Anda di halaman 1dari 34

Laporan Kasus FER

OLEH Wahyudi Gani

PEMBIMBING
Prof.dr. Delfi Lutan, MSc, SpOG K

Definisi Kista dermoid

Teratoma kistik jinak dimana struktur ektodermal dengan diferensiasi sempurna, seperti epitel kulit, rambut, gigi dan produk glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak , tampak bersama dengan elemen endoderm dan mesoderm Namun demikian, elemen ektodermal umumnya lebih menonjol.

Etiologi
Perkembangan tidak sempurna dari hasil konsepsi pada akhir stadium blastomer Tumor berasal dari perkembangan ovum tanpa fertilisasi yang oleh pengaruh faktor rangsang yang tidak diketahui kemudian membentuk bermacam macam komponen jaringan janin yang tidak sempurna.

Insidensi

Angka kejadian kista dermoid adalah sekitar 2540% dari neoplasma ovarium dan 95% dari semua teratoma ovarium. Sering timbul pada dekade kedua dan ketiga. Usia paska menopause berkisar 10-20% . Di Indonesia frekuensi berkisar antara 11,1% sampai 16,9% . Resiko transformasi maligna dijumpai pada 12% kasus dan pada umumnya terjadi pada wanita paska menopause

Gambaran klinis
Makroskopis kista dermoid adalah kista dengan permukaan luar licin,warna putih keabuan dan agak tipis. Konsitensi tumor sebagian kistik, kenyal dan dibagian lain padat. Kista dermoid kelihatan seperti kista berongga satu, tapi bila dibelah biasanya nampak suatu kista besar dengan ruangan kecil kecil dalam dindingnya.

Ektodermal : kulit, rambut, kelenjar sebasea, gigi Mesodermal : tulang rawan , serat otot , jar.ikat Endodermal :mukosa traktus gastrointestinal , epitel saluran nafas dan jaringan tiroid Dalam rongga kista sering dijumpai produk dari kelenjar sebasea berupa masa lembek seperti lemak bercampur dengan rambut Rambut ini terdapat beberapa lembar saja, tetapi dapat berupa gelondongan seperti konde .

Kista dermoid

Admixture of sebum and hair within the cavity of an ovarian mature cystic teratoma

Well-developed teeth in ovarian mature cystic teratoma

Teratoma jinak ini dapat terapung di dalam rongga abdomen dan dengan tangkai ovarium yang memanjang menyebabkan dapat terletak di depan dan kadang diatas uterus. bilateral pada kira kira 10% kasus

Manifestasi klinis
Lesi tumbuh lambat tanpa gejala khas Ukuran, kompresi, torsi dan ruptur Resiko dari torsi berkisar 15% , Ruptur kista dermoid jarang terjadi (<1% kasus ) akut peritonitis. 5% struma ovarium merupakan struma aktif gambaran hipermetabolisme

Gross appearance of struma ovarii. The thyroid tissue is represented by the solid areas.

Pemeriksaan Penunjang
Kista dermoid memiliki gambaran masa kistik berisi focus dan material ekogenik dimana distribusinya tidak merata atau gambaran sebuah area dengan ekogenik kuat berasal dari jaringan tulang dan gigi. proses penulangan dan gigi dapat juga dilihat melalui pemeriksaan radiologist.

Gambaran USG massa adneksa

Kista dermoid : gambaran masa kistik berisi focus dan material ekogenik dimana distribusinya tidak merata atau gambaran sebuah area dengan ekogenik kuat berasal dari jaringan tulang dan gigi.

Teratoma kistik dikarakteristikkan bila didapat salah satu dari 3 gambaran berikut , yaitu : 1. Tuberkel mural ekogenik dengan bayangan akustik posterior yang berkaitan dengan pola echo kistik 2. gambaran ekogenik tipis seperti pita ( kilatan garis garis hiperekoik dan titik titik terang di lapangan gelap). 3. pola ekogenik padat berkaitan dengan bayangan akustik posterior dengan atau tanpa komponen kistik .

Endometrioma :

jaringan sirkular homogen dan hipoekoik tanpa disertai proliferasi papilar dan adanya batas tegas dengan parenkim ovarium.

Kista endometrioma

Kista serous dan kistaadenoma serous dikarakteristikkan dengan adanya massa kistik anekoik unilokular atau kistik bilokular disertai dengan didning regular tipis tanpa vegetasi endokistik . Kistadenoma musinosum digambarkan sebagai masa multilokular dengan dinding regular tipis dan septa serta isi cairan dengan ekogenisitas bervariasi tanpa disertai vegetasi endokistik. Kista hemorrhagic sebagai massa berisi cairan hiperekoik dan septa tipis. Kista paraovarian sebagai kista anekoik unilokular yang terpisah dari ovarium ipsilateral , berdinding tipis. Hidrosalphinx sebagai massa irregular , memanjang berisi cairan anekoik.

