Anda di halaman 1dari 22

"

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pada dasarnya Farmasi merupakan sistem pengetahuan yang

mengupayakan dan menyelenggarakan jasa kesehatan dengan melibatkan dirinya dalam mendalami, memperluas, menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan tentang obat dalam arti yang seluas-luasnya serta efek dan pengaruh obat terhadap manusia dan hewan. Pengetahuan ilmu farmasi jangkauannya sangat luas, namun dari semua cabang ilmu profesi kefarmasian bertujuan untuk menciptakan racikan obat yang rasional, baik, dan cocok bagi masyarakat untuk digunakan atau dikonsumsi, yang memberikan efek teraupetik. Dimana dasar untuk mempelajari cara peracikan obat ini di temukan dalam salah satu mata kuliah wajib di lingkungan farmasi yaitu Farmasetika Dasar. Farmasetika dasar adalah ilmu dasar peracikan obat yang mempelajari segala sesuatu mengenai seni peracikan serta perhitungan dosis obat untuk menghasilkan sediaan obat yang baik dan rasional. Sediaan yang di pelajari dalam mata kuliah ini diantaranya sediaan serbuk, suspense, emulsi, sirup, kapsul, salep dan suppositoria. Bentuk-bentuk sediaan tersebut memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan obat yang digunakan. Salah satu bentuk sediaan jarang dijumpai di pasaran yaitu sediaan suppositoria. amun kebanyakan orang lebih memilih obat yang

dikonsumsi!digunakan secara oral karna difikir lebih aman, dibandingkan sediaan suppositoria yang penggunaannya melalui organ pencernaan.

'

Secara umum suppositoria merupakan sediaan padat yang digunakan melalui dubur, #agina dan uretra, yang dapat melunak, melarut dan meleleh pada suhu tubuh. Selain itu sediaan ini terdiri dari berbagai bentuk, basis $bahan dasar% dan bobot yang disesuaikan dengan penggunaannya. Penggunaan sediaan suppositoria memiliki beberapa kelebihan daripada obat peroral diantaranya yaitu dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung karena sediaan tidak melalui organ pencernaan. Berdasarkan keuntungan ini, sebagai seorang farmasis sangatlah penting mempelajari

pembuatan!peracikan sediaan suppositoria dengan menggunakan bahan dasar yang sesuai yang sehinggan dapat meyakinkan masyarakat bahwa sediaan suppositoria sangatlah baik dan aman untuk penggunaannya. I.2 &.'." Maksud dan Tujuan Percobaan (aksud Percobaan (engetahui cara meracik bahan baku menjadi bentuk sediaan suppositoria dengan menggunakan basis yang sesuai. &.'." )ujuan Percobaan (enentukan basis yang sesuai untuk pembuatan sediaan suppositoria yang baik.

BAB II TIN AUAN PU!TA"A II.1 Teor# U$u$

&&."." Pengertian Suppositoria Suppositoria adalah sediaan padat yang digunakan melalui dubur, umumnya berbentuk torpedo dapat melarut, melunak, atau meleleh pada suhu tubuh $F& &&&* +'%. Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, #agina atau uretra. ,mumnya meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh $F& &-* ".%. Suppositoria adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa, atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk serbuk sangat halus, dengan atau tanpa /at tambahan, yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang ditetapkan $Formularium asional* +++%. Suppositoria umumnya dimasukkan melalui rektum, #agina, kadangkadang melalui urin dan jarang melalui telinga dan hidung. Bentuk dan beratnya berbeda-beda. Bentuk dan ukurannya harus sedimikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimasukkan kedalam lubang atau celah yang diinginkan tanpa menimbulkan kejanggalan dan penggelembungan begitu masuk, harus dapat bertahan untuk suatu waktu tertentu. Suppositoria untuk rektum umumnya dimasukkan dengan jari tangan, tetapi untuk #agina khusnya viginal insert! atau tablet #agina yang diolah dengan cara kompresi dapat dimasukkan lebih jauh ke dalam saluran #agina dengan bantuan alat khusus.

