Anda di halaman 1dari 5

Reaksi Redok adalah suatu reaksi serah terima elektron dan reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi

disebut reaksi redoks. Reaksi redoks itu singkatan dari reaksi reduksi-oksidasi, dimana reduksi itu adalah reaksi pelepasan oksigen, sedangkan oksidasi itu adalah pengikatan oksigen. PENYETARAAN REAKSI REDOKS Reaksi redoks dapat disetarakan dengan cara langsung (cara bilangan oksidasi) atau cara setengah reaksi. 1. Cara Langsung (Bilangan Oksidasi)

Tentukan reaksi reduksi dan oksidasi Tulis perubahan biloks yang terjadi Samakan jumlah elektron yang dilepas dan diterima dengan menambahkan koefisien Hitung jumlah muatan kiri dan kanan Jika muatan kiri > kanan tambahkan OH- pada ruas kiri Jika muatan kiri < kanan tambahkan H+ pada ruas kiri

Samakan jumlah H dengan menambahkan H2O pada ruas kanan

Contoh : HNO3+ H2S>NO + S + H2O Penyelesaian Langkah I Menentukan unsur yang mengalami perubahan biloks , yaitu N dan S langkah II Harga biloks yang mengalami perubahan HNO3+ H2S >O + S + H2O +5 -2 +2 0 Langkah III Unsur yang mengalami peristiwa reduksi dan oksidasi HNO3+ H2S>NO + S + H2O +5 -2 +2 0 oksidasi(2) reduksi (3) Langkah IV HNO3 dan NO dikalikan 2 sedangkan H2S dan S dikalikan 3 sehingga reaksinya menjadi : 2 HNO3+ 3H2S>2NO + 3S + H2O Langkah V Penyetaraan jumlah atom yaitu Penambahan koefisien pada H2O agar jumlah atom H dan O sama di ruas kiri dan kanan , maka jadi : 2 HNO3+ 3H2S>2NO + 3S + 4H2O

2. Cara Setengah Reaksi


Pecahlah reaksi menjadi dua persamaan (reaksi reduksi dan reaksi oksidasi ) Penyetaraan setiap persamaan reaksi Menyetarakan atom O dan H dengan menambah koefisien Menyetarakan jumlah atom O dengan menambah H2Odiruas yang kekurangan O Menyetarakan jumlah atom H dengan menambah H+ diruas yang kekurangan H Menyetarakan jumlah muatan dengan menambahkan elektron seruas dengan H+ Menyetarakan jumlah elektron pada kedua persamaan reaksi Menjumlahkan kedua persamaan setengah reaksi

Contoh Soal : HNO3+ H2S>NO + S + H2O Penyelesaian Langkah I Buat reaksi oksidasi dan reduksi. Dan tentukan mana yg reduksi, mana yg oksidasi, dan hasil dari kedua reaksi tersebut. Reduksi : HNO3>NO Oksidasi : H2S>S Langkah II Penyetaraan jumlah atom dan jumlah muatan HNO3+ 3H+ +3e>NO + 2H2O H2S>S + 2H+ + 2e Langkah III Jumlahkan kedua setengah reaksi 2HNO3+ 6H+ + 6e>2NO + 4H2O 3H2S>3S + 6H+ + 6e Menjadi, 2HNO3+3 H2S > 2NO +3 S + 4H2O (x2) (x3)

PENYETARAAN REAKSI REDOKS

Sebelum kita melakukan penyetaraan, kita mengulang sedikit tentang reaksi redoks. Reaksi redoks terdiri atas setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Pada proses oksidasi terjadi pelepasan elektron sedangkan pada reduksi terjadi penangkapan elektron. Perhatikan reaksi: Zn(s) + CuSO4(aq) -> Cu(s) + ZnSO4(aq) Dapat kita tulis: Oksidasi: Reduksi : Zn(s) -> Zn2+ (aq) + 2e Cu2+ (aq) + 2e -> Cu (s)

Penyetaraan reaksi redoks berarti menyamakan jumlah atom dan muatan masing-masing unsur pada pereaksi dengan jumlah atom dan muatan masing-masing unsur pada hasil reaksi. Artinya sebelum muatan dan jumlah atom di kedua ruas sama, maka reaksi masih belum setara. Penyetaraan persamaan reaksi redoks dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

Cara Setengah Reaksi Cara Perubahan Bilangan Oksidasi

Dengan kedua cara ini kita akan mendapatkan reaksi redoks yang setara. Hasil penyetaraan sama, tergantung mana yang praktis menurut anda Baiklah sekarang mari kita bahas masing-masing cara menyetarakan reaksi redoks berikut ini : 1. CARA SETENGAH REAKSI Cara setengah reaksi, yaitu dengan melihat elektron yang diterima atau dilepaskan. Penyetaraan dilakukan dengan menyamakan jumlah elektronnya. DIUTAMAKAN UNTUK REAKSI DENGAN SUASANA REAKSI YANG TELAH DIKETAHUI. Contoh : MnO4- + Cl- -> Mn2+ + Cl2 (Asam) Langkah-langkah penyetaraan : 1. Menuliskan setengah reaksi kedua zat yang akan direaksikan MnO4- -> Mn2+ Cl- -> Cl2 2. Menyetarakan jumlah atom unsur yang terlibat MnO4- -> Mn2+ 2Cl- -> Cl2 3. Menambah H2O pada suasana Asam (pada yg kurang O) dan pada suasana Basa (pada yg kelebihan O) MnO4- ->Mn2+ + 4H2O 2Cl- -> Cl2 4. Menyetarakan atom Hidrogen (H) dengan menambah H+ pada suasana Asam dan OH- pada susana basa MnO4- + 8H+ -> Mn2+ + 4H2O 2Cl- -> Cl2 5. Menyetarakan muatan dengan menambah elektron MnO4- + 8H+ + 5e -> Mn2+ + 4H2O [selisih elektron pereaksi (7) dan hasil reaksi (2)]