Penanganan

Pada kista dermoid >6 cm atau ada riwayat pembedahan dengan sangkaan perlengketan maka laparotomi merupakan pilihan terbaik. Kistektomi dengan meninggalkan jaringan ovarium yang sehat bagi pasien yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya Ooforektomi bila memang tidak memungkinkan mempertahankan jaringan ovarium atau fungsi reproduksi tidak diperlukan atau pasien mendekati usia menopause. Frozen section Pemeriksaan sitologi cairan peritoneal

LAPORAN KASUS
NN.R., 13 tahun, virgo, menarche 11 tahun, datang ke RS Haji Adam Malik Medan tanggal 05-01-2006 dengan : KU : Benjolan di perut

Telaah: Terjadi 9 bulan yang lalu, tidak cepat membesar Nyeri haid (+), nyeri (+)bila benjolan digoyang. Perdarahan per vaginam tidak ada Riwayat penurunan BB (-), penurunan selera makan (-) Buang air besar dan buang air kecil tidak terganggu. HT : 17-11-2005 , siklus haid baru 2 kali, belum teratur, lamanya 7 hari , volume 2 x ganti doek, nyeri haid (+).

Pemeriksaan Fisik
Status Presens : Sense : Compos mentis Tek.darah : 110/ 70 mmHg Nadi : 80 x/ menit Pernafasan : 20 x/ menit Temperatur : afebris

Anemia Icterik Cyanose Dyspnoe Edema

:::::-

Abdomen : soepel, teraba massa padat permukaan licin, batas tegas, mobile sebesar telur ayam di abdomen kanan bawah RT : sphinter ani ketat, mukosa licin, ampula recti kosong Uterus AF, BB, mobile, kenyal P/A kiri : lemas ttb P/A kanan : lemas, teraba masa padat sebesar telur ayam, mobile, permukaan rata.

Hasil CT Scan Upper + lower abdomen (11 -10-2005, anjuran bag.bedah) Tampak massa berbatas jelas dengan irregular density disertai kalsifikasi di dalamnya pada regio pelvis mayor dextra. Hati, kandung empedu, pakreas, limpa, ginjal, kandung kemih, uterus normal. Tulang tulang baik. Kesimpulan : Dermosa tumor.

Hasil pemeriksaan USG (01-12-2005)


Pemeriksaan TAS dengan hasil uterus AF, besar biasa, ukuran 55,3 x 20,9 x 24,2 mm Endometrial line 8,0 mm Tampak gambaran massa mixed echo dengan ukuran 45,0 x 35,2 x 36,2 mm kesan berasal dari adneksa kanan. DD : kista dermoid Tumor adneksa padat

Laporan Ooforektomi a/I kista dermoid (11-01-2006)

Pasien dibaringkan di meja operasi ,infuse kateter terpasang Di bawah anastesi umum, dilakukan incise kutis , subkutis, fascia lalu fascia digunting ke atas dan ke bawah. Otot dikuakkan tumpul. Peritoneum dijepit lalu digunting ke atas dan kebawah. Dilakukan evaluasi , tampak uterus besar normal, ovarium dan tuba kiri normal, tampak kista pada ovarium kanan sebesar telur ayam. Tuba kanan baik. Lapor supervisor dan dianjurkan ooforektomi. Dilakukan ooforektomi , evaluasi perdarahan t.a.a. Abdomen ditutup lapis demi lapis KU pasien post op baik

Terapi :
IVFD RL/D5 30gtt/menit Inj. Cefotaxime 1 gram /12jam/IV Metronidazole drips 500gram/12 jam/IV Inj. Alinamin F 1 Ampul /8jam/IV Inj Transamin 1 Ampul / 8 jam /IV Inj .Tramadol 1 Ampul/8 jam/IV

Hasil pemeriksaan histopatologi (11-01-2006)

Makroskopik Diterima jaringan ovarium ukuran 5 x 3 x 3 cm pada pemotongan terdapat lemak dan rambut, konsitensi kenyal, warna abu abu. Mikroskopik Sediaan jaringan kista dengan dinding pelapis epitel tatah berlapis dengan inti bulat, kromatin halus, sitoplasma eosinofilik. Juga dijumpai folikel folikel , rambut rambut dan sel sel lemak. Tidak dijumpai tanda keganasan Kesimpulan : Kista dermoid benigna

Follow up paska operasi

Kondisi pasien stabil , luka operasi kering dan pasien pulang pada hari ke lima.

Permasalahan

Penegakan diagnosa kista dermoid pada kasus ini seharusnya tidak memerlukan dua pemeriksaan bantuan, USG dan abdominal CT scan , mengingat gambaran USG kista dermoid cukup spesifik , dengan demikian dapat menghemat biaya berobat dan mempersingkat waktu penjajakan pasien . Apakah tindakan ooforektomi pada pasien ini tepat, mengingat usia pasien masih muda, sehingga kemungkinan proses patologis seperti kista dermoid pada ovarium kontralateral mungkin saja timbul di kemudian hari dan mengharuskan tindakan operatif untuk penangannya?

TERIMA KASIH