Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN MENINGITIS

Penderita meningitis harus segera di rawat di rumah sakit. Tergantung pada fasilitas yang tersedia bagi dokter umum yang bersangkutan, maka penderita dapat dikirim ke dokter ahli saraf atau di rawat sendiri di rumah sakit. Bilamana penderita akan di obati oleh dokter umum sendiri, maka ia harus dimasukkan di rumah sakit. Di situ akan dilakukan tindakan pemeriksaan neurologik dan tindakan terapeutik darurat yang pada hakekatnya sangat menentukan. Tindakan perawatan terdiri dari : 1. tindakan pencegahan dan higiene yang lazim diselenggarakan pada penderita yang sakit keras atau yang tidak sadar. Perawatan pada orang sakit keras atau koma dalam garis besar adalah sama, baik yang disebabkan oleh infeksi, intoksikasi, neoplasma atau gangguan peredaran darah serebral maupun karena trauma. 2. pemberian antibiotika. Biasanya memakai penicillin G atau ampicilin selama lima hari, jika dalam lima hari tidak ada perbaikkan maka bisa dikombinasikan dengan chlorampenicol. Berikut daftar obat-obat antibiotik pada menigitis TERAPI ANTIBIOTIKA Mikro-Organisme Menigitis Akuta Pneumokokus Meningokokus Streptokokus Stafilokokus Antibiotika Dosis dan Cara pemberian Dewasa : 1 jt unit/1-2 jam, i.m Penicilin G Anak : atau i.v 1 jt unit i.m/i.v, selanjutnya 500rb unit i.m/2 jam Neonatus : 50-100 ribu

H. influenza E. coli Kuman yang tidak dikenal

Ampicilin dikombinasi dengan,

unit/Kg/BB/hari Dewasa : 1 gr i.m, sebagai suntikan selanjutnya i.m/3 jam Anak : dibagi 300-400 i.m, dosis dalam mg/Kg/BB/hari 1 I, gr

angsuran 3 jam sekali Neonatus : dosis anak Menigitis Sub-Akuta M. tuberculosa Sedangkan pada meningitis karena virus pengobatan bersifat simptomatik, oleh karena belum ada antibiotika yang dapat digunakan secara efektif. Obat yang biasanya dipakai pada meningitis karena virus biasanya menggunakan vidarabine (9-beta-Darabinosyladenine monohydrate) dengan nama dagang Vira-A. Penggunaannya dengan melarutkan obat dalam air dan diberikan secara intravena selama 12-24 jam. Dosisnya ialah 15mg/Kg/BB/sehari selama 10 hari berturut-turut. Efek samping yang timbul yaitu mual, muntah, diare dan anoreksia tetapi efek samping ini tidak merupakan indikasi untuk menghentikan obat, bila efek samping berupa tremor, halusinasi, delirium dan psikosis maka pemakaian obat ini harus dihentikan. Tetapi obat ini tergolong mahal. Obat antiviral yang lain yaitu isoprinosine yang mengandung methisoprinol dalam bentuk tablet. Untuk anak-anak dapat diberikan sebanyak 50-100 mg/Kg/BB/hari dan untuk orang dewasa 100 mg/Kg/BB/hari. Efek samping dari penggunaan obat ini adalah konvulsi, muntah, singultus dan delirium.