Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KULTUR IKAN HIAS

IKAN SAPU SAPU (Hypostomus plecostomus)

OLEH NAMA NIM : ARIANA : L221 12 607

FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN JURUSAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

PENDAHULUAN Ikan sapu-sapu adalah sekelompok ikan air tawar yang berasal

dari Amerika tropis yang termasuk dalam familiLoricariidae, namun tidak semua anggota Loricariidae adalah sapu-sapu. Ikan ini dikenal sebagai

pemakan alga/"lumut" dan sangat populer sebagai ikan pembersih akuarium. Ikan dengan nama ilmiah Hypostomus Plecostomus ini memang dikenal pemakan alga atau lumut. Hal ini tentu menguntungkan jika ia dipelihara bersama ikan lainnya di dalam akuarium, sebab ia akan berfungsi sebagai pembersih. Sapu dalam akuarium! Ikan sapu-sapu dikenal juga dengan nama ikan bandaraya. Habitat aslinya di air tawar dan dikelompokkan ke dalam kerabat Loricariidae. Karakteristiknya memang kurang bersahabat namun ikan ini tetap digemari sebab ia memang fungsional bukan hanya sebagai penghias belaka.

Dalam perdagangan ikan internasional ia dikenal sebagai plecostomus atau singkatannya, plecos danplecs. Di Malaysia orang menyebutnya "ikan bandaraya" karena fungsinya seperti petugas pembersih kota ("bandar"). Di Indonesia, analogiyang sama juga dipakai tetapi alatnya yang dipakai sebagai nama (sapu). Ikan ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apa saja dan diperdagangkan dalam ukuran kecil atau sedang. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurang aktif dan kurang bersahabat. Ikan ini bersifat omnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air di malam hari. Sebenarnya sapu-sapu mencakup banyak jenis anggota Loricariidae, meskipun yang paling umum dikenal adalah Hypostomus plecostomus. Karena banyaknya impor

berbagai macam sapu-sapu, dan banyak sekali yang belum diidentifikasi secara benar, disusunlah suatu daftar sapu-sapu yang disebut nomor-L (L-number) untuk mencirikannya secara sementara. Ikan asli Sungai Amazon ini merupakan jenis yang tahan banting, termasuk kemampuannyamendominasi sungai tercemar di mana ikan lain sudah angkat tangan entah kabur atau matikarena kualitas air yang buruk.Ikan ini banyak dijual sebagai ikan hias, atau tepatnya sebagai ikan pembersih kacaakuarium. Karena mulutnya yang menempel pada kaca dan sering disebut ikan pembersihkaca. Beberapa menyebutnya ikan sakarmut ( dari kata sucker mouth yang artinya memakan dengan cara menghisap ), karena harganya murah ikan ini sering dibuang begitu saja kesunggai sehingga berkembang pesat di sunga Ikan sapu-sapu ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apa saja. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurang aktif dan kurang bersahabat. Makanan ikan sapu-sapu adalah mentimun. Selain mentimun, ikan sapu-sapu juga memakan lendir-lendir hewan dan lumut. Ikan ini omnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air di malam hari.

SISTEMATIK Klasifikasi dan Deskripsi Ikan Sapu-sapu Menurut Kotellat et al (1993), klasifikasi ikan sapu-sapu adalah sebagai berikut: Filum Subfilum Kelas Ordo Famili Genus : Chordata : Vertebrata : Pisces : Siluridea : Loricarinae : Hypostosmus Hyposarcus Spesies : Hypostosmus sp Hyposarcus pardalis BIOLOGI Ikan Sapu-sapu dapat hidup secara optimal di perairan tropis dengan kisaran pH 7-7,5 dan suhu antara 23-28 0C. Walaupun demikian, ikan ini masih dapat hidup dengan baik pada kondisi fisika kimia perairan yang kurang baik sehingga dapat berperan sebagai indikator lingkungan (Page et al. 1996 in Sutanti 2005). Kemudian menurut Grzimek (1973) in Prihardhyanto (1995) in Sutanti (2005) mengatakan bahwa Ikan Sapu-sapu biasa mengkonsumsi alga yang melekat pada bebatuan, tumbuhan air, dan detritus. Sapu-sapu juga

mengkonsumsi bangkai ikan dan hewan-hewan lain yang tenggelam di dasar perairan, sehingga Ikan Sapu-sapu digolongkan ke dalam kelompok omnivora.

