Anda di halaman 1dari 16

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA FAKULTAS TEKNIK MESIN 2013 TUGAS MATA PELAJARAN

TURBIN KODE MES 317 SEMESTER GANJIL 2013/ 2014, REGULER Dosen : SANTOSO BUDI, ST

GAS TURBINE PENGGERAK KAPAL

OLEH 1. AHMAD BAHTIAR 2. AJAT DAROJATUN M. ( NIM: 3331111340) ( NIM: 3331110778)

3. ANGGA RAHADIAN M. ( NIM: 3331110704) 4. NIA GUNIAH 5. RANGGA A.H.M. ( NIM: 3331110167) ( NIM: 3331110152)

DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah 1.2 1.3 1.4 Ruang Lingkup Kajian Tujuan Penulisan Cara Memperoleh Data

II.

DISKRIPSI MASALAH 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Konstruksi Turbin Bagian Utama Sistem Pelumasan Sistem Perapat Poros Sistem Proteksi

III.

PEMBAHASAN 3.1 3.2 3.2 Kapasitas Turbin Efisiensi Turbin Penggunaan

IV. V.

KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kapal merupakan salah satu produk teknologi yang tidak sederhana. Untuk merencanakan (plan), merancang (design) dan membangunnya (build) dibutuhkan sejumlah bidang spesialisasi. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa perkapalan merupakan bidang yang melibatkan upaya rekayasa (engineering) terintegrasi dari sejumlah disiplin ilmu. Rekayasa tersebut diarahkan untuk perancangan dan pengembangan (development) sistem wahana (vehicle), yang dioperasikan di atas permukaan transportasi air maupun di laut (ocean

bawah permukaan

air. Pemanfaatannya

meliputi bidang

transportation), di sungai maupun di danau (inland waterway), bidang penelitian (research), eksplorasi (exploration) serta eksploitasi (exploitation) sumber daya laut, maupun di bidang pertahanan (defence) dan keamanan (security). Bidang rekayasa ini mencakup naval architecture dan marine engineering. Bidang naval architecture pada umumnya yang berkaitan dengan karakteristik

hidrodinamik dan bentuk lambung kapal, perancangan badan kapal, aspek-aspek pengendalian kapal, habitability dan kelayakan kapal dalam lingkungan operasi di laut atau lautan. Bidang marine engineering mencakup perekayasaan permesinan yang

diperlukan untuk menggerakkan kapal, mengolah-gerakkan kapal, serta

perlengkapan

pendukung lainnya sesuai kebutuhan untuk melaksanakan fungsi kapal tersebut.

Gas Turbine Mesin penggerak kapal ini juga telah dikembangkan dalam dunia ship

propulsion yangmana bahan bakar (fuel) dibakar melalui proses udara yang dikompresikan, dan gas panas hasil pembakaran tersebut digunakan untuk memutar turbine. Gas turbine umumnya diaplikasikan pada dunia kedirgantaraan, dan perkembangannya sangat tergantung pada teknologi metal yang mampu menahan terhadap tekanan dan temperatur yang tinggi. Keunggulan dari gas turbine ini terletak pada ukuran dan kapasitas power yang dihasilkan dibandingkan dengan tenaga penggerak lainnya. Contoh gambar gas turbin kapal ukuran kecil

