Anda di halaman 1dari 16

ALINYEMEN VERTIKAL

Alinyemen Vertikal (Penampang/Profil Memanjang Jalan) : - Perpotongan bidang vertikal dgn bidang permukaan perkerasan jalan mell sumbu jalan. - Terdiri dari garis-garis lurus dan garis-garis lengkung. - Garis lurus dapat datar, mendaki, atau menurun, (Landai Jalan = %), - Ditentukan dgn assumsi bahwa jumlah Galian = jumlah Timbunan, - Perhitungan kelandaian yg akan berpengaruh pd besarnya Galian & Timbunan, Kecepatan Kendaraan (Truk, Bus, dll). Perencanaan Alinyemen Vertikal sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan al : - Besarnya biaya pembangunan yg tersedia - Kondisi Tanah Dasar - Keadaan Medan - Fungsi Jalan - Muka Air Banjir - Muka Air Tanah - Kelandaian yg masih memungkinkan Alinyemen Vertikal sebaiknya mengikuti Muka Tanah Asli, akan mengurangi pekerjaan tanah. Jika tidak banyak mempunyai Tikungan.

Pada Perencanaan Alinyemen Vertikal akan ditemui : - Kelandaian Positif/Tanjakan, - Kelandaian Negatif/Turunan, sehingga kombinasinya disebut LENGKUNG VERTIKAL, ( berupa : Lengkung Cembung & Lengkung Cekung ).

KELANDAIAN,
Untuk merencanakan Lengkung Vertikal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Karakteristik Kendaraan pada Kelandaian.


- Hampir seluruh kendaraan penumpang dpt berjalan baik dgn Kelandaian 7 8 % tanpa ada perbedaan dibandingkan pd bagian Datar. - Untuk Mobil penumpang pd Kelandaian 3 % hanya sedikit sekali pengaruhnya dibandingkan dgn jalan Datar, sedangkan Truck, Kelandaian akan lebih besar pengaruhnya.

2. Kelandaian Maksimum - Ditentukan untuk berbagai Variasi Kecepatan Rencana. - Didasarkan pd Kecepatan Truk bermuatan Penuh mampu bergerak dgn Kecepatan tdk kurang dr separuh kecepatan semula tanpa hrs menggunakan gigi rendah. Kelandaian Maksimu yg diizinkan : Vr (Km/Jam) 120 110 100 Kelandaian 3 3 4 Maks ( % )

80 5

60 8

50 9

40 10

< 40 10

3. Panjang Kritis suatu Kelandaian - Diperlukan sbg batasan panjang kelandaian maks agar pengurangan kecepatan kendaraan tidak lebih dari separuh Vr. - Lama Perjalanan pd Panjang Kritis tidak lebih dari satu menit. Panjang Kritis ( m ) : Kecepatan pd awal tanjakan (Km/Jam) 4 80 630 60 320

5 460 210

Kelandaian ( % ) 6 7 8 360 270 230 160 120 110

9 230 90

10 200 80

LENGKUNG VERTIKAL
Direncanakan untuk merubah secara bertahap perubahan dari dua macam kelandaian arah memanjang jalan pada setiap titik yang diperlukan, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi goncangan akibat perubahan kelandaian dan menyediakan jarak pandang henti yg cukup, untuk keamanan, kenyamanan dan Drainase. Terdiri dari dua jenis Lengkung, yaitu :
l x y

o Lengkung Cembung o Lengkung Cekung PPV = Pusat Perpotongan Vertikal Ev

PLV = Peralihan Lengkung Vertikal


g1 PTV=Peralihan Tangen Vert. g2

Bentuk-bentuk dari Lengkung Vertikal :

Persamaan Lengkung Vertikal ( Cembung & Cekung ) :


X = g1 . Lv / A Y = L . g1 / 2A = A . X / 2 L = A . X / 200 L
- ( Jika A dinyatakan dalam % ) - Y dihitung dari Garis Tangennya. Jika :

X = L/2 , Y = Ev = A . L / 800
Ev = + ( Lengkung Vertikal Cembung )

Ev = - ( Lengkung Vertikal Cekung )


PAHAMI PD CONTOH SOAL

CONTOH SOAL
Sta. 0+175 x1 x3 Sta. 0+250 Sta. 0+325

PLV
Sta. 0+150

g1
Sta. 0+200 PPV PTV g2

Sta. 0+285
X2 = Lv /2 X4 = Lv /2

Sta. 0+350

Diketahui : PPV = Pusat Perpotongan Vertikal = Sta. 0+250 ; Elevasinya = + 100 meter g1 = Kelandaian Garis Vertikal ( 1 ) = - 8 % g2 = Kelandaian Garis Vertikal ( 2 ) = - 2 % Lv = Panjang Proyeksi Garis Lengkung Vertikal = 150 meter

Ditanya : 1. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+150 (sebelum titik PLV) 2. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+175 (pada titik PLV) 3. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+200 (setelah titik PLV) 4. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+250 (pada titik PPV) 5. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+285 (sebelum titik PTV) 6. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+325 (pada titik PTV) 7. Berapa Tinggi Rencana Sumbu Jalan Sta. 0+350 (setelah titik PTV)

A = ( g1 g2 ) = {( - 8 % ) ( - 2 % )} = - 6 %
Y = A . X / 200 Lv ; Jika A dinyatakan dalam % = - 6 . X / 200 . 150 Y = - X / 5000

