Anda di halaman 1dari 7

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

BAB

1
PENDAHULUAN
1.1 UMUM Saat ini total pembangkit listrik yang ada di Indonesia mencapai sebesar 25.218 MW yang terdiri dari 86,3% PLN dan 13,7% listrik swasta. Dalam periode 5 tahun terakhir ini, kapasitas terpasang dan daya mampu pembangkitan listrik PLN hanya tumbuh masing-masing sebesar 1,7% dan 0,8% per tahun. Namun sisi permintaan, selama periode yang sama pertumbuhan permintaan tenaga listrik mencapai ratarata 6,1% setiap tahunnya. Lebih lanjut jaringan listrik PLN baru mampu melayani 35 juta pelanggan yang mencerminkan rasio elektrifikasi sekitar 56%.

Dengan

pertumbuhan

konsumsi

yang

melampaui

pertumbuhan

kapasitas

terpasang, cadangan kapasitas sistem kelistrikan nasional semakin menurun dan melewati ambang batas cadangan kapasitas (reserve margin) aman minimum 30%. Secara nasional, reserve margin tersebut terus turun dari 29,1% di tahun 2001 menjadi hanya 16,9% di tahun 2005. Bahkan pulau Jawa memiliki kondisi yang lebih buruk dengan reserve margin yang hanya 10,3% di tahun 2005 lalu.

Karenanya saat ini terdapat kebutuhan investasi yang mendesak untuk peningkatan kapasitas pembangkitan listrik beserta jaringan transmisi, gardu induk dan jaringan distribusi. PLN memproyeksikan rencana peningkatan kapasitas pembangkitan hingga 2011 sebesar 16.167 MW dengan perincian 9.570 MW untuk Jawa dan Bali serta 6.597 MW untuk luar Jawa. Untuk merealisasikan target tersebut pemerintah selain menugaskan PLN untuk melaksanakan program percepatan pembangunan PLTU 10,000 MW juga sangat mendorong peran swasta melalui Independent Power Producer (IPP) untuk berinvestasi membangun pembangkit ataupun jaringan transmisi. Hal ini diwujudkan dengan terbitnya beberapa peraturan yang membuka sektor ini kepada swasta. Hal ini disebabkan karena sebagian besar kebutuhan listrik nasional masih banyak bergantung pada energi thermal dan diesel terutama untuk wilayah di luar pulau Jawa. Untuk mengurangi pemakaian sumber daya alam yang tidak terbarukan

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-1

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

(unrenewable) serta menjaga lingkungan terhadap pencemaran akibat pembakaran bahan bakar minyak dan gas, pengembangan potensi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan merupakan sumber daya alternatif yang harus mendapat perhatian khusus. Indonesia dengan kondisi topografi dan iklim geografisnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan dan pemanfaatan sumber daya air.

1.2

LATAR BELAKANG PROYEK Tenaga air merupakan sumber energi primer yang terbarukan dan merupakan sumber energi domestik serta ramah lingkungan yang potensinya di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan tenaga air untuk pembangkit tenaga listrik adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk skala besar dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) untuk skala kecil. Pembangunan PLTM adalah dengan memanfaatkan potensi tenaga air sungai dimana besarnya tenaga listrik yang dapat dihasilkan tergantung dari besarnya aliran sungai serta beda tinggi dari kemiringan sungai.

Pembangunan PLTM dapat membantu penyediaan tenaga listrik yang dalam pasal 4 ayat 3 UU No. 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikkan disebutkan guna menjamin ketersediaan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik, diprioritaskan penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan

pemanfaatan sumber energi terbarukan. Untuk mendukung dan mengatur kegiatan PLTM itu sendiri, pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan baik Keputusan Menteri atau Peraturan Pemerintah antara lain : 1. Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 2. Undang Undang Republik Indonesia nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. 3. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 1122

k/30mem/2002 tanggal 12 Juli 2002 Tentang Pedoman Pengusahaan Pembangkit Tenaga Listrik Skala Kecil Tersebar.

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-2

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

4.

Undang Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

5.

Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 001 tahun 2006 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan Atau Sewa Menyewa Jaringan Dalan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum.

6.

Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 002 tahun 2006 Tentang Pengusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan Skala Menengah.

7.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 26 tahun 2006 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989 Tentang Penyediaan Dan Pemanfaatan Tenaga Listrik.

8.

Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 71 tahun 2006 Tentang Penugasan Kepada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Batubara.

Selain itu Pemerintah juga membuat peraturan perundangan - undangan yang akan menunjang investasi dalam bidang PLTM, antara lain :

1. Peraturan Pemerintah No. 03 Tahun 2005 Tentang Ketenagalistrikkan, dimana dalam Pasal 2 ayat 3 dan 4 menyatakan : Ayat 3 : Penyediaan tenaga listrik dilakukan dengan memanfaatkan seoptimal mungkin sumber energi yang terdapat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ayat 4 : Guna menjamin ketersediaan energi primer untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum, diprioritaskan penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan pemanfaatan sumber energi terbarukan. 2. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 001 Tahun 2006 Tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan/Atau Sewa Menyewa Jaringan Dalam Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum. 3. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 002 Tentang Pengusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan Skala Menengah. 4. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 31 Tanggal 13 November Tahun 2009 Tentang Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT. PLN

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-3

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

(Persero) dari Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil dan Menengah atau Kelebihan Tenaga Listrik.