2Cl- -> Cl2 + 2e [elektron pereaksi -2 maka di hasil reaksi harus ditambah 2e] 6. Menyamakan jumlah elektron yang diterima dengan yang dilepas dengan perkalian silang antar elektron (didapat dari penambahan jumlah elektron) MnO4- + 8H+ + 5e -> Mn2+ + 4H2O | x 2 2Cl- -> Cl2 + 2e | x 5 Hasilnya menjadi : 2MnO4- + 16H+ + 10e -> 2Mn2+ + 8H2O 10Cl- -> 5Cl2 + 10e 2MnO4- + 10Cl- + 16H+ -> 2Mn2+ + 5Cl2 + 8H2O Bisakah anda buktikan jumlah atom dan muatannya pada kedua ruas sudah sama?. 2. CARA PERUBAHAN BILANGAN OKSIDASI Cara perubahan bilangan oksidasi, dilakukan dengan melihat kecenderungan perubahan bilangan oksidasinya. Penyetaraan dilakukan dengan menyamakan perubahan bilangan oksidasi(masih ingat unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi?) PADA CARA INI SUASANA REAKSI UMUMNYA BELUM DIKETAHUI (JANGAN DIRISAUKAN KARENA AKAN DIKETAHUI DARI PERBEDAAN MUATAN PEREAKSI DAN HASIL REAKSI). Langkah-langkah penyetaraan : Contoh : Fe2+ + Cr2O72- Fe3+ + Cr3+ 1. 2. Menyetarakan unsur yang mengalami perubahan biloks Fe2+ + Cr2O72- -> Fe3+ + 2Cr3+ Menentukan biloks masing-masing unsur /senyawa Fe2+ + Cr2O72- -> Fe3+ + 2Cr3+ 2+ 2. +12 3+ +6 Menentukan selisih perubahan biloks Fe2+ -> Fe3+ [biloks naik (oksidasi) : selisih +2 ke +3 adalah 1 Cr2O72- -> 2Cr3+ [biloks turun (reduksi) : selisih +12 ke +6 adalah 6 3. Menyamakan perubahan biloks dengan perkalian silang Fe x 6 : setiap anda menemukan unsur Fe kalikan dengan 6 Cr x 1 : setiap anda menemukan unsur Cr kalikan dengan 1 Sehingga reaksi di atas menjadi 6Fe2+ + Cr2O72- -> 6Fe3+ + 2Cr3+

4.

Menentukan muatan pereaksi dan hasil reaksi ( Jika muatan pereaksi lebih negatif/rendah maka ditambah H+ berarti suasana Asam. Jika muatan pereaksi lebih positif/tinggi, maka ditambah OH- berarti suasana basa. 6Fe2+ + Cr2O72+12 -> 6Fe3 + + 2Cr3+ 18 + 6 = +24 2= (+10)

Artinya : muatan pereaksi lebih rendah, maka tambahkan H+ sebanyak selisih muatannya yaitu 24-10 = 14 dan diletakkan di tempat yang muatannya kurang. Sehingga reaksi menjadi 6Fe2+ + Cr2O72- + 14H+ -> 6Fe3+ + 2Cr3+ 5. Menyetarakan Hidrogen dengan menambah H2O pada tempat yang belum ada oksigennya. 6Fe2+ + Cr2O72- + 14H+ -> 6Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O Contoh Soal: Setarakan reaksi berikut: MnO(s) + PbO2(s) MnO4-(aq) + Pb2+(aq) (suasana asam)

Unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah Mn (+2 menjadi +7) dan Pb (+4 menjadi +2) Atom Mn dan Pb sudah setara Perubahan bilangan oksidasi Mn : +2 menjadi +7 = 5 Perubahan bilangan oksidasi Pb : +4 menjadi +2 = 2 Untuk menyamakan jumlah perubahan bilangan oksidasi, koefisien MnO dan MnO 4dikalikan 2, sedangkan koefisien PbO2 dan Pb2+ dikalikan 5.

2MnO(s) + 5PbO2(s) 2MnO4-(aq) + 5Pb2+(aq)

Total muatan di ruas kiri = 0, sedangkan di ruas kanan = +8, maka tambahkan 8 ion H + di ruas kiri

2MnO(s) + 5PbO2(s) + 8H+(aq) 2MnO4-(aq) + 5Pb2+(aq) (muatan setara)

Jumlah atom H di ruas kiri = 8, sedangkan di ruas kanan tidak ada atom H, maka tambahkan 4 molekul H2O di ruas kanan.

2MnO(s) + 5PbO2(s) + 8H+(aq) 2MnO4-(aq) + 5Pb2+(aq) + 4H2O(l) (reaksi sudah setara)