Anda di halaman 1dari 36

LI.1.

Memahami dan Menjelaskan Anatomi Prostat


LO.1.1. Anatomi Makroskopik Prostat
Prostat
merupakan kelenjar berbentuk konus terbalik yang dilapisi oleh kapsul fibromuskuler, yang
terletak di sebelah inferior vesika urinaria, mengelilingi bagian proksimal uretra (uretra pars
prostatika) dan berada disebelah anterior rektum. Bentuknya sebesar buah kenari dengan
berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram, dengan jarak basis ke ape kurang
lebih ! "m, lebar yang paling jauh # "m dengan tebal 2,$ "m.
Gambar 1.1.1 prostat
%elenjar prostat terbagi menjadi $ lobus, yaitu &
'obus medius
'obus lateralis (2 lobus)
'obus anterior
'obus posterior
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 1|
((nonim, )**+)
,elama perkembangannya lobus medius, lobus anterior, lobus posterior akan menjadi satu
dan disebut lobus medius saja. Pada penampang, lobus medius kadang-kadang tak tampak
karena terlalu ke"il dan lobus lain tampak homogen berwarna abu-abu, dengan kista ke"il
berisi "airan seperti susu, kista ini disebut kelenjar prostat.
." /eal ()*+0) membagi kelenjar prostat dalam beberapa 1ona, antara lain 1ona perifer,
1ona sentral, 1ona transisional, 1ona fibromuskuler anterior, dan 1ona periuretral. ,ebagian
besar hiperplasia prostat terdapat pada 1ona transisional yang letaknya proksimal dari sfin"ter
eksternus di kedua sisi dari verumontanum dan di 1ona periuretral. %edua 1ona tersebut
hanya merupakan 22 dari seluruh volume prostat. ,edangkan pertumbuhan karsinoma
prostat berasal dari 1ona perifer. (B.P. Purnomo, 20003 4. 5ahardjo, )**!)
Prostat mempunyai kurang lebih 20 duktus yang bermuara di kanan dari verumontanum
dibagian posterior dari uretra pars prostatika. 4i sebelah depan didapatkan ligamentum pubo
prostatika, di sebelah bawah ligamentum triangulare inferior dan di sebelah belakang
didapatkan fas"ia denonvilliers.
6as"ia denonvilliers terdiri dari 2 lembar, lembar depan melekat erat dengan prostat dan
vesika seminalis, sedangkan lembar belakang melekat se"ara longgar dengan fas"ia pelvis
dan memisahkan prostat dengan rektum. (ntara fas"ia endopelvi" dan kapsul sebenarnya dari
prostat didapatkan jaringan peri prostat yang berisi pleksus prostatovesikal.
Pada potongan melintang kelenjar prostat terdiri dari &
1. Kapsul Anatomis
,ebagai jaringan ikat yang mengandung otot polos yang membungkus kelenjar
prostat.
2. Jaringan Stroma
7erdiri dari jaringan fibrosa dan jaringan muskuler.
3. Jaringan Kelenjar
7erbagi atas ! kelompok bagian&
a. Bagian luar disebut glandula prin"ipalis atau kelenjar prostat sebenarnya yang
menghasilkan bahan baku sekret.
b. Bagian tengah disebut kelenjar submukosa, lapisan ini disebut juga sebagai
adenomatous 1one.
". 4i sekitar uretra disebut periurethral gland atau glandula mukosa yang
merupakan bagian terke"il. Bagian ini sering membesar atau mengalami
hipertrofi pada usia lanjut.
Pada BP8, kapsul pada prostat terdiri dari ! lapis &
1. Kapsul anatomis
2. Kapsul chirurgicum, ini terjadi akibat terjepitnya kelenjar prostat yang sebenarnya
(outer 1one) sehingga terbentuk kapsul
3. Kapsul yang terbentuk dari jaringan fibromuskuler antara bagian dalam (inner
1one) dan bagian luar (outer 1one) dari kelenjar prostat
BP8 sering terjadi pada lobus lateralis dan lobus medialis karena mengandung banyak
jaringan kelenjar, tetapi tidak mengalami pembesaran pada bagian posterior daripada lobus
medius (lobus posterior) yang merupakan bagian tersering terjadinya perkembangan suatu
keganasan prostat. ,edangkan lobus anterior kurang mengalami hiperplasi karena sedikit
mengandung jaringan kelenjar. ((nonim, )**+)
,e"ara histologis, prostat terdiri atas kelenjar-kelenjar yang dilapisi epitel thoraks selapis
dan di bagian basal terdapat juga sel-sel kuboid, sehingga keseluruhan epitel tampak
menyerupai epitel berlapis.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 2|
Vaskularisasi
9askularisasi kelenjar prostat yanng utama berasal dari a. vesikalis inferior ("abang dari a.
ilia"a interna), a. hemoroidalis media ("abang dari a. mesenterium inferior), dan a. pudenda
interna ("abang dari a. ilia"a interna). :abang-"abang dari arteri tersebut masuk lewat basis
prostat di 9esi"o Prostati" ;un"tion. Penyebaran arteri di dalam prostat dibagi menjadi 2
kelompok , yaitu&
). %elompok arteri urethra, menembus kapsul di postero lateral dari vesi"o prostati"
jun"tion dan memberi perdarahan pada leher buli-buli dan kelompok kelenjar periurethral.
2. %elompok arteri kapsule, menembus sebelah lateral dan memberi beberapa "abang
yang memvaskularisasi kelenjar bagian perifer (kelompok kelenjar paraurethral).
((.7.%. :o"kett dan %. %oshiba, )*+*3 ,nell, )**2)
Aliran Limfe
(liran limfe dari kelenjar prostat membentuk pleus di peri prostat yang kemudian bersatu
untuk membentuk beberapa pembuluh utama, yang menuju ke kelenjar limfe ilia"a interna ,
ilia"a eksterna, obturatoria dan sakral. ((.7.%. :o"kett dan %. %oshiba, )*+*3 ,nell, )**2)
Persarafan
,ekresi dan motor yang mensarafi prostat berasal dari pleus simpatikus dari
8ipogastri"us dan medula sakral <<<-<9 dari pleus sakralis. (,nell, )**2)
LO.1.2. Anatomi Mikroskopik
.enurut konsep terbaru kelenjar prostat merupakan suatu organ "ampuran terdiri atas
berbagai unsur glandular dan non glandular. 7elah ditemukan lima daerah= 1ona tertentu yang
berbeda se"ara histologi maupun biologi, yaitu&
). >ona (nterior atau 9entral
,esuai dengan lobus anterior, tidak punya kelenjar, terdiri atas stroma fibromuskular. >ona
ini meliputi sepertiga kelenjar prostat.
2. >ona Perifer
,esuai dengan lobus lateral dan posterior, meliputi +02 massa kelenjar prostat. >ona ini
rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak.
!. >ona ,entralis.
'okasi terletak antara kedua duktus ejakulatorius, sesuai dengan lobus tengah meliputi
2$2 massa glandular prostat. >ona ini resisten terhadap inflamasi.
#. >ona 7ransisional.
>ona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar
preprostatik. .erupakan bagian terke"il dari prostat, yaitu kurang lebih $2 tetapi dapat
melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostati"
hyperpiasia (BP8).
$. %elenjar-%elenjar Periuretra
Bagian ini terdiri dan duktus-duktus ke"il dan susunan sel-sel asinar abortif tersebar
sepanjang segmen uretra proksimal.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 3|
Prostat terdiri atas !0-$0 kelenjar tubulo alveolar yang men"urahkan sekretnya ke dalam
)$-2$ saluran keluar yang terpisah. ,aluran ini bermuara ke uretra pada kedua sisi kolikulus
seminalis. ?tot membentuk masa padat dan dibungkus oleh kapsula yang tipis dan kuat serta
melekat erat pada stroma. (lveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam
bentuk ukurannya, alveoli dan tubuli ber"abang berkali-kali dan keduanya mempunyai lumen
yang lebar, lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat-lipat. ,itoplasma mengandung
sekret yang berbutir-butir halus, lisosom dan butir lipid. /ukleus biasanya satu, bulat dan
biasanya terletak basal. /ukleoli biasanya terlihat di tengah, bulat, dan ke"il
P5?,7(7@ A'(/4
Gambar 1.2.1. Keterangan:
Diwarnai dengan hematoksilin dan eosin
1 - utama kelenjar prostat
2 - stroma terdiri dari sel-sel otot polos dan jaringan ikat
3 - stroma terdiri dari sel-sel otot polos dan jaringan ikat
4 - kapsul F!"#-elastis
$ - prostat bagian dari uretra
Pada kelenjar prostat, asini sekretorisnya merupakan bagian kelenjar tubuloasinar dengan
banyak "abang ke"il yang tidak teratur3 ukuran asini ini berma"am-ma"am. (sini yang lebih
besar memiliki lumen lebar yang tidak teratur dan epitel yang bervariasi. %elenjar itu
terbenam didalam stroma fibromuskular khas dengan berkas otot polos, serat-serat kolagen
dan elastin yang terorientasi di berbagai arah. .eskipun epitel kelenjar umumnya selapis atau
bertingkat atau bertingkat silindris dan sel-selnya pu"at dibagian distal, namun dapat sangat
bervariasi. Pada daerah tertentu, epitel ini dapat berbentuk gepeng atau kuboid tergantung
pada status endokrin dan kegiatan kelenjar.
P5?,7(7@ A'(/4
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 4|
Gambar 1.2.2. Keterangan :
epitel transisi dari bagian prostat dari uretra
Diwarnai dengan hematoksilin dan eosin
1 - epitel transisi
2 - tunika propria dari mukosa
prostat bagian dari uretra
(@ros"henko,200!)
