Anda di halaman 1dari 3

TUTORIAL PERTEMUAN 1 Aspek Biokimia Peran Ginjal

Fungsi Regulasi Ginjal

1. Ginjal mengatur dan konsentrasi sebagian besar elektrolit CES,termasuk elektrolit yang penting untuk mengatur ekstrabilitas neuromuskulus 2. Berperan mempertahankan PH yang sesuai dengan mengeleminasi kelebihan (H+)asam atau HCO3- (basa) dalam urin 3. Membantu mempertahankan volume plasma yang sesuai,yang penting untuk pengaturan jangka panjang tekanan darah arteri dengan mengontrol keseimbangan garam dalam tubuh 4. Ginjal mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh,yang penting untuk mempertahankan osmolaritas CES yang sesuai Fungsi Eksresi Ginjal

1. Mengeksresikan produk-produk ahir metabolisme dalam urin,zat sisa ini bersifat toksik bagi tubuh bila tertimbun. 2. Mengeksresikan banyak senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh. Fungsi Hormonal Ginjal

1. Mengeksresikan eritroporetin,hormon yang merangsang produksi SDM oleh SSTL 2. Mengeksresikan renin,hormon yang mengawali jalur renin,angiotensin aldosteron untuk mengontrol reabsorpsi Na oleh tubulus,yang penting dalam pemeliharaan jangka panjang volume plasma dan tekanan darah arteri. Fungsi Metabolisme Ginjal Membantu mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya.

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2239802-fisiologi-ginjaldan-proses-pembentukan/#ixzz2PBvv4li4

TUTORIAL PERTEMUAN 2 Pengaturan Keseimbangan Asam Basa oleh Ginjal Ginjal mengatur asam basa dengan mengekskresikan urin yang asam atau basa. Pengeluaran urin asam akan mengurangi jumlah asam dalam cairan ekstrasel. Pengeluaran urin basa berarti akan mengurangi basa dari cairan ekstrasel. Keseluruhan mekanisme ekskresi urin asam atau basa oleh ginjal adalah sebagai berikut : 1. Sejumlah besar HCO3- difiltrasi secara terus menerus ke dalam tubulus, bila HCO3- diekskresikan kedalam urin, hal ini menghilangkan basa dari darah. 2. Sejumlah besar H+ juga diekskresikan ke dalam lumen tubulus oleh sel epitel tubulus, sehingga menghilangkan asam dari darah. 3. Bila lebih banyak H+ yang diekskresikan daripada HCO3- yang difiltrasi, akan terjadi kehilangan asam dari cairan ekstrasel. 4. Sebaliknya, bila lebih banyak HCO3- yang difiltrasi daripada H+ yang disekresikan, akan terjadi kehilangan basa. Bila terdapat pengurangan konstrentrasi H+ cairan ekstrasel (alkalosis), ginjal gagal mereabsorpsi semua bikarbonat yang difiltrasi, akan meningkatkan ekskresi bikarbonat. Pada alkalosis pengeluaran HCO3- akan meningkatkan konsentrasi H+ ekstrasel kembali menuju normal. Pada asidosis, ginjal tidak mengekskresikan bikarbonat ke dalam urin tetapi mereabsorpsi semua bikarbonat yang difiltrasi dan menghasilkan bikarbonat baru (melalui pembentukan NH4+ dan asam yang dapat difiltrasi), yang sitambahkan kembali ke cairan ekstrasel. Hal ini mengurangi konsentrasi H+ cairan akstrasel kembali menuju normal. Sumber : Guyton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta : EGC. 2007

http://books.google.co.id/books?id=KSu9cUdcxwC&pg=PA63&dq=anatomi+fisiologi+reproduksi+wanita&hl=id&sa=X&ei=wpheUcelJcb7rAesuICADQ& redir_esc=y#v=onepage&q=anatomi%20fisiologi%20reproduksi%20wanita&f=false