Anda di halaman 1dari 21

Tugas 4

Geared Diesel Transmission

Fathin Muhammad Mahdhudhu 4216101007


Jurusan Teknik Sistem Perkapalan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111

1. Introduction
Pada Pengoperasian kapal di laut, suatu kapal harus bisa mempertahankan
kecepatan dinas seperti yang direncakan, Hal tersebut mengartikan bahwa suatu kapal
harus mempunyai rancangan sistem propulsi (penggerak) yang mampu mengatasi
keseluruhan resistance untuk memenuhi kecepeatan dinas yang direncanakan. Pada
umumnya, sistem propulsi kapal dibagi menjadi 3 bagian utama yakni main engine, sistem
transmisi, dan alat gerak. Ketiga hal bagian tersebut merupakan suatu yang saling
berhubungan dan menjadi suatu kesatuan, oleh karena itu kesalahan dalam perancangan
akan mengakibatkan Kecepatan dinas kapal tidak sesuai dengan yang direncanakan,
Konsumsi bahan bakar yang tidak efisisien, Berpengaruh pada vibrasi kapal, Menurunkan
nilai ekonomis pada kapal. Sistem transmisi pada suatu kapal juga terdiri atas berbagai
macam komponen, dimana komponen tersebut nantinya akan saling berhubungan satu
dengan yang lain, komponen komponen tersebut seperti shafting, coupling atau cluth,
gearbox, dan bearing. Komponen komponen tersebut memiliki peranan masing
masing pada sistem transmisi pada suatu kapal. Sistem penggerak pada kapal antara lain
adalah propeller, arah perputaran propeller bergantung pada perputaran porosnya yang
dihasilkan pada main enginenya. Pada umumnya motor induk hanya bisa menghasilkan
perputaran dalam satu arah saja yaitu searah dengan perputaran jarum jam atau sebaliknya.
Kapal untuk bergerak maju atau mundur dilakukan dengan mengatur arah perputaran
propelernya. Arah perputaran suatu propeler bergantung pada arah perputaraan porosnya.
Sedangkan poros propeler berputar sesuai dengan perputaraan yang dihasilkan oleh motor
induk, sedangkan motor induk sendiri hanya berputar satu arah saja, dengan kata lain tidak
dapat diatur arah perputaraannya, namun bukan berarti arah perputaran propeller juga
tidak dapat diubah. Untuk dapat mengubah arah perputaran poros propeller perlu adanya
suatu alat yang dapat mentranmisi arah perputaran, alat tersebut adalah gearbox.
Fungsi utama gearbox pada kapal adalah menghubungkan main engine
dengan poros propeller, disinilah tempat perubahan daya yang dihasilkan oleh suatu
prime mover diubah dan disesuaikan dengan putaran propeller yang dibutuhkan agar
tidak terjadi kavitasi dan daya dapat dipergunakan secara maksimal untuk
menggerakkan kapal. Di dalam suatu gearbox pada kapal terdapat suatu reduction gear
yang digunakan untuk menurunkan putaran dari mesin utama. Perlu diperhatikan desain
roda gigi tersebut disesuaikan dengan bentuk propeller. Setiap propeller digerakkan
dengan sistem roda gigi dengan perbandingan reduksi yang sesuai dengan karakteristik
Gear Diesel Transmission

baling baling. Sistem roda gigi adalah dari reversing reduction gear type. Setiap roda gigi
dilengkapi dengan pompa minyak pelumas, thermometer, dan thurst bearing yang
dipasang menyatu dengan rumah roda gigi, berapa rasio ukuran tiap gear yang tepat.
Tidak hanya itu,komponen lain harus diperhatikan dengan teliti, karena akan fatal
jika tidak dan nantinya akan meningkatkan resiko kecelakaan pada kapal. contoh lain Pada
shafting misalnya, shafting pada motor induk kapal berguna untuk mengkonversikan daya
rotasi yang dihasilkan dari motor induk/penggerak utama kapal menjadi dorongan yang
nantinya digunakan untuk menggerakkan suatu kapal. Propeller juga termasuk salah satu
komponen penting pada proses shafting ini, dimana nantinya propeller inilah yang
digunakan untuk menggerakkan suatu kapal. Disini yang harus diperhatikan adalah
bagaimana kita mengurangi getaran getaran yang terjadi di poros yang dapat
menghilangkan daya yang dihasilkan dari suatu penggerak utama, bagaimana sistem
pelumasannya dan sebagainya dan untuk mendukung shafting maka diperlukan lah
bearings atau bantalan yang menjaga suatu shaft tetap pada porosnya.