LI.2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Prostat
%elenjar prostat menyekresi "airan en"er, seperti susu, yang mengandung ion sitrat,
kalsium, dan ion fosfat, en1im pembeku, dan profibrinolisis. ,elama pengisian, sampai
kelenjar prostat berkontraksi sejalan dengan kontraksi vas deferens sehingga "airan en"er
seperti susu yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat menambah lebih banyak lagi jumlah
semen. ,ifat yang sedikit basa dari "airan prostat mungkin penting untuk suatu keberhasilan
fertilisasi ovum, karena "airan vas deferens relatif asam akibat adanya asam sitrat dan hasil
akhir metabolisme sperma, dan sebagai akibatnya, akan menghambar fertilisasi sperma.
,ekret vagina juga bersifat asam (ph !.$ B #). ,perma tidak dapat bergerak optumal sampai
p8 sekitarnya meningkat kira B kira 0 B 0.$. sehingga merupakan suatu kemungkinan bahwa
"airan prostat menetralkan sifat asam dari "airan lainnya setelah ejakulasi dan juga
meningkatkan moyilitas dan fertilisasi sperma.
%elenjar prostat se"ara relatif tetap ke"il sepanjang masa kanak B kanak dan mulai tumbuh
pada masa pubertas di bawah rangsangan testosteron. %elenjar ini men"apai ukuran hampir
tetap pada usia 20 tahun dan tetap dalam ukuran itu sampai pada usia kira B kira $0 tahun.
Pada waktu tersebut, beberapa kelenjarnya mulai berinvolusi, bersamaan dengan penurunan
pembentukan testosteron oleh testis. ,ekali kelenjar prostat terjadi, sel B sel karsinogen
biasanya dirangsang untuk tumbuh lebih "epat oleh testosteron, dan diambat dengan
pengangkatan testis, sehingga testosteron tidak dapat dibentuk lagi.
LI.3. Memahami dan Menjelaskan Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 5|
LO.3.1. !e"inisi Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
BP8 adalah pertumbuhan jinak bersifat non kanker dari sel-sel dalam kelenjar prostat
((C(, 200!).
,e"ara histopatologis yaitu terdapat hiperplasia sel-sel stroma dan sel-sel epitel kelenjar
prostat (http&==iaui.or.id).
8iperplasia prostat adalah hiperplasia kelenjar periuretral yang mendesak jaringan
prostat yang arah ke perifer dan menjadi simpai bedah (,yamsuhidrajat,)**+)
LO.2.2. #pidemiologi Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
8iperplasia prostat benigna ini dapat dialami oleh sekitar +02 pria di atas usia 00 tahun.
(ngka ini akan meningkat hingga *02 pada pria berusia di atas D0 tahun. Pembesaran prostat
dianggap sebagai bagian dari proses pertambahan usia, seperti halnya rambut yang memutih.
?leh karena itulah dengan meningkatnya usia harapan hidup, meningkat pula prevalensi
BP8. ?ffi"e of 8ealth @"onomi" <nggris telah mengeluarkan proyeksi prevalensi BP8
bergejala di <nggris dan Eales beberapa tahun ke depan.
Pasien BP8 bergejala yang berjumlah sekitar D0.000 pada tahun )**), diperkirakan akan
meningkat menjadi satu setengah kalinya pada tahun 20!). Bukti histologis adanya benign
prostati" hyperplasia (BP8) dapat diketemukan pada sebagian besar pria, bila mereka dapat
hidup "ukup lama. /amun demikian, tidak semua pasien BP8 berkembang menjadi BP8
yang bergejala (symptomati" BP8). Prevalensi BP8 yang bergejala pada pria berusia #0-#*
tahun men"apai hampir )$2. (ngka ini meningkat dengan bertambahnya usia, sehingga pada
usia $0-$* tahun prevalensinya men"apai hampir 2$2, dan pada usia 00 yahun men"apai
angka sekitar #!2. (ngka kejadian BP8 di <ndonesia yang pasti belum pernah diteliti, tetapi
sebagai gambaran hospital prevalen"e di dua rumah sakit besar di ;akarta yaitu 5,:. dan
,umberwaras selama ! tahun ()**#-)**+) terdapat )0#0 kasus.
LO.3.3. #tiologi Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
Penyebab pasti BP8 ini masih belum diketahui, penilitian sampai tingkat biologi
molekuler belum dapat mengugkapkan dengan jelas etiologi terjadinya BP8. 4ianggap
adanya ketidak seimbangan hormonal oleh karena proses ketuaan. ,alah satu teori ialah teori
7estosteron (7) yaitu 7 bebas yang dirubah menjadi 4ehydrotestosteron (487) oleh en1im $
a reduktase yang merupakan bentuk testosteron yang aktif yang dapat ditangkap oleh reseptor
487 didalam sitoplasma sel prostat yang kemudian bergabung dengan reseptor inti sehingga
dapat masuk kedalam inti untuk mengadakan inskripsi pada 5/( sehingga akan merangsang
sintesis protein. 7eori yang disebut diatas menjadi dasar pengobatan BP8 dengan inhibitor $a
reduktase (5ahardjo,)**+).
6aktor predisposisi terjadinya BP8 adalah hormon, usia, ras, riwayat keluarga, obesitas, pola
diet, aktivitas seksual, merokok, alkohol, diabetes melitus dan olah raga.
7erdapat pula beberapa hipotesis yang diduga menyebabkan timbulnya hiperplasia prostat,
yaitu&
7eori 8ormonal (7eori ketidakseimbangan @strogen dan 7estosteron)
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 6|
,emakin tua testosteron menurun (produktivitas nya berkurang) yang menyebabkan
terjadinya konversi testosteron menjadi estrogen yang dibantu oleh en1im aromatase di
jaringan adiposis di daerah perifer.
@strogen dapat menyebabkan&
). 8iperplasia stroma, sehingga testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya
proliferasi sel kelenjar prostat tetapi kuman F sensitivitas sel prostat terhdap
rangsangan hormon androgen
2. F jumlah = konsentrasi relatif testosteron = esterogen menyebabkan produksi dan
potensiasi
!. 6aktor pertumbuhan lain menyebabkan terjadinya pembesaran prostat
#. F jumlah reseptor androgen
$. G jumlah kematian sel prostat = apoptosis sehingga sel prostat memiliki umur lebih
panjang sehingga prostat lebih besar
7eori Pepti" Arowth 6a"tor (faktor pertumbuhan)
Basi" transforming growth fa"tor
Basi" transforming B)
Basi" transforming B2
@pidermal growth fa"tor
7eori Peningkatan 'ama 8idup ,el-sel Prostat karena Berkurangnya ,el yang .ati
Berkurangnya jumlah sel-sel prostat yang mengalami apoptosis sehingga jumlah sel-sel
prostat meningkat dan massa menjadi positif.
6aktor-faktor yang menghambat apoptosis &
). 8ormon androgen menghambat proses kematian sel
2. @strogen memperpanjang usia sel prostat
7eori ,el (,tem :ell 8ypothesis)
%eadaan normal kelenjar periuretral apoptosis (mati) H sel yang baru (tumbuh)
(steadystate). ,el yang baru tumbuh dari sel stem yang mempunyai kemampuan
berproliferasi sangat efektif. 4isebabkan oleh& usia, gangguan kesehatan hormonal,
faktor pen"etus lain maka sel stem tersebut berpoliferasi lebih "epat dan terjadi
hiperplasia kelenjar periuretral
7eori 4ihidro 7estosteron (487)
487 adalah metabolit androgen penting untuk pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat.
4ibentuk dari testosteron di dalam sel prostat yang dibantu oleh en1im $ I reduktase dan
/(4P8 yang diubah menjadi /(4P lalu membentuk dehidrotestosteron
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 7|
487 berikatan dengan reseptor anadrogen (5() di dalam sitoplasma sel prostat lalu
membentuk 487-5eseptor %ompleks dan kemudian masuk ke dalam di inti sel dan akan
mempengaruhi (5/() setelah itu terjadi sintesis protein growth fa"tor dan akhirnya
terjadi stimulasi pertumbuhan sel (proliferasi sel).
7eori 5eawakening
;aringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik, sehingga
jaringan periuretral dapat tumbuh lebih "epat dari jaringan sekitarnya.
." /eal )*+D membagi prostat menjadi ! 1ona yaitu &
). >ona sentral
2. >ona periferal
!. >ona peralihan
LI.3.$. %lasi"ikasi Hipeplasia Prostat Benigna (BPH
7ingkat keparahan penderita BP8 dapat diukur dengan skor <P,, (<nternasional Prostate
,ymptom ,"ore) diklasifikasi dengan skore 0-+ penderita ringan, D-)* penderita sedang dan
20-!$ penderita berat (5ahardjo,)**+).
(da juga yang membagi berdasarkan derajat penderita hiperplasi prostat berdasarkan
gambaran klinis& (,jamsuhidajat,)**+)
4erajat <& 4ari "olok dubur ditemukan penonjolan prostat, batas atas mudah diraba,
dan sisa volume urin J$0 ml
4erajat << & 4ari "olok dubur ditemukan penonjolan prostat jelas, batas atas dapat
di"apai, dan sisa volume urin $0-)00 ml
4erajat <<<& 4ari "olok dubur ditemukan batas atas prostat tidak dapat diraba, dan
sisa volume urin K)00 ml
4erajat <9& 7erjadi retensi urin total.
