Anda di halaman 1dari 31

Tugas REkayasa Pondasi I

1. PENDAHULUAN
A. Dasar Teori Tentang Dinding Penahan Tanah
Dinding penahan tanah adalah suatu bangunan yang dibangun untuk
mencegah keruntuhan tanah curam atau lereng yang dibangun ditempat
dimana kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng itu sendiri dan
dipengaruhi oleh kondisi gambaran fotografi tempat itu.
Dinding penahan tanah merupakan struktur yang umumnya digunakan
dalam banyak kontruksi bangunaan. Jenis-jenis dinding penahan tanah yang
umum digunakan dapat dikelompokkkan kedakan empat kelompok, yaitu :
a. Dinding penahan tanah Grivitasi ( gravity retaining Walls)
b. Dinding penahan tanah semi gravitasi ( semi gravity retaining walls )
c. Dinding penahan yang kontitener ( contibrer retaining walls )
d. Dinding penahan tanah cuontfort ( counterfort retaining walls )
1. a. Dinding Penahan Tanah Gravitasi
Dinding penahan tanah gravitasi tersebut dari beton biasa atau
pasangan batu. Didinding ini mengandalkan beratnya sendiri dan
tanah yang berada pada pasangan batu unruk ketahanan terhadap
tekanan tanah.
Bentuknya sederhana dan pelaksanannya mudah. Jenis dinding ini
sering di gunakan bila dibutuhkan kotruksi panahan yang tidak
terlalu tinggi.
2.b. Dinding Penahan Tanah Semi Grafitasi
Fakultas Teknik Untan
Beton/pasangan batu
Tugas REkayasa Pondasi I
Sifat dinding grafitasi antara lain :
a. Digunakan sejumlah kecil baja tulangan untuk pembangunan
didnding panahan grafitasi ini, yang akan mengurangi ukuran
penampang dinding.
b. Mendapatkan kemantapan denagn dindingnya sendiri, tetapi dalam
jenis ini batangan tulangan disusun karena adanya tengangan tarik
pada bahan didinding.
3.c. Dinding Penahan Tanah Kontilever
Dinding panahan terdiri dari kontilever terbuat dari beton
bertulang yang terdiri atas pondasi tipis dan subuh pelat dasar. Jenis
dinding ini ekonomis bila digunakan untuk tembok yang tingginy
alebih dari delapan meter.
4.d. Dinding Penahan Tanah Counterfort
Fakultas Teknik Untan
Rein for cemen
Rein for cemen
Tugas REkayasa Pondasi I
Dinding jenis ini sam dengan panahan kontilever, akan tetapi
pada jarak tertentu diberi pelat beton vertikal yang tipis. Dinding ini
berfungsi untuk mengurangi geser momen yang terjadi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan dinding panahan
tanah adalah sebagai berikut:
1. Beban yang akan didukung oleh dinding panahan terdiri
dari;
a. Berat sendiri dinding panahan serta berat tanah pada
bagian atas plat lantai.
b. Tekanan tanah, baik tekanan tanah aktif maupun pasif
yaitu tekanan tanah yang dalam keadaan batas dimana tanah
isian dibagian belakang akan mulai runtuh mengelincir karena
berat sendiri.
c. Beban pembebanan
Bila permukaan tanah dibelakng dinding digunakan untuk
jalan raya, maka pembebanan harus dimaukkan dalam
perhitungan.
d. Beban-beban lain
Seperti daya apung dan tekanan yang hatus dimasukkan daalm
perhitungan.
Fakultas Teknik Untan
Counterfort
Tugas REkayasa Pondasi I
2. Stabilitas Dinding Penahan
Untuk memeriksa stanilitas dinding penahan dilakukan dengan
perhitungan terhadap :
a. Stabilitas terhadap guling ( over turning )
b. Stabilitas terhadap geser ( sliding )
c. Stabilitas terhadap daya dukung ( Bearing capasity )
d. Stabilitas seluruh sistem termasuk penanggulangan atau
pengisian pada bagian belakang dan tanah pondasi sebagai satu
kesatuan.
Dalam melaksanakan perencanan dinding penahan tanah :
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Memperkirakan ukuran / dimensi dari pada dinding penahan tanah.
2. Mencari besarnya tanah, baik secaar analisis, maupun grafis sesuai
dengan tiope dinding panahan tanah yaitu colume atau renkine.
3. Lebar dasar dinding panahan tanah harus cukup memobilisasi daya
dukung tanahnya dimana tekanan yang terjadi bekerja akibat
konstruksi dan gaya lain tidak melebihi daya dukung yang diizinkan.
4. Perhitungan kekuatan struktur dari kontruksi dinding panahan tanah.
Dilakukan pemeriksaan terhadap tegangan geser dan tekanan dari
struktur dinding panahan tanah.
5. Dinding panahan tanah harus aman terhadap stabilitas guling
( sliding )
6. Dinding penahan tanah harus aman terhadap stabilitas geser
( sliding )
7. Menetukan lokasi penempatan dinding penahan tersebut :
Dinding penahan harus terletak pada suatu daerah dimana stabilitas
dari kemiringan lerengnya memenuhi nilai faktor keamanan ( faktor of
safety ) or. Fs tertentu, yaitu :
- Fs > 1,5 untuk pelebaran tetap
- Fs > 1,3 untuk pembebanan sementara
Teori Perencanaan Stabilitas dan Kekuatan
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
Struktur Dinding Penahan Tanah
a. Teori Rankine
Gambar di samping
menunjukkan gaya-
gaya yang bekerja
pada dinding
penahan kontilever
Bedasarkan
gambar :
Pr = Pa sin
0
Pr = Pa cos
0
Keterangan :
Pp : tekanan tanah pasif
Pa : tekanan tanah aktif
Jadi, W
total
termasuk berat tanah diatas tumit (toe) dan (heel) dari dinding
penahan tanah :
b. Teori Coulomb
Mencari titik tangkap resultan gaya.
Pada tahap pekerjaan ini. Pp dianggap = 0
Rv . x = w . x
1
+ Pv . x
2
+ Ph . z