Jika

diamati

cara

makan

ikan

sapu-sapu,

gerakannya

yang

lambat dan cenderung menetap di dasar perairan, dengan kemampuan hidup yang kuat, ikan ini cenderung memiliki kandungan logam berat yang hampir sama dengan lingkungan tempat hidupnya. Bila perairannya bersih, maka ikan ini aman untuk dikonsumsi demikian juga sebaliknya. Berdasarkan ususnya yang panjang dan tersusun melingkar seperti spiral, ikan sapu-sapu dapat dikelompokkan ke dalam jenis ikan herbivora. Sedangkan berdasarkan relung makannya yang luas maka ikan sapu-sapu dikelompokkan ke dalam jenis eurifagik (ikan pemakan bermacam-macam makanan ) (Prihardhyanto 1995). Ikan ini bersifat omnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisasisa tumbuhan air di malam hari. Ikan yang hidup di dasar permukaan ini adalah ikan yang tidak agresif terhadap ikan lain, namun hanya sedikit memperebutkan daerah kekuasaan dengan sesama jenisnya. Lebih dari satu jenis pleco yang seukuran dapat disatukan bersamaan asalkan adanya penambahan tempat persembunyian bagi pleco-pleco tersebut. Leopard frog pleco dapat dipelihara bersama dengan ikan barb berukuran medium, ikan rainbow, dan hampir semua jenis dari ikan tetra, dan rasboras MORFOLOGI Ikan Sapu-sapu termasuk ke dalam suku catfish dan famili Loricariidae yang ditandai dengan tubuh yang tertutup oleh kulit yang mengeras dengan bentuk mulut cakram. Menurut Sterba (1983) in Sutanti (2005), kepala serta tubuh ikan sapu-sapu melebar dan membentuk seperti panah. Batang ekor memanjang dan sirip punggung lebar. Pada semua siripnya kecuali sirip ekor selalu diawali

oleh duri keras. Terdapat juga adipose fin yang terletak dekat dengan ujung batang ekor yang ditutupi oleh kulit yang mengeras. Page et al. (1996) in Sutanti (2005) mengatakan bahwa Sapu-sapu dapat mencapai panjang maksimum 50 cm. Ikan ini berasal dari perairan air tawar Amerika Selatan dan bagian utara Amerika Tengah hingga Nikaragua. Ikan sapu-sapu memiliki 2 alat pernafasan. Alat pernafasan yang pertama adalah insang. Insang digunakan oleh ikan sapu-sapu saat berada di air yang jernih. Alat pernafasan ikan sapu-sapu yang kedua adalah labirin. Labirin adalah alat pernafasan binatang lumpur atau air yang keruh. Karena memiliki 2 alat pernafasan, Ikan sapu-sapu dapat hidup di air dan di lumpur. Jadi, kita tidak perlu menguras air sapu-sapu terlalu sering. Pada pleco jenis Flah pleco, memiliki morfologi coklat hitam ke hitaman pekat dan diselingi oleh strip lurus vertikal warna putih dan kekuningan yang tipis yang dimulai dari bagian tubuh paling atas ke bagian tubuh paling bawah. Pada pleco jenis Brushmouth pleco yaitu pada ikan sapu-sapu eksotik yang satu ini memiliki dua variant warna yaitu black (original) dan albino. Juga memiliki dua jenis berbeda di jenis ekornya ada yang berekor pendek dan berekor panjang (slayer). Ikan sapu-sapu ini dapat tumbuh hingga berukuran 15 cm dan akan memiliki semacam tanduk-tanduk halus di atas wajahnya bagi yang berkelamin jantan, dan hanya ada sedikit tanduk bagi yang berkelamin betina. Pada umumnya ikan brushmouth pleco ini dipelihara sebagai partner dari ikan hias arowana.