Dalam rangka diversifikasi penggunaan energi primer dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan khususnya potensi tenaga air atau energi setempat. Selain itu, daerah - daerah yang secara geografis terletak jauh dari pusat tenaga listrik yang memiliki kawat penghantar yang panjang mengakibatkan mutu listrik yang diterima konsumen menjadi kurang layak, apalagi di daerah yang menjadi daerah tujuan wisata akan sangat membutuhkan pasokan daya yang cukup dengan tegangan yang memenuhi standar.

Berdasarkan hal diatas maka

PT. REPUBLIKA MANDIRI ENERGI, sebagai

perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang penyediaan energi listrik, utama nya RENEWABLE ENERGY, berencana untuk mengembangkan potensi tenaga air yang terbarukan yang terletak pada sungai Cikandang menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ( PLTM ) Cikandang. PLTM Cikandang ini diharapkan akan membantu dalam penyediaan tenaga listrik khususnya bagi masyarakat Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut dan kawasan disekitarnya. Melalui penyediaan listrik yang cukup, Kecamatan Pakenjeng dan daerah sekitarnya akan dapat tumbuh dan berkembang sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya.

1.3

MAKSUD DAN TUJUAN Sejalan telah dilakukannya survey, penghitungan data hidrologi, dan pengukuran topografi dan investigasi geologi oleh PT REPUBLIKA MANDIRI ENERGI bekerjasama dengan nasional kebijaksanaan Pemerintah dalam pengembangan energi

maka dengan ini kami berencana untuk melakukan pembangunan

Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikandang, Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Sasaran utama di dalam kajian ini adalah untuk mengetahui gambaran posisi rencana PLTM Cikandang di dalam sistem kelistrikan PLN Cabang Garut. Selanjutnya hasil kajian tersebut akan digunakan untuk melandasi rencana pengembangan PLTM Cikandang sehingga diperoleh hasil yang optimal sesuai

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-4

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

dengan kerangka acuan, yaitu dengan pemilihan alternatif pengembangan dan skala serta waktu sehingga diperoleh hasil yang optimal khususnya bagi PLN dan memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Adapun tujuan pembangunan PLTM Cikandang ini adalah : 1. Pemanfaatan potensi sumber daya alam terbarukan (tenaga air) untuk pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan. 2. PLTM sebagai alternatif yang menghasilkan tenaga listrik yang lebih murah dan ramah lingkungan. 3. Peningkatan mutu listrik yang diterima oleh konsumen akan menjadi lebih baik dengan dibangunnya pembangkit tenaga listrik yang dekat dengan pusat beban. 4. Membantu PT PLN (Persero) dalam penyediaan dan pelayanan tenaga listrik yang handal dan murah. 5. Dengan terjaminnya pasokan tenaga listrik, dunia industri dan usaha tumbuh dan berkembang, sehingga dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat daerah ini.

1.4

MANFAAT Manfaat keberadaan PLTM Cikandang bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, khususnya masyarakat Kecamatan Pakenjeng antara lain : a. Pendapatan Daerah melalui Retribusi penggunaan air permukaan. b. Lapangan Kerja selama pelaksanaan pembangunan dan juga dimungkinkan pada saat PLTM Cikandang telah beroperasi. c. Peningkatan mutu listrik, karena dekat dengan pembangkit. d. Dimungkinkan tumbuh dan berkembangnya industri rumah tangga (home industry). industri kecil menengah serta

1.5

LOKASI PROYEK Rencana PLTM Cikandang ini terletak di Desa Jatiwangi Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat berjarak 250 km dari kota Jakarta atau 50 km dari kota Garut. Secara administrasi merupakan wilayah kerja PT. PLN (Persero) Cabang Garut yang daya listriknya dipasok dari GI Sumadra.

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-5

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

Gambar 1.1 Lokasi PLTM pada Peta Jawa

Gambar 1.2 Lay Out PLTM Cikandang pada peta 1:25.000 ( dari Peta Topografi Bakosurtanal )

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-6

Studi Kelayakan

PLTM CIKANDANG

1.6

LINGKUP PEKERJAAN Berdasarkan syarat syarat teknis RKS NO. 023 AH/2011, lingkup pekerjaan yang perlu dilaksanakan dalam kegiatan terdiri dari : a. Me-review laporan Pra - FS yang dilakukan oleh PT. REPUBLIKA MANDIRI ENERGI b. Membuat Kriteria Disain , Dasar untuk pekerjaan Sipil, Mekanikal Elektrikal, Transmisi. c. Membuat Kajian Finansial Proyek. d. Membuat Rencana Pelaksanaan ( Time Schedule ) Proyek. e. Menyusun Kesimpulan dan Membuat Rekomendasi f. Membuat Laporan Hasil Studi.

1.7

RESUME TERHADAP PRA STUDI KELAYAKAN Pra Feasibility Studi PLTM Cikandang, telah dilakukan oleh PT. REPUBLIKA MANDIRI ENERGI pada tahun 2011 secara ringkas di ungkapkan bahwa : a. Lokasi PLTM Cikandang berada disebelah kiri, panjang saluran 1024 m

dengan saluran terbuka trapesium, panjang penstock 320m, panjang tailrace kurang 3m. b. Kapasitas terpasang sebesar 6 MW ( 1 X 2,5 MW ) dan ( 1 x 3,5 MW ) , debit disain sebesar 16 m3/det dan net head 47 m. c. Energi rata rata tahunan sebesar 40,51 Gwh yang penyalurannya ke transmisi 20 kv dengan panjang kurang lebih 700 meter. d. Total project cost diperkirakan sebesar 8,989 juta US$ atau nilai rupiah sebesar Rp. 95,459 Milliar ( dengan asumsi per USD = Rp. 9000 ).

PT BUKAKA HYDRO CONSULTING

1-7