2. Transmisi Tidak Langsung


Pada pembahasana sebelunya, kita sudah membahas tentang sistem transmisi
langsung, sistem transmisi langsung adalah sistem yang tidak memakai gearbox dalam
sistem penggerak pada kapal. Dan pada kali ini, kita akan membahas tentang sistem
transmisi tidak langsung, kebalikan dengan sistem transmisi langsung, trasnmisi tidak
langsung adalah sistem transmisi yang pada pengoperasiannya dari mesin ke propulsor
disambungkan oleh poros dan ditambah oleh komponen lain, komponen ini biasanya
berupa gearbox. Gearbox atau transmisi adalah salah satu komponen utama motor yang
disebut sebagai sistem pemindah tenaga, transmisi berfungsi untuk memindahkan dan
mengubah tenaga dari motor yang berputar, yang digunakan untuk memutar spindel mesin
maupun melakukan gerakan feeding. Transmisi juga berfungsi untuk mengatur kecepatan
gerak dan torsi serta berbalik putaran, sehingga dapat bergerak maju dan mundur. Oleh
karena itu perbedaan yang mencolok antara sistem transmisi langsung dengan sitem
trasnmisi tidak langsung pada ada dan tidaknya gearbox itu sendiri.

Gambar 1. Low speed diesel engine


Gear Diesel Engine 3

Mesin yang dapat digunakan pada sistem transmisi tidak langung ini bisa medium
speed diesel engine atau bisa high speed diesel engine. Karena pada mesin ini putaran yang
dihasilkan besar, maka dibutuhkan gearbox untuk mengurangi putaran agar mesin tidak
mudah rusak. Bagi kapal - kapal yang lebih membutuhkan kecepatan tinggi, lebih baik
memasang bantalan as baling - baling ( bracket ) dengan type "I" Bracket, agar mengurangi
kerugian kecepatan, dengan konsekwensi, bila terbentur, memang berakibat fatal.
Sedangkan bagi kapal berukuran sedang dan besar, memakai bantalan as baling - baling
dengan type "V" bracket, lebih kokoh dan lebih aman. Kapal - kapal yang memakai mesin
hight speed diesel dan sebagian middle speed diesel, maju / mundur, pengendaliannya bisa
dari anjungan atau bahkan dari anjungan terbuka. Karena main engine tetap pada
putarannya ( clock wise ), sedangkan perubahan putaran untuk maju mundur diatur oleh
gear box, system ini, lebih menghemat angin penjalan dan reaksinya sangat cepat.

Gambar 2. Transmisi tidak langsung(dengan gearbox)

3. Syarat mesin diesel transmisi tidak langsung


Mesin yang digunakan pada sistem transmisi tidak langsung kebanyakan adalah medium
speed engine atau high speed engine karena mereka memiliki jumlah putaran yang
tinggi,untuk itu digunakan gearbox untuk dapat mereduksi putarannya. Ada beberapa
syarat dalam mesin diesel trasnmisi tidak langsung ini antara lain yang pertama mesin
diesel tipe medium atau high speed yang mempunyai kemampuan reversing. Untuk itu
maka gearbox tidak perlu mempunyai kemampuan reversing karena pada mesinnya sudah
dapat mengatur arah untuk memanuver ke belakang. Yang kedua jika mesin diesel bertipe
medium atau high speed engine tidak dapat reversing tapi sistem trasnmisinya yang berupa
gearbox dapat reversing. Yang ketiga mesin diesel bertipe medium atau high speed engine
tidak dapat reversing ataupun sistem gearbox nya juga tidak bisa reversing tapi sistem
propulsinya menggunakan cpp,karena cpp dapat mengubah arah putaran yang akan
mengakbiatkan kapal bisa mundur kebelakang
Gear Diesel Transmission

Gambar 3. Syarat-syarat mesin diesel tidak langsung

Mesin yang digunakan untuk medium high speed kebanyakan jenis motor ini untuk 2
langkah dan 4 langkah (Trunk Piston Type) dan untuk high speed sendiri kebanyakan
menggunakan mesin 4 langkah. Mesin 4 langkah berarti untuk memperoleh 1x usaha,
dibutuhkan 2x putaran poros engkol dan 4x gerakan piston (turun-naik-turun-naik).
Perbedaan konastruksi mesin 4 tak dengan mesin 2 tak ialah:
1. Mesin 4 tak memiliki 2 katup ( katup intake dan katup exhaust,
sedangkan mesin 2 tak hanya ada membran yang membuka & menutup
saluran masuk. Saluran buangnya tertutup oleh badan piston ketika
sedang melakukan langkah hisap & kompresi.
2. Campuran bahan bakar yang masuk pada mesin 4 tak langsung berada
di bagian atas piston, sedangkan pada mesin 2 tak masuk ke dalam
crankcase terlebih dahulu baru menuju bagian atas permukaan piston
melalui saluran bilas.
Mesin ini lebih ramah lingkungan karena mesin ini hanya
meminum bensin saja, tidak ada oli samping. Mesin ini mengeluarkan
tenaga relatif di putaran/RPM lebih rendah dibandingkan mesin 2 tak,
dan tenaga yang dikeluarkan lebih rendah juga.Mesin ini menggunakan
klep/valve yang digerakan oleh noken as yang tidak dipakai oleh mesin 2
tak, sehingga semua siklus yang harus dilakukan lebih sempurna. Pada
mesin motor, oli mesin 4 tak menjadi 1 untuk melumasi keseluruhan
Gear Diesel Engine 5

mesin dan transmisi pada mobil tetap terpisah karena saluran oli mesin
dan transmisi terpisah. . Langkah kerja mesin 4 tak yaitu :

- Langkah ke 1

Piston bergerak dari TMA ke TMB, posisi katup masuk terbuka


dan katup keluar tertutup, mengakibatkan udara (mesin diesel) atau gas
(sebagian besar mesin bensin) terhisap masuk ke dalam ruang bakar.
Proses udara atau gas sebelum masuk ke ruang bakar dapat dilihat pada
sistem pemasukkan.

