Anda di halaman 1dari 9

MORFOLOGI AKAR, BATANG DAN DAUN

I. Tujuan :

Pendahuluan

1. Mengamati bentuk dan struktur berbagai jenis akar tumbuhan 2. Mengamati bentuk dan struktur berbagai jenis batang tumbuhan 3. Mengamati bentuk dan struktur berbagai jenis daun tumbuhan

Dasar Teori Morfologi akar tersusun atas batang akar, ujung akar, tudung akar, dan rambut akar. Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi akar dari kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar mengandung lendir ( Mikrajuddi, dkk 2007). Morfologi daun, daun pada umumnya berbentuk pipih dan berwarna hijau. Warna hijau daun umumnya disebabkan oleh kandungan kloroplas didalam sel-sel daun. Secra morfologi, pada umumnya daun memiliki bagian-bagian helaian daun (lamina), pelepah daun( vagina) dan tangkai daun ( petiolus). Pada tangkai daun terdapat bagian yang menempel pada batang yang disebut pangkal tangkai daun. Ada jenis tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput. Pada tumbuhan monokotil pangkal daun berbentuk pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Pangkal daun tersebut disebut pelepah daun, misalnya terdapat pada daun pisang dan talas ( Saktiyono, 2007). Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Di ujung sumbu titik tumbuhnya, batang dikelilingi daun muda dan menjadi tunas terminal. Di bagian batang yang lebih tua, yang daunnya saling berjauhan, buku (nodus) tempat daun melekat pada batang dapat dibedakan dari ruas (internodus), yakni bagian batang diantara dua buku yang berurutan. Di ketiak daun biasanya terdapat tunas ketiak. Bergantung pada pertumbuhan ruas dapat dibedakan beberapa macam bentuk tumbuhan. Batang berfungsi terutamanya untuk mendukung daun sehingga daun selalu terekspos ke sinar matahari. Bunga dan buah juga tumbuh pada batang dan cabang cabangnya. Batang bertugas membawa air dan larutan mineral ke atas dan mengantarkan hasil fotosintesis pada daun ke arah bawah. Banyak batang termodifikasi sebagai tempat penyimpanan makanan, ada juga

yang berfungsi sebagai organ berfotosintesis, lainnya merupakan alat perbanyakan vegetative (reproduksi aseksual). Mengingat banyaknya fungsi dan struktur batang, amatlah menakjubkan bahwa hanya ada satu struktur dasar bagi semua tumbuhan berpembuluh. Jaringan pada batang dapat dibedakan menjadi jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Perbedaan struktur primer batang pada spesies yang berlainan didasari oleh perbedaan jumlah jaringan dasar dan jaringan pembuluh. Pada Coniferae dan dikotil, jaringan pembuluh pada ruas batang umumnya tampak seperti silinder berongga yang dibatasi di sebelah luar oleh korteks dan di sebelah dalam oleh empulur. Sistem jaringan pembuluh pada batang primer berupa sejumlah berkas yang jelas terpisah satu dari yang lain dan dinamakan ikatan pembuluh. Ikatan pembuluh juga dinamakan fasikel dan terletak dalam lingkaran. Parenkim di antara dua ikatan pembuluh yang berdampingan disebut parenkim interfasikel atau jari-jari empulur. Pada Gymnospermae dan dikotil, letak ikatan pembuluh berada dalam lingkaran, sedangkan pada monokotil letaknya tersebar atau dalam dua lingkaran(Campbell, dkk, 2003). Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ yang amat beragam. Struktur jaringan pembuluh dalam tangkai daun dan tulang daun utama biasanya mirip dengan batang bagian dalam. Ciri penting pada daun adalah bahwa pertumbuhan apeksnya segera terhenti. Pada beberapa tumbuhan paku, meristem tersebut tetap aktif dalam jangka waktu yang cukup lama. Daun Angiospermae amat beragam struktur anatomi dan morfologinya. Pada sebagian besar Angiospermae dapat dibedakan dasar daun, tangkai daun, dan helai daun. Bentuk, struktur, dan ukuran ketiga bagian tersebut berguna dalam menentukan klasifikasi daun. Di dasar daun dikotil sering terdapat tonjolan yang disebut daun penumpu atau stipula. Pasokan jaringan pembuluh bagi stipula diperoleh dari jalan daun. Kadang-kadang, stipula berwarna hijau dan berfungsi sebagai pelindung. Pada kebanyakan monokotil dan beberapa dikotil, stipula tumbuh mengelilingi batang menjadi pelepah yang mengelilingi batang. Biasanya ada hubungan antara anatomi buku dan stipula pada dikotil atau pelepah pada monokotil. Kebanyakan tumbuhan yang memiliki buku (nodus) trilakuna juga memiliki stipula, sedangkan yang bukunya bersifat multilakuna memiliki dasar daun berupa pelepah. Seperti pada akar dan batang, daun terdiri dari system jaringan dermal, yakni epidermis, jaringan pembuluh, dan jaringan dasar yang disebut mesofil. Karena daun biasanya tidak mengalami penebalan sekunder, epidermis bertahan sebagai system dermal. Namun, pada sisik tunas yang bertahan lama, ada kemungkinan dibentuk periderm.(Campbell, dkk, 2003)

II.

