Anda di halaman 1dari 2

Tina Enyta 1106000956

Soal : Berikan dua contoh CCT diagram untuk baja dengan hardenability rendah dan baja dengan hardenability lebih tinggi Berikan contoh diagram pendinginan untuk mendapatkan martensite 100%

Baja 1

Baja 2

Gambar 1. Perbandingan CCT diagram untuk baja dengan komposisi yang berbeda. Gambar di sebelah kiri (baja 1) merupakan CCT diagram untuk baja dengan komposisi 0.33% C, 1.5% Mn, dan 0.27 Mo. Sementara gambar di sebelah kanan (baja 2) merupakan CCT diagram untuk baja dengan komposisi 0.42% C, 2.5% Ni, 0.77% Cr, dan 0.5% Mo. Baja 2 memiliki hardenability lebih tinggi dibandingkan dengan baja 1, hal tersebut dapat dilihat dari CCT diagram dimana CCT diagram baja 2 lebih ke kanan dibandingkan dengan baja 1. Semakin ke kanan CCT diagram, maka hardenability semakin tinggi, karena waktu untuk mencapai fasa martensite lebih banyak. Semakin banyak paduan yang diberikan kedalam suatu baja, maka hardenability baja tersebut akan cenderung semakin tinggi. Hal tersebut juga diperlihatkan oleh gambar di atas, dimana baja 2 yang memilki paduan lebih banyak, CCT diagramnya lebih ke kanan yang menunjukkan hardenability yang lebih tinggi dibandingkan baja 1. Unsur Carbon (C) Mangan (Mn) Sifat Meningkatkan kekuatan dan kekerasan, meningkatkan hardenability, membentuk karbida, Meningkatkan kekuatan dan kekerasan, meningkatkan hardenability, meningkatkan ketahanan aus dan abrasi, menghilangkan kegetasan, pembentuk karbida yang lemah Meningkatkan kekuatan dan kekerasan, meningkatkan hardenability, meningkatkan ketahanan korosi, pembentuk karbida yang kuat, menghilangkan temper embrittlement, meningkatkan sifat pada temperatur tinggi Meningkatkan kekuatan dan kekerasan, meningkatkan hardenability, tangguh pada temperature rendah Meningkatkan kekuatan dan kekerasan, meningkatkan hardenability, meningkatkan ketahanan korosi, carbide former, meningkatkan ketahanan abrasi dan aus, Page 1

Molibdenum (Mo)

Nikel (Ni) Kromium (Cr)

Tugas 2 HST

Tina Enyta 1106000956

Gambar 2. Diagram pendinginan untuk mendapatkan fasa tertentu Diagram tersebut menyajikan empat macam pendinginan untuk mendapatkan fasa yang berbeda-beda. Dari pendinginan 1 (garis merah) didapatkan fasa martensite dan austenite, dari pendinginan 2 (garis hijau) didapatkan fasa martensite, pada mendinginan 4 (garis biru) didapatkan fasa bainite dan perlite, dan pada pendinginan 4 (garis orange) didapatkan fasa pearlite. Untuk mendapatkan fasa 100% martensite, perlu dilakukan pendinginan dengan alur seperti yang diperlihatkan oleh garis hijau. Pertama-tama baja diaustenisasi terlebih dahulu, kemudian setelah mendapatkan fasa austenitic, baja diquenching selama kurang dari 1 detik mencapai temperature sekitar 260 0C dan ditahan selama kurang lebih 100 detik. Setelah itu, baja diquenching kembali sampai temperature ruang sehingga didapatkanlah fasa martensite 100%.

Referensi : http://www.msm.cam.ac.uk/phase-trans/2000/practicals/AP3/AP3.html http://blog.ub.ac.id/mochamat/2012/05/29/diagram-ttt-time-temperature-transformation/

Tugas 2 HST

Page 2