x =
Pv w
z . Ph x . Pv x . w
2 1
+
+ +
=
V
M
Fakultas Teknik Untan
Pp
W3
W4
W2
W1
Ph
Z
Ph
Pv
Pa
W
R
a
Pv
W
Pp
b/2 b/2
No X1 X2
Tugas REkayasa Pondasi I
Dimana : M = Jumlah momen
V = Total gaya vertikal
Gaya Rv (V) bekerja dasar
Diagran tegangan yang mungkin adalah :
Keterangan :
Gambar a : Menunjjukkan rasultan gaya R pada titik berjamak e < b/g
menimbulkan teganagn V pada kedua ujung dasar dinding.
Gambar b : Menunjukkan gaya R bekerja paad titik berjarak e = b/G masih
menimbulkan diagram tegangan tekan : F
1
=
b
2Rv
; F
2
= 0
Apabila e > b/g, maka tegangan titik terhadap di B, kita ketahui tanah pada
umumunya hanya tahap bertahap terhadap tekan, maka tegangan akan
didistribusikan kembali sepanjang 3 bi, dimana bi adaalh dari jark titik
bekerjanya R ketikan ujung C.
Fakultas Teknik Untan
C B
b/3 b/3 b/3
f
1
f
2
b/3 b/3 b/3
f
1
f
2
b
Rv
f
2

Gb. a
Gb. b
Tugas REkayasa Pondasi I
Lihat gambar C
F
1
=
1
3b
2Rv
; dimana b
1
b/2 e, maka F
1
=
e) - 3(b/2
2Rv
Tegangan pada ujung-ujung dasar dinding panahan tanah diberikan sebagai
berikut :
F
1
=
b
Rv
(1+be/b) F
1
=
b
Rv
(1-be/b)
Keterangan : b = lebar dasar
E = eksentrisitas / jarak dari tengah-tengan dasar keempat gaya
bekerja
e = b/2 - x
Pemeriksaan Terhadap Stabilitas Guling (over turning stability)
Disini tekanan tanah pasif (Pp) dianggap = O < Pp = O>
Ambil M pada ujung tumit (toe) dinding = MR
Dimana Fs (cover turing) =
kan mengguling akan yang Momen
menahan akan yang Momen


Fs (over turning) =
Mo
MR
> 1,5 ~ 2
Kontrol Terhadap Stabilitas Geser / Gelincir (sliding stability)
Fs (sliding ) =
cos Pa
Pp C . k . b ) (k tan v
2 2 2 1
+ +
> 1,5
Diman : k
1
= k
2
= 2/3
Pp = 1/2 . Kp. J
2
. D
2
+ 2. C
2
. D. Kp
- Kontrol terhadap daya dukung (bearing capacity)
Fs (bearing capacity) =
max
q
qv
> 3,0
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
Dimana : q
max/min
=
B
V
(1 t be/B)
q
v
= c
2
. N
c
. F
cd
. Fa + q . N
q
. F
qd
. F
qi
+ .
2
. N

. F
d
. F
I
. B
- Rumus-rumus yang berkaitan dengan q di atas
(q
ult
dan q
max
) :
e = B/2 -
V
Mo MR
q = 2 . D
B = B 2e
F
cd
= 1 + 0,4 D/B
F
qd
= 1 + 2 tan
2
(1 sin
2
)
2
D/B
F
d
= 1
F
ci
= F
qi
= (1 w/90
0
)
2
; dimana w = tan
-1

V
) cos (Pa
- N
c
, N
q
, N

merupakan faktor-faktor daya dukung yang


tergantung pada besar
2
- Harga N
c
, N
q
, N

dapat diisi (dicari) menggunakan tabel 3.2


Pemeriksaan Terhadap Kekuatan Konstruktur
Untuk menghitung kekuatan struktur maka perlu diperiksa terhadap
beberapa potongan, misalnya pada potonga 1-1
Pa = . . H
2
. ka
Fakultas Teknik Untan
B
W
I I
H
Pv
Ph
Pa
h
Tugas REkayasa Pondasi I
Keterangan : w = Konstruksi (kg) diatas potongan 1-1 pada satuan
panjang
Im = 100 Cm
B = Lebar dinding pada potongan 1-1
Pemeriksaan terhadap tegangan Geser dan Tekan
- Tegangan Geser
z
100b
Ph
<
- Tegangan Tekan
I
y . M
A
P
+ dimana =
w
m
I
y . M

