Anda di halaman 1dari 5

RESUME AKUNTANSI INTERNASIONAL

IFRS dan Penerapannya di Indonesia serta Kendala dan Harapan

OLEH ILMA HUDALINA FUMASA 11 158 5

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 2011

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar akuntansi ini disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi #rganisasi Internasional $asar asyarakat !ropa (!"), odal (I#S#"), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFA").

IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi %angka pan%ang terhadap kurangnya transparansi in&ormasi keuangan. 'u%uan IFRS adalah memastikan bah(a laporan keungan interim perusahaan untuk periode)periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung in&ormasi berkualitas tinggi yang* +) ,) enghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepan%ang periode yang disa%ikan enyediakan titik a(al yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS -) .apat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi man&aat untuk para pengguna. Secara keseluruhan IFRS mencakup* +) International Financial Reporting Standard (IFRS) / standar yang diterbitkan setelah tahun ,00+ ,) International Accounting Standard (IAS) / standar yang diterbitkan sebelum tahun ,00+ -) Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations "ommittee (IFRI") / setelah tahun ,00+ 1) Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations "ommitte (SI") / sebelum tahun ,00+ Secara garis besar standar akuntansi mengatur 1 hal pokok* +) .e&inisi laporan keuangan atau in&ormasi lain yang berkaitan .e&inisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam akti2a, hutang, modal, pendapatan dan biaya. ,) $engukuran dan penilaian $engukuran dan penilaian digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat ter%adinya transaksi keuangan maupun pada saat penya%ian laporan keuangan.

-) $engakuan Kriteria ini digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disa%ikan dalam laporan keuangan 1) $enya%ian dan pengungkapan laporan keuangan $enya%ian dan pengungkapan laporan keuangan digunakan menentukan %enis in&ormasi dan bagaimana in&ormasi tersebut disa%ikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Perkembangan Standar Ak ntan!" d" Ind#ne!"a Ta$ n 1%&' ( 1%)*+ Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) membentuk komite untuk menetapkan standar)standar akuntansi, yang kemudian dikenal dengan $rinsip)$rinsip Akuntansi Indonesia ($AI). Ta$ n 1%)* ( 1%%*+ komite $AI melakukan re2isi mendasar $AI +34- dan kemudian menerbitkan $rinsip Akuntansi Indonesia $AI +331. en%elang akhir tahun +331 Komite Standar Akuntansi memulai suatu re2isi besar atas prinsip / prinsip akuntansi Indonesia dengan mengumumkan pernyataan / pernyataan standar akutansi tambahan dan menerbitkan interpretasi atas standar tersebut. Re2isi ini menghasilkan -5 peryataan standar akuntansi keuangan, yang sebagian besar adalah hasil harmonisasi dengan IAS yang dikeluarkan oleh IASB. Ta$ n 1%%* ( 200*+ perubahan patokan standar keuangan dari 6S 7AA$ ke IFRS. 8al ini telah men%adi kebi%akan Komite Standar Akuntansi Keuangan untuk menggunakan International Accounting Standards sebagai dasar membangun standar keuangan Indonesia. $ada tahun +335, IAI melakukan re2isi besar untuk menerapkan standar / standar akuntansi baru, IAS mendominasi isi dari standar ini selain 6S 7AA$ dan dibuat sendiri. Ta$ n 200, ( 200)+ dilakukan kon2ergensi IFRS tahap +. Se%ak tahun +335 sampai dengan tahun ,0+0, Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terus dire2isi secara berkesinambungan, proses re2isi ini dilakukan sebanyak enam kali, yakni + #ktober +335, + 9uni +333, + April ,00,, + #ktober ,001, + 9uni ,00:, + September ,004 dan + 9uli ,003. Sampai dengan ,00; %umlah IFRS yang diadopsi baru +0 standar. Ada beberapa kendala dalam penerapan kon2ergensi IFRS dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia* +. .e(an standar akuntansi yang kurang sumberdaya

,. IFRS berganti terlalu cepat sehingga ketika masih dalam proses adopsi satu standar IFRS dilakukan, pihak IASB sudah dalam proses mengganti IFRS tersebut -. Kendala bahasa, karena stiap standar IFRS harus diter%emahkan ke dalam bahasa Indonesia dan seringkali ini tidaklah mudah 1. In&rastruktur pro&esi akuntansi yang belum siap 5. Kesiapan perguruan tinggi dan akuntan pendidik untuk berganti acuan ke IFRS :. Support pemerintah terhadap isu kon2ergensi <alaupun untuk menerapkan kon2ergensi IFRS di Indonesia tidaklah mudah, namun tentu sa%a hal ini mempunyai man&aat sehingga kon2ergensi ini dilakukan tidak untuk sia)sia sa%a. +) ,) -) 1) 5) an&aatnya adalah sebagai berikut* emudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional eningkatkan arus in2estasi dlobal melalui transparansi enurunkan biaya modal dengan membuka peluang &und raising melalui pasar modal secara global enciptakan e&isiensi penyusunan laporan keuangan eningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management :) Sebenarnya penerapan IFRS di Indonesia telah dimulai secara bertahap se%ak tahun ,004, namun akan diterapkan penuh tahun ,0+, mendatang,= Sedangkan untuk standar pencatatan keuangan yang tidak ada di atur dalam IFRS seperti akuntansi syariah, akuntansi untuk 6K oleh IAI. .i lain sisi penerapan IFRS tahun ,0+, mendatang ini %uga akan berdampak pada pembela%aran pada program studi Akuntansi di Indonesia. melihat banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah mempersiapkan buku teks yang mendukung. Karena saat ini banyak buku pencatatan keuangan yang belum sesuai dengan IFRS. Selain itu, penerapan IFRS ini %uga berdampak pada perubahan materi kuliah di prodi akuntansi. Salah satunya adalah perubahan mata kuliah. ateri mata kuliah akuntansi internasional yang biasanya dan akuntansi untuk organisasi nirlaba akan dikembangkan sendiri

membandingkan praktek akuntansi di berbagai negara harus di ubah men%adi membahas mengenai IFRS, serta up date perubahan $SAK dari (aktu ke (aktu. Karena dengan semakin banyak negara yg mengadopsi IFRS, maka perbedaan akan semakin terbatas. 'u%uan kon2ergensi IFRS adalah agar laporan keuangan berdasarkan $SAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan kalaupun ada diupayakan hanya relati& sedikit sehingga pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, dengan demikian diharapkan meningkatkan kegiatan in2estasi secara global, memperkecil biaya modal (cost o& capital) serta lebih meningkatkan transparansi perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. .engan kon2ergensi IFRS ini, $SAK akan bersi&at principle)based, bukan rule)based lagi seperti selama ini. 8al itu memerlukan pro&essional %udgment, sehingga seiring peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas. $eta arah (roadmap) program kon2ergensi IFRS yang dilakukan melalui tiga tahapan. $ertama tahap adosi (,00; ) ,0++) yang meliputi Adopsi seluruh IFRS ke $SAK, persiapan in&rastruktur yang diperlukan, e2aluasi dan kelola dampak adopsi terhadap $SAK yang berlaku. Kedua tahap persiapan akhir (,0++) yaitu penyelesaian in&rastruktur yang diperlukan. Ketiga yaitu tahap implementasi (,0+,) yaitu penerapan pertama kali $SAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan e2aluasi dampak penerapan $SAK secara komprehensi&.