- Langkah ke 2

Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk dan


keluar tertutup, mengakibatkan udara atau gas dalam ruang bakar
terkompresi. Beberapa saat sebelum piston sampai pada posisi TMA,
waktu penyalaan (timing ignition) terjadi (pada mesin bensin berupa
nyala busi sedangkan pada mesin diesel berupa semprotan (suntikan)
bahan bakar).

- Langkah ke 3

Gas yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan


tekanan dalam ruang bakar, mengakibatkan piston terdorong dari TMA
ke TMB. Langkah ini adalah proses yang akan menghasilkan tenaga.

- Langkah ke 4

Piston bergerak dari TMB ke TMA, Posisi katup masuk terutup


dan katup keluar terbuka, mendorong sisa gas pembakaran menuju ke
katup keluar yang sedang terbuka untuk diteruskan ke lubang
pembuangan.
Gear Diesel Transmission

Gambar 4. .Mesin diesel 4 tak

4. Komponen utama transmisi tidak langsung


Dari pengertian sistem transmisi tidak langung bisa kita pahami bahwa kapal
menggunakan gearbox, oleh karena itu pada sistem propulsinya terdapat komponen,yaitu
main engine,gearbox,poros,clutch(kopling),dan propeller

Gambar 5. .Mesin menggunakan gearbox


Gear Diesel Engine 7

1. Main Engine

Selama pengoperasiannya ( Engine running ), mesin diesel darat hanya mendapat


getaran dari mesin itu sendiri ( internal vibration ), tidak pernah menerima getaran dari luar
( external vibration ), kecuali bila terjadi gempa bumi. Tidak demikian halnya dengan
Marine engine, selain mendapat getaran mesin itu sendiri, mesin - mesin diesel kapal juga
mendapatkan getaran perlawanan dari luar, karena guncangan dari badan kapal yang
diterpa ombak laut. Terjangan ombak yang begitu dahsyat terhadap badan kapal bisa
membuat mesin mengalami kemiringan sampai sekitar 60 derajat. Bila hal ini terjadi bisa
mengakibatkan mesin mengalami Tekanan lubricating oil akan mengalami kekosongan
( hampa ), bila hal ini terjadi, maka tekanan lub. oil akan menurun ( lubricating oil low
pressure ), mesin akan mati secara mendadak ( Shutdown immediately ), atau mesin
mengalami rusak berat ( break down ). Untuk mengantisipasi terjadinya hal - hal seperti ini,
maka pada saat rancang bangun, marine engine dipasang dua buah pipa isap lubricating oil
kapal didepan dan dibelakang agak kekanan, atau kekiri lub oil carter engine. Sehingga bila
mesin kapal mengalami kemiringan kearah manapun dan berapa derajatpun, lubricating oil
tetap akan terisap oleh pompa minyak lumas.Sedangkan pada mesin - mesin darat pipa isap
minyak lumas cukup satu saja.Buritan kapal terangkat, sehingga baling-baling terbebas dari
tekanan air laut, secara logika akan terjadi putaran lebih ( over speed ) pada mesin induk
kapal, atau bisa juga terjadi kerusakan yang fatal ( break down ). Tetapi hal sudah
diantisipasi oleh perancang Marine engine dengan memasang pengaman pada Governoor,
agar putaran mesin tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu. Alat pengaman
ini dikenal dengan nama " Over Speed Trip ". Pada mesin - mesin darat tidak dilengkapi
dengan peralatan ini.
Material mesin diesel kapal ( Marine engine ) dibuat lebih tangguh dari pada mesin
- mesin yang ada didarat, agar tidak mudah mengalami kerusakan / keropos bila
bersinggungan dengan air laut yang mempunyai kadar garam sangat tinggi dan
mengandung unsur - unsur mineral dan biota laut perusak lainnya. Untuk mengantisipasi
terjadinya hal - hal yang demikian, maka di lakukan tindakan - tindakan pada mesin diesel
kapal antara lain Melakukan pengecatan " Anti Faulant ", memasang Zink Anode pada sea
chest air laut masuk dan pada cooler-cooler mesin diesel kapal untuk mencegah
pengkeroposan material.Memasang system dosis Alkytrimethylene Diamenes, suatu cairan
Anti faulant Marine Chemical Corrosive Liquid Basic Organic, sebelum pendistribusian air
laut dari sea chest kepemakaian Sedangkan mesin diesel di darat tidak pernah mengalami
hal - hal seperti ini.
Pemasangan dan penataan pada mesin-mesin di darat sangat simpel dan
sederhana. Buat pondasi mesin yang kokoh, rata, pasang engine mounting untuk perendam
getar, bila mesin beroperasi. Install, cooling system, exhause gas system, On / Off system,
memakai angin penjalan atau battery. Allignment dengan kebutuhan pemakaian, apakah
untuk pembangkit atau lainnya, selesai sudah. Pada saat pembangunan kapal, yang paling
sulit dan penuh kehati-hatian adalah pembuatan pondasi mesin kapal, terutama mesin
induk kapal, tidak cukup dengan rata saja, tetapi harus memperhitung semua yang
berkaitan dengan mesin kapal tersebut. Harus memperhitungkan titik berat kapal,
kelurusan dengan gear box, propulsion, momen - momen yang kemungkinan akan terjadi
saat kapal telah beroperasi, dan pengendalian mesin kapal untuk kebutuhan manouvering.
Apalagi, bila kapal tersebut memakai dua mesin ( twin engine ). Ini semua belum termasuk,
pengoperasian, perawatan dan perbaikan, bila kapal telah dapat dimanfaatkan sesuai
dengan fungsinya. Jadi, wajarlah bila engineer - engineer kapal ada yang setara dengan S2
Gear Diesel Transmission

jenis mesin yang ada di kapal. Agar kapal dapat bergerak dan berlayar diperlukan tenaga
penggerak kapal. Berbagai bentuk tenaga penggerak kapal seperti dayung, layer, mesin
diesel kapal, mesin uap bahkan tenaga nuklir di gunakan. Penggunaan motor diesel
menempati urutan pertama untuk kapal komersial selanjutnya pemakaian mesin uap lebih
diutamakan untuk kapal kapal berukuran sangat besar seperti Super Tanker. Pemakaian
mesin diesel pada kapal lebih disenangi karena lebih praktis dalam pengopersiannya,
persiapan untuk menghidupkan sebuah mesin induk hanya diperlukan lebih kurang satu
jam, sedangkan untuk mesin uap diperlkan waktu tidak kurang dari empat jam.Sebuah
kapal dengan tenaga penggerak mesin diesel, biasanya mencantumkan KM (kapal motor),
MS (motor ship), MV (motor Vessel) sebelum nama kapalnya, Sedangkan kapal dengan
tenaga penggerak mesin uap mencantumkan KU (kapal uap), SS (steam ship) sebelum
menunjukan nama kapal tersebut.
Untuk kapal dengan trasnmisi tidak lanngsung sendiri kebanyakan menggunakan
mesin diesel medium speed engine atapun high speed diesel engine, karena kembali lagi
jika kapal menggunakan gearbox kebanyakan mesinnya medium speed atau high
speed,jarang yang menggunakan low speed,karena putaran yang dihasilkan oleh low speed
diesel engine yang relatif rendah.

Gambar 6. .Medium speed engine


Gear Diesel Engine 9

Gambar 7. .High speed diesel engine

2. Gearbox
Gearbox merupakan suatu alat khusus yang diperlukan untuk menyesuaikan daya
atau torsi (momen/daya) dari motor yang berputar, dan gearbox juga adalah alat pengubah
daya dari motor yang berputar menjadi tenaga yang lebih besar. Gearbox atau transmisi
adalah salah satu komponen utama motor yang disebut sebagai sistem pemindah tenaga,
transmisi berfungsi untuk memindahkan dan mengubah tenaga dari motor yang berputar,
yang digunakan untuk memutar spindel mesin maupun melakukan gerakan feeding.
Transmisi juga berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak dan torsi serta berbalik putaran,
sehingga dapat bergerak maju dan mundur.Transmisi manual atau lebih dikenal dengan
sebutan gearbox, mempunyai beberapa fungsi antara lain merubah momen puntir yang
akan diteruskan ke spindel mesin, Menyediakan rasio gigi yang sesuai dengan beban mesin,
Menghasilkan putaran mesin tanpa selip. Prinsip kerja gearbox adalah dari putaran motor
diteruskan ke input shaft (poros input) melalui hubungan antara kopling, kemudian
putaran diteruskan ke poros utama, torsi/ momen yang ada di mainshaft diteruskan ke
spindel mesin, karena adanya perbedaan rasio dan bentuk dari gigi-gigi tersebut sehingga
rpm atau putaran spindel yang dikeluarkan berbeda, tergantung dari rpm yang di inginkan.
Putaran dari motor diteruskan ke input shaft (poros input) melalui hubungan
antara clutch/ kopling, kemudian putaran diteruskan ke main shaft (poros utama), torsi/
momen yang ada di mainshaft diteruskan ke spindel mesin, karena adanya perbedaan rasio
dan bentuk dari gigi-gigi tersebut sehingga rpm atau putaran spindel yang di keluarkan
berbeda, tergantung dari rpm yang di inginkan. Berikut penjelasan beberapa part yang
terdapat dalam gearbox.