M = R . e
W =
b
bH
2
sehingga ;
2
H g
Re g
w
m

tekan
t
2 tekan
b
Re . g
b
V

B.1. Teori tekanan tanah Lateral


Tekanan tanah lateral sebuah plameter perencanaan (design
parameter) yang paling penting didaalm sejumlah persoalan teknik
pondasi.
Tekanan tanah dalam istilah yang sangat luas adalah tekanan atau gaya
resultan yang dihasilkan oleh tanah terhadap struktur atau yang bekerja
dekat permukaan atau oleh suatu massa tanah.
Tekanan Tanah Diam (kg)
Apabila tembok pada gambar 2.1 tidak diperkenankan untuk bergerak
baik masuk maupun keluar massa tanah ; (regangan horizontal = 0)
daapt kita lihat tekanan tanah dalam keadaan diam (at rest) tekanan
lateral pada keadaan-keadaan adalah :
Dimana ;
h
= k
o
.
v
+ u
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
Dimaan ; k
o
= Koef. Tekanan tanah diam
u = Tekanan air pori
Gambar. Tekanan tanah diam
Perbandingan tekanan arah horizontal dan vertikal dinamakan koefensi
tekanan n tanah diam. k
o
:
k
0
=
v
h

k
0
=

h
v
h

Penentuan k
0
di lapangan dengan mengukur
h
hampir tidak mungkin
dilakukan, karena selamanya akan hilang apabila lubang digali
sepanjang elemen tersebut.
Dalam banyak kasus k
0
< 1, tetapi biasanya sebagai berikut
Ko<1 ; Untuk tanah berkonsilidasi normal
Ko>1 : untuk tanah berkonsolidasi berlebihan (arc > 3)
Beberapa pendekatan yang pernah dilakukan untuk mengetahui nilai k
0
,
seperti
1. Jaki (1948) dan Brooker & Ireland (1965)
k
0
=1 - sin
Dimana, untuk tanah kohesif dan nonkohesif yang berkonsilidasi
secara normal, juga pada tanah berbutir M =1
k
0
= 1-sin
Keterangan : = sudut geser efektif
Fakultas Teknik Untan
v
h

Z
P1
P0
Z
Ph
Co C

Tugas REkayasa Pondasi I


Untuk tanah lempung yang terkonsolidasi berlebihan (arc > 2)
m = 0,95, sehingga k
0
= 0.95 - sin
2. Brooker dan Ireland (1965)
Hubungan antara k
0
dan Ip untuk lempung normally consolidation :
k
0
= 0,40 + 0,007 (Ip) = 0,0 sampai dengan 40
k
0
= 0,64 + 0.001 (ip) untuk Ip= 40 sampai dengan 80
3. Alpon (1967)
Hubungan antara Ko dan Ip untuk lempung normaly
Consolidation :
k
0
= 0,19+ 0,223 log (Ip)
4. Sherf dan ishigasi (1981)
Hubungan antara k
0
dan ll dengan menggunakan faktor dan
k
0
= + (OCR 1)
= 0,54 + 0,0044 (ll 20)
= 1,0 untuk ll > 10%
5. Sherif, Fang dan Sherif (1981)
Menggunakan suatu rumusan dalam memperkirakan k
0
k
0
= (1 sin ) = 1
]
1

,
_

1
min d
d

(3,5)
Keterangan:
d

= beret isi pasir



d

min
= berat isi pasir minuman
2. TEKANAN
a. Tekanan Tanah Aktif
Teori tekanan tanah literal, rankine, ikemukakan pertama kali hanya
diterapkan pada tanah nan kohesif yang seragam, dengan asumsi sebagai
beriktut :
1. Massa tanah adalah semi tak terbatas, homogen
kering, dan non kohesif
Fakultas Teknik Untan F

h =
ko
o

h -

p

o

Tugas REkayasa Pondasi I
2. Permukaan tanah adalah sebuah dinding yang
berbentuk datar ataupun berinklinasi
3. Belakang tembok adalah tegas dan lurus, dengan
kata lain dimana tidak terjadi tegangan geser antara tembok dan tanah
serta hubungan tegangan setiap elemen yang berdekatan denagn tembok
adalah sama dengan yang jauh dari tembok.
Tekanan / tegangan aktif yang terjadi adalah :
kp 2c ka .
r a
+
ka = tan
2
(45
0
- /2)
Fakultas Teknik Untan
X
Tembok
menjauhi gedung
(X)
Tekanan pada Z
berapapun akan
menurun
45
0
+/2 45
0
+/2

0
'

Z
Shear Stres
a
b
c

c
Normal
Stress S

S = C + tan
-
=
H
o. ko
2c.