SIKLUS HIDUP / DAUR HIDUP Habitat asli ikan sapu-sapu adalah sungai dengan aliran air yang deras dan jernih, tetapi dapatjuga hidup diperairan tergenang seperti rawa dan danau. Ikan sapu-sapu dapat hidup diperairan dengan kadar oksigen terlarut yang rendah, dimana hanya sedikit spesies lain yang dapat bertahan hidup diperairan tersebut (prihardhyanto, 1995). Ikan bandaraya yang diperkenalkan dalam suasana akuarium baharu biasanya akan segera mencari tempat rehat atau tempat bertenyet yang sesuai untuk ia menyorok dan mencari sumber makanan, biasanya dikawasan yang lebih gelap, dibalik batuan, dedaun yang tersorok dan kurang dari anasir luar dan ancaman. Apabila ia telah menjumpai kawasan untuk menyorok, ia biasanya akan menghabiskan banyak masa disitu sebelum beralih ke tempat lain untuk mencari makanan. Sekiranya tiada tempat untuk menyorok atau berlindung, ia biasanya akan berpaut atau berehat di sisi dinding/kaca akuarium. Anda biasanya akan mendapati sukar untuk meyediakan kediaman buat ikan sapu sapu khususnya dalam akuarium yang padat dengan tumbuhan akuatik, ini keraa sifat semulajadi ikan ini juga suka mengorek lobang dan membuat sarang dicelah batuan dan pasir dalam akaurium. Biasanya anda perlu kembali menanam semula pokok atau membetulkan kedudukan pokok kerana ia mudah beralih atau apung kepermukaan air akibat aktiviti korek pasir oleh ikan ini. PERSYARATAN LINGKUNGAN BUDIDAYA Beberapa pleco tidak terlalu membutuhkan aquarium yang luas, karena badan mereka yang agak kecil, namun aquarium kecil tidak cocok untuk common pleco yang dapat tumbuh besar. Pleco hias cocok untuk berada di aquarium

aquascape dengan tempat persembunyian yang cukup, seperti kayu, pipa, dan berbagai hiding place yang lain. Memelihara pleco-pleco ini tidak semudah memelihara common pleco, pleco-pleco ini tetap membutuhkan filterasi dan aerasi yang baik agar terus bertahan hidup. Pada ikan sapu sapu jenis zebra pleco, ikan ini bisa dipelihara dalam akuarium secara berkoloni alias bersama-sama. Asal tahu saja, ia termasuk pleco pecinta damai. Akuarium ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm dapat digunakan untuk memelihara sampai 12 ekor zebra pleco. Sistem filtrasi pun harus diperhatikan. Sehingga kualitas air bisa terjaga dengan baik. Pasalnya zebra pleco menghasilkan kotoran yang lumayan banyak. Walau tak mutlak diperlukan. sebagai penghias, Anda bisa menambahkan gravel. Gunakanlah pasir halus dengan testur halus (tak tajam). Bisa berupa batu bulat yang licin. Bisa ditambahkan pula batu besar, batang kayu, tanaman, atau bata ventilasi (rooster).

Catatan tambahan, mereka membutuhkan air hangat, berarus, dan memiliki kadar oksigen tinggi. Dengan kondisi seperti itu, sebaiknya akuarium dilengkapi heater dan jaga suhu air dalam rentang angka 28 - 32C. Jangan lupa pula tambahkan minimal satu titik aerasi untuk menjaga pasokan oksigen dalam air tetap tinggi. Semakin luas akuarium yang Anda gunakan, semakin banyak pula titik aerasinya. Pompa dapat digunakan untuk membuat arus di dalam akuarium Anda. Parameter air yang baik untuk zebra pleco adalah pH 6.0 7.5 dengan dGh 2 15.