1. Input shaft (poros input)


Input shaft adalah komponen yang menerima momen output dari unit kopling,
poros input juga befungsi untuk meneruskan putaran dari clutch kopling ke
Gear Diesel Transmission

mainshaft (poros utama), sehingga putaran bisa di teruskan ke gear-gear. Input


shaft juga sebagai poros dudukan bearing dan piston ring, selain itu berfungsi juga
sebagai saluran oli untuk melumasi bagian dari pada inputshaft tersebut.

2. Gear shift housing (rumah lever pemindah rpm)


Gear shift housing adalah housing dari pada lever pemindah gigi yang berfungsi
untuk mengatur ketepatan perpindahan gigi, apabila gigi sudah dipindahkan
maka lever akan terkunci sehingga lever tidak bisa berpindah sendiri pada saat
spindel sedang berputar.

3. Main shaft (poros utama)


Mainshaft yang berfungsi sebagai tempat dudukan gear, sinchromest, bearing dan
komponen-komponen lainnya. Main shaft juga berfungsi sebagai poros penerus
putaran dari input shaft sehingga putaran dapat di teruskan ke spindel, main shaft
juga berfungsi sebagai saluran tempat jalannya oli.

4. Planetary gear section (unit gigi planetari)


Planetary adalah alat pengubah rpm di suatu range tertentu dimana rpm dapat di
ubah sesuai dengan kebutuhan proses pengerjaan dan dapat pula mengubah arah
putaran spindel.

5. Oil pump assy (pompa oli)


Oil pump berfungsi untuk memompa dan memindahkan oli dari transmisi case
(rumah transmisi) menuju ke sistem untuk dilakukan pelumasan terhadap
komponen-komponen yang ada di dalam transmisi secara menyeluruh.

6. Clucth housing
Clutch housing adalah rumah dari clucth kopling yang berfungsi sebagai
pelindung clutch kopling, clutch housing juga berfungsi sebagai tempat dudukan
dari pada oil pump dan input shaft.

7. Transmisi gear/ roda gigi transmisi


Transmisi gear atau roda gigi transmisi berfungsi untuk mengubah input dari
motor menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan
kebutuhan mesin.
Gear Diesel Engine 11

Gambar 8. .Komponen pada gearbox

3. Poros
Poros/poros baling-baling mempunyai fungsi sebagai penerus tenaga mekanik
dari mesin induk kebaling-baling sehingga dapat menghasilkan tenaga dorong pada kapal.
Yang perlu diketahui adalah bahwa kedudukan poros propeller dengan mesin induk adalah
harus segaris atau dengan kata lain harus dalam satu garis sumbu. Jika kelurusan garis atau
sumbu poros dan mesin induk belum tercapai maka perlu dibuat tambahan dudukan untuk
mesin atau mengurangi tinggi dengan jalan mengurangi tebal bantalan, asalkan tebal
bantalan masih dalam batas yang memenuhi kriteria tebal minimum suatu bantalan.
Bantalan juga digunakan untuk mengurangi terjadinya getaran pada poros yang
mengakibatakan berkurangnya efektifitas poros propeller juga untuk menghindari
terjadinya deformasi pada poros propeller.
Gear Diesel Transmission

Gambar 9. Poros pada kapal

Pada umumnya poros baling-baling dibagi menjadi 3 bagian yaitu, Poros tekan,
poros antara, dan yang terakhir poros ekor. Bagian-bagian ini punya peranan atau fungsi
masing-masing. fungsi dan penjelasannya adalah sebagai berikut :
a) Poros tekan(Thrust Shaft), adalah poros yang berfungsi untuk mencegah
timbulnya gaya aksial yang disebabkan oleh adanya gaya dorong dari baling-baling yang
dapat mengakibatkan kerusakan pada motor induk. Pada kapal-kapal yang berukuran kecil
poros tekan dan bantalan sudah terdapat didalam kotak roda gigi (gear box) yang biasanya
sudah di hubungkan dengan motor induk.

b) Poros antara(Intermediate Shaft) mempunyai fungsi untuk menghubungkan


poros tekan dengan poros ekor, dimana penyambungnya dilakukan dengan kopling atau
flens. Tetapi pada kapal-kapal yang menggunakan motor yang letaknya terlalu jauh dari
buritan kapal,maka poros antara dapat dipasang lebih dari satu dengan tujuan untuk
mempermudah dalam waktu pemasangan dan pembongkaran pada saat perbaikan