h =
ko
o

h -

p

o

Tugas REkayasa Pondasi I
Distribusi tekanan tersebut mwnunjukkan bahwa z = 0, tekanan aktif adalah
Ta = -2c ka , hal ini menunjukkan sebagai tekanan tarik. Tekanan tarik
menurun terhadap kedalam dan menjadi nol pada z = zc atau zc =
ka
zc
;
sehingga besarnya gaya aktif persatuan panjang tembok adalah :
Ra =
( ) ka 2c H ka .
ka
2c
H
1
]
1

b. Tekanan Tanah Pasif


Gambar dibawah menunjukkan sebuah tembok vertikal tanpa gerakan
dengan urugan horizontal, pada kedalaman z, tegangan vertikal pada elemen
tanah
v
=
z
, sebenarnya apabila tembok tidak bergerak sama sekali,
tekanan lateral pada kedalaman z adalah
h
= k
0
-
v
Fakultas Teknik Untan
45
0
+/2

Z
Shear Stres
a
b
c

h =
ko
o

Normal
Stress
S = C + tan

h -

p

o

k
Tugas REkayasa Pondasi I
Apabila tembok tersebut terdorong 4x, maka vertikal pada kedalaman akan
tetap sama tetapi tegangan horozontal meningkat, apabila tembok brgerak
lebih jauh lagi kedalaman, tagangan pada kedalaman akan mencaapi batas
yang ditunjukkan oleh lingkaran Mohr. Kondisi ini akan mencaapi
keruntuhan Mohr Coulomb, sehingga akan menyebabkan tanah dibelakang
tembok akan runtuh akibat terdorong ketas. Tegangan horizontal pada titik
ini dinyatakan sebagai tegangan Rankine, atau
h
=
0
, dimana :

p
=
v
. kp + 2c kp
kp = tan
2

[ ]
2
45
0

+
Sehingga besarnya resultan pasif persatuan panjang tembok adalah :
kp = . kp . H
2
+ 2c . H . kp
Tekanan Tanah Akibat Beban Luar
Pada beberapa kasus, teori elastisitas digunakan untuk menentukan
tekanan tanah lateral pada tembok panahan yang disebabkan sebaagi jenis
beban luar, seperti beban titik, bebab gratis dan beban luasan (strip)
Penurunan (Settlement)
Fakultas Teknik Untan
a. tekanan lateral akibat beban titik b. tekanan lateral akibat beban grafis
B
1
R
X=m-h
Z=n-h
H Z=b-h
H
Q

H
Z

X
P
a/Z
Tugas REkayasa Pondasi I
Suatu koordinasi tanah yang mengalami penampatan akibat adanya
suatu pembebanan diebut penurunan segera.
Penurunan terbagi dua yaitu :
- Penurunan segara
- Penurunan Konsolidasi (primer dan sekunder)
Dinding dengan dasr pada tanah-tanah butiran halus banyak penurunan, yang
diharapkan terjadi setelah selesainya kontruksi dinding dan urugan balik.
Dinding pada tanah kohesif dimana teori konsilidasi dipakai akan berfungsi
(to settle) selama beberapa waktu setelah kontruksi selesai.
Gaya resultan harus dipegang dekat tengah-tengah dasar untuk tanah ini,
agar dapat mempertahankan penurunan yang seragam secara relatif dan
mengurangu gulingan. Intensitas tekanan tanah pada tapat-tapt lebih besar
pada ekentrisitas resultan L/G dibandingkan bila eksentrisitasnya nol.
Kegagalan-Kegagalan Penurunan
a. Sudut penampang simpang vertikal yang berlebihan yang disebabkan
oleh tekanan tapak yang tinggi.
b. Penurunan berlebihan dan sudut pandang vertikal yang disebabkan
oleh urugan balik.
Bila telapak sampai di atas batuan, maka ada dua hal yang harus
dipertimbangkan, pertama, harus terdapat rotasi dasar dan dinding yang
cukup agar tekanan aktif dapat berkembang. Hal ini dapat dicapai denagn
Fakultas Teknik Untan
a. Penurunan tapak yang berlebihan
b. strara bahan termampatkan yang
mendasarai seperti lempung/gambut
Irugan balik
W
Tugas REkayasa Pondasi I
menempatkan sebuah bantalan (pad) dibawah dasar yang besarnya 150 s/d
300 mm, atau dengan mengkronstruksi badan denagn fleksibelitas yang
cukup agar dapat menahan tekanan darah. Kedua, untuk menghindari
tekanan-tekanan yang tapak tang tinggi, yang dapat memisahkan tapak dari
sisa bagian yang lain. Hal ini dapat dihindari denganj membut tapak menjadi
beberapa bagian agar resultan jatuh di dekat pusat.
Penurunan diferensial dapat menimbulkan sebuah masalah dalam arah
longitudinal jika dinding tersebut panjang, walupun ada usaha untuk
menjebatani deposit bahan yang jelek (poor material ) setempat. Tetapi jika
kualitas dukung bahan tersebut berbeda dengan suatu jarak yang besar, hal
ini harus diperhitungkan kalau tidak dinding dapat retak dalam arah vertikal.
Tanah tersebut, boleh diganti, dimempukan atau distabilkan, atau tekanan
dukung tanah dapat dikurangi dalam menambahkan lebar tepak. Bila
penurunan yang dihitung, elastis maupun konsolidasi, terlalu besar maka
pondasi tiang pancang.
Jaring Aliran
Persamaan Laplace =
2
2
2
2
2z
h
2x
h
+ = 0, dalam tanah isotropis
menggambarkan dua kurva ortogonal yaitu : garis aliran dan garis
ekopotensial, garis aliran ialah garis sepanjang aliran air yang mengalir dari
hulu ke hilir melalui tanah yang tembus air, sedangakn gaaris ekipotensial
ialah garis yang mempunyai tinggi yang sama sepanjang garis tersebut.
Gabungan / kombinasi, jumlah gari-garis aliran ekipotensial disebut jaring-
jaring aliran (flow nets).
Jaringan-jaringan aliran dapat digunakan untuk menentukan tekanan
air ke atas (uplift pressure) di bawah konstruksi bangunan air.
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
2. PERHITUNGAN DAN PERANCANGAN
Fakultas Teknik Untan
Dik :
= 14,9 kN/m
3