.enurut 5umahorbo (2000& +)), terdapat empat derajat pembesaran kelenjar prostat,
yaitu&
a. 4erajat 5ektal
4erajat rektal dipergunakan sebagai ukuran dari pembesaran kelenjar prostat ke arah
rektum. 5e"tal tou"her dikatakan normal jika batas atas teraba konsistensi elastis, dapat
digerakan, tidak ada nyeri bila ditekan dan permukaannya rata. 7etapi re"tal tou"her pada
hipertropi prostat di dapatkan batas atas teraba menonjol lebih dari ) "m dan berat prostat
diatas !$ gram. Ckuran dari pembesaran kelenjar prostat dapat menentukan derajat re"tal
yaitu&
)) 4erajat ?& Ckuran pembesaran prostat 0-) "m
2) 4erajat <& Ckuran pembesaran prostat )-2 "m
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 8|
!) 4erajat <<& Ckuran pembesaran prostat 2-! "m
#) 4erajat <<<& Ckuran pembesaran prostat !-# "m
$) 4erajat <9& Ckuran pembesaran prostat lebih dari # "m
Aejala BP8 tidak selalu sesuai dengan derajat re"tal, kadang-kadang dengan re"tal tou"her
tidak teraba menonjol tetapi telah ada gejala, hal ini dapat terjadi bila bagian yang membesar
adalah lobus medialis dan lobus lateralis. Pada derajat ini klien mengeluh jika B(% tidak
sampai tuntas dan puas, pan"aran urine lemah, harus mengedan saat B(%, no"turia tetapi
belum ditemukannya sisa urin pada pasien.
b. 4erajat %linik
4erajat klinik berdasarkan kepada residual urine yang terjadi. %lien disuruh B(% sampai
selesai dan puas, kemudian dilakukan katerisasi. Crine yang keluar dari kateter disebut sisa
urine atau residual urine. 5esidual urine dibagi beberapa derajat yaitu sebagai berikut &
)) /ormal sisa urine adalah nol
2) 4erajat < sisa urine 0-$0 ml
!) 4erajat << sisa urine $0-)00 ml
#) 4erajat <<< sisa urine )00-)$0 ml
4erajat <9 telah terjadi retensi total atau klien tidak dapat B(% sama sekali.
Bila kandung kemih telah penuh dan klien merasa kesakitan, maka urine akan keluar se"ara
menetes dan periodik, hal ini disebut ?ver 6low <n"ontinen"ia. Pada derajat ini telah terdapat
sisa urine sehingga dapat terjadi infeksi atau "ystitis, no"turia semakin bertambah dan
kadang-kadang terjadi hematuria.
". 4erajat <ntra 9esikal
4erajat ini dapat ditentukan dengan mempergunakan foto rontgen atau "ystogram,
panendos"opy. Bila lobus medialis melewati muara uretra, berarti telah sampai pada stadium
tida derajat intra vesikal. Aejala yang timbul pada stadium ini adalah sisa urine sudah
men"apai $0-)$0 ml, kemungkinan terjadi infeksi semakin hebat ditandai dengan
peningkatan suhu tubuh, menggigil dan nyeri di daerah pinggang serta kemungkinan telah
terjadi pyelitis dan trabekulasi bertambah.
d. 4erajat <ntra Cretral
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 9|
4erajat ini dapat ditentukan dengan menggunakan panendos"opy untuk melihat sampai
seberapa jauh lobus lateralis menonjol keluar lumen uretra. Pada stadium ini telah terjadi
retensio urine total.
LO.3.&. Pato"isiologi Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan lumen uretra pars prostatika dan akan
menghambat aliran urine. %eadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesikal. Cntuk
dapat mengeluarkan urin, buli-buli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan itu.
%ontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa
hipertrofi otot detrusor, trabekulasi, terbentuknya selula, sakula, dan divertikel buli-buli. 6ase
penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi.
Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran
kemih sebelah bawah atau lower urinary tra"t symptom ('C7,) yang dahulu dikenal dengan
gejala-gejala prostatismus.
4engan semakin meningkatnya resistensi uretra, otot detrusor masuk ke dalam fase
dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi
urin. 7ekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli
tidak terke"uali pada kedua muara ureter. 7ekanan pada kedua muara ureter ini dapat
menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesi"o-ureter.
%eadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter, hidronefrosis, bahkan
akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal.
8iperplasi prostat
G
Penyempitan lumen uretra posterior
G
7ekanan intravesikal F
G
Buli-buli Ainjal dan Creter
G
8ipertrofi otot detrusor - 5efluks vesiko-ureter
7rabekulasi - 8idroureter
,elula - 8idronefrosis
4ivertikel buli-buli - Pionefrosis Pilonefritis
G
... Aagal ginjal
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 10|
Pada BP8 terdapat dua komponen yang berpengaruh untuk terjadinya gejala yaitu
komponen mekanik dan komponen dinamik. %omponen mekanik ini berhubungan dengan
adanya pembesaran kelenjar periuretra yang akan mendesak uretra pars prostatika sehingga
terjadi gangguan aliran urine (obstruksi infra vesikal) sedangkan komponen dinamik meliputi
tonus otot polos prostat dan kapsulnya, yang merupakan alpha adrenergik reseptor. ,timulasi
pada alpha adrenergik reseptor akan menghasilkan kontraksi otot polos prostat ataupun
kenaikan tonus. %omponen dinamik ini tergantung dari stimulasi syaraf simpatis, yang juga
tergantung dari beratnya obstruksi oleh komponen mekanik.
LO.3.'. Mani"estasi Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
Aejala hiperplasia prostat menurut Boyarsky dkk pada tahun )*++ dibagi atas&
Aejala obstruktif disebabkan oleh karena penyempitan uretara pars prostatika karena
didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi "ukup
kuat dan atau "ukup lama saehingga kontraksi terputus-putus. Aejalanya ialah &
). 8arus menunggu pada permulaan miksi (8esisten"y)
2. Pan"aran miksi yang lemah (Poor stream)
!. .iksi terputus (<ntermitten"y)
#. .enetes pada akhir miksi (7erminal dribbling)
5asa belum puas sehabis miksi (,ensation of in"omplete bladder emptying)
Gambar 3.%.1. &ani'estasi !()
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 11|
*abel 3.%.2. &ani'estasi !#)
.anifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga
faktor yaitu &
). 9olume kelenjar periuretral
2. @lastisitas leher vesika, otot polos prostat dan kapsul prostat
!. %ekuatan kontraksi otot detrusor
7idak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi, sehingga
meskipun volume kelenjar periuretal sudah membesar dan elastisitas leher vesika, otot polos
prostat dan kapsul prostat menurun, tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya
kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan.
Pemeriksaan derajat beratnya obstruksi prostat dapat diperkirakan dengan "ara mengukur &
a. 5esidual urine yaitu jumlah sisa urin setelah penderita miksi spontan. ,isa urin
ini dapat dihitung dengan pengukuran langsung yaitu dengan "ara melakukan
kateterisasi setelah miksi spontan atau ditentukan dengan pemeriksaan
ultrasonografi setelah miksi, dapat pula dilakukan dengan membuat foto post
voiding pada waktu membuat <9P. Pada orang normal sisa urin biasanya
kosong, sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal
vesika. ,isa urin lebih dari )00 "" biasanya dianggap sebagai batas indikasi
untuk melakukan intervensi pada penderita prostat hipertrofi.
b. Pan"aran urin atau flow rate dapat dihitung se"ara sederhana yaitu dengan
menghitung jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi berlangsung (ml=detik)
atau dengan alat uroflowmetri yang menyajikan gambaran grafik pan"aran urin.
Cntuk dapat melakukan pemeriksaan uroflow dengan baik diperlukan jumlah
urin minimal di dalam vesika )2$ sampai )$0 ml. (ngka normal untuk flow
rata-rata (average flow rate) )0 sampai )2 ml=detik dan flow maksimal sampai
sekitar 20 ml=detik. Pada obstruksi ringan flow rate dapat menurun sampai
average flow antara 0-D ml=detik, sedang maksimal flow menjadi )$ mm=detik
atau kurang. 4engan pengukuran flow rate tidak dapat dibedakan antara
kelemahan detrusor dengan obstruksi infravesikal.
?bstruksi uretra menyebabkan bendungan saluran kemih sehingga mengganggu faal ginjal
karena hidronefrosis, menyebabkan infeksi dan urolithiasis. 7indakan untuk menentukan
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 12|
diagnosis penyebab obstruksi maupun menentukan kemungkinan penyulit harus dilakukan
se"ara teratur.
Aejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesi"a urinaris yang tidak sempurna
pada saat miksi atau disebabkan oleh karena hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran
prostat menyebabkan rangsangan pada vesi"a, sehingga vesi"a sering berkontraksi meskipun
belum penuh. Aejalanya ialah &
). Bertambahnya frekuensi miksi (6reLuen"y)
2. /okturia
!. .iksi sulit ditahan (Crgen"y)
#. 4isuria (/yeri pada waktu miksi) (P=C<)
Aejala-gejala tersebut diatas sering disebut sindroma prostatismus. ,e"ara klinis derajat
berat gejala prostatismus itu dibagi menjadi &
Arade < & Aejala prostatismus M sisa ken"ing J $0 ml
Arade << & Aejala prostatismus M sisa ken"ing K $0 ml
Arade <<< & 5etensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas M sisa
urin K )$0 ml
+
4erajat berat gejala klinik prostat hiperplasia ini dipakai untuk menentukan derajat berat
keluhan subyektif, yang ternyata tidak selalu sesuai dengan besarnya volume prostat. Aejala
iritatif yang sering dijumpai ialah bertambahnya frekuensi miksi yang biasanya lebih
dirasakan pada malam hari. ,ering miksi pada malam hari disebut no"turia, hal ini
disebabkan oleh menurunnya hambatan kortikal selama tidur dan juga menurunnya tonus
spingter dan uretra. ,imptom obstruksi biasanya lebih disebabkan oleh karena prostat dengan
volume besar. (pabila vesi"a menjadi dekompensasi maka akan terjadi retensi urin sehingga
pada akhir miksi masih ditemukan sisa urin didalam vesi"a, hal ini menyebabkan rasa tidak
bebas pada akhir miksi. ;ika keadaan ini berlanjut pada suatu saat akan terjadi kema"etan
total, sehingga penderita tidak mampu lagi miksi. ?leh karena produksi urin akan terus
terjadi maka pada suatu saat vesi"a tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan
intravesi"a akan naik terus dan apabila tekanan vesi"a menjadi lebih tinggi daripada tekanan
spingter akan terjadi inkontinensia paradoks (over flow in"ontinen"e). 5etensi kronik dapat
menyebabkan terjadinya refluk vesi"o uretra dan meyebabkan dilatasi ureter dan sistem
pelviokalises ginjal dan akibat tekanan intravesi"al yang diteruskam ke ureter dari ginjal
maka ginjal akan rusak dan terjadi gagal ginjal. Proses kerusakan ginjal dapat diper"epat bila
ada infeksi. 4isamping kerusakan tra"tus urinarius bagian atas akibat dari obstruksi kronik
penderita harus selalu mengedan pada waktu miksi, maka tekanan intra abdomen dapat
menjadi meningkat dan lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya hernia, hemoroid. ?leh
karena selalu terdapat sisa urin dalam vesi"a maka dapat terbentuk batu endapan didalam
vesi"a dan batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuri. 4isamping
pembentukan batu, retensi kronik dapat pula menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadi
systitis dan apabila terjadi refluk dapat terjadi juga pielonefritis.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 13|
Gambar 3.%.3. *abel (enanganan +,mptoms
LO.3.(. !iagnosis dan !iagnosis Banding Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
a Anamnesis
Pada anamnesis, pasien akan mengeluhkan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan
dalam manifestasi klinis, yaitu hesitansi (susah untuk B(%, harus diawali dengan
NngedenO), kekuatan pan"aran urin menurun, rasa tidak puas, dan menetes setelah miksi,
serta frekuensinya menjadi lebih sering, nokturia (pipis di malam hari), urgensi (pipis
tidak bias ditahan), dan disuria.
) Pemeriksaan Fisik
(kan didapatkan buli-buli terisi penuh dan teraba massa kistus di daerah supra simfisis
akibat retensi urin.
,elain itu, pemeriksaan "olok dubur juga penting untuk dilakukan. Pada pemeriksaan ini
perhatikan keadaan &
- tonus spingter ani= reflek bulbo "avernosus, untuk menyingkirkan adanya kelainan
buli-buli neurogeni"3
- mukosa re"tum3
- keadaan prostat, kemungkinan adanya nodul, krepitasi,konsistensi prostat, simetri
antar lobus, dan batas prostat.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 14|
:olok dubur pada hyperplasia prostat menunjukkan konsistensi prostat kenyal seperti
meraba ujung hidung, lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul.
Gambar 3.-.1. .olok Dubur
Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-
kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pnielonefritis akan disertai sakit
pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. 9esi"a urinaria dapat teraba apabila sudah
terjadi retensi total, daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya
hernia. Aenitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab
yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di fossa navikularis atau
uretra anterior, fibrosis daerah uretra, fimosis, "ondiloma di daerah meatus.
* Pemeriksaan La)oratori+m
1. ,rin
-edimen +rin, untuk men"ari kemungkinan adanya proses infeksi= inflamasi pada
saluran kemih.
%+lt+r +rin, untuk men"ari jenis kuman penyebab infeksi dan menentukan
sensitivitas terhadap beberapa antimikroba.
2. !arah
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 15|
.+la darah, untuk men"ari kemungkinan adanya 4. yang dapat menimbulkan
kelainan persarafan pada buli-buli.
P-A (Prostate -pesi"i* Antigen, merupakan suatu glikoprotein protease yang
diproduksi dan disekresi oleh sel epitel prostat, yang merupakan tanda paling efektif
untuk mengetahui adanya kanker prostat dan keadaanya meningkat pada BP8.
Peningkatan P,( juga dapat terjadi sebagai akibat dari "olok dubur (45@ H 4igital
5e"tal @amination), pemasangan kateter, sistoskopi, biospsi jarum, ultrasonografi
trasnre"tal 7ransre"tal Cltrasound), reseksi prostat transuretra (7C5P, 7ransurethral
5ese"tion of the Prostate), bertambahnya umur dan retensi urin serta besarnya
volume.
!. Faal .injal, untuk men"ari penyulit yang mengenai saluran kemih atas.
d Pen*itraan
). Foto Polos Per+t, untuk men"ari kemungkinan adanya batu opaL di saluran kemih,
batu= kalkulosa prostat, dan menunjukkan bayangan buli-buli yang penuh berisi urin.
,elain itu, dapat juga diperoleh keterangan mengenai penyakit ikutan, misalnya batu
saluran kemih, hidronefrosis, atau divertikel kandung kemih juga dapat untuk
menghetahui adanya metastasis ke tulang dari "arsinoma prostat.
2. I/P, dilakukan untuk melihat adanya &
- kelainan pada ginjal maupun ureter, berupa hidronefrosis= hidroureter3
- memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan oleh adanya indentasi
prostat (pendesakan buli-buli oleh kelenjar prostar), ureter berbentuk seperti mata
kail/ hooked 'ish)3
- penyulit yang terjadi pada buli-buli, seperti trabekulasi, divertikel, atau sakulasi
buli-buli.
,ebelum melakukan <9P dilakukan persiapan, yaitu &
- .alam sebelum pemeriksaan diberi pen"ahar untuk membersihakan kolon dari
feses yang menutupi daerah ginjal.
- Pasien tidak diberi "airan mulai dari jam )0 sebelum pemeriksaan, untuk
mendapatkan kondisi dehidrasi.
- %eesokan hari pasien diminta untuk berpuasa.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 16|
- ,ebelum pasien disuntukian urografin 00 mg2, terlebih dahulu dilakukan
penngujian subkutan atau intravena kontras ("onray= meglumineiothalamat 002)
jika pasien alergi terhadap kontras, maka <9P dibatalkan.
/amun, sekarang pemeriksaan ini tidak direkomendasikan untuk BP8.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 17|
Gambar 3.-.2. (emeriksaan 0(
!. ,-., dapat dilakukan se"ara &
- 0rans A)dominal ,ltra -onograph1 (0A,-
4ari pemeriksaan ini, diharapkan mendapat informasi mengenai ()) perkiraan vol
besar prostat, (2) panjang prostusi prostat ke buli-buli atau intra prostati1
protrusion (<PP), (!) mungkin didapatkan kelainan pada buli-buli, berupa massa,
batu, atau bekuan darah, (#) menghitung sisa= residu urin pas"a miksi, ($)
hidronefrosis atau kerusakan ginjal akibat obstruksi prostat.
- 0rans ,retral ,ltra -onograph1 (02,-
Cntuk men"ari kemungkinan adanya fo"us keganasan prostat berupa area
hipoekoik.
e Pemeriksaan Lainn1a
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 18|
1. ,ro"lo3metri
Cntuk mengukur laju pan"aran urin miksi. 'aju pan"aran urin ditentukan oleh&
- daya kontraksi otot detrusor
- tekanan intravesi"a
- resistensi uretra
(ngka normal laju pan"aran urin ialah )2 ml=detik dengan pun"ak laju pan"aran
mendekati 20 ml=detik. Pada obstruksi ringan, laju pan"aran melemah menjadi 0 B D
ml=detik dengan pun"aknya sekitar )) B )$ ml=detik. ,emakin berat derajat obstruksi
semakin lemah pan"aran urin yang dihasilkan.
2. Pemeriksaan 0ekanan Pan*aran (Press+re Flo3 -t+dies
Pan"aran urin melemah yang diperoleh atas dasar pemeriksaan uroflowmetri tidak
dapat membedakan apakah penyebabnya adalah obstruksi atau daya kontraksi otot
detrusor yang melemah. Cntuk membedakan kedua hal tersebut dilakukan
pemeriksaan tekanan pan"aran dengan menggunakan (brams-Ariffiths
/omogram. 4engan "ara ini maka sekaligus tekanan intravesi"a dan laju
pan"aran urin dapat diukur.
3. Pemeriksaan /ol+me 2esid+ ,rin
9olume residu urin setelah miksi spontan dapat ditentukan dengan "ara sangat
sederhana dengan memasang kateter uretra dan mengukur berapa volume urin yang
masih tinggal. Pemeriksaan sisa urin dapat juga diperiksa (meskipun kurang akurat)
dengan membuat foto post voiding atau C,A.
!iagnosis Banding
a. %elemahan 4etrusor %andung %emih
%elainan medula spinalis
/europatia diabetes mellitus
Pas"a bedah radikal di pelvis
6armakologik
b. %andung %emih /europati, disebabkan oleh &
%elainan neurologi"
/europati perifer
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 19|
4iabetes mellitus
(lkoholisme
6armakologik (obat penenang, penghambat alfa dan parasimpatolitik)
". ?bstruksi 6ungsional
4issinergi detrusor-sfingter terganggunya koordinasi antara kontraksi detrusor dengan
relaksasi sfingter
%etidakstabilan detrusor
d. %ekakuan 'eher %andung %emih
6ibrosis
e. 5esistensi Crethra yang .eningkat, disebabkan oleh &
8iperplasia prostat jinak atau ganas
%elainan yang menyumbatkan uretra
Cretralitiasis
Cretritis akut atau kronik
,triktur uretra
Prostatitis akut atau kronis
LO.3.4. Penatalaksanaan Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
8iperplasi prostat yang telah memberikan keluhan klinik biasanya akan menyebabkan
penderita datang kepada dokter. 4erajat berat gejala klinik dibagi menjadi empat gradasi
berdasarkan penemuan pada "olok dubur dan sisa volume urin.
!erajat 5olok !+)+r -isa /ol+me ,rin
< Penonjolan prostat, batas atas mudah
diraba
J $0 ml
<< Penonjolan prostat jelas, batas atas dapat
di"apai
$0- )00 ml
<<< Batas atas prostat tidak dapat diraba K)00 ml
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 20|
<9 5etensi urin total
*abel 3.%.1 derajat gejala klinik !()
?rganisasi kesehatan dunia (E8?) menganjurkan klasifikasi untuk menentukan berat
gangguan miksi yang disebut E8? P,, (E8? prostate symptom s"ore).
*abel 3.%.2. 2)# (++
;umlah skor&
0 H baik sekali
) H baik
2 H kurang baik
! H kurang
# H buruk
$ H buruk sekali
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 21|
,kor ini berdasarkan jawaban penderita atas delapan pertanyaan mengenai miksi. 7erapi
non bedah dianjurkan bila E8? P,, tetap dibawah )$. Cntuk itu dianjurkan melakukan
kontrol dengan menentukan E8? P,,. 7erapi bedah dianjurkan bila E8? P,, 2$ ke atas
atau bila timbul obstruksi.
4i dalam praktek pembagian derajat beratnya hiperplasia prostat derajat <-<9 digunakan
untuk menentukan "ara penanganan. Pada penderita dengan derajat satu biasanya belum
memerlukan tindakan operatif, melainkan dapat diberikan pengobatan se"ara konservatif.
Pada penderita dengan derajat dua sebenarnya sudah ada indikasi untuk melakukan intervensi
operatif, dan yang sampai sekarang masih dianggap sebagai "ara terpilih ialah trans uretral
rese"tion (7C5). %adang-kadang derajat dua penderita masih belum mau dilakukan operasi,
dalam keadaan seperti ini masih bisa di"oba dengan pengobatan konservatif. Pada derajat
tiga, 7C5 masih dapat dikerjakan oleh ahli urologi yang "ukup berpengalaman melakukan
7C5 oleh karena biasanya pada derajat tiga ini besar prostat sudah lebih dari 00 gram.
(pabila diperkirakan prostat sudah "ukup besar sehingga reseksi tidak akan selesai dalam
satu jam maka sebaiknya dilakukan operasi terbuka. Pada hiperplasia prostat derajat empat
tindakan pertama yang harus segera dikerjakan ialah membebaskan penderita dari retensi urin
total, dengan jalan memasang kateter atau memasang sistostomi setelah itu baru dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi diagnostik, kemudian terapi definitif dapat
dengan 7C5 P atau operasi terbuka.
7erapi sedini mungkin sangat dianjurkan untuk mengurangi gejala, meningkatkan kualitas
hidup dan menghindari komplikasi akibat obstruksi yang berkepanjangan. 7indakan bedah
masih merupakan terapi utama untuk hiperplasia prostat (lebih dari *02 kasus). .eskipun
demikian pada dekade terakhir dikembangkan pula beberapa terapi non-bedah yang
mempunyai keunggulan kurang invasif dibandingkan dengan terapi bedah. .engingat gejala
klinik hiperplasia prostat disebabkan oleh ! faktor yaitu pembesaran kelenjar periuretral,
menurunnya elastisitas leher vesika, dan berkurangnya kekuatan detrusor, maka pengobatan
gejala klinik ditujukan untuk &
.enghilangkan atau mengurangi volume prostat
.engurangi tonus leher vesika, otot polos prostat dan kapsul prostat
.elebarkan uretra pars prostatika, menambah kekuatan detrusor
7erdapat beberapa pilihan tindakan terapi didalam penatalaksanaan hiperplasia prostat
Benigna yang dapat dibagi kedalam # ma"am golongan tindakan, yaitu &
1. O)ser6asi (7at*h"+l 3aiting
7idak semua pasien hiperplasia prostat perlu menjalani tindakan medik. %adang-
kadang mereka yang mengeluh pada saluran kemih bagian bawah ('C7,) ringan
dapat sembuh sendiri dengan observasi ketat tanpa mendapatkan terapi apapun. 7etapi
diantara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi medikamentosa atau
tindakan medik yang lain karena keluhannya semakin parah.
2. Medikamentosa
(. Penghambat adrenergik I
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 22|
,eperti kita ketahui persyarafan trigonum leher vesika, otot polos prostat dan kapsul
prostat terutama oleh serabut-serabut saraf simpatis, terutama mengandung reseptor
alpha, jadi dengan pemberian obat golongan alpha adrenergik bloker, terutama alpha
) adrenergik bloker maka tonus leher vesika, otot polos prostat dan kapsul prostat
akan berkurang, sehingga sehingga menghasilkan peningkatan laju pan"aran urin dan
memperbaiki gejala miksi. Bila serangan prostatismus memun"ak menjurus kepada
retensio urin ini adalah pertanda bahwa tonus otot polos prostat meningkat atau
berkontraksi sehingga pemberian obat ini adalah sangat rasional. @pisode serangan
biasanya "epat teratasi.
:ontoh obat yang dipakai&
6enoksiben1amin (I- bloker non selektif)
Farmokodinamik & karena sifat hambatan yang praktis irreversibel.
6enoksiben1amin dapat dianggap bekerja dengan "ara mengurangi jumlah
adrenoreseptor I yang tersedia untuk dirangsang. 6enoksiben1amin memblok
reseptor I
)
maupun I
2
pada otot polos arteriol dan vena sehingga
menimbulkan vasodilatasi dan venodilatasi.
Farmakokinetik & absorpsi dari saluran "erna hanya 20-!02. Eaktu paruhnya
kurang dari 2# jam, tetapi lama kerjanya bergantung juga pada ke"epatan
sintesis reseptor I.
ntoksikasi dan e'ek samping & yang utama adalah hipotensi ortostatik.
8ambatan ejakulasi yang reversibel dapat terjadi akibat hambatan kontraksi
otot polos vas deferens dan saluran ejakulasi.
(enggunaan terapi & sebagai kompensasi berkurangnya produksi testoteron,
dibentuk lebih banyak en1im $ B I reduktase yang mereduksi testoteron
menjadi dihidrotestoteron (487) yang lebih aktif. 7etapi 487 merangsang
pertumbuhan prostat. ?bat ini dapat memperbaiki aliran urin dan mengurangi
gejala-gejala akibat obstruksi prostat. 4osis 2)0 mg=hari. Pengobatan ini
efektif untuk BP8 tetapi karena efek samping yang ditimbulkan obat ini tidak
lagi digunakan.
Pra1osine, 7era1osin, 7am1ulosin dan 4oa1osin (I
)
- bloker selektif)
Farmakodinamik & efeknya yang utama adalah hasil hambatan reseptor I
)
pada otot polos arteriol dan vena, yang menimbulkan vaso- dan venodilatasi
sehingga menurunkan resistensi perifer dan alir balik vena. %elompok obat ini
"enderung mempunyai efek yang baik terhadap lipid serum pada manusia,
menurunkan kolesterol '4' dan trigliserid serta meningkatkan kadar
kolesterol 84'.
Farmakokinetik & diabsorpsi dengan baik pada pemberian oral, terikat kuat
pada protein plasma (terutama I
)
-glikoprotein), mengalami metabolisme yang
ekstensif di hati, dan hanya sedikit yang dieksresi utuh melalui ginjal.
?bat Eaktu paruh Eaktu diberikan
Pra1osine 2-! jam 2-! =hari
7era1osin )2 jam )-2 =hari
4oa1osin 20-22 jam )=hari
7am1ulosin $-)0 jam
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 23|
3'ek samping & yang utama adalah fenomena dosis pertama, yakni hipotensi
posturnal yang hebat dan sinkop yang terjadi !0-*0 menit setelah pemberian
dosis pertama. @fek samping yang paling sering berupa pusing (hipotensi
postural), sakit kepala, ngantuk, palpitasi, edema perifer dan mual.
(enggunaan terapi & pemberian obat ini menyebabkan relaksasi otot-otot
trigon dan sfingter di leher kandung kemih serta otot polos kelenjar prostat
yang membesar, sehingga memperbaiki aliran urin serta gejala-gejala lain
yang menyertai obstruksi prostat tersebut adalah )-$ mg=hari. (Aunawan,200+)
B. 6itoterapi
%elompok kemoterapi pada umumnya telah mempunyai informasi farmakokinetik
dan farmakodinamik terstandar se"ara konvensional dan universal. %elompok obat ini
juga disebut dengan Nobat modernO. 7idak semua penyakit dapat diobati se"ara tuntas
dengan kemoterapi ini. Banyak penyakit kronis, degeneratif, gangguan metabolisme,
dan penuaan yang belum ada obatnya seperti& kanker, hepatitis, 8<9, demensia, dll.
Banyak pula yang belum bisa dituntaskan pengobatannya. 7ermasuk ini adalah& BP8,
4., hipertensi, rematik, dll. ,ehingga diperlukan terapi komplementer atau alternatif.
%elompok terapi ini disebut 6itoterapi. 4isebut demikian karena berasal dari
tumbuhan. Bahan aktifnya belum diketahui dengan pasti, masih memerlukan
penelitian yang panjang.
/amun se"ara empirik, manfaat sudah lama ter"atat dan semakin diakui. 4iantara
sekian banyak fitoterapi yang sudah masuk pasaran, diantaranya yang terkenal adalah
,erenoa repens atau ,aw Palmetto dan Pumpkin seeds yang digunakan untuk
pengobatan BP8. %eduanya, terutama ,erenoa repens semakin diterima
pemakaiannya dalam upaya pengendalian prosatisme BP8 dalam kontek Nwat"hfull
waiting strategyO. 4i ;erman *02 kasus BP8 di terapi dengan ,erenoa repens tunggal
atau kombinasi, dan di negara-negara @ropa dan (merika pemakaiannya terus
meningkat dengan "epat.
,aw Palmetto Berry (,PB) yang disebut juga ,erenoa repens adalah suatu
obat tradisional <ndian. :atatan empiriknya tentang manfaat tumbuhan ini
untuk gangguan urologis sudah ada sejak tahun )*00. <su ba"k to nature
memberikan iklim yang kondusif bagi pemakaian obat ini.
Bukti-bukti empirik lapangan dan empirik uji klinik semakin banyak
men"atat efektifitas dan keamanannya. 4alam :urrent .edi"al 4iagnosis
and 7reatment (200)) dinyatakan bahwa ,aw Palmetto Berry (,PB) ini
didalam )D 5:7 (5andomi1ed :lini"al 7rial) dengan 2*!* subyek adalah
superior terhadap pla"ebo dan efektifitasnya sama dengan finasteride. @fek
samping obat berupa disfungsi ereksi H ),)2 sedangkan finasteride H #,*2.
4alam 'ife @tension Cpdate dimuat, dari sebanyak !2 publikasi studi
terdapat "atatan bahwa etra"t dari ,PB ini se"ara signifikan menunjukan
perbaikan klinis dalam hal &
- 6rekuensi nokturia P berkurang
- (liran ken"ing P bertambah lan"ar
- 9olume residu dikandung ken"ing P berkurang
- Aejala kurang enak dalam mekanisme urinoir P berkurang
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 24|
.ekanisme kerja obat ini belum dapat dipastikan tetapi diduga kuat ia &
- .enghambat aktifitas en1im $ alpha reduktase dan memblokir
reseptor androgen
- Bersifat anti inflamasi dan anti udem dengan "ara menghambat
aktifitasen1im "y"loygenase dan $ lipoygenase.
Pumpkin seeds (:u"urbitae peponis semen)
7estimoni empirik tradisional bahan ini telah digunakan di ;erman dan
(ustria sejak abad )0 untuk gangguan NurinoirO dan belakangan ini
ekstraknya dipakai untuk mengatasi gejala yang berhubungan dengan BP8
didalam konteks farmakoterapi maupun uji klinis kombinasi dengan
ekstraks serenoa repens.
Penelitian di ;erman melakukan studi terhadap preparat yang mengandung
komponen utama beta-sitosterol dengan sedikit "ampuran "ampesterot dan
stigmasterol untuk mengobati hiperplasia prostat. 8asilnya, terjadi
perbaikan seperti halnya terapi menggunakan penghambat reseptor alpha
dan $-alpha reduktase, tetapi dengan efek samping yang lebih minimal.
Ealaupun mekanisme kerja dari preparat "ampuran fitosterol ini belum
dapat dibuktikan, penelitian terus dikembangkan untuk keperluan di masa
depan.
8ormonal
Pada tingkat supra hypofisis dengan obat-obat '8-58 (super) agonist yaitu
obat yang menjadi kompetitor '8-58 mempunyai afinitas yang lebih besar
dengan reseptor bagi '8-58, sehingga obat ini akan NmenghabiskanO
reseptor dengan membentuk '8-58 super agonist reseptor kompleks.
,ehingga mula-mula oleh karena banyaknya '8-58 super agonist yang
menangkap reseptor, pada permulaan justru akan terjadi kenaikan produksi
'8 oleh hypofisis. 7etapi setelah reseptor NhabisOmaka '8-58 tidak dapat
lagi men"ari reseptor , maka '8 akan menurun. :ontoh obat adalah
Buserelin, dengan dosis minggu < !dd $00 mg s.". (+ hari) dan minggu <<
intra nasal spray 200 mg, ! kali sehari.
Pemberian obat-obat anti androgen yang dapat mulai pada tingkat hipofisis
misalnya dengan pemberian An-58 analogue sehingga menekan produksi
'8, yang menyebabkan produksi testosteron oleh sel leydig berkurang.
:ara ini tentu saja menyebabkan penurunan libido oleh karena penurunan
kadar testosteron darah. Pada tingkat infra hipofisis pemberian estrogen
dapat memberikan umpan balik dengan menekan produksi 6,8 dan '8,
sehingga produksi testosteron juga menurun. :ontoh preparatnya ialah
4iaethyl ,tilbestrol (4@,) dosis satu kali )-$ mg sehari.
Pada tingkat testikular, or"hie"tomi untuk pengobatan pembesaran prostat
jinak hanya dikenal pada sejarah, sekarang "ara pengobatan ini untuk
hiperplasia prostat telah ditinggalkan. Cntuk karsinoma prostat tentu saja
or"hie"tomi masih dikerjakan oleh karena pertimbangan kemungkinan
penyebaran "a prostat dan juga biasanya penderita telah tua.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 25|
Pada tingkat yang lebih rendah dapat pula diberikan obat anti androgen
yang mekanisme kerjanya men"egah hidrolise testosteron menjadi 487
dengan "ara menghambat $ alpha reduktase, suatu en1im yang diperlukan
untuk mengubah testosteron menjadi dehidrotestosteron (487), suatu
hormon androgen yang mempengaruhi pertumbuhan kelenjar prostat,
sehingga jumlah 487 berkurang tetapi jumlah testosteron tidak berkurang,
sehingga libido juga tidak menurun. Penurunan kadar 1at aktif
dehidrotestosteron ini menyebabkan menge"ilnya ukuran prostat. :ontoh
obat tersebut ialah 6inesteride, Pros"ar dengan dosis $ mg=hari dalam
jangka waktu lebih dari ! bulan, 6inasteride mengurangi volume prostat
sampai !02. Penelitian lain di %anada menyatakan bahwa 6inasteride
mengurangi volume prostat pada 0)! pria dengan angka rata-rata 2)2,
mengurangi gejala dan memperbaiki laju pan"aran urin sampai )22. ?bat
ini mempunyai toleransi baik dan tidak mempunyai efek samping yang
bermakna.
?bat anti androgen lain yang juga bekerja pada tingkat prostat ialah obat
yang mempunyai mekanisme kerja sebagai inhibitor kompetitif terhadap
reseptor 487 sehingga 487 tidak dapat membentuk kompleks 487-
5eseptor.
:ontoh obatnya ialah &
- :yproterone a"etate )00 mg 2 kali=hari
- 6lutamide
- medrogestone )$ mg2 kali=hari
- (nandron
?bat ini juga tidak menurunkan kadar testosteron pada darah, sehingga
libido tidak menurun. Aolongan gestagen dan ketokona1ole, obat-obat ini
mempunyai khasiat &
-mengurangi en1im dehidrogenase dan isomerase yang berguna untuk
metabolisme steroid
- menekan '8 dan 6,8,
-menjadi saingan testosteron untuk $ alpha reduktase sehingga 487
tidak terbentuk.
:ontoh obatnya adalah .egestrol a"etat )00 mg empat kali sehari dan
.P( !00-$00 mg=hari. %esulitan pengobatan konservatif ini adalah
menentukan berapa lama obat harus diberikan dan efek samping dari obat.
. Operati"
a) Prostatektomi terbuka
- 5etropubi" infravesika (7eren"e millin)
Keuntungan :
7idak ada indikasi absolut, baik untuk adenoma yang besar pada
subservikal
.ortaliti rate rendah
'angsung melihat fossa prostat
4apat untuk memperbaiki segala jenis obstruksi leher buli
Perdarahan lebih mudah dirawat
7anpa membuka vesika sehingga pemasangan kateter tidak perlu
selama bila membuka vesika
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 26|
Kerugian :
o 4apat memotong pleksus santorini
o .udah berdarah
o 4apat terjadi osteitis pubis
o 7idak bisa untuk BP8 dengan penyulit intravesikal
o 7idak dapat dipakai kalau diperlukan tindakan lain yang harus
dikerjakan dari dalam vesika
Komplikasi :
Perdarahan
<nfeksi
?steitis pubis
7rombosis
- ,uprapubi" transvesi"a=79P (6reyer)
Keuntungan :
Baik untuk kelenjar besar
Banyak dikerjakan untuk semua jenis pembesaran prostat
?perasi banyak dipergunakan pada hiperplasia prostat dengan
penyulit &
Batu buli
Batu ureter distal
4ivertikel
Cretrokel
(danya sistsostomi
5etropubik sulit karena kelainan os pubis
%erusakan spingter eksterna minimal
Kerugian :
o .emerlukan pemakain kateter lebih lama sampai luka pada
dinding vesi"a sembuh
o ,ulit pada orang gemuk
o ,ulit untuk kontrol perdarahan
o .erusak mukosa kulit
o .ortality rate ) -$ 2
Komplikasi :
,triktura post operasi (uretra anterior 2 B $ 2, bladder ne"k
stenosis #2)
<nkontinensia (J)2)
Perdarahan
@pididimo or"hitis
5e"urent ()0 B 202)
:ar"inoma
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 27|
@jakulasi retrograde
<mpotensi
6imosis
4eep venous trombosis
- 7ransperineal
Keuntungan :
o 4apat langssung pada fossa prostat
o Pembuluh darah tampak lebih jelas
o .udah untuk pinggul sempit
o 'angsung biopsi untuk karsinoma
Kerugian :
<mpotensi
<nkontinensia
Bisa terkena rektum
Perdarahan hebat
.erusak diagframa urogenital
b) @ndourologi
- 7rans urethral rese"tion (7C5)
Qaitu reseksi endoskopik malalui uretra. ;aringan yang direseksi hampir
seluruhnya terdiri dari jaringan kelenjar sentralis. ;aringan perifer
ditinggalkan bersama kapsulnya. .etode ini "ukup aman, efektif dan
berhasil guna, bisa terjadi ejakulasi retrograd dan pada sebagaian ke"il
dapat mengalami impotensi. 8asil terbaik diperoleh pasien yang sungguh
membutuhkan tindakan bedah. Cntuk keperluan tersebut, evaluasi
urodinamik sangat berguna untuk membedakan pasien dengan obstruksi
dari pasien non-obstruksi. @valuasi ini berperan selektif dalam penentuan
perlu tidaknya dilakukan 7C5. ,uatu penelitian menyebutkan bahwa hasil
obyektif 7C5 meningkat dari +22 menjadi DD2 dengan
mengikutsertakan evaluasi urodinamik pada penilaian pra-bedah dari )$2
pasien. .ortalitas 7C5 sekitar )2 dan morbiditas sekitar D2.
,aat ini tindakan 7C5 P merupakan tindakan operasi paling banyak
dikerjakan di seluruh dunia. 5eseksi kelenjar prostat dilakukan trans-
uretra dengan mempergunakan "airan irigan (pembilas) agar supaya
daerah yang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup oleh darah.
:airan yang dipergunakan adalah berupa larutan non ionik, yang
dimaksudkan agar tidak terjadi hantaran listrik pada saat operasi. :airan
yang sering dipakai dan harganya "ukup murah adalah 82? steril
(aLuades). ,alah satu kerugian dari aLuades adalah sifatnya yang
hipotonik sehingga "airan ini dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui
pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi. %elebihan air dapat
menyebabkan terjadinya hiponatremia relatif atau gejala intoksikasi air
atau dikenal dengan sindroma 7C5 P. ,indroma ini ditandai dengan
pasien yang mulai gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah meningkat,
dan terdapat bradikardi.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 28|
;ika tidak segera diatasi, pasien akan mengalami edema otak yang
akhirnya jatuh dalam keadaan koma dan meninggal. (ngka mortalitas
sindroma 7C5 P ini adalah sebesar 0,**2. %arena itu untuk mengurangi
timbulnya sindroma 7C5 P dipakai "airan non ionik yang lain tetapi
harganya lebih mahal daripada aLuades, antara lain adalah "airan glisin ,
membatasi jangka waktu operasi tidak melebihi ) jam, dan memasang
sistostomi suprapubik untuk mengurangi tekanan air pada buli-buli selama
reseksi prostat.
Keuntungan :
o 'uka in"isi tidak ada
o 'ama perawatan lebih pendek
o .orbiditas dan mortalitas rendah
o Prostat fibrous mudah diangkat
o Perdarahan mudah dilihat dan dikontrol
Kerugian :
7ehnik sulit
5esiko merusak uretra
<ntoksikasi "airan
7rauma spingter eksterna dan trigonum
7idak dianjurkan untuk BP8 yang besar
(lat mahal
%etrampilan khusus
- 7rans urethral in"ision of prostate (7C<P)
.etode ini di indikasikan untuk pasien dengan gejala obstruktif, tetapi
ukuran prostatnya mendekati normal. Pada hiperplasia prostat yang tidak
begitu besar dan pada pasien yang umurnya masih muda umumnya
dilakukan metode tersebut atau in"isi leher buli-buli atau bladder ne"k
in"ision (B/<) pada jam $ dan +. 7erapi ini juga dilakukan se"ara
endoskopik yaitu dengan menyayat memakai alat seperti yangg dipakai
pada 7C5 P tetapi memakai alat pemotong yang menyerupai alat
penggaruk, sayatan dimulai dari dekat muara ureter sampai dekat ke
verumontanum dan harus "ukup dalam sampai tampak kapsul prostat.
%elebihan dari metode ini adalah lebih "epat daripada 7C5 dan
menurunnya kejadian ejakulasi retrograde dibandingkan dengan "ara
7C5.
- Pembedahan dengan laser ('aser Prostate"tomy)
7rans urethral ultrasound guided laser indu"ed prostate"tomy
(7C'<P)
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 29|
7rans urethral evaporation of prostate (7C@P)
7eknik koagulasi
Keuntungan bedah laser ialah :
7idak menyebabkan perdarahan sehingga tidak mungkin terjadi
retensi akibat bekuan darah dan tidak memerlukan transfusi
7eknik lebih sederhana
Eaktu operasi lebih "epat
'ama tinggal di rumah sakit lebih singkat
7idak memerlukan terapi antikoagulan
5esiko impotensi tidak ada
5esiko ejakulasi retrograd minimal
Kerugian :
Penggunaan laser ini masih memerlukan anestesi (regional)
!. In6asi" minimal
a) 7rans urethral mi"rowave thermotherapy (7C.7)
:ara memanaskan prostat sampai ##,$R: B #+R: ini mulai
diperkenalkan dalam tiga tahun terakhir ini. 4ikatakan dengan
memanaskan kelenjar periuretral yang membesar ini dengan gelombang
mikro (mi"rowave) yaitu dengan gelombang ultarasonik atau
gelombang radio kapasitif akan terjadi vakuolisasi dan nekrosis jaringan
prostat, selain itu juga akan menurunkan tonus otot polos dan kapsul
prostat sehingga tekanan uretra menurun sehingga obstruksi berkurang.
Prinsip "ara ini ialah memasang kateter sema"am 6oley dimana
proimal dari balon dipasang antene pemanas yang baru dipanaskan
dengan gelombang mikro melalui kabel ke"il yang berada didalam
kateter. Pemanasan dilakukan antara )-! jam. 4engan "ara pengobatan
ini dengan mempergunakan alat 78@5.@S << diperoleh hasil
perbaikan kira-kira +0-D02 pada symptom obyektif dan kira-kira $0-
002 perbaikan pada flow rate maksimal. .ekanisme yang pasti
mengenai efek pemanasan prostat ini belum semuanya jelas, salah satu
teori yang masih harus dibuktikan ialah bahwa dengan pemanasan akan
terjadi perusakan pada reseptor alpha yang berada pada leher vesika dan
prostat.
4i ;akarta telah tersedia dua ma"am alat yaitu Prostatron yang
menggunakan gelombang mikro dan dipanaskan selama satu jam. :ara
ini disebut dengan 7rans Crethral .i"rowave 7reatment (7C.7).
,edangkan alat yang lain menggunakan radio "apa"itive freLuen"y yang
dapat memanaskan prostat sampai ##,$R: B #+R: selama ! jam
(7C56). Pengobatan di 5,. Pondok <ndah pada ))2 kasus yang diobati
dengan "ara ini didapatkan hasil & perbaikan Nsymptom s"oreO pada +*
penderita (+$2) dan perbaikan pada sisa ken"ing pada 02 penderita
(002) tetapi perbaikan pada maimal flow rate hanya ditemukan pada
$$ penderita ($02). :ara pengobatan hypertermia ini masih
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 30|
memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai "ara kerja dasar klinikal,
efektifitasnya serta side efek yang mungkin timbul.
:ara kerja 7C.7 ialah antene yang berada pada kateter dapat
meman"arkan mi"rowave kedalam jaringan prostat. ?leh karena
temperatur pada antene akan tinggi maka perlu dilengkapi dengan
surfa"e "osting agar tidak merusak mu"osa ureter. 4engan proses
pendindingan ini memang mu"osa tidak rusak tetapi penetrasi juga
berkurang.
:ara 7C56 (trans Cretral 5adio :apa"itive 6reLuen"y) meman"arkan
gelombang Nradio freLuen"yO yang panjang gelombangnya lebih besar
daripada tebalnya prostat juga arah dari gelombang radio freLuen"y
dapat diarahkan oleh elektrode yang ditempel diluar (pada pangkal
paha) sehingga efek panasnya dapat menetrasi sampai lapisan yang
dalam. %euntungan lain oleh karena kateter yang ada alat pemanasnya
mempunyai lumen sehingga pemanasan bisa lebih lama, dan selama
pemanasan urine tetap dapat mengalir keluar
b) 7rans urethral ballon dilatation (7CB4)
4ilatasi uretra pars prostatika dengan balon ini mula-mula dikerjakan
dengan jalan melakukan "ommisurotomi prostat pada jam )2.00 dengan
jalan melalui operasi terbuka (transvesikal). Pertama kali dikerjakan
oleh 8ollingworth )*)0 dan 6ran"k )*!0. %emudian 4eisting )*$0
melakukan dengan dilator transuretral. 7etapi sebenarnya pelopor
penggunaan balon adalah 8.;oa"hus Burhenne yang mula-mula
men"oba pada anjing dan "adaver, akhirnya di"oba di klinik.
:astaneda bersama-sama 5eddy dan 8ulbert kemudian
menyempurnakan tehnik Burhenne tersebut. %onsep dilatasi dengan
balon ini ialah mengusahakan agar uretra pars prostatika menjadi lebar
melalui mekanisme&
Prostat di tekan menjadi dehidrasi sehingga lumen uretra
melebar
%apsul prostat diregangkan
7onus otot polos prostat dihilangkan dengan penekanan tersebut
5eseptor alpha adrenergi" pada leher vesika dan uretra pars
prostatika dirusak
Prosedur ini meskipun bisa dilakukan dengan anestesi topikal,
sebaiknya dilakukan dengan narkose. Balon mempunyai diameter !0
mm kemudian dengan alat dikembangkan sampai # atm yang sama
dengan $D,D psi atau !0#0 mm8g dan kaliber uretra menjadi !0 mm
atau *0 6. %emudian setelah balon dikempeskan kembali kateter
dilepaskan dengan menggunakan guide wire dan kateter dilepas
memutar kebalikan dari arah jarum jam sementara dapat dipasang
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 31|
"ystostomi dengan tro"ard. 7CB4 ini biasanya memberikan perbaikan
yang bersifat sementara.