Gambar 1. Gas Turbin Kapal

Selain itu, kesiapannya untuk beroperasi pada kondisi full load sangat cepat, yaitu berkisar 15 menit untuk warming-up period. Marine Gas Turbine sangat jarang dijumpai pada kapal-kapal niaga, hal ini disebabkan karena operasi dan investasinya yang relatif mahal. Sehingga paling banyak dijumpai pada kapal-kapal perang jenis, frigates; destroyers; patrol crafts; dsb. Instalasinya pun kadang merupakan kombinasi dengan tipe permesinan yang lainnya, yakni : Diesel engines. Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Didalam turbin gas, energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik berupa putaran yang menggerakkan roda turbin sehingga menghasilkan daya. Bagian turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin yang diam disebut stator atau rumah turbin. Rotor memutar poros daya yang menggerakkan beban (generator listrik, pompa, kompresor atau yang lainnya). Turbin gas merupakan salah satu komponen dari suatu sistem turbin gas. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas. Menurut Dr. J. T. Retaliatta, sistim turbin gas ternyata sudah dikenal pada jaman Hero of Alexanderia. Disain pertama turbin gas dibuat oleh John Barber seorang Inggris pada tahun 1791. Sistem tersebut bekerja dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu atau minyak, kompresornya digerakkan oleh turbin dengan perantaraan rantai roda gigi. Pada tahun 1872, Dr. F. Stolze merancang sistem turbin gas yang menggunakan kompresor aksial bertingkat ganda yang digerakkan langsung oleh turbin reaksi tingkat ganda. Tahun 1908, sesuai dengan konsepsi H. Holzworth, dibuat suatu sistem turbin gas yang mencoba menggunakan proses pembakaran pada volume konstan. Tetapi usaha

tersebut dihentikan karena terbentur pada masalah konstruksi ruang bakar dan tekanan gas pembakaran yang berubah sesuai beban. Tahun 1904, Societe des Turbomoteurs di Paris membuat suatu sistem turbin gas yang konstruksinya berdasarkan disain Armengaud dan Lemate yang menggunakan bahan bakar cair. Temperatur gas pembakaran yang masuk sekitar 450 oC dengan tekanan 45 atm dan kompresornya langsung digerakkan oleh turbin. Selanjutnya, perkembangan sistem turbin gas berjalan lambat hingga pada tahun 1935 sistem turbin gas mengalami perkembangan yang pesat dimana diperoleh efisiensi sebesar lebih kurang 15 %. Pesawat pancar gas yang pertama diselesaikan oleh British Thomson Houston Co pada tahun 1937 sesuai dengan konsepsi Frank Whittle (tahun 1930). Saat ini sistem turbin gas telah banyak diterapkan untuk berbagai keperluan seperti mesin penggerak generator listrik, mesin industri, pesawat terbang dan lainnya. Sistem turbin gas dapat dipasang dengan cepat dan biaya investasi yang relatif rendah jika dibandingkan dengan instalasi turbin uap dan motor diesel untuk pusat tenaga listrik. Dalam makalah ini kami akan mengulas tentang tugas kami yang berjudul Gas Turbin Penggerak Kapal.

1.2

Ruang Lingkup Kajian

Pada bagian Ruang Lingkup yang akan dikaji pada tugas ini adalah system Turbin gas yang diaplikasikan sebagai penggerak Kapal yang secara umum sudah ada di dunia industri. 1.3 Tujuan Penulisan 1.4 Mengetahui prinsip kerja turbin Mengetahui kapasitas turbin gas Mengetahui kekurangan dan kelebihan turbin gas

Cara Memperoleh Data

Data yang kami peroleh tentunya tidak hanya pada satu sumber saja melainkan beberapa sumber, diantaranya : Internet Search : Dengan metode ini penulis melakukan pencarian (search ) data tugas ini. melalui dunia internet yang berhubungan dengan

BAB II DISKRIPSI MASALAH


2.1 Konstruksi Turbin

Gambar 2. Konstruksi Turbin Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air inlet section, compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya. 2.2 Bagian Utama

Gambar 3. Bagian-bagian Turbin 1. Air Inlet Section. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor.

2. Compressor Section.

Gambar 4. Comressor Casing Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. 3. Combustion Section.

Gambar 5. Combustion System

Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponenkomponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas. 4. Turbin Section.

Gambar 6. Turbin Section Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.

5. Exhaust Section.

Gambar 7. Exhaust Frame

Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.

Gambar 8.Exhaust Diffuser Adapun beberapa komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:

1. Starting Equipment. Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja.

2. Coupling dan Accessory Gear. Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang akan digerakkan. 3. Fuel System. Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairancairan yang masih terdapat pada fuel gas.