1
= 28
0
C
1
= 0 kN/m
2

1sat
= 18,1 kN/m
3

2sat
= 19,5 kN/m
3

2
= 12
0
C
2
= 21 kN/m
2

tembok
= 23,58 kN/m
3
e
o
= 0,80
C
c
= 0,25
C
v
= 4,8 x 10
-6
cm
2
/det
K = 2,1 x 10
-3
cm
2
/det
1 m
1,1 m
1,2 m 1,2 m 0,6 m 0,6 m 0,85 m
0,85 m
1,8 m
3,5 m
2,05 m
1,45 m
= 18
0

2sat,

2,
C
2

1sat,

1,
C
1
Tugas REkayasa Pondasi I
Untuk

1
= 28
0
dan = 18
0
ka =

2 2
2 2
cos - cos cos
cos - cos - cos
+
. cos
=
28 cos 18 cos 18 cos
28 cos 18 cos 18 cos
2 2
2
-
- -

. cos 18
= 0,208
Akibat massa tanah
z = 0
v
= 0 ;
h
= 0
z = 1,45
v
=
1
. z = 14,9 . (1,45 )= 21,605 kN/m
2

h
= ka.
v
= 0,208. (21,605) = 4,494 kN/m
2
z = 4,35
v

=
v
+ ((
1 sat
-
w
) . h
w2
)
= 21,605 + ((18,1 1).4,35 = 57,6665 kN/m
2

h
= ka .
v

= 0,208 (57,6665) = 11,995 kN/m


2
Akibat massa air

h
= h .
w

= 4,35 (1) = 4,35 kN/m


2
Gaya aktif rangkin persatuan panjang tembok
No h . q (m
2
) P = luas (kN/m
2
)
1. . 1,45 . (4,494) 3,258
2. 4,35 . (4,494) 19,549
3. . 4,35. (7,501) 16,315
4. . 4,35 .(4,35) 9,461
Pa = 48,583
Fakultas Teknik Untan
P1
P2
P3 P4
1,45 m
4,35 m
4,494 7,501 42,674
Tugas REkayasa Pondasi I
Pav = Pa sin = 48,583 sin 18 = 15,013 kN/m
Pah = Pa cos = 48,583 cos 18 = 46,205 kN/m
Sehingga besarnya lokasi resultan aktif :
Pa . za = P
1
(h1(1/3) + h2) + P
2
(h2/2) + P
3
(h2/3) + P
4
(h2/3)
= 3,258((1,45/3) + 2,05) + 19,549(2,05/2) + 16,315(2,05/3) +
9,461 (2,05/3)
48,583 za = 8,254 + 20,038 + 11,149 + 6,465
za = 0,944 m
Untuk tanah pasif
kp = tan
2
(45 +
2
/2)
= tan
2
(45 + 12/2) = 1,525
Gaya pasif persatuan panjang tembok adalah
Pp = P
1
+ P
2
+ P
3
= (
sat
-
w
) . D
2
. kp + 2c
2
. D . kp + (
w
. h
2
2
)
= (19,5 1) (1,1)
2
. 1,525 + 2 . 21 . 1,1 . 1,525 + (1 .2,1)
= 76,294 kN/m
Sehingga besarnya lokasi resultan pasif :
Pp . zp = P
1
(1/3) . D + P
2
(1/2) . D + P
3
(1/3) h
2
76,294. zp = 8,940 (1/3) . 1,1 + 57,053 (1/2) . 1,1 + 10,301 (1/3) . 2,05
zp = 0,547 m
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
A.1. Stabilitas terhadap overturning
Penentuan Momen Penahan
Bag
Luas (m
2
)
(1)
Berat (kN/m
2
)
(2)
Lengan(m)
(3)
Momen(kN.m
2
)
(2) x (3)
1 3,5 (0,85) = 2,975
tbk (2,975)
= 70,15 2,225 156,084
2 (0,6) 3,5 = 1,05
tbk (1,05)
= 24,76 1,600 39,616
3 (0,6) 3,5 = 1,05
tbk (1,05)
= 24,76 2,625 64,995
4 4,45 (0,85) = 3,783
tbk (3,783)
= 89,20 2,225 198,47
5 (0,351) 2,05 = 0,36
(0,36)
= 6,52 2,859 18,641
6 1,2 (2,05) = 2,46
(2,46)
= 44,53 3,459 154,029
7 0,351 (1,45) = 0,509
(0,509)
= 9,21 2,859 26,331
8 1,2 (1,45) = 1,74
(1,74)
= 31,49 3,459 108,924
9 (1,8) tan 18
0
. 1,8 = 0,526
(0,526)
= 9,52 2,615 24,895
10 (0,249) 1,45 = 0,181
(0,181)
= 3,28 2,391 7,842
Pav = 15,013 4,45 50,485
v = 324,765 MR 850,312
M
a
= za . Pah = 0,944 . 46,583 = 43,974 kN.m
M
p
= zp . Pp = 0,547 . 76,294 = 41,733 kN.m
Fakultas Teknik Untan
1 m
1,1 m
1,2 m 1,2 m 0,6 m 0,6 m 0,85 m
0,85 m
2,05 m
1,45 m
= 18
0
2 1 3
4
10
8 7
5 6
9
Tugas REkayasa Pondasi I
Fk (over turning) =
Mp Ma
MR