&&.".' Bobot dan Bentuk Suppositoria Dikalangan umum biasanya suppositoria rektum panjangnya +' mm

$",0inci%, berbentuk silinder dan kedua ujungnya tajam. Beberapa suppositoria untuk rektum diantaranya ada yang berbentuk seperti peluru, torpedo, atau jari-jari kecil, tergantung kepada bobot jenis bahan obat dan basis yang digunakan, beratnyapun berbeda-beda. ,SP menetapkan beratnya ' gr, untuk orang dewasa bila oleum cacao yang digunakan sebagai basis. Sedangkan suppositoria untuk bayi dan anak-anak ukuran dan beratnya 1 dari ukuran dan berat untuk orang dewasa, bentuknya kira-kira seperti pensil. Suppositoria untuk #agina, yang juga disebut pessarium biasanya berbentuk bola lonjong atau seperti kerucut, sesuai dengan kompendik resmi beratnya 0 g, apabila basisnya oleum cacao $2nsel* 03.%. Bentuk dan beratnya berbeda-beda. Bentuk dan ukurannya harus sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam lubang atau celah yang diinginkan tanpa menimbulkan kejanggalan dan

penggelembungan begitu masuk, harus dapat bertahan untuk suatu waktu tertentu $2nsel* 03.% Suppositoria untuk saluran urin yang juga disebut Boogie bentuknya ramping seperti pensil gunanya untuk dimasukkan kedalam saluran urin pria atau wanita. Suppositoria saluran urin pria bergaris tengah +-. mm dengan panjang 4 "56 mm, walaupun ukuran ini masih ber#ariasi satu dengan lainnya. 2pabila basisnya dari oleum cacao maka beratnya 4 5 g. Suppositoria untuk saluran urin wanita panjang dan beratnya 1 dari ukuran untuk pria, panjang lebih kurang 36 mm dan beratnya ' g, inipun bila oleum cacao sebagai

basisnya. Suppositoria untuk hidung dan untuk telinga yang disebut juga kerucut telinga, keduanya berbentuk sama dengan suppositoria saluran urin hanya ukuran panjangnya lebih kecil, biasanya +' mm. Suppositoria telinga umumnya diolah dengan suatu basis gelatin yang mengandung gliserin $2nsel* 033%. &&.".+ (etode Pembuatan Suppositoria a. Dengan )angan Pembuatan dengan tangan hanya dapat dikerjakan untuk suppositoria yang menggunakan bahan dasar oleum cacao skala kecil, dan jika bahan obat tidak tahan terhadap pemanasan. (etode ini kurang cocok untuk iklim panas $&lmu 7esep* ".'%. b. Dengan (encetak 8asil 9eburan :etakan harus dibasahi terlebih dahulu dengan parafin cair bagi yang memakai bahan dasar gliserin-gelatin, tetapi untuk oleum cacao dan P;< tidak dibasahi karena akan mengerut pada proses pendinginan dan mudah dilepas dari cetakan $&lmu 7esep* ".'% c. Dengan =ompresi Pada metode ini, proses penuangan, pendingin, dan pelepasan suppositoria dilakukan dengan mesin secara otomatis kapasitas bisa sampai +066-.666 soppositoria per jam $&lmu 7esep* ".'%. &&.".5. =euntungan dan =erugian Suppositoria a. =euntungan Suppositoria Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung

Dapat menghindari kerusakan obat oleh en/im pencernaan dan asam lambung

>bat dapat masuk langsung ke dalam saluran darah sehingga obat dapat berefek lebih cepat daripada penggunaan obat perolal

Baik bagi pasien yang mudah muntah atau tidak sadar

b. =erugian Suppositoria (eleleh pada udara yang panas, jika menggunakan basis oleum cacao Dapat menjadi tengik pada penyimpanan yang lama $&lmu 7esep* "0+-"0?%. &&.".0 Bahan Dasar Suppositoria Bahan dasar atau basis yang digunakan untuk membuat suppositoria harus dapat larut dalam air atau meleleh pada suhu tubuh. Bahan dasar yang sering digunakan adalah lemak coklat $Oleum Cacao%, Polietilen <likol $P;<%, lemak tengkawang $Oleum shoreae), atau gelatin. ". 9emak coklat 9emak ini merupakan senyawa trigliserida, berwarna kekuningan, dan baunya khas. @ika dipanaskan sekitar +66:, lemak coklat mulai mencair dan biasanya meleleh suhu +56-+06:. Bila di bawah suhu +66:, /at ini merupakan massa semipadat yang mengandung lebih banyak kristal $polimorfisme% dari pada trigliserida padat. Bila dipanaskan pada suhu tinggi, lemak coklat mencair sempurna seperti minyak tetapi akan kehilangan semua inti kristalnya yang berguna untuk memadat. 9emak coklat akan mengkristal dalam bentuk kristal metastabil bila didinginkan

dibawah "06:. >leh karena itu pemanasan lemak coklat sebaiknya dilakukan sampai meleleh dan bisa dituang sehingga tetap memiliki inti kristal bentuk stabil. '. P;< $Polietileglikol% atau carbowax P;< merupakan polimerisasi etilen glikol dengan bobot molekul +66-.666 $dalam perdagangan tersedia carbowax% 566, "666, "066,

5666, .666%. :arbowaA yang bobot molekulnya dibawah "666 berupa cairan, sedangkan yang bobot molekulnya diatas seribu berupa padatan lunak seperti malam. Bila dibandingkan lemak coklat suppositoria berbahan dasar P;< memiliki keuntungan mudah larut dalam cairan rektum, tidak ada modifikasi titik lebur yang berarti, dan tidak mudah meleleh pada penyimpanan suhu kamar. Pembuatan suppositoria dengan bahan dasar P;< sama seperti pembuatan suppositoria dengan lemak coklat +. <elatin Dalam ph. Belanda V terdapat jenis suppositoria dengan bahan dasar gelatin. :ara pembuatan jenis suppositoria tersebut, yaitu* a. Panaskan ' bagian gelatin dalam 5 bagian air dan 0 bagian gliserin sampai diperoleh massa homogen. b. )ambahkan air panas sampai diperoleh "" bagian dan biarkan massa sampai cukup dingin. c. >bat yang ditambahkan tersebut dilarutkan atau digerus dengan sedikit air atau gliserin yang disisakan, kemudian dicampurkan pada massa yang sudah dingin bila obatnya sedikit, banyaknya obat

dikurangkan dari berat air dan bila obatnya banyak, dikurangkan dari massa bahan dasarnya. d. )uangkan massa yang telah cukup dingin kedalam cetakan hingga diperoleh suppositoria dengan bobot 5 g $Farmasetika Dasar dan 8itungan Farmasi* ?B-B"%. II.2. %ese& dr. Fariani &wan, Sp.== S&=*.3?!F(!<)>!6B0 @l. 7usa &ndah o.B5 )elp. 65+0-B0663? <orontalo, "0-6'-'6"' %' Sulfanilamida Boric 2cid P.;.< 5666 m.f. >#ulae d.t.d o.C G u.e h.s s.n.s Pro ,mur * y (aria * 56 )ahun 6,0 6,' E.s

&&.'." arasi 7esep $&lmu 7esep* C--CC-&&% 7! 6.0 6.' E.s m.f * 7ecipe * Dero puncth EuinEue * Dero puncth duo * Fuantum siffict * (isce fac * 2mbillah * ol koma lima * ol koma dua * Secukupnya * :ampurlah dan Buatlah

o#ulae d.t.d o && G u.e h.s s.n.s g

* >#ula * Da tales doses * umero * Duo * Signa * ,sus eAternus * 8ora somni * Si necesse sit * <ramma

* Suppositoria berbentuk o#al * Serahkan sesuai dosis * Sebanyak * Dua * )andailah * Pemakaian luar * Setiap menjelang tidur * @ika perlu * <ram

&&.'.'. arasi 7esep dalam Bahasa 9atin 7ecipe sulfanilamida /ero puncth EuinEue, Boric 2cid /ero puncth duo, Polietilenglikol 5666 Euantum siffict. (isce fac o#ula da tales dosis numero duo signa hora somni si necesse sit. &&.'.+. arasi 7esep dalam Bahasa &ndonesia 2mbillah Sulfanilamida sebanyak 6,0 g, Boric 2cid 6,' g, Polietilenglikol 5666 secukupnya. :ampur dan buatlah dalam bentuk o#al serahkan sesuai dosis sebanyak dua, tandai untuk pemakaian luar setiap menjelang tidur. II.( Ura#an Ba)an ". Sulfanilamida $F& &&& * +',0?3 H F2);7 &&& * 0BB% ama resmi ama 9ain * S,9F2 &92(&D,( * Sulfanilamida, Sulfonamid, B(!7( * "3','"! :.8?
'

2minoben/ene

Sulfonamide,

Sulfasetamid, Sulfasala/in. >'S

"6

7umus struktur

* 8' S>' 8'

Pemerian

* Serbuk hablur atau butiran, putih, tidak berbau, rasa agak pahit kemudian manis.

=elarutan

* 9arut dalam '66 bagian air, sangat mudah larut dalam air mendidih, agak sukar larut dalam etanol $B0I%.

=hasiat =egunaan

* Sebagai 2ntibakteri, 2ntibiotik, 2ntimikroba. * Sebagai bahan yang mengandung /at aktif untuk pembuatan sediaan suppositoria.

Penyimpanan

* Dalam wadah tertutup baik seperti aluminium foil atau strip plastik, di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya.

'. Boric 2cid $F& &&&* 5B H &.2.&* +BB H ;Acipient* .?% ama resmi ama 9ain * 2:&D,( B>7&:,( * 2sam Borat, 2cidum Boricum, Boracic 2cid, Boraic 2cid, BorofaA, Boron, >rthoboric 2cid, )rihydroAy Borene. B(!7( 7umus struktur * .",?+! 8+B>+ * 8 > P B > P > P

""

Pemerian

* 8ablur, serbuk hablur putih atau sisip mengkilap tidak berwarna, kasar, tidak berbau, rasa agak asam dan pahit kemudian manis.

=elarutan

* 9arut dalam '6 bagian air, dalam + bagian air mendidih dalam ". bagian etanol $B0I% P dan dalam 0 bagian gliserol P.

=hasiat =egunaan

* 2nti iritan. * Sebagai bahan yang mengandung /at aktif untuk pembuatan sediaan suppositoria.

Penyimpanan

* Dalam wadah tertutup baik dan rapat terlindung dari cahaya.

+. P.;.< 5666 $F& &&& * 065% ama resmi ama 9ain * P>9J2;)8J9; <9JJ:>9,( 5666 * Polietilenglikol 5666, (akrolog 5666, Poliglikol 5666 B(!7( 7umus struktur * +666-+366! 8$> K :8' K :8'%n * > 8 > n 8

Pemerian

* Serbuk licin putih atau potongan putih, kuning gading praktis tidak berbau, tidak berasa.

=elarutan

* (udah larut dalam larut dalam air, dalam etanol $B0I% P dan kloroform P, praktis tidak larut dalam eter P.

"'

=hasiat =egunaan

* * Sebagai bahan dasar $basis% pembuatan sediaan suppositoria.

Penyimpanan 5.

* Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.

2ethanolum 36I $F& &&&* .5 H >bat->bat Penting* % ama resmi ama 9ain B(!7( 7umus struktur * 2;)82 >9,( D&9,),( * 2lkohol, ;tanol * "?,6'!:'80>8 * 8 8 : 8 Pemerian 8 : 8 > 8

* :airan bening, mudah menguap dan mudah bergerak, tidak berwarna, bau khas, rasa panas, mudah terbakar dengan memberikan nyala biru yang tidak berasap.

=elarutan

* (udah larut dalam air, dalam kloroform P dan dalam eter P.

=hasiat =egunaan Penyimpanan

* Sebagai antiseptik dan desinfektan. * ,ntuk mensterilkan alat yang digunakan. * Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari

kelembaban atau uap air, di tempat sejuk, jauh dari nyala api. 0. 2moAicillin $F& &-* B0%, $&S>*??% ama 7esmi ama 9ain * 2(>C&:&99& ,( * 2moksisilin , 2moAicillini

"+

B(!7( 7umus Struktrur

* 5"B,50! :".8"B * 8>

>0S
:>> a > :8+ 8 S 8 8 :8+

8' : :

Pemerian =elarutan

* Serbuk hablur, putih, praktis tidak berbau. * Sukar larut dalam air dan metanol, tidak larut dalam ben/ena, dalam karbon tetraklorida dan dalam kloroform.

=hasiat =egunaan

* 2nti &nfeksi. * Sebagai /at aktif dalam pembuatan sediaan

suppositoria. Penyimpanan * Dalam wadah tertutup rapat, pada suhu kamar terkendali. II.* +ar$akolog# &&.5." 2moAicillin 2moAicillin $deri#ate-hidroksi% aktifitasnya sama seperti ampisilin. )etapi reabsorbsinya lebih lengkap $=." ?6I% dan pesat dengan kadar darah dua kali lipat. PP dan plasma-t 1-nya lebih kurang sama tetapi difusinya ke jaringan dan cairan tubuh lebih baik, antara lain kedalam air liur penderita bronchitis kronis. Begitu pula kadar bentuk aktifnya dalam kemih lebih tnggi daripada ampisilin $=." 36I% maka lebih layak digunakan pada infeksi saluran kemih $>bat-obat Penting* 36%.

"5

&&.5.' Boric 2cid 2bsorbsi asam borat melalui saluran cerna mudah. >bat ini diserap melalui rongga serosa dan kulit yang luka. Pada kulit yang utuh dan sehat, obat ini tidak diserap. &ntoksikasi terjadi pada pemakaian kronis, misalnya pada pemakaian kompres boorwater atau boor/alt. <ejala intoksikasi asam borat ialah mual, muntah, diare dan syok karena kekurangan cairan tubuh. Pengobatan intoksikasi asam borat secara sintomatik dan pemberian cairan, contoh preparat asam borat ialah boorjalt "6I dan boorglycerine +6I. Penggunaan asam borat sebagai kompret tidak dianjurkan lagi karena kemungkinan terjadinya keracunan dan efek antiseptiknya lemak. $Farmakologi dan terapi * "B?3%

"0

BAB III MET,DE "E% A III.1 Alat dan Ba)an Percobaan

&&&."." 2lat-alat yang digunakan ". '. +. 5. 0. .. 3. ?. B. Batang Pengaduk :awan Porselin $3,0 ml% 9ap 8alus 9ap =asar 9umpang dan 2lu eraca 2nalitik $:iti/en% Sendok )anduk Sudip Later Bath $(emmert%

&&&.".' Bahan-bahan yang digunakan ". '. +. 5. 0. .. 3. ?. B. "6. 2lkohol 36I 2luminium Foil $Bagus% 2moAicilin $=imia Farma% Boric 2cid 6.' g :opy 7esep ;tiket Biru =ertas Perkamen P;< 5666 Plastik >bat $=lip Plastik% )issue $ ice%

".

III.2

-ara "erja ". Disiapkan alat dan bahan '. Dibersihkan alat dengan menggunakan alkohol 36I +. Digerus 2mociAillin sebanyak ' tablet 5. Ditimbang 2moAicillin sebanyak " g, Boric 2cid 6.5 g, P;< 0.5 g dengan menggunakan neraca analitik 0. Dimasukkan 2moAicilin dan Boric 2cid ke dalam lumpang kemudian digerus hingga homogen. .. Ditambahkan P;< 5666 kemudian digerus hingga homogen 3. Dimasukkan ke dalam cawan porselin ?. Dileburkan campuran bahan diatas water bath pada suhu ?",+6 : B. Dibentuk sediaan menggunakan tangan hingga berbentuk bulat telur!o#al "6. Dibungkus menggunakan 2luminium Foil "". Dikemas ke dalam plastik obat "'. Diberi etiket biru dan copy resep

"3

BAB I. HA!IL DAN PEMBAHA!AN I..1 Has#l Percobaan

&-."." Perhitungan Bahan 2moAicillin Bobot Suppo ) 2moAicillin P;< 5666 6,0 g +g * 6,0 g M ' *+g * 6,3 M' M" N"g N.g N 6,3

N Bobot Suppo K ) N . K 6,3 g N 0,+ g

I..2

Pe$ba)asan Pada percobaan ini kami meracik sediaan suppositoria #agina. langkah yang pertama kami lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2lat yang digunakan terdiri dari batang pengaduk, cawan porselin, lap kasar, lumpang, alu, neraca analitik, sendok tanduk dan sudip. Sedangkan bahan yang digunakan adalah alkohol 36I, aluminium foil, boric acid, kertas perkamen, P;< 5666, sulfanilamida, dan tissue. Sebelum melakukan percobaan, kami mensterilkan alat dengan menggunakan alkohol 36I, agar /at aktif yang masih tertinggal pada poripori lumpang tidak akan berinteraksi dengan sediaan yang akan dibuat. =arena sediaan 2moAicillin berbentuk tablet, maka sebelum menimbang 2moAicillin harus digerus terlebih dahulu untuk mendapatkan serbuk 2moAicillin yang halus dengan bobot yang diinginkan. Setelah itu ditimbang bahan berupa Boric 2cid sebanyak 6.5 g, P.;.< 5666 0.5 g dan 2moAicilin " g. =emudian 2moAicilin, 2cid boric dan P.;.< 5666

"?

dimasukkan kedalam lumpang dan digerus hingga homogen. Selanjutnya bahan yang sudah digerus halus dimasukkan ke dalam cawan porselin, dan dileburkan di atas water bath menggunakan suhu ?",+ 6 : alasan digunakannya suhu ini agar sediaan serbuk dapat melebur dengan baik. Setelah semua bahan melebur dibentuk sediaan suppositoria #aginal dalam bentuk bulat telur atau o#al, dengan menggunakan metode tangan, hal ini dilakukan dengan cara dikepal untuk memudahkan dalam proses

pembentukan dan menghasilkan sediaan berbentuk o#al. (enurut salah satu literatur metode yang digunakan dalam pembuatan suppositoria ada beberapa yaitu dengan tangan, dengan mencetak hasil leburan, dan dengan kompresi. amun dalam skala laboratorium

digunakan metode dengan tangan dan mencetak hasil leburan, pada dasarnya metode pembuatan dengan mencetak hasil leburan lebih baik daripada metode dengan tangan. =arena sediaan yang dibuat dengan cetakan bobotnya akan lebih seragam. 2gar sediaan tidak terpengaruh oleh suhu yang dapat merusak sediaan, (aka sediaan harus dibungkus dengan menggunakan aluminium foil dan dikemas dalam plastik obat. =emudian diberi ;tiket biru yang ditujukan untuk penggunaan luar atau selain oral. &-.'." &nformasi >bat $Syamsuni * "0+, "0?, ".5%, $2nsel * 0B'%. a. :opy 7esep Pasien bernama y. (aria meminta agar dibuatkan setengah dari

resepnya saja, sehingga perlu dibuatkan copy resepnya. sebelum diracik resep harus dihitung dan ditimbang jumlah bahan baku yang akan

"B

digunakan, ,ntuk resep suppositoria ditandai dengan etiket biru yang artinya untuk pemakaian luar!selain oral. AP,TE" AMANDA
@l. 2ndalas 8ijra o. '3 <orontalo )elp. $65+0% ?B6.66 2P2 S&P2 * 7obert )ungadi, S.Si., (.Si., 2pt * 6'3!D&=;S-'?6!&&&!'663 TU%UNAN %E!EP )anggal * 0-6'-'6"'

Salinan resep no * 6+ Dari Dokter Dibuat tanggal ,ntuk 7! 2moAicillin Boric 2cid P.;.< 5666 m.f. >#ulae d.t.d o.&& * ""-6+-'6"+ * y. (aria

* Dr. Fariani &wan, Sp.== ,mur * 56 tahun 6,0 6,' E.s

G u.e h.s s.n.s

det

P::

:2P 2P>)& =

b. :ara pemakaian Suppositoria ini digunakan untuk pemakaian luar, dimasukkan melalui #agina, dan digunakan malam hari sebelum tidur.

'6

c. :ara penyimpanan Disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu ?6-"06 : . =arena suppositoria tidak tahan pengaruh panas, maka perlu dijaga dalam tempat yang dingin!sejuk. Suppositoria yang basisnya P.;< akan lebih baik bila disimpan dalam lemari pendingin. d. @angka waktu penyimpanan Sediaan suppositoria tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama karena sediaan ini cepat rusak dan melebur pada suhu tertentu. e. ;tiket
AP,TE" AMANDA l. Andalas H#jra No. 2/ 0orontalo Tel&. 12*(34 562722 APA8 %obert Tungad#9 !.!#.9 M.!#.9 A&t !IPA8 22/'DI"E!:252'III'222/ Tgl. 11:2(:221( ,leskan Taburkan A$&ul

No8 2( Na$a &as#en8 N;. Mar#a

Aturan Paka# Pag#9 !#ang9 Mala$

Masukkan dala$ <ag#na'rectu$'Uretra ,BAT LUA%

f. =onseling Sediaan suppositoria digunakan untuk pemakaian luar. Dimasukan melalui #agina, dan dipakai sekali sehari yaitu pada malam hari. Sediaan ini harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu sejuk yaitu ? 6"06:.

'"

&-.'.' &nteraksi obat $Farmakologi dan )erapi edisi &&& * "B?3% 2moAicillin merupakan antibiotic yang umum digunakan. Dalam berbagai kasus kesehatan karena adanya infeksi bakteri, amoAicillin adalah obat untuk menonaktifkan bakteri. Dimana amoAicillin hipersensitif terhadap penisilin. Selain itu penggunaan bersama 2lopurinol dapat menyebabkan peningkatan terjadinya reaksi pada kulit. =ombinasi dengan asam kla#ulanat $inhibitor kuat bagi betalaktamase bacterial% membuat antibiotik ini $ko-amoksikla#, augmentin% efektif terhadap kuman yang memproduksi penisilinase. )erutama digunakan terhadap infeksi saluran kemih dan saluran nafas yang resisten terhadap amoAicillin $>bat-obat penting* 36%.

''

BAB . PENUTUP -." =esimpulan Berdasarkan percobaan yang telah di lakukan dapat disimpulkan bahwa basis yang sesuai untuk sediaan Suppositoria #aginal yaitu P.;.< 5666 yang mempunyai titik lebur +06-+.6:. -.' Saran Diharapkan dalam pelaksanaan praktikum praktikan maupun asisten dapat membangun suasana yang tenang sehingga meminimalisir kegaduhan dalam raungan praktikum.