Anda di halaman 1dari 14

PENGEMBANGAN KURIKULUM PTK

KESIAPAN GURU DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SMK N 1 SEYEGAN

Disusun Oleh : Awal Dias Amanto 12702251001

PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

Pengembangan Kurikulum PTK A. Pendahuluan

Page |2

UU no 20 tahun 2003 menjelaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu. Ranah ini kurkulum menjadi modal dasar untuk mengetahui kebutuhan dan output pembelajaran yang akan dicapai. Kurikulum akan selalu berkembang mengikuti

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan dan perubahan kurikulum akan sangat signifikan apabila diterapkan untuk pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan, karena selalu berkaitan dengan teknologi yang digunakan dimasyarakat. Kurikulum 2013 merupakan salah satu penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Secara sistemik dan programatik pengembangan Kurikulum 2013 merupakan salah satu upaya terus menerus dengan melakukan perbaikan gagasan, instrumentasi, dan praksis pendidikan nasional secara berkelanjutan. Secara khusus pengembangan Kurikulum 2013 merupakan upaya sistematis menyempurnakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkt Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Ranah utama pencapaian di Kurikulum 2013 ini adalah aspek sikap. Sikap merupakan salah satu indicator ketercapaian kompetensi ini yang harus dikuasai siswa. B. Landasan 1. Pengertian Kurikulum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (19), adalah seperangkat rencana dan menyatakan bahwa, Kurikulum

pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengertian menurut undang-undang ini melengkapi tafsiran luas sebelumnya tentang pengertian kurikulum, sehingga dapat dipahami bahwa kurikulum hendaknya juga menyatakan tujuan, isi, dan bahan pelajaran, tidak hanya tentang sejumlah pengalaman dan aktivitas pembelajaran. Awal Dias Amanto 12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

Page |3

Oemar Hamalik (2005:27) menyatakan bahwa terdapat dua tafsiran penting mengenai arti kurikulum, yaitu dalam arti sempit dan arti luas. Dalam tafsiran yang sempit, kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk memperoleh ijazah. Sedangkan dalam arti luas, kurikulum merupakan semua pengalaman yang dengan sengaja disediakan oleh sekolah bagi para siswanya untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian yang terakhir ini sesuai dengan pendapat Finch & Crunkilton (1999:11), yaitu curriculum may be defined as the sum of the learning activities and experiences that a student has under the auspices or direction of the school. Dari pengertian kedua, yang menurut Oemar Hamalik telah umum dianut oleh sistem pendidikan yang maju (2005:27) dapat dipahami bahwa kurikulum merupakan sejumlah pengalaman dan aktivitas pembelajaran yang sengaja direncanakan, disediakan, dan dilaksanakan oleh sekolah bagi para siswanya untuk mencapai tujuan pendidikan. Dari pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang aktivitas dan pengalaman pembelajaran yang juga memuat tujuan, isi, bahan pelajaran serta cara yang digunakan untuk menyelenggarakan aktivitas serta pengalaman pembelajaran tersebut sehingga tujuan pendidikan tertentu dapat tercapai. 2. Rasional pengembangan Kurikulum Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal terkait dengan kondisi pendidikan yang mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standara pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standara pembiayaan, dan standar penilian pendidikan. Tantangan internal lain terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dari usia produktif mencapai 70%. Tantangan eksternal dari pengembangan kurikulum berkaitan denfan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan Awal Dias Amanto 12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

Page |4

masalh lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industry kreatif dan budaya, perkembangan pendidikan di tingkat internasional. 3. Tujuan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. 4. Landasan Kurikulum 2013 Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Pengembangan kurikulum 2013 dilandaskan pada tiga aspek, yaitu landasan filosofi, landasan teoritis, dan landasan yuridis. a. Landasan Filosofis Landasan filosofis digunakan untuk menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, sumber dan ini kurikulum, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia nasional. b. Landasan Teoritis Kurikulum 2013 menganut pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk di proses yang dikembangkan berupa berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan

kegiatan pembelajaran

sekolah, kelas, dan masyarakat. Dan

pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil

Awal Dias Amanto

12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

Page |5

belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum. c. Landasan Yuridis Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah: 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Undang-undang Pembangunan Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana

Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan

yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 5. Kerangka Penyusunan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 untuk SMK dalam hal isi kurikulumnya tidak jauh berbeda dengan kurikulum KURIKULUM 2013. Perbedaan utama pada kurikulum ini adalah silabus disusun langsung dari direktorat pendidikan menengah pusat, juga terdapat buku panduan guru dan buku teks untuk siswa. Dalam kurikulum ini model pembelajaran dan penilaian berbeda dengan kurikulum lama. Model pembelajaran lebih menekankan pada pembelajaran kooperatif, yang menekankan pada kerja sama kelompok dan komunikasi. Penilaian dalam kurikulum 2013 menggunakan model penilaian portofolio. Penyusunan kurikulum 2013 mengacu pada tujuan pendidikan nasional, kebutuhan dunia kerja dan dunia industri, dan kesiapan dari peserta didik untuk menyusun dan menentukan standar kompetensi lulusan di satuan. Ditentukannya Standar kompetensi lulusan dijadikan sebagai acuan untuk menyusun struktur kurikulum. Sebelum menyusun struktur kurikulum harus diketehui dahulu kerangka dasar kurikulum, kerangka

Awal Dias Amanto

12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

Page |6

dasar kurikulum didapat dari Standar Kompetensi Lulusan yang telah disusun. Struktur kurikulum digunakan sebagai acuan untuk menyusun silabus, yang berisis komptensi inti untuk kelas dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran. Penyusunan silabus tidak hanya mengacu pada struktur kurikulum, namun juga mengacu pada standar proses dan standar penilaian. Buku pegangan guru dan bukut teks siswa disusun mengacu pada silabus yang ada, mulai dari materi, tugas, dan penilaian. Silabus utamanya untuk panduan menyusun rencana pembelajaran guru dengan mengacu model pembelajaran yang digunakan pada kurikulum 2013. Berikut ini kerangka penyusunan kurikulum 2013 :

Gambar 1. Kerangka penyusunan Kurikulum 2013 6. Karakteristik Kurikulum 2013 1. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. 2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan

pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa Awal Dias Amanto 12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan

Page |7 memanfaatkan

masyarakat sebagai sumber belajar. 3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta

menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. 4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar Mata pelajaran. 6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (elements) kompetensi pembelajaran dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang

dinyatakan dalam kompetensi inti. 7. Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). 7. Struktur Kurikulum 2013 A. Kompetensi Inti Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: 1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual. 2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial. 3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan. 4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan. B. Mata Pelajaran Untuk mewadahi konsep kesamaan muatan antara SMA/MA dan SMK/MAK, maka dikembangkan Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah, terdiri atas Kelompok Mata Pelajaran Wajib dan Mata Pelajaran Pilihan. Mata pelajaran wajib mencakup 9 (sembilan) mata

Awal Dias Amanto

12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

Page |8

pelajaran dengan beban belajar 24 jam per minggu. Isi kurikulum (KI dan KD) dan kemasan substansi untuk Mata pelajaran wajib bagi SMA/MA dan SMK/MAK adalah sama. Mata pelajaran pilihan akademik dan vokasional untuk SMK/MAK. Beban belajar untuk SMK/MAK adalah 48 jam pelajaran per minggu, satu jam belajar adalah 45 menit. Pada SMK/MAK, Mata Pelajaran Kelompok Peminatan (C) terdiri atas: a. Kelompok Mata Pelajaran Dasar Bidang Keahlian (C1). b. Kelompok Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian (C2). c. Kelompok Mata Pelajaran Paket Keahlian (C3). Berikut ini struktur kurikulum SMK Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian Teknik Otomotif dan jumlah jam belajar dalam satu minggu.

KELAS MATA PELAJARAN 1 Kelompok A (Wajib) 1 2 3 4 5 6 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris 3 2 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 X 2 1 XI 2 1 XII 2

Kelompok B (Wajib) 7 Seni Budaya 8 9 Prakarya dan Kewirausahaan Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan

Kelompok C (Kejuruan) C1. Dasar Bidang Keahlian 10 Fisika 11 Kimia 12 Gambar Teknik C2. Dasar Program Keahlian Awal Dias Amanto 12702251001 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 -