=
733 , 41 974 , 43
312 , 850

= 9,921 > 1,5 (aman)


A.2. Stabilitas terhadap sliding
Fk (sliding) =
h Pa
Pp c . k B ) . (k tan v
2 2 2 i

=
34,915
294 , 76 21) . (2/3 45 , 4 12) . (2/3 tan 324,765
= 5,277 > 1,5 (aman)
A.3. Stabilitas terhadap bearing capacity
M
nett
= MR + Mp - Ma
= 850,312 + 41,733 43,974
= 859,469 kN.m
x =
V
M
nett
=
469 , 324
469 , 859
= 2,646
e = B/2 x 4,45/2 2,646 = 0,421
e = 0,421 < B/6 = 4,45/6 = 0,742 (aman)

,
_

t
B
e . 6
1
B
V
min
q
max
=

,
_

t
45 , 4
) 421 , 0 .( 6
1
45 , 4
469 , 324
q
max
= 114,303 kN/m
q
min
= 31,525 kN/m
Faktor daya dukung
2
= 12
0
(lihat table)
Nc = 9,28
Nq = 2,97
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
N = 1,69
q = D .
2
= (1,1) ( 19,5 9,81) = 10,659 kN/m
B = B 2e
= 4,45 2 (0,421) = 3,608 m
Faktor kedalaman
Fcd = 1 + 0,4 (D/B)
= 1 + 0,4 (1,1/3,608) = 1,122
fqd = 1 + 2 tan
2
(1 sin
2
)
2
. (D/B)
= 1 + 2 tan 24 (1 sin 24)
2
. (1,1/3,608) = 1,096
fd = 1,096
Faktor inklinasi
Fct = fqt = (1 w/90)
2

2
= tan
-1

,
_

V
cos Pa
= tan
-1

,
_

V
Pah
= tan
-1

,
_

324,469
34,915
= 6,142
0
fc = fqi =
2
0
90
1

,
_

=
2
90
142 , 6
1

,
_

= 0,868
f
1
=
2
2
1

,
_

Fakultas Teknik Untan


Tugas REkayasa Pondasi I
=
2
12
142 , 6
1

,
_

= 0,238
Persamaan daya dukung umum yang disarankan oleh Mayerhoff (1963)
q
ult
= C
2
.Nc.fci.fcd + q.Nq.fqi.fqd +
2
.B .N.f
1
.f
d
= (21).(9,28) .(0,868) .(1,122) + (10,659). (2,97). (0,868). (1,096) +
(19,5). (3,608). (1,69). (0,238). (1,096)
= 189,793 + 15,593 + 15,508
= 220,894 kN/m
Fk =
max
ult
q
q
=
303 , 114
894 , 220
= 1,933 < 2,5 (tidak aman)
Saran : perlu diperbesar atau diperdalam lagi dfnya dan dalam
pengerjaannya menggunakan cerucuk agar menjadi aman
B. Penurunan (Settlement)
Fakultas Teknik Untan
H=15m
Df=1,1m
q =

sat2
= 19,5 kN/m
3

2
= 12
0
C
2
= 21 kN/m
2
Cc = 0,25
eo = 0,80
K = 2,1 x 10
-3
cm/dt
Tugas REkayasa Pondasi I
Untuk perhitungan peningkatan tegangan vertikal bisa kita asumsikan bahwa
kenaikan tegangan disebabkan oleh beban lajur (lebar terbatas dengan
panjang tak terhingga)
o q =
2
q q
min max