c) Poros ekor (Tail Shaft), bagian poros yang terakhir ini berfungsi sebagai tempat
dudukan dari baling-baling atau propeller, dimana pada bagian ujung poros ini diberi cela
pengunci mur dan ulir yang berlawanan arah dengan putaran poros baling-baling agar
pada saat baling-baling berputar tidak akan lepas dari kedudukannya. Dan untuk
mencegah baling-baling bergerak dari posisinya maka dapat dipasang sebuah pen penahan
atau pasak yang terletak pada kedudukan baling-baling. Biasanya kekuatan pen/pasak
lebih rendah dari material atau bahan dari baling-baling dengan tujuan apabila terjadi
hentakan atau benturan yang keras terhadap baling-baling pada saat sedang beroperasi,
maka pin/pasak tersebut akan lebih dahulu rusak sehingga kerusakan yang lain dapat di
hindarkan. Utuk menghindari terjadinya kerusakan adalah bijaksana jika setiap kali jadwal
pencabutan Poros Propeller disaat kapal melakukan Docking (umumnya saat Survey
Spesial) harus dilakukan pemeriksaan kelurusan dari Poros Propeller.
Gear Diesel Engine 13

Gambar 10. Letak Poros tekan,poros antara,dan poros ekor

4. Clutch(kopling)
Kopling adalah alat untuk menghubungkan atau memisahkan unit penggerak dari unitnya.
Dengan dua mesin yang terhubung ke gearbox kopling memungkinkan satu atau Kedua
mesin yang akan dijalankan, dan memudahkan pembalikan mesin. kopling merupakan alat
mekanis yang digunakan untuk mentransmisikan daya dari satu komponen ke komponen
lainnya ketika diaktifkan (disambungkan). Berbeda dengan rem yang menghentikan laju
putaran roda ketika diaktifkan Kopling digunakan ketika kemampuan untuk
mentransmisikan daya atau gerakan yang dibutuhkan akan disambungkan atau
dikendalikan pada suatu waktu tertentu. Tidak terkecuali pengendalian torsi atau
kecepatan putar yang akan ditransmisikan dari mesin ke komponen lainnya. Fungsi
Kopling adalah mengatur transfer gaya putar/torsi dari mesin ke pemindah daya. Jika
pedal kopling ditekan/diinjak, tidak ada gaya putar yang ditransfer dari mesin ke
komponen yang lain dari pemindah daya. Jika pedal kopling dilepas, gaya putar/torsi dari
mesin ditransfer oleh pemindah daya ke roda penggerak. Terdapat perbedaan mekanisme
yang digunakan antara transmisi otomatis dengan manual dalam mentransfer torsi dari
mesin ke pemindah daya.
Gear Diesel Transmission

Gambar 11. Torsionally-Stiff Coupling

Cara kerja kopling adalah Jika pedal kopling ditekan (diinjak) maka poros engkol
(crank saft) memutar drive disc dalam kopling. Selama disc yang lain (driven disc) tidak
berhubungan dengan drive disc, maka tidak ada torsi yang ditransfer dari mesin ke
pemindah daya. Jika pedal kopling dilepas maka drive disc dan driven disc bersinggungan.
Drive disc pada saat ini dapat memutar driven disc yang berhubungan dengan poros input
transmisi. Sebagai hasilnya, torsi/gaya putar dari mesin ditransfer melalui kopling ke
pemindah daya. Terdapat jenis-jenis clutch yang digunakan dalam pembuatan kapal
diantaranya :
- Clutch friksi
Clucth friksi (friction clutch) merupakan clucth yang paling umum. Clutch friksi
modern terbuat dari keramik atau bahan organik campuran resin dengan kawat
tembaga.
- Clutch multipiring
Clutch multipiring (multi plate clutch) melibatkan beberapa piringan yang
dipasangkan dengan beberapa penggerak. Clutch ini banyak digunakan pada mobil
balap, beberapa jenis sepeda motor, transmisi otomatis, lokomotif diesel.
- Kampas kopling
Kampas kopling atau disebut juga disc clutch atau clutch plate adalah komponen
kopling yang bekerjasama dengan unit clutch clover untuk meneruskan putaran dari
mesin ke input shaft dari transmisi. Bentuknya seperti piringan dan terbuat dari bahan
khusus yang tahan terhadap kejutan dan gesekan, yaitu asbes. Kampas kopling
merupakan komponen yang bisa aus, sehingga wajib diganti bila keausannya sudah
mulai terasa.
- Clutch Basah
Clutch basah (wet clutch) merupakan salah satu jenis clutch friksi yang dalam
pengaplikasiannya direndam dalam cairan pelumas yang dingin. Cairan pelumas ini
menjaga permukaan tetap kering dan memberikan performa yang lebih halus ketika
clucth dilepas maupun disambung.
Gear Diesel Engine 15

5. Propeller
Propeler(baling-baling) adalah kitiran untuk menjalankan kapal. Kitiran ini
memindahkan tenaga dengan mengkonversi gerakan rotasi menjadi daya dorong
untuk menggerakkan sebuah kendaraan seperti kapal atau kapal selam untuk melalui
suatu massa seperti air dengan memutar dua atau lebih bilah kembar dari sebuah
poros utama. Bilah-bilah dari sebuah propeler berperan sebagai sayap berputar, dan
memproduksi gaya yang mengaplikasikan Prinsip Bernoulli dan Hukum gerak
Newton, menghasilkan sebuah perbedaan tekanan antara permukaan depan dan
belakang bilah tersebut. Tipe suatu kapal sangat berpengaruh terhadap pendesaianan
propeller karena untuk beberapa tipe kapal digunakan desian propeller yang khusus.
Ada macam-macam jenis propeller yang digunakan dalam kapal, kembali lagi pada
kebutuhan dan jenis kapal tersebut, jenis propeller yang biasa digunakan antara lain :

a) Fixed Pitch Propeller (FPP)


Fixed Pitch Propeller (FPP) atau yang disebut tipe baling-baling dengan
pitch tetap. Tipe propeller ini biasa digunakan untuk kapal besar dengan rpm
relatif rendah dan torsi yang dihasilkan tinggi, pemakaian bahan bakar lebih
ekonomis, noise atau getaran minimal, dan kavitasi minimal.

Gambar 12. Fixed Pitch Propeller(FPP)

Propeller tipe ini adalah jenis baling-baling paling banyak digunakan pada kapal
laut. FPP menghasilkan gaya dorong melalui gaya lift yang dihasilkan oleh blade
baling-baling. Bagian blade propeller yang digunakan mirip dengan airfil yang
bekerja pada beberapa sudut aliran fluida.

b) Controllable Pitch Propeller (CPP)


Controllable Pitch Propeller (CPP) atau tipe propeller dengan pitch yang
dapat diubah-ubah. Propeller ini merupakan baling-baling kapal dengan langkah
daun propeller yang dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan misalnya untuk
rpm rendah biasa digunakan pitch yang besar dan rpm tinggi digunakan pitch
yang rendah.
Gear Diesel Transmission

Gambar 13. Controllable Pitch Propeller (CPP)


Baling-baling CPP juga efektif digunakan bila kapal manuver serta gerak
mundur dengan hanya mengubah putaran atau mengubah arah pitch baling-baling
pada putaran konstan. Hal ini secara signifikan dapat mengurangi waktu yang
dibutuhkan untuk mengubah arah dorong kapal serta dapat menciptakan
pemakaian bahan bakar seefektif mungkin. Tipe propeller ini biasanya digunakan
oleh kapal ikan dan kapal tug boat. Namun yang perlu diingat bahwa CPP hanya
memiliki satu desain pitch, mengubah posisi pitch berarti mengurangi efisiensi
baling-baling.

c) Azimuth Thrusters
Azzimuth thruster digunakan untuk mempermudah kapal dalam
manuver, namun pemakaian alat penggerak dengan posisi berada di bagian atas
sehingga memberi tempat yang lebih lapan untuk menempatkan penggerak
utamanya, baik berupa motor diesel atau motor listrik. Propeller tipe ini sering
disebut sebagai baling-baling dengan poros penggerak vertikal. Hal ini
memungkinkan untuk memutar baling-baling dapat menghasilkan daya dorong
dengan arah yang diperlukan.

Gambar14. Azimuth Thrusters


Gear Diesel Engine 17

Umumnya propeller ini dipasang baik secara terbuka maupun


menggunakan saluran. Sudut propeller umumnya dibuat lebih rumit dibanding
poros propeller normal sehingga propeller jenis ini lebih mahal. Diameter hub
lebih besar sehingga dapat menurunkan efisiensi propulsi. Keuntungan propeller
jenis ini adalah jika difungsikan sebagai propulsi penarik, baling-baling dapat
dipasang didepan poros vertikal, demikian pula sebaliknya ketika thruster
difungsikan sebagai pendorong kapal, maka akan dibelakang poros vertikal.
Didalam juga terdapat kavitasi propeller, Secara singkat kavitasi adalah
pembentukan gelembung gelembung pada permukaan daun. Sering terjadi pada
bagaian belakang permukaan daun. Gelembung gelembung ini berisi udara atau
uap air. Gelembung-gelembung terjadi ditempat puncak lengkungan tekanan
rendah. Gelembung gelembung yang terjadi akan melintasi dan menyusur
permukaan daun sampai kebelakang daun dan akan hancur pada daerah yang
tekananya tinggi dibanding tekanan yang terjadi pada permukaan punggung
daun. Gaya yang terjadi pada proses penghancuran gelembung-gelembung ini
kecil tetapi luas permukaan yang dipengaruhi oleh gaya ini lebih kecil dibanding
gaya yang mempengaruhinya sehingga akan timbul tekanan yang besar berwujud
letusan. Peletusan gelembung kavitasi dapat dikurangi dengan menghindari
adanya puncak tekanan rendah yang menyolok pada punggung permukaan daun.
Tekanan rendah yang terjadi dapat diperbaiki dan puncak yang menyolok dapat
diratakan dengan mengurangi beban permukaan daun. Jadi, dengan memperluas
permukaan daun dapat mengurangi kavitasi.
Akibat yang Ditimbulkan Oleh Kavitas propeller antara lain timbul erosi dan getaran
yang menyebabkan daun retak, erosi ini disebabkan oleh aksi mekanis terbentuknya dan
terurainya gelembung-gelembung kavitasi. Selain itu akibat yang ditimbulkan adalah
efisiensi turun, hal ini disebabkan oleh sifat dari bentuk aerofil yang tidak dapat lagi
menghasilkan gaya propulsi.

