Anda di halaman 1dari 3

Nama NPM Kelompok

: Dita Liesdi Nurmalasari : 0906626704 : G 2009

Penentuan Lokasi Objek Radiografis


Penentuan lokasi objek radiografis memiliki beberapa indikasi yaitu untuk melihat benda asing, jarum yang patah, instrumen yang patah, akar yang tertahan, gigi impaksi, gigi yang tidak erupsi, perawatan endodontik beberapa gigi, fraktur maksila dan mandibula, fraktur kondil, dan ekspansi kista dalam prosesus alveolaris. Pada saat penentuan lokasi secara radiografis biasanya sulit dicapai hanya dengan satu radiograf saja karena radiograf menyediakan gambar dua dimensi dari objek tiga dimensi. Sehingga paling tidak dibutuhkan 2 film dengan teknik pemotretan yang berbeda untuk menentukan lokasi objek tersebut. Manfaat yang kita dapatkan menggunakan radiografis dalam menentukan lokasi yaitu kita dapat memperoleh gambaran lokasi obyek secara tepat (ukuran dan lokasi), membantu kita saat interpretasi radiografis, membuat rencana perawatan yang tepat, kita dapat meminimalkan pengambilan jaringan (mengurangi trauma) saat perawatan dilakukan (resiko perawatan lebih kecil) dan perawatan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih cepat karena kita tau dengan pasti dimana kelainan tersebut. Dalam menentukan lokasi objek radiograf ada beberapa teknik yang digunakan yaitu metode SLOB rule (Same Lingual Opposite Buccal) atau Clarks rule, Right Angle Technique dan Buccal Object Rule (BOR), dan media radiopak. Metode Clark (Tube-shift method = SLOB (Same Lingual, Opposite Buccal)). Pada metode ini diperlukan 2x pembuatan radiografi, yang pertama proyeksi periapikal standar dan yang kedua ubah arah berkas sinar X dalam arah vertikal/horizontal. Horizontal Angulation 1st dilakukan pemotretan dgn sudut vertikal dan horizontal yang sesuai (cone lurus) 2nd dilakukan pemotretan dgn mengubah sudut cone lebih mengarah ke distal

Apabila objek bergerak searah pergeseran cone maka objek berada di lingual, sebaliknya apabila objek bergerak berlawanan dengan pergeseran cone maka objek berada di bukal, Dan bila ternyata obyek tidak bergerak, maka obyek terletak pada bidang vertikal yang sama dengan obyek referensi (misalnya gigi).

Vertical Angulation 1st dilakukan pemotretan dgn sudut vertikal dan horizontal yang sesuai (cone lurus) 2nd dilakukan pemotretan dgn mengubah sudut cone lebih mengarah ke atas

Untuk menentukan lokasi akar tambahan molar 1 RB, digunakan pengambilan radiograph dengan sudut horizontal yang berbeda dan menggunakan prinsip SLOB. Manfaat SLOB : 1. membantu membedakan saluran yang overlapping 2. memudahkan identifikasi keadaan patosis pada struktur anatomis Kerugian SLOB : 1. menghasilkan gambaran yang blur 2. menyebabkan superimposisi pada gigi. Metode periapikal oklusal (Right Angle Technique / Metode Saling Tegak Lurus). Metode ini menggunakan 2 radiograf yaitu periapikal dan oklusal. Pada roentgenogram proyeksi true oklusal, terlihat gambaran radiopak dari gigi impaksi bila dekat dengan kortek tulang rahang bukalis maka gigi tersebut berada di bukal atau bila gigi impaksi tersebut dekat dengan kortek tulang rahang di lingualis atau palatalis maka gigi tersebut berada di lingual atau palatal. Pemotretan untuk rahang

bawah menggunakan tehnik ini lebih mudah dilakukan daripada rahang atas oleh karena inklinasi rahang bawah lebih vertikal dibanding rahang atas.

Metode BOR (Buccal Object Rule)= Richard technique. Metode ini menggunakan 2 radiograf periapikal : Pemotretan standar periapikal dan Pemotretan dengan mengubah sudut vertikal dan horizontal. Ketika terdapat sepasang obyek yang superimposisi (di bukal dan lingual), maka obyek yang berada di bukal yang akan bergerak searah dengan arah sinar-x (BID). Horizontal movement Tube head digeser ke distal, dan objek bergerak ke mesial (opposite) bukal Tube head digeser ke distal dan objek tetap di distal (same) lingual Vertical movement Tube head digeser ke superior, objek bergerak ke inferior (opposite) bukal Tube head digeser ke superior, objek bergerak ke superior (opposite) lingual

Metode bahan kontras. Bahan kontras untuk kedokteran gigi adalah substansi radiopak. Indikasi penggunaan bahan kontra adalah untuk mengidentifikasi daerah yang mengalami kelainan dan memastikan besar (luas) dan letak kelainan. Biasanya penggunaan bahan kontras Dilakukan pada Kelenjar liur (sialografi), TMJ (arthrografi) dan Jaringan periodontal/poket.