=
2
525 , 31 303 , 114
= 72,914 kN/m
o Po = ( L + D) . (
2 sat
-
w
)
= ( .15 + 1,1) (19,5 9,81)
= 83,334 kN/m
2
x = 0 m
o z = L . 15 = 7,5 m
B = 4,45 m
Dari grafik variasi, nilai pengaruh p terhadap
B
x 2
dan
B
z 2
(Jurgenson,
1934) didapat (tabel)
B
z 2
=
4,45
) 5 , 7 ( 2
= 3,371
p/q = 0,4927
p/q = 0,4927 . q
p = 0,4927 . 72,914
= 35,924
Sehingga besarnya penurunan konsolidasi adalah
Sc =
Po
p Po
log
1 eo
H . Cc

=
83,334
924 , 35 334 , 3 8
log
1 80 , 0
15 . 0,25

= 2,083 log 1,431


= 0,324 meter
Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
C. Kontrol Terhadap Uplift
Nd = 3,5
Nf = 2,1
H= hw
1
hw
2

= 2,05 2,1 = 0,05
Fakultas Teknik Untan
1 m
1,1 m
1,2 m 1,2 m 0,6 m 0,6 m 0,85 m
0,85 m
2,05 m
1,45 m
= 18
0
2 1 3
4
10
8 7
5 6
9
a
b
c d
e
1
2
3
4
5

Tugas REkayasa Pondasi I
Kehilangan tinggi energi untuk tiap-tiap penurunan energi potensial adalah
014 , 0
5 , 3
05 , 0
Nd
H

he = (hw
1
1 (H/Nd)
w
= (2,05 1 (0,014) . 9,81 = 1,913 kN/m
2
hd = (hw
1
- 2 (H/Nd) .
w
= (2,05 2 (0,014) . 9,81 = 1,775 kN/m
2
hc = (hw
1
3 (H/Nd) .
w
= (2,05 3 (0,014) . 9,81 = 1,638 kN/m
2
hb = (hw
1
4 ((H/Nd) .
w
= (2,05 4 (0,014) . 9,81 = 1,501 kN/m
2
ha = (hw
2
5 (H/Nd) .
w
= (2,05 5 (0,014) . 9,81 = 1,363 kN/m
2
Tekanan keatas yang telah dihitung tersebut kemudian digambarkan seperti
gambar di bawah ini
Gaya angkat ke atas (uplift force) persatuan panjang yang diukur sepanjang
sumbu tembok dapat dihitung dengan menggunakan luas diagram tegangan
yang tergambar.
A
1
= (he-hd) (b/4) + (hd(b/4))
= (1,913 1,775) (4,45/4) + (1,775 (4,45/4)
= 2,051 kN/m
A
2
= (hd-hc) (b/4) + (hc(b/4))
= (1,775 1,638) (4,45/4) + (1,638 (4,45/4))
= 1,898 kN/m
Fakultas Teknik Untan
ha hb hc hd he
4 3
2 1
113 , 1
4
45 , 4


Tugas REkayasa Pondasi I
A
3
= (hc-hb) (b/4) + (hb(b/4))
= (1,638 1,501) (4,45/4) + (1,501 (4,45/4))
= 1,746 kN/m
A
4
= (hb-ha) (b/4) + (ha(b/4))
= (1,501 1,363) (4,45/4) + (1,363(4,45/4))
= 1,593 kN/m
Sehingga keamanan terhadap uplift force
Sf =
Atot
V
Atot = A
1
+ A
2
+ A
3
+ A
4
= 2,051 + 1,898 + 1,746 + 1,593
= 7,738 kN/m
Jadi, Sf =
738 , 7
324,765
= 41,970 > 4 (sangat aman)
D. Kontrol Terhadap Piping
Df
(1,1) = 0,55
a = 15 0,55 = 14,45
b = 14,45 0,55 = 13,9
c = 13,9 0,55 = 13,35
ha =
Nd
a Nd
(hw
1
hw
2
)
=
5 , 3
45 , 14 5 , 3
(2,05 2,1) = 0,156
Fakultas Teknik Untan
Df= 1,1 m

a b c
Tugas REkayasa Pondasi I
hb =
Nd
b Nd
(hw
1
hw
2
)
=
5 , 3
9 , 13 5 , 3
(2,05 2,1) = 0,149
hc =
Nd
c Nd
(hw
1
hw
2
)
=
5 , 3
35 , 13 5 , 3
(2,05 2,1) = 0,141
h
rata-rata
=
1
]
1

+
+
hb
2
hc ha
Df 1/2
Df 1/4
=
1
]
1

+
+
(0,149)
2
141 , 0 156 , 0
(2,1) 1/2
(2,1) 1/4
= 0,149 m
Sehingga keamanan terhadap piping :
w hr.
' . Df
S
2
fpi


1) 0,149.(9,8
(19,5) 2,1.