5. Keuntungan dan kerugian sistem transmisi tidak langsung


-keuntungan
o Bentuk mesin kecil
Jika dibandingkan dengan sistem transmisi langsung yang menggunakan mesin
low speed diesel, sistem transmisi tidak langsung memiliki mesin yang lebih kecil
karena menggunakan mesin medium high speed ataupun high speed diesel
engine.

Gambar 15. Bentuk mesin lebih kecil dari pada low speed
o Biaya perawatan murah
Gear Diesel Transmission

Untuk biaya perawatan mesin juga hanya memakan sedikit. Karena dalam
operasinya, mesin ataupun alat yang digunakan sangat awet dan jauh dari kata
cepat rusak. Penggunaan bahan bakar yang lebih bagus dari HFO (High Fuel Oil)
membuat mesin lebih awat karena kualitas bahan bakar lebih bagus.

Gambar 16. Biaya perawatan murah

o Kualitas mesin yang bagus


Dalam sistem transmisi tidak langsung kita sudah membahas jika mesin yang
digunakan adalah kebanyakan mesin diesel yang notabene mesin diesel adalah
memiliki evisiensi yang bagus dan irit dalam bahan bakar. Selain evisien, diesel
sudah terkenal dengan memiliki daya yang besar dan cocok digunakan pada
kapal-kapal yang membutuhkan tenaga yang besar.

Gambar 17. Mesin diesel

Kerugian
o Biaya mesin mahal
Gear Diesel Engine 19

Karena pada sistem transmisi tidak langsung menggunakan gearbox, jadi mesin
yang idgunakan adalah tipe medium speed diesel engine atau high speed diesel
engine. Dan untuk membeli satu mesin high diesel engine tidak murah.

Gambar 18. Biaya besar

o Biaya instalasi mahal


Karena dalam instalasi sistem transmisi tidak langsung ada pemasangan gearbox
yang dalam pengerjaannya juga membutuhkan uang lebih untuk pemasangnya
dan juga membelinya.

Gambar 19. Biaya instalasi mahal

o Kamar mesin tambah sempit


Karena pada sistem transmisi tidak langsung menggunakan gearbox, dengan
ukuran gearbox yang besar tentu akan memakan tempat pada kamar mesin dan
tambah sempit.
Gear Diesel Transmission

Gambar 20. Ruangan yang sempit

o Tidak ramah lingkungan


Karena pada sisem transmisi ini masih menggunakan mesin diesel yang gas
buangnya masih belum baik dan pengeluarannya masih bewarna hitam. Hal ini
tentu dapat mencemari lingkungan yang ada.

Gambar 21. Gas buang yang dikeluarkan oleh kapal

6. Prospek kedepan transmisi tidak langsung


Untuk prospek kedepan trasnmisi tidak langsung sendiri sangat terbuka untuk
berkembang,karena pada transmisi ini sering dipakai kapal-kapal cepat seperti patroli
maupun kapal perang. Kedua kapal ini digunakan bukan untuk keperluan bisnis, kita tau
jika kapal dibuat untuk bisnis seperti kapal container maka dibuat seminimalisir harga dan
dapat untung sebanyak-banyaknya,sesuai prinsip ekonomi. Namun kapal patroli atau kapal
perang digunakan untuk perang dan pengawasan, dan tujuan dari kapal perang tentu
untuk menang bukan untuk bisanis,oleh sebab itu kapal owner kapal perang akan
membayar berapapun untuk membuat kapal ini.
Gear Diesel Engine 21

7. kesimpulan
Sistem transmisi tidak langsung adalah sistem transmisi yang menyalurkan daya
dari mesin menuju poros menggunakan gearbox untuk mereduksi atau memutar arah
putar mesin. Sistem transmisi jenis ini pada umumnya menggunakan mesin berjenis
medium speed diesel engine atau high speed diesel engine karena memiliki jumlah
putaran yang tinggi maka diperlukannygerabox.. Komponen utama dari sistem transmisi
tidak lansgsung yaitu mesin, gearbox, poros, clucth, dan propeller.
8. Referensi

Taylor, D. A. Introduction to Marine Engineering.Elsevier, 0750625309, Britain


wikipedia.com
https://dokumen.tips/documents/system-transmisi-gearbox-pada-kapal.html
http://fastnlow.net/cara-kerja-mesin-2-tak-dan-4-tak/
https://www.academia.edu/22848013/SISTEM_TRANSMISI_KAPAL