Pengembangan Kurikulum PTK KELAS MATA PELAJARAN 1 13 Teknologi Dasar Otomotif 14 Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif 15 Teknik Listrik Dasar Otomotif C3. Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan 16 Teknik Sepeda Motor Teknik Perbaikan Bodi Otomotif Teknik Alat Berat TOTAL C. Kompetensi Dasar 48 48 18 18 18 18 48 18 18 18 18 48 8 6 4 X 2 8 6 4 1 XI 2 -

Page |9

XII 1 24 24 24 24 48 2 24 24 24 24 48

Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut: 1. Kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1. 2. Kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2. 3. Kelompok 3: kelompok rangka menjabarkan KI-3. kompetensi dasar pengetahuan dalam

4. Kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam


rangka menjabarkan KI-4. C. Metode 1. Subjek Subjek pada survey ini adalah guru di SMK Negeri 1 Seyegan dari kelompok normatif, adaptif, dan produktif sejumlah 24 guru. SMK Negeri 1 Seyegan mempunyai enam kompetensi keahlian, yaitu Teknik Konstruksi Awal Dias Amanto 12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

P a g e | 10

Batu Beton, Teknik Gambar Bangunan, Teknik Fabrikasi Logam, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Ototronik, dan Teknik Sepeda Motor. Guru produktif yang yang dijadikan subjek adalah guru yang mengajar dikompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor, survey dilaksankanan pada bulan November 2013. 2. Kisi-kisi instrumen a. Pengembangan kurikulum 2013 oleh guru Kisi-kisi Indikator 1. Menentukan Tujuan Pembelajaran berdasarkan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator yang telah ditentukan 2. Mengidentifikasi Materi Ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus 3. Menentukan Metode Pembelajaran 4. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran 5. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan. 6. Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran.

Pengembangan RPP

b. Penerapan kurikulum 2013 oleh guru Kisi-kisi Langkah Pembelajaran Metode Pembelajaran Alat/ Bahan/ Sumber/ Media Pembelajaran 1. 2. 3. 1. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. Indikator Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Penutup Proses Pelaksanaan Metode Ketersediaan Alat Ketersediaan Bahan Ketersediaan Sumber Belajar Ketersediaan Media Kriteria Penilaian Lembar Pengamatan Teknik Penskoran

Penilaian Pembelajaran

3. Instrumen survey Awal Dias Amanto 12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK terlampir D. Hasil 1. Pengembangan RPP

P a g e | 11

Pada pengembangan RPP, seluruh responden tidak mengalami kendala dalam merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan KI, KD, dan indikator yang telah ditentukan. Seluruh responden juga tidak mengalami kendala dalam mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok pembelajaran yang terdapat dalam silabus, menentukan metode

pembelajaran, dan merumuskan langkah-langkah pembelajaran. Kendala mulai muncul pada saat menentukan alat pembelajaran yang akan digunakan, yaitu terjadi pada 8,33% responden. Kendala juga terdapat pada saat menentukan bahan pembelajaran yang akan digunakan, yaitu terjadi pada 4,167% responden. Angka yang sama juga terdapat pada saat menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, dan teknik penskoran. Jumlah guru yang mengalami kendala dalam pengembangan RPP ini adalah sedikit dibandingkan dengan yang tidak mengalami kendala. Karena itu, saran solusi yang diusulkan serupa dengan telah diusulkan, yaitu lokakarya rutin dengan narasumber terpercaya, penyediaan sumber terpercaya yang mudah diakses dalam hal pengembangan RPP, dan pengefektifan koordinasi tim penyusun sehingga guru bisa saling membantu. 2. Penerapan kurikulum 2013 oleh guru a. Langkah Pembelajaran Pada implementasi KTSP, yaitu pada proses pembelajaran, semua responden tidak mengalami kendala maupun permasalahan pada fase langkah pembelajaran. Semua responden merasa mudah dalam melaksanakan kegiatan awal, inti, maupun akhir sesuai dengan RPP yang telah disusun. b. Metode Pembelajaran Pada bagian melaksanakan metode pembelajaran sesuai dengan yang telah disusun di RPP, semua responden tidak mengalami kendala. Awal Dias Amanto 12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

