Anda di halaman 1dari 20

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Unggas adalah hewan termasuk dalamkelas aves yang telah
didomestikasi dan perkembangbiakannya serta cara hidupnya diatur
manusia agar menaikan nilai ekonomis dalam bentuk barang dan jasa.
Sebagai sumber energi hewani asal ternak unggas merupakan produksi
daging yang paling cepat dan ekonomis dibandingkan ternak lain selain
babi.
Negara Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang.
Sering dengan naiknya pendapatan perkapita penduduk Indonesia, maka
meningkat pula kebutuhan akan protein hewani. Masyarakat semakin
menyadari akan pentingnya protein hewani bagi pertumbuhan jaringan
tubuh. Salah satu sumber protein asal hewani adalah daging dan telur
ayam. Ditinjau dari nilai giinya, telur ayam tidak kalah dibandingkan
dengan daging dari ternak lain. Selain itu telur ayam mudah didapatkan
dan harganya relati! murah.
Ilmu pengetahuan tentang unggas "poultry# baik mengenai prinsip
pemeliharaan secara teoritis ataupun praktis, serta ilmu tentang produksi,
reproduksi, genetik, teknologi hasil unggas dan pemasaran dinamakan
ilmu ternak unggas "Poultry Science#.
Tujuan Praktikum
$ujuan dari praktikum sistem digesti dan anatomi unggas adalah
mengetahui dan memahami tentang sistem digesti dan reproduksi ayam,
meliputi bentuk, !ungsi, ukuran berat, dan batasan%batasan dari masing%
masing bagiannya.
Manfaat Praktikum
Man!aat praktikum sistem digesti dan anatomi unggas adalah
praktikan dapat membandingkan data yang diperoleh dengan re!erensi
dari sumber ilmiah tertentu. Diharapkan praktikan kritisterhadap situasi
dan kondisi serta mengetahui apakah yang menyebabkan perbedaan
antara datapraktikum dengan re!erensi sehigga praktikan dapat
menemukan problem solving dari penyimpanan yang terjadi dan pada
akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk perunggasan
di tanah air.
1
MATERI DAN METODE
Materi
Alat. &lat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau scapel
merk Tagimaco, kaca, plastik ukuran '('m, timbangan digital merk Camry
dengan kapasitas ) kg, gunting bedah merk *M+, dan pita ukur merk
Butterfly dengan panjang ',- cm.
Bahan. .ahan yang digunakan pada praktikum ini adalah ' ekor
ayam layer a!kir dan bebek jantan yang telah disembelih tapi masih utuh.
Metode
&yam betina dan bebek jantan yang telah dipotong kemudian
ditimbang lalu dibedah dan dikeluarkan seluruh organ pencernaan dan
organ reproduksinya "jangan sampai putus#, kemudian diletakkan diatas
alas plastik yang diatur secara utuh dan digambar. Setelah itu diukur
panjang perbagian organ kemudian potong perbagian, keluarkan
kotorannya, kemudian dicuci lalu ditimbang, dan dicatat berat masing%
masing organ.
2
HAIL DAN PEMBAHAAN
HAIL
/asil yang diperoleh dari praktikum Ilmu $ernak unggas acara
sistem digesti dan reproduksi adalah sebagai berikut0
$abel '. 1rgan digesti ayam layer a!kir
B
e
r
a
t
P
a
n
j
a
n
g