= 28,016 > 4 (aman)


Fakultas Teknik Untan
Tugas REkayasa Pondasi I
E. Over Stability
KONDISI 1
Dimana : w = b . h .
u =
w
. h
=
sat

w
Diketahui Pa = 36,712 kN/m
x = 2,5 m
R = 7,41 m
a =
R
x Pa .
=
41 , 7
) 5 , 2 )( 712 , 36 (
= 17,821 kN/m
Fs =
a w
cb u w
+
+
0
2
sin
cos tan


=
821 , 17 446 , 1
294 571 , 352 405 , 91
+
+
= 2,374 > 1,5 (OK)
Fakultas Teknik Untan
Slice
Panjang Tinggi

0
w w sin u C2 . b tan Cos
w tg
2 cos

B h
1 1,4 1,44 -58 9,69 19,535 -16,567 14,126 29,400 0,213 0,530 2,200
2 1,4 3,08 -41 9,69 41,783 -27,412 30,215 29,400 0,213 0,755 6,703
3 1,4 4,04 -28 9,69 54,807 -25,730 39,632 29,400 0,213 0,883 10,286
4 1,4 4,61 -16 9,69 62,539 -17,238 45,224 29,400 0,213 0,961 12,778
5 1,4 4,88 -5 9,69 66,202 -5,770 47,873 29,400 0,213 0,996 14,018
6 1,4 4,87 6 9,69 66,066 6,906 47,775 29,400 0,213 0,995 13,966
7 1,4 4,6 17 9,69 62,404 18,245 45,126 29,400 0,213 0,956 12,685
8 1,4 4,02 28 9,69 54,535 25,603 39,436 29,400 0,213 0,883 10,235
9 1,4 3,04 42 9,69 41,241 27,595 29,822 29,400 0,213 0,743 6,514
10 1,4 1,36 59 9,69 18,450 15,815 13,342 29,400 0,213 0,515 2,020
1,446 352,571 294,000 2,126 8,217 91,405
Tugas REkayasa Pondasi I
KONDISI 2
Dimana : w = b . h .
u =
w
. h
=
sat

w
Diketahui Pa = 36,712 kN/m
x = 3,25 m
R = 7,80 m
a =
R
x Pa .
=
80 , 7
) 25 , 3 )( 712 , 36 (
= 15,297 kN/m
Fs =
a w
cb u w
+
+
0
2
sin
cos tan


=
297 , 15 494 , 0
294 2621 , 327 100 , 86
+
+
= 3,346 > 1,5 (OK)
KONDISI 3
Fakultas Teknik Untan
Slice
Panjang
Tingg
i

0
w w sin u C2 . b tan Cos
w tg 2
cos
B h
1 1,4 1,39 -54 9,69 18,857 -15,255 13,636 29,400 0,213 0,588 2,356
2 1,4 2,84 -39 9,69 38,527 -24,246 27,860 29,400 0,213 0,777 6,364
3 1,4 3,73 -26 9,69 50,601 -22,182 36,591 29,400 0,213 0,899 9,667
4 1,4 4,27 -15 9,69 57,927 -14,993 41,889 29,400 0,213 0,966 11,893
5 1,4 4,52 -5 9,69 61,318 -5,344 44,341 29,400 0,213 0,996 12,984
6 1,4 4,52 5 9,69 61,318 5,344 44,341 29,400 0,213 0,996 12,984
7 1,4 4,26 16 9,69 57,791 15,929 41,791 29,400 0,213 0,961 11,808
8 1,4 3,71 27 9,69 50,330 22,849 36,395 29,400 0,213 0,891 9,532
9 1,4 2,8 39 9,69 37,985 23,905 27,468 29,400 0,213 0,777 6,275
10 1,4 1,32 54 9,69 17,907 14,487 12,949 29,400 0,213 0,588 2,237
0,494 327,262 294,000 2,126 8,439 86,100
Tugas REkayasa Pondasi I
Dimana : w = b . h .
u =
w
. h
=
sat

w
Diketahui Pa = 36,712 kN/m
x = 4,00 m
R = 8,24 m
a =
R
x Pa .
=
24 , 8
) 00 , 4 )( 712 , 36 (
= 17,821 kN/m
Fs =
a w
cb u w
+
+
0
2
sin
cos tan


=
821 , 17 642 , 0
294 974 , 305 501 , 81
+
+
= 4,047 > 1,5 (OK)
Fakultas Teknik Untan
Slice
Panjang Tinggi

0
w w sin u C2 . b tan Cos
w tg
2 cos

B h
1 1,4 1,35 -50 9,69 18,314 -14,029 13,244 29,400 0,213 0,643 2,502
2 1,4 2,65 -36 9,69 35,950 -21,131 25,997 29,400 0,213 0,809 6,182
3 1,4 3,47 -25 9,69 47,074 -19,894 34,041 29,400 0,213 0,906 9,068
4 1,4 3,98 -15 9,69 53,993 -13,974 39,044 29,400 0,213 0,966 11,085
5 1,4 4,22 -5 9,69 57,249 -4,990 41,398 29,400 0,213 0,996 12,122
6 1,4 4,21 5 9,69 57,113 4,978 41,300 29,400 0,213 0,996 12,094
7 1,4 3,96 15 9,69 53,721 13,904 38,848 29,400 0,213 0,966 11,030
8 1,4 3,45 25 9,69 46,803 19,780 33,845 29,400 0,213 0,906 9,016
9 1,4 2,61 37 9,69 35,407 21,309 25,604 29,400 0,213 0,799 6,011
10 1,4 1,29 50 9,69 17,500 13,406 12,655 29,400 0,213 0,643 2,391
-0,642 305,974 294,000 2,126 8,630 81,501