P a g e | 12

Dengan kata lain pelaksanaan penggunaan metode pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan di RPP. Hanya saja, 25% responden mengaku bahwa pelaksanaan metode pembelajaran itu tidak seluruhnya lancar. Kendala yang terjadi pada pelaksanaan metode pembelajaran, hendaknya guru yang masih mengalami ketidaklancaran pelaksanaan metode pembelajaran diberi petunjuk-petunjuk untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab ketidaklancaran pelaksanaan metode pembelajaran tersebut. Untuk selanjutnya, penyebab ketidaklancaran tersebut bisa dieliminasi sehingga pelaksanaan metode pembelajaran bisa lancar. c. Alat/Bahan/Sumber/Media Pembelajaran Dalam hal ketersediaan alat pembelajaran, 70,833% responden mengalami kendala pada saat proses pembelajaran. Hampir serupa, dalam hal ketersediaan bahan-bahan pembelajaran, 62,5% responden mengaku mengalami kendala. Sedangkan untuk ketersediaan sumber belajar, hanya 4,167% responden yang masih mengalami kendala. Angka yang tinggi tampak lagi pada kendala dalam hal ketersediaan media pembelajaran, yaitu 62,5% dari responden. Padahal sebenarnya, hanya 4,167% responden yang mengalami kendala dalam menggunakan media. d. Penilaian Pembelajaran Pada implementasi penilaian pembelajaran, masih terdapat 4,167% responden yang mengalami kendala dalam melaksanakan penilaian sesuai dengan RPP yang telah disusun. Seluruh responden tidak mengalami kendala dalam hal menggunakan lembar pengamatan penilaian dan menerapkan teknik penskoran. Namun masih terdapat 45,833% responden yang mengalami kendala dalam melaksanakan analisis hasil penilaian. Sedangkan 33,33% responden mengalami kendala dalam melaksanakan program remedial dan pengayaan. E. Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan

Awal Dias Amanto

12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK

P a g e | 13

Di SMK N 1 Seyegan, secara umum terlihat bahwa sebagian guru ada yang sudah memahami KTSP secara utuh, dan sebagian belum. Masalah ini berkaitan dengan kesulitan-kesulitan sebagai berikut : a. Pada pengembangan RPP, secara umum tidak ditemukan kendala. Mayoritas guru sudah tidak mengalami kendala dalam mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. b. Kendala dalam merumuskan indikator terjadi saat para guru harus mengidentifikasi karakteristik potensi daerah. Sebagian guru juga masih merasa kesulitan mengidentifikasi karakteristik peserta didik sehubungan dengan pengembangan indikator ini. c. Kendala juga teradi pada saat guru harus mempertimbangkan potensi peserta didik sehubungan dengan identifikasi materi pembelajaran. d. Pada saat implementasi di proses pembelajaran, masih banyak guru

yang mengalami kendala dalam hal ketersediaan alat, bahan, dan media pembelajaran. 2. Saran Dari kesulitan-kesulitan yang ditemukan tersebut, beberapa saran yang bisa disampaikan untuk mengatasi kesulitan pengembangan dan

implementasi KTSP di SMK N 1 Seyegan adalah: a. Mengundang nara sumber yang mumpuni yang mampu memberikan keterangan gamblang tentang karakteristik potensi daerah sehingga karakteristik ini bisa diidentifikasi dengan baik dalam perumusan indikator b. Mengundang narasumber yang ahli untuk memberikan pelatihan identifikasi karakteristik peserta didik dari segi psikologi dan sosial budaya sesuai karakteristik daerah c. Menyediakan alat, bahan, sumber, dan media pembelajaran yang representatif sehingga semua kebutuhan pembelajaran terpenuhi

Sumber Bacaan

Awal Dias Amanto

12702251001

Pengembangan Kurikulum PTK Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jendral Pendidikan

P a g e | 14 Menengah,

Kementrian pendidikan dan kebudayaan. 2013. Petunjuk Teknis Persiapan Implementasi Kurikulum 2013. Depdikbud Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar nasional pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar Dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. KI-KD Kurikulum 2013 Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Struktur Kurikulum 2013 untuk SMK/MAK Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa, Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Prof. Dr. Udin Saripudin Winataputra, MA. Menyongsong dan Memantapkan Implementasi Kurikulum 2013: Kebutuhan Inovasi dalam Pembelajaran. Dalam Seminar Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013, UNY 27 April 2013. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2009. Pedoman Pendidikan Akhlak Mulia Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (smk).

Awal Dias Amanto

12702251001