Anda di halaman 1dari 1

Pembangunan Bandara dan SMK Perhubungan Dimulai 2014 Berita dimuat pada 11 Dec 2013 Sidikalang, (Analisa).

Bupati Kabupaten Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro memastikan, pembangunan bandar udara (bandara) perintis dan SMK Perhubungan dimulai tahun 2014. Kedua fasilitas publik tersebut berlokasi di Kecamatan Parbuluan. Hal itu diterangkan kepada wartawan usai Johnny menyampaikan nota pengantar R APBD (rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah) tahun 2014 di gedung dewan di Sidikalang, Selasa (10/12). Survei lapangan sedang dilakukan dan lahan telah tersedia. Bandara diplot di sekitaran Pancur Nauli seluas 50 hektar, tepatnya bagian dari Hak Guna Usaha (HGU) PT Wahana Graha Makmur. Secara lisan, manajemen investasi kopi itu telah menyatakan kerelaan melepas areal demi kepentingan umum. Sementara, akses masuk diyakini tak banyak kendala dimana Johnny adalah unsur pemegang hak ulayat. Seyogianya, pemerintah daerah diinstruksikan menyediakan dana pendamping. Seterusnya, mengingat PT Dairi Prima Mineral (DPM) diyakini sebagai pemakai mamfaat dominan, perusahaan eksplorasi mineral seng dan timah hitam itu disepakati menyediakan uang. Secara lisan, usulan itu sudah disetujui. Selanjutnya, SMK Perhubungan direncanakan di kawasan sebuah perbukitan Dusun Huta Buntul Desa Lae Hole. Sarana pendidikan itu membutuhkan tanah seluas 20 hektar. Seluruh pekerjaan fisik ditalangi dari APBN. Khusus untuk sekolah kejuruan itu, ditarget rampung dan dipergunakan mulai tahun 2016. Infrastruktur itu didirikan dua tahun anggaran. Seluruh siswa, nantinya diasramakan. Lembaga tersebut satusatunya di Sumatera Utara sekaligus pilot project. Leonard Samosir, anggota DPRD menyebut, upaya itu merupakan langkah maju dan patut diapresiasi. Bila terwujud, masyarakat akan menikmati multiplier effect, diantaranya peningkatan nilai ekonomi tanah dan lowongan kerja. Selain itu akan tumbuh permukiman baru, peluang bisnis termasuk usaha mikro dan akses transportasi lebih mulus. Akumulasi pembangunan akan mendorong cakrawala berfikir lebih cerdas. Sekitaran Pancur Nauli bakal berubah jadi kawasan elit. Melihat peletakan tersebut, ujar Leo, kemajuan lebih menyebar. Tidak terfokus di Sidikalang dan Kecamatan Sitinjo. Dia juga menyarankan agar kecamatan lain semisal Gunung Sitember, Tigalingga dan Tanah Pinem diarahkan sentra produksi pertanian plus pengolahan. Penyediaan pakan ternak dari biji, tongkol serta daun jagung patut dipertimbangkan untuk memberi nilai tambah bagi petani. Ratusan ribu ton diproduksi setiap tahun namun added value relatif nihil.