1. STA. 0+150 (Terltk pd bgn lurus 8 %, berjarak 110 m sblh kiri PPV) : Elevasi Rencana Sumbu jalan = {Elevasi PPV + 8 % ( 250 150 )} = ( + 100 + 8 % . 100 ) = + 108,00 m. 2. STA. 0+175 (Terltk pd Ttk PPV, berjarak 85 m sblh kiri PPV) : Elevasi Rencana Sumbu jalan = {Elevasi PPV + 8 % ( 250 175 )} = ( + 100 + 8 % . 75 ) = + 106,0 0 m. 3. STA. 0+200 (Terltk Stlh Titik PLV & terletak pd Lingkung Vertikal) : Elevasi Sumbu jalan = {Elevasi PPV + 8 % ( 250 200 )} = ( + 100 + 8 % . 50 ) = + 104,00 m. Elevasi Rencana Sumbu Jalan = ( utk X1 = 15 m dr ttk PLV ) : Y1 = ( 15 / 5000 ) = 0,045 m. = + 104,9 + 0,045 = + 104,445 m. 4. STA. 0+250 (Terletak pd Titik PPV) : X2 = Lv / 2 = 75 m ; Y2 = 75 / 5000 = 1,125 m Elevasi Rencana Sumbu Jalan = + 100 + 1,125 = + 101,125 m ; Atau Ev = A Lv / 800 = - 6 . 150 / 800 = 1,125 m Elevasi Rencana Sumbu Jalan = + 100 + 1,125 = + 101,125 m.

5. STA. 0+285 (Terltk pd sblh kanan PPV atau sebelum Titik PLV & terletak pd Lingkung Vertikal) : Elevasi bagian tangen = {Elevasi PPV - 2 % ( 325 285 )} = ( + 100 - 2 % . 40 ) = + 99,20 m. Elevasi Rencana Sumbu Jalan = ( utk X3 = 40 m dr ttk PLV ) : Y1 = ( 40 / 5000 ) = 0,32 m. = + 99,20 + 0,32 = + 99,52 m. 6. STA. 0+325 (Terletak pada Titik PLV & pd kelandaian 2 %) : Elevasi Rencana Sumbu Jalan = Elevasi Ttk PPV 2 % (325 250) = + 100 2 % . 75 = + 98,50 m. 7. STA. 0+350 (Terletak pd kelandaian 2 % sebelah kanan PLV) : Elevasi Rencana Sumbu Jalan = Elevasi PPV 2 % (350 250) = + 100 2 % . 100 = + 100 - 2 = + 98 m.

LENGKUNG VERTIKAL CEMBUNG


Ketentuan tinggi menurut BINA MARGA (1997) untuk Lengkung Cembung berdasarkan Jenis Jarak Pandang :
Jarak Pandang Henti ( Jh ) Mendahului ( Jd ) h1 (m) Tinggi mata 1,05 1,05 h2 (m) Tinggi Objek 0,15 1,05

1.

Panjang L , berdasarkan Jh : Jh < L , maka : L = ( A . Jh ) / 399 Jh > L , maka : L = 2 Jh - ( 399 / A ) Panjang L , berdasarkan Jd : Jd < L , maka : L = ( A . Jd ) / 840 Jd > L , maka : L = 2 Jd - ( 840 / A )

2.

Untuk Jh < L
h1 Jh L h2

Untuk Jh > L

h1

h2

L/2 L
Jh

LENGKUNG VERTIKAL CEKUNG


Ada 4 (empat) Kriteria sbg pertimbangan yg dpt digunakan untuk menentukan Panjang Lengkung Vertikal Cekung ( L ) : - Jarak sinar lampu besar dari kendaraan - Kenyamanan Pengemudi - Ketentuan Drainase - Penampilan secara umum. Tinggi lampu besar kendaraan = 0,60 m ( 2 ) & sudut bias = 1 , maka diperoleh hubungan praktis : Jh < L , Jh > L , maka : L = ( A . Jh ) / ( 120 + 3,5 Jh ) maka : L = 2 Jh - ( 120 + 3,5 Jh ) / A

Untuk Jh < L ,

Jh 1
60 cm

Untuk Jh > L ,

Jh

1
60 cm L

RANGKUMAN
Perencanaan Alinyemen Vertikal selalu dgn mempertimbangkan : - Kondisi Lapisan Tanah Dasar - Fungsi Jalan - Tinggi Muka Air Banjir - Kelandaian - Tinggi Muka Air Tanah - Keadaan Medan Landai Minimum = 0,3 0,5 % pd jalan-jalan di daerah Galian, & dapat Datar pada jalan di daerah Timbunan.

Kelandaian Maximum & Panjang Kritis suatu jalan dipengaruhi oleh Kecepatan & Keadaan Medan.
Landai Pendakian adalah Lajur Khusus utk Kendaraan Berat, yg dibuatkan pd jalan berlandai cukup tinggi & Panjang. Lengkung Vertikal merupakan tempat peralihan dari 2 kelandaian yg berbentuk Lengkung Parabola Sederhana.

Pemilihan Panjang Lengkung Vertikal Cembung haruslah merupakan panjang terpanjang yg dibutuhkan setelah mempertimbangkan : - Jarak Pandangan - Persyaratan Drainase - Bentuk Visual Lengkung. Pemilihan Panjang Lengkung Vertikal Cekung haruslah merupakan panjang terpanjang yg dibutuhkan setelah mempertimbangkan : - Jarak Penyinaran Lampu depan kendaraan di malam hari - Keluwesan Bentuk - Kenyamanan Pengemudi.