Metode

Alat dan bahan Alat Alat tulis Gunting ranting/ cutter Kamera Lup Cara kerja Bahan Akar bayam, rumput teki Batang bayam, pinus, dan jati Daun bayam, euphorbia milli, dan

spesimen akar, kulit batang dan seranting daun diambil

ciri-ciri morfologi akar, batang daun secara lengkap dicatat

penampang melintang spesimen akar, batang dan daun digambar dilengkapi dengan keterangan bagian-bagiannya III. Hasil Pengamatan Gambar Klasifikasi Tumbuhan Karakteristik

(sarifudin, 2009)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Cyperales Famili: Cyperaceae Genus: Cyperus Spesies: Cyperus rotundus L. Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Asteridae Ordo: Lamiales Famili: Verbenaceae Genus: Gmelina Spesies: Gmelina asiatica

Tipe perakaran serabut

Tipe perakaran tungggang

( indriani, 2008)

(Sari, 2006)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman) Genus: Amaranthus Spesies: Amaranthus blitum Miq

Tipe perakaran tunggang dan sifat akar penghisap/ penggerak

(Jadin, 2011)

Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Coniferophyta Kelas: Pinopsida Ordo: Pinales Famili: Pinaceae Genus: Pinus Spesies: Pinus merkusii Jungh.& De Vr

Batang berkayu berbentuk bulat, permukaan batang beralur, arah tumbuh tegak lurus, percabangan monopodial.

(Sari, 2006)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman) Genus: Amaranthus Spesies: Amaranthus blitum Miq Klasifikasi Kingdom: Plantae(Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Asteridae Ordo: Lamiales Famili: Lamiaceae Genus: Tectona Spesies: Tectona grandis L.f.

Batang basah, bentuk batangnya bersegi, permukaaanya licin beralur, arah tumbuhnya ke atas, dan tipe percabangan monopodial

Batangnya tegak, berkayu, bulat, dan permukaannya kasar

( Gunawan, 2007)

( Sari, 2006)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman) Genus: Amaranthus Spesies: Amaranthus blitum Miq

Bentuk daun: Ujung daun: obtusus Pangkal daun: runcing Tepi daun: berombak Daging daun: tipis lunak Permukaan daun:

(Manghuni, 2008)

Kingdom: plantae Divisi: magnoliophyta Kelas: magnoliopsida Ordo: geraniales Family: oxalidaceae Genus: averrhon Spesies: averrhon bilimbi

(Foucon, 2005)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua /

Bentuk daun: jorong Ujung daun: meruncing Pangkal daun: meruncing Tepi daun: rata Daging daun: tipis lunak Permukaan daun: licin mengkilat Bentuk daun: memanjang Ujung daun: tumpul Pangkal daun: meruncing Susunan tulang : menjari Tepi daun: bertepi rata

dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Euphorbiales Famili: Euphorbiaceae Genus: Euphorbia Spesies: Euphorbia milii Ch.Des Moulins

IV.

Pembahasan

Organ pokok pada tumbuhan yang bersifat vegetatif ialah akar, batang dan daun. Berbagai jenis tumbuhan yang telah diamati dapat ditemukan adanya ketiga organ vegetatf ini, pada akar. Akar tumbuhan yang diamati pada praktikum kali ini ialah akar teki, akar bayam dan akar wareng. masing-masing tumbuhan yang kami amati termasuk kedalam divisi Magnoliophyta dan dalam kelas yang berbeda. Akar bayam dan wareng termasuk kedalam system perakaran tunggang, sedangkan akar teki termasuk sitem perakaran serabut. Pada batang , batang tumbuhan yang diamati ialah kulit batang pinus, jati dan bayam. Bayam merupakan tumbuhan yang jelas berbatang dan batangnya termasuk kedalam batang basah ( herbaseus), bentuknya bulat, permukaannya licin beralur arah tumbuhnya erectus. Batang jati berbentuk bulat, tumbuhnya lurus jika di tempat yang subur, penampangnya tidak rata. Sedangkan pada daun, daun yang diamati ialah daun bayam, daun mahkota duri. Pada bayam bentuk daun bulat, ujung daun obtusus, pangkal daunnya runcing, tepi daunnya berombak. Pada mahkota duri, bentuk daun memanjang, ujung daunnya tumpul, pangkal daun meruncing, tepi daunnya bertepi rata. Sedangkan pada daun , bentuknya jorong, ujungnya runcing, pangkal daunnya meruncing, tepi daunnnya rata, permukaan daunnya licin .mengkilat Dari pengamatan yang telah dilakukan, kita dapat menentukan apakah tumbuhan ini termasuk divisi mana dan kelas apa. V. Kesimpulan

Organ vegetative tumbuhan terdiri atas akar, batang dan daun. Bentuk dan struktur pada beberapa tumbuhan tentu mempunyai perbedaan. Pada jenis akar dibagi dalam perakaran serabut dan tunggang. Pada batang selain bentuk permukaannya yang bervariasi tapi juga arah tumbuhnya. Pada daun memiliki keunikan mulai dari bentuknya, ujung daunnya, tipe daunnya.

VI.

Daftar Pustaka

Campbell, Reece, Mitchell, 2003, Biologi. Erlangga: Jakarta Faucon, Phillips. 2005. Euphorbia milii . http://www.desert-tropicals.com Ihsan Fajrul, 2011. Euphorbia milii. Available at http://www.scribd.com. Jadin, 2011. Pinus. http://www.infojardin.com Manghuni, Tatang, 2008. Calingcing . tatangmanguny.wordpress.com Mikrajuddi, Saktiyono, Lutfi, 2007. Ipa Terpadu. Esis: Jakarta Saktiyono, 2007. Ipa Biologi 2. Esis: Jakarta Sari, 2006. Bayam www.sentra-edukasi.com Nama ilmiah tanaman available at www.plantamor.com