4. Cooling System. Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. 2.3 Sistem Pelumasan

Adalah suatu system yang mengatur pelumasan komponen-komponen yang bergerak dalam turbine serta peralatan pendukung lainnya, serta menyediakan oli untuk digunakan sebagai penggerak aktuator pada variable geometry control system. Sistem ini mengatur agar fungsi pelumasan secara kontinyu pada gas dan disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnyal. Fungsi sistem pelumasan turbin antara lain:
a. Mencegah korosi b. Mencegah keausan pada bagian turbin yang bergerak c. Sebagai pengangkut partikel kotor yang timbul karena gesekan d. Sebagai pendingin terhadap panas yang timbul akibat gesekan

2.3

Sistem Perapat Poros

Sistem perapat digunakan untuk mencegah kebocoran uap dari dalam turbin ke udara luar atau sebaliknya melewati kelenjar-kelenjar perapat (gland seal) sepanjang poros turbin.

2.4

Sistem Proteksi

Sistem proteksi turbin merupakan serangkaian peralatan baik mekanis, hidrolis dan elektris yang dirancang mampu mengamankan operasi turbin dalam segala kondisi terburuk sekalipun.

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Kapasitas Turbin Turbin gas merupakan mesin penggerak kapal yang telah dikembangkan dalam dunia ship propulsion yang mana bahan bakar (fuel) dibakar melalui proses udara yang di kompresikan, dan gas panas hasil pembakaran tersebut digunakan untuk memutar turbine. Gas turbine umumnya di aplikasikan pada dunia kedirgantaraan, dan perkembangannya sangat tergantung pada teknologi metal yang mampu menahan terhadap tekanan dan temperature yang tinggi. Keunggulan dari gas turbine ini terletak pada ukuran dan kapasitas power yang dihasilkan dibandingkan dengan tenaga penggerak lainnya. Beragam macam dari tipe marine engines, tidak semuanya di-rate pada basis yang sama. Sebagai misal, Steam Reciprocating Engines selalu di-rate dalam bentuk Indicated Power (PI ); Internal Combustion Engines dalam bentuk Indicated Power, atau juga, Brake Power (PB ); dan Turbine dalam bentuk Shaft Power (PS ). Bentuk Horse Power masih tetap digunakan sampai saat ini, dimana untuk 1 HP = 0.7457 kW, sedangkan dalam English units 1 HP = 550 ft-lb per sec. Indicated Power diukur di dalam cylinders. Lebih canggih turbin (seperti yang ditemukan di zaman modern mesin jet) dapat memiliki beberapa shaft (poros), ratusan baling-baling turbin, bergerak stator blades, dan sistem yang luas kompleks pipa, combustors dan penukar panas.Sebagai aturan umum, semakin kecil mesin semakin tinggi tingkat perputaran poros yang diperlukan untuk mempertahankan kecepatan tertinggi. Kecepatan sudu turbin menentukan tekanan maksimum yang dapat diperoleh, hal ini menghasilkan daya maksimum yang mungkin tergantung pada ukuran mesin. Mesin jet beroperasi sekitar 10.000 rpm dan mikro turbin sekitar 100.000 rpm. Selain itu, kesiapannya untuk beroperasi pada kondisi full load sangat cepat, yaitu berkisar 15 menit untuk warming-up period. Marine Gas Turbin sangat jarang dijumpai pada kapal-kapal niaga, hal ini disebabkan karena operasi dan investasinya yang relatif mahal. Sehingga paling banyak dijumpai pada kapal-kapal pesiar, fast ferry atau kapal perang jenis; frigates, destroyers, patrol crafts, dsb. Instalasinya pun kadang merupakan kombinasi dengan tipe permesinan yang lainnya, yakni : Diesel engines .

3.2 Efisiensi Turbin Turbin gas yang paling efisien pada output daya maksimum dengan cara yang sama pada mesin reciprocating yang paling efisien pada beban maksimum. Perbedaannya adalah bahwa pada kecepatan rotasi yang lebih rendah tekanan dari tetes udara tekan dan dengan demikian termal dan bahan bakar penurunan efisiensi secara dramatis. Efisiensi terus menurun dengan output daya berkurang dan sangat miskin dalam kisaran daya rendah - hal yang sama berlaku di mesin reciprocating, kerugian gesekan pada 3000 rpm hampir sama apakah mesin berada di bawah beban 10% atau tidak memiliki apapun output yang berguna pada driveshaft tersebut. Turbin gas yang memiliki keuntungan dalam densitas daya - turbin gas yang digunakan sebagai mesin di kendaraan lapis baja berat dan tank lapis baja dan pembangkit listrik di jet tempur. Salah satu faktor lain yang negatif mempengaruhi efisiensi turbin gas adalah temperatur udara ambien. Dengan meningkatnya suhu, asupan udara menjadi kurang padat dan oleh karena itu turbin gas mengalami kerugian daya sebanding dengan peningkatan suhu udara ambien.