A
y
a
m

B

P
a
n
j
a
n
g

(
c
m
)
B
e
r
a
t
(
g
Parameter
3
)
"
c
m
#
"
g
#
2
'
)
)
A
y
a
m

A

Oesophagus
Crop10 3 ', 3 )'
3
4
,
,
3
Proventikulus
Gizzard5
5 24 6,, )4
% DuodenumUs
us halus :
)6,, 6 )3 '2
'
5
5
-
'
7
% e!unum
% "lieum65 ,5 '- 63 ')
2
'
6
)
Coecum
#sus besar14 '' , 6,, )
$loaka 4 3 4 )'
Organ tambahan %
% &ati % 4' % %
4
-
% Pankreas
4
-
% 'imfa13 % ) % %
$abel ). Sistem reproduksi ayam betina
8arameter
&yam & &yam .
8anjang
"cm#
.erat "g# 8anjang
"cm#
.erat "g#
Ovarium(ovu
m
3 47 % 4,
"nfundibulum ', ' 7 '
)agnum 24,, ,2 4- 4-
"sthmus ') 3 ', 7
#terus '- )) 5 )5
*agina ') 3 6 ,
PEMBAHAAN
i!tem Dige!ti A"am Betina
Saluran pencernaan semua hewan dapat dianggap sebagai tabung
dari mulut sampai ke anus dan !ungsinya adalah mencerna,
mengabsorbsi, dan mengeluarkan sisa ransum yang tidak tercerna. &lat
pencernaan unggas termasuk ke dalam kelompok ternak non ruminansia
atau monogastrk "ternak berlambung tunggal sederhana#. &lat
pencernaan unggas digambarkan sesuai dengan adanya tujuh !ungsi
utama dari bagian%bagian alat pencernaan tersebut yang dihubungkan
dengan ransum yang diberikan yaitu mengumpulkan dan membuat
bagian%bagian kecil dari ransum yang besar, menghaluskan ransum
dengan ber!ungsinya enim pencernaan, menciptakan lingkungan yang
sesuai untuk mikroba usus, meningkatkan proses sintesa di dalam usus,
menjaga keseimbangan air dalam tubuh, mengabsorbsi, mengeluarkan,
dan mendaur ulang substansi dalam pencernaan, dan memproduksi dan
mengumpulkan ekskreta "&bun, )--3#.
8roses utama dari pencernaan adalah secara mekanik, enimatik,
ataupun mikroba. 8roses mekanik terdiri dari penelanan makanan ke
dalam mulut dan gerakan peristaltic alat pencernaan karena kontraksi otot
usus. 8encernaan secara enimatis atau kimiawi dilakukan oleh enim
yang dihasilkan sel%sel kelenjar dari bagian alat saluran pencernaan,
berupa getah%getah pencernaan. Disamping itu enim dapat pula
dihasilkan oleh mikroba usus yang dapat berasal dari ransum "&bun,
)--3#.
Mulut. Sistem pencernaan unggas berbeda dari sistem pencernaan
mamalia, dalam hal ini unggas tidak mempunyai gigi guna mencegah
5
makanan secara !isik. 9ungsi paruh adalah untuk menyobek dan
mengambil makanan, sedangkan lidah unggas yang panjang dan terdapat
penyaluran !ungsi untuk memaksa bahan makanan masuk kedalam
kerongkongan atau oesophagus. Mulut mensekresikan saliva ') cc per )4
jam. .erdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa saliva unggas
mengandung amylase dan sedikit lipase. Saliva dalam jumlah sedikit
dikeluarkan dalam mulut untuk membantu pada proses penelanan.
Makanan selama dalam mulut tidak terjadi mastikasi, karena makanan
lewat dengan cepat masuk lewat oesophagus " gullet #. Menurut :uwanta
")--4#, mulut menghasilkan saliva yang mengandung amylase dan
maltase saliva dan produksi saliva 5 sampai 2- ml; hari tergantung pada
jenis pakan. Menurut :asin ")-'-#, di dalam mulut belum banyak terjadi
proses pencernaan walaupun unggas sudah berusaha dengan paurh
memecah makanannya dan saliva disekresikan oleh kelenjar maksilaris,
palatini, pterigoidea dan mandibularis yang pada unggas dewasa
produksinya '%2- ml;jam. &laiva unggas menandun enim amilase dalam
konsentrasi yang rendah dan mempunyai aktivitas sampai di tembolok
dan giard.
<ambar '. Mulut ayam
Oesophagus+ Menurut :uwanta ")--4#, oesophagus merupakan
saluran lunak dan elastis yang mudah mengalami pemekaran apabila ada
bolus yang masuk. 8anjang oesophagus ayam & adalah '- cm
sedangkan ayam . ') cm. .erat oesophagus ayam & adalah 2 gram
sedangkan ayam . ) gram. 8anjang oesophagus salah satu ayam
termasuk ukuran normal. Menurut Neil "'77'#, panjang oesophagus
antara )- sampai ), cm dan berat antara , sampai 5,, gram. 8erbedaan
yang relati! kecil ini dikarenakan oesophagus didalam kepala tidak ikut
diukur karena masuk pada kepala sehingga tidak dapat dikeluarkan. .erat
oesophagus ayam & relati! lebih sedikit, ini berkaitan dengan data panjang
oesophagus yang tidak terukur karena berada didalam kepala .
6
<ambar ). 1esophagus
Tem#olok $crop%. $embolok disebut juga crop merupakan
modi!ikasi dari oesophagus+ 9ungsi tembolok adalah untuk menyimpan
pakan untuk sementara waktu dan sebagai indikator untuk ayam jika
pakan yang dikonsumsi sudah cukup ":uwanta, )--4#. Menurut :asin
")-'-#, antara proventrikulus dan mulut terdapat pelebaran kerongkongan,
disebut tembolok. Makanan disimpan untuk sementara waktu dalam
tembolok, kemudian makanan tersebut dilunakkan sebelum menuju ke
proventrikulus. $embolok ayam & dan . memiliki berat 3 gram. Menurut
Neil "'77'#, berat crop adalah 3 sampai ') g. Menurut :uwanta ")--4#,
tembolok mampu menampung ),- g pakan.
<ambar 2. $embolok
Proventriculus. Proventriculus disebut juga perut kelenjar atau
succenturiate ventricle atau glandular stomach yang mengekskresikan
pepsinogen dan /+l untuk mencerna protein dan lemak ":uwanta, )--4#.
Proventriculus ayam & memiliki panjang , cm dan berat 3 gram
sedangkan ayam . memiliki panjang 4,, cm dan berat 3 gram. Menurut
Neil "'77'# ukuran normal, proventriculus memiliki panjang 6 cm dengan
berat 5,, sampai '- gram. 8erbedaan data diatas tidak terlalu signi!kan
sehingga tidak dapat dijadikan indikasi bahwa kedua ayam abnormal.
8erbedaan tersebut dapat terjadi karena kesalahan pengukuran atau
kemungkinan lain yaitu perbedaan spesies dan varietas ayam sehingga
terjadi perbedaan mor!ologi. 8roses pencernaan yang terjadi di dalam
proventrukulus yaitu pencampuran makanan dengan getah lambung
"/+=, pepsin#, selanjutnya makanan digiling dalam giard secara
mekanis dibantu oleh adanya grit yang mampu meningkatkan kecernaan
biji%bijian sampai '-> . &sam lambung menyebabkan cairan dalam
lambung bersi!at asam dengan p/ antara ',- ? ),-, sehingga proses
pencernaan protein oleh enim pepsin dengan cara hidrolisis berjalan
dengan baik ":asin, )-'-#.
7
<ambar 4. Proventrikulus
Gizzard& Menurut :uwanta ")--4#, gