk dapat memperoleh data yang yang terkait dengan tujuan dari program pembangunan sarana PLTMH itu sendiri.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro seperti misalnya menjual daya ke sistem jaringan besar. jumlah penduduk. dalam pengoperasiannya. maka perlu dilakukan pula identifikasi terhadap kondisi sosial ekonomi dari masyarakat calon penerima fasilitas PLTMH. Oleh karena itu persiapan sejak awal dalam pelibatan masyarkat setempat harus benar-benar diperhitungkan. masyarakat dapat memanfaatkan waktu serta sarana yang ada untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Dan dengan dipahaminya kondisi ini maka dua tujuan utama dari program pelistrikan dapat dicapai. Data-data ini juga akan turut menentukan apakah sebuah PLTMH layak dibangun atau tidak dikaitkan dengan tujuan dari pembangunan PLTMH 4-9 .

Perlu disadari bahwa sejak saat survei awal. paling tidak kepada pimpinan formal dan/atau informal setempat supaya mereka paham dan dapat memberikan informasi dan masukan yang dibutuhkan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro itu sendiri. 4-10 . proses-proses atau tahap-tahap tindakan yang harus diambil supaya tujuan dari adanya PLTMH itu tercapai. maksud dan tujuan dari survei harus dijelaskan kepada masyarakat.

dan stagnasi (3) Tidak ada perubahan dari level air yang tidak teratur (4) Tidak ada garis arus yang melintasi Selama pengukuran.. sebuah current meter elektromagnetik yang tidak memiliki bagian putaran ada di pasar..... Vm = V0. dan dapat mengukur bahkan pada sungai dangkal sekalipun.. sebuah metode sederhana berikut cukup untuk mengukur dengan menggunakan current meter elektromagnetik. Ukurannya ringan. Vm = 0... (1) Metode pengukuran tiga titik . current meter yang digunakan untuk mengukur aliran sungai adalah tipe sekrup. 4-11 . Vm = 0..25×( V0... aliran balik.. Tetapi sekarang.. Vm: Kecepatan air utama Vs: Kecepatan air permukaan V0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Referensi Ref 4-1 Metode sederhana untuk pengukuran aliran air 1.. harus membersihkan dasar sungai jika diperlukan. Penggunaan current meter elektromagnetik Secara umum.6 (4) Metode pengukuran permukaan .2: Kecepatan air pada kedalaman 20% dibawah permukaan air V0. Ini sesuai untuk mengu kur aliran sungai pada sebuah lokasi hidro skala kecil.. Pada kasus survei untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air skala kecil..50×( V0........8 ) (2) Metode pengukuran dua titik . Vm = 0.8 ) (3) Metode pengukuran satu titik .2 + 2V0.....6 + V0.6: Kecepatan air pada kedalaman 60% dibawah permukaan air V0... (1) Tidak ada ombak yang tidak teratur dan kolam arus pada permukaan (2) Tidak ada aliran dibawah permukaan.....8×Vs dimana.8: Kecepatan air pada kedalaman 80% dibawah permukaan air Tindakan pencegahan berikut harus diambil ketika menyeleksi titik dari pengukuran aliran arus air.2 + V0.

atau tidak ada current meter.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2. dapat dilakukan ketika tahap dimana sebuah lokasi pembangunan tidak ditetapkan. 6) Pengukuran harus dibuat beberapa kali pada pada blok yang berbeda.65 (3) Aliran dangkal (sekitar 0. dibagi pada sungai di arah garis melintang. (1) Metode pengukuran 1) Pengukuran harus dibuat pada tempat dimana poros dari aliran adalah lurus dan bagian melintang dari sungai hampir seragam. waktu yang dibutuhkan untuk mengalir ke bawah dari garis melintang atas ke garis melintang bawah diukur.25 4-12 . 5) Pelampung dilepaskan pada bagian atas dari garis melintang atas.5m) = 0.45 (4) Dangkal dan dasar sungai tidak rata = 0. metode pengukuran pelampung digunakan selama banjir ketika pengukuran dengan current meter tidak mungkin. Jarak aliran (garis aliran atas dan garis aliran bawah) = L 4) Pengukuran bagian area melintang pada garis melintang atas dan bawah untuk membuat nilai rata-rata dari bagian area melintang dari aliran (Amean). Pengukuran tambahan harus dibuat pada bagian tengah dari dua garis jika bagian melintang dari sungai tidak seragam.85 (2) Arus kecil dimana dasar sungainya rata = 0. 3) Penempatan garis melintang pada bagian atas dan bagian bawah tegak lurus ke poros dari aliran. (lebih dari tiga blok) (2) Rumus perhitungan aliran arus Vm = C×Vmean C: (1) Saluran beton dimana bagian melintangnya seragam = 0. Metode pengukuran pelampung Pada dasarnya. 2) Jarak pengaliran pelampung harus lebih dari lebar sungai. Tetapi.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (1) Vmean (2) Vmean Vm = 0.85×Vmean (3) Vmean (4) Vm = 0.65×Vmean Vmean 0.45×Vmean Vm = 0.5 m Vm = 0.25×Vmean 4-13 .

Metode pengukuran dam Debit air kecil dan penggunaan current meter atau metode pengukuran pelampung tidak mungkin dilakukan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro A – A’ Cross section Drop line of floats B – B’ Cross section Upstream line Flowing distance of floats (L) C – C’ Cross section Downstream line A –A’ C – C’ Mean cross section 3. 4-14 . dam seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah dibuat dan debit air diukur dengan mengukur kedalaman limpahan air pada sungai.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pada metode ini.0012 ) ( 1 . Lain Dapat digunakan metode berikut untuk mengukur debit air lebih kecil. L . h1. debit air dapat diperoleh dengan rumus berikut. 4-15 .( h .5 1/2 C = 1. Q = C .838 ( 1 + 0. L ) ) h 10 Q : Debit air (m3/s) C Koefisien debit air L Lebar bukaan dari dam (m) h : Kedalaman limpahan air (m) 4.

mengukur perbedaan level air dari air yang diisikan ke dalam selang transparan pada dua titik. Meskipun tidak memiliki keterampilan untuk pekerjaan survei. Head = H1 + H2 + H3 + H4 + H5 4-16 . 4-2 Metode pengukuran sederhana untuk mengukur head 1. Metode ini digunakan untuk lokasi head rendah.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref. orang dapat menggunakan metode ini. Metode penggunaan selang transparan Gambar dibawah menunjukkan metode ini. Untuk mendapatkan ketinggian dari dua titik. selama itu murah dan ketepatannya dapat diterima secara rasional.

ketepatan tidak bisa diharapkan oleh perubahan-perubahan temperatur selama sehari. beberapa pengukuran dibutuhkan sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut. Metode waterpas dan papan plank Gambar dibawah menunjukkan prinsip-prinsip dari metode ini. Sebuah pandangan yang horisontal dibuat dengan sebuah waterpas tukang kayu diletakkan pada sebuah kayu plank yang lurus dan tidak lentur. tekanan atmosfir dan kelembaban. kemudian sebuah meteran bergerak naik dan turun sepanjang tongkat level. Metode ini digunakan dalam kasus jarak survei jauh atau kelayakannya jelek. Metode survei tiang adalah menggunakan sebuah meteran sebagai pengganti sebuah papan kayu dan sebuah waterpas. semenjak dalam satu pengukuran. sebuah tongkat ukuran diletakkan kuat tegak lurus. 3. Sebuah metode yang lebih sederhana dari pada ini disebut survei tiang. 4-17 . Bagaimanapun.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2. Metode penggunaan altimeter Prinsip dari altimeter adalah mengukur tekanan atmosfir. Pembacaan nilai dari sebuah tongkat level dari posisi dimana nilai pembacaan dari sebuah meteran berkurang paling banyak adalah sebuah perbedaan tinggi antar titik.

dan sebuah jarak hipotenus diukur dengan sebuah meteran. Menggunakan meteran pandang. dll Clinometer mengukur sudut dari kemiringan sebuah lereng (mereka juga sering disebut clinometer atau Abney levels). Sebuah ketinggian dihitung dengan menggunakan rumus berikut menggunakan sebuah sudut vertikal yang diukur dengan clinometer.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 4. H = L × sinθ H: Head L: Jarak hipotenuse θ: Sudut vertikal 4-18 .

Tanggal : .....................................................Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Catatan Lapangan dari Survei Topografi Tempat : ... Titik Pengamatan Titik Survei Jarak (m) Azimuth (°) Vertical interval Keterangan Sketsa 4-19 ................

. . . . . . . . .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Catatan Lapangan dari Survei Topografi Tempat Tanggal Titik Pengamatan Titik Survei Jarak (m) Azimuth (°) Vertical interval Keterangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sketsa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3-19 . . .

0 30.0 20.0 50.0 40.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Lembar survey debit air Tempat survei: No. cm/s) Rata-rata kecepatan air debit air (l/s) Bagian melintang sungai 0. Jarak dari tepi kiri Kedalaman sungai Daerah dari bagian aliran 1 2 3 4 tanggal: 5 6 waktu : 7 8 level air 9 10 11 Ket Kedalaman air Debit Kedalaman air Debit Kedalaman air Debit Kedalaman air Debit Kedalaman air Debit Titik kedalaman dan kecepatan air (cm.0 3-20 .0 10.0 60.

data) ‫ ٱ‬beraspal: km ‫ ٱ‬batu: km ‫ ٱ‬tanah: km ‫ ٱ‬lain-lain: km ‫ ٱ‬kendaraan umum/bus ‫ ٱ‬motor/ojek ‫ ٱ‬kapal/ferry ‫ٱ‬lain-lain:..1..... Aksesibilitas 2.1 Jarak km (informasi peta..1 Jarak 2.2. moda transportasi.dll). data) 2.1 Ibukota Kabupaten ke Kecamatan 2. dan informasi lain yang diperlukan untuk mendapatkangambaran lebih jelas bagaimana mencapai lokasi) 2..1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref 4-3 Contoh lembar isian survei PLTMH Nama Propinsi Lokasi 1... Catatan : (Terangkan rute perjalanan.4 Moda Transportasi ‫ ٱ‬kendaraan umum/bus ‫ ٱ‬motor/ojek ‫ ٱ‬kapal/ferry ‫ٱ‬lain-lain:..5 MICRO-HYDRO POWER PROJECT Survei Lokasi Potensi PLTMH Tanggal Surveyor Data Umum Kewilayahan Propinsi Kabupaten Kecamatan Desa Dusun/Kampung 2.3..2 1. 1....4 Moda Transportasi Catatan : km (informasi peta. moda transportasi.4 Moda Transportasi ‫ ٱ‬kendaraan umum/bus ‫ ٱ‬motor/ojek ‫ ٱ‬kapal/ferry ‫ٱ‬lain-lain:. moda transportasi.. dimana harus berganti kendaraan (jurusan)......2 Ibukota Kecamatan ke Desa 2..dll)...3 1.3 Waktu Tempuh 2.3.3....3 Waktu Tempuh 2. dan informasi lain yang diperlukan untuk mendapatkangambaran lebih jelas bagaimana mencapai lokasi) 2..3 Waktu Tempuh 2.1.. informal..4 1....3 Ibukota Desa ke Lokasi PLTMH 2.. informal. data) 2..2.dll)..... dimana harus berganti kendaraan (jurusan).... kondisi jalan (baik-buruk-berbahaya. kondisi jalan (baik-buruk-berbahaya. (Terangkan rute perjalanan.. Catatan : (Terangkan rute perjalanan.1 Jarak km (informasi peta...1 1.2 Kondisi Jalan ‫ ٱ‬beraspal: km ‫ ٱ‬batu: km ‫ ٱ‬tanah: km ‫ ٱ‬lain-lain: km 2..2.....3.......2. kondisi jalan (baik-buruk-berbahaya........ dimana harus berganti kendaraan (jurusan). dan informasi lain yang diperlukan untuk mendapatkangambaran lebih jelas bagaimana mencapai lokasi) 4-21 .2 Kondisi Jalan ‫ ٱ‬beraspal: km ‫ ٱ‬batu: km ‫ ٱ‬tanah: km ‫ ٱ‬lain-lain: km 2... informal.....2 Kondisi Jalan 2.1..

1 Sekolah ‫ ٱ‬SD ‫ ٱ‬SLTP ‫ ٱ‬SMU ‫ ٱ‬lain: .2 Selatan 4. memerlukan alat bantu utk pengadaan barang ke lokasi jauh > 2 km. ... 10.3. 4. dusun.. 9....2.3 Jumlah Rumah rumah 3...2 5.... *distribusi penduduk digambarkan pada peta desa (sketsa) Infrastruktur Desa (buat peta situasi desa: informasi di kantor desa. jalan ke lokasi mudah... 4. medan cukup berat. Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Nama Lokasi Nama Sungai Status Kepemilikan Tanah ‫ ٱ‬pribadi ‫ ٱ‬desa ‫ ٱ‬wakaf ‫ ٱ‬lain: . akses barang dan orang mudah jarak sedang 1-2 km.. pemetaan dgn GPS &alat bantu) 4.. Kondisi Lokasi ‫ ٱ‬medan berat ‫ ٱ‬di hutan ‫ ٱ‬dekat ‫ ٱ‬mudah dicapai nilai: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 buruk sekali... medan berat. kendaraan dapat mencapai setengah jarak dekat < 1 km. berbelok.2.....3 5. medan cukup berat.3...1 Jumlah Penduduk org 3..2 Jumlah Kepala Keluarga kk 3. dll) Catatan: (berikan gambaran bentuk pemanfaatan PLTMH untuk usaha produktif/ekonomi sesuai dengan potensi setempat) 5.. 4. 2. (pertanian.1 5.4.6 Pendapatan per Bulan (rata-rata) 3...Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Demografi Lokasi Potensi MHP (sumber data kependudukan di desa.....4 Timur 4.5 Distribusi Penduduk* ‫ ٱ‬menyebar ‫ ٱ‬terpusat ‫ ٱ‬berkelompok ‫ ٱ‬... RW) 3. tidak memerlukan alat bantu utk barang sedang 1-2 km. perikanan.. jauh..4.5 Potensi Ekonomi 4... 5... akses utk pembangunan sulit shg memerlukan alat bantu utk barang jauh > 2 km.. 6.2. 7.8 Koperasi ‫ٱ‬ ‫ٱ‬ 3.1 Utara 4.1 Pasar ‫ ٱ‬tidak ada ‫ ٱ‬ada ‫ ٱ‬setiap hari ‫ ٱ‬mingguan 4.....3 Layanan Kesehatan ‫ ٱ‬puskesmas ‫ ٱ‬lain: .2..3 Batas Desa 4. dapat dicapai dengan mudah walaupun tanpa kendaraan dekat < 1 km.. Lain-lain ... 3....2 Industri Kecil (jenis dan jumlah) 4. jalan ke lokasi mudah (kendaraan dapat mencapai dekat lokasi) 4-22 .. akses barang dan orang cukup mudah......2 Tempat Ibadah ‫ ٱ‬masjid ‫ ٱ‬gereja ‫ ٱ‬lain: . akses barang mudah.. akses barang memerlukan alat bantu sedang 1-2 km.3...... perkebunan.4 1. medan cukup berat.3. 3.. jalan setapak naik turun.7 Organisasi Kemasyarakatan ‫ ٱ‬BPD ‫ ٱ‬kelompok Tani ‫ ٱ‬pengajian ‫ٱ‬ ‫ٱ‬ ‫ٱ‬ 3..4 Usaha Produktif 4..3 Barat 4..... 5.. 8. 4.........1 Jarak ke jaringan PLN terdekat km (ukur dgn GPS & alat ukur yg tersedia) 4.2 Fasilitas Umum 4.4.....3 Lain-lain 4....4 Kantor Pemerintahan ‫ ٱ‬desa ‫ ٱ‬kecamatan ‫ ٱ‬lain: . kendaraan hanya setengah jarak dekat < 1 km. akses utk pembangunan cukup berat tetapi masih dapat dicapai tanpa alat bantu khusus utk barang jarak jauh >2 km.. 4........4 Mata Pencaharian Penduduk 3.

........1 Komponen bangunan sipil 7. clinometer) kW (berdasarkan debit pada point 6....2 8.. batuan besar penghalang. (kondisi jalur mulai intake sampai rumah pembangkit...2 Jalur transmisi dan distribusi (gambarkan peta jaringan dan peta desa dlm A3) Panjang m (gunakan GPS.1 8..3 6..2 6. sampah..1...... (facultatif) 7... batu Ketersediaan air sepanjang tahun Penggunaan untuk pertanian/irigasi m3/s (gunakan current meter.3 Kondisi Umum Geologi pada Jalur Konstruksi Kondisi tanah ‫ ٱ‬pasir ‫ ٱ‬gembur ‫ ٱ‬lunak ‫ ٱ‬lain: .. sungai induk Nama sungai/saluran irigasi Debit rata-rata terukur Debit yang dapat diperoleh Geodetic head Potensi daya air Potensi daya listrik terbangkit Lebar sungai Informasi penting Banjir periodik.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6.6 6..8 6.. dll) 8. Tanah/endapan/batuan 7..3 Saluran Pembawa ‫ ٱ‬ada ‫ ٱ‬tidak ada m kondisi/jenis tanah: Saluran terbuka m Jembatan air m kondisi/jenis tanah: Saluran tertutup ‫ ٱ‬banyak ‫ ٱ‬sedikit ‫ ٱ‬lain: .1.. dll) 4-23 .. clino...5 Penstok m Panjang penstok 0 Kemiringan penstok (derajat) (gunakan clinometer. 8. meteran dan alat bantu) Catatan: 7. Kondisi batuan ‫ ٱ‬kapur ‫ ٱ‬cadas ‫ ٱ‬lain: . dam atau pelampung) 3 m /s (diasumsikan debit minimum sepanjang tahun) m (pengukuran menggunakan pressure gauge. meteran. bila ada) ‫ ٱ‬cadas ‫ ٱ‬tanah keras ‫ ٱ‬lain: .1 6. jaringan transmisi-distribusi dan peta masing-masing dlmA3) 7. Dasar sungai 7. Catatan bencana alam (longsong.1.. buat sketsa) 7..4 Bak pengendap & penenang ‫ ٱ‬gembur ‫ ٱ‬cadas ‫ ٱ‬lunak ‫ ٱ‬lain: .....1.2 Intake ‫ ٱ‬ada ‫ ٱ‬tidak ada Intake sisi (facultatif) Intake langsung (facultatif) Tipe lain: .. angin ribut. seperti kecuraman tebing.1......7 6. 6. alat bantu lain) (jelaskan) Lay-out Sistem MHP (buat lay-out sistem MHP... runtuhan batu. kerapatan pohon.. Kondisi tanah sekitar 7..4 6................4) kW (potensi daya listrik yg dihasilkan sistem PLTMH) m (pakai GPS..5 6...... kompas.. pergerakan tanah.... banjir.1 Dam/bendungan ‫ ٱ‬ada ‫ ٱ‬tidak ada Panjang m (bila ada) Tipe ‫ ٱ‬bronjong ‫ ٱ‬permanen (facultatif...9 Hidrologi DAS.

1...1. sekolah) 10....1. ‫ ٱ‬harian.2. . Rp ‫ ٱ‬bulanan.2.1..1 Batu 9.2 Pasir 9..1. (semen.... /ltr ‫ ٱ‬penggunaan minyak: liter/ hari 9.2 Tenaga kerja 9.5 Biaya rata-rata per KK per bulan untuk penerangan Rp.1 Pembangkit yang ada ‫ ٱ‬jumlah ‫ ٱ‬status ‫ ٱ‬kapasitas: kW Tenaga air/kincir/turbin ‫ ٱ‬jumlah ‫ ٱ‬status ‫ ٱ‬kapasitas: kW Diesel ‫ ٱ‬jumlah ‫ ٱ‬status ‫ ٱ‬kapasitas: kW Tenaga surya 9.3....2 Penerangan per-rumah/KK ‫ ٱ‬jumlah ‫ ٱ‬penggunaan minyak: liter/ hari Petromak ‫ ٱ‬jumlah ‫ ٱ‬penggunaan minyak: liter/ hari Lampu tempel 9..2 Kebutuhan per KK 10. penerangan jalan...3 Jumlah konsumen potensial Catatan (informasi tambahan yang penting): Watt (jumlah lampu x watt) Watt (radio + TV B&W= 50 W...4 Kayu bakar ‫ٱ‬ ‫ ٱ‬penggunaan: Rp /minggu(bln) 9.3..(informasi masyarakat dan 9. kantor.. TV berwarna: 100W) ‫ ٱ‬jenis: ‫ ٱ‬jml ‫ ٱ‬total: kW ‫ ٱ‬jenis: ‫ ٱ‬jml ‫ ٱ‬total: kW ‫ ٱ‬jenis: ‫ ٱ‬jml ‫ ٱ‬total: kW ‫ ٱ‬jenis: ‫ ٱ‬jml ‫ ٱ‬total: kW ‫ ٱ‬jenis: ‫ ٱ‬jml ‫ ٱ‬total: kW ‫ ٱ‬jenis: ‫ ٱ‬jml ‫ ٱ‬total: kW Watt KK/sambungan 4-24 ...3 Fasilitas umum (puskesmas....2 Upah Catatan: ‫ ٱ‬lokal ‫ ٱ‬toko material ‫ ٱ‬lainnya: .3 Lainnya: ..3.... kabupaten. material bangunan) 9...1 Rumah tangga (per KK) Penerangan Peralatan rumah tangga 10..2 Usaha produktif 10... dll: Jarak: km transportasi : .1 Ketersediaan 9. Sumberdaya 9....3.1 Penggunaan energi listrik 10....... tempat ibadah. Rp Sumber energi dan penggunaan (informasi dari penduduklebih dari 5 org.1.3. ‫ ٱ‬tukang kayu ‫ ٱ‬tukang batu ‫ ٱ‬lain: . kecamatan... Rp ‫ ٱ‬mingguan....Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 9.3 Minyak tanah ‫ ٱ‬Rp. Kebutuhan Energi Listrik 10. ‫ ٱ‬lokal ‫ ٱ‬toko material ‫ ٱ‬lainnya: .1 Ketersediaan bahan bangunan 9. Di tempat....3 perhitungan) 10.. uraikan) 9..

Tidak ada anggota rumah tangga di rumah / tidak ada responden yang layak di rumah pada waktu kunjungan 8. Ditunda 9. Lengkap 2. Ditunda 4. Lainnya (sebutkan) Nama pewawancara Tanggal Waktu wawancara dimulai Waktu wawancara selesai Input data oleh 1. Ditolak 10.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref 4-4 Kuesioner untuk Rumah Tangga di Desa yang Belum Terlistriki Nomor Rumah Tangga Nama Responden Alamat Desa Lingkari hasil akhir dari kunjungan ke rumah tangga ini 1. Lainnya (sebutkan) Nama pewawancara Tanggal Waktu wawancara dimulai Waktu wawancara selesai Nomor Rumah Tangga Nama Responden Alamat Desa Lingkari hasil akhir dari kunjungan ke rumah tangga ini 6. Tidak ada anggota rumah tangga di rumah / tidak ada responden yang layak di rumah pada waktu kunjungan 3. Ditolak 5. Lengkap 7. PROFIL KELUARGA 1. Jumlah anggota keluarga (hanya yang tinggal serumah) Laki-laki dewasa 20 tahun keatas orang Perempuan dewasa 20 tahun keatas orang Anak-anak dibawah 20 tahun orang orang Total Pemeriksaan akhir oleh 4-25 .

Berapa kamar yang rumah anda miliki? 9. ASPEK EKONOMI 3-1. Berapa anggota keluarga anda yang lulus dari (diatas) SLTU? 2. Apakah keluarga anda dikepalai oleh laki-laki atau perempuan? Tanda (√) Laki-laki Perempuan 6. Berapakah pendapatan anda dari pertanian? Harga Panen Jenis Jumlah ratatanaman rata prouksi per tahun rata-rata produksi per tanaman (Rp) (kg) Padi Perkiraan pendapatan tahunan (Rp) Tanda (√) m2 kamar (termasuk dapur) orang Biaya rata-rata tahunan (Rp) Subsinten/ tanaman perdagangan (Rp) 4-26 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2. Jenis atap apa yang digunakan? Jenis atap Atap genting Atap seng Atap daun (jerami. Berapa luas rumah anda? 10. Dengan organisasi apakah keluiarga anda bergabung KUD orang LKMD/LPMD orang Lainnya (sebutkan) orang 7. RUMAH 8. Jumlah anak usia sekolah Mahasiswa (setingkat universitas) SLTU SLTP Sekolah Dasar Total orang orang orang orang orang orang orang 3. Pendapatan rumah tangga 11. Berapa orang keluarga anda yang bekerja di dalam desa? 4. daun palm) 3. Berapa orang keluarga anda yang hidup di luar desa untuk bekerja? 5.

3 Sanitasi Biaya lain yang belum tersebut di atas. Berapakah yang anda habiskan untuk setiap jenis pengeluaran untuk bulan yang terakhir? Rp. Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima pendapatan pendapatan pendapatan pendapatan pendapatan pendapatan Sumber pendapatan pertama kedua ketiga keempat kelima Gaji/upah Pensiun Kerajinan tangan Industri RT lain Toko/warung makan Jasa (salon. obat-obatan. 8 Transportasi Pengobatan. Pengeluaran Rumah Tangga 14. 2 Pakaian Kredit rumah/sewa. minum dan mencuci. seragam. 1 Makanan Termasuk barang pribadi seperti sandal/kosmetik./bulan No Jenis pengeluaran Jumlah Keterangan Untuk masak. Jenis pendapatan apakah yang keluarga anda miliki? Masukkan jumlah pendapatan anda bulan terakhir dalam setiap kategori dengan setiap penerima pendapatan. 10 Lainnya Total 15. dll. Pendapatan dari perikanan Jenis ikan Pendapatan tahunan rata-rata (Rp) Biaya tahunan rata-rata (Rp) Subsisten/ dijual 13. dll. jika ada. Berapakah biaya yang anda keluarkan untuk pengeluaran langganan/iuran kecuali energi di bulan lalu? Rp. toilet.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 12. bengkel) Kiriman uang Lainnya (sebutkan) Total Tempat tinggal 3-2. 9 Kesehatan Biaya lain yang belum disebutkan di atas. 7 Pendidikan Termasuk oli untuk mobil sendiri/sepeda motor. 5 Langganan/iuran Jika bayar pajak penghasilan atau pajak kepemilikan 6 Pajak Termasuk biaya pendaftaran./bulan No Jenis pengeluaran Jumlah Keterangan Termasuk minum. 4 Lainnya Total 4-27 . listrik. 2 Air irigasi Air limbah dan sampah. gas. buku. dll. 3 Rumah Peralatan dan bahan baku. 4 Input untuk bisnis Air. bahan bakar & sanitasi. 1 Air bersih Untuk pertanian.

000 30.000 5. berapa biaya bulanan yang anda sanggup untuk membayar untuk jasa listrik baru? Kisaran (Rp.0004. Peralatan elektronik jenis apa yang saat ini anda gunakan untuk aktivitas produktif? [ ] Mesin gergaji kayu [ ] Mesin penggilingan beras [ ] Pengering beras [ ] Pompa irigasi [ ] Lainnya. sebutkan 4-28 .000 40.000 2. Berapakah biaya yang anda keluarkan untuk hal-hal yang berhubungan dengan energi pada bulan lalu? Rp.000 20.000 Lebih dari 50.000 50.000 3. Peralatan elektronik apakah yang saat ini anda gunakan? [ ] Lampu bohlam/neon unit [ ] TV unit unit [ ] Radio & cassette recorder [ ] Kulkas unit [ ] AC unit [ ] Lainnya.000 4.000 10. Apakah anda memiliki peralatan berikut untuk penerangan dan/atau pemanasan? Jenis a) generator b) Lampu c) Alat masak d) Aki e) Lainnya peralatan minyak dengan gas (sebutkan) Jumlah 19.000 3.000 2.000 (sebutkan) 4.000 20. sebutkan unit 20./bulan No Jenis pengeluaran Jumlah Keterangan Distribusi listrik dengan jaringan 1 Listrik Biaya pengadaan 2 Gas Biaya operasional dan perawatan fasilitas 3 Tanaga surya Biaya pengadaan 4 Minyak tanah Biaya pengadaan generator diesel 5 Minyak diesel Biaya pengadaan 6 Batu bara Biaya pengadaan 7 Arang Biaya pengadaan 8 Kayu bakar Biaya pengadaan 9 Baterai Biaya pengadaan 10 Lilin Biaya pengadaan 11 Korek api Biaya setiap nyetrum 12 Setrum aki Biaya lain yang belum disebutkan di atas 13 Lainnya Total 17. Pada kasus ini./bulan) Tanda (√) 1.000 30. semua biaya anda yang ada untuk penerangan dan pembakaran seperti yang disebutkan di atas mungkin dapat di tabung.00010.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 16.000 5. KEPEMILIKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ENERGI 18. Jika desa anda dilistriki dan rumah anda disambungkan dengan jaringan sistem distribusi.000 40.

______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ 25. sebutkan 24. Jenis pembangkit listrik apa yang keluarga anda rencanakan untuk mendapatkan? [ ] Generator diesel [ ] Sistem panel surya [ ] Tenaga angin [ ] Mikro hidro [ ] Biomas [ ] Lainnya. Kebutuhan prioritas 21. Jelaskan secara rinci alasan untuk memilih jenis pembangkit tenaga listrik.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 5. Usaha untuk mendapatkan jalan untuk listrik 22. sampah. Apakah sistem pembangkit berfungsi seperti yang anda harapkan? [ ] Ya langsung ke pertanyaan 28 [ ] Tidak langsung ke pertanyaan 29 27. Jika keluarga anda tidak berhasil mendapatkan listrik. Apa dampak positif yang dapat keluarga anda terima dari listrik? Jelaskan. drainase. Berhasilkah keluarga anda mendapatkan listrik? [ ] Ya langsung kepertanyaan 26 [ ] Tidak langsung ke pertanyaan 27 26. Dapatkah anda memberikan prioritas permintaan anda pada kebutuhan berikut? Prioritas Contoh Suplai air 1 Pendidikan 2 Pelayanan kesehatan 3 Sanitasi (toilet. ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ 28. KEBUTUHAN LISTRIK 5-1. Pernahkah keluarga anda berusaha untuk mendapatkan listrik? [ ] Ya langsung ke pertanyaan 23 [ ] Tidak langsung ke pertanyaan 30 23. ______________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________ 4-29 . jelaskan alasan kegagalannya. dll) 7 Listrik 4 Irigasi 6 Perbaikan jalan 5 Lainnya (sebutkan) 5-2.

Masalah apa yang keluarga anda hadapi terkait dengan fasilitas pembangkit? Masalah Tanda (√) Mahalnya biaya untuk bahan bakar Tidak dapat memperbaiki kerusakan Daya tidak mencukupi untuk permintaan Lainnya (sebutkan) 5-3. sebutkan 32. Apakah anda atau anggota keluarga anda bersedia membantu pembangunan tanpa mendapat upah jika fasilitas pembangkit listrik dipasang di desa? [ ] Ya [ ] Tidak 4-30 . Siapa atau organisasi apa yang anda pikir paling cocok untuk pemasangan sistem suplai listrik? [ ] Pemerintah pusat/kementrian [ ] Pemerintah propinsi [ ] Pemerintah kabupaten [ ] KUD [ ] LKMD [ ] LSM [ ] Kontraktor swasta [ ] Masyarakat desa (termasuk kepala desa) [ ] Lainnya. peralatan elektronik jenis apa dan berapa jumlahnya yang anda ingin gunakan? unit [ ] Lampu bohlam/neon [ ] TV unit [ ] Radio & cassette recorder unit unit [ ] Kulkas [ ] AC unit [ ] Lainnya. Fasilitas umum apa yang anda pikir seharusnya menggunakan listrik? [ ] Sekolah [ ] Mesjid/gereja [ ] Klinik/pusat kesehatan [ ] pompa air untuk air bersih [ ] Lainnya. Listrik oleh organisasi selain PLN 33. Jika anda dapat memiliki akses ke listrik.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 29. sebutkan unit 31. sebutkan [ ] Tidak tahu 34. Tujuan penggunaan listrik 30. Fasilitas/peralatan apa yang anda ingin gunakan untuk aktivitas produktif? [ ] Mesin gergaji kayu [ ] Mesin penggilingan beras [ ] Pengering beras [ ] Pompa irigasi [ ] Lainnya. sebutkan 5-4.

Siapa atau organisasi apa yang seharusnya bertanggungjawab untuk pembayaran dan pengumpulan tarif listrik? [ ] Pemerintah pusat/kementrian [ ] Pemerintah propinsi [ ] Pemerintah kabupaten [ ] KUD [ ] LKMD [ ] LSM [ ] Kontraktor swasta [ ] Masyarakat desa (termasuk kepala desa) [ ] Lainnya. Bagaimana seharusnya tarif listrik diputuskan? [ ] Sama seperti tarif PLN [ ] Berdasarkan konsultasi dan konsensus dari masyarakat desa [ ] Bebas biaya [ ] Lainnya. Apakah anda atau keluarga nada ingin berpartisipasi dalam pekerjaan untuk operasional dan perawatan? [ ] Ya [ ] Tidak 37. Siapa atau organisasi apa yang seharusnya bertanggungjawab untuk operasional dan perawatan sistem? [ ] Pemerintah pusat/kementrian [ ] Pemerintah propinsi [ ] Pemerintah kabupaten [ ] KUD [ ] LKMD [ ] LSM [ ] Kontraktor swasta [ ] Masyarakat desa (termasuk kepala desa) [ ] Lainnya.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 35. sebutkan 4-31 . sebutkan [ ] Tidak tahu 36. sebutkan [ ] Tidak tahu 38.

1. atau akan menyebabkan mudahnya terjadi keruntuhan atau kerusakan sebagai akibat kurangnya pemeliharaan yang baik.1 Beberapa Pilihan Saluran Air dan Penstock Pertimbangan setiap pilihan adalah sebagai berikut: (1) Penstock Pendek Disini penstock pendek tetapi saluran airnya panjang.1 Sistem Layout Terdapat tiga kemungkinan rute saluran air yang ditunjukkan pada Gambar 5. 5-1 . Pipa pesat panjang Pipa pesat menengah Saluran air Pipa pesat pendek Perhatikan bahwa saluran dapat menjadi pendek untuk menghindari resiko dan biaya konstruksi melintasi lereng yang curam. Gambar 5. atau bahkan tidak mungkin. Saluran air yang panjang akan membuka peluang halangan yang beresiko tinggi. Pilihan “penstock pendek” dalam banyak kasus akan menjadi pilihan utama untuk skema yang paling ekonomis. PERENCANAAN 5. Pemasangan saluran air yang melewati lereng yang curam mungkin sulit dan mahal.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 5. tetapi ini bukan kasus yang dibutuhkan.

2 Bahan dan Faktor Kunci untuk Perencanaan 5. karena biaya yang dikeluarkan akan menjadi tinggi. 5-2 . tetapi penstock ini merupakan pilihan yang dianjurkan bila ada tanda-tanda ketidakstabilan di lereng yang curam. 5. mengkalkulasikan diameter penstock menjadi hal penting yang sangat utama.1 Hidrograph dan Kurva Durasi Aliran Hidrograph menunjukkan bagaimana aliran air bervariasi dalam satu tahun. pada kasus dari sebuah penstock panjang. tidak akan merusak penstock. Satu hal yang paling penting adalah memastikan waktu banjir musiman dari sungai yang dipakai. bahkan lebih besar dari manfaat yang diharapkan pada saat perencanaan awal.2. karena tidak ada tanah datar untuk membangun saluran air. dan juga dari hidrograph kita bisa melihat berapa banyak bulan dalam setahun suatu aliran mengalami kenaikan. (2) Penstock panjang Dalam kasus ini penstock mengikuti arus aliran sungai.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Resiko dari lereng curam yang longsor membuat penggunaan penstock yang pendek merupakan pilihan yang tidak dapat diterima. Tatanan seperti ini diperlukan. tentu saja tindakan pencegahan harus diambil. karena pengoperasian proyek dan biaya pemeliharaan dari skema ini menjadi sangat besar. tetapi dapat menghemat biaya yang dikeluarkan untuk membangun saluran air yang melewati lereng yang curam dengan aman. Walaupun biaya pembelian awal dan biaya pembangunan lebih besar. (3) Penstock menengah Penstock menengah akan memerlukan biaya yang lebih besar daripada penstock pendek. Merupakan suatu hal yang selalu penting untuk diperhitungkan adalah mengkalkulasi diameter yang paling ekonomis dari penstock.

yang memberikan beberapa pilihan ukuran turbin yang akan dibuat dan indikasi variable aliran yang akan digunakan untuk turbin dan indikasi faktor batasan yang akan menghasilkan pilihan ukuran turbin 5-3 . Alat ini merupakan alat yang sangat berguna.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Gambar 5.3 Sebuah contoh Kurva Durasi Aliran Kurva durasi aliran sangat berguna karena aliran tenaga pembangkit dapat digambarkan oleh kurva itu. bahwa jumlah daya tertentu dapat diperoleh. Aliran Sungai (m3/s) 0 100 200 300 365 Hari Gambar 5. Cara mudah mengkonversikan hidrograph menjadi “Kurva Durasi Aliran” adalah dengan mengambil semua data aliran dalam beberapa tahun.2 Contoh dari Hidrograph Informasi yang sama dapat diperoleh di “ Kurva Durasi Aliran” untuk arus. sehingga dapat dibaca dengan mudah jumlah waktu dalam tahun. kemudian meletakkan grafik yang paling tinggi di sebelah paling kiri kemudian diikuti dengan grafik yang lebih rendah secara terus menerus ke sebelah kanan.

4 Qrata-rata dan Qmak untuk Plant Factor pada Aliran Dalam kasus debit air sungai pada perencanaan tenaga air. Plant Factor didefinisikan sebagai persamaan dibawah ini: Plant Factor dan Plant Factor dari aliran : Q rata−rata atau Q mak Daerah dari A .3 % Daerah A .3 : Ge pertahun Pmak × 365 × 24 % Dengan: Gepertahun Pmak Qrata-rata Qmaks : Kemungkinan pembangkitan listrik pertahun : Maksimum output : Rata-rata debit air yang kurang dari Qmak : Maksimum debit air (kWh) (kW) (m3/s perhari) Aliran Sungai (m3/s) A b Qmax B c D0 100 200 300 365 C Hari Gambar 5.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 5.C .D pada gambar 5.2. Untuk mikrohidro Untuk skala kecil : 80 ~ 100 % : 45 ~ 65 % 5-4 .b .2.c .B .2.D pada gambar 5.2 Plant Factor dan Load Factor (1) Plant Factor Plant Factor merupakan bagian yang sangat penting dalam perencanaan tenaga hidro. plant factor optimal dapat diketahui melalui interval.C .

penggunaan konstruksi sipil yang telah tersedia seperti jalan di pedesaan.1 Lokasi Intake Pemilihan lokasi dari intake ditentukan dengan pertimbangan dari kondisi yang digambarkan dibawah ini.3. bagaimanapun. seleksi ini dilakukan pada saluran sungai yang akan dibangun suatu perlindungan yang sebaik mungkin untuk memastikan agar air yang diambil dalam kondisi yang stabil dan terjamin dan juga untuk menjaga dari pengikisan air sungai.3 Pemilihan Lokasi untuk Struktur Sipil Utama 5. fasilitas intake yang dipakai untuk pertanian dan saluran irigasi. Perhatian yang sangat besar harus diambil pada seleksi ini untuk pembangunan pembangkit tenaga air skala kecil seperti biaya dari fasilitas intake yang secara signifikan menentukan keekonomisan proyek pembangunan. (1) Jalur saluran air sungai Tidak hanya untuk pembangkitan tenaga air skala kecil. Pemikiran yang hati-hati harus dilakukan dalam pemilihan lokasi agar dapat memanfaatkan fasilitas konstruksi sipil yang sudah tersedia. dll. harus diambil untuk mempertimbangkan kestabilan dari sisi bukit sebagai bagian dari proses pemilihan lokasi intake. Dalam kasus pembangunan pembangkit listrik tenaga air skala kecil. (3) Penggunaan konstruksi sipil yang ada seperti jalan di pedesaan dan fasilitas intake yang dipakai untuk pertanian. (%) 5-5 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (2) Load Factor Definisi “Load Factor” kadang-kadang diartikan secara salah sebagai plant factor seperti definisi di sini. tetapi juga untuk semua tipe aliran sungai. Produksi listrik tahunan yang diserap fasilitas konsumen Load Factor = Kemungkinan produksi listrik tahunan Suatu aturan kunci dalam perencanaan untuk perencanaan skema mikrohidro adalah “Ambil kemungkinan terbesar pada Load Factor” 5. dapat dipertimbangkan untuk memberikan kontribusi dalam mengurangi biaya pembangunan. (2) Stabilitas pada lereng bukit yang curam Keadaan tanah atau lereng yang tidak stabil dekat dengan daerah tempat dam intake berpengaruh pada fungsi air karena berhubungan dengan sediment yang kurang baik. Pertimbangan yang cukup. dll.

level banjir pada bagian itu menjadi lebih tinggi tak terelakkan. (8) Keberadaan penampakkan bagian belakang air Jika terdapat beberapa penampakkan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (4) Penggunaan topografi alami seperti kolam dll. (7) Keberadaan penggunaan air sungai dalam mengurangi debit air Jika air intake untuk pertanian atau tujuan lain mengambil tempat yang potensial dalam mengurangi debit air. Merupakan hal yang penting untuk mempertimbangkan dengan hati-hati keadaan topografi dan geologi dari daerah yang dilalui rute saluran air. dll pada dataran rendah sepanjang hulu ke daerah dam. bak pengendap. ¾ Metode pergerakan sedimentasi. penggunaan air sungai untuk pembangkit listrik akan berpengaruh pada pemakaian yang telah ada dari air sungai. Banyak struktur saluran air yang dibangun sebagai tipe ground dalam kasus pembangkit tenaga air skala kecil.1 m3/s air mengalir per 1 m panjang) ¾ Ketika dam dibangun pada bagian yang sempit. analisis kelayakan dari isue-isue berikut adalah penting: ¾ Keberlanjutan dari kolam. (6) Kondisi tempat untuk penempatan bak pengendap dan saluran air. perlu menjadi catatan bahwa pemilihan lokasi pada suatu bagian yang sempit tidak terlalu diperlukan untuk pembangkit tenaga air skala kecil. bagaimanapun. Ketika merencanakan menggunakan topografi yang alami. seperti jalan dan tanah pertanian. tidak hanya dalam mengurangi biaya. dll. Penggunaan kealamian kolam untuk intake air adalah memberikan kefektifan yang cukup tinggi. dan lainnya sebagai pertimbangan tambahan untuk kondisi yang diinginkan untuk dam. walau bagaimanapun. seharusnya diteliti lebih jauh. daerah pertanian. sehingga diperlukan daerah bagian melintang dari dam diperbesar sesuai dengan perbesaran dari ketinggian dan panjang dari dinding perlindungan untuk memastikan kestabilan dari dam itu sendiri. tetapi juga membantu menjaga kelestarian alam disekitarnya. maka jalan. termasuk tata ruang sisi sungai dan ekosistem sungai. Lokasi intake yang diambil harus sesuai dengan kondisi tempat yang diinginkan untuk intake. Akan tetapi. dll. karena beberapa alasan dibawah ini: ¾ Dalam kasus metode intake tipe tyrolean. dll akan dipengaruhi 5-6 . Penggunaan air sungai yang ada. panjang dari arah bagian melintang harus sesuai dengan volume yang akan diambil (0. (5) Level volume yang diambil dan level banjir Pada umumnya dam intake dibangun pada bagian sempit yang dekat dengan sungai untuk mengurangi biaya dari bagian utama dam intake yang digunakan untuk mengambil air.

maka hal yang perlu menjadi perhatian adalah gradient kemiringan dari daerah yang dilewati. Jika lembah atau punggung bukit berada di daerah yang dilewati. cenderung untuk memiliki bangunan yang terbuka. Bagaimanapun.3 Lokasi dari bak penenang (1) Keadaan topografi dan geologi Bak penenang sering diletakkan pada bagian punggung yang secara umum terlihat tinggi seperti muncul menonjol dari bagian tanah stabil yang terdiri dari batuan keras. maka daerah geografisnya dapat dipengaruhi oleh genangan air tergantung pada konstruksi dari dam intake. kestabilan tanah pada area yang dilewati harus diperiksa dengan hatihati. dll. seperti sebuah saluran air terbuka atau tertutup. penggalian terbuka atau gorong-gorong untuk bagian punggung bukit). Oleh karena itu. maka rute di lapangan harus diseleksi setelah meneliti jalan yang sesuai untuk melewatinya (pipa untuk daerah lembah. Pemilihan dari rute saluran air sepanjang jalan yang telah tersedia dan saluran irigasi yang telah tersedia mempunyai banyak keuntungan untuk mengurangi biaya. Adalah juga akan diperlukan untuk membangun dinding pelindung untuk melindungi penampakkan yang ada dan fasilitas-fasilitas untuk menyalurkan aliran dalam yang dihasilkan oleh dinding pelindung. Jika lokasi untuk dam intake berada dalam lokasi yang dipengaruhi oleh penampakkan yang ada. hal-hal berikut ini harus diambil dalam pertimbangan untuk penggunaan dari bangunan yang telah ada: ¾ Perawatan fungsi jalan ¾ Pengamanan kuantitas air untuk irigasi dan metode pengalihan air 5.2 Rute Saluran Air (1) Topografi dari rute Sebagai saluran air untuk sebuah pembangkit skala kecil. sebuah survei yang hati-hati dari topografi dari area yang dilalui adalah lebih perlu daripada kasus sebuah saluran air tipe terowongan. (2) Kestabilan tanah pada daerah yang dilewati Terdapat banyak kejadian penimbunan saluran karena longsornya lereng bukit pada kasus saluran tipe ground. sehingga harus diklarifikasi dengan perhitungan yang sesuai. 5.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro oleh kenaikan permukaan air. termasuk jalan dan saluran irigasi. dan 5-7 . (3) Penggunaan struktur yang telah tersedia.3. diperlukan sekali untuk memilih lokasi dari dam intake sehingga menghindari penampakkan ini. Ketika sebuah saluaran terbuka dibangun pada sebuah lereng bukit yang curam. memperbaiki kemampuan kerja dan membuat relatif lebih mudah untuk mengevaluasi kestabilan lereng.3.

(2) Mengurangi hubungan dengan muka air tanah yang lebih tinggi Sebuah saluaran pelimpah untuk sebuah pembangkit listrik skala kecil mungkin dapat dihilangkan. Lokasi bak penenang pada pembangkit tenaga air skala kecil pada dasarnya cenderung dipertimbangkan pada kondisi ini. Pada beberapa kasus. oleh karena itu. Pada kasus pembangkit listrik tenaga air skala kecil. tetapi perlu menjadi catatan bahwa penempatan bak penenang pada punggung bukit tidak cukup sesuai pada beberapa kasus dibawah ini: ¾ Pada kasus dimana tingkat konsolidasi secara umum rendah dan kestabilan tanah di bagian punggung bukit terlihat relatif rendah karena pemotongan/penggalian yang terlalu dalam pada bagian bukit. ¾ Kurang sensitifnya alat yang digunakan. sehingga mengakibatkan gangguan pada operasi yang sudah berjalan lancar. (Ada beberapa laporan dari tanah yang terkikis karena ketidakberadaan saluran pelimpah pada bak penenang). termasuk untuk penstock. 5. maka metode untuk berhubungan dengan muka air tanah yang lebih tinggi posisinya harus secara hati-hati diperiksa. fungsi kombinasi dari penempatan bak pengendap dan bak penenang dapat memperbaiki keekonomisan secara keseluruhan dari pembangkit listrik dan. Rute penstock Rute penstock dapat diseleksi berdasarkan hal-hal dibawah ini: (1) Kemiringan hydraulic (2) Topografi daerah yang dilewati (3) Stabilitas tanah dari daerah yang dilewati (4) Penggunaan jalan yang telah tersedia dan lainnya 5-8 . volume air yang besar. dan tempat air yang kecil pada bak penenang menyebabkan level air pada bak berfluktuasi semakin besar menjadi fluktuasi beban. jika sebuah saluran pelimpah untuk bak penenang digunakan. adalah tawaran kondisi menguntungkan untuk pemilihan. akan menjadi lebih mudah untuk memberikan tempat yang cukup air untuk bak penenang jika bak ditempatkan pada bagian yang relatif datar daripada ditempatkan pada bagian punggung bukit.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro kemungkinan mengurangi jumlah dari kerja penggalian. penggunaan bak penenang yang diinginkan harus diperiksa secara hati-hati pada tahap perencanaan. Pemasangan sebuah saluran pelimpah yang dipararel dengan penstock diharapkan tidak menimbulkan masalah yang besar tetapi keluaran air secara langsung dengan kelebihan air dan sedimen didalam bak penenang dengan air terjun atau kemiringan lereng bukit memerlukan pemeriksaan secara hati-hati pada titik keluaran airnya. Bagaimanapun.3. profil seperti bagian potongan melintang dan peralatan yang spesifik diperlukan untuk menjaga dari pengikisan tanah karena kelebihan keluaran air atau kesalahan manusia yang disebabkan perubahan level air yang sangat cepat dalam mengurangi bagian keluaran.4.

kecepatan penutupan kontrol baling-balingnya mempunyai proporsi yang berhubungan dengan pengurangan kecepatan keluran air. seperti garis tekanan minimum.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Sebagai catatan untuk pemilihan rute penstock pada dasarnya sama dengan pemilihan untuk rute pada saluran air tetapi hubungan dengan kemiringan hydraulic harus secara hati-hati diperiksa. Pemeriksaan yang teliti juga diperlukan untuk penempatan turbin Francis dengan kecepatan yang spesifik lebih rendah seperti kisaran fluktuasi tekanan yang dapat diperlebar berdasarkan keberadaan fenomena yang sama dengan yang disebabkan operasi kontrol baling-baling karena peningkatan kecepatan putaran walaupun waktu penutupan dari kontrol baling-baling ditentukan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Garis tekanan minimum ini ditentukan dengan mengambil pertimbangan fluktuasi tekanan internal dari penstock pada waktu pemadaman beban dengan cepat.5.5 Contoh dari Bagian Dimana Rute Panjang Penstock Lebih Panjang dari Head-nya 5-9 . Rute penstock harus didisain untuk memastikan keamanan internal yang berlawanan secara spesifik seperti tekanan external dan ini merupakan kondisi mutlak bahwa profil dari rute penstock harus berada dibawah minimum garis kemiringan hydraulic. Bak penenang Garis tekanan maksimum Pipa pesat Garis tekanan minimum Tekanan negatif akan terjadi di area ini Rumah pembangkit Gambar 5. Pada jenis-jenis turbin yang lain. Tidak ada masalah khusus yang berhubungan dengan penentuan waktu penutupan. oleh karena itu diperlukan perhatian yang lebih pada bagian dimana rute penstock panjang bila dibandingkan dengan ketinggiannya seperti pada Gambar 5. Interval fluktuasi tekanan lebih besar di hilir karena dipengaruhi oleh perubahan keluaran pada turbin yang cukup lama.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Perubahan aliran dengan dioperasikan oleh baling-baling control (Waktu penutupan lebih lama) Qmax Perubahan aliran akibat perubahan putaran (waktu penutupan lebih pendek) Keluaran air 0 Waktu Gambar 5. (2) Keadaan pondasi Pondasi dari rumah turbin harus cukup kuat utnuk menahan pemasangan beberapa benda yang berat seperti generator dan turbin. Pada umumnya. diasumsikan bahwa level banjir didasarkan pada 5-10 . (3) Level banjir Lokasi dari rumah turbin harus menghindari lokasi yang dapat dihancurkan oleh air sehingga perusakan karena banjir tidak akan terjadi. pusat tenaga air skala kecil direncanakan untuk sungai yang kecil di daerah pegunungan dan berada pada bagian dimana banjir tidak sering terjadi pada sungai yang bersangkutan. (1) Kondisi jalan mudah Dianjurkan rumah turbin dilokasikan pada daerah yang mudah dicapai agar mendapatkan perawatan setelah dibangun dan berbagai alasan lain.3. Dalam kasus pembangkit tenaga air.5 Lokasi Rumah Pembangkit Perhatian yang khusus harus diberikan pada beberapa hal dibawah ini untuk pemilihan lokasi rumah turbin. karena kerelatifan keringanannya (mendekati 2-3 ton/m2) dari peralatan. Pertimbangan lain untuk diperhatikan adalah rumah turbin harus dihindarkan dari lokasi yang akan tergenang bila terjadi banjir. suatu lapisan kerikil yang padat cukup memadai.6 Perubahan Debit dengan Penghentian Beban yang Cepat pada Turbin Francis dengan Kecepatan yang Lebih Rendah 5. Pada kasus ini.

6 Lokasi saluran pembuang Pada kasus pembangkit listrik tenaga air skala kecil. karena secara umum lokasi saluran pembuang dekat dengan rumah turbin.dll. ukuran dari ruang disekitar rumah turbin yang dibutuhkan kecil. Bagaimanapun. (2) Keberadaan fluktuasi dasar sungai pada daerah saluran pembuang Ketika fluktuasi dasar sungai diperkirakan mengambil tempat pada masa depan. Dalam kasus yang lain lokasi saluran pembuang ditentukan dengan pertimbangan beberapa hal berikut. (4) Kondisi instalasi untuk fasilitas pembantu Ruang untuk instalasi dari sub-stasiun luar ruangan dan lainnya diperlukan didekat rumah turbin dan daerah itu harus diseleksi dengan baik.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro informasi dibawah ini dan untuk menentukan ketinggian permukaan tanah dari rumah turbin yang berhubungan dengan daerah yang sesuai. (3) Kemungkinan penggenangan pada bantaran sungai dan permukaan tanah terdekat berdasarkan keluaran air Seperti aliran air yang tinggi pada saluran pembuang. perhatian yang hati-hati harus diberikan juga untuk menghindari penggenangan pada bantaran sungai dan permukaan tanah terdekat. tegangan transmisi mempunyai persaman dengan tegangan pembangkit. Karena daerah dari saluran pembuang terdiri dari sedimen dan lapisan 5-11 . ¾ Informasi yang diperoleh dari daerah lokal ¾ Ketinggian permukaan tanah yang berada disekitar bangunan terdekat (jalan.tanggul dan jembatan. sedangkan arah dari garis transmisi dan bagian yang lain menjadi pertimbangan juga. proses penentuan lokasi saluran pembuang sama dengan proses penentuan lokasi rumah turbin. (1) Level banjir Lokasi dari saluran pembuangan ditentukan berdasarkan level banjir yang akan terjadi. Oleh karena itu.3. 5. maka lokasi dari saluran pembuang harus diseleksi dengan baik untuk menghindari beberapa masalah sedimentasi yang mungkin timbul didepan saluran pembuangan.) ¾ Teras-teras dari banjir dan batasan tumbuhan. Ketika ketinggian dari saluran pembuang direncanakan lebih rendah dari tingkat banjir pada daerah yang bersangkutan. maka lokasi dan dasar ketinggian harus ditentukan dalam pertimbangan yang sesuai dari (i) ukuran yang sesuai untuk mengantisipasi genangan air pada rumah turbin ketika banjir terjadi (ii) metode untuk memindahkan sedimen yang telah mengalir ke dalam saluran pembuang. ruang yang dibuat dan pondasi dari rumah turbin cukup mengakomodasi fasilitas pembantu untuk rumah turbin.

Ciri–ciri beban berhubungan dengan bentuk penggunaan daya listrik seperti yang digambarkan sebagai berikut: 1) Penggunaan untuk penerangan Beban penerangan adalah sesuatu yang konstan sementara sedang dalam penggunaan dan menunjukkan fluktuasi yang lebih sedikit dibandingkan bentuk penggunaan daya yang lain. Dalam suatu daerah dengan musim hujan dan kemarau yang berbeda dimana produksi pertaniannya cenderung dikeringkan dengan pengering solar. yang memberikan masukan yang berarti efektif untuk menyempurnakan penggunaan daya listrik.4 Perencanaan Suplai dan Permintaan 5. Pada banyak kasus. seleksi dari fasilitas permintaan daya listrik yang harus dipenuhi harus mendapatkan spesifikasi dari unit pembangkit dan ciriciri beban dari masing–masing fasilitas harus dipertimbangkan. 5. (4) Arah aliran sungai Saluran pembuang harus diarahkan (pada prinsipnya. penggunaan daya listrik ini digunakan hanya dalam beberapa waktu saja untuk menentukan suhu. Pemilihan lokasi dimana ukuran yang sesuai dapat diterapkan dengan baik adalah penting.4. arah dari aliran saluran pembuang harus diseleksi. Pada umumnya. 5-12 . menjaga kehangatan dan pengeringan dengan menggunakan pemanas listrik dan keberlanjutan penggunaan tenaga untuk pemanasan adalah jarang. beberapa hal berikut ini harus dipertimbangkan sebagai tambahan dari kapasitas terpasang. maka harus dilindungi dengan batu bronjong atau balok beton.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro batu lunak. untuk mengantisipasi aliran bawah) sehingga tidak akan mengganggu aliran air sungai yang berjalan lancar dan oleh karena itu. dapat menyebabkan konsumsi daya listrik pada garis yang berfluktuasi musiman dari output pembangkit. (1) Ciri–ciri bentuk penggunaan daya listrik dan fluktuasi beban Penggunaan daya listrik pada setiap permintaan fasilitas listrik menunjukkan ciri–ciri beban yang spesifik dalam bentuk penggunaannya.1 Seleksi dari fasilitas-fasilitas permintaan daya listrik Untuk seleksi permintaan fasilitas–fasilitas daya listrik. pengering listrik dll. penggunaan daya listrik untuk penerangan lebih terkonsentrasi pada malam hari dan fluktuasi waktu penggunaan daya listrik tergantung pada cuaca dan lamanya waktu matahari bersinar. dll. 2) Penggunaan untuk pemanasan listrik Bentuk utama dari penggunaan pemanas adalah.

5.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 3) Penggunaan untuk tenaga penggerak Penggunaan daya untuk mengoperasikan suatu motor menunjukkan karakteristik beban sebagai berikut. dll. Beban pada dasarnya konstan pada kasus dari sebuah kipas angin (fan) atau pompa. dll. biaya transmisi dan distribusi dapat secara substansial bervariasi tergantung pada pilihan dari fasilitas permintaan yang akan dilayani.2 Pengujian dari skala pembangunan dan keseimbangan suplai dan permintaan Adalah perlu untuk output dari pembangkit listrik skala kecil dimana tidak memiliki cadangan sumber pembangkit lainnya untuk selalu kelebihan permintaan.4. 1) 2) 3) 4) Mereka mempunyai kemampuan untuk menggunakan sumberdaya lokal. kesibukan langsung dari mulai start motor secara sementara dapat menyebabkan sebuah beban berlebih yang tetap. mulai bekerja dan berhenti secara otomatis. ¾ Pada saat start-up pertama kali kadangkala lebih tinggi daripada aliran rata–ratanya (pada umumnya durasinya tidak lebih dari 10 detik) ¾ Fluktuasi beban dalam hubungan untuk daya penggerak dibutuhkan oleh sebuah mesin. (2) Biaya transmisi dan distribusi Konstruksi dari pembangkit listrik tenaga air skala kecil dekat dengan fasilitas-fasilitas permintaan adalah yang diinginkan supaya dapat meningkatkan dampak pembangunan. Pada kasus dimana lebih dari satu fasilitas permintaan yang menyebar. Oleh karena itu. Pada kasus dari sebuah pembangkit listrik dengan asumsi beroperasi independen. Pada kasus pembangkit tipe run-of-river. dan diinginkan untuk memberikan pilihan kepada tipe-tipe dari permintaan fasilitas daya tertulis dibawah karena mereka memberikan kontribusi yang kuat untuk pembangunan lokal. bagaimanapun. mengambil manfaat keduanya dari suplai daya dan biaya transmisi dan distribusi dari suplai daya untuk pertimbangan. maka skala optimalnya adalah yang berhubungan dengan 5-13 . ¾ Motor pengontrol otomatis untuk AC (Air Conditioning) sebaik mesin pemanas. mengakibatkan penghentian operasi generator untuk melindungi generator. Mampu memunculkan karakter lokal ke luar daerahnya Mampu membantu membuka kesempatan kerja Mampu menyumbang kepada kegiatan promosi pertukaran antar masyarakat lokal. (3) Kontribusi pembangunan lokal Tujuan utama pembangunan pembangkit tenaga air skala kecil didiskusikan disini adalah menguatkan kondisi ekonomi masyarakat lokal. Tetapi fluktuasi dapat dipertimbangkan pada kasus dari pengoperasian mesin gergaji. diperlukan seleksi permintaan fasilitas daya listrik ketika merencanakan permintaan yang akan dilayani.

dan alasan lainnya. (2) Keputusan pada ouput maksimum dari pembangunan yang mungkin dilakukan (Pumin) Output maksimum dari pembangunan yang mungkin dilakukan (Pumin) diputuskan berdasarkan syarat–syarat dibawah ini yang bergantung pada cuaca atau bukan berdasarkan keberadaan fluktuasi permintaan musiman.95 % rata – rata3 keluaran air dari dasar. Pada umumnya debit air di musim kering didasarkan pada durasi aliran Qu yang dihitung berdasarkan metode yang dijelaskan diatas atau sekitar 90 . tujuan penggunaan. Pumak adalah potensial pembangkit listrik dibawah Qumin seperti yang dijelaskan diawal.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro permintaan kapasitas maksimum yang mempunyai kisaran pada “maksimum output yang dapat dibangun”1 yang pada dasarnya ditentukan berdasarkan “keluaran minimum yang dapat digunakan untuk pembangkitan”2.7 dan gambar 5. 1 2 3 Output maksimum yang dapat dibangun Debit di musim kering diantara variasi debit sungai yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik Nilai debit (%) jika 365 hari adalah 100% pada diagram durasi aliran 5-14 . pembangkitan (Qumin) diputuskan dengan 1) Pembangunan dari debit sungai yang dapat digunakan untuk pembangkitan (Qu) Qumin ditentukan berdasarkan debit yang dihitung dengan mengurangi debit pemeliharaan pada bagian debit dikurangi dari debit sungai pada saat titik intake (penggunaan debit untuk pembangkitan : Qu) 2) Frekuensi dari penghentian pembangkit listrik yang dapat ditolerir Qumin juga ditentukan berdasarkan frekuensi penghentian pembangkit listrik yang dapat ditolerir (lihat gambar 5. oleh karena itu durasi standar aliran harus diseleksi melalui diskusi yang memadai oleh pengguna. Prosedur untuk pemeriksaan ini dijelaskan sebagai berikut: (1) Keputusan pada debit minimum yang dapat digunakan untuk pembangkit (Qumin) Penggunaan debit minimum untuk pertimbangan dari hal-hal berikut. 1) Kasus dari permintaan konstan selama setahun Ketika pembangkit diasumsikan merupakan tipe run-of-river. Akan tetapi durasi aliran berubah setiap tahunnya.8) Frekuensi dari penghentian pembangkit listrik yang dapat ditolerir ditentukan berdasarkan tipe dan tingkat penting tidaknya permintaan / peralatan yang digunakan.

rata pada Q min ⎛ ⎜ min η ⎟ mak ⎠ ⎝ Power generation potential Max output of possible development kW m3/s Pumax Permissible break power generation Qumin Qmin Qmax 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Gambar 5. Dalam kasus ini. operasi pembangkitan pada prinsipnya didasarkan pada beban maksimum pada musim penghujan atau beban yang ringan pada saat musim kemarau.8 Skala Maksimum dari Pembangunan yang Mungkin Dilakukan dalam Kasus Fluktuasi Permintaan Musiman 4 Qmin berarti tidak mungkin Qmin ditentikan dengan karakteristik efisiensi dari turbin dan pembangkit listrik di bawah ini. Oleh karena itu Qumin harus diposisikan diatas Qmin. 5-15 . Ketika debit pada musim kemarau berada dibawah “debit minimum untuk pembangkitan (Qmin)4 maka pengoperasian pembangkit tidak bisa dilakukan lagi.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Power generation potential Max output of possible development kW m3/s Pumax Permissible break power generation Permissible break power generation Qumin 6 1 2 3 4 5 7 8 9 10 11 12 Gambar 5.7 Skala Maksimum dari Pembangunan yang Mungkin Dilakukan Dalam Kasus yang Diasumsikan Permintaannya yang Konstan. Pumak dapat dihitung sebagai berikut : Q umak ≤ Q u min Q min Q mak Pumak = Pembangkit potensial pada Q umin η ⎞ Efisiensi rata . 2) Kasus dari fluktuasi permintaan musiman Ketika permintaan pada musim penghujan diharapkan untuk lebih daripada saat pengoperasian dilakukan pada musim kemarau.

70 0. output of possible development kW m3/s Optimum development scale 1 Qumin 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Gambar 5.90 0. 1 Debit Minimum untuk Pembangkitan (Qmin) untuk Berbagai Jenis Turbin Aliran / Maksimum Eficiensi Turbin / Maksimum Eficiensi Turbin (ηmin / ηmax) 0.75 0. maka kapasitas permintaan maksimum diasumsikan berada pada interval Pmak dan menjadi skala optimal pada pembangunan Max. demand capacity Power generation potential Max.9 Skala Optimal dari Pembangunan untuk Kasus Permintaan Konstan Selama Setahun 5-16 .75 0.75 Runner berbeban ringan 2 nozzle 1 nozzle Kontrol vane kembar Kontrol vane tunggal 2 nozzle 1 nozzle Kondisi Jenis Turbin Aliran (Qmin / Qmax) Horizontal Shaft Francis Horizontal Shaft Pelton Horizontal Shaft Pelton Cross-Flow Cross-Flow Turgo Impulse Turgo Impulse Reverse Pumps 30% 15% 30% 15% 40% 10% 20% Operasi pembangkit sulit selain daripada pada nilai debit air (3) Pengambilan keputusan pada skala pembangunan dan permintaan 1) Kasus dimana terjadi kesulitan pada perubahan rencana permintaan Ketika terjadi kesulitan untuk mengubah permintaan dan kapasitasnya pada rencana permintaan.75 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Tabel 5.75 0.

maka rencana permintaan harus diformulasikan untuk memaksimalkan rata – rata pemanfaatan yang efektif untuk pembangkit potensial dalam hal membangkitkan energi listrik diatas permintaan yang ada dengan sistem yang independen seperti pembangkit tenaga air skala kecil. yang tidak didasarkan untuk mengambil banyak keuntungan. maka kapasitas permintaan berubah pada interval Pumak untuk menyeleksi kasus yang paling efektif. Prioritas umumnya dapat menjadi sulit. output of possible development kW Optimum development scale m3/s Qmax Qumin ≥Qmin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 0 1 2 Gambar 5. promosi untuk kepariwisataan / industri dan lainnya) ¾ Tujuan dari pelaku usaha (developer) ¾ Lainnya Ketika ekonomi menjadi prioritas. akan tetapi hal ini tergantung pada masing – masing pembangunannya. Kriteria – kriteria berikut ini dapat digunakan untuk menentukan kasus terbaik permintaan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro :Estimated power demand : Power generation potential : Max. ¾ Ekonomi ¾ Keuntungan sosial (membuka lapangan kerja baru. Produksi listrik tahunan yang diserap fasilitas konsumen Load Factor = Kemungkinan produksi listrik tahunan Proses kongkret untuk menentukan skala optimal pembangunan dijelaskan di bawah ini: 5-17 .10 Skala Optimal pada Pembangunan untuk Fluktuasi Permintaan Musiman 2) Kasus dimana perubahan rencana permintaan mungkin terjadi Ketika perubahan rencana permintaan mungkin terjadi.

In case of demand ‘Case 1’ : Power Generation Potential : Max.11 Contoh dari Rencana Permintaan 12 b. Penempatan dari permintaan Beberapa kasus dari rencana permintaan diformulasikan berdasarkan prediksi permintaan dari hasil survei yang dilakukan pada waktu distribusi. Perhitungan penggunaan efektif energi listrik5 Penggunaan energi listrik pertahun yang dihitung dengan membandingkan pembangkit potensial yang btidak lebih dari Pumax dengan penempata permintaan di “a” diatas untuk setiap musim.12 Contoh dari Keseimbangan Supply dan Permintaan Pertahun Energi listrik yang dapat digunakan oleh fasilitas permintaan listrik tertentu diluar pembangkit energi listrik 5-18 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro a.5 Contoh dari rencana permintaan 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Gambar 5.4. Scale of Possible Development : Demand ‘Case 1’ kW Efficient use of energy 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 5 Gambar 5. Pada saat ini prioritas dari masing–masing permintaan harus diperiksa secara teliti. dengan menggunakan beberapa hal berikut sebagai pertimbangan: ¾ Tingkat pentingnya fasilitas (peralatan) ¾ Keuntungan dari setiap permintaan : Demand ‘Case 1’ : Demand ‘Case 2’ : Demand ‘Case 3’ kW 1 Gambar 4.

maka skala optimal dari pembangunan diputuskan untuk meminimalkan perbandingan unit biaya atau perbandingan biaya–keuntungannya. Pengambilan keputusan pada skala optimal dari pembangunan Dengan menggunakan perbandingan satuan biaya konstruksi atau perbandingan keuntungan–biaya per kWh untuk penggunaan energi listrik yang efektif.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro c. ¾ Formula 3 – 1a : Kasus dari unit biaya konstruksi Unit biaya konstruksi per kWh = Biaya konstruksi Energi listrik efektif pertahun ¾ Formula 3 – 1b : Kasus dari perbandingan Biaya – Keuntungan Biaya pertahun (C) = Biaya pertahun dari pembangkit = Perbandingan biaya konstruksi × pengeluaran pertahun (penggunaan metode kalkulasi standar untuk kasus umum/biasa) Keuntungan = ∑ (Charge listrik untuk setiap permintaan) ∑ (permintaan (kW) × charge dasar × bulan + C/V energi listrik efektif (kWh) × charge per meter ) = Biaya pertahun (C) / keuntungan (V) 5-19 .

PLTMH. 6. Bendungan tersebut berfungsi untuk menampung aliran air sungai. Bab ibi akan menjelaskan tentang elemen teknologi yang dibutuhkan. Sebuah bendungan dilengkapi dengan pintu air untuk membuang kotoran/lumpur yang mengendap. (1) (2) (3) (4) (5) Dam beton graviti Dam beton mengapung Dam tanah Dam urugan batu Dam pasangan batu basah 6-1 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6.1 Tipe-tipe dasar dam intake Terdapat beberapa jenis tipe dasar dam intake seperti yang disebutkan dibawah ini.1 Bendungan (Weir) dan Intake Bendungan untuk instalasi PLTMH terdiri dari berbagai variasi tipe yang dapat dipilih dan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tentunya atas pertimbangan dana yang tersedia. umumnya merupakan pembangkit tipe run off river sehingga bangunan intake dibangun berdekatan dengan bendungan dengan memilih dasar sungai yang stabil dan aman terhadap banjir. 6.1. dengan asumsi dapat mengurangi biaya konstruksi sipil. Perlengkapan lainnya adalah: penjebak/saringan sampah. STRUKTUR SIPIL Perlu dipahami bahwa hambatan utama dalam pembangunan pembangkit listrik skala kecil adalah biaya pembangunan yang relative tinggi.

Kondisi aplikasinya Fondasi : lapisan batu Kondisi sungai : tidak dipengaruhi oleh kemiringan. Untuk menyempurnakan penampilannya. Fondasinya : kerikil Kondisi sungai : tidak dipengaruhi oleh kemiringan. secara umum terkenal digunakan di negara-negara Asia Tenggara karena beberapa keuntungan seperti (i) tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi dari tanah dasarnya dan (ii) relatif mudah diperbaiki jika mengalami kerusakan. dll. intake efisien 6-2 .1 Tipe Dasar Dam Intake untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Skala Kecil dan Kondisi Aplikasinya Tipe Dam Beton graviti Garis Besar Gambar Beton digunakan untuk mengkonstruksi bangunan secara keseluruhan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (6) (7) (8) (9) (10) Dam batu bronjong Dam batu bronjong diperkuat beton Dam ranting kayu Dam kayu Dam bingkai kayu dengan kerikil Dari jenis-jenis diatas. keluaran air atau tingkat beban sedimen Kondisi intake : penampilan yang baik. mereka dapat ditembus oleh banjir karena itu struktur dan penggunaannya harus didahului dengan pengujian yang hati-hati dari konstruksi yang penting seperti struktur sipil dan kondisi dari arus bawah. Table 6. Bagaimanapun. dam urugan batu fleksibel dan dam batu bronjong. intake efisien Dam beton mengapung Bagian infiltrasi yang diperpanjang dari fondasinya dengan diputus. keluaran air atau tingkat beban sedimen Kondisi intake : penampilan yang baik.

6-3 . Penggunaan dari dinding utama tergantung dari kondisi jika diperlukan Kondisi intake : keterbatasan penggunaan sungai karena efisiensi intake yang rendah Dam pasangan batu basah Pengisian ruang dengan kerikil dan semen.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Dam tanah Tanah (earth) digunakan untuk bahan utama dan penggunaan dari batu gosong dan dinding utama tergantung dari kondisi jika diperlukan Fondasi : bervariasi dari tanah (earth) sampai lapisan batu Kondisi sungai : aliran yang tidak deras dan mudah diatasi bila terjadi banjir Kondisi intake : efisiensi intake yang baik dikarenakan penampilan yang baik jika dikerjakan dengan hati –hati Fondasi Kondisi sungai : berbagai jenis tanah (earth) sampai lapisan batu : sungai dimana dam tanah dapat hanyut jika menggunakan keluaran air yang normal Dam urugan batu Kerikil digunakan sebagai bahan utama dari bangunannya. Fondasi : berbagai jenis tanah (earth) sampai lapisan batu Kondisi sungai : tidak dipengaruhi oleh kemiringan.dll. keluaran air atau tingkat beban sedimen Kondisi intake : penampilan yang baik dan intake yang efisien Fondasi : berbagai jenis tanah (earth) sampai lapisan batu Kondisi tanah : sungai dimana dam urugan batu bisa hanyut dengan menggunakan keluaran air yang normal Kondisi intake : keterbatasan penggunaan sungai karena efisiensi intake yang rendah Dam batu bronjong Batu belah dibungkus dengan jarring logam untuk menyempurnakan kesatuannya.

: pada bagian dengan volume intake yang rendah atau intake dari aliran (stream) sampai suplemen untuk sungai di musim kemarau : berbagai jenis tanah (earth) sampai lapisan batu. : berbagai jenis tanah (earth) sampai lapisan batu. : pengikisan terjadi jika terdapat banjir. dll. : suatu tingkat dari efisiensi intake dalam keadaan yang aman jika permukaannya dilapisi. Fondasi Kondisi sungai Kondisi intake : berbagai jenis tanah sampai lapisan batu : sungai dimana jaring logam dapat mengalami kerusakan jika aliran sungai terlalu deras : dapat diterapkan jika efisiensi intake yang tinggi diperlukan : berbagai jenis tanah (earth) sampai lapisan kerikil. : aliran yang tidak deras dengan pergerakan sedimen yang rendah.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Dam batu bronjong diperkuat beton Penguatan permukaan batu bronjong dengan beton. Fondasi Kondisi sungai Kondisi intake Dam kayu Dam dengan menggunakan kayu. : dam urugan kerikil dapat hanyut jika menggunakan debit air yang normal : keterbatasan penggunaan bagian air sungai karena efisiensi intake yang rendah 6-4 . Fondasi Kondisi sungai Kondisi intake Dam bingkai kayu dengan kerikil Didalam frame kayu diisi dengan kerikil untuk meningkatkan stabilitasnya. Fondasi Kondisi sungai Kondisi intake Dam ranting kayu Dam sederhana dengan menggunakan ranting pohon lokal.

1) Kemiringan sungai yang tidak terlalu curam dengan tingkat perubahan / pergerakan sedimen yang cukup tinggi 2) Keberadaan check dam yang tidak terisi penuh. adalah perlu untuk mempertimbangkan kondisi topografi dan geologi dari rute saluran yang akan digunakan sebagai tambahan bahan pertimbangan pada lokasi konstruksi dam. 6-5 . ada perhatian bahwa fungsi normalnya dapat terganggu oleh naiknya dasar sungai di bagian hilir. (1) Kondisi yang membatasi ketinggian saluran Untuk menentukan ketinggian dam. Pemeriksaan yang teliti terutama dibutuhkan pada sebuah lokasi dimana perhitungan biaya konstruksi saluran air memiliki proporsi yang besar dari total biaya konstruksi. Oleh karena itu. seringkali ditentukan dengan referensi pada ketinggian jalan yang bersangkutan. di bagian hilir dari dam intake yang direncanakan. 3) Keberadaan dari lokasi yang rusak di bagian hilir yang cenderung akan berlanjut mengalami kerusakan di kemudian hari. dll. kenaikan dasar sungai di masa depan harus diperkirakan untuk memutuskan ketinggian dari dam jika lokasi yang direncanakan terdapat pada kasus kasus berikut ini. adalah penting untuk memutuskan ketinggian dam dalam hal meminimalkan kondisi-kondisi berikut kedalam pertimbangan. (3) Kondisi untuk memindahkan sedimen dari depan dam dan bak pengendap dengan metode intake (intake tyrolean dan intake sisi) Dibawah keadaan normal. 4) Keberadaan bagian sempit di daerah hilir yang akan menghalangi jalannya aliran sedimen dan/atau sampah kayu. (2) Kemungkinan kenaikan dasar sungai dibagian hilir Ketinggian dam untuk pembangkit listrik skala kecil pada umumnya rendah. ketinggian dari dam harus direncanakan untuk melebihkan nilai perhitungan dengan metode berikut untuk memastikan kemudahan dalam memindahkan sedimen dari depan dam dan bak pengendap.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6.1. Ketinggian dam pada lokasi dimana saluran air dikonstruksi di bawah jalan yang sudah ada.2 Memutuskan ketinggian dam Seperti volume dam adalah proposional ke persegi dari tingginya.

5 – 1. yang mana saja lebih tinggi. kasus berikut (a) atau (b). a. ketinggian dam ditentukan dengan kasus D2 untuk intake sisi. Tinggi dam (D1) ditentukan dalam hubungan dengan elevasi dasar dari pintu pemeriksaan dari dam intake D1 = d1 + h b. Inlet L hi d1 ic ir d2 Gambar 6. d1 : Tinggi dari dasar pintu pemeriksaan ke dasar dari pintu pemasukan air (biasanya 0.3 dan Gambar 6.5 – 1.0 m) d2 : Perbedaan antara dasar dari pintu pemeriksaan dari bak pengendap dasar sungai pada lokasi yang sama (biasanya sekitar 0.5 m) hi : Kedalam air dari pintu pemasukan air (biasanya ditentukan untuk membuat kecepatan aliran masuk mendekati 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 1) Intake sisi Pada kasus intake sisi.0 m/det) L : Panjang bak pengendap (Lihat Sub Bab 6.4) ic : Kemiringan dari dasar bak pengendap (biasanya sekitar 1/20 – 1/30) ir : Kemiringan sungai sekarang. D2 = d2 + hi + L (ic – ir) 6-6 . Tinggi dam (D2) ditentukan dengan kemiringan dasar dari bak pengendap D2 = d2 + h + L (ic – ir) Dimana.1 Potongan dari Intake Sisi dan Dam 2) Intake tyrolean Intake tyrolean dimana air diambil dari asumsi dasar bahwa didepan dam diisi dengan sedimen dan oleh karena itu. diadopsi.

6.2 Intake 6.6. ada beberapa jenis metode intake sederhana dimana bertujuan pada pengurangan ketinggian dan menghilangkan pintu intake (dalam hal ini mengacu pada seperti metode intake tyrolean) untuk sebuah pembangkit listrik tenaga air. Terutama sekali pada sebuah lokasi dengan ketinggian dam tinggi. dll. ketinggian dam secara signifikan mempengaruhi tingkat pembangkitan energi listrik.2. adalah perlu untuk menentukan ketinggian dam untuk mencegah banjir karena air di bagian belakang. tingkat pengaruh pada penampakan diatas harus diperiksa dengan menghitung air di bagian belakang atau metode lainnya.2 Potongan dari Intake Tyrolean dan Dam (4) Pengaruh pada pembangkitan daya listrik Pada sebuah lokasi dimana penggunaan ketinggian kecil atau dimana dirancang untuk mengamankan ketinggian dengan sebuah dam. Dua jenis contoh ditulis dibawah.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Inlet L D2 hi ic ir d2 Gambar. tanah pemukiman. (5) Pengaruh dari air di bagian belakang Ketika jalan.1 Metode Intake Terlepas dari metode intake sisi yang biasa.2. adalah perlu untuk menentukan ketinggian dam pada lokasi seperti itu dengan membandingkan perubahan yang diharapkan dari kedua biaya konstruksi dan pembangkitan energi listrik karena perbedaan dari ketinggian dam. • Tipe Saringan • Tipe Tanpa Saringan Detail dari dua tipe ini ada pada Tabel 6. 6-7 . pertanian dan jembatan. Berdasarkan hal tersebut. ada di area yang elevasinya lebih rendah di bagian hulu dari sebuah lokasi dam intake yang direncanakan.

< Permasalahan > • Banyak sekali sedimen dan sampah yang mengalir melalui saluran. • Intake yang stabil memungkinkan untuk mengatasi perubahan dasar sungai bagian hilir.1 – 0.3 m3/det per unit lebar di dasarkan pada sebuah sudut batang yang dipasang hingga 30°. maka perawatan dari saluran intake menjadi lebih mudah. dibutuhkan banyak tenaga untuk membersihkannya. Tipe Tanpa Saringan 6-8 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 6. jika sedimen yang tersimpan di saluran intake dapat hanyut melalui air terjun di ambang akhir.2 Contoh Tipe dari Metode Intake Tyrolean Metode Intake Tipe Saringan Garis Besar Gambar Karakteristik • Jika sebuah saringan dipasang untuk menutup sebagian besar saluran sungai. sebuah jarak antar bidang batang 20 – 30 mm dan sebuah panjang batang yang kira-kira 1 m. • Tipe ini umum dipakai dan nilai intake secara umum 0. • Sebuah saringan yang tersumbat oleh kerikil. Akan tetapi. hal ini menyebabkan tidak mungkin terjadi banjir pada intake. < Keuntungan) • Sebuah fasilitas intake yang lengkap sesuai untuk sungai yang sempit atau deras. • Aliran air biasanya mengalir melalui bagian atas dam dan kemudian menuju bak pengendap melalui saluran intake yang diletakkan memotong saluran sungai dan berada di sepanjang ambang akhir (pembelokan). endapan dan sampah mengalir di saluran. Kapasitas pengendapan dari dam berhubungan dengan arus pengendapan juga harus dianalisa. adalah memiliki daya tahan yang tinggi terhadap fluktuasi dasar sungai. Karena bagan dari tipe ini mempunyai kesamaan dengan bagian pada tipe tipe saringan. mengumpul pada permukaan saringan. • Sebuah fasilitas intake yang lengkap cocok untuk sebuah sungai yang sempit dan deras. Kelebihan aliran dapat terjadi karena daun-daun yang jatuh. dll. dll. • Sedimen dan sampah dikeluarkan secara alami pada saat banjir. < Permasalahan > • Pada saat banjir atau air mengalir. • Intake yang stabil memungkinkan untuk mengatasi perubahan dasar sungai bagian hilir. Dengan kenaikan debit sungai. ketiadaan dari saringan berarti pengurangan biaya perawatan dan tenaga kerja untuk merawat saringan. • Penggosokan secara rutin pada bak pengendap sangat diperlukan. lebar saringan harus memiliki lebar yang cukup. maka aliran air akan mengalir ke ambang akhir dan menjadi suatu aliran yang cepat menuju ke ambang akhir. Keuntungan dan Masalah yang ditemui berdasarkan survey di lapangan < Keuntungan > • Sebuah pintu pengecekan dari dam intake dapat dihilangkan. Sebuah intake yang cukup lebar dapat mengambil 100 % intake dari air sungai.

pada kasus fasilitas intake untuk pembangkit tenaga air skala kecil yang dibangun di daerah pegunungan terisolir. Dalam kasus pembangkit listrik tenaga air skala kecil. dll.15m Cv : Koefisien velositas : Cv = 1/(1 + f) f : Koefisien dari aliran yang berkurang (lihat gambar berikutnya) Bsp. adalah penting untuk menghindari volume aliran air yang cenderung melebihi desain volume intake agar tidak terjadi kerusakan pada salurannya. sp: Mengacu pada Bab 5-5. (1) Prinsip Metode ini cenderung merupakan bagian dari desain intake yang menjadi lubang bila terjadi kenaikan air sungai yang disebabkan oleh banjir. sehingga banjir sulit untuk mencapainya. saluran tertutup atau pipa yang tertutup. Qf : Volume aliran masuk pada lubang dibawah permukaan air (m3/s) Ai : Daerah intake (m2) Ai=bi × (dh + hi) dh=0.5 Dimana.2 Poin-poin penting untuk mendisain intake Untuk desain intake pada pembangkit tenaga air skala kecil. Jika jenis saluran ini digunakan. saluran air cenderung merupakan sebuah saluran terbuka. Metode ini pada umumnya digunakan untuk intake tyrolean atau untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil di Indonesia. Beberapa metode ini dianjurkan untuk mengontrol aliran pada saat banjir tanpa menggunakan pintu. kontrol pintu otomatis untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil dapat menyebabkan biaya meningkat. Sementara itu.2.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6. Level air banjir bi dh hi dh hi → Ai sp Level air spillway p Level air normal H Qf = Ai x Cv x Ca x (2g x H ) 0. Volume aliran masuk dihitung dengan menggunakan formula berikut ini.3 Bak pengendap 6-9 . sehingga dipilih kontrol manual.10 0. diperlukan pemeriksaan teliti untuk melihat kemungkinan penghilangan pintu intake dan lainnya agar diperoleh pengurangan biaya.

0418 1.05 – 0. lihat formula berikut) Ca = 0.2 (orthogon) θ Bellmouth Protruding f = 0. 1) Adalah perlu bagi intake mempunyai keran penutup dari pada sebuah keran terbuka sehingga akan menjadi sebuah tekanan intake ketika terjadi kenaikan level air sungai.5 f = 0.1 (round) .25 f = 0. D.3 cosθ + 0.3 Koefisien dari aliran yang berkurang pada berbagai bentuk pemasukan. 2) Intake harus diletakkan pada sudut yang tepat ke arah aliran sungai yang memungkinkan sehingga ketinggian dari pendekatan kecepatan aliran air pada saat banjir diminimalkan. Ca : Koefisien kontraksi (mendekati 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Angularity Haunch Rounded f = 0. d << D.6.0.1 f = 0. d: perbandingan antara aliran atas dan aliran bawah dari aliran kontraksi ketika.582 H: tingkat perbedaan aliran atas dan aliran bawah pada lubang (m) (2) Garis besar dari peralatan Hal–hal penting untuk disain adalah sebagai berikut. 6-10 .6.2 cos2θ Gambar. Ca = 0.1 + d/D (formula Merriman’s) dimana.5 + 0. maka kapasitas saluran pelimpah pada bak pengendap atau titik permulaan dari saluran air haruslah cukup besar. 3) Pada saat banjir dimana debit air melebihi desain volume intake.582 + 0.01 f = 0.

ho=ho1 jika ho1 ho2. ho=ho2 6-11 . Dam Intake Stoplog Spillway Flushing gate b B Headrace 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6. tetapi juga suatu saluran pelimpah untuk menjaga agar debit air yang berlebih tidak mengalir ke saluran air.1 Qd= Disain debit air (m3/s) g=9.8 B:Lebar Headrace (m) jika ho1<ho2.1/(SLs)0.5-1} SLs : kemiringan pada ujung akhir head race ho2={(α×Qd2)/(g×B2)}1/3 α=1. dll.0 Conduit section `5 ‚ƒ‚ 1 2.4 Konfigurasi dasar dari bak pengendap [Referensi] Pada bagian membujur.3 Bak pengendap Bak pengendap tidak hanya mempunyai struktur yang hanya mampu untuk menempatkan dan memindahkan sedimen yang ukurannya lebih besar dari ukuran minimum yang dapat merusak turbin.5 H* : lihat ke {Ref.0 hsp+15cm Widening section Intake Settling section Bsp Stoplog 10 hi hs h0 ic=1/20 1 `/30 Sediment Pit ‚k ‚ƒ bi ‚k ‚— ‚k ‚k ‚“ Flushing gate Gambar 6. kedalaman aliran sama: ho1=H*×0. Konfigurasi dasar dari bak pengendap diilustrasikan di bawah ini.

(1) Bagian penyalur Bagian penyalur menghubungkan intake dengan bak pengendap.6 m/s pada kasus dimana lebar bak pengendap dibatasi. l : Panjang minimum bak pengendap (m) hs : Kedalam air bak pengendap (m) ( -lihat Gambar 5. (2) Bagian melebar: Ini mengatur aliran air dari saluran penyalur ke pencegah terjadinya kolam pusaran dan aliran turbulen dan mengurangi kecepatan aliran masuk ke bak pengendap untuk menentukan kecepatan sebelumnya. (3) Bagian pengendap: Fungsi dari bagian ini adalah untuk menempatkan sedimen diatas ukuran dan panjang tertentu (1) yang kemudian dihitung dengan menggunakan formula yang didasarkan pada hubungan antara kecepatan pengendapan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Setiap bagian dari bak pengendap mempunyai fungsi sebagai berikut. Ini diperlukan bahwa bagian penyalur harus membatasi panjangnya.3 m/s tetapi ditoleransi sampai 0. V : Rata – rata kecepatan aliran di bak pengendap (m/s) Pada umumnya sekitar 0. l≥ dimana. kecepatan aliran dalam bak pengendap dan kedalaman air.3.1 m/s untuk target ukuran butiran sekitar 0.1) U : kecepatan marginal pengendapan untuk endapan yang akan diendapkan (m/s) Umumnya sekitar 0. V ×hs U Ls = 2×l 6-12 . V = Qd/(B×hs) Qd : desain debit (m3/s) B : lebar bak pengendap (m) (4) Tempat endapan: Area ini merupakan tempat penimbunan sedimen (5) Spillway Spillway mengalirkan aliran masuk bagian bawah dimana mengalir dari intake.5 – 1 mm. Panjang dari bak pengendap (Ls) biasanya ditentukan berdasarkan sebuah margin untuk menghitung dua kali panjang dengan menggunakan formulanya. Ukuran dari spillway akan diputuskan dengan persamaan berikut.

3. lihat Gambar 6. 6-13 . saluran pembawa untuk sebuah pembangkit listrik tenaga air secara mendasar mengadopsi struktur terbuka.5 6. Qf : volume aliran masuk dari lubang di bagian bawah (m3/s) C : Koefisien =1.5 → hsp={Qf /(C×Bcp)}1/1.4 Saluran Pembawa 6.4. Sejumlah contoh dan struktur dasar mereka diberikan masing-masing dalam Tabel 5.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Dimana.1) Bsp: lebar spillway (m.1) Q1 = C×Bsp×hsp1.1 dan Tabel 5. dll. seperti sebuah saluran terbuka atau sebuah saluran tertutup.3.4.1 Tipe dan Struktur Dasar Saluran Karena secara umum jumlah air yang terangkut kecil.80 hsp: kedalaman air pada spillway (m. lihat Gambar 6.4.2.

dll) Pipa tertutup / saluran tertutup < Keuntungan > • Pada umumnya volume pekerjaan tanahnya besar. jalur beton) • Pagar Saluran ( terbuat dari kayu. beton atau tembaga) • Jalur saluran berbentuk lembaran • Saluran berbentuk setengah tabung (seperti pipa –pipa yang berbelok -belok. • Rendahnya rata . < Permasalahan > • Sulitnya merawat dan meninjau saluran. dll. 6-14 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 6.rata sedimen dan daun – daunan yang jatuh di saluran. PVC or FRPM) • Box culvert • Pagar saluran dengan tutupnya.3 Tipe-tipe Saluran Pembawa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Skala Kecil Tipe Saluran terbuka Gambar Keuntungan dan Permasalahan < Keuntungan > • Relatif murah • Mudah mengkonstruksinya < Permasalahan > • Kemungkinan aliran sedimen dari lereng diatasnya • Tingginya tingkat jatuh daun – daunan. Kekhasan strukturnya • Saluran tanah sederhana • Jalur saluran (jalur pasangan batu basah atau kering. termasuk pembersihan dan perbaikkannya. • Tabung yang dipendam (Hume.

015 Non Plastered : n=0.025 Saluran pasangan batu basah Plastered : n=0. < Keuntungan > • Konstruksinya relatif mudah • Dapat dibangun dengan menggunakan bahan .015 6-15 .bahan lokal • Ketahanan tinggi terhadap gerusan • Relatif mudah diperbaiki < Permasalahan > Tidak dapat diterapkan pada tanah yang tinggi tingkat permeabelnya (permeable = mudah ditembus air) < Keuntungan > • Dapat dibangun dengan menggunakan bahan .020 Saluran beton n=0.bahan lokal • Ketahanan yang tinggi terhadap gerusan • Dapat diterapkan pada tanah yang tinggi tingkat permeabelnya (permeable = mudah ditembus air) < Permasalahan > • Lebih mahal daripada saluran tanah sederhana atau saluran pasangan batu kering (saluran lajur batu/batu keras). • Relatif banyak memerlukan tenaga kerja < Keuntungan > • Tingkat kebebasan yang cukup tinggi untuk desain potongan melintang.030 Saluran lajur (batu dan batu keras) n=0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 6. < Permasalahan > • Konstruksi sulit jika diameter dalamnya kecil • Masa konstruksinya relatif lama n=0.4 Struktur Dasar Saluran untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Skala Kecil Tipe Saluran tanah sederhanan Garis Besar Diagram Keuntungan dan Permasalahan < Keuntungan > • Mudah dikonstruksi • Murah • Mudah diperbaiki < Permasalahan > • Mudah mengalami kerusakan pada dindingnya • Tidak dapat diterapkan pada tanah yang tinggi tingkat permeabelnya (permeable = mudah ditembus air) • Sulit untuk membersihkan timbunan sedimennya.

< Permasalahan> • Penggunaan yang terbatas jika menggunakan fondasi tanah (earth) • Kurang cocok untuk cross .. n=0. jika produk siap pakainya digunakan • Kaya dengan berbagai jenis variasi produk siap pakai. • Susunannya fleksible jika terjadi deformasi tanah kecil.015 Saluran pipa hume n=0. jika dibuat langsung di daerah yang bersangkutan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Saluran berpagar kayu < Keuntungan> • Lebih murah bila dibandingkan dengan saluran dari beton. • Mudah rusak < Keuntungan > • Konstruksi yang mudah bila dibandingkan dengan pipa hume pada lereng curam dengan kemiringan potongan melintang • Periode konstruksi yang relatif singkat dapat diterapkan pada potongan melintang yang kecil. < Keuntungan > • Mudah dikonstruksi di daerah tidak terlalu curam • Periode konstruksinya relatif singkat • Ketahanan yang tinggi • Dapat diterapkan pada potongan melintang yang kecil • Memungkinkan untuk konstruksi yang tinggi dengan bentangan yang pendek < Permasalahan > • Biaya transportasi yang cukup tinggi dan beban yang berat.section yang cukup besar. < Permasalahan> • Beban yang berat • Biaya transportasi yang cukup tinggi. • Periode konstruksi yang cukup lama. jika menggunakan produk siap pakai.015 6-16 . • Sulit untuk memastikan kerapatan air (water-tightness)yang sempurna.015 Saluran Box Culvert n=0.

2 Menentukan Potongan Melintang dan Kemiringan (slope) Longitudinal Ukuran potongan melintang dan kemiringan harus ditentukan supaya debit yang dibutuhkan turbin dapat diarahkan secara ekonomis ke bak penenang.5 =1.6 + 2 × 0.4.94 m3/s 6-17 .60 = 0.30 m2 P= B + 2 × h = 0.500. karena kemampuan yang rendah pada saat survei saluran dan pembangunan oleh kontraktor lokal. pada kasus potongan melintang empat persegipanjang.5 = 0. kemiringannya menjadi 1/50 – 1/500. Bagaimanapun pada kasus perencanaan mikro-hidro. Selain itu kemiringan yang curam. pada kasus perencanaan pembangkit listrik tenaga air skala kecil.188 m Qd= A ×R 2/3×SL1/2 / n = 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6.005. Pada umumnya.2) Secara singkat.005 1/2 / 0.4.01) n : koefisien kekasaran (lihat Tabel 6. koefisien kekasaran (n)=0.60 m R= A/P = 0.015. Kemiringan saluran pembawa harus dibuat sehalus mungkin untuk mengurangi kehilangan ketinggian (perbedaan antara level air pada intake dan bak penenang) tetapi hal ini akan menyebabkan kecepatan yang lebih rendah dan potongan melintang yang lebih besar. kedalaman air (h)=0.30 ×1.60 2/3×0. Permukaan air : P SL : Slope mendatar saluran pembawa (contoh SL= 1/100=0. A= B×h = 0.6m. kemiringan longitudinal (SL)=1/200=0.015 = 1. dengan lebar (B)=0. kemiringan salurannya ditentukan 1/500 – 1/1.30/1. (1) Metode perhitungan Qd= A × R 2/3 × SL 1/2 /n Qd : disain debit untuk saluran pembawa (m3/s) A : luas dari potongan melintang (m2) R : R=A/P (m) P : panjang sisi-sisi basah (m) mengacu pada gambar berikut. akan menyebabkan kecepatan aliran yang tinggi dan bagian yang lebih kecil tetapi juga kehilangan ketinggian yang besar. Bagian penampang melintang dari saluran pembawa ditentukan berdasarkan metode dibawah ini. Pada umumnya ukuran potongan melintang berhubungan erat dengan kemiringan.6 × 0.5m.

5 = 0.8m m=0.5 = 0.3).3 HB = H* × 0.C.8m B=0.1 / (0.3 m di Referensi 6-1 gambar-4.C = H* × 0.3). 1/200 yang merupakan bagian paling halus dari saluran pembawa.21+0.55m (0.3×0.5 Potongan melintang empat persegipanjang Potongan melintang trapesium H* harus dihitung untuk setiap slope yang berbeda.75m (0.5 HA.01) 0.5 = 0.0 B=0.02) 0. disain debit (Q)=0. 1.2 ~ 0. Kedalaman air (H*) mendekati 0.1 / (SLB)0.6 and 0.1 / (SLD)0.3×0.D)=1/100. Secara singkat.3+0. koefisien kekasaran (n)=0.1 / (SL)0.2 ~ 0. Ketinggian dari bagian melintang dari Slope D adalah 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (2) Metode sederhana Untuk menyederhanakan metode diatas.3).1 / (0. 1/100.5m3/det.21 HD = H* × 0.42+0.8m.6 and 0. 1/50. lebar (B)=0.5 = 0.015.C)0. maka metode berikut ini digunakan untuk menentukan potongan melintang yang kemudian dijelaskan di [Referensi 6-1 Metode sederhana untuk menentukan potongan melintang] Referensi ini digunakan untuk menentukan potongan melintang pada dua bentuk berikut ini.1 / (0. Ketinggian bagian melintang dari Slope B adalah 0. Slope A Slope B Slope C Slope D SLA = 1/100 SLB = 1/50 SLC = 1/100 SLD = 1/200 6-18 .3×0.5 = 0. Oleh karena itu kedalaman air yang sebenarnya (H) adalah H = H* × 0.1 / (SLA.5 = 0. kemiringan longitudinal (SLA.B.C adalah 0.42 Dan ketinggian dari bagian melintang dari Slope A. pada kasus potongan melintang trapesium.60m (0.005) 0.2 ~ 0.

1 / (Sle) H*: Mengacu pada Ref 6-1 2 2 1/3 α = 1. Spillway Headrace b As 1. dsc: diputuskan tergantung pada kondisi lapangan 0.5.0 2.273 x (Qd / V opt ) Vopt: mengacu pada Ref 6-2 Vsc = As x dsc = B x L x dsc ≥ 10 sec x Qd B.5 Gambar Kapasitas Bak Penenang 6-19 .5 hc 1.8 hc = {(α x Q d ) / (g x B )} 0.0xd d 1.0 h0 = H* x 0. kayu yang mengapung.5. Pemindahan sampah terakhir (tanah dan pasir.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6. ¾ ¾ Mengontrol perbedaan debit dalam penstock dan sebuah saluran pembawa karena fluktuasi beban.1 Kapasitas bak penenang (1) Fungsi bak penenang Fungsi bak penenang secara umum ada dua jenis. dll.0 B-b Bspw dsc SLe L 30 ~50cm Screen Ht 0.0 20.0 30~50cm h0 h>1.1 g = 9.5 Bak Penenang 6.5 S=1~ 2 x d Gambar 6.) dalam air yang mengalir (2) Definisi kapasitas bak penenang Kapasitas bak penenang didefinisikan sebagai kedalaman air dari hc ke h0 dari panjang bak penenang L seperti terlihat dalam Gambar 6.5 d = 1.

Pada kasus hanya beban yang dikontrol Pada kasus pengontrolan fluktuasi beban permintaan yang dipertimbangkan. Tenaga listrik Power demand Generated power Waktu Gambar 6. Suatu format frame dari pengontrolan beban dengan menggunakan suatu pengarah dummy load ditunjukkan dalam gambar 6.8 (3) Menentukan kapasitas sebuah bak penenang Kapasitas bak penenang harus dipertimbangkan dari metode kontrol beban dan metode debit seperti disebutkan dibawah ini: a.5-1} SLe : slope dari akhir saluran dari saluran pembawa kedalaman kritikal: hc = {(α×Qd2) / (g×B2)}1/3 α: 1.1 g : 9. kedalaman aliran yang sama: ho = H*×0.1 / (SLe)0.5 H* : merefer pada {Ref. pada umumnya pengarah dummy load diterapkan. Kapasitas bak penenang harus diamankan hanya untuk menyerap getaran dari saluran pembawa dengan maksimum debit sekitar 10 kali sampai 20 kali dari maksimum debit (Qd). perbedaan energi listrik yang dihasilkan melalui pembangkitan di rumah turbin dan beban aktual untuk menyerap panas. Pengarah dummy load adalah gabungan dari pemanas – pendingin air atau pemanas – pendingin udara.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Kapasitas bak penenang Vsc = As×dsc = B×L×dsc dimana.6. As: area bak penenang B : lebar bak penenang L : panjang bak penenang dsc: kedalaman air dari kedalaman aliran yang sama dari sebuah saluran ketika menggunakan debit maksimum (h0) menuju kedalaman kritis dari ujung tanggul untuk menjebak pasir dalam sebuah bak penenang (hc) [Referensi] Pada bagian membujur. Kontrol debit tidak ditampilkan.6 Diagram aturan dari konsumsi beban Debit air 6-20 Dummy load consumption .

5. pada kasus saluran dimana diameter didalam pipa pesat dan inklinasi pipa pesat besar seperti yang diilustrasikan dibawah ini.2 Hal-hal penting untuk disain bak penenang Detail disain untuk bak penenang pembangkit listrik tenaga air skala kecil pada dasarnya sama seperti pembangkit listrik tenaga air skala medium. Sedangkan seluruh kedalaman air diputuskan dengan menggunakan ilustrasi referensi di bawah ini dimana diameter di dalam penstock bertambah 1. Bagaimanapun. Sudut vertikal penstock Berputar ketika Qmax h = d2 . Dalam kasus beban dan debit yang sudah dikontrol Dalam kasus pengontrolan beban dan debit. digunakan untuk kontrol beban suatu pengarah mekanik atau pengarah elektrik. Pengarah ini mempunyai fungsi untuk mengontrol operasi baling–baling menuju ke optimal debit ketika beban listriknya berubah.0 m atau kurang). dimana. 6. Di sisi lain pengarah elektrik merespon perubahan beban dengan baik oleh karena itu kapasitas bak penenang di desain berada di sekitar 30 kali sampai 60 kali dari Qd dalam banyak kasus. penstock seharusnya cukup untuk mengamankan seluruh kedalaman air dimana sama atau lebih besar dari diameter di dalam pipa pesat. kapasitas bak penenang dalam kasus ini harus diamankan pada selang 120 kali sampai 180 kali dari Qd.0 m. Pada umumnya pengarah mekanik tidak sensitif merespon perubahan beban. 6-21 . dan hal–hal penting yang perlu didiskusikan adalah : (1) Meliputi kedalaman air dan ketinggian pemasangan dari inlet penstock Pada pembangkit listrik tenaga air skala kecil diameter pipa pesat pada umumnya kecil (biasanya 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro b. terjadinya aliran turbulensi sudah dijelaskan sebelumnya.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

h : kedalaman air dari pusat inlet ke level air paling rendah dari bak penenang = seluruh kedalaman air (m) d : diameter dalam dari penstock (m) ¾ Seluruh kedalaman air Seluruh kedalaman air pada inlet penstock harus diatas nilai berikut untuk mencegah terjadinya aliran turbulen. d ≤ 1.0 m → h ≥ 1.0 d d > 1.0 m → h ≥ d2 dimana h : kedalaman air dari pusat inlet ke level air terendah dari bak penenang = seluruh kedalaman air (m) d : diameter dalam dari penstock (m)

NWL LWL h 30 50cm d 1 2d

¾

Ketinggian pemasangan penstock Terdapat banyak laporan kasus dengan pengoperasian yang tidak baik yang mengakibatkan aliran sedimen ke dalam pipa pesat, sehingga dapat merusak turbin dan peralatan yang lain. Oleh karena itu, dasar pemasukan dari pipa pesat ditempatkan lebih tinggi dari dasar bak penenang (antara 30 – 50 cm).

(2) Ruang saringan yang sesuai untuk jenis turbin, dll. Ruang saringan (ukuran efektif mesh saringan) secara kasar ditentukan berdasarkan diameter katupnya tetapi tetap harus mempertimbangkan tipe dan dimensi dari turbin dan kuantitas sebagaimana kualitas dari kotoran/sampah yang mungkin melewatinya. Nilai referensi ukuran efektif jarak saringan dijelaskan di bawah ini.

6-22

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Ukuran efektif mesh saringan (mm)

50

20

200

400

600

800

1000

Diameter katup (mm)

Ukuran Efektif Mesh Saringan (referensi) (3) Instalasi pipa lubang angin sebagai pelengkap pintu bak penenang Jika instalasi pintu bak penenang dilakukan untuk pusat tenaga listrik, maka diperlukan instalasi pipa lubang angin di belakang pintu bak penenang untuk mencegah rusaknya saluran penstock. Dalam kasus ini, formula empiris dibawah ini digunakan untuk menentukan dimensi pipa lubang angin. d = 0.0068 ( P2 . L H
2

) 0.273

dimana, d : diameter dalam dari pipa lubang angin (m) P : nilai output dari turbin (kW) L : panjang total pipa lubang angin (m) H : head (m)
Sumber: Sarkaria, G.S., “Quick Design of Air Vents for Power Intakes”, Proc. A.S.C.E., Vol. 85, No. PO.6, Dec., 1959

(4) Spillway pada bak penenang Secara umum, spillway akan dipasang pada bak penenang supaya kelebihan kuantitas air dialirkan ke sungai dengan aman ketika turbin dihentikan. Ukuran dari spillway ditentukan dengan persamaan berikut. Qd = C × Bspw × hspw1.5 → hspw={Qd / (C×Bspw)}1/1.5

Qd : disain debit (m3/s) C : koefisien, biasanya C=1.8 Bspw : lebar spillway (m , merefer ke Gambar 5.1.1) hspw : kedalaman spillway (m) 6-23

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

6.6 Penstock 6.6.1 Bahan Penstock Saat ini, bahan utama pipa pesat adalah pipa–pipa baja, pipa–pipa ductile dan pipa FRPM (fibre reinforced plastic multi-unit). Sedangkan pembangkit tenaga air skala kecil menggunakan pipa – pipa hard vinyl chloride, pipa–pipa howell atau pipa-pipa spiral welded dapat dipertimbangkan karena diameternya kecil dan tekanan internalnya relatif rendah. Karakteristik pipa–pipa ini diperlihatkan pada tabel 6.6.1 (Bahan pipa penstock untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil). 6.6.2 Perhitungan ketebalan pipa baja Ketebalan minimum dari pipa baja penstock ditentukan dengan rumus berikut. P×d dan t0 = ≥ 0.4cm or t0 ≥ (d+80) / 40 cm + δt (cm) 2×θa×η dimana, t0: ketebalan minimum pipa P: disain tekanan air yaitu tekanan hidrostatis + water hammer (kgf/cm2) , dalam skema mikrohidro P = 1.1 × tekanan hidrostatis. Secara singkat, jika head (Hp, merefer ke gambar berikut) dimana dari bak penenang ke turbin adalah 25m, P = 2.5 × 1.1 = 2.75 kgf/cm2. d: diameter dalam (cm) θa: stress yang dapat diterima (kgf/cm2) SS400: 1300kgf/cm2 η: efsiensi pengelasan (0.85 ~ 0.9) δt : margin (pada umumnya 0.15 cm) t0 = 6.6.3 Menentukan Diameter Penstock Pada umumnya diameter pipa pesat ditentukan berdasarkan pembandingan dengan biaya pipa pesat dan biaya kehilangan head pipa pesat. Metode sederhana untuk menentukan diameter penstock dapat dilihat pada [Referensi 6-2 Metode Sederhana untuk menentukan Diameter Penstock]. Diameter penstock dapat ditentukan berdasarkan “Sudut rata–rata Penstock (Lihat gambar berikut)” dan “Desain Debit (Q)”.
Head Tank Lp Hp

Ap = Hp

Lp

Power House

6-24

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Secara singkat, pada kasus disain debit (Qd)=0.50m3/s, panjang penstock (Lp)=60m, ketinggian dari bak penenang ke power house (Hp)=15m, sudut rata-rata (Ap)=15/60=0.25, velositas optimum (Vopt) ditentukan sekitar 2.32 dalam Referensi 6-2. Oleh karena itu diameter pipa penstock (d) adalah d = 1.273 × (Qd / Vopt)0.5 =1.273 × (0.5 / 2.32)0.5 = 0.59 m

6-25

5 133 mendekati 40 15 0.011 0.012) 0.010 – 0.0 Class A: 22.009 – 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 6.000 ∅3.010 – 0.0 – 3.010 – 0.600 ∅2. saluran.012) - 6-26 .015 (umumnya mendekati 0.000 mendekati ∅3. irigasi dan pipa industri • Secara umum digunakan dengan ditanam meskipun penggunaan di tempat terbuka memungkinkan • Tahanan tinggi terhadap tekanan eksternal maupun internal Pipa Spiral Welded • Sejumlah contoh penggunaan untuk jaringan pemipaan • Pada dasarnya digunakan untuk ditanam karena untuk menyembunyikan jalur spiral pengelasan • Dapat digunakan sebagai lapisan pipa besi • Bahan yang populer untuk pemipaan seperti sering dipakai untuk suplai air dan jaringan saluran • Efektif untuk sebuah jaringan pipa dengan debit kecil • Mempunyai banyak jenis pipa-pipa siap pakai • Sering dikubur dalam tanah karena resistensi yang lemah dan koefisien linear expansi yang besar Pipa tebal: ∅300 Pipa tipis: ∅800 Pipa tebal: 10 Pipa tipis: 6 Diameter Maksimum Pipa (mm) Tekanan di dalam yang diijinkan (kgf/cm2) Hydraulic Property (n) ∅2.000 ∅2.010 0.011) 0.500 2.011 – 0.014 (umumnya mendekati 0.5 Bahan-bahan pipa penstock untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil Pipa Resin Pipa Hard Chlorid Karakterisrik Pipa Besi Pipa FRP • Pipa plastik yang diperkuat dengan fibergalss • Digunakan untuk pipa yang terbuka dan dapat dibuat lebih ringan dari pipa FRPM dengan dinding yang lebih tipis dengan syarat tidak ada beban eksternal kecuali salju Vinyl Pipa Howell • Pada dasarnya resisten terhadap tekanan eksternal tetapi pipa siap pakai yang tahan tekanan internal ada • Relatif mudah dalam pembuatannya karena mudah dilas • Pada dasarnya digunakan dengan ditanam dalam tanah Pipa Baja • Populer menjadi pilihan untuk pipa penstock dalam pembangkit listrik tenaga air • Bahan yang baik untuk disain teknik yang ada Pipa Ductile Iron • Sering dipakai untuk suplai air.012 (umumnya mendekati 0.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pipa Resin Pipa Hard Chlorid Kemampuan kerja Pipa Besi Pipa FRP • Kemampuan kerja baik karena beratnya ringan dan tidak perlu pengelasan di lokasi seperti membentuk cincin karet yang digunakan untuk menyambung pipa • Pipa baja digunakan untuk bagian khusus karena persediaan yang terbatas dari pipa FRP khusus Vinyl Pipa Howell • Kemampuan kerja bagus karena beratnya ringan Pipa Baja • Kurang bagus kemampuan kerjanya dibandingkan dengan pipa-pipa FRP Pipa Ductile Iron • Kurang bagus kemampuan kerjanya dibandingkan dengan pipa-pipa FRP Pipa Spiral Welded • Kurang bagus kemampuan kerjanya dibandingkan dengan pipa-pipa FRP • Disain dan pengoperasiannya mudah bebannya ringan dan terdapat bebagai macam variasi pipa Kerapatan terhadap kebocoran • Kerapatan bagus memungkinkan sebagai pengikat sambungan • Tidak ada masalah kebocoran pada sambungan • Tidak ada masalah dengan kebocoran selama cara penyambungannya mantap • Tidak ada masalah dengan kebocoran selama cara penyambungannya mantap • bagus • Tidak ada masalah 6-27 .

perawatan dan pekerjaan pemasangan. Kemudian pada kasus turbin impulse. tipe dibawah tanah’.6-3).1 menunjukkan pondasi untuk turbin Crossflow dimana sering digunakan dalam skema mikrohidro seperti sebuah turbin impulse. Berbagai tipe pondasi rumah pembangkit dapat dipertimbangkan tergantung pada tipe turbin.1 X Qd2 hc = ( 9.8 X b2 dimana. Kedalaman air (hc) di afterbay dapat dihitung dengan persamaan berikut. air yang dilepaskan oleh runner. head antara pusat turbin dan level air pada outlet menjadi kerugian head (HL3:merefer ke Ref. 6.7. secara langsung dikeluarkan ke dalam udara di tailrace. 1.7 Pondasi Rumah Pembangkit Rumah pembangkit dapat diklasifikasikan ke dalam ‘tipe diatas tanah’. turbin Propeller). hc : kedalaman air di afterbay (m) Qd: disain debit (m3/s) b : lebar saluran tailrace (m) Level air di afterbay harus ditentukan lebih tinggi daripada estimasi level air banjir. Permukaan air dibawah turbin akan bergelombang. turbin Turgo dan turbin Crossflow) dan ‘untuk Turbin Reaction’ (turbin Francis.1 Pondasi untuk Turbin Impulse Gambar 6. Bagaimanapun tipe pondasi untuk rumah pembangkit dapat diklasifikasikan ke dalam ‘untuk Turbin Impulse’ (seperti turbin Pelton. )1/3 6-28 . dan area lantai seharusnya digunakan secara efektif.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 6.7. Oleh karena itu jarak bebas antara dasar rumah pembangkit dengan permukaan air di afterbay harus dijaga paling tidak 3050 cm. ‘tipe semidibawah tanah’ dan . Pada kasus turbin impulse. Sebagian besar pembangkit listrik tenaga air skala kecil adalah ‘tipe diatas tanah’ Dimensi untuk lantai rumah pembangkit seperti peralatan dasar dan pendukung seharusnya ditentukan dengan memperhitungkan kenyamanan selama operasi.

Pintu Tailrace b.2 Pondasi untuk Turbin Reaksi Gambar 6.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro A hc = { 1.7 Pondasi Rumah pembangkit untuk Turbin Impulse (Turbin Crossflow) 6. Pompa di rumah pembangkit 6-29 . head antara turbin dan level air dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga. Air dikeluarkan ke dalam afterbay melalui turbin.1 x Qd2 9.7. Pada kasus turbin reaction. Sehingga adalah memungkinkan bahwa turbin dipasang dibawah level air banjir pada kondisi untuk melengkapi peralatan berikut.8(a) menunjukkan pondasi untuk turbin Francis yang merupakan jenis turbin reaction.8(b)) a.(lihat Gambar 6.8 x b 2 }1/3 30~50 cm hc Flood Water Level(Maximum) 30~50 cm Afterbay Section A-A bo Tailrace cannel Outlet HL3 (Ref 6-3) A bo: tergantung Qd dan He 20cm b 20cm Gambar 6.

8 x b2 } 1/3 Flood Water Level(Maximum) HL3 (Ref.8(b) Cara Pemasangan ke Bagian Lebih Rendah Seperti Contoh 6-30 .6-3) Section A-A 1.1 x Qd 2 20cm Hs 30 50cm 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro A d3 Hs : tergantung pada karakterisrik turbin 1.5×d3 Gambar 6.5×d3 hc={ 9.8(a) Pondasi Rumah Pembangkit untuk Turbin Reaction (turbin Francis) Pump Flood Water Level (Maxmum) Gate HL3 Gambar 6.15× d3 2×d3 A 1.

5 0.4 0.30 0.35 0.015 0.05 0.6m) 6-31 . 6-1 Metode sederhana untuk Menentukan Bagian Melintang 0.3m H 0.6 0.40 n=0.50 0.1/(SLmin)0.55 0.020 n=0.1 0.3 0.7 0.00 0 0.45 Water Depth Dammy H* (m) 0.5 0.9 1 Turbine Discharge Q (m3/s) Gambar 1 Menentukan Potongan Melintang Saluran Bentuk Empat Persegipanjang (B=0.60 0.2` 0.10 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Referensi Ref.6m n=0.25 0.8 0.030 H=H*~ 0.025 n=0.20 0.2 0.15 0.

3m 0.8m) 6-32 .70 0.55 Water Depth Dammy H* (m) n=0.6 0.15 H H=H*~ 0.3 0.7 0.2` 0.015 n=0.10 0.45 0.25 0.8 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 0.75 0.030 0.020 n=0.2 0.40 0.00 0 0.5 0.025 n=0.1/(SLmin)0.20 0.8m Gambar 2 Menentukan Potongan Melintang Saluran Bentuk Empat Persegipanjang (B=0.1 0.5 0.9 1 Turbine Discharge Q (m3/s) 0.35 0.4 0.65 0.50 0.30 0.80 0.60 0.05 0.

8 0.020 n=0.1/(SLmin) 0.5 0.35 0.025 n=0.55 0.6 0.15 0.7 0.6m) 6-33 .3m 0 1:0.2 H 0.4 0.015 0.030 0 ~.25 H=H* 0.00 0 0.45 Water Depth Dammy H* (m) 0.40 n=0.05 0.50 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 0.20 0.5 `.5 0.9 1 Turbine Discharge Q (m3/s) Gambar 3 Menentukan Potongan Melintang Saluran Bentuk Trapesium (B=0.2 0.10 0.3 0.60 0.30 0.6m n=0.1 0.

2 0.2-0.05 0.15 0.25 0.5 0.8m 0.00 0 0.3 0.5 0.1/(SLmin) 1:0.8 m) 6-34 .7 0.025 n=0.3 0 ~.2 `.5 H 0.45 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 0.6 0.9 1 Turbine Discharge Q (m3/s) Gambar 3 Menentukan Potongan Melintang Saluran Bentuk Trapesium (B=0.020 n=0.030 0.55 0.60 0.30 0.40 Water Depth Dammy H* (m) n=0.4 0.3m 0 0.015 n=0.10 0.20 H=H* 0.35 0.1 0.50 0.8 0.

70 2.15 0.20 0.30 0.20 1.25 0.50 O p tim u m v e lo c ity V o p t (m /s) D=1.70 1.35 0.05 0.40 2. 6-3 Perhitungan Head Loss Kehilangan Head pada sistem tenaga air ditunjukkan oleh gambar berikut.273×(Q^ Vopt)0.10 1.10 3.40 Average angle of penstock Ap Menentukan Diameter Pipa Penstock Ref. HL1 dapat 6-35 .90 1.00 0. 6-2 Metode Sederhana menentukan Diameter Penstock 3.60 0.80 2.00 0.5 D:@ diameter of pipe(m) Q: design discharge(m3/s) Vopt: optimum velocity(m/s) 0.30 2.70 0.90 2.90 0.30 1.10 2.20 2.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref.80 0.50 1.60 2.00 1.50 2.60 1.10 0.00 2.40 1.20 3.80 1.

011) Q : Disain debit (m3/s) Ap : Area potongan melintang pipa penstock. (m2) Ap = 3.8 Dp : Diameter pipa penstock (m) n : Koefisien kekasaran (pipa besi: n=0. Hf = f × p× p2 2×g× p Hf : Friction loss di penstock (m) f : koefisien pada diameter pipa penstock (Dp).0 (2) Inlet Loss he = fe × Vp (2×g) 6-36 . f= 124. pipa plastik: n=0. Intake Settling Basin Headrace Forebay Penstock HL2 HL1 He H Hg Powerhouse Tailrace HL3 He = Hg – (HL1 + HL2 + HL3 ) He: Head Efektif Hg: Head Kotor HL1: Kehilangan Head dari intake ke bak penenang HL2: Kehilangan di penstock HL3: Head di instalasi dan kehilangan di tailrace Sehingga HL2 dapat dihitung dengan persamaan berikut.5×n2 Dp1/3 Lp : Panjang penstock. (1) Kehilangan akibat gesekan (Friction loss) Friction loss (Hf) adalah losses yang terbesar di penstock.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dihitung secara mudah sebagai perbedaan level air antara intake dengan bak penenang. (m) Vp : Kecepatan aliran di penstock (m/s) Vp = Q Ap g : 9.14×Dp2 4. Dengan cara sama HL3 dapat dihitung sebagai perbedaan level antara pusat turbin ke tailrace.12.

5 dalam skema mikrohidro. ho = 5 10 ×( hf + he +hv ) 6-37 . Bagaimanapun losses ini dapat diabaikan dalam skema mikrohidro. fv = 0. Biasanya perencana skema mikrohidro harus memperhitungkan margin berikut sebagai losses lain.1 ( butterfly valve) (4) Lain-lain “Bend loss (losses di belokan)” dan “kehilangan pada perubahan area potongan melintang” dipertimbangkan sebagai losses yang lain. Biasanya fe = 0. (3) Valve Loss hv = fv × Vp (2×g) hv : Valve loss (m) fv : Koefisien pada jenis valve.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro he : Inlet loss (m) fe : Koefisien pada bentuk di inlet.

2. ringkasan dari peralatan pembangkit listrik tenaga mikro hidro untuk pelistrikan pedesaan ditunjukkan setelah ini untuk kemudahan dan kecepatan referensi. Orang yang ingin belajar lebih mendetil akan melanjutkan bagian berikut dari 7. 1) Generator synchronous dengan turbin tipe Cross flow dengan dummy load dan kontrolnya (ELC) 2) Generator asynchronous (motor induksi dengan kapasitor) dengan turbin tipe Reverse pump dengan dummy load dan kontrolnya (IGC) 7-1 . Bagaimanapun. MEKANIK 7. Ringkasan dari mesin pembangkit listrik tenaga mikro hidro untuk pelistrikan pedesaan di Indonesia 1.2. hanya dua jenis mesin pembangkit listrik yang direkomendasikan untuk digunakan pada saat ini di Indonesia.1 Struktur Fundamental dari Peralatan untuk Pembangkit Listrik Peralatan dan fasilitas-fasilitas fundamental secara singkat ditunjukkan dibawah dan detail-detail dari setiap jenis peralatan dan fasilitas-fasilitas dijelaskan dalam setiap bagian setelah bagian 7.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7. Rekomendasi Berdasarkan pada kondisi-kondisi diatas dan hasil survei pada pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro untuk pelistrikan pedesaan di Indonesia. Kondisi Mendasar Kondisi-kondisi berikut dibutuhkan dan penting untuk pelistrikan pedesaan di Indonesia 1) Operasi yang stabil untuk jangka lama 2) Pengoperasian yang mudah oleh operator atau penduduk desa dengan ketrampilan terbatas 3) Mesin buatan lokal di Indonesia untuk memudahkan perawatan ke depan dan perbaikan (kecuali komponen yang kecil) 4) Biya peralatan lebih murah termasuk pemasangan 5) Garansi mesin mudah dan secara keteknikan dapat diterima dengan data test dan rekaman suplai yang dapat dipercaya 2.

97) (digabung dengan transmitter) PkVA > Pg/0.1 Peralatan Pembangkit Direkomendasikan Listrik Tenaga Mikro Hidro yang Deskripsi Keuntungan Kerugian & Generator Synchronous Generator Asynchronous dengan turbin tipe Cross dengan turbin tipe Reverse flow Pump (PAT) ¾ Sumber tenaga sangat dapat dipercaya dengan frekuensi & tegangan yang stabil untuk jaringan mandiri ¾ Mesin dapat didisain dan dibuat sesuai untuk berbagai kondisi nyata lokasi ¾ Biaya sedikit lebih mahal daripada PAT ¾ Biaya lebih rendah jika sebuah pompa dengan motor yang sesuai dengan disain lokasi ditemukan Keuntungan Kerugian ¾ Sulit untuk memilih pompa yang sesuai dengan motor di pasar ¾ Tanpa kontrol voltase ¾ Masa pakai kapasitor untuk sistem ini pendek Aspek Keteknikan Head efektif Debit air Hn Q 4 – 50 m 0.2 – 0.65) Efisiensi sebagai pompa (ηp) adalah terlalu bervariasi karena perubahan dari debit. pompa dengan motor induksi yang kesamaan headnya mendekati dan kesamaan debit harus di pilih digabung tanpa Belt coupling untuk kecepatan Langsung sesuai antara turbin dan transmitter generator ηm : Efisiensi transmitter Kontrol ELC dengan thyristor Kontrol IGC dengan transistor 1.7 m3/s ( Debit sedikit bervariasi) 5 – 60 kW Pt = 0.8 harus dipilih 7-2 .01 – 0. ηm = 0.75) Motor induksi yang sebenarnya digabung dengan pompa akan digunakan sebagai generator induksi dengan menambah kapasitor secara terpisah Nilai output generator (kVA) PkVA yang digunakan 4 – 60 kW Pg = Pt x ηg x ηm (ηg = 0.7) Output turbin pada batang turbin Pt Transmisi tenaga Dummy load tipe governor Output generator pada terminal generator Pg 4 – 20 m 0.98 x Hn x Q x ηt (ηt = 0.98 x Hn x Q x ηp (ηp = ηt = 0.5 – 5 kW Pg = Pt x ηg (ηg = 0.88.04 m3/s ( debit harus dijaga selalu konstan) 2 – 5 kW Pt = 0.8) Generator dengan nilai output lebih daripada Pg/0.8 (PF = 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7.

6 & 7 kadang-kadang dapat dikombinasikan dalam satu panel sebagai sebuah peralatan terpadu dari pembangkit listrik mikro.3 SF = 1.5 Hz Tidak terlalu stabil Pemanas udara (Pd = Pg x SF). tetapi lebih kapasitas kecil baik dipakai untuk menutup rapat turbin 1500 rpm Catatan: ηt. sambungan star. Stabil dengan AVR pada Kontrol voltase tidak dapat generator dibuat tanpa AVR 50 Hz. 7-3 .Governor turbin: 4. SF = 1. Pemanas udara (PD = Pg x SF). stabil 51 – 51. sambungan star 380/220 V. Catatan: Hal-hal diatas 3. secara mendetail ditunjukkan dalam Tabel 7.3 Butterfly valve (KadangSama dengan bagian kiri.Fasilitas transmisi tenaga: 5. Untuk mengontrol dan melindungi fasilitas diatas supaya beroperasi dengan aman. tetapi kadang tidak dipakai untuk diabaikan dalam kasus menghemat biaya. direkomendasikan untuk mengecek efisiensi dari setiap mesin dan fasilitas. Untuk memindahkan tenaga putaran dari turbin ke generator. Pada kasus detail desain. Untuk mengontrol on/off dari jalannya tenaga listrik dan menaikkan tegangan di jalur transmisi (jika diperlukan).Panel control dan pengaman: 7.Switchgear (dengan trafo): Fungsi & Tujuan Untuk mengontrol stop atau suplai air ke turbin dari penstok. Untuk merubah energi air ke tenaga putaran.2: Fasilitas & Peralatan 1.Generator: 6. ηm.Turbine air: 3. Peralatan dan fasilitas berikut dibutuhkan sebagai struktur dasar untuk pembangkit listrik. Untuk membangkitkan energi listrik dari turbin atau transmiternya.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Kecepatan putaran Voltase Frekuensi Dummy Pd Inlet valve 1500 (dengan 2-3% slip) rpm karena kecepatan motor induksi terhadap pompa 380/220 V. ηg dan SF ditetapkan hanya untuk pengecekan secara singkat. Untuk mengontrol kecepatan output turbin.Valve inlet: 2.

trafo tiang Metode Kontrol Tipe dioperasikan tangan Tipe dioperasikan motor Tipe counter weight Tipe dummy load Tipe tekanan oli Tipe dioperasikan motor Tipe dioperasikan manual Tipe tanpa dikontrol Turbin Fasilitas transmisi tenaga (Speed increaser) Generator Panel kontrol & pengaman Trafo Manual AVR APFR Control switches. single or 3phase. self cooling.2 Komposisi dari Peralatan Dasar untuk Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Peralatan Inlet valve Tipe Butterfly valve Bi-plane butterfly valve Sluice valve Needle valve Crossflow Reverse Pump H-shaft Pelton Turgo-Pelton Propeller H-shaft Francis Tubular Kopling tetap Kopling fleksibel Belt coupling Gear coupling Synchronous Induction Self-excitation Induction Wall mounted Self stand open type Self stand sealed type Oil immersed. Main switches IC panels Relays 7-4 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7.

1 (a) Penggunaan Crossflow dan PAT pada Turbin 100 50 20 NetHead ( m) 10 7 kW 6 kW 5 kW 4 kW 2 kW 4 3 kW 1 40 50 60 70 80 90 100 Di schar ge ( l /s) 110 120 130 140 Gambar 7.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.1 (b) Batas penggunaan PAT pada Batang Turbin (Indonesia saat ini) 7-5 .

Turbin Tubular . runner berputar karena adanya pukulan dari pancaran aiar yang memiliki kecepatan. dimana tekanan telah dikumpulkan dari tekanan ketinggian pada saat pemancaran dari nozzle. Berdasarkan prinsip kerjanya.Turbin Pelton .1 Tipe dan Output Turbin Air 1.2.Turbin tubular vertical 7-6 . tekanan pada setiap sisi sudu geraknya/runnernya –“bagian turbin yang berputar”. 7. turbin diklasifikasikan ke dalam dua tipe yaitu: .Turbin Turgo 2) Turbin reaksi Jenis turbin ini.Batang Vertikal (V-shaft) Mengacu pada output yang dibutuhkan.Turbin tubular S-type . Termasuk dalam turbin jenis ini adalah: . jenis-jenis turbin berikut mungkin dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air skala mikro atau kecil untuk pelistrikan pedesaan. tekanan dan energi kinetic) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros.Turbin Kaplan . (1) Turbin Horizontal Pelton (2) Turbin Horizontal Francis (3) Turbin Crossflow (4) Turbin Tubular: .Turbin Francis . turbin air dibagi menjadi dua kelompok: 1) Turbin impuls Jenis turbin ini. Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7. Termasuk dalam turbin jenis reaksi adalah: .Batang Horisontal (H-shaft) . runner berputar karena adanya tekanan dari aliran air.2 Turbin (Turbin Air) Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial.sama.Turbin Propeller Yang termasuk jenis turbin propeller : .Diagonal Mixed Flow .Untuk jenis ini.Turbin Crossflow . head efektif dan aliran air (debit air) yang ada.Turbin Straight Flow (Tipe Package) Berdasarkan pada penyusunan batang.

Tipe propeller horizontal . Pada saat ini. adalah dianjurkan untuk menggunakan “Turbin Crossflow”.Tipe propeller vertical . konsumen dapat memilih jenis turbin.2.Turbin air untuk Medium-head .3. 7.2. penjelasan dan gambar dari setiap jenis ditunjukan dalam Tabel 7. mana yang paling sesuai untuk kondisi yang nyata dari lokasi termasuk total biaya dari pekerjaan sipil dan peralatan. 7-7 .Turbin propeller vertical .2.2 Pmax = 9. karena disain kelayakan dari “Turbin Crossflow” dapat dilakukan dengan menggunakan data model tes yang ada dan biaya perbandingannya rendah.Tipe Submerged pump Sedangakn berdasarkan daerah operasinya.2 Pemilihan Jenis Turbin Pemilihan sebuah turbin air yang baik tergantung pada: ¾ Head yang tersedia ¾ Debit air yang tersedia Tabel 7.Turbin propeller horizontal (5) Turbin Turgo impulse (6) Turbin Reverse pump: .Turbin air untuk High-head .Turbin Runner rotor integrated . dimana disain dan pembuatannya di Indonesia. Kisaran penggunaan dari setiap tipe turbin ditunjukan dalam Gambar 7.8 x He x Qmax x ηt Keterangan singkat tentang kerakteristik.Turbin air untuk Low-head 2.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro . bagaimanapun. turbin air dapat diklasifikasikan menjadi: . Output dari turbin dapat dihitung dengan rumus berikut: Pmax : He : Qmax : ηt : output maksimum (kW) head efektif (m) debit maksimum (m3/s) efisiensi maksimum turbin (%) Silahkan merefer Bab 6.3 Pengelompokan Turbin Impuls dan Turbin Reaksi Runner Turbin Head High Medium Low Single Pelton Crossflow Crossflow Impuls Multi-jet Pelton Multi-jet Pelton Francis Propeller Reaksi Pump-as turbin Mengacu pada tabel dan gambar tersebut.

2 Jenis Penggunaan (Seleksi) Turbin 7-8 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.

2.8 x Q x H x η H. yang tersedia di pasar. dicocokkan dengan secara teliti ke turbin yang dibutuhkan dari kondisi lokasi (head. output. Efisiensi maksimum (%. dimana diambil dari kondisi hukum persamaan. Kecepatan spesifik dari setiap turbin adalah dikhususkan dan dikisarkan menurut konstruksi dari setiap tipe dengan berdasarkan pada percobaan dan contoh-contoh pembuktian nyata.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pompa terbalik dapat juga digunakan sebagai turbin pompa terbalik dengan membalik arah putaran. Bagaimanapun.3 Kecepatan Spesifik dan Kecepatan Putaran dari Turbin Kecepatan yang spesifik adalah perbandingan antara kecepatan putaran dari dua runner secara geometrik sama satu dengan lainnya. Kecepatan putaran turbin (rpm) P. penggunaan pompa terbalik dianjurkan dan biaya seperti mesin akan menjadi lebih murah. Debit (m3/s) η . Pada masa mendatang jenis-jenis turbin lain yang akan dipilih menjadi lebih luas karena jenis-jenis turbin lain juga dapat dibuat dengan disain kelayakan dan kemampuan pabrikasi di Indonesia dalam waktu dekat. debit. jika karakteristik dari pompa air. 7. 7-9 .). pemilihan dari standar pompa untuk turbin akan dibuat secara sangat hati-hati. Output turbin (kW) = 9. sebagaimana kondisi lokasi dari setiap pembangkit listrik yang tidak selalu sama dan kecocokan dari karakteristik pompa dengan pengajuan turbin adalah sulit. Pada kasus karakteristik sesuai dengan baik antara pompa dan turbin. Adalah dapat dimengerti bahwa kecepatan spesifik adalah sebuah nilai numerik sebagai gambaran dari klasifikasi runner dihubungkan dengan tiga faktor yaitu head efektif. Kecepatan spesifik (m-kw) N. dan kecepatan spesifik dari runner yang mirip dalam sebuah grup dengan kecepatan putaran diperoleh ketika satu runner memiliki head efektif H = 1 m dan output P = 1 kW. output turbin dan kecepatan putaran sebagai berikut: Ns = (N x P1/2)/ H5/4 N = (Ns x H5/4 )/ P1/2 Dimana. kecepatan rotasi dll. efisiensi. Ns. Head efektif (m) Q. tetapi sebuah desimal digunakan dalam perhitungan) η = 82 % untuk Turbin Pelton η = 84 % untuk Turbin Francis η = 77 % untuk Turbin Crossflow * η = 84 % untuk Turbin Tubular S-type Catatan: * 70% harus digunakan untuk setiap tipe dari turbin tipe Crossflow di Indonesia pada tahap sekarang karena efisiensi dari turbin di Indonesia sekarang tidak terlalu tinggi akibat kualitas fabrikasi.

5 Turbin Francis: Ns-max ≤ (20000/(H+20))+30 Turbin Francis Horisontal: Ns-max ≤ 3200H-2/3 Turbin Propeller: Ns-max ≤ (20000/(H+20))+50 Turbin Tubular: Ns-max ≤ (20000/(H+16)) Catatan: H: Efektif Head Kisaran dari kecepatan spesifik turbin juga terlihat dalam Gambar 7.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Batasan dari kecepatan spesifik turbin (Ns-max) dapat diperiksa dengan rumus berikut.243 Turbin Crossflow: Ns-max ≤ 650H-0. Turbin Pelton: Ns-max ≤ 85.3 Kisaran dari Kecepatan Spesifik dengan Tipe Turbin 7-10 .3 Specific speed (m-kW) 800 0 200 Pelton turbine 400 600 1000 1 2 ≤ Ns ≤ 25 Francis turbine Cross flow turbine 60 ≤ Ns ≤ 300 40 ≤ Ns ≤ 200 250 ≤ Ns ≤ 1000 Propeller turbine Gambar 7.49H-0.

01m3/s) juga dibuat Head: 3 – 18 m Debit: 1.5 – 4 m3/s Secara comparatif bagus krn konstruksi sederhana tanpa mekanisme yang rumi 7-11 . Konstruksi sederhana tanpa mekanisme kontrol debit Variasi debit dpt diatur dengan hanya sejumlah unit krn ada guide vane atau runner vane Variasi Head Efisiensi terjaga baik melawan drop dari head efektif (karakteristik bagus) ditto Perawatan Konstruksi sangat sederhana.5 – 30 m Debit 0.6-12m3/s Beban Parsial Efisiensi maks tinggi tapi jika drop menjadi lebih besar pada outputrendah Runner vane dapat bergerak: 10-100% Runner vane tetap : 80100% Efisiensi maks.4 Jenis dan Karakteristik untuk setiap Tipe Turbin Air Jenis Francis batang horisontal Penampakan umum Garis Besar Aliran air kedalam pusat runner dan melingkar dab memutar runner dengan tekanan air dan keluaran air ke tailrace melalui draft tube Aliran air kedalam runner pada arah yang sama dari batang dan putaran runner oleh tekanan air dan keluaran air ke tailrace melalui Draft tube bentuk S Digunakan untuk membalik sebuah pompa standar Kapasitas 200-sekitar 5000kW tetapi turbin mikro (1kW) mungkin dirancang dan dibuat 50 .8 – sekitar 30kW Head: 3-20 m Debit: 0.5-20m Debit: 0. Tdak tinggi.sekitar 5000kW Head & Debit Head: 15-300 m Debit: 0. Perawatan mudah Harga Biaya menengah .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7. Masa pakai bearing dan seal batang pendek. Efisiensi drop menjadikan output rendah makin besar Tanpa guide vane. debit hrs dijaga Efisiensi maks rendah (lebih dari kecil 80%) Debit dijaga konstan krn tanpa guide vane Efisiensi maks.8 – 30 m Debit: 0. Masa pakai bearing dan seal batang pendek.5-5m3/s Digunakan untuk membalik sebuah pompa standar 50 – sekitar 5000kw Head: 1. Rendah (lebih kecil dari 80%) Efisiensi drop krn tanpa casing.4-20m3/s tapi mikro turbin (head 4m.5 – 5 m3/s ditto Untuk menghilangkan casing dari turbin Francis atau propeller 0.5 – 40 m3/s Cocok untuk head rendah dan debit besar Head: 2. Konstruksi sederhana tapi biaya sipil seperti draft tube menjadi lebih tinggi Biaya tinggi Tubular S-tipe (Propeller batang horisontal) Tipe pompa submerged (Propeller batang vertikal) TURBIN REAKSI Pompa reversible (Batang horisontal) Pompa reversible Batang vertikal) Tipe batang vertikal aliran terbuka Perwatan tidak mudah karena mekanisme rumit dari operasi runner vane Perawatan mudah karena fasilitas penyokong lebih sedikit ( karakteristik lebih buruk) Cavitasi besar danperbaikan runner vane dibutuhkan. debit: 0.5-30m Debit: 0.5 – 5 m3/s Sama seperti asli seperti turbin francis atau propeller Tipe runner rotor integrated Untuk mengalirkan air ke dalam tipe propeller turbin dipasang di dalam rotor generator 0. Cavitasi besar danperbaikan runner vane dibutuhkan. Cavitasi terjadi dan perbaikan runner vane tdk dibutuhkan krn head rendah 30 – sekitar 850kW Efisiensi dijaga baik utk menahan penurunan head bersih (karakteristik bagus) ditto Biaya rendah Untuk membuat lebih lengkap dan stndarisasi Biaya sangat rendah karena pompa di pasar dapat digunakan Biaya sangat rendah karena dapat menggunakan pompa yang ada di pasar Biaya rendah Biaya sipil dapat dihemat karena saluran pembuang tidak dibutuhkan Biaya tinggi tetapi konstruksi rumah pembangkit lengkap Digunakan untuk membalik sebuah pompa standar 1 – sekitar 1000kW Head: 1.8 – sekitar 30Kw Head: 0.

aliran air langsung ke casing Kapasitas 100 – sekitar 2.2 – 3 m3/s Efisiensi turun dapat dihindarai meskipun jika debit bervariasi Efisiensi turunkarena perubahan pada head efektif Operasi dari jarum dan deflektor rumit.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7. Kecepatan putara dapatditingkatkan untuk mesin kecil 7-12 .1-10 m3/s Efisiensi maksimum kecil tetapi saat efisiensi rendah outputnya bagus Ditto 2 jenis nozzle digunakan untuk mengatur debit Ditto Konstruksi sangat sederhana.5 Jenis dan Karakteristik untuk setiap Tipe Turbin Air Jenis Turbular batang vertikal TURBIN REAKSI Penampakan umum Garis Besar Salah satu tipe turbin propeller tetapi tanpa disiapkan casing spiral. Perwatan sedikit rendah Secara biaya kecil. Seoerti hantaman semburan air ke belakang runner dalam lingkaran flank dan pitch dapat menjadi kecil. Lebih murah Turgo impulse 100 – sekitar 10. Mesin menjadi besar karena kecepatan putaran rendah TURBIN IMPULSE Ceoss flow (Batng horisontal) Konstruksi sangat sederhana.000 kW Head & Debit Head: 5 – 18 m Debit 2 – 18 m3/s Beban Parsial Bilah yang dapat dilepas disiapkan tetapi operasi yang ada 60100% Variasi Head Secara komparatif sesuai karena bilah dapat dilepas Perawatan Secara komparatif sederhana tetapi sejumlah perawatan dibutuhkan karena bilah dapat dilepas Harga Secar komparatif murah karena sederhana disainnya dan dapat digunakan pada bentuk turbin propeller Pelton batang horisontal Semburan air dari nozzle menghantam bagian belakang runner.000 kW Head 5-100m Debit: 0. Satu atau dua guide vane mungkin disiapkan untukdua langkah output tergantung debit air.000 kW tetapi turbin kecil (1kW) dapat dirancang dan dibuat Head: 70 – 400 m Debit: 0. Perawatan mudah.000 kW Head: 5-100m Debit: 0. Oleh karena itu. kecepatan runner dapat ditingkatkan 50 – 1.2-8 m3/s ditto Ditto Lebih murah. Aliran air ke dlm runner tipe silindris pada sudut yang tepat dari batang dan keluran setelah melalui runner. Debit dikontrol oleh jarum valve dari nozzle 100 – sekitar 5.

4. aliran disesuaikan kecepatan masuk dan sudut masuknya. yaitu sebelum masuk ke turbin.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7. menjelang masuk rumah turbin. Air dialirkan masuk turbin melalui pipa pesat berpenampang bulat. Gambar 7. Sisi pemasukan turbin melayani penyesuaian aliran diakhir adaptor persegi menjadi pola aliran yang optimal diluasan masuk runner. 7. Bentuk pancaran adalah persegi. Turbin crossflow terdiri atas empat bagian utama: nosel.4 Disain Turbin Crossflow Turbin crossflow SKAT – T12.1.1 Komponen Turbin 7. tempat perubahan penampang lingkaran menjadi persegi. Konstruksi runner terdiri dari dua buah pinggiran sejajar yang disatukan pada lingkar luarnya oleh sejumlah sudu. dipasang adaptor. lebar dan tidak terlalu tebal. guide vane dan casing (rumah turbin).4 terlihat penampang aliran yang berbeda-beda disepanjang lintasannya dari pipa pesat sampai rumah turbin.1 Inlet Aliran air memasuki turbin melalui bagian inlet. Nosel berpenampang persegi dan mengeluarkan pancaran air ke selebar runner. Pada bagian inlet terdapat guide-vane.2.2.4 Penampang Aliran di Sisi Masuk Turbin Pada gambar 7.2. 7-13 . Sudu-sudu diperkuat oleh piringan tambahan yang dilas setiap 10-15 cm sepanjang runner. Konstruksinya sederhana dan dapat dibuat di bengkel-bengkel dengan peralatan standar. Pada ujung pipa pesat. T13 dan T14 didisain untuk kondisi operasi yang berat dengan daya tahan dan umur yang panjang.4. Sebelum mencapai runner. Dari adaptor air masuk ke nosel. runner.

Bilah runner (blade) terbuat dari baja dengan kekuatan tarik yang tinggi (high tensile steel) yang dilas pada lingkar luar dua buah piringan sejajar.4.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7.2 Guide-vane Guide-vane adalah sebuah katup untuk mengatur membuka dan menutup turbin sekaligus mengatur jumlah air yang masuk ke runner.4. 7. 7-14 . kita kenal sebagai rotor. Runner dan poros yang merupakan dudukan blade.1.2.3 Runner Bagian utama dari sebuah turbin adalah runner. Disini terjadi perubahan energi kinetic air menjadi daya poros turbin yang akan ditransmisikan ke generator. Aliran air yang terpancar dari nosel membentur runner sehingga berputar.2.1. harus balance pada saat dirakit.

4.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7.5 Bantalan (Bearing) Kiri-kanan poros turbin duduk pada bantalan (bearing). 7-15 .1. 7.4. Bantalan yang digunakan adalah jenis spherical roller bearing dengan adaptor sleeve. Pada bagain bawah casing turbin terdapat baut untuk mengunci turbin dengan chassis yang ditanam pada pondasi.2. Bantalan berfungsi untuk menyangga poros dan agar poros dapat berputar dengan lancer.2.4 Casing Casing turbin berfungsi untuk mengarahkan air ke runner.1. Pelumasan bantalan memakai gemuk (grease) yang relative bebas perawatan dan tahan lama. Adaptot sleeve berfungsi untuk mengunci bantalan dengan poros. Konstruksi rumah turbin harus memperhatikan kemudahan untuk melakukan inspeksi dan perawatan pada turbin air.

efisiensinya akan turun sampai 30%. Tinggi air jatuh (head) yang digunakan diatas 3 m sampai dengan 50 m. Gambar 7. instalasi dan perawatan yang mudah. namun pada posisi guide vane < 40% posisi max. dan daya yang dapat dihasilkan antara 2 – 200 kW.2 Karakteristik Turbin Crossflow Dibandingkan jenis turbin lainnya.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7. Disamping itu umur turbin crossflow panjang. Kapasitas debit air yang digunakan antara 25 – 1500 liter/s. Efisiensi turbin crossflow rata-rata berkisar 65% .5 Grafik Efisiensi Turbin Crossflow Terhadap Debit Air 7-16 . serta investasi dan biaya perawatan yang rendah. karena komponen-komponennya yang relatif tahan aus dan kecil kemungkinan untuk terjadi kavitasi yang dapat merusak kinerja turbin. turbin crossflow memiliki disain dan konstruksi yang sederhana.75% dan bisa mencapai 80%.4.2.

Untuk menghitung nilai output listrik dari generator (kW). head efektif dan efisiensi turbin. Selain penggunaan pompa sebagai turbin (PAT) pada PLTMH untuk head menengah. Dibndingkan dengan turbin crossflow dan pelton. Diameter turbin: 300mm Jumlah bilah runner: 28nos. merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. Turbin francis dipakai untuk berbagai keperluan (wide range) dengan tinggi air jatuh menengah (medium head). adalah diperlihatkan dibawah. Satuan kecepatan: 133 rpm 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Untuk mendapatkan data dasar untuk nilai debit air (m3/det). output batang turbin (pokok 3) dan head efektif. dimana didisain dan dibuat di Indonesia menurut kepada data kelayakan disain. Untuk menghitung perbandingan nilai kecepatan putaran dari turbin dan generator. Untuk menghitung head efektif dari head kotor dengan mengurangi head loss dari penstock (gesekan dan turbulen). Untuk menghitung diameter dari pulley turbin dan generator. head (m) dari level air pada bak penenang dan pusat turbin (atau saluran pembuangan air jika didisain sebagai kasus khusus) dari disain sipil.5 Turbin Francis dan Pompa Terbalik (Pump As Turbine) Turbin francis merupakan turbin reaksi. Untuk memilih lebar dan panjang dari belt mengacu pada rekomendasi fabrikasi belt. Untuk menghitung kecepatan putaran turbin dari kecepatan spesifik. Untuk menghitung kapasitas dummy load dan kecocokan ELC (Electronic Load Controller) atau IGC (Induction Generator Control) dalam kasus generator induksi. Disain detail akan mengacu pada “Secara Singkat Manual Disain untuk Turbin Jenis Crossflow” pada lampiran setelah ini. Hanya saja karena pompa tidak didisain untuk aliran yang terbalik mengakibatkan efisiensi PAT tidak 7-17 . turbin frncis kurang populer untuk pembangkit listrik tenaga air dengan daya kecil (PLTMH) karena konstruksinya yang komplek serta tingkat kesulitan dalam pembuatan yang relatif lebih tinggi. air mengalir ke runner dengan arah radial dan keluar dengan arah aksial. voltase. Pada turbin francis. Disain akan dilakukan dalam prosedur berikut: Data dasar dari T-13 dan 14 yang diperoleh dari hasil tes model. Untuk menghitung tenaga hidrolik efektif dan output batang turbin dari debit air. Untuk menghitung tenaga mekanik ke generator dari efisiensi transmitter tenaga (speed increaser). ----Output listrik maksimum. Untuk menghitung lebar runner turbin menurut kepada rekomendasi yang membuat. 7.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Keterangan singkat tentang disain turbin crossflow T-13 dan T-14. 10 sampai 50 m. Disain detail akan diacukan pada lembar disain dari yang membuat. mengacu pada katalog fabrikasi generator. faktor tenaga dan kecepatan putaran (frekuensi).2. frekuensi. Untuk memilih generator yang sesuai yang ada di pasar dan outputnya (kVA).

Gambar 7. Perubahan laju aliran air akan mengakibatkan efisiensi PAT menurun. Sebuah pompa didisain untuk bekerja pada kecepatan. head dan debit yang konstan.6 Pompa Sentrifugal. 7-18 . Keunggulan sistem PAT dibanding dengan turbin air adalah lebih murah. Apabila debit airnya turun. 1 Untuk menghitung dan mendapat head efektif (head efektif). 2 Untuk memeriksa kecocokan pompa yang ada di pasar.2 dan 3 turbin crossflow diatas. pemilihan dari jenis pompa adalah sangat penting. Pompa Jenis ini bangak digunakan untuk PAT Sebuah PAT didisain untuk bekerja pada tingkat keadaan tertentu (head dan debit air tertentu).. Pada kasus generator induksi. Dengan demikian daerah kerja (Hn dan Q) PAT sangat sempit dan spesifik. Hal tersebut menjadi kendala utama dalam penerapan pompa sebagai turbin (PAT).1. mengacu pada titik efisiensi maksimum pompa.(1.550 rpm dari 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebaik turbin pada umumnya. Seperti sebuah pompa air yang digunakan sebagai turbin dengan membalikkan putaran dari pompa. Karena tidak dilengkapi dengan guide vane untuk mengatur debit yang dapat masuk turbin. kecepatan putaran dari motor (generator: batang 2.500 rpm). Kecepatan putaran harus mengacu pada Tabel 7. debit air. dan tenaga hidrolik bersih sama seperti metode pada pokok 1. head dalam pipa pesat juga akan turun sehingga efisiensi serta pengeluaran dayanya akan merosot. mempertimbangkan titik efisiensi maksimum dari pompa. 4 Pemilihan metode akan mengacu pada “Manual Disain untuk Turbin Reverse Pump”. Selain itu karena pompa tidak didisain untuk aliran yang terbalik mengakibatkan efisiensi PAT lebih rendah 3-5% dari titik efisiensi terbaik yang dapat dicapai bila dioperasikan sebagai pompa. kecepatan turbin harus sedikit lebih tinggi (yaitu. 3 Untuk memilih dan memutuskan pompa sebagai turbin. sehingga untuk digunakan sebagai turbin menuntut laju aliran yang konstan sepanjang tahun.3.4 atau 6) karena kopling langsung antara turbin dan generator biasanya diadopsi dari turbin jenis ini. 2 – 5 %) daripada generator pada nilai frekuensi. sebab pompa standar mudah diperoleh dan suku cadang banyak tersedia di pasaran. dapat digunakan efisiensi untuk output nyata dari batang turbin karena kisaran dari head titik efisiensi pompa sangat kecil.

6 Turbin Pelton Turbin pelton dipakai pada daerah dengan head yang tinggi.2. Pulley berfungsi untuk menaikkan putaran sehingga putaran generator sesuai dengan putaran daerah kerjanya. Diantara mulut pancaran dan rotor dapat juga dipasang sebuah deflektor untuk membelokkan pancaran air. Belt berfungsi untuk menyalurkan daya dari poros turbin ke poros generator. Runner turbin pelton dilengkapi dengan mangkok (buckets) pada sekeliling piringannya (disc).6. sistem penyemprotan airnya dapat menggunakan satu buah nosel dan untuk debit lebih besar dapat digunakan nosel lebih dari satu. Penampang konstruksi nosel dan runnernya seperti pada Gambar 7. Dengan demikian efisiensi turbin pelton dapat dipertahankan. Nosel Jarum Nosel Sudu Pipa Saluran Pancaran air akan mengenai sudu ditengah-tengahnya yang kemudian oleh mangkokmangkok sudu. Turbin pelton pada umumnya digunakan untuk head yang tinggi. yaitu dengan menggerakkannya maju dan mundur. Gambar 7. deflektor secara darurat menghalangi pancaran air. Mangkokmangkok ini mengalihkan tenaga impuls yang didapatnya pada piringan. Bila beban tiba-tiba dibuang (rejected). d. diatas 25 m. yang bekerja karena pancaran air (jet discharge) dari nosel. kopling dan bantalan (bearing).3 Transmisi Daya Mekanik Transmisi daya berperan untuk menyalurkan daya dari poros turbin ke poros generator. Kemudian tempat keluar mulut pancaran dengan perlahan-lahan disumbat oleh jarum sehingga tidak mengakibatkan kenaikan tekanan pada pipa pesat yang dikenal dengan istilah water hammer. c. bantalan dan cone clamp merupakan komponen/elemen pendukung. pancaran tersebut akan dibelokkan dengan sudut sekitar 1650. 7-19 . Pada pusat mulut pancaran dipasang sebuah jarum untuk mengatur jumlah aliran air. Dengan menggunakan lebih dari satu nosel. Elemen-elemen transmisi daya yang digunakan terdiri dari: sabuk (belt). Efisiensi turbin pelton dapat mencapai 80%. Belt harus cukup tegang sesuai dengan jenis dan ukurannya. pulley. daya terbangkit turbin dapat ditingkatkan. Untuk turbin dcengan debit yang kecil.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7. Sedeangkan kopling. b.7 Penampang Nosel dan Runner Pelton a. 7.

Penggunaan sistem transmisi sabuk ini memerlukan komponen pendukung seperti pulley. efisiensi tinggi.3. 7. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pemasangan poros turbin dan poros generator yang menuntut kelurusan sumbu. Alternatif lain adalah menggunakan gearbox untuk mengoreksi rasio kecepatan(putaran) antara generator dengan poros turbin. seperti belt dan pulley. Pengaruh ketidaklurusan sumbu poros (misalignment) dikurangi dengan penggunaan kopling fleksibel yang mengizinkan sedikit ketidaklurusan sumbu poros. 7-20 . Dengan demikian range generator yang akan digunakan lebih luas dan bervariasi. 7. Flat belt banyak digunakan pada sistem transmisi daya mekanik untuk mikrohidro dengan daya yang besar. Pada sistem transmisi daya dengan sabuk. Pemilihan jenis sabuk bergantung pada besar kecilnya daya yang akan ditransmisikan. Sehingga konstruksi sistem transmisi ini menjadi lebih kompak. sekitar + 15 % perbedaannya. dan kopling. putaran turbin dan generator yang dihubungkan dapat berbeda. mudah untuk melakukan perawatan. maka generator yang digunakan harus memiliki kecepatan putaran optimum yang hampir sama dengan kecepatan putaran poros turbin (rotor).1 Sistem transmisi daya langsung Pada sistem transmisi daya langsung ini.2 Sistem transmisi daya dengan sabuk (Belt) Sabuk dipakai untuk memindahkan daya antara dua poros yang sejajar. V-belt digunakan pada instalasi PLTMH dengan daya dibawah 20 kW. daya dari poros turbin (rotor) langsung ditransmisikan ke poros generator yang disatukan dengan sebuah kopling. dengan kata lain ada rasio putaran. Sabuk yang digunakan umumnya jenis flat belt dan V-belt. bantalan beserta asesorisnya. Sabuk memainkan peranan yang penting dalam menyerap beban kejut dan meredam pengaruh getaran. dan tidak memerlukan elemen mesin lain. Karena sistem transmisi dayanya langsung.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Secara umum sistem transmisi daya dapat dikelompokkan menjadi: ¾ Sistem transmisi daya langsung (direct drives) ¾ Sistem transmisi daya tidak langsung (indirect drives). dalam hal ini menggunakan belt.3. kecuali sebuah kopling.

seperti benang baja atau nylon.3. menyerupai huruf “V”. V belt biasanya dipakai nuntuk pembangkit listrik dengan kapasitas dibawah 20 kW. Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 – 20 m/s pada umumnya dan maksimum sampai 25 m/s.2.8 Mekanisme Penghantar Daya 7. rayon atau nylon) dan diresapi dengan karet. Sabuk datar yang modern terdiri dari inti elastis yang kuat.2.3. Keuntungan penggunaan V belt adalah pulley dapat dipasang langsung pada poros generator sehingga tidak memerlukan kopling dan bantalan pada pulley. dan memiliki umur lebih pendek. Untuk transmisi daya dari turbin ke generator pada mikrohidro lebih banyak memakai flat belt. Dibandingkan flat belt. untuk menerima beban tarik dan memindahkan gaya. berkisar 98% Sederhana dalam perawatan Tidak terjadi tegangan balik (re-tensioning) Tidak berisik (Low noise). dan dapat meredam pengaruh getaran dengan baik. V belt dipakai untuk jarak sumbu yang pendek. V belt sedikit kurang efisien.1 Flat Belt Flat belt (sabuk Datar) umumnya terbuat dari kulit samak atau kain yang diresapi karet. dengan selubung karet untuk memberikan efek gesekan antara pulley dan sabuk. berkisar 70 – 96 %. Dapat memindahkan daya yang besar pada jarak poros yang panjang. Sabuk ini terbuat dari kain dan benang katun (katun. Efisiensi tinggi. Baik sekali digunakan untuk instalasi elektro-mekanik karena bekerja dengan kecepatan tetap pada setiap waktu. 7-21 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.2 V Belt Sabuk V (V blet) memiliki bentuk penampang trapesium. ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ ¾ Keuntungan flat belt dibanding V-belt: Dapat bekerja pada kecepatan putar poros hingga 70 m/s. pemasangan dan penggantian belt mudah. 7.

3 Pulley Baik pulley penggerak maupunyang digerakkan terbuat dari baja karbon sedang. dapat pula dibuat dari besi cor kelabu FC 20 atau FC 30.9 Penampang V Belt 7.57 (Dp + dp) + ((Dp – dp)2/4C) C = (K + K2 – 32 ( Dp – dp )2)/16 K = 4L – 6. n1)/(60. Pada umumnya untuk mikrohidro digunakan sabuk V tipe B dan tipe C. Persamaan perbandingan putarannya adalah: n1 : n2 = Dp : dp Dimana.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pemilihan jenis penampang sabuk V didasarkan atas daya rencana dan putaran poros penggerak. 3. Lapisan penguat campuran canvas dan karet Karet Chloroprene yang dipadatkan Karet isolasi Chloroprene Dawai tarik polyester Gambar 7. Pulley terletak pada poros dengan dikunci oleh baut atau klem. Disamping sebagai tempat dudukan sabuk. pulley berfungsi untuk menaikkan putaran sehingga putaran generator sesuai dengan putara daerah kerjanya.1000) Panjang belt dicari dengan menggunakan persamaan berikut: L = 2C + 1. n1 = putaran pulley penggerak (rpm) n2 = putaran pulley yang digerakkan (rpm) dp = diameter nominal pulley penggerak (mm) Dp = diameter nominal pulley yang digerakkan (mm) Kecepatan linear belt (m/s) adalah: V = (dp . 4.3. 2. 1.5 – 2). Daya rencana dihitung dengan mengalikan daya yang akan diteruskan dengan faktor koreksi (1.28 (Dp + dp) Dimana: 7-22 .

6 4.3.2 1. Diameter pulley yang terlalu kecil akan memperpendaek umur sabuk.1 Pulley untuk flat belt Untuk dapat mendisain pulley dengan baik dapat memanfaatkan katalog belt yang dikeluarkan oleh pabrik di samping mempelajari literatur mengenai mesin.12 b (open drives system).7 Lebar Pulley Standar. d. Crowning pada pulley cukup dilakukan pada pulley terbesar.d 100 100 – 200 200 – 400 Diameter Pulley Dmm 100 200 300 400 600 1000 dmm 0. Pembatasan ukuran pulley sering dikenakan pada lebar pulley. Lebar Belt W (mm) s.6 2. seperti pada sabuk datar.6 1. bs: 16 20 25 32 40 50 63 80 100 125 140 160 180 200 224 250 280 315 355 400 450 500 560 630 Untuk instalasi PLTMH disarankan: bs > 1.0 2. Patokan yang harus diingat adalah jarak antara poros sebesar 1.0 a (mm) 10 20 30 Gambar 7. bs.10 Pulley Crowning Tabel 7. b adalah lebar belt 7-23 . 2217) 1 221 251 281 321 361 20 90 100 112 125 140 160 400 450 500 560 630 710 1800 2000 2240 2500 2800 3150 1 ) tidak berlaku untuk flat belt untuk Flat Belt (DIN 111) dan V Belt (DIN 40 45 50 56 63 71 80 180 200 224 250 280 315 355 800 900 1000 1120 1250 1400 1600 3550 4000 4500 5000 Tabel 7.6 Diameter Pulley Standar.3. untuk Flat Belt (DIN 111) Standar.5 s/d 2 kali diameter pulley besar. Untuk meningkatkan efek centring (mengarahkan belt ke centre pulley) bentuk permukaan pulley dibuat melengkung (crowning).Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro C = jarak sumbu poros (mm) Dp = diameter nominal dari pulley yang besar dp = diameter nominal dari pulley yang kecil L = panjang keliling sabuk (mm) 7.

3. Metoda penegangan belt ada bermacammacam.3.8 Penampang V Belt. dapat dipakai beberapa v belt yang dipasang sebeleh menyebelah .11 Dimensi Utama V Belt. Sudut alur pulley (γs) sedikit lebih kecil dibandingkan sudut V sabuk (γR). sehingga akan terjadi kontak yang merata dengan pulley. jarak poros pulley harus dapat disetel ke dalam maupun keluar.2 Pulley untuk V Belt Pulley V belt memiliki alur dengan penampang menyerupai V belt. misalkan panjang bentangan sabuk sebelum ditegangkan adalah 100 cm. 7-24 . sehingga pulley yang digunakan dapat mempunyai alur yang banyak. Metoda yang sederhana dan mudah adalah menyetel jarak antar poros sehingga diperoleh penambahan bentangan sabuk sebesar 2%-3%. Untuk mendapatkan tegangan sabuk yang cukup maka jarak poros disetel sehingga diperoleh panjang rentangan penuh 102 cm atau 103 cm.3. Untuk mempertinggi day yang ditransmisikan.390 7. Tabel 7. Dengan demikian keausan pada sabuk dapat dihindari.3 Metode Penegangan Belt Untuk dapat memelihara tegangan yang cukup dan sesuai pada sabuk. Perhatikan gambar 7-12.5 180 1100 9540 25 16 250 1650 14050 32 20 355 2303 18063 40 25 500 3230 18080 50 32 710 4600 18100 Gambar 7. Diameter Minimum Pulley dan Panjang Belt (DIN 2215) 5 6 8 10 13 d 3 4 5 6 8 s 22 32 45 63 90 dmin Li dari 150 212 296 420 585 sampai 860 1262 1916 2820 4275 *Li adalah panjang/keliling sisi dalam belt 17 11 125 832 6332 20 12.3. Sudut V pada Belt γR = 350 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7.

sebuah rantai rol dengan rangkaian ganda dan rumah kopling.3. Kopling rantai terutama digunakan untuk menyerap ayunan atau kejutan momen putar secara elastis. Sumbu kedua poros yang dihubungkan tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. 7-25 .1 Kopling rantai (chain coupling) Bagian utama kopling rantai terdiri dari dua buah sproket terbuat dari baja cor yang mengalami pengerasan (hardened stell). Jenis kopling fleksibel yang dapat digunakan adalah: ¾ Kopling rantai (chain coupling) ¾ Kopling karet ban ¾ Kopling flens fleksibel 7.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7. Walaupun demikian. Kopling fleksibel mengijinkan sedikit ketidaklurusan sumbu poros.4.4 Kopling Kopling adalah element mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan.12 Penyetelan Jarak Sumbu Poros dan Lenturan Belt 7.3. sedapat mungkin sumbu poros diluruskan agar umur bantalan dan kopling dapat lebih lama. Untuk sistem transmisi pada mikrohidro biasa digunakan jenis kopling tetap fleksibel yang selalu dalam keadaan terhubung.

4. Kopling ini dapat bekerja dengan baik meskipun kedua sumbu poros yang dihubungkan tidak benar-benar lurus. Gambar 7. Jadi: ε = diameter pitch kopling rantai x 2% Pada pemasangan kopling rantai ini antara kedua sproket terdapat gap (celah) selebar S.13 Kopling Rantai 7-26 . Batas toleransi ketidaklurusan yang diijinkan dalam pemasangan kopling rantai adalah: ¾ Inklinasi (angular alignment) α = 1 derajat ¾ Ketidak sejajaran sumbu poros (pararel alignment) tidak lebih dari 2% diameter pitch kopling rantai. yang besarnya telah ditabelkan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Kelebihan kopling rantai adalah: ¾ Instalasi dan perawatan yang mudah ¾ Umur yang lama ¾ Meningkatkan kemampuan peredaman gaya gesek 7. Sproket diletakkan pada poros generator dan poros penerus daya (pulley). Gambar 7. Kopling tersebut dijaga kedudukan pada kedua poros dengan sekrup pengencang.3.1. Ketidaklurusan dari sumbu sproket harus dikurangi seminimal mungkin setelah pemasangan. Pelumasan pada rongga-rongga rantai dan gap antara kedua sproket harus terjaga dengan memberikan grease (gemuk) secukupnya menurut jadwal yang telah ditentukan (Tabel 7.9). atau setelah kondisi poros generator dan poros pulley diatur kelurusannya.14 memperlihatkan batas-batas kesalahan pemasangan poros yang dijinkan.1 Kopling Rantai Tsubaki Salah satu produk kopling rantai yang banyak diperoleh di pasaran adalah kopling rantai tsubaki.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.14 Setting Kopling Rantai Tabel 7.9 Data Teknis Kopling Rantai Tsubaki 7-27 .

5 7-28 .2 Pemilihan dimensi (size) kopling Besarnya daya yang akan diteruskan perlu diketahui terlebih dahulu untuk merencanakan atau melakukan pemilihan kopling.3. Karena adanya variasi beban.Pm (kW) Dimana: Pd = Daya yang diperhitungkan (kW) Pm = Daya yang akan diteruskan (kW) fc = faktor koreksi yang besarnya antara 1.1.15 Penampang Kopling Rantai Tsubaki Tabel 7.10 Spesifikasi Teknis Kopling Rantai Tsubaki 7.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.4.5 – 2. perlu dilakukan koreksi sehingga daya yang harus diperhitungkan adalah: Pd = fc.

Keuntungan kopling karet ban: Pemasangan dan pelepasan yang mudah karena hubungan dilakukan dengan jepitan baut pada ban karetnya.2 Kopling karet ban (rubber coupling) Kopling karet ban dapat bekerja dengan baik meskipun kedua sumbu poros yang dihubungkan tidak benar-benar lurus. Meskipun demikian harga kopling ini agak lebih tinggi dibandingkan dengan kopling flens. Pemasangan dan pelepasan kopling ini dapat dilakukan dengan mudah karena hubungan dilakukan dengan jepitan baut pada ban karetnya. Gambar 7. Hubungan listrik antara kedua poros dapat dicegah. 7. Dalam batas-batas tertentu.10 menunjukkan dimensi standar kopling rantai tsubaki.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Dalam memilih kopling. Jika diameter dalam kopling tidak cukup besar maka dipilih kopling berukuran lebih besar dengan diameter dalam yang memadai. Tabel 7. Kopling ini terutama digunakan untuk mengurangi getaran dan suara berisik pada poros selama penerusan daya.16 memperlihatkan batas-batas toleransi kesalahan pemasangan poros yang dapat diijinkan.4. pilihlah ukuran yang sedemikian rupa sehingga daya Pd lebih rendah daripada daya normal maksimum dari kopling standar yang disediakan oleh produsen kopling (Tabel 7. pemakaian kopling ini semakin luas.16 Daerah Kesalahan yang Diperbolehkan pada Operasi Kopling Karet Ban 7-29 . kopling karet ban masih dapat meneruskan daya dengan baik walaupun terjadi kesalahan posisi poros pada saat pemasangan.9). Kelebihan (variasi) beban pada poros dapat diserap oleh ban karet. Gambar 7. Diameter dalam kopling yang dipilih harus disesuaikan dengan poros yang akan dihubungkan. Karena keuntungan demikian banyak.3.

1 Pemilihan dimensi kopling karet Untuk merencanakan atau melakukan pemilihan kopling karet ban perlu diketahui besarnya daya yang akan diteruskan.Tm. persyaratan kerja. Beberapa produsen kopling karet ban telah menyediakan ukuranukuran standar sesuai dengan daerah kerjanya. perlu dilakukan koreksi sehingga momen puntir yang harus diperhitungkan adalah: Td = fc. Momen puntir yang diteruskan kopling dapat dihitung dengan persamaan: P Tm = 9.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7.mm) Fc = faktor koreksi yang besarnya antara 2 – 2. (kg.74 x 105 x (kg. momen puntir yang diteruskan.3. dll.mm) n1 Dimana: P = daya nominal (kW) n1 = putara (rpm) Gambar 7. putaran poros.2.17 Kopling Fenaflex Karena adanya variasi momen puntir.4.5 7-30 .

18 dan dimensi kopling tersebut pada Tabel 7.4.11 Dimensi Kopling Karet Ban Fenaflex Dalam memilih kopling karet ban.12. Pada pemasangan kopling flens fleksibel harus diperhatikan toleransi ketidaklurusan sumbu poros.mm) lebih rendah daripada momen normal maksimum kopling standar yang disediakan oleh produsen kopling.3. Contoh kopling flens fleksibel yang ada di pasaran adalah kopling NBG. pilihlah ukuran yang sedemikian rupa sehingga momen puntir Td (kg. Kopling flens fleksibel NBK diperlihatkan pada Gambar 7. seperti: angular alignment. Prosedur pemilihan kopling flens fleksibel pada dasarnya sama dengan pemilihan kopling jenis lain. 7. dan N-UEFEX. kopling flens fleksibel dapat mentransmisikan momen putar yang lebih besar dan ketahanan temperatur yang lebih tinggi. mudah dalam pemasangan dan relatif tidak memerlukan perawatan.3 Kopling flens fleksibel Berlawanan dengan kopling karet ban. pada umumnya kopling ini menunjukkan peredaman yang kurang. 7-31 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7. Walaupun demikian. Disamping itu konstruksi kopling ini sederhana. dan pararel alignment.

12 Data Teknis Kopling Flens Fleksibel NBK Gambar 7.18 Susunan Kopling Flens Fleksibel NBK 7-32 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.19 Konstruksi Kopling Flens NBK Tabel 7.13 Dimensi Kopling Flens Fleksibel NBK 7-33 .

15 Dimensi Kopling Fleksibel N EUFEX 7-34 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7.20 Konstruksi Kopling Fleksibel N-UEFEX Tabel 7.14 Dimensi Baut Kopling Flens Fleksibel NBK Gambar 7.

3.1 Instalasi dan perawatan Untuk mencegah kebocoran pelumas serta masuknya benda asing. Cincin O merupakan cincin dengan penampang lingkaran yang berfungsi sebagai penjebak air.5.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 7. Prosedur perhitungan dan pemilihan bearing dapat mengacu pada katalog pemilihan bearing yang disediakan oleh produsen.3. FAG dan NSK. aman dan berumu panjang. Bearing harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Bearing SKF relatif lebih mahal dibandingkan bearing merek lain. seperti cincin O. seperti bearing SKF.5 Bantalan (Bearing) Bearing adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban. Tabel 7.16 memperlihatkan beberapa jenis spherical roller bearing beserta perlengkapan pendukungnya yang umum dipakai pada instalasi turbin PLTMH. Walaupun demikian. Salah satu jenis bearing yang sering digunakan pada turbin untuk PLTMH adalah jenis spherical roller bearing dengan adaptor sleeve yang berfungsi untuk mengunci bearing dengan poros. Kapasitas beban yang dapat ditahan oleh bantalan ini besar. Dalam menentukan jenis dan dimensi bearing yang akan digunakan perlu dilakukan perhitungan. Bearing yang kemasukan air tidak dapat 7-35 . Tabel 7. kualitas bearing ini termasuk yang terbaik dan teruji. disamping dapat menahan beban aksial.16 Perlengkapan Bearing pada Instalasi Turbin PLTMH 7. bantalan dilengkapi dengan bermacam-macam alat penyekat. sehingga putaran atau gesekan bolak-baliknya dapat berlangsung halus. Bearing ini memungkinkan untuk menahan ketidaklurusan atau lendutan poros (self alignment). Penjebak air ini menahan agar air tidak masuk ke rumah bearing.

Turbin setiap hari harus dibersihkan dengan lap agar embun yang menempel pada turbin cepat kering. yang mempunyai flens pada sekelilingnya. Cara pelumasan ada dua macam. akibatnya putaran bearing tidak lancar dan menimbulkan panas. yaitu pelumasan gemuk (grease) dan pelumasan minyak. mencegah korosi. Cara yang umum untuk pemberian gemu adalah dengan mengisi bagiam dalam bearing dengan gemuk. Untuk perawatan bearing. 7.21 Cone Clamp 7-36 . Setelah pemberian gemuk yang ketiga kali sebaiknya bantalan dibersihkan dari sisa-sisa gemuk yang lama dengan minyak tanah dan diisi kembali dengan gemuk yang seluruhnya baru. sehingga bantalan cepat aus dan berkarat. Gambar 7. umumnya digunakan pelumasan gemuk. sebaiknya menggunakan jenis gemuk yang disarankan oleh produsen bearing. Jadwal pemberian gemuk serta banyaknya gemuk yang diberikan dapat mengikuti prosedur yang disarankan produsen bearing. Pemberian gemuk yang terlalu banyak akan menyebabkan rumah bearing menjadi sesak. Penggunaan lainnya adalah untuk menjaga kedudukan guide vane agar tidak berubah. Clamp kerucut dapat digunakan pada beban tinggi dan memiliki umur yang lama (tahan). membawa keluar panas yang terjadi dan menghindari masuknya debu.6 Cone Clamp Cone clamp (clamp cerucut) berfungsi untuk menjaga kedudukan pulley pada poros agar tetap pada tempatnya. Rumah bantalan. Embun yang masuk ke lubang baut akan menyebabkan karat. duduk pada casing turbin dengan cara dibaut. Untuk menjamin pelumasan yang baik. Pelumasan bearing terutama dimaksudkan untuk mengurangi gesekan dan keausan. Pada instalasi turbin PLTMH.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro berfungsi dengan baik. pelumasan bearing tidak boleh terlambat.3.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 7.22 Penampang Tolok Cone Clamp 7-37 .

dan belokan pipa pesat. Data Disain Fundamental Data fundamental berikut harus didapatkan dari disain sipil. kekuatan bukaan pada inlet valve. perawatan dan perbaikan di Indonesia 2. T-13 & 14) dapat diringkas dalam Tabel 7-1. T-13 dan T-14 direkomendasikan untuk diadopsi untuk turbin crossflow untuk pembangkit listrik mikro-hidro. kekuatan inlet valve dalam posisi tertutup. Pertimbangan keteknikan seperti kemampuan praktis. Batas Penggunaan Batas penggunaan dari turbin Crossflow (T-12. Elevasi dari pusat turbin 3.1 berikut Tabel 7-1. ¾ Disain kelayakan dengan sebuah kisaran ketinggian dan debit yang besar menurut kepada kondisi lokasi nyata yang ada. kekuatan sambungan dari disc sisi ke batang rotor. SKAT T-12. biaya relatif.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Referensi Ref. Elevasi dari saluran pembuangan air jika diperlukan 4. 3.1 Batasan Turbin Crossflow (pada batang turbin) Hnet Head efektif Q Debit (aliran) P Output batang tenaga bo Lebar inlet Jumlah disc intermediate Satuan m l/s kW mm Batas bawah 4 I00 10 I00 0 Batas atas 50 820 250 1120 8 m m m m3/s m m m Catatan: Batasan ini harus ditaati. Elevasi dari level air di bak penenang 2. Nilai debit air 5. Panjang pipa pesat 7. Keuntungan utamanya adalah sebagai berikut: ¾ Ada cukup data teknik untuk mendisain di Indonesia dengan model tes. Turbin Crossflow Turbin crossflow adalah turbin yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga mikro-hidro di Indonesia saat sekarang ini. 1. diameter dari batang dll. dll. Diameter dalam pipa pesat 6. kekuatan bilah rotor. 7-38 . 7-1 Secara Singkat Tentang Disain Turbin Crossflow (SKAT T-12. meminta batasan ini untuk ditaati. T-13 dan T14) 1. ¾ Secara komperatif biayanya rendah ¾ Mudah pemasangannya ¾ Buatan lokal. Kondisi dari nos.

nilai berikut dapat ditentukan pada penggunaan T-13 dan T-14 di gambar 7-1. dimana berarti bahwa disain T-13 dan T-14 sesuai.8 . Kecepatan putaran n adalah sekitar 740 min-1. RPM dan GARIS d-d 7-39 . T-13 dan T-14 tidak dapat digunakan. Daya output batang adalah hanya diatas 100kW. Gambar 7-1.1 Batasan penggunaan dari T-12. Q . Nilai pasti dihitung dengan rumus berikut: n = 133 √Hnet Contoh didalam batas: Untuk sebuah head Hnet = 30. Contoh diluar batas: Hnet = 6 m dan Q = 200 l/s Meskipun kedua Hnet dan Q ada didalam batas. DAYA TERBANGKIT. Untuk penggunaan ini T-12.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pada kurva bagan 1 ditunjukkan kepada variasi output P.1.89 m dan debit Q = 497 l/det. T-13 dan T-14 BATAS PENGGUNAAN DARI DISAIN TURBIN CROSSFLOW. area tanpa tanda.1 Titik perpotongan dari Hnet dan nilai Q adalah dengan kisaran dari area putih. titik perpotongan pada bagan 1 terletak diluar area putih. η Perkiraan kecepatan putaran n turbin dapat dibaca dari skala vertikal pada sisi kanan dari bagan 1. Rumus yang berhubungan adalah: P = 9. Hnet . Silahkan mengacu Gambar 7-1.

Rumus (1): Lebar inlet bo = 1 .80 untuk T-14 D: diameter rotor = 0.623. Pada kasus belt transmisi. dukungan batang pulley yang terpisah harus digabungkan ke batang rotor.1 dan garis d-d di gambar menunjukkan batasan dari kekuatan batang untuk pulley belt seperti berikut. T-13 & T-14 bo = 3. T-13 dan T-14) ditunjukkan dengan area putih dalam gambar 7-1. (2) Titik perpotongan diatas garis d-d Pertambahan tekanan akibat belokan pada batang rotor karena kekuatan yang dibangun oleh mis. Perhitungan disain turbin Rumus untuk menghitung nilai penampilan turbin dalam disain adalah sebagai berikut. Harga murah-untuk digunakan generator ukuran kecil dengan kecepatan tinggi. Penggunaan Fasilitas Transmisi Tenaga Salah satu keuntungan dari turbin crossflow adalah bahwa fasilitas transmisi tenaga dengan belt kemudi (speed increaser) mudah digunakan. supaya keduanya cocok antara kecepatan turbin dan generator. Kisaran yang cocok dari ketinggian lokasi dan debit untuk T-12. Keuntungan penggunaan pengaturan transmisi tenaga dijelaskan dibawah. 5.3 m untuk T-112.batang horisontal . D √Hnet bo: lebar inlet [mm] Hnet: ketinggian efektif [m] Q: debit (aliran) [m3/s] q11max: Satuan debit (aliran) = 0.76 untuk T-13 = 0. 6. Mudah dan pilihannya luas untuk kecepatan turbin dengan speed increaser yang cocok ke generator Mudah pemasangan.67 untuk T-12 = 0. ¾ ¾ ¾ Penggunaan dari sebagian besar disain yang cocok dari turbin itu sendiri untuk mensinkronkan berbagai kondisi nyata lokasi. tanpa pulley belt pada batang rotor diijinkan. Kisaran turbin crossflow dapat diperbesar dengan menggunakan apakah generator empat kutub (1500 rpm) atau enam kutub (1000 rpm). Q untuk T-12 7-40 [m] . oleh karena itu. Q q11max . dasar umum untuk generator dan turbin. T-13 dan T-14 Gambar 7-1. tegangan belt tidak diijinkan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 4. (1) Titik perpotongan dibawah garis d-d Diperbolehkan adanya sistem transmisi diantara turbin dan generator. Kisaran penggunaan turbin crossflow (T-12. seperti 1500 atau 1000 rpm.1 menunjukkan kisaran penggunaan dari head dan debit dari turbin crossflow yang digunakan.

67 m3/s 65. √Hnet D n: kecepatan putaran n11: satuan kecepatan = 39 (untuk T-12) = 40 (untuk T-13) = 38 (untuk T-14) D: Diameter Runner = 0.39.5 530 0.3 m Hnet = Qt = Dt = n11 Q11opt etat opt Q11max etat max bo = = = = = = 8. Q √Hnet untuk T-13 untuk T-14 Rumus (2): daya output batang P: Power [kW] P = 0.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro √Hnet bo = 4.76 untuk T-13 η: 0.5 8.3 40 0.65 untuk T-12 η: 0. Q . T-13 & T-12 Perhitungan Ukuran Turbin : Crossflow T14/T13/T12 Data Dasar untuk Lokasi Contoh Hgeo = m Hnet = m Qt = l/s Dt = m Bno = 9.72 mm 63% 904 mm 7-41 .2 berikut “Perhitungan Turbin Tipe Crossflow T-14. T-13.5 = 530 = 0.0% 0.0 % Q11 max = 0.30 mm Turbin T13 Turbin T12 Head geodedic Head net/head disain Debit disain Diameter runner Lebar nozzle Turbin T14 Head net/head disain Disain debit Diameter runner Satuan kecepatan (opt) Satuan aliran (opt) Efisiensi turbin Satuan aliran (max) Efisiensi turbin Lebar runner Hnet = Qt = Dt = 8.98 .5 m 530 m 0.76 70% 0. T-12” Tabel 7-1.2 Perhitungan Turbin tipe Crossflow T-14. η η: Efisiensi turbin : 0.9.82 68% 797 m l/s m rpm m3/s m3/s mm Hnet Qt Dt = 8. Hnet .80 untuk T-14 Q H net : Rumus sama dengan rumus (1) Rumus (3): Kecepatan turbin (rpm) n = n11 .5 530 0.94 m3/s etat = 73% bo = 757 mm n11 = Q11opt = etat opt = Q11 max = Etat max = bo = 39 rpm 0.3 m l/s m n11 = 38 rpm Q11opt = 0. Q √Hnet bo = 4.3 m Hasil perhitungan akan ditunjukkan dalam Tabel 7-1.80 m3/s etat opt = 74.

dll.0 mm bOw mm = 800.32 kW Qtw opt = 531.8 Ptw opt = 31.9 kW nt = 369 rpm Pt opt = 30.0 mm Qtw opt = 531. 7-2 Secara singkat tentang Disain dari Turbin Reverse Pump (PAT) 7-42 .8 l/s Ptw opt = 32.84 Qtw opt = 527.4 nt = 389 kW kW rpm Pt opt = 28.6 kW Ntw opt = 379 rpm Ntw max = 682 rpm eta g Pel = 83% = 23.80 kW Perhatikan bahwa nilai optimum digunakan untuk nilai output.4 l/s Ptw opt = 28.0 l/s kW rpm rpm kW bOw = 900. Ref.9 nt = 379 kW kW rpm bOw = 760.9 Pt max = 32.7 Pt max = 29. debit dan kecepatan.7 kW Pt max = 37.8 kW ntw opt = 369 rpm ntw max = 665 rpm eta g Pel = 83% = 27.0 ntw opt = 389 ntw max = 700 Eta g = 83% Pel = 25.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Daya output batang Kecepatan turbin Jika lebar turbin ditentukan Lebar runner Debit air Daya (batang turbin) Kecepatan turbin Kecepatan run away Efisiensi Generator/Transmisi Output Listrik Pt opt = 32. dan nilai maksimum tidak digunakan seperti ditunjukkan dalam tabel di atas.

dll. Suplayer pompa biasanya memiliki sejumlah stock pompa yang berbeda disain yang sesuai untuk sebuah kisaran yang luas untuk head dan debit. Oleh karena itu. memiliki keuntungan untuk mikro-hidro dibandingkan dengan turbin yang dibuat dengan suatu tujuan. Batasan utama adalah bahwa kisaran dari nilai debit berlebih dimana secara satuan yang dapat beroperasi lebih sedikit daripada untuk sebuah turbin konvensional. seperti dijelaskan di bagian selanjutnya. Keuntungan utama adalah sebagai berikut: ¾ Pompa dan motor yang menyatu dapat untuk digunakan sebagai satu set turbin dan generator ¾ Terdapat kisaran yang luas dari head dan aliran ¾ Tersedia dalam sebuah jumlah yang besar untuk ukuran standar ¾ Biaya rendah ¾ Waktu pengadaan cepat ¾ Suku cadang seperti seal dan bearing mudah pengadaannya ¾ Mudah pemasangannya-menggunakan pipa fitting standar Ada beberapa keuntungan praktis dari dapat digunakannya sebuah direct drive pump as turbin (PAT). Kisaran nyata head dan debit untuk sebuah PAT yang sesuai dijelaskan dalam bagian kemudian. Turbin pompa terbalik (Pump as Turbin = PAT) Standar unit pompa ketika dioperasikan terbalik memiliki sejumlah keuntungan diatas turbin konvensional untuk pembangkit listrik mikro-hidro. ¾ Biaya rendah (dalam kasus sebuah disain monoblok) karena kosntruksi sederhana. dan dimana pemasangan sesederhana 7-43 . lebih sedikit bearing. ¾ Sangat kecil friction loss dalam drive (hemat hingga 5% dari output listrik) ¾ Mudah pemasangannya – PAT dan generator datang sebagai satu unit. ¾ Lebih sedikit bearing dipakai-tanpa kerugian sampingan pada bearing. dalam sejumlah lingkaran ada keuntungan-keuntungan untuk mencocokkan sebuah belt drive ke sebuah PAT. Kesederhanaan dari PAT yaitu bahwa PAT benar-benar memiliki batasan yang jelas ketika dibandingkan dengan banyak tipe turbin yang mahal. Keuntungan-keuntungan menggunakan sebuah direct drive arangement dilaporkan dibawah. Bagaimanapun.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 1. Sejumlah jalan keluar dari batasan yang ada ini akan dikupas pada akhir bab ini. ¾ Perawatan kecil-tanpa perlu mengatur tegangan belt atau mengganti belt. Penggunaan kombinasi satuan motor dan pompa dianjurkan untuk skema mikro-hidro yang digunakan hanya untuk menghasilkan listrik. lebih kecil lapisan dasar. pemilihan pompa yang dapat digunakan harus diseleksi mengacu dibawah ini. dan sebagai hasilnya. ¾ Biaya rendah – tanpa pulley. Pompa diproduksi massal.Penggunaan direct drive Pumps as Turbine Salah satu keuntungan dari penggunaan sebuah PAT daripada sebuah turbin konvensional adalah peluang untuk menghindari sebuah belt drive. yaitu satu dimana batang pompa disambung secara langsung ke generator. 2.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro mungkin dilakukan. ada beberapa batasan untuk penggunaan seperti unit integral. Walau bagaimanapun. sebuah turbin pelton sepertinya lebih efisien daripada sebuah pompa. Kisaran dari PAT dapat diperluas dengan mengunakan generator baik dua kutub (mendekati 3000 rpm) atau enam kutub (mendekati 1000 rpm). Kisaran dari turbin pelton dan crossflow ditunjukkan berdasarkan pada informasi dari kisaran turbin yang dibuat di Nepal. Kisaran yang sesuai untuk head dan debit Pompa sentrifugal standar dibuat dalam ukuran jumlah besar. ¾ Pilihan terbatas dari generator yang ada terutama untuk PAT. seperti ditunjukkan dalam gambar 7-2. Pada kondisi yang benar. 3.2. disebut dibawah: ¾ Kecepatan turbin sama dengan kecepatan generator – sehingga pengurangan kisaran dari nilai rendah ketika kecocokan performan PAT ke kondisi lokasi. dan dibandingkan dengan kisaran dari pompa sentrifugal standar yang berjalan dengan sebuah generator kutub empat (mendekati 1500 rpm).1 menunjukkan kisaran dari head dan debit berlebih dimana berbagai pilihan turbin digunakan.1 Kisaran Head-Debit untuk Berbagai Pilihan Turbin H(m) 7-44 . dan turbin francis kecil. pump as turbine dapat digunakan diatas kisaran normal yang diatas oleh multi-jet pelton turbine. untuk mengatasi sebuah kisaran besar dari head dan debit. turbin croassflow. penggunaan aliran rendah. ¾ Tidak ada kemungkinan sambungan beban mekanik secara langsung ke PAT. Bagaimanapun. H(m) 500 400 300 200 150 100 70 50 40 30 20 Key 10 5 PAT Crossflow Turbines Crossflow Turbine limit PAT limit @ 1550 rpm Q(λ/s) 2 4 6 8 10 15 20 30 40 60 80 100 150 200 Gambar 7-2. untuk head tinggi. dan tidak lebih mahal. Bagan dalam gambar 7-2. Kisaran pompa sebagai turbin ini berdasarkan pada pompa sentrifugal standar diproduksi oleh sebuah pabrik besar Inggris.

Sebuah turbin pelton untuk penggunaan ini akan membutuhkan tiga atau empat semburan. sebuah turbin crossflow lebih mahal untuk pembuatan yang lebih besar karena kesulitan dalam fabrikasi runner. ditunjukkan dengan wilayah yang direncanakan pada gambar 2.1 “Pompa Sentrifugal buatan Southern Cross untuk PAT” dilampirkan disini hanya untuk referensi. Untuk penggunaan ini. termasuk karakteristik pompa dan motor induksinya karena perbedaan karakteristik pompa oleh pembuatannya. sebagai akibat kebutuhan untuk sebuah belt drive ke standar daya generator. sebagai akibatnya pengaturan yang rumit untuk casing dan nozzle. Disainer. pemasangan crossflow akan memerlukan sebuah operasi turbin besar pada kecepatan lebih rendah daripada sebuah PAT yang ekivalen. meskipun akan lebih fleksibel daripada PAT untuk beroperasi dengan sebuah kisaran nilai rendah. Simpanan air jangka panjang tidak secara umum sebuah pilihan untuk skema mikrohidro karena biaya yang tinggi untuk membangun sebuah penampung air. atau sebuah turbin multi-jet pelton. 7-45 . 1500 rpm) 2 4 6 8 10 15 20 30 40 60 100 200 Q(λ/s) Gambar 7-2. tetapi akan menjadi lebih mahal daripada crossflow turbin sekalipun. Oleh karena itu. dapat mempelajari lebih jauh bab berikutnya. dianjurkan bahwa klien sebaiknya mengkonfirmasikan kemampuan pompa tersebut ke disainer atau manufaktur pompa lebih lanjut. Apa yang diminta dari penggunaan sebuah pump as turbin adalah bahwa memerlukan sebuah nilai debit tetap dan oleh karena itu cocok untuk lokasi dimana ada sebuah kecukupan suplai air sepanjang tahun. yang ingin tahu lebih detil tentang disain. Karena sejumlah kesulitan dalam memilih PAT (pump As Turbine).2 Kisaran Head-Debit untuk Direct Drive Pump Sebagai Turbin Penggunaan pump as turbine memiliki keuntungan yang paling besar. Tabel 7-2. pada bentuk biaya dan kesederhanaannya untuk lokasi dimana alternatif dapat diambil sebuah turbin crossflow.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 4 pole limit (c. bekerja pada aliran yang relatif rendah. Sebuah turbin francis kecil dapat juga digunakan pada kisaran ini.

4 1.0 10 .1 16.9 22.0 2.0 9.0 46.5 28.7 0.5 12.8 7.7 0.0 9.6 24.0 20.0 14.7 49.4 15.7 17.9 22.8 21.6 93.0 9.0 18.5 13.6 27.1 2.0 70.5 7.5 42.0 8.5 7.4 1.5 4.8 8.5 30.0 36.5 0.0 19.3 4.0 3.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 7-2.0 70.0 15.5 7.2 13.6 2.7 16.0 (kW) 0.5 4.0 17.0 24. Keterbatasan yang ada dari penggunaan sebuah Pump as Turbine 7-46 Power output (P) Speed as pump .5 5.5 10.5 6.3 1.3 15.0 9.7 18.3 15.3 54.8 17.0 15.1 37.8 6.0 7.0 18.7 39.0 11.1 22.0 8.0 9.0 Efficiency as pump Flow as turbine (Q) Speed as turbine Flow as pump(Q) Pump Type 50 x 32 – 160-L 50 x 32 – 160-M 50 x 32 – 160-S 65 x 50 – 160-L 65 x 50 – 160-M 65 x 50 – 160-S 80 x 65 – 160-L 80 x 65 – 160-M 80 x 65 – 160-S 80 x 50 – 200-L 80 x 50 – 200-M 80 x 50 – 200S 100 x 80 – 160-L 100 x 80 – 160-M 100 x 80 – 160-S 100 x 65 – 200-L 100 x 65 – 200-M 100 x 65 – 200-S 100 x 65 – 250-L 100 x 65 – 250-M 100 x 65 – 250-S 125 x 100 – 200-L 125 x 100 – 200-M 125 x 100 – 200-S 125 x 100 – 250-L 125 x 100 – 250-M 125 x 100 – 250-S 150 x 125 – 250-L 150 x 125 – 250-M 150 x 125 – 250-S (rpm) 1400 1400 1400 1400 1400 1400 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1420 1450 1450 1450 1440 1440 1440 1450 1450 1450 1460 1460 1460 (rpm) 1470 1470 1470 1470 1470 1470 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1491 1523 1523 1523 1512 1512 1512 1523 1523 1523 1523 1523 1523 (l/sec) 3.9 32.6 46.5 2.0 (m) 9.8 14.5 3.0 24.6 2.0 14.9 5.8 69.5 16.5 6.5 5.0 30.2 26.4 0.5 9.1 1.0 4.0 23.8 10.0 13.0 15.6 24.7 4.0 18.0 14.1 0.0 40.5 1.0 16.1 1.2 32.4 5.6 8.5 25.0 15.5 21.0 19.8 20.3 0.6 15.0 9.1 10.3 6.0 12.5 89.1 Pompa Sentrifugal buatan Southern Cross untuk PAT Head as pump (Hn) Head as turbine (Hn) (m) 23.0 33.6 0.0 4.5 6.0 26.4 11.0 34.0 11.5 6.1 19.1 3.3 16.9 14.6 24.3 21.5 6.0 7.5 50.1 23.0 8.6 13.0 50.0 14.8 26.5 38.1 11.0 9.5 16.0 (%) 56 54 50 65 60 57 78 74 68 72 69 68 80 77 75 78 75 70 78 76 73 85 81 78 81 80 78 88 83 80 (l/sec) 5.5 19.

Informasi lain yang anda butuhkan untuk mengetahui pompa anda adalah poin dimana pompa bekerja paling efisien. Ketika sebuah pompa sentrifugal standar digunakan sebagai turbin. sebuah pum as turbine yang kesesuainnya baik ke kondisi lokasi akan beroperasi dekat kepada efisiensi maksimum. Ini dijelaskan lebih detail di dalam Referensi 7-1. Intake khusus terdiri dari sebuah pipa pengatur. turbin dan generator harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Ketika sebuah direct drive electric pump digunakan. Jika nilai debit meningkat. Dengan menggunakan intake khusus dan sebuah bak penampung kecil jika memungkinkan untuk sebuah PAT berjalan terputusputus. Nilai maksimum dari efisiensi bervariasi menurut jenis dan ukuran pompa. ditunjukkan dalam gambar 6.4. anda membutuhkan untuk memahami itu sebagai sebuah pompa. Ketika debit dikirim oleh pompa meningkat. tetapi biasanya 40% . listrik akan tetap dibangkitkan tetapi kehilangan daya akan terjadi.3. 7-47 . head pengiriman menurun.2 memberi lebih detail dari operasi pararel PAT.A2. Pilihan lain untuk menyesuaikan dengan nilai debit rendah adalah menggunakan operasi yang terputus-putus. Nilai efisiensi dapat ditunjukkan pada kurva head-debit. dipasang melawan nilai dibit. 5. Jika nilai debit jatuh sedikit dibawah yang diperlukan untuk efiensi maksimum.80%. tanpa pengaturan yang sungguh-sunggh adalah mungkin. Perhatian harus diambil untuk menghindari kelebihan beban (baik elektrikal maupun mekanikal) dari generator. Efisiensi pompa. Pemahaman pompa sebagai kurva performa pompa Sebelum melihat pada pum as turbin anda. Peralatan utama untuk ini adalah kurva performan. Referensi 6. Poin efisien paling baik (bep) terjadi pada terutama nilai dari nilai debit. sekali dipasang. Gambar 3 menunjukkan sebuah kurva head-debit yang khusus untuk pompa. adalah tidak mungkin untuk membangkitkan listrik lebih menggunakan hanya satu pompa. Bagaimanapun. seperti ditunjukkan dalam gambar 7-2. Informasi dari pembuat pompa kadang-kadang menunjukkan jalan ini. Ini dapat mencapai kisaran limit dari kelebihan aliran dimana pompa dapat beroperasi.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tujuan membangun turbin air secara umum adalah cocok dengan sebuah variasi guide vane (atau vanes) atau sebuah katup tombak. dimana mengijinkan mesin untuk berjalan efisien dengan sebuah kisaran luas dari nilai debit. Output listrik dari sebuah generator induksi akan secara normal dibatasi pada 80% dari nilai output listrik motor. Pompa kedua dapat dipasang tetapi biaya tambahan dari pemasangan lebih dari satu unit keuntungan yang dapat diperoleh dari membeli sebuah pompa sementara dari sebuah turbin konvensional. dimana menunjukkan bagaimana ketinggaian head dan debit dikirim oleh pompa yang yang berhubungan. Kurva ini sering didapatkan dari pembuat pompa. Ini disebut poin efisien paling baik.

H adalah Head (m) Q adalah nilai debit (1/2) Pin adalah daya input mekanik (W) 9.3 Kurva Efisiensi Pompa Hp 50 % 60 % 65 % % 70 60 Qbep 50 Hbep 65 % % % Qp Gambar 7-2. tapi memiliki sebuah kurva yang menunjukkan input listrik melawan nilai debit.4 Head dan debit pompa dengan menunjukkan nilai efisiensi Jika anda tidak memiliki data efisiensi untuk pompa.81 x 100 Pin dimana. 7-48 . nilai debit input listrik dan efisiensi diberikan dengan persamaan berikut: Efisiensi (η) = H x Q x 9.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro p max Qbep Qp Gambar 7-2. Hubungan antara head.81 adalah akselerasi karena gravitasi (m/s2) η adalah efisiensi pompa dalam persentase (1) Langkah untuk menghitung nilai dari efisiensi maksimum adalah sebagai berikut: 1. kemudian berarti mungkin untuk menghitung nilai pada poin efisiensi terbaik. Gunakan kurva head-debit untuk memperoleh nilai head-debit pada poin efisiensi terebaik.

Kemudian gunakan persamaan berikut untuk menghitung Pin. 1.1 kW). terutama untuk pompa dengan motor integral. yang dapat dikonversikan menjadi 3. Ini adalah Pelec.4.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 2.6.5” x 8) pompa memberikan kurva aliran head dan kurva input daya listrik seperti ditunjukkan pada gambar 9a dan 9b. gunakan Referensi 7-3 untuk memperkirakan efisiensi motor. untuk operasi pada 3 fase. Menurut table pada Referensi 6.5” x 1.81 x 100 = 57% 100 788 7-49 .8 m. 450 rpm. Faktor konversinya diberikan pada Apendix E.89 l/s dengan dibagi 3. Head dengan efisiensi terbaik adalah 11. Nilai konsumsi daya listrik. Rata – rata dari motor sekitar 1. Dengan rata – rata aliran 14 m3/hari.050 W. untuk titik efisiensi terbaik. 3. Pin = Pelec x η motor (%) 100 dimana: Pin adalah input listrik mekanik Pelec adalah konsumsi daya listrik dari motor ηmotor adalah efisinsi dalam persentase Contoh 1: Menemukan kondisi efisiensi pompa paling baik.5 hp (1. Pembangunan dari 65 – 40 – 200 (2. dapat dilihat pada gambar 9b. Aliran dengan efisiensi yang terbaik adalah 14 m3/ hari. ukuran motor mempunyai maksimum efisiensi sekitar 75%. dari persamaan (5): η = H x Q x 9. Dengan menggunakan persamaan (2): Pin = Pelec x ηmotor (%) = 1050 x 75 100 100 = 788 W (2) Pompa dengan efisiensi terbaik.81 x 100 = 11. kurva listrik dapat menunjukkan daya listrik yang dikonsumsi lebih baik daripada input daya mekanik.89 x 9. dengan suplai 50 Hz. Gunakan niali debit ini pada kurva input-debit listrik untuk mendapatkan Pin. Pada kasus ini.8 x 3. daya yang dihasilkan adalah 1. Catatan bahwa. Letakkan nilai dalam persamaan (1) untuk mendapatkan efisiensinya.

5. dengan titik efisiensi terbaik (b) Konsumsi daya listrik Gambar 7-2. biasanya dapat dijumpai pada kasus untuk sentrifugal pompa yang dijalankan sebagai turbin. dapat dilihat bahwa pompa dapat menyebabkan kenaikan rata – rata aliran.A2. Kurva Turbin dan Kurva Lokasi Kecepatan dari turbin bervariasi tergantung dari beban yang masuk di dalamnya. Untuk pompa yang digambarkan pada gambar 6.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Hp (m) 18 16 14 12 Pelec (W) 1000 750 10 8 6 500 250 4 2 5 5 10 15 20 10 15 20 Qp (m3/hr) Qp (m3/hr) (a) Head dan aliran. lebih besar dari beban yang didisain untuk di dalam turbin.8). Ketika beban turbin dikurangi.A2. Terdapat beberapa kurva yang dapat dilihat pada gambar 6.7. dan terdapat kurva aliran head untuk setiap kecepatan. Kurva dengan label N = 130% dan N = 80% adalah kecepatan berada 30% diatas normal dan 20% dibawah kecepatan normal. Jika beban.6. 7-50 . Kurva Pembangunan Pompa H Hsite hf e ur v C T PA Site Curve Operating Point Q Gambar 7-2. bahwa setiap titik operasi diberikan pada setiap interseksi pada kurva turbin dengan kurva lokasi. Di tengah – tengah kurva dengan label N = 100% adalah kecepatan normal dalam operasi (hal ini dapat dilihat pada gambar 6. Jika tidak terdapat beban.7. maka kecepatannya akan menurun.A2. Perlu dijadikan catatan. maka kecepatan akan menurun.

aliran meningkat dengan head yang meningkat.8). Dengan pemeriksaan dan metode kesalahan (error methods).7 dengan label N = max.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro maka kecepatan turbin meningkat sampai maksimum. H Site Curve 0% 14 N= 0% 13 N= 0% 10 N= N= ma x % 80 N= 0 0 Q Gambar 7-2. Head Turbin dan Aliran dengan Kecepatn yang Berbeda 6. Pada contoh yang telah diberikan.7. Dalam kasus ini informasi dapat diperoleh dari gambar pompanya. untuk sejumlah rata – rata yang berbeda. maka maksimum efisiensi kecepatan dapat diperoleh. Pemahaman Pompa sebagai kurva penampakan Turbin Penampakan kurva untuk turbin menunjukkan bagaimana head berhubungan dengan aliran yang melalui turbin (lihat gambar 7-2.75 Qmax. Head yang terdapat pada turbin dan sejajar dengan ketinggian vertikal antara intake dari arus aliran dengan pembuangan 7-51 . Kadangkala. Adalah juga memungkinkan untuk memplot head dan aliran yang ada pada lokasi yang merupakan hal yang penting (lihat pada gambar 7-2.6).A2. Untuk operasi turbin.75 Hmax (3) Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang berdasarkan perhitungan fisik beberapa bagian pompa. Data yang terdapat pada gambar pompa kemungkinan mempunyai nilai yang tunggal untuk head dan aliran (yang mana tidak selalu merupakan head dan aliran dengan efisiensi terbaik dari operasi pompa) atau interval dari head dan aliran. Qbep = 0. maka efisiensinya dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (1) diatas. Kurva tunggal yang ditunjukkan untuk kecepatan operasi normal dapat ditentukan dengan disain yang detil. hal seperti ini biasa disebut sebagai runaway. Kurva dari kecepatan maksimum ditunjukkan pada gambar 6. Mendapatkan efisiensi paling baik dengan data terbatas Jika titik dengan efisiensi terbaik belum diketahui tetapi kurva daya diketahui. 7. Hbep = 0. Salah satu pendekatan dari kondisi efisiensi terbaik dapat menggunakan persamaan di bawah ini. tidak ada kurva yang menunjukkan input daya atau konsumsi daya listrik. kecepatan sebenarnya dari runaway (dengan ekstrapolasi) adalah mendekati 140% dari kecepatan normal.

Ketinggian ditentukan dengan ketinggian vertikal antara intake dari aliran dan pembuangan turbin. Nilai debit secara normal ditentukan dengan nilai debit minimum. pada turbin adalah poin efisiensi terbaik. anda memilih sebuah lokasi yang tertentu dengan kondisi head dan debit. Menyesuaikan sebuah pump as turbin ke kondisi lokasi Dalam menyeleksi lokasi anda. untuk efisiensi terbaik sebagai sebuah turbin. dalam pompa sentrifugal. menggunakan perhitungan penampakan dan testing turbin. Head dan debit yang dibutuhkan. Perpotongan dari kurva penampakan turbin dengan kurva lokasi dalam gambar 7-2. Kondisi berjalan dalam bentuk head dan debit. Kerugian gesekan dan kebocoran. sangat berbeda dari nilai output pompa. ketika berjalan sebagai turbin. Persamaan berikut diberikan dalam literatur untuk memprediksikan head dan debit turbin untuk kecepatan tetap: 7-52 . Bagian ini memberikan perhitungan yang dibutuhkan untuk mendapatkan ketinggian turbin dan debit pada poin efisiensi terbaik untuk pompa tertentu. H H × Limit of PAT operation 0 0 Qt Q Gambar 7-2. lebih kecil kerugian head dalam pipa pesat untuk nilai aliran tertentu.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro turbin. meskipun efisiensi PAT akan mendekati sama dengan operasi pompa. lebih sedikit gesekan kerugian head dalam pipa pesat. berakibat dalam mengurangi head dan debit dari teori maksimum. akan lebih besar daripada nilai teoritikal. Ini diketahui sebagai poin operasi. yaitu debit yang ada sepanjang tahun. sedekat mungkin dengan kondisi lokasi. Sebuah pompa perlu untuk dipilih dimana head dan debit. supaya meningkat untuk menghadapi kerugian.8 Head dan Debit Pump as Turbine SELEKSI PUMP AS TURBIN UNTUK SEBUAH LOKASI YANG SESUAI Bab ini akan memberikan prosedur untuk menyeleksi sebuah pump as turbine untuk menyesuaikan dengan lokasi.6 memberi ketinggian dan aliran saat turbin akan beroperasi nyata.

Hukum Affinity berhubungan dengan head.3l / s 0. tetapi hasil eksperimen menunjukkan bahwa rasio head selalu lebih besar daripada rasio debit antara turbin dan model pompa.62 η 1 . Penampakan turbin pada efisiensi terbaik diperkirakan sebagai berikut (dari persamaan 5): Q1 = H1 = H bep Qbep η 0 . Qbep adalah nilai debit dan poin efisiensi terbaik pompa (bep) Hbep adalah head pada pompa bep ηmax adalahefisiensi maksimum pompa dan Q1 adalah nilai debit saat poin efisiensi terbaik turbin (bep) H1 adalah head saat turbin bep η1 adalah efisiensi maksimum turbin.8 η max1. η1 = ηmax (5) Contoh berikut ini menunjukkan cara – cara menghitung head dan debit yang diperlukan turbin ketika kecepatan turbin sama dengan kecepatan pompa. H1 = H bep η max 0.563 0. India. metode berikut diusulkan oleh KR Sharma of Kiloskar Co. Persamaan berimplikasi bahwa perbandingan Q1/Qbep dan H1/Hbep adalah sama.2 0. Jika kecepatan turbin sama dengan kecepatan pompa. ηmax η1 = ηmax (4) dimana.8 max = 20 20 = = 29 . Sebelum ke persamaan diperlukan “Hukum Affinity”. Prediksi dapat diperbaiki dengan menggunakan tenaga berbeda dari ηmax untuk rasio head dan debit.62 Kadangkala kecepatan turbin tidak sama dengan nilai kecepatan pompa oleh karena itu diperlukan tambahan persamaan untuk mendapatkan kecepatan running yang berbeda dari turbin dan pompa. ηmax H1 = Hbep. persamaannya adalah: Q1 = Qbep .500 rpm.682 0.2 . Contoh 2: Perhitungan turbin dengan titik efisiensi terbaik (pada kecepatan pompa) Pada pembangunan pompa tertentu diberikan kurva yang menunjukkan bahwa pompa mempunyai efisiensi yang maksimum yaitu 62% ketika mengirimkan aliran sebesar 20 l/s pada head 16 pada 1. aliran dan daya dari pompa atau turbin sampai ke kecepatan.2 max = 16 16 = = 28 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Q1 = Qbep.8 0. Aliran (Q) proporsional dengan kecepatan (N) Head (H) proporsional dengan N2 Daya (P) proporsional dengan N3 7-53 .4m 1 .

... Kecepatan turbin ditetapkan oleh kecepatan generator. Dengan menggunakan persamaan 8.. Suatu contoh yang mewakili perhitungan ini diberikan pada halaman selanjutnya.. Hal ini kemungkinan tidak berdasarkan efek signifikan dari input PAT.............. Contoh 3... kondisi efisiensi terbaik untuk operasi turbin dapat diperkirakan sebagai berikut: 7-54 ..... Motor induksi digunakan sebagai generator secara langsung dari turbin...(6) ....... Nilai sebenarnya Qt dan Ht paling besar ± 20% dari nilai yang diperkirakan dari bep (titik efisiensi terbaik)............... Dari kecepatan pompa 1450 rpm......... Metode untuk memeriksanya ditunjukkan pada bagian berikutnya... yang hanya mendekati saja.... Hal ini kemungkinan tidak berdasarkan efek signifikan dari input PAT..Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Hubungan ini dapat digunakan secara khusus untuk menghitung kondisi running pada titik efisiensi terbaik... H 1 = ⎜ 1 ⎟ × 1 ...(7) ⎛N H 1 ( N = N1 ) = ⎜ 1 ⎜N ⎝ p dengan Np adalah kecepatan pompa N1 adalah kecepatan running turbin Subtitusikan persamaan (6) dan (7) ke dalam persamaan (5) maka diperoleh: ⎛N ⎞ H bep Qbep N . Harus ditekankan bahwa walaupun metode ini lebih akurat jika dibandingkan persamaan biasanya yang diberikan pada literatur yang ada (4)........ kecepatan turbin dapat dihitung menjadi 1550 rpm...2 Q1 = 1 × ⎜N ⎟ η N p η max max ⎝ p⎠ 2 ... yang tergantung dari kriterianya......... Harus ditekankan bahwa walaupun metode ini lebih akurat jika dibandingkan persamaan biasanya yang diberikan pada literatur yang ada (4).............. yang tergantung dari kriterianya.............................. Dianjurkan bahwa pompa pada contoh 2 dapat digunakan pada sebagai turbin pada lokasi ini... Metode untuk memeriksanya ditunjukkan pada bagian berikutnya.............. Karena turbin diperiksa terlebih dahulu berapa daya yang dihasilkan dari head dan debit... Persamaan dari head dan debit adalah sebagai berikut: Q1 ( N = N 1 ) = N1 × Q1 ( N = N p ) Np ⎞ ⎟ × H1 (N = N p ) ⎟ ⎠ 2 ............. yang hanya mendekati saja... Karena turbin diperiksa terlebih dahulu berapa daya yang dihasilkan dari head dan debit......... Oleh karena itu dianjurkan setelah seleksi pertama kali pompa harus di tes terlebih dahulu seperti pada turbin......... Nilai sebenarnya Qt dan Ht paling besar ± 20% dari nilai yang diperkirakan dari bep (titik efisiensi terbaik)....(8) Suatu contoh yang mewakili perhitungan ini diberikan pada halaman selanjutnya....... Perhitungan Turbin dengan titik efisiensi terbaik pada 1550 rpm Head yang tersedia pada lokasi tertentu adalah 26 m dan aliran airnya adalah 7 l/s. Oleh karena itu dianjurkan setelah seleksi pertama kali pompa harus di tes terlebih dahulu seperti pada turbin...

57 ⎝ ⎠ max ⎠ 2 ⎛N H1 = ⎜ 1 ⎜N ⎝ p Nilai – nilai dari head dan aliran ini mendekati kondisi yang ada di lokasi.57 0. 2 1.1 dari “ Pompa Sentrifugal buatan Southern Cross untuk PAT”. berdasarkan pada karakterisrik dari pompa aktual karena setiap jenis turbin berbeda oleh pembuatannya. 7-55 . Klien diminta untuk bertanya ke disainer tentang disain mendetail dengan penjelasan teknik untuk memilih pompa untuk PAT.89 × 0 . Karena sulitnya memilih PAT (Pump as Turbine).Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Q1 = N 1 Qbep 1550 3.5m ⎟ ⎜ 1 .8 2 ⎞ H 1550 ⎞ 11 .8 = × = 6.52l/s N p η max 1450 0. oleh karena itu pompanya akan sesuai.2 ⎟ η 1450 0 . dianjurkan sebagai contoh untuk memilih secara cepat berdasarkan pada lampiran Tabel 7-2.8 ⎟ × bep = ⎛ × = 26.

yaitu. generator. accu. 8. Boiler). Secara umum. Keuntungan lain dari penggunaan arus AC ialah konstruksi yang lebih sederhana dari generator AC. kombinasi pengadaan tenaga listrik AC dan DC merupakan pilihan yang baik. SISTEM KELISTRIKAN Untuk pengadaan tenaga listrik pada PLTMH dapat mengunakan arus searah (DC. atau panas (lampu pijar. Pada prakteknya. solar sel.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 8. alternating current). PLN) ƒ Konduktor ƒ Beban (peralatan listrik) Rangkaian listrik mempunyai banyak kesamaan dengan sistem pipa air. direct current) atau arus bolak-balik (AC.1 Rangkaian Listrik Arus listrik merupakan elektron yang mengalir pada suatu konduktor (logam yang dapat menghantarkan arus listrik). Penyimpanan tenaga AC ke baterai-baterai (accumulator) memberikan alternatif lain bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLTMH untuk dapat menikmati penerangan. 8-1 . radio atau penerangan lainnya yang memerlukan tenaga listrik dalam jumlah kecil. Arus AC menuntut frekuensi sistem tetap konstan. Tegangan AC dapat diubah menjadi tegangan tinggi secara mudah dan murah dengan menggunakan transformator. Dengan demikian energi listriknya dapat ditransmisikan pada jarak yang cukup jauh dari rumah turbin (power house) secara lebih ekonomis. Rangkaian listrik terdiri dari 3 bagian dasar. Untuk itu diperlukan pengaturan kecepatan putar generator disamping pengatur tegangan (voltage regulator). penggunaan arus AC lebih menguntungkan daripada arus DC. Energi dari aliran elektron ini dapat dirubah menjadi gerakan (motor listrik). ƒ Sumber listrik (battery. dimana rugi-rugi transmisinya dapat diminalkan. terutama jika menggunakan motor induksi sebagai generator. televisi.

2. Keuntungan sistem satu fasa adalah: 8-2 . V Sumber tegangan ekivalen dengan generator Yang dilengkapi pengatur tegangan dan frekuensi Beban satu fasa Gambar 8. Sebagai contoh.2 Sistem Satu Fasa 8.2 Sistem Kelistrikan Arus Bolak Balik (AC) Untuk dapat dimanfaatkan dengan baik.1 Sistem Satu Fasa dan Sistem Tiga Fasa Suplai listrik AC dengan sistem satu fasa ditunjukkan oleh Gambar 8. Tegangan standar yang dihasilkan adalah 110 V dan/atau 220 V untuk generator satu fasa. Frekuensi yang dipakai untuk arus AC adalah 50 Hz atau 60 Hz.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro I Sum ber Listrik Q P e rb e d a a n te k a n a n V A La m p u P F lo w m e te r S a k la r M o to r L is trik K ra n tu rb in Gambar 8.2. Pada dasarnya sistem satu fasa ini hampir sama dengan rangkain DC. untuk lampu pijar frekuensi arus AC yang kecil tidak dapat mempertahankan suhu yang tetap dan hanya akan menghasilkan sinar yang berkedapkedip. serta 220/380 V untuk generator 3-fasa. arus bolak balik (AC) harus memiliki frekuensi tertentu.1 Persamaan rangkaian listrik dengan sistem pipa air 8.

Dalam pelaksanaan/praktek ada 2 cara membuat hubungan pada sistem 3-fasa yaitu : ¾ Hubungan delta (segitiga) ¾ Hubungan bintang (Y) Hubungan delta diperoleh dengan cara menghubungkan ujung lilitan fasa pertama ke pangkal lilitan fasa berikutnya berturut-turut.3 Sistem Y dan Delta 8-3 . biru) dan satu hantaran kawat nol (hitam). dan IBR adalah arus fasa pada hubungan delta Jika beban seimbang. Pada hubungan bintang (Y) ketiga ujung yang sejenis (boleh pangkal maupun ujung) dari ketiga lilitan pada sistem 3-fasa disatukan. kuning. Sistem penghantaran arus listriknya dapat menggunakan: ¾ Tiga hantaran tanpa kawat nol (merah. Titik persambungannya disebut titik bintang atau titik nol. ¾ Sistem pengaturan beban (ELC) untuk satu fasa lebih murah. IYB. biru N = Netral IR. besarnya arus jala sama: IR=IY=IB=IL Arus fasa pada hubungan delta tersebut juga sama besarnya: IP IL=IP √3 Gambar 8. Jika beban pada setiap fasanya seimbang maka besarnya arus listrik untuk setiap fasa sama. kuning B = Blue. merah Y = Yellow. Sistem 3-fasa pada dasarnya terdiri dari tiga buah sistem satu fasa dengan satu buah penghantar netral untuk mengembalikan arus. Hubungan bintang (Y) IR adalah arus pada kawat netral Jika beban seimbang maka IR = 0 I L = IP VL = VP √3 Hubungan segitiga (delta) R IR R R IR R IRY N IN B IB IBR IYB Y B Y IB B IY Y Y IY R = Red. ¾ Ukuran (size) generator ditentukan oleh beban maksimum (kebutuhan konsumen). sehingga diperoleh rangkaian tertutup yang simetris.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ¾ Instalasi listrik dengan sistem satu fasa lebih sederhana. IY dan IB adalah arus pada jala-jala IRY. biru) ¾ Tiga hantaran kawat fasa (merah kuning. sementara pada sistem 3-fasa kapasitas maksimum generator yang dipilih lebih besar daripada beban maksimum (kebutuhan).

Q = E x I Sin φ VAR = Voltage-Ampere Reaktive Daya nyata (watt) = Pf x Daya semu (VA) 8-4 . P = E x I Cos φ daya reaksi (VAR). baik disambung segitiga maupun disambung bintang. ¾ Dimensi generator dan motor induksi 3-fasa lebih kecil dibandingkan generator satu fasa untuk rating (kapasitas) yang sama. Untuk arus bolak-balik. pemilihan penggunaan sistem satu fasa atau 3-fasa tergantung biaya yang tersedia dan kemudahan untuk mendapatkan perlengkapan instalasi listrik yang diperlukan.4 Vektor daya Berdasarkan persamaan daya.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Daya listrik pada beban (pemakai) adalah jumlah dari pemakaian daya listrik dari masing-masing beban. Maka. Pf φ = geseran sudut antara tegangan dan arus listrik daya semu (VA) daya reaksi (VAR) φ Gambar 8. dapat ditulis: daya semu (VA) =ExI daya nyata (watt). Daya sesungguhnya yang terpakai (P) adalah : P = E X I Cos φ Dimana: P = daya sesungguhnya dalam satuan watt (W) E x I = daya semu dalam satuan volt ampere (VA) Cos φ = faktor daya. semua sistem beban satu fasa (rumah tangga) dapat dihubungkan ke salah satu fasa dari jala-jala sistem 3-fasa. Pada prakteknya. 8.2 Daya Arus Bolak-balik dan Faktor Daya Besarnya daya listrik yang dipakai oleh suatu alat listrik ditentukan oleh besarnya tegangan (V) dan arus listrik (I) yang mengalir di dalam alat listrik tersebut. Pada generator sistem 3-fasa. ¾ Penggunaan sistem 3-fasa menghemat pemakaian penghantar (tembaga) lebih dari 75% dibanduingkan sistem satu fasa dengan tegangan yang sama.2.Bila sistem 3-fasa akan digunakan perlu dipertimbangkan batasan agar sistem beban satu fasa dihubungkan tetap diperoleh keseimbangan. Keuntungan sistem 3-fasa ini adalah: ¾ Generator dan motor induksi 3-fasa banyak tersedia di pasaran dengan harga yang relatif murah dibandingkan bila menggunakan generator satu fasa untuk kapasitas yang sama diatas 5 kW. besarnya tegangan dan arus listrik berubah-ubah setiap saat. selalu mempunyai daya yang tetap.

3 Generator Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik putaran poros menjadi energi energi listrik. Untuk instalasi PLTMH dapat digunakan generator sinkron dan generator induksi. watt).5 memperlihatkan mekanisme pembangkitan energi listrik dengan kedua cara tersebut. Konversi Energi tersebut berlangsung melalui medium medan magnet. biasanya diberikan oleh mesin penguat yang terpisah ke rotor melalui cincin. Selama rotor berputar terjadi fluks medan magnet yang membangkitkan energi listrik yang dikenal sebagai gaya gerak listrik (GGL).Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Dari vektor daya (Gambar 8. semakin tinggi mutunya.3. semakin rendah pula mutunya. Arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan dialirkan oleh kawat-kawat yang dihubungkan langsung dengan lilitan (kumparan) jangkar. Untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan dapat diperoleh dengan 2 cara yaitu: ¾ Rotor generator sinkron merupakan magnet permanen ¾ Mengalirkan arus searah (DC) ke rotor untuk membangkitkan medan magnet pada kumparan medan. Kutub medan rotor akan mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berputar dengan kecepatan yang sama (sinkron). Semakin tinggi faktor dayanya. Pada saat generator mengeluarkan arus dari semua lilitan statornya. 8-5 .1 Prinsip Kerja Generator Sinkron Pada generator sinkron kutub-kutub pembangkit medan magnet (rotor) berputar terhadap jangkar (stator).4) dapat diketahui hubungan antara daya nyata (real power. Generator induksi (asinkron) mempunyai kumparan jangkar pada stator. 8. Pada generator sinkron kumparan medan terdapat pada rotor. 8. daya semu (apparent power.3. sedangkan kumparan jangkarnya merupakan bagian yang diam. Gambar 8. VAR) yang dapat dinyatakan oleh persamaan: Daya semu (VA) = √ (Daya nyata)2 + (Daya reaksi)2 Pada peralatan listrik. dan tidak terdapat kumparan medan karena generator induksi menggunakan prinsip imbas elektromagnet.1 Generator Sinkron 8. Bagian utama generator terdiri dari bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator. faktor daya ini penting sekali diketahui.1. Sebaliknya semakin rendah faktor dayanya. pada stator timbul medan putar. VA) dan daya reaksi (reactive power. Diantara rotor dan stator terdapat celah udara.

rpm f = frekuensi tegangan. Jadi. misalnya untuk mendapatkan arus bolak-balik dengan frekuensi 50 Hz. sebuah generator yang mempunyai empat buah kutub harus berputar dengan kecepatan (n) sebesar: n = (120 . f n= P Dimana: n = kecepatan putar. 50)/4 n = 1500 rpm 8-6 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar 8. Hz P = jumlah kutub .5 Mekanisme Pembangkitan Daya pada Generator Kecepatan sinkron untuk generator arus bolak-balik dinyatakan dengan persamaan: 120 .

Hal ini menyebabkan fungsi kapasitor menjadi barang habis yang harus selalu tersedia. apakah sistem satu fasa atau 3fasa. Bila akan digunakan pengontrol beban (ELC.3. Electronic Load Controller) maka kapasitas daya tambahan (ekstra) sebesar 60%. 8. Sistem IMAG (asynchronous) jika dibandingkan dengan sistem synchronous (generator sinkron) memiliki beberapa keunggulan yang sangat berarti untuk proyek-proyek PLTMH.f 8-7 . Motor induksi sebagai generator sebenarnya merupakan teknologi yang sudah tidak asing lagi di dunia PLTMH. 8. Dengan memperhatikan rugi-rugi generator serta untuk menjamin kinerja generator maka perlu adanya faktor keamanan. dari 65% untuk daya 1 kVA sampai 90% untuk daya 20 kVA. Sebuah generator harus memiliki kapasitas (Volt-Ampere) yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pada saat beban maksimum. Sementara itu kelemahan utamanya adalah: 1. terutama dengan kapasitas sampai 5 kW.2 Pemilihan Generator Sinkron Kapasistas sebuah generator dinyatakan dalam Volt-Ampere. Disamping itu perlu dipertimbangkan kemungkinan bertambahnya beban akibat adanya penambahan permintaan suplai listrik.1.2. Di Indonesia kemungkinan pengembangan teknologi ini terbuka lebar setelah adanya sistem kontrol beban elektronik IGC (Induction Generator Controller). biasanya 20 % Jadi untuk memenuhi kebutuhan (beban) sebesar 100 kVA dipergunakan generator 120 kVA. Biasanya sistem ini disebut “Induction Motor as Generator” atau IMAG. Efisiensi generator sinkron umumnya meningkat sebanding dengan kapasitasnya. Tidak mempunyai magnet permanen 2.3. Tidak adanya magnet permanen ini menyebabkan generator asinkron membutuhkan kapasitor untuk menjadi generator.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 8. Biasanya sebagai generator asinkron digunakan motor induksi. Generator yang dipakai disesuaikan dengan sistem arus bolak-balik yang dipilih.1 Prinsip Kerja Motor Induksi Bila lilitan stator motor induksi 3-fasa dihubungkan pada jala-jala maka pada stator akan timbul medan putar dengan kecepatan: 120 ns = P . Keunggulan utamanya adalah harganya lebih murah dibandingkan generator sinkron.2 Generator Asinkron Penggunaan generator asinkron (generator induksi) sebagai pembangkit listrik pada PLTMH dengan kapasitas yang kecil lebih handal dibandingkan bila menggunakan generator sinkron.3.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor, sehingga pada kumparan rotor timbul tegangan induksi (GGL). Adanya GGL dalam kawat-kawat menyebabkan adanya arus dalam kawat rotor. Karena kawat-kawat yang dialiri arus tersebut berada dalam medan putar, maka timbul pula kopel yang menyebabkan kawatkawat tersebut berputar bersama dengan rotor, searah dengan medan putar stator. Agar tegangan induksi (GGL) terjadi, maka garis-garis gaya medan putar stator harus saling berpotongan dengan kawat-kawat rotor. Bila rotor berputar sama cepatnya dengan medan putar stator, maka garis-garis gaya medan putar tidak akan dapat saling berpotongan dengan kawat-kawat rotor sehingga tidak akan timbul tegangan induksi. Dengan demikian, pada motor induksi kecepatan berputarnya rotor tidak sama dengan kecepatan medan putar stator. Karena itu motor induksi disebut juga sebagai motor asinkron. Perbedaan kecepatan berputar rotor (nr)dengan kecepatan medan putar stator (ns) disebut slip (S), dinyatakan dengan : (ns – nr) S= . ns Bila nr = ns, tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada kumparan jangkar rotor. Besar kecilnya slip dipengaruhi juga oleh keadaan beban dari motor. Bila beban kosong, maka keadaan slip akan lebih kecil daripada bila beban penuh. Pada motor-motor dengan daya kecil slip yang terjadi lebih besar daripada motor-motor dengan daya besar. Untuk motor kecil, 1 kW, pada saat beban penuh, besarnya slip sekitar 0,05. semakin besar daya motor, pada saat beban penuh besarnya slip akan semakin kecil. 8.3.2.2 Motor Induksi Sebagai Generator Untuk dapat berfungsi sebagai generator, motor induksi (IMAG) memerlukan daya reaktif untuk menimbulkan medan putar. Suplai daya reaktif ini diberikan oleh kapasitor. Penggerak utama dipakai untuk memutar rotor searah dengan arah medan putar. Bila slip dibuat negatif atau dengan kata lain kecepatan berputar rotor (nr) lebih besar daripada kecepatan medan putar stator (ns), mesin akan berfungsi sebagai generator. 8.3.2.3 Karakteristik Generator Induksi (IMAG) Motor induksi umumnya berputar dengan kecepatan konstan mendekati kecepatan sinkronnya. Perubahan beban pada motor induksi mempengaruhi putara motor induksi. Akibatnya akan terjadi perubahan frekuensi yang menimbulkan perubahan tegangan listrik. Pada generator induksi (IMAG) tegangan akan turun dengan cepat pada saat beban bertambah, sehingga perlu adanya pengaturan tegangan dan putaran. Saat ini untuk instalasi mikrohidro, dengan menggunakan motor induksi sebagai generator, tersedia sistem pengaturan IGC (Industion Generator Controller)

8-8

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Pada saat motor induksi digunakan sebagai generator, tegangan yang dihasilkan umumnya 10% lebih rendah dari tegangan yang diperlukan untuk mengoperasikannya sebagai motor listrik dengan frekuensi yang sama. 8.3.2.4 Pemilihan Generator Induksi Pada dasarnya pertimbangan yang dilakukan pada pemilihan generator sinkron juga berlaku pada pemilihan motor induksi, seperti faktor daya, faktor keamanan untuk kapasitas daya motor induksi (daya ekstra), dll. Pada prakteknya sering digunakan faktor daya sebesar 0,8 dalam memilih generator induksi. Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan beban 10 kW dipilih motor dengan rating (kapasitas) 10 kW / 0,8 = 12,5 kW. Tegangan yang dihasilkan oleh motor induksi (IMAG) lebih rendah daripada spesifikasi yang tercantum (rated voltage) bila digunakan sebagai generator. Sebagi contoh sebuah motor induksi memiliki spesifikasi, 380 V (220 V line – netral), 3 –fasa, 50 Hz, hubungan bintang (Y). Bila digunakan sebagai generator, motor induksi tersebut mungkin hanya mensuplai tegangan 380 V ( 220 V line-netral), 3-fasa, 4 hantaran kawat. Bila ingin mempertahankan tegangan (sesuai spesifikasi) dapat juga dicapai dengan menaikkan frekuensi sistem dari 50 Hz menjadi sekitar 53 Hz. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunkan IGC. Dalam pelaksanaannya (praktek) peningkatan frekuensi sebesar 10% akan menaikkan tegangan yang dihasilkan sekitar 15%. 8.4 Pentanahan Masalah pentanahan merupakan salah satu faktor penting di dalam pelistrikan seperti pada instalasi pembangkit, sistem transmisi dan distribusi. Pentanahan berhubungan erat dengan perlindungan suatu sistem berikut semua perlengkapannya. Mengusahakan pentanahan berarti mengusahakan agar arus gangguan yang timbul pada saat tertentu, mengalir masuk tanah sehingga tidak merusak peralatan listrik yang ada. Dalam pelaksanaannya, pentanahan meliputi: ¾ Pentanahan sistem, berupa pengadaan hubungan dengan tanah untuk suatu titik pada penghantar arus dari sistem, seperti pada sistem transmisi dan distribusi. ¾ Pentanahan peralatan sistem, berupa pengadaan hubungan dengan tanah untuk suatu bagian yang tidak membawa arus dari sistem, seperti pada pipa baja saluran tempat kabel, batang pemegang saklar. 8.4.1 Pentanahan Langsung

Pada pentanahan langsung, titik netral sistem langsung dihubungkan dengan tanah tanpa suatu tambahan impedansi dari luar. Namun ada reaktansi antara netral dan tanah. Penggunaan pentanahan ini perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya arus gangguan yang besar. Biasanya untuk sistem tegangan rendah (s/d 600 V) dan tegangan tinggi (22 kV) metoda ini banyak digunakan.

8-9

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

8.4.2

Pentanahan Lewat Hambatan

Pentanahan lewat hambatan banyak diterapkan pada sistem tegangan menengah (2,4-13,8 kV). Pada pentanahan ini di antara titik netral sistem dan tanah dipasang hambatan untuk mengurangi besarnya arus gangguan yang mungkin terjadi. Metoda ini akan menimbulkan tegangan lebih yang cukup tinggi. 8.4.3 Pentanahan Lewat Reaktan

Penambahan berupa reaktan dimaksudkan untuk memperbesar reaktansi yang berasal dari generator/transformator agar arus gangguan tanah tidak melebihi arus gangguan 3-fasa yang dihasilkan.

Xg

RN Xg RN

Pentanahan Langsung

Pentanahan Lewat Hambatan

XN

XN

Pentanahan Lewat Reaktan

Pentanahan Fault Netralizer

Gambar 8.6 Macam-macam Sistem Pentanahan

8-10

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

8.4.4

Pentanahan dengan Ground-Fault Neutralizer

Pentanahan ini dikenal juga dengan nama pentanahan resonans. Cara ini sering digunakan pada sistem yang sering mengalami gannguan di udara, sehingga pemutusan saluran dari penyedia daya tidak selalu harus dilakukan. 8.4.5 Konstruksi Sistem Pentanahan

Peralatan konstruksi sistem pentanahan adalah: ¾ Elektroda tanah (grounding elektrode) adalah sejenis penghantar yang ditanam di dalam tanah dan berfungsi agar potensial semua penghantar yang dihubungkan sama dengan potensial tanah, perlengkapan ini juga merupakan alat pelepasan arus ke tanah. Elektroda tanah memegang peran penting karena amat menentukan seberapa besar arus gangguan yang dapat dilepaskan ke tanah. ¾ Penghantar tanah (grounding conductor) berfungsi menghubungkan peralatan sistem yang akan ditanahkan ke bus tanah atau elektroda tanah. Terdapat beberapa sistem pentanahan : ¾ Pentanahan dengan elektroda alamiah, dimana yang menjadi elektroda adalah penghantar-penghantar listrik yang berada dibawah bangunan, misalnya: kerangka pipa, konstruksi logam, dsb. Di daerah pedesaan elektroda seperti ini banyak digunakan melalui mata air sebagai elektroda tanah. ¾ Pentanahan dengan elektroda buatan, digunakan elektroda khusus untuk keperluan pentanahan seperti: sistem batang tancap, dimana batang yang menjadi e;ektroda dapat berupa piupa logam dan ditancapkan tegak lurus menembus beberapa meter ke dalam tanah. ¾ Kabel batang benam, dimana sering dilakukan untuk daerah cadas maupun untuk daerah berpasir. Dilaksnakan dengan membenamkan batang atau kabel logam secara mendatar (horizontal) sebagai elektroda sekitar 0.5 s/d 1 meter di bawah permukaan tanah. ¾ Sistem grid/kisi-kisi. Sistem ini biasanya dilakukan untuk kebutuhan pentanahn pusat listrik dimana pentanahan dilakukan untuk seluruh daerah instalasi pusat listrik. Penghantar-penghantar dibenamkan sedalam 0,3 - 0,6 m membentuk suatu jaringan yang bersilangan sehingga terdiri dari kotak-kotak persegi. ¾ Pelat benam, biasanya digunakan untuk industri kecil. Pelat logam seluas 1 – 3 m2 ditanam di dalam tanah dengan posisi tegak pada umumnya, dengan kedalaman 1,5 – 3 m. Metoda ini jarang dipakai karena mahal. 8.4.6 Bahan-bahan Elektroda

Syarat-syarat utama bahan elektroda diantaranya adalah: ¾ Tidak mudah berkarat seperti: baja dan tembaga. ¾ Kokoh dan tahan terhadap desakan, pukulan, dsb. ¾ Memiliki daya hantar listrik yang baik.

8-11

Hantaran aluminium tidak boleh digunakan. Jika daya 8-12 . kotoran atau bahan isolator lain yang melekat.5 Electronic Load Controller Tujuan utama penggunaan Elektronic Load Controller (ELC) adalah menjaga frekuensi agar tetap konstan dengan cara menstabilakan kecepatan generator. Luas penampang minimum untuk hantaran : ¾ Untuk hantara dengan perlindungan mekanis yang kokoh: a. Cara penyambungan hantaran pentanahan ke elektroda yang umum adalah: ¾ Sambungan dengan klem atau baut dengan batas suhu yang diijinkan adalah 2500C.5 mm2 ¾ Untuk hantaran yang tidak diberi perlindungan mekanis yang kokoh: c. 8. Hantaran pentanahan harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak mungkin terjadi pemutusan. Untuk rumah tinggal sebaiknya jangan digunakan hantaran telanjang.5 mm2 b. Hantaran tembaga : 1. Daya keluaran generator yang digunakan oleh konsumen berupa lampu penerangan. sehingga mudah dikontrol jika ada yang putus. dsb. Saklar. Jika tidak dipasang dalam pipa. Hantaran tembaga : 4 mm2 d. Satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penyambungan adalah pembersihan permukaan pada bagian-bagian yang akan disambung dari debu. mesin-mesin listrik. pemanas. tebal minimum 2. Sebagai perlindungan digunakan pipa baja. Untuk elektroda baja tidak menimbulkan masalah dan cocok untuk sistem grid maupun elektroda benam.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Penggunaan tembaga dapat membentuk sel galvanis dengan bahan logam lain yang tertanam di tanah seperti saluran pembungkus kabel sehingga mempercepat terjadinya korosi pada logam tersebut. Hantaran aluminium : 2. Dalam hantaran netral ada rugi tegangan dan dapat timbul beda tegangan antara benda yang ditanahkan dan tanah.7 Hantaran Pentanahan Hantaran pentanahan ialah hantara yang menghubungkan bagian yang harus ditanahkan dengan elektroda pentanahan. penggunaannya sangat bervariasi dan besarnya bisa berubah setiap saat. pipa plastik tidak cukup kuat. Pita baja. ¾ Sambungan termis dengan las dengan batas suhu maksimum 4500C. 8. terutama yang dekat dengan elektroda tembaga. Kecepatan generator akan konstan jika ada keseimbangan antara daya masukan dari turbin dengan daya keluaran generator yang berupa tenaga listrik. untuk hantara pentanahan sebaiknya digunakan hantaran telanjang.5 mm : 50 mm2 e. Hantaran netral (hantaran nol) tidak boleh digunakan sebagai hantaran pentanahan.4. Untuk pencegahannya dilakukan pelapisan timah pada tembaga atau melapisi logam-logam lain dengan aspal. Sambungan antara hantaran pentanahan dengan elektroda pentanahan harus kuat dan membuat kontak listrik yang baik. pengaman lebur dan sambungan yang mudah dilepas tidak boleh dipasang pada hantaran pentanahan.

8-13 .5. makin besar daya pada beban tambahan besar pula tegangannya.1 Komponen Panel Kontrol dan Fungsinya 8. hal ini akan mengakibatkan adanya perubahan kecepatan generator sehingga frekuensi akan berubah dengan sendirinya. Fungsi ELC disini adalah untuk mengatur penyaluran daya ke beban tambahan secara otomatis dan cepat seiring dengan perubahan beban di konsumen.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro masukan dari turbin ke generator tidak mengalami perubahan sedangkan daya keluaran generator yang digunakan oleh konsumen berubah-ubah maka keseimbangan daya tidak akan tercapai. Melalui PCB ini frekuensi generator dapat diatur agar tetap pada frekuensi 50 Hz. Dengan demikian jika tidak ada daya ke beban konsumen. sebaliknya jika tidak ada daya pada beban tambahan maka tegangan ballast menjadi nol. Besarnya beban tambahan adalah 120 % dari daya listrik terbangkit. Diagram aliran daya dengan Elektronic Load Controller (ELC) Beban tambahan (ballast load) umumnya menggunakan pemanas air (water heater) atau pemanas udara (air heater). maka semua daya bisa disalurkan ke beban tambahan. Besar kecilnya daya yang disalurkan ke beban tambahan dapat dilihat dari besarnya tegangan beban tambahan tersebut (tegangan ballast load). Air Daya masukan Generator Daya keluaran Turbin ELC Beban konsumen Beban tambahan Gambar 8.1 Modul ELC Pengendali Frekuensi Modul ELC yang berfungsi sebagai pengendali/kontrol frekuensi (kecepatan generator) terdiri dari komponen :  Satu buah Main Board kontrol (PCB) sebagai pengendali sistem kerja modul power elektronik (thrystor) dan proteksi frekuensi.1. Oleh karena itu perlu ada penyesuaian antara beban generator dan daya masukkannya dengan menempatkan beban penyeimbang di sisi keluaran generator yang disebut beban tambahan (ballast load). Tegangan ballast dapat dilihat pada panel kontrol.5.1.7. 8. Aliran daya dari turbin ke generator sampai dengan beban konsumen dan beban tambahan dapat dilihat pada gambar 8.5.

T).  Tiga buah sikring (fast fuse) sebagai pengaman modul power elektronik (thyristor) jika terjadi gangguan pada beban tambahan (ballast).  Tiga buah modul power elektronik (thyristor =SCR) yang menempel pada heatsink sebagai saklar daya ke beban tambahan (ballast load) yang dikendalikan oleh PCB kontrol. dan 15-A. Pengukuran tegangan dapat dipilih antara tegangan fasa-fasa dan tegangan fasa-netral dengan menggunakan selector switch.  Tiga buah kapasitor yang disambung pada masing-masing fasa generator (R-N..  Tiga buah trafo 1 fasa 220V/18V. Cara kerja dari trafo ini adalah menurunkan arus pada kabel yang melewati bagian tengah dari trafo ini dengan perbandingan 300 : 5. 1 Ampere digunakan sebagai catu daya PCB kontrol. kemampuan mengalirkan arus sebesar 71 A pada tegangan 1200 V (tergantung typenya). Jadi bila ada arus yang mengalir pada bagian tengah traro ini sebesar 300 A maka akan diturunkan menjadi 5 A pada bagian keluarannya dan keluarannya ini disambungkan ke PCB dengan nomor soket 5-6. Frekuensi meter ini dihubungkan pada keluaran generator fasa R dan N (netral). Satu buah voltmeter utama (0-500 V) sebagai petunjuk besarnya tegangan keluaran generator. Satu buah frekuensi meter.  Tiga buah heatsink (pendingin) sebagai pendingin modul power elektronik (thyristor). Tiga buah voltmeter ballast load (0-300 V) sebagai petunjuk besarnya tegangan ballast load. dengan mengetahui besarnya tegangan ini dapat diperkirakan besarnya daya yang ada pada ballast load. 8. S . 9-10 dan D-E. SN dan T-N) dan inductor yang tersambung antara generator dan thyristor sebagai filter supaya gelombang tegangan yang dihasilkan generator menjadi baik. 11-12. Penyambungan kabelnya sama dengan frekuensi meter. Jika menunjuk lebih dari 50 Hz itu berarti putaran generator melebihi 1500 rpm. dalam kondisi kerja harus menunjuk angka 50 Hz.    8-14 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro  Tiga buah fan sebagai pendingin heatsink.2 Alat Ukur Listrik   Tiga buah amperemeter yang bekerja dengan bantuan tiga buah trafo arus 75A/5A (tergantung desain) digunakan sebagai penunjuk besarnya arus listrik yang dikeluarkan oleh generator pada setiap fasa ( R. bekerja dengan tegangan 220 V yang dihubungkan langsung dengan keluaran generator. sedangkan bagian sekundernya (18 V) disambungkan ke PCB dengan nomor soket 3-4. tegangan fasa-netral = 220 V. begitu pula sebaliknya jika menunjuk kurang dari 50 Hz maka putaran generator kurang dari 1500 rpm dan kedua kondisi tersebut bila dibiarkan akan merusak generator. Bagian primer (220 V) dari ketiga trafo ini fasa dan netralnya diambil dari generator (satu fasa saja) yaitu R .5. Tegangan line (fasa-fasa) = 380 V.N.1. Hourmeter berfungsi mencatat lamanya jam operasi dari sistem pembangkit.  Tiga buah trafo arus 300 A / 5 A sebagai sensor arus generator yang digunakan untuk mengendalikan stabilitas frekuensi.

jika generator bekerja sesuai dengan setting frekuensinya maka relay yang terdapat pada PCB kontrol akan menyambungkan kontaknya (soket B-C) sehingga arus listrik mengalir ke lampu indicator warna hijau (diameter 10 mm) dan push button. Push botton OFF adalah tombol untuk mematikan kontaktor. S-T) atau tegangan fasa – netral (R-N.3 Asesoris Panel  Tiga buah lampu pilot diameter 22 mm.  Satu buah lampu pilot (indicator lamp) diameter 10 mm. warna hijau yang terletak di atas tombol push botton ON-OFF akan menyala bila kontrol sudah bekerja dengan baik dan kontaktor siap untuk dijalankan dengan cara menekan tombol ON.. hal ini menyebabkan lampu indicator menyala dan bila kita menekan tombol ON maka arus akan terus mengalir ke coil kontaktor dan akhirnya kontaktor bekerja dan jika generator bekerja di luar setting frekuensinya maka kontaktor akan memutuskan daya dengan cara relay yang terdapat pada PCB kontrol melepaskan kontaknya (soket B-C) sehingga tidak ada arus yang mengalir ke lampu indicator dan push botton.5.  Terminal power digunakan sebagai penyambung antara panel kontrol ke generator. S-N. dengan tidak adanya arus pada push button maka tidak ada pula arus yang mengalir pada coil kontaktor sehingga kontaktor melepaskan sambungan dayanya. kuning dan hijau terletak di posisi paling atas panel akan menyala bila kontaktor bekerja. warna merah.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 8. dengan alat ini kita bisa memilih tegangan mana yang akan teukur pada volt meter generator apakah tegangan antar fasa (R-S.  Selektor volt (selector switch) digunakan untuk mengubah posisi tegangan generator yang akan diukur. peralatan ini terletak di dalam panel kontrol yang terdiri dari :  NFB (No Fuse Breaker) berfungsi sebagai penyambung daya ke konsumen secara manual dan juga sebagai pengaman generator terhadap arus yang melebihi kapasitas generator.  Push botton ON adalah tombol untuk mengoperasikan kontaktor. 8-15 . T-N) tanpa merubah kondisi tegangan pada sisi konsumen sedikitpun.  Kontaktor yang berfungsi sebagai penyambung daya akan bekerja bila ada arus listrik yang mengalir pada coil kontaktor. sekring ini dipasang setelah NFB. tegangan 220 V. arus ini dikendalikan oleh modul elektronik (PCB kontrol). 8. R-T.4 Power Switch Gear Power switch gear (alat penyambung daya listrik).5. tegangan 220 V.1.  Sekring (fast fuse) digunakan sebagai pengaman peralatan elektrikal seperti generator dan komponen listrik yang terdapat didalam panel kontrol terhadap beban lebih atau hubung singkat di jaringan. panel kontrol ke beban konsumen dan panel kontrol ke beban tambahan (ballast load). tombol ini ditekan hanya dalam keadaan darurat.1.

1. 8-16 . yaitu 3 untuk masing-masing phasa dan 1 buah untuk netral. jika tidak akan menimbulkan panas dan kemungkinan akan timbul bunga api.5. sehingga tidak menimbulkan panas yang berlebihan. sebagai beban tambahan.  Ukur tahanan kabel netral minimal harus sama dengan kabel R. Bus bar duduk pada isolator ballast.  Ballast load ditempatkan pada tempat yang pendinginannya terjamin. sebaiknya menggunakan kabel fleksibel). S dan T (boleh lebih besar).  Pastikan ukuran tahanan ballast load total sesuai dengan rumus berikut R= V 2/P (ohm) R = tahanan ballast (ohm atau Ω). V = tegangan ballast (Volt).6 Ballast Load Ballast load pada sistem kontrol ELC terdiri dari :  Air heater (pemanas udara/ballast).  Kabel harus terikat kuat pada terminal.5 Pengkabelan Berikut ini beberapa petunjuk yang diperlukan dalam melakukan instalasi kabel sistem kontrol ELC.5. Untuk menginstal beban tambahan (ballast load) perlu diperhatikan hal-hal berikut :  Kapasitas daya pada ballast load 120% dari kapasitas daya listrik terbangkit.  Kabel sebaiknya terbungkus rapat sehingga tidak mudah dimakan oleh tikus/binatang lainnya. P = daya ballast terpasang (Watt).Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 8. Kapasitas masing-masing heater tercantum pada pangkal heater.  Ukuran kabel harus disesuaikan dengan daya out put generator (untuk 40 kW digunakan ukuran kabel 35 mm.1. dipasang parallel untuk masing-masing phasa.  Setiap menghubungkan kabel ke terminal. dan jumlahnya adalah 4 buah bus bar. ujung kabel harus menggunakan sepatu kabel yang sesuai.  Bus bar (plat tembaga) digunakan sebagai terminal tiap-tiap ballast. 8.  Beban tambahan (ballast load) dihubungkan (Y) dan titik bintang (titik netral) sebaiknya dihubungkan ke ground (tanah).

1 Kemampuan Hantar Arus Terus Menerus Kabel Instalasi Berisolasi PVC Tunggal dengan Penghantar Tembaga (NYA.5 2.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 8.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 8-17 . dll) dan Pengamannya. Pada Suhu Keliling 300C dengan Suhu Penghantar Maksimum 700C 1 Luas penampang nominal kabel 2 3 Untuk Pemasangan dalam pipa instalasi Kemampuan Kemampuan hantar arus hantar arus maksimum nominal kabel maksimum pengaman A A 11 15 20 25 33 45 61 83 103 132 165 197 235 10 16 20 25 35 50 63 80 100 125 160 200 250 4 5 Untuk pemasangan di uadara pada isolator Kemampuan Kemampuan hantar arus hantar arus nominal maksimal kabel maksimum pengaman A A 19 24 32 42 54 73 98 129 158 197 245 290 345 390 445 525 605 725 825 20 25 35 50 63 80 100 125 160 200 250 300 355 425 425 500 600 710 850 mm2 1 1. NYAF.

5 2.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 2 Kemampuan hantar arus maksimum kabel A 19 25 34 44 61 82 108 134 167 207 249 291 334 380 450 520 3 Kemampuan hantar arus nominal maksimum pengaman A 20 25 35 50 63 80 100 125 160 224 250 300 355 355 425 500 8-18 .2 Kemampuan Hantar Arus Terus Menerus Kabel Instalasi Berisolasi dan Berselubung PVC dengan Penghantar Tembaga (NYM dan sebagainya) dan Kabel Fleksibel serta Pengamannya Pada Suhu Keliling 300C dengan Suhu Penghantar Maksimum 700C 1 Luas penampang nominal kabel mm2 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 8.

5 – 1 m2 : 2 mm 8-19 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 8.5 mm hantaran (hantaran pilin bukan kawat halus) luas penampang : 35 mm2 Pelat baja: Elektroda pelat luas tebal : 0.3 Ukuran-ukuran Minimum Elektroda Pentanahan Jenis Elektroda Bahan Baja berlapis tembaga Baja berlapis seng (proses panas) Pita baja: luas penampang Tembaga Pita tembaga: : 100 mm2 : 3 mm luas penampang : 50 mm2 luas penampang tebal : 50 mm2 : 2 mm Elektroda pita tebal Hantaran pilin: (bukan kawat halus) luas penampang Hantaran pilin: (bukan kawat halus) luas penampang : 95 mm2 : 35 mm2 Pipa baja: diameter : 1” Baja bulat: diameter : 15 mm Pipa tembaga: luas penampang : tebal : 50 mm2 2 mm Elektroda batang Baja profil: 65 x 65 x 7 mm (atau batang profil lain yang setaraf) tebal lapisan tembaga : 2.5 – 1 m2 : 3 mm ----------- Pelat tembaga: luas teal : 0.

5 2.5 2.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 2 3 Kabel tanah berinti 4 mm2 1.5 4 6 10 16 16 16 25 35 50 70 70 95 120 150 185 4 5 Hantaran pengaman tembaga telanjang Tidak dilindungi dilindungi mm2 mm2 1.5 0.5 4 6 10 16 16 16 25 35 50 70 70 95 - 8-20 .5 1.5 4 6 10 16 16 25 35 50 50 50 50 50 50 50 4 4 4 4 6 10 16 16 25 35 50 50 50 50 50 50 50 Hantaran pengaman berisolasi Kabel berinti 1 mm2 0.5 2.75 1 1.5 0.5 2.75 1 1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Tabel 8.4 Luas Penampang Nominal Minimum Hantaran Pengaman 1 Hantaran fasa mm2 0.

H (m) Q (m3/s) T P (W) = 9.8* Q(m3/s) * H (m) Kemiripan.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 9. FASILITAS TRANSMISI DAN DISTRIBUSI 9. I (A) E (V) P (W) = E (V) * I (A) 9-1 . Potensi tenaga listrik adalah sebanding dengan Tegangan (V) dan Arus (A).1 Ide tentang Listrik Listrik adalah mirip dengan Air. Potensi tenaga air adalah sebanding dengan Ketinggian (m) dari air dan Volume dari aliran (m3/s).

Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro

Lebih besar lebih mudah untuk mengalir.
Pipa
Q (m3/s)

< <

Q (m3/s)

Lebih besar lebih mudah untuk mengalir, karena lebih besar tahanannya lebih kecil.

Konduktor
I (A)

I (A)

Penting untuk diperhatikan Hal-hal di atas adalah konsep dasar setelah bagian 9.2 berikut. Jika mendisain sebuah jaringan distribusi, direkomendasikan untuk berkonsultasi seperti misalnya ke PLN. 9.2 Pemilihan Jalur Distribusi Lokasi struktur pendukung harus dipilih pada tempat-tempat dimana (a) Mudah untuk akses dan perawatan (b) Kondisi tanah kuat dan stabil (c) Diharapkan tidak ada masalah dalam pengalihan/penggunaan lahan (d) Tidak ada masalah pada jarak dengan rumah dan pohon, dsb (e) Jalur distribusi harus paling pendek (f) Jika tiang dipasang disekitar slope curam atau pada dasar jurang, perhitungkan gambar berikut: Karena tanah longsong dapat menimpa posisi transmisi, maka tempatkan jalur transmisi pada garis yang kuat. Hindari memasang tiang pada dasar jurang.

9-2

Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro

(g) Ketinggian konduktor dari atas tanah harus lebih dari 4 m.

Tegangan rendah: lebih dari 4 m 20kW: lebih dari 6.5 m

Kurang tinggi

Tegangan rendah: lebih dari 4 m 20kW: lebih dari 6.5 m

Tegangan rendah: lebih dari 4 m 20kW: lebih dari 6.5 m

9.3 Fasilitas Distribusi Struktur pendukung adalah sebagai berikut: (a) Tiang (d) Pengaman (b) Tarik tegang (e) Trafo distribusi (c) Konduktor dan kabel (f) Sambungan rumah 9.4 Tiang 9-3

Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro

Tiang standar untuk jaringan transmisi diklasifikasikan seperti terlihat dalam Tabel 9.1: Prioritas dalam penggunaan tiang beton harus bikinan lokal. Untuk tiang-tiang beton, pembuatan tiang yang lebih panjang dan kuat akan lebih baik untuk skala penggunaan yang lebih luas. Untuk memperbaiki kemampuan kerja dalam konstruksi dan perawatan, tiang didisain untuk dapat memasang sekrup pijakan. Tabel 9.1 Penerapan Struktur Pendukung
Struktur pendukung Penerapan Tiang beton Dipakai secara umum Tiang kayu (termasuk Digunakan untuk area dimana akses sulit untuk mesin-mesin berat tiang bambu) Tiang besi Digunakan untuk area dimana akses sulit untuk mesin-mesin berat (standar dilampirkan pada Ref 7.1))

Tiang beton 9.4.1 Panjang Bentangan Tiang

Tiang kayu

Tiang besi

Panjang bentangan antara pendukung jaringan distribusi ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut: Bentangan yang direkomendasikan 50 m; Maksimum 80 m, untuk area diluar pemukiman, area persawahan, dan ruang terbuka; Maksimum 50 m, untuk area pemukiman penduduk.

9.4.2 Jarak Bebas Minimum yang Diijinkan untuk Konduktor dan Lingkungan

9-4

Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro

Jarak bebas minimum konduktor dari atas tanah akan didisain dengan kriteria sebagai berikut:
Ketinggian konduktor di atas tanah Memotong jalan Sepanjang jalan Tempat lain 20 kV 6.5 m 6.0 m 6.0 m Tegangan Rendah 4.0 m 4.0 m 4.0 m 0.8 m 0.8 m 1.0 m 0.2 m

Jarak bebas vertikal antara konduktor telanjang 20 kV dan konduktor berpenyekat Tegangan Rendah Jarak bebas antar fasa dari konduktor telanjang 20 kV Jarak bebas vertikal antar konduktor telanjang 20 kV Jarak bebas antara konduktor berpenyekat Tegangan Rendah

9.4.3 Ketinggian Tiang Ketinggian tiang harus ditentukan dengan memperhitungkan faktor-faktor berikut: (a) Ketinggian yang diperlukan untuk konduktor feeder (penyulang) diatas tanah dapat diamankan dibawah lendutan terbesar. (b) Jarak bebas yang diperlukan antara konduktor feeder dan bangunan, kawat listrik lain atau pepohonan dapat diamankan (jarak bebas dibawah lendutan maksimum harus diuji). Ketinggian yang direkomendasikan dari struktur pendukung adalah sebagai berikut: Tabel 9.2 Ketinggian yang direkomendasikan untuk struktur pendukung
Tegangan 20 kV Tegangan Rendah Panjang Tiang yang Direkomendasikan 9m 7m

(a) Rekomendasi kedalaman minimum pemasangan tiang adalah satu per enam dari panjang tiang. Sebagai contoh, Kedalaman pemasangan tiang = Panjang tiang 9 m × 1/6 = 1.5 m (b) Jika kondisi tanah tidak stabil, akar tiang harus diperkuat dengan baik. Lihat gambar berikut ini

9-5

Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 9.8 m 204 9m 7. D0 Beton: 210 kgf/cm2 Penguatan: SR235. Tabel berikut menunjukkan hubungan antara ukuran dan tinggi tiang untuk setiap ukuran kabel dalam ukuran persegi.5 m 338 Momen maksimum oleh kabel 583 750 Total momen 767 1088 D0 18 20 Penguatan 19mm2 pcs 8 8 d (cm) 4 4 untuk TR untuk 20kV ukuran kabel: 16mm2 Panjang tinggin Momen tiang tiang maksimum oleh tiang 7m 5. tekanan yang diijinkan adalah 1400 kgf/cm2.5 m 338 Momen maksimum oleh kabel 519 668 Total momen 693 1005 D0 Penguatan1 d (cm) 9mm2 pcs 17 8 4 untuk TR 20 8 4 untuk 20kV 9-6 .4.4 Ukuran Tiang Ukuran tiang harus ditentukan dengan memperhitungkan momen pada tiang dengan beban angin.5 m 388 Momen maksimum oleh kabel 898 1155 Total D0 Penguatan momen (cm) 19mm2 pcs 1103 20 8 1543 23 8 d (cm) 4 4 untuk TR untuk 20kV d ukuran kabel:35mm2 Panjang Tinggi Momen tiang tiang maksimum oleh tiang 7m 5.8 m 174 9m 7.8 m 184 9m 7. 19 mm2 D0 = ukuran persegi pada sisi tiang penguatan Bentangan tiang: 50 m ukuran kabel:70mm2 Panjang Tinggi Momen tiang tiang maksimum oleh tiang 7m 5.

(a) Beban vertikal Berat tiang. (b) beban mendatar. beban vertikal dari tekanan kawat.5 Tarik tegang Tarik tegang harus dipasang untuk menyeimbangkan tiang. (c) Beban samping Tekanan angin ke kabel. berat kabel. (b) Beban mendatar Tekanan angin ke tiang. Tekanan angin (b) (c) (a) Tempat dimana tarik tegang harus dipasang adalah sebagai berikut: -Akhir dari jaringan distribusi -Jaringan distribusi membelok seperti bentuk elbow. Jenis-jenis beban untuk struktur pendukung adalah (a) beban vertikal. tegangan 9-7 . dan (c) beban samping. komponen beban samping dari tekanan kawat.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 9. Adalah mungkin untuk menghilangkan tarik tegang jika sudutnya kurang dari 5 derajat. ketidakseimbangan beban dari panjang bentangan yang berbeda. dll. dll.

Penggunaan kawat penegak untuk 20 kV tiang 9 m – 200 daN (Underbuild) (Sudut tarik tegang dengan permukaan = 60 derajat) Ukuran konduktor AAAC – 25 m m2 AAAC – 35 m m2 AAAC – 50 m m2 AAAC – 70 mm2 10 < β < 45 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I Sudut belokan 45 < β < 75 Tipe I Tipe I Tipe II Tipe II 75 < β < 90 Tipe I Tipe II Tipe II Tipe II Penggunaan kawat penegak untuk 20 kV tiang 9 m – 200 daN (Semi-Underbuild) (Sudut tarik tegang dengan permukaan = 60 derajat) Ukuran konduktor AAAC – 25 mm2 AAAC – 35 mm2 AAAC – 50 mm2 AAAC – 70 mm2 5 < β < 10 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I 10 < β < 30 Tipe I Tipe II Tipe II Tipe II Sudut belokan 30 < β < 60 Tipe II Tipe II Tipe II Tipe III 60 < β < 75 Tipe II Tipe II Tipe III Tipe III 75 < β < 90 Tipe II Tipe III Tipe III Tipe III Penggunaan kawat penegak untuk 20 kV tiang 7 m – 100 daN (Sudut tarik tegang dengan permukaan = 60 derajat) Ukuran konduktor 2 x 25 + 1 x 25 mm2 3 x 25 + 1 x 25 mm2 2 x 35 + 1 x 25 mm2 3 x 35 + 1 x 25 mm2 5 < β < 10 Sudut belokan 10 < β < 60 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I 60 < β < 90 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I 9-8 .Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro -Untuk memperkuat kelurusan jaringan distribusi menahan tekanan angin Tekanan angin -Pada daerah bergelombang. tarik tegang seharusnya dipasang. jika dibutuhkan.

6 Konduktor dan kabel 9.1 2.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 2 x 50 + 1 x 35 mm2 Tipe I Tipe I 3 x 50 + 1 x 35 mm2 Tipe I Tipe I 2 x 70 + 1 x 50 mm2 Tipe I Tipe I 3 x 70 + 1 x 50 mm2 Tipe I Tipe I Tipe I : diameter kawat tarik tegang = 5 mm Tipe II : diameter kawat tarik tegang = 9 mm Tipe III : diameter kawat tarik tegang = 2 x 9 mm Tipe I Tipe I Tipe II Tipe II H = Kedalaman bagian tongkat sekur yang ditanam h = Panjang dari sisa tongkat sekur bagian atas α = Sudut antara sekur dengan permukaan (horisontal) h α φD H L Penggunaan tongkat sekur. dililit ke sebelah kanan Klasifikasi sekur L (ringan) M (sedang) 2 Potongan (mm ) 20 64 Diameter kawat tarik tegang (mm) 5 9 Beban terberat (daN) 1700 6000 9. 7-kawat.6. balok sekur dan kedalaman penanaman untuk setiap klasifikasi sekur Bahan tongkat sekur: U24 – 24daN/mm2 Klasifikasi sekur L (Ringan) M (sedang) L Panjang tongkat (m) 2.5 D Diameter (mm) 12 22 α=60° H (cm) 155 190 H (cm) 30 Sekur balok 55x55x15 100x100x15 Klasifikasi tarik tegang Bahan: kawat baja.1 Kelebihan Konduktor dan Kabel Kelebihan dari konduktor dan kabel ditunjukkan pada tabel berikut keuntungan konduktor o murah kerugian o tidak aman 9-9 .

dll.2 Ukuran Konduktor Ukuran konduktor harus dipilih dengan memperhitungkan jumlah beban sekarang.3 Lendutan Konduktor Lendutan kondutan ditentukan dengan mempertimbangkan tegangan konduktor yang diijinkan.6. dll. beban yang diperkirakan.4 Beban Setiap Fasa Jaringan distribusi 3-fasa diperlukan untuk menjaga keseimbangan beban. hubungan pendek/korsleting. Sambungan dari kedua step-up dan step-down sama persis. 9.5 Dimanakah jaringan 3-fasa diubah ke jaringan satu fasa? Untuk menghindari hal-hal diatas.0 m 6. Lendutan konduktor perlu dijaga ketinggiannya dari atas tanah seperti tabel berikut: Ketinggian konduktor dari atas tanah Memotong jalan Sepanjang jalan Tempat lain 20 kV 6.6. kerugian daya. Jika beban tidak seimbang melebihi 20%. perlu sekali bahwa jaringan distribusi 3-fasa diperluas ke wilayah-wilayah permintaan.5kV dan trafo step-down dipasang pada area konsumen untuk menurunkan tegangan dan kebalikannya. 9.0 m 4. kapasitas arus konduktor. beban angin pada konduktor.5 m 6.0 m 9.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro kabel o mudah untuk menyambung tiap konduktor o aman o dapat untuk pemasangan dibawah tanah o mahal o susah untuk menyambung tiap kabel 9.6. kita perlu untuk memberi perhatian untuk menjaga keseimbangan beban. kekuatan struktur pendukung. sejumlah trafo step-up dan step-down harus dipasang. kerugian tegangan. peralatan akan menerima pengaruh yang buruk. kekuatan mekanikal.7 Trafo Distribusi Pada kasus jaringan distribusi 20kV dibutuhkan sementara jaringan 380/220V karena jarak jauh dari stasiun pembangkit ke konsumen dengan alasan pengiriman kapasitas.0 m Tegangan rendah 4. 9.6.0 m 4. Terlalu banyak ukuran tidak dapat dipakai untuk percabangan feeder. Jika tidak mungkin melakukannya karena biaya. Trafo step-up dipasang pada sisi stasiun pembangkit untuk menaikkan 380/220V ke 20/11. penurunan tegangan dll. 9-10 .

Trafo distribusi diklasifikasikan ke dalam dua jenis dengan metode lilitan sebagai berikut.5kV ke 220V dekat area konsumen. 10 IXB Disini.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 9.1 Jenis Trafo Distribusi Trafo distribusi diklasifikasikan kedalam dua jenis dengan metode penyekatan sebagai berikut.2 Kebutuhan Trafo 1) Pertama. Trafo Oil immersed: Lilitan dibenamkan dalam isolasi minyak dalam tanki dan lebih murah. sambungan Star Trafo satu fasa: Biasanya digunakan untuk menurunkan tegangan dari 20/11. b × 10 IPX = IXA+ IXB . 9. sambungan Delta λ. jarak a (km) jarak b (km) jarak c (km) jarak x (km) x (km) b (km) c (km) PH a (km) Desa A X Desa B 2) Menghitung Desaarus C beban I dari setiap jaringan distribusi (A) IXA = 3 Pa × .7. mengukur jarak dari powerhouse (rumah pembangkit) ke setiap pusat pemukiman masyarakat. IPC 3 × VLV = Pc × 10 3 3 × VLV Pa [kVA]: beban dari X ke A (daya dari setiap rumah × jumlah rumah tangga) VLV [V]: Tegangan rendah 3) Menghitung kerugian tegangan dari setiap kabel 9-11 . Trafo satu fasa dapat juga digunakan kedua sambungan star dan delta dengan sambungan luar dengan kombinasi dari trafo 3 nos.Δ Catatan: Δ. 3 × VLV = 3 P .λ Sambungan Δ . Trafo tiga fasa: Sambungan λ.λ Cocok untuk pentanahan dari poin netral Sambungan Δ . Jenis trafo kering: Lilitan disekat dengan penahan panas epoxy (H-class) tanpa tanki tetapi mahal.7.

and 50 kVA 9. Power house ke Desa B : VXB + VPX = VB.443 [Ω/km] 4) Menghitung total kerugian tegangan Power house ke Desa A : VXA + VPX = VA If VA < (VLV × persentase kerugian tegangan). ini tidak memerlukan trafo.8 kW 25kVA 12.443×c VPX [V] = IPX×0.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro VXA [V] = IXA×0. Tabel berikut menunjukkan hubungan antara kapasitas trafo dan generator.7. 9. (c) Pembatasan kerugian tegangan harus memuaskan pada setiap bagian dari area suplai. Trafo cenderung untuk digunakan lama sampai mereka rusak tanpa perawatan berkala. Tabel 9. karena bagaimanapun kapasitas paling kecil yang memuaskan permintaan pada area sekarang secara umum diterapkan.4 Pemilihan Satuan Kapasitas Kapasitas trafo harus ditentukan 125 % (= 100 % / 80 %) dari kapasitas generator. dan kelebihan beban tidak akan diijinkan karena mengurangi masa pakai trafo. ini tidak memerlukan trafo. (b) Area suplai dari setiap trafo harus mandiri. If VPC < (VLV × persentase kerugian tegangan). If VB < (VLV × persentase kerugian tegangan).3 Hubungan antara kapasitas trafo dan generator Kapasitas Trafo Kapasitas generator 5 kVA – 4 kW 10 kVA 4 kW – 8 kW 16 kVA 8 kW – 12.443×x Hambatan dari konduktor 70 mm2 = 0.8 kW –20 kW 50kVA 20 kW – 40 kW Sebelum memutuskan satuan kapasitas trafo baru. ini tidak memerlukan trafo. jika faktor daya adalah 80 %. Kapasitas trafo baru harus ditentukan dengan memperhitungkan pertumbuhan permintaan yang diharapkan dari area. 25 kVA. 16 kVA.443×b VPC [V] = IPC×0.7. 10 kVA. Beban maksimum adalah 100%. dan kapasitas standar mereka adalah sebagai berikut: 5 kVA. 9-12 .3 Penerapan Trafo Distribusi Trafo distribusi step-up (menaikan) dan step-down (menurunkan) harus pada konstruksi tiga-fasa.443×a VXB [V] = IXB×0. area suplai dari trafo baru harus ditentukan dengan memperhitungkan hal-hal berikut: (a) Area suplai dari trafo baru tidak akan overlap dengan suplai trafo lain dari feeder lain. Power house ke Desa C : VPC.

Dalam memutuskan lokasi final untuk memasang trafo. Kawat-kawat dari bagian area yang paling kecil harus digunakan dengan pertimbanganpertimbangan berikut: (a) Kapasitas dari kawat mencukupi untuk membawa arus beban puncak. kerugian tegangan maksimum untuk HC adalah 12 %. 35 mm2 Adalah lebih baik untuk tidak menggunakan sebuah tiang di atap dengan jalur masuk konsumen diletakkan seperti bahwa itu akan dapat dilihat dari luar. Penggunaan tiang di atap hanya untuk melayani sambungan dari rumah ke rumah atau sebuah rumah yang tidak diletakkan pada sisi yang sama dari jalan dengan jaringan tegangan rendah. 16 mm2. kerugian tegangan maksimum untuk SR adalah 2 %. 10 mm2. sebuah tiang atap akan digunakan seperti yang diperlukan supaya jarak bebas tercapai. Jarak bebas minimum adalah 3 m untuk halaman tertutup. 25 mm2.8. 16 mm2. kabel twisted berinti tembaga atau berinti aluminium akan digunakan. Bagaimanapun. (b) Dipisahkan dari bangunan-bangunan lain atau pepohonan dengan jarak yang cukup. Potongan (mm2) Dari tiang atap ke tiang atap Dari tiang jaringan TR ke tiang atap memotong jalan desa Dari tiang jaringan TR langsung ke rumah memotong jalan desa 9-13 .1 Pemakaian Sambungan Rumah Untuk SR (sambungan rumah). 25 mm2 Ukuran dari bahan berinti aluminium adalah: 10 mm2. 9. (b) Kriteria kerugian tegangan memuaskan. 4 m untuk jalan umum. pemasangan tiang harus tidak rumit.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 9. sebuah tiang pendukung harus digunakan untuk sambungan rumah seperti itu. Bentangan sambungan rumah adalah seperti tabel berikut. jika dengan menggunakan sebuah tiang di atap jarak bebas minimum tidak tercapai. (c) Untuk tipe dipasang pada tiang. Trafo step-down harus diletakkan dalam atau dekat ke area pusat beban. Ukuran dari bahan berinti tembaga adalah: 4 mm2. jika ketinggian rumah kurang dari 3 m.Untuk SR mengambil dari TR. kondisi-kondisi berikut sebaiknya juga diuji: (a) Mudah untuk akses dan pekerjaan-pekerjaan penggantian.Untuk SR mengambil langsung dari trafo. . sehingga sebuah tiang atap dibutuhkan.7. (d) Tipe di atas tanah harus dibangun dengan tidak menimbulkan masalah umum. 6 mm2.5 Lokasi Trafo step-up harus diletakkan dekat powerhouse. Perhitungan kerugian tegangan maksimum untuk SR adalah sebagai berikut: .8 Sambungan Rumah (SR / HC(=House Connection)) 9.

78 0.11 1.11 dimana : a = panjang bentangan (m) S = lendutan (m) T = tarikan/tegangan (daN) Asumsi: Intensitas angin = 40 daN/m2 Kekuatan tiang atap: 76 daN Faktor bentuk kabel dengan memperhatikan angin = 0.49 a (m) 49 40 40 T (daN) 38 42 63 S (m) 1.2 Instalasi Konsumen Jenis pengkabelan dalam rumah ditunjukkan dalam Gambar 9.Manual Pembangunan Pembangkit Liatrik Tenaga Mikrohidro 10 16 25 a (m) 40 35 35 T (daN) 38 42 63 S (m) 0. lampu di luar digunakan untuk fasilitas umum . Konsumsi tenaga yang diharapkan disetiap rumah tangga adalah 150 W dengan fasilitasfasilitas sebagai berikut. Gambar 9.1. lampu ruang dengan saklar on-off. lampu di pintu masuk dengan saklar on-off. 3) 1 no.84 0. 4) 1 no. 9. 2) 2 nos.6 Lebar jalan desa = 6 m dengan trotoar di kanan dan kiri = 1 m Jarak bebas diatas jalan = 4 m Silakan mengacu ke referensi 9-2 tentang konstruksi sambungan rumah yang melintasi jalan desa.8.1 Jenis Diagram Pengkabelan Dalam Rumah 9-14 .66 1. 1) MCB (Molded Circuit Breaker) satu fasa untuk pengaman dari hubungan pendek dan pentanahan.49 1.18 1.84 a (m) 58 47 47 T (daN) 38 42 63 S (m) 1.

000 1.500 A Diffraksi pada beban yang bekerja (mm) Ketebalan isian (mm) Panjang isian (mm) A B C A B C 100 89.3 139.500 B E E : Bagian dilas F : Sock-pen G : Plat pegangan C 30 0 10 0 F G 4.8 3.2 3.5 4. 9-1 Standar Tiang Besi Beban yang bekerja (daN) Diameter bagian tiang (mm) Ketebalan pipa (mm) 1.5 96 5 600 1.160 9-15 .Menual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Referensi Ref.1 114.

Menual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Ref. 9-2 Konstruksi Sambungan Rumah Memotong Jalan Desa Konstruksi Sambungan Rumah Memotong Jalan Desa dengan Tiang Atap Tanpa Tiang Atap 9-16 .

Menual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Sambungan Rumah dari Rumah Ke Rumah Sambungan Rumah menganmbil langsung dari Transformer 9-17 .

Menual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gambar Detil dari bagian Sambungan Rumah 9-18 .

¾ Operator harus menjaga pembangkit dari kerusakan. Pembangkit tenaga mikrohidro ini dapat dioperasikan dalam jangka waktu panjang. seperti pembangkit yang menggunakan minyak.1 Pendahuluan Pembangkit listrik tenaga air mempunyai kelebihan bila dibandingkan dengan pembangkit listrik yang lain. karena tidak memerlukan bahan bakar dalam pengoperasiannya. Beberapa hal dibawah ini merupakan manual dari pengoperasian dan perawatan pembangkit listrik mikrohidro. Kita dapat mengoperasikan pembangkit tenaga mikrohidro ini dengan menggunakan manual pengoperasian dan perawatannya. Lebih jauh lagi operator harus mengerti apa yang harus dilakukan jika terjadi beberapa kerusakan agar bisa pulih kembali. ¾ Operator harus menguasai komponen–komponen dari pembangkit dan penampakannya atau operator harus menguasai fungsi dan koreksi serta perawatannya. maka operator tidak harus 10-1 . PENGOPERASION DAN PERAWATAN 10. Akan tetapi pengoperasian dan perawatannya tidak ada perbedaan untuk jangka panjang. ¾ Operator harus selalu memeriksa kondisi dari semua fasilitas dan peralatan pembangkit. Pengoperasian dan perawatan setiap pembangkit harus dipersiapkan sejak awal oleh setiap operator sebelum memulai pengoperasiannya. menyuplai listrik dengan kualitas yang stabil kepada konsumen. mereka harus bisa menghubungi orang yang bertanggungjawab terhadap hal ini dan mencoba untuk memperbaikinya. peraturan dan pengaturan yang sudah ada. Dan ketika terdapat permasalahan dan kerusakan.2 Pengoperasian Pengoperasian pembangkit mikrohidro tidak hanya untuk membangkitkan tenaga listrik dengan cara memutar generator tetapi juga untuk mengontrol peralatan pembangkitan. 10. Jika suatu pembangkit mempunyai stabilisator beban otomatis. maka terdapat berbagai cara pengoperasian mikrohidro. Pada umumnya operator dari mikrohidro harus mengerti beberapa hal dibawah ini: ¾ Operator harus secara efektif menyesuaikan pengoperasian dan perawatan dari pembangkit ini dengan rencana kerja. Kita dapat menggunakannya secara efektif karena selain ramah lingkungan juga berkelanjutan (renewable). Karena semua fasilitas dan peralatan terpasang tergantung pada kondisi lokasi dan anggaran yang tersedia. dan menjaga semua peralatan agar tetap dalam kondisi yang bagus. Oleh karena itu operator harus memperbaiki dan menyempurnakan fasilitas jika diperlukan.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 10.

10-2 . Menutup pintu saluran penguras dari dam intake ii. a. maka operator harus memeriksa dengan teliti. Fasilitas saluran air ¾ Kerusakan struktur ¾ Sedimentasi tanah di depan intake ¾ Sampah – sampah yang menempel pada saringan ¾ Sedimentasi tanah pada bak pengendap dan bak penenang c. Memulai pengoperasian Setelah memeriksa beberapa hal diatas. Oleh karena itu. Membuka pintu intake dan air intake ke dalam sistem saluran air. generator dan pengontrol ¾ Abnormalitas dari luar ¾ Penggunaan sikat ¾ Ketahanan isolasi sirkuit 2. operator harus memeriksa beberapa hal dan harus memastikan fasilitas dalam kondisi yang bagus untuk beroperasi. operator harus selalu berada di sekitar daerah pembangkit untuk mengontrol peralatan dan menjaga pembangkit agar dapat segera mengatasi jika terdapat masalah/kerusakan. maka operator tidak harus selalu berada di sekitar pembangkit. b. Beberapa cara yang umum dilakukan dalam pengoperasian mikrohidro: 10. Memulai Pengoperasian iii. Membuka inlet valve secara bertahap. Turbin. berhenti dan keadaan darurat. Jika pada pembangkit dibuat sistem pemberhentian otomatis. kontrol sistem otomatis dan peralatan proteksi seringkali dihilangkan karena keterbatasan dana. turbin dan generator siap untuk dioperasikan. Persiapan awal i. Jalur transmisi dan distribusi ¾ Kerusakan pada saluran dan tiangnya ¾ Cabang – cabang yang saling berdekatan ¾ Hambatan lainnya b.2.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro selalu mengontrol semua peralatan kecuali pada saat memulai. Beberapa prosedur memulai pengoperasian adalah sebagai berikut: a. Memeriksa beberapa hal sebelum memulai pengoperasian Sebelum memulai pengoperasian pembangkit. Terutama jika pembangkit beroperasi dalam jangka waktu yang panjang. Pada banyak kasus mikrohidro untuk pembangkit listrik di pedesaan.1 Pengoperasian dasar 1.

maka buka valve inlet secara penuh. Menutup valve inlet atau guide vane. 10. Memeriksa semua keadaan abnormal dari peralatan dan memberhentikan pengoperasian jika diperlukan. Naikkan voltase dan frekuensi kecepatan atau rotasi kecepatan sampai pada nilai yang telah ditentukan. Dalam kasus banjir Pada umumnya pembangkit mikrohidro dapat diopersikan walau dalam kondisi banjir. kemudian buka guide vane secara bertahap. vi. Hal – hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: Mengontrol inlet valve atau guide vane sehingga voltase dan frekuensinya berada pada selang yang telah ditentukan. Jika terdapat guide vane. vii. ii. ii. Mengecek vibrasi dan suara dari peralatan dan memberhentikan pengoperasian jika diperlukan.2. i. Pemberhentian pengoperasian Agar prosedur untuk menghindari rusaknya turbin dan generator untuk waktu yang lama. Tekan tombol load switch on (yang berparalel di dalamnya) Kontrol valve inlet atau guide vane sehingga voltase dan frekuensinya berada didalam selang yang telah ditentukan. Menutup valve inlet dan guide vane secara sempurna. 4. 10-3 . iv. Setelah banjir operator harus memeriksa semua peralatan dan harus memperbaikinya sesegera mungkin bila ada kerusakan. Akan tetapi sungai dapat membawa lumpur yang dapat menyebabkan masuknya tanah dan pasir ke dalam fasilitas pembangkit dan pengoperasian harus segera dihentikan dan pintu intake harus segera ditutup.2 Kasus darurat a. Peraturan untuk operator selama pengoperasian Operator harus memeriksa peralatan agar dapat menyuplai listrik dengan kualitas yang baik dan menjaga peralatan agar tetap dalam kondisi yang aman dan normal. v. Memeriksa suhu dari peralatan iii. maka prosedur untuk pemberhentian operasi adalah sebagai berikut: i. Menekan Saklar beban off (load rejection) iii.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro iv. iv. Menyimpan semua hasil pengoperasian dan kondisi peralatan dalam format yang tetap. 3. Menutup pintu intake Ketika beban secara tiba – tiba mengalami kerusakan maka operator harus menutup valve inlet atau guide vane sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan turbin dan generator untuk waktu yang lama.

d.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro b. 2. Pembangkit mikrohidro pada dasarnya harus di desain berdasarkan debit pada musim kemarau. Kasus kecelakaan Dalam kasus kecelakaan. oleh karena itu turbin harus dioperasikan dalam selang tersebut. ¾ Salah penempatan batang turbin atau generator ¾ Kerusakan peralatan listrik yang lain ¾ Kerusakan lain c. Kasus kurangnya volume air Terdapat interval keluaran air pada masing–masing turbin. jika operator tidak mengetahui penyebab kerusakan dan tidak dapat memperbaikinya sendiri. Periksa semua kerusakan strukturnya. 3. Dalam kasus gempa bumi Karena gempa bumi berpengaruh pada semua fasilitas pembangkit. Memeriksa kecelakaan secara teliti. Menginformasikan ke pihak terkait mengenai kecelakaan yang bersangkutan. Peraturan bagi operator adalah sebagai berikut: 1. Akan tetapi jika kurangnya volume air terjadi diluar harapan kita maka operator harus menghentikan pengoperasian pembangkit karena apabila pengoperasian dilanjutkan maka akan mengakibatkan kerusakan turbin. operator harus menghentikan pengoperasian dan memeriksa apa yang menjadi penyebabnya serta harus memperbaikinya sesegera mungkin. Dalam hal ini jika operator sudah mengetahui penyebab kerusakan dan sudah memperbaikinya. Menginformasikan kecelakaan pada orang yang bertanggungjawab pada hal ini sesegera mungkin. Memulai pengoperasian sesegera mungkin jika memungkinkan. 5. Berkoordinasi dengan Pengurus dan anggota Koperasi/Organisasi Pengelola Listrik mengenai pengeluaran untuk perbaikan. 10-4 . Beberapa hal yang harus di persiapkan lebih lanjut adalah : Berdiskusi dengan pembuat atau suppliernya mengenai peralatan yang dibuatnya dan apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kerusakan / permasalahan pada peralatan. Menghubungi pembuat atau supplier peralatan. maka operator harus memeriksa semua peralatan setelah gempa bumi besar terjadi. Melihat penyebab kecelakaan 4.

Oleh karena itu. 10. b. maka operator dianjurkan untuk sesekali membersihkan dan memindahkan pasir / tanah yang berada di depan intake. 3. Untuk tujuan ini.2. maka kelebihan air itu akan selalu keluar dari saluran pelimpah menuju bak penenang. maka fasilitas saluran air. Membuka pintu intake secara parsial. untuk mengatasi banjir akibat sedimentasi tanah dan pasir. Kelebihan air yang normal akan keluar dari saluran pelimpah. Mengisi penstock dengan air secara bertahap. yang kemudian akan menempati bak pengendap atau saluran pembawa. Oleh karena itu diperlukan patroli harian dan inspeksi periodik serta menyimpan datanya dengan baik. Menutup pintu penguras pada bak pengendap setelah membersihkan bak pengendap. jika tidak terdapat pintu penguras. transmisi dan distribusi harus dirawat dengan baik. 10-5 . peralatan listrik. Jika pintu penguras dibangun pada dam intake. Oleh karena itu. maka operator harus memindahkan pasir / tanah pada dam dengan menggunakan tenaga manusia.3 Perawatan Untuk mengoperasikan pembangkit mikrohidro dalam kondisi yang baik dan dalam jangka waktu yang banyak. Jika kelebihan air telah mencapai bak penenang karena kurangnya kapasitas saluran pelimpah. 5. maka tanah akan mencapai sistem saluran air dan akan mempengaruhi kerja penstock dan turbin. Akan tetapi. Kelebihan air dalam jangka waktu panjang akan menghanyutkan penstock. operator harus mengontrol pintu intake untuk menghindari jumlah air yang terlalu banyak di penstock. Menutup drain valve penstock setelah membersihkan penstock. c.3 Lainnya a. 4. 2. maka operator harus menjaga intake mendekati terbuka. Membuka pintu intake secara keseluruhan setelah mengisi penstock. Operator harus melakukan observasi walaupun itu hanya masalah kecil dan harus menjaga dari kecelakaan pada fasilitas. mengalirkan volume air sedikit demi sedikit.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 10. maka operator dapat membersihkan pasir / tanah dengan membuka gerbangnya selama banjir. Menutup pintu penguras dari bak penenang setelah membersihkan Saluran pembawa dan bak penenang. Kontrol intake water Volume intake water berubah tergantung dari perubahan tingkat air sungai. 6. Pengisian air pada sistem saluran air. Prosedur pengisian air ke dalam sistem saluran air adalah sebagai berikut: Menginformasikan bahwa semua pintu-pintu pengurasan dan valve dari sistem air terbuka. Flushing sand di depan intake Jika sedimentasi tanah telah mencapai intake. 1.

diperlukan Sedimentasi Pengendap Sedimentasi tanah Membersihkannya jika diperlukan Saluran pembawa Material / bahan – Membersihkannya jika bahan sepanjang diperlukan saluran Sedimentation tanah / Membersihkannya jika pasir diperlukan Kebocoran.3. maka operator harus melakukan patroli harian. Kebocoran air Menyimpan datanya Memperbaikinya jika diperlukan Sedimentasi pasir / Membersihkannya jika tanah diperlukan Fasilitas dan Peralatan 10-6 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Patroli dan inspeksi pada hal–hal diatas harus dilakukan berdasarkan kondisi fasilitas dan cara penggunaannya. Hal – hal yang perlu dilakukan dalam patroli adalah sebagai berikut:: Hal –hal yang Tindakan diperiksa Intake dan saluran air Sampah pada saringan Membersihkannya setiap saat (Waterway) Kebocoran air pada Menyimpan datanya dam dan pintu Memperbaikinya jika diperlukan Sedimentasi tanah Membersihkannya jika diperlukan Deformasi dan Menyimpan datanya keretakan pada Memperbaikinya jika struktur. transmisi dan distribusi.1 Patroli harian Untuk mengecek jika ada sesuatu pada fasilitas saluran air. diperlukan Lapisan pasir/ tanah Membersihkan pasirnya dan sepanjang saluran bebatuannya setelah pembawa mengetahui segi keamanannya. Perawatan umum pembangkit mikrohidro adalah sebagai berikut: 10. deformasi Menyimpan datanya dan keretakan pada Memperbaikinya jika struktur. Selain itu operator harus menyimpan hasil patroli dan mengambil tindakan jika diperlukan. peralatan listrik. Bak penenang Sampah pada saringan Membersihkannya setiap saat Kelebihan aliran air Mengurangi pengambilan air (Overflow) dari jika kelebihan air terlalu saluran pelimpah banyak.

deformasi dan kerusakan pada struktur.nya Kerusakan pada Menggantinya jika diperlukan pemanasnya Kebocoran minyak Menggantinya jika diperlukan Material / bahan – Memebersihkannya setelah bahan yang menempel memberhentikan pengoperasian Cabang – cabang yang Memotongnya jika diperlukan saling mendekati 10.2 Inspeksi Periodik Operator harus melakukan inspeksi secara periodic untuk memeriksa jika terjadi permasalahan / kerusakan pada fasilitas dan peralatan. Beberapa hal dan frekuensi dari inspeksi yang harus dilakukan : Fasilitas dan Peralatan Hal yang harus diperiksa Intake Penstock Kebocoran.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Penstock Turbin Deformasi dan keretakan jika diperlukan Kebocoran dan deformasi Suara yang aneh dan vibrasinya Kebocoran pada rumah turbin Menyimpan datanya Memperbaikinya jika diperlukan Menyimpan datanya Generator Load stabilizer Transfo Transmisi dan distribusi Menyimpan datanya Memeriksa apa penyebabnya Menyimpan datanya Memperbaikinya jika diperlukan Suara yang aneh dan Menyimpan datanya vibrasinya Memeriksa apa penyebabnya Suhu Menyimpan datanya Kerusakan pada belt – Menggantinya jika diperlukan nya Keadaan load Memeriksa keadaannya stabilizer . Turbin Memberikan pelumas pada poros Mengganti porosnya Hubungan baut (bolt) Frekuensi Tindakan 6 bulan Menyimpan datanya Memperbaikinya jika diperlukan 6 bulan Menyimpan datanya Memperbaikinya jika diperlukan 6 bulan 3 tahun 1 tahun Memperbaikinya 10-7 . operator kadangkala harus memeriksanya dengan teliti dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Pada saat inspeksi. deformasi dan Dan Tailrace kerusakan pada struktur.3.

bagian PCB dibersihkan dengan kuas kering. maka operator harus menghentikan pengoperasian dan memeriksa fasilitas. Valve Inlet Transfo Transmisi dan distribusi Sambungan Terminal Panel Kontrol dan Kebersihan dan kekuatan sambungan Kebersihan bagian luar dan dalam panel 1 bulan 10. Contoh dari penyimpanan data operasi dan pemeriksaan patroli harian dapat dilihat pada Ref.4 Perekaman Operator harus merekam / menyimpan data yang diperoleh dari operasi dan perawatan pembangkit. banjir. tetapi juga merupakan data yang bagus untuk mengetahui penyebab permasalahan pada kecelakaan.3.3 Inspeksi Khusus Dalam kasus gempa bumi.10-1.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Generator Stabilizer beban Memberikan pelumas pada poros Mengganti porosnya Kekuatan isolasi angin (winding) Hubungan baut (bolt) Kerusakan belt Penampakan dari stabilizer beban Kerusakan pada pemanas Kebocoran Kebocoran minyak Cabang yang mendekati 6 bulan 3 tahun 6 bulan 1 tahun 6 bulan 6 bulan 6 bulan 1 tahun 1 bulan 1 bulan 1 bulan Mengganti generator Memperbaikinya Memperbaikinya Memperbaikinya Menggantinya jika diperlukan Menggantinya jika diperlukan Menggantinya jika diperlukan Memotongnya jika diperlukan Membersihkan dan mengencangkan jika terjadi kotor dan kendor Jika kotor. Penyimpanan data tidak hanya dapat menolong operator untuk mengingatkan dirinya tentang operasi dan perawatan yang seharusnya dilakukan. hujan deras and kecelakaan. 10-8 . 10.

Pada saat dinyalakan.  Atur potensio “High Freq Trip Setting”. tegangan ballast menunjuk. tetapi lampu LET merah menyala pada PCB kontrol. Trafo catu daya PCB  Pada saat generator sedang bekerja. 3. 8.3&4. 7. Pada saat dinyalakan tegangan pada voltmeter utama normal 220V.  Atur potensio “Low Freq Trip Setting”. ukur tahanan antara terminalnya jika nilainya kecil maka SCR rusak. ukur tegangan terminal kontrol rusak no.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 10. Pada saat dinyalakan. 6. tetapi LET hijau menyala pada PCB kontrol. Pada saat pembangkit dinyalakan semua normal dan kontaktor selalu jatuh   Segera matikan pem-bangkit dan konsultasi ke produsen.  Frekuensi tinggi.  Lepas terminal ballast dan ukur tahanannya. semua meter pada kondisi normal. 2. semua meter pada kondisi normal. generator  Atur potensio “High Freq Trip Setting”. ganti sebagian ballast. semua meter pada kondisi normal.  Lepas terminal ballast dan ukur tahanan masing-masing sikring.  Setting frekuensi tinggi tidak tepat. Pada saat dinyalakan. 9&10. PCB kontrol rusak. ganti sikring. SCR (thrystor) rusak  Lepaskan kabel pada SCR. jika tidak trafo rusak.  Lepas terminal ballast dan ukur tahanannya kurang dari yang seha-rusnya. jika nilai besar maka sikring putus. frekuensi melebihi 53 Hz (LET merah menyala)  AVR rusak  Semua ballast terbakar      4. Pada saat dinyalakan tidak keluar tegangan pada voltmeter utama atau menunjuk kurang/lebih dari biasanya.  Jika indikasi tegangan trafo masih baik. Pada saat dinyalakan tegangan ballast mengikuti tegangan generator. tegangan ballast tidak menunjuk. jika nilai-nya kecil maka SCR rusak. masingPCB kontrol rusak masing harus mempunyai nilai Sikring (fast fuse) putus 18 v. 5.  Setting frekuensi rendah tidak tepat. ganti ballast.  Beban konsumen terlalu  Harus dilakukan per-hitungan besar. jika tahanannya nol ohm. JENIS GANGGUAN DAN TANDA-TANDA KEMUNGKINAN PENYEBABNYA PENANGGULANGAN DAN PERBAIKAN 1. Pada saat dinyalakan tegangan pada voltmeter utama normal 220 V. ukur Sebagian ballast terbakar tahanan antara terminalnya.  Frekuensi rendah. 10-9 .19&20. SCR (thristor) rusak  Lepas kabel pada SCR. ulang ter-hadap beban konsumen. tetapi lampu LET hijau kecil yang terletak di atas tombol ON-OFF tidak menyala.5 Permasalahan dan Pemecahannya NO. tetapi frekuensi melebihi 53 Hz (LET merah menyala). generator  Atur potensio “low Freq Trip Setting”.

ukur tahanan kabel konsumen antar fasa dan netral. harus menunjuk angka tak terhingga (semua MCB di konsumen dalam keadaan off).  Tambah air atau ber-sihkan saluran air. 10-10 .  Lepas terminal kon-sumen pada panel kontrol. Pada saat pembangkit dinyalakan semua normal dan NFB jatuh (OFF).Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro 9. (OFF) dan frekuensi meter menunjuk lebih kecil dari 50 Hz.  Air kurang menyebabkan pengaman frekuensi rendah bekerja.  Ada short circuit (hubung pendek) pada jaringan/ beban konsumen. Pada saat pembangkit dinyalakan semua normal dan tiba-tiba konsumen padam. listrik pada 10.  Ada kebocoran jaringan.

(B)Buruk. (R)Rusaak Mengetahui Pemeriksa Ketua Operator 10-11 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Lembar Periksa Konstruksi sipil Bulan : ____________________ No I 1 2 II 1 2 III 1 2 IV 1 2 V 1 2 VI 1 2 VII 1 Uraian Dam Konstruksi Stop Log Bak Pengendap Konstruksi Saringan Saluran Konstruksi Stop Log Bak Penenang Konstruksi Saringan Penstok Penstok Fondasi Power House Konstruksi Sanitasi Saluran Pembuang Konstruksi Catatan Kerusakan Penyebab kerusakan Catatan Perbaikan Perbaikan Oleh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pemeriksaan Harian 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Tahun : _______________ 24 25 26 27 28 29 30 31 Keterangan : ! Isi kolom dengan kondisi sebenarnya seperti : (N) Normal.10 .

(R)Rusaak !! Jika ada kerusakan fatal.Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Lembar Periksa Mekanikal dan elektrikal Bulan : ____________________ No I 1 2 3 4 5 6 II 1 2 3 4 Uraian Turbin Runner Bearing turbin Plummer Block Bearing Puli Turbin Cover pulley Kopling Panel control Meteran Penangkal petir Ballast Load Main Board Catatan Kerusakan Penyebab kerusakan Catatan Perbaikan Perbaikan Oleh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pemeriksaan Harian 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Tahun : _______________ 24 25 26 27 28 29 30 31 Keterangan : ! Isi kolom dengan kondisi sebenarnya seperti : (N) Normal. perbaiki segera.10 . (B)Buruk. 022-4202045 Mengetahui Pemeriksa Ketua Operator 10-12 . atau koordinasi dengan tim IBEKA Telp.

Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Lembar Periksa Jaringan Distribusi Bulan : ____________________ No I 1 2 3 4 II 1 2 Uraian Transmisi Tiang Kabel Konektor MCB Kelompok Instalasi dalam rumah MCB Kaabel instalasi Catatan Kerusakan Penyebab kerusakan Catatan Perbaikan Perbaikan Oleh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pemeriksaan Bulanan 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Tahun : _______________ 24 25 26 27 28 29 30 31 Keterangan : ! Isi kolom dengan kondisi sebenarnya seperti : (N) Normal. (R)Rusaak !! Jika ada masalah dengan fasilitas distribusi. perbaiki segera dan isi kolom kerusakan Mengetahui Pemeriksa Ketua Operator 10-13 . (B)Buruk.10 .

10 Operator 10-14 . : Isi kolom dengan tanggal pelumasan Mengetahui Pemeriksa Ketua .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pelumas & Suku cadang Tahun : _________________ No A Uraian PELUMASAN 1 Bearing Turbin 2 3 B 1 2 3 4 5 Plummer Block Turbine Bearing Plummer Block Turbine Generator SUKUCADANG Bearing Seal Kopling Flat Belt Lain-lain Re-setting Januari Februari 720 1440 Maret 2160 Pelumasan berdasarkan jumlah jam operasi April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 2880 3600 4320 5040 5760 6480 7200 7920 8640 Cat.

. Waktu vane % Meteran jam (H) Frekuensi (Hz) Voltase Generator (V) R-N S-N T-N Voltase Ballast (V) R-N S-N T-N Generator yang Dipakai (A) R S T Keterangan 25 26 27 28 29 30 31 Diperiksa Oleh ___________ Operator 10-15 .10 .Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Lembar Pencatatan untuk Pembangkit Mikro Hidro Bulan: ………………../Tahun: ………………… __________________ Operasi Tgl 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Hari Mulai Berhenti Catatan Bukaan G.