") 7rans urethral needle ablation (7C/()
Qaitu dengan menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi untuk
menghasilkan ablasi termal pada prostat. :ara ini mempunyai prospek
yang baik guna men"apai tujuan untuk menghasilkan prosedur dengan
perdarahan minimal, tidak invasif dan mekanisme ejakulasi dapat
dipertahankan.
d) ,tent urethra dengan prosta"ath
Pada hakekatnya "ara ini sama dengan memasang kateter uretra, hanya
saja kateter tersebut dipasang pada uretra pars prostatika. Bentuk stent
ada yang spiral dibuat dari logam ber"ampur emas yang dipasang
diujung kateter (Prosta"ath). ,tents ini digunakan sebagai protesis
indwelling permanen yang ditempatkan dengan bantuan endoskopi atau
bimbingan pen"itraan. Cntuk memasangnya, panjang uretra pars
prostatika diukur dengan C,A dan kemudian dipilih alat yang
panjangnya sesuai, lalu alat tersebut dimasukkan dengan kateter
pendorong dan bila letak sudah benar di uretra pars prostatika maka
spiral tersebut dapat dilepas dari kateter pendorong. Pemasangan stent
ini merupakan "ara mengatasi obstruksi infravesikal yang juga kurang
invasif, yang merupakan alternatif sementara apabila kondisi penderita
belum memungkinkan untuk mendapatkan terapi yang lebih invasif.
(khir-akhir ini dikembangkan juga stent yang dapat dipertahankan
lebih lama, misalnya Porges Crospiral (Parker dkk.) atau Eallstent
(/ording, (.'. Paulsen).
Bentuk lain ialah adanya mesh dari logam yang juga dipasang di uretra
pars prostatika dengan kateter pendorong dan kemudian didilatasi
dengan balon sampai mesh logam tersebut melekat pada dinding uretra.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 32|
.
LO.3.8. %omlikasi Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
4ekompresi prostat & retensi urin sehingga pada akhir miksi ditemukan sisa urin di dalam
kandung kemih dan timbul rasa tak tuntas pada akhir miksi
5efluks vesiko-ureter , hidroureter, hidronefrosis dan gagal ginjal & akibat retensi kronik
<nfeksi
8ernia atau hemoroid & karena penderita harus selalu mengedan
Bahu endapan di kandung kemih & karena terdapat sisa urin. .enambah keluhan iritasi
dan menimbulkan hematuria, dapat pula menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluks
dapat terjadi pielonefritis.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 33|
(,jamsuhidayat, 200$)
LO.3.19. Prognosis Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
.enurut Birowo dan 5ahardjo prognosis BP8&
). 7ergantung dari lokasi, lama dan kerapatan retensi.
2. %eparahan obstruksi yang lamanya + hari dapat menyebabkan kerusakan ginjal. ;ika
keparahan obstruksi diperiksa dalam dua minggu, maka akan diketahui sejauh mana
tingkat keparahannya. ;ika obstruksi keparahannya lebih dari tiga minggu maka akan
lebih dari $02 fungsi ginjal hilang.
!. Prognosis yang lebih buruk ketika obstruksi komplikasi disertai dengan infeksi.
#. Cmumnya prognosis lebih bagus dengan pengobatan untuk retensi urine
Pada hiperplasia nodular yang paling penting ialah ke"enderungan terjadinya obstruksi
uretra, tidak lebih dari )02 pria dengan keluhan ini memerlukan tindakan pembedahan
untuk mengurangi obstruksi. 4iperkirakan penderita dengan hiperplasia nodular memiliki
ke"enderungan besar untuk timbulnya kanker dikemudian hari walaupun kini tidak dapat
dibenarkan bahwa hiperplasia nodular prostat sebagai suatu lesi praganas.
LO.3.11. Pen*egahan Hiperplasia Prostat Benigna (BPH
.emperbanyak konsumsi vitamin (,:, dan @ antioksidan yang berperan penting bagi
prostat
.engurangi makananan kaya akan lemak hewani
Berolahraga se"ara rutin
;angan menahan-nahn bila ingin buang air ke"il
.emeriksakan prostat se"ara rutin
LI.$. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam 0entang Pemeriksaan 5olok
!+)+r pada Pasien Laki:laki
<slam menentukan bahwa setiap manusia harus menghormati manusia yang lainnya,
karena (llah sebagai khalik sendiri menghormati manusia, sebagai mana di jelaskan
(llah dalam surat (l <sraT &+0. .aka dokter maupun paramedis haruslah tidak
memaksakan sesuatu kepada pasien, segala tindakan yang harus mereka kerjakan
haruslah dengan suka rela dan atas keyakinan.
Cntuk pemeriksaan dokter dalam menegakkan diagnosa penyakit, maka dokter
berkhalwat, melihat aurat, malah memeriksa luar dalam pasien dibolehkan hanya
didasarkan pada keadaan darurat, sebagai yang dijelaskan oleh Laidah ushul fiLh yang
berbunyi& 1ang dar+rat dapat mem)olehkan 1ang dilarang. <slam memang
mengenal darurat yang akan meringankan suatu hukum. (da kaidah d4aa dhoogal
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 34|
amr ittasi5 (jika kondisi sulit, maka <slam memberikan kemudahan dan kelonggaran).
Bahkan %aedah lain menyebutkan& UKondisi darurat menjadikan sesuatu ,ang haram
menjadi mubah5.
(kan lebih baik lagi jika pasien diperiksa oleh dokter sejenis, pasien perempuan
diperiksa oleh dokter perempuan dan pasien laki-laki diperiksa oleh dokter laki-laki.
%arena dalam dunia kedokteran sendiri banyak "erita-"erita bertebaran di seluruh
dunia, di mana terjadi praktek asusila baik yang tak sejenis hetero seksual, maupun
yang sejenis homoseksual antara dokter dan pasien. 4alam batas-batas tertentu,
mayoritas ulama memperbolehakan berobat kepada lawan jenis jika sekiranya yang
sejenis tidak ada, dengan syarat ditunggui oleh mahram atau orang yang sejenis.
(lasannya, karena berobat hukumnya hanya sunnah dan bersikap pasrah (tawakkal)
dinilai sebagai suatu keutamaan (fadlilah). Clama sepakat bahawa pembolehan yang
diharamkan dalam keadaan darurat, termasuk pembolehan melihat aurat orang
lain,ada batasnya yang se"ara umum ditegaskan dalam al-LurTan ( V., (l-baLarah &
)+!3 (l-anTam &)#$ 3(n-nahl & ))$) dengan menjauhi ke1aliman dan lewat batas.
4alam pengobatan, kebolehan hanya pada bagian tubuh yang sangat diperlukan,
karena itu, bagian tubuh yang lain yang tidak terkait langsung tetap berlaku ketentuan
umum tidak boleh melihatnya. /amun, untuk meminimalisir batasan darurat dalam
pemeriksaan oleh lawan jenis sebagai upaya sadd al-41ariTat (menutup jalan untuk
terlaksananya kejahatan), disarankan disertai mahram dan prioritas diobati oleh yang
sejenis. Pembolehan dan batasan kebolehanya dalam keadaan darurat juga banyak
disampaikan oleh tokoh mad1hab. (hmad ibn 8anbal, tokoh utama ma1hab hanbali
menyatakan boleh bagi dokter= tabib laki-laki melihat aurat pasien lain jenis yang
bukan mahram khusus pada bagian tubuh yang menuntut untuk itu termasuk aurat
vitalnya, demikian pula sebaliknya, dokter wanita boleh melihat aurat pasien laki-laki
yang bukan mahramnya dengan alasan tuntutan.
4i <ndonesia, dalam fatwa .P%, disebutkan, tidak dilarang melihat aurat perempuan
sakit oleh seorang dokter laki-laki untuk keperluan memeriksa dan mengobati
penyakitnya. ,eluruh tubuhnya boleh diperiksa oleh dokter laki-laki, bahkan hingga
genetalianya, tetapi jika pemeriksaan dan pengobatan itu telah mengenai genitalian
dan sekiatarnya maka perlu ditemani oleh seorang anggota keluarga laki-laki yang
terdekat atau suaminya. ;adi, kebolehan berobat kepada lain jenis dipersyaratkan jika
yang sejenis tidak ada. 4alam hal demikian, dianjurakan bagi pasien untuk menutup
bagian tubuh yang tidak diobati. 4emikian pula dokter atau yang sejenisnya harus
membatasi diri tidak melihat organ pasien yang tidak berkaitan langsung.
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 35|
!AF0A2 P,-0A%A
(nonim.()**+) Kumpilan Kuliah lmu !edah Khusus, ;akarta & (ksara .edisina.
@ros"henko 9i"tor P.(200!).6tlas )istologi di Fiore dengan Korelasi Fungsional.
;akarta.@A:
Aunawan ,,A.(200+).Farmakologi dan *erapi, @disi $. ;akarta & 4epartement 6armakologi
dan 7erapeutik 6%C<
%at1ung, Bertram A.()**+).Farmakologi Dasar dan Klinik edisi 9<, ;akarta & @A:
,jamsuhidajat 5, de ;ong E.(200+). !uku 6jar lmu !edah.@disi 2, ;akarta & @A:.
,nell, 5i"hard.,.()**2). (natomi Klinik untuk &ahasiswa Kedokteran, edisi 0. ;akarta & @A:
,E, 8arward., :unha, A5. 2000. *he (rostate : De7elopment and ph,siolog,
Purnomo B.P.(2000). !uku Kuliah Dasar 8 Dasar 9rologi, ;akarta & :9.,agung ,eto
Skenario 3 Susah Buang Air Kecil 36|