PAKAN Ikan ini termasuk ikan Omnivora dan termasuk ikan yang pendamai dengan ikan lain, kecuali common pleco yang dapat melukai ikan pendamai yang lainnya. Non hidup : Algae wafer, sisa pakan ikan, ikan mati, mentimun yang

ditenggelamkan, pellet berkualitas baik seperti tetra bits dan alga wafer. Hidup : Algae, kutu air, infusoria. Kita bisa memberinya beberapa pakan berdaging, seperti cacing es, sinking pellet khusus pleco (ikan karnivora), daging udang yang telah dicacah, dan beberapa jenis keong hidup. Ingat, jangan pernah memberikan cacing sutra hidup kepada jenis ikan sapu sapu zebra pleco. Karena walaupun kita sudah membersihkannya, menu pakan bisa menyebabkan bloating (kembung). SISTEM REPRODUKSI

Untuk reproduksinya, ikan sapu sapu mencapai usia matang kelamin minimal 3 tahun dengan ukuran minimal 8 cm. Mereka berkembangbiak dengan sistem koloni. Biasanya satu koloni dihuni oleh beberapa jantan dominan dengan jumlah betina 2 -4 kali lipat jumlah jantan. Koloni paling kecil berjumlah 3 ekor dengan jantan 1 ekor dan betina 2 ekor.

Sekali bertelur, betina dapat mengeluarkan 7 sampai 15 butir telur saja. Jantan akan mengerami telurnya sampai menetas dan terus menjaga anak-anaknya sampai mereka dapat berenang dan mencari makan sendiri. Sedangkan dari telur sampai mencapai ukuran 5 cm diperlukan waktu minimal 6 bulan.

Laju reproduksi ikan sapu sapu relatif lambat, karena memang jenis ikan ini sangat lambat dalam mencapai kondisi matang kelamin. Selain itu, pertumbuhannya pun terbilang lama. Terutama untuk mencapai postur yang layak jual. Belum lagi bila berbicara tentang masa reproduksinya yang tergantung musim dan masih berlangsung secara alami. Dengan kondisi seperti ini, wajar jika kebutuhan akan ikan ini yang masih tinggi (terutama pangsa pasar ekspor), belum dapat diimbangi oleh pasokan para peternak.

SISTEM PEMIJAHAN/PEMBENIHAN Memijahkan pleco (ikan sapu sapu) dapat dikatakan gampang-gampang susah. Pleco biasa dipelihara dalam akuarium, demikian pula pemijahannya juga dilakukan dalam akuarium. Ketika memijahkan pleco, perlu dilakukan beberapa hal, yaitu : Mengatur Pola Makan Induk (Diet)

Agar pemijahan pleco berhasil, induk pleco yang akan dipijahkan sebaiknya menjalani pola makan atau diet yang teratur . Diet ini bertujuan agar kebutuhan gizi dan vitamin tercukupi. Diet pleco dapat dilakukan dengan cara mengombinasikan pakan dasar pleco dengan berbagai jenis sayuran. Untuk pleco hebivora dan limnivora, diet ini tidak akan mempengaruhi pola makan mereka, jenis diet yang diterapkan untuk masing-masing jenis pleco sangat bervariasi, tergantung pada jenisnya. Pleco omnivore tidak membutuhkan terlalu banyak protein dalam diet mereka. Oleh karena itu, 22% diet protein sangat cocok untuk pleco omnivore. Untuk pleco karnivora, diet makanan dapat berupa pakan beku dan pakan hidup yang diberikan bersama pelet atau biasa yang mengandung spirulina. Penentuan Substrat Pemilihan substrat pleco tergantung pada jenis pleco yang akan dipijahkan, tetapi secara umum ada tiga jenis substrat dan tempat

pemijahan.persamaan dari ketiga jenis tersebut adalah pintu masuk. Pinstu masuk substrat pleco sebaiknya berbentuk segi empat atau persegi panjang yang ukurannya sesuai dengan ukuran sirip dada pleco jantan. Berikut jenis substrat untuk pemijahan. 1. Substrat jenis pertama adalah sebuah gua yang tingginya sama dengan tinggi pleco jantan, panjang 1,5 kali pleco jantan, dan lebar 0,5-1 kali lebar sirip dada. Jenis ini sangat cocok untuk pleco yang tidak menyukai cahaya yang berlebihan. 2. Substrat jenis kedua hamper sama dengan jenis pertama, tetapi lebih luas.

3. Substrat jenis ketiga adalah substrat yang dibuat oleh pleco itu sendiri. Substrat jenis ini desainnya sangat sederhana. Sebuah gallon susu yang dipotong dengan kedalaman 4 inci, bagian atasnya dibuang, dan bagian bawahnya diisi kerikil akuarium yang kemudian setengah permukannya ditutup dengan batu tulis. Pleco betina yang akan berpijah akan membuat sebuah liang besar pada gallon. Kelemahan teknik ini adalah lamanya waktu yang diperlukan oleh pleco jantan untuk menyadari tempat tersebut. Oleh karena itu ditambahkan sebuah pipa PVC sebagai alternative substrat. Memilih dan Mengolonikan Induk

Pemilihan Induk : Pemilihan induk sangat menentukan keberhasilan suatu pemijahan induk yang akan dipijah sebaiknya dipilih induk yang telah dewasa. Membedakan pleco jantan dan betina tidaklah sulit. Pleco jantan dewasa memiliki banyak detail pada bagian kepalanya bila dibandingkan dengan pleco betina. Kepala pleco betina berbentukbulat dan tidak banyak detailnya.

Pengolonian : Satu koloni pleco terdiri atas 1 jantan 2-5 betina. Dari pengolonian tersebut akan diperoleh pasangan induk jantan dan betina. Setelah diperoleh pasangan induk pleco maka diproses pemijahan dapat dilakukan.

Pemijahan : Pemijahan pleco dilakukan dalam akuarium tersendiri. Di dalam akuarium tersebut harus disediakan substrat yang sesuai dengan jenis pleco. Kondisi air akuarium harus selalu jernih dan bersih. Air akuarium sebaiknya diganti setiap satu minggu sekali. Biasanya pleco akan berpijah pada minggu

pertema mereka dimasukkan ke akuarium pemijahan. Jika hal ini tidak terjadi, proses pemilihan induk dan pemijahan dapat dilakukan lagi setelah 1 bulan.

SISTEM PEMBESARAN

Untuk ikan yang dibesarkan di kolam tanah, biasanya petani hanya mengandalkan pakan alami berupa pemberian pupuk pada kolam sehingga benih akan memakan beragam plankton yang tersedia di kolam tanah tersebut. di aquarium, benih dapat diberi pakan cacing sutera blender. setelah 2 minggu, ikan dapat diberi pakan cacing sutera utuh.

Fasekritis. di habitat aslinya, ikan ini sangat mudah berkembang biak. faktanya, pembudidayaan relatif sulit karena pada fase ikan berumur 0 hari sampai 3 minggu masih perlu perhatian khusus

SISTEM PANEN Pasca panen yaitu setelah ikan sapu sapu hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik . Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan ikan sapu sapu hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

DAFTAR PUSTAKA http://ikanpleco.blogspot.com/2013/07/budidaya-pleco.Diakses pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 20.00 WITA http://udangredcrystalbrushmouthpleco.blogspot.com/2013/01/perawatan-pleco. Diakses pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 19.00 WITA http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/56710/C12age_BAB%20 II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf. Diakses pada tanggal 13 Desember 2013 pukul 08.00 WITA Prihardhyanto A. 1995. Beberapa Aspek Biologi Ikan Sapu-sapu (Hypostosmus sp dan Hyposarcus pardalis), Suatu Tinjauan Ringkas. Depok: Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Indonesia. 17 hal. Yuliansyah, 2012. http://menjadibijak.blogspot.com/2013/02/Mengenal ikan sapu sapu yang unik. Diakses pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 19.00 WITA