Anda di halaman 1dari 27

LAJU REAKSI

Kelompok 9

Dega Reksa Muliana (1008963)


Erna (1006566) Suci Citra Febrianti (1009091)

Wini Rizky Gustiani (1005350)

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATERI LAJU REAKSI


STANDAR KOMPETENSI 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri KOMPETENSI DASAR 3.1 Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 3.2 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi, dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan Pembelajaran
1.

Menuliskan ungkapan laju reaksi

2.

Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan


Menyimpulkan pengaruh konsentrasi, temperatur, luas permukaan bidang sentuh dan katalis terhadap laju reaksi berdasarkan data Menjelaskan pengertian dan peranan katalisator dan energi aktivasi dengan menggunakan diagram

3.

4.

5.

Menjelaskan penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam bidang industri

Laju Reaksi

Peta Konsep Materi


Media Evaluasi

Materi Prasyarat

Kemolaran (Konsentrasi Larutan) Kemolaran adalah satuan konsentrasi larutan untuk menyatakan jumlah mol zat terlarut per liter larutan, dilambangkan dengan M. Secara matematika,

Pengertian Laju Reaksi


Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi molar zat-zat yang bereaksi pada setiap waktu (laju reaksi sesaat), sedangkan kecepatan reaksi adalah perubahan konsentrasi molar zat-zat yang bereaksi pada selang waktu tertentu (laju reaksi ratarata).(Yayan Sunarya dan Agus Setiabudi. 2009:81)

aA + bB cC + dD

Teori Tumbukan dan Energi Aktivasi


Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat yang bereaksi. Tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi. Tumbukan yang dapat menghasilkan disebut tumbukan efektif. reaksi

Energi aktivasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk menghasilkan tumbukan efektif agar terjadi reaksi. Energi aktivasi dilambangkan oleh Ea.

Teori Tumbukan

Pada Gambar 4.8 menunjukkan bahwa mekanisme A, molekul NO dan Cl2 saling mendekat dengan orientasi atom N mengarah pada molekul Cl2. Selain itu, sudut orientasi berada pada posisi pembentukan ikatan O=NCl. Orientasi seperti ini tepat untuk terjadinya reaksi. Sebaliknya, pada mekanisme B, molekul NO dan Cl saling mendekat dengan atom O mengarah pada molekul Cl2. Oleh karena orientasinya tidak tepat untuk membentuk ikatan antara atom N dan Cl maka orientasi seperti ini tidak efektif untuk terjadinya reaksi.

Grafik Energi Aktivasi pada Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi


Konsentrasi Luas Permukaan Bidang Sentuh Temperatur Katalis

Pengaruh Konsentrasi
Semakin besar konsentrasi, semakin cepat reaksi, semakin besar laju reaksi. Zat yang konsentrasinya besar mengandung partikel yang lebih banyak dan partikel tersebut tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah sehingga akan lebih sering bertumbukan dan kemungkinan terjadinya reaksi semakin besar.

Pengaruh Konsentrasi

Gambar pelarutan logam Mg dalam pelarut HCl yang memiliki konsentrasi berbeda

Pengaruh Luas Permukaan Bidang Sentuh


Semakin luas permukaan bidang sentuh semakin besar laju reaksinya

Gambar pelarutan besi dalam pelarut HCl dengan bentuk yang berbeda

Pengaruh Temperatur
Dengan menaikkan temperatur : Energi kinetik molekul akan bertambah sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Energi potensial akan menjadi lebih besar sehingga jika bertumbukan akan menghasilkan reaksi karena mudah melampaui energi aktivasi.

Pengaruh Temperatur

Gambar reaksi Na2S2O3 dan HCl dalam suhu yang berbeda

Pengaruh Katalis
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen

Katalis memberikan harga energi aktivasi yang lebih rendah dengan cara mengubah mekanisme reaksi.
Grafik pengaruh katalis terhadap energi aktivasi (Ea)

Jenis-jenis Katalis
1.

Katalis Homogen, dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksi karena mempunyai wujud yang sama Katalis Heterogen, tidak dapat bercampur secara homogen dengan pereaksi karena wujudnya berbeda Biokatalis autokatalis

2.

a. b.

Persamaan Laju Reaksi


Suatu reaksi A + B C + D

Jika orde reaksi A adalah m dan orde reaksi B adalah n, maka persamaan laju reaksinya adalah
V [A] [B] V= k [A] [B]

[A] dan [B] = konsentrasi molar pereaksi


k = tetapan laju eksponen m dan n = orde atau tingkat reaksi.

Penentuan Hukum Laju


1. Metode Laju Awal (metode differensial)

Penentuan Orde Reaksi Berdasarkan Metode Laju Awal


1.

Cara Komparatif, dilakukan dengan langsung membandingkan laju reaksi suatu zat pada saat zat lain konstan Cara Grafik Garis lurus (linier) merupakan reaksi orde 1

2. a.

b.

Garis lengkung (parabola) merupakan reaksi orde 2

Penentuan Hukum Laju


2. Metode Integral

Penerapan Laju Reaksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Sate yang dibakar akan lebih cepat matang jika ukuran sate dibuat kecil-kecil

Penerapan Laju Reaksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kesegaran ikan mentah akan lebih tahan lama jika diawetkan dalam tempat dengan suhu dingin

Penerapan Laju Reaksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Lantai yang bersih dapat diperoleh salah satunya dengan pencucian menggunakan cairan pembersih lantai dalam konsentrasi tertentu

Penerapan Laju Reaksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembuatan amonia dengan menggunakan katalis akan mengefektifkan produk yang diperoleh dan mengefisienkan pereaksi

Miskonsepsi
Konsep yang salah Orde reaksi sama dengan koefisien reaksi Konsep yang benar Orde reaksi harus ditentukan dengan percobaan

Katalis tidak ikut bereaksi selama proses reaksi berlangsung


Katalis bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi pereaksi Katalis memicu terjadinya reaksi

Katalis ikut bereaksi tapi terbentuk kembali di akhir reaksi


Katalis bekerja dengan menyediakan mekanisme lain yang memiliki energi aktivasi lebih rendah Katalis mempercepat reaksi yang berjalan lambat

Peranan anggota kelompok


PPT laju reaksi dibuat oleh Dega dan Erna Peta konsep dibuat oleh Erna Evaluasi dibuat oleh Dega dan Erna Media di cari oleh Dega