Anda di halaman 1dari 2

Analisis SWOT perusahaan Yongki Komaladi Yongki Komaladi merupakan sebuah perusahaan sepatu asal Indonesia.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992 di Jakarta. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam perlengkapan sepatu, tas, dan produk fashion lainnya.

a.Strength(Kekuatan) Strenghth adalah sebuah faktor pendorong dan kekuatan yang berasal dari dalam perusahaan, dimana kekuatan disini meliputi semua komponen-komponen bisnis, baik sumber daya maupun kemampuan yang dapat dioptimalkan sehingga bermakna positif untuk pengembangan perusahaan ataupun pelaksanaan sebuah program kerja (proker). Misalnya, kepemimpinan yang efektif. keadaan keuangan yang kuat, SDM yang dimiliki berkualitas.

Yongki Komaladi adalah pendiri perusahaan berbagai produk fashion yang sudah sangat terkenal di Indonesia, Yongki Komaladi meraih kesuksesan dengan merek dagang yang sudah sangat dikenal. Yongki Komaladi telah menjadi nama generik di pasar fashion Indonesia. Setiap kali perusahaan meluncurkan model sepatu atau tas baru, hampir selalu mendapat dukungan besar dari pasar.

Kekuatan yang dimiliki oleh Yongki Komaladi sebagai pendiri perusahaan berbagai produk fashion yang sudah sangat terkenal di Indonesia adalah tidak sombong ketika tenar , bias melihat peluang pasar dimana salah satu contohnya ketika krisis melanda Indonesia, dan banyak pengusaha sepatu menghentikan
produksinya, Yongki justru membanjiri pasar dengan sepatu murah. Bahan baku impor pun diganti dengan bahan lokal. memiliki hubungan atau relasi yang cukup baik dengan perusahaan lain yang bias diajak kerjasama dan tidak mudah patah semangat. Memiliki sesuatu yang berbeda dan selalu berinovasi.

Karyawan yang dimiliki Yongki merupakan karyawan pilihan yang telah diseleksi untuk dapat bekerja mendesain produk yang sesuai dengan minat pasar dan konsumen saat ini. Keberainian Yongki dalam memulai berekspansi memasarkan produk keluar negeri.

b. Weakness(Kelemahan) Weakness adalah suatu faktor kekuatan yang seharusnya dimiliki oleh organisasi namun tidak ada, yang akhirnya menjadi kelemahan dalam perusahaan tersebut. Maka weakness berarti kekurangankekurangan yang berasal dari dalam organisasi bisnis itu sendiri. Misalnya, kualitas SDM yang rendah, kuantitas SDM yang kurang, keterbatasan dana dan anggaran.

kerepotan Yongki dalam membagi waktu untuk mengurusi perusahaanyaa yang semakin banyak dan berkembang. 2. Faktor Eksternal (Opportunity dan Threat) Faktor eksternal terdiri dari opportunity dan threat yaitu faktor yang BERASAL DARI LUAR OBJEK, a. Opportunity (Faktor Pendukung) Opportunity merupakan faktor-faktor pendukung dalam pengembanga maupun pelaksanaan program kerja perusahaan. Faktor pendukung ini merupakan faktor yang berasal dari luar perusahaan . Misalnya permintaan konsumen akan produk sepatu dan fashion dari kalangan menengah kebawah yang merupakan konsumen terbesar produk Yongki. Yongki tidak hanya mendesain sepatu tetapi juga mengerjakan desain pakaian untuk beberapa perusahaan seperti KFC, Indosiar, dan Texas selain itu Ia berekspansi ke bisnis tas, dengan dukungan lebih dari 200 orang karyawannya. . Banyaknya perusahaan lain yang mau bekerjasama untuk memesan desain sepatu karya Yongki. Sehingga produk-produk Yongki memiliki jaringan pemasaran yang luas. Saat ini Yongki memiliki tak kurang dari 150 gerai alias outlet yang tersebar di setiap pusat perbelanjaan selain itu Sepatu karya Yongki tak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga sampai ke Singapura dan Nigeria hal ini merupakan sebuah Opportunity besar yang dapat melambungkan usahanya.
hal ini menjadi factor pendukung yang sangat penting.

b. Threat (Faktor Penghambat/Ancaman) Threat merupakan faktor-faktor penghambat atau hal-hal yang dapat mengancam perkembangan maupun stabilitas perusahaan atau pelaksanaan proker, atau bahkan dapat mengancam keberadaan organisasi atau proker. Faktor ini juga berasal dari luar perusahaan . Faktor yang dapat menjadi ancaman utama bagi perusahaan Yongki Komaladi adalah ancaman semakin kuatnya persaingan usaha dari kompetitor produk sejenis dengan desain produk yang lebih menarik, lebih inovatif, dan berkualitas. Banyak competitor yang memiliki kelebihan, berupa : - dari segi kualitas dan bahan produk yang lebih baik - konsumen atau peminat yang lebih banyak, competitor juga memiliki nama besar dan jaringan pemasaran yang luas - dan lainnya. Factor ekonomi juga menjadi ancaman serius, berupa melemahnya kurs rupiah terhadap dollar, Inflasi yang berkepanjangan yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, melesunya transaksi penjualan dan berakhir kepada keuntungan perusahaan dalam penjualan produk fashion.