Perhitungan-perhitungan yang sering digunakan dalam mendapatkan efisiensi keseluruhan adalah sebagai berikut :

HULL, O, dan RR adalah tergantung pada karakteristik hydrodynamics, sedangkan S adalah


tergantung pada karakteristik mekanis dari sistem propulsi kapal. Namun demikian, peranan yang terpenting adalah upaya-upaya guna mengoptimalkan P.

3.3 Penggunaan

Pengetahuan

dan

teknologi

yang

diperoleh

dari

diterapkan

untuk

mengembankansystem turbin gas, untuk berbagai tujuan penggunaan; misalnya: sebagai mesin penggerak kapal, generator listrik dan mesin industri lainnya, kendaraan darat, kompressor, pesawat terbang, dan sebagainya. Pada waktu ini sistem turbin gas dibuat untuk menghasilkan daya rendah sampai sebesar 100.000 kW. Sedangkan sebagai bahan bakar dapat diunakan bahan bakar gas sampai dengan minyak berat. Sistem turbin gas dapat dipasang dengan cepat dan biaya investasinya relatif rendah, jika dibandingkan dengan instalasi turbin uap dan motor Diesel untuk pusat tenaga listrik. Di samping itu dapat distart dari keadaan dingin sampai dapat dibebani penuh, dalam waktu yang sangat singkat (dalam dua menit atau lebih sedikit). Hal tersebut terakhir membuat mesin ini begitu ideal untuk mengatasi keadaan darurat dan melayani beban puncak. Ada beberapa kegunaan dari turbin gas penggerak kapal yaitu menggerakan kapal, dapat menghasilkan listrik untuk instalasi listrik di dalam kapal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Didalam turbin gas, energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik berupa putaran yang menggerakkan roda turbin sehingga menghasilkan daya. Bagian turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin yang diam disebut stator atau rumah turbin. Rotor memutar poros daya yang menggerakkan beban (generator listrik, pompa, kompresor atau yang lainnya). Bagian-bagian Turbin 1. Air Inlet Section 2. Compressor Section 3. Combustion Section 4. Turbin Section 5. Exhaust Section

Pengetahuan

dan

teknologi

yang

diperoleh

dari

diterapkan

untuk

mengembankansystem turbin gas, untuk berbagai tujuan penggunaan; misalnya: sebagai mesin penggerak kapal, generator listrik dan mesin industri lainnya, kendaraan darat, kompressor, pesawat terbang, dan sebagainya. Pada waktu ini sistem turbin gas dibuat untuk menghasilkan daya rendah sampai sebesar 100.000 kW. Sedangkan sebagai bahan bakar dapat diunakan bahan bakar gas sampai dengan minyak berat.

DAFTAR PUSTAKA
http://andikahendra.wordpress.com/2013/01/21/sistem-pelumasan-turbin-gas-lm-6000-sprintturbine-lube-oil-system/http://rahmanta13.files.wordpress.com/2011/05/turbine-gas.pdf http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-7069-4207100507-Bab1.pdf http://gauninda.blogspot.com/2011/12/mesin-penggerak-kapal.html http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/03/macam-macam-kapal.html http://oc.its.ac.id/ambilfile.php?idp=93 http://www.scribd.com/doc/109765037/Turbin-Gas-Penggerak-Kompresor http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/14/turbin-gas-gas-turbine/ http://efisiensigasturbine.blogspot.com/2013/01/efisiensi-gas-turbine-efisiensi-gas.html http://www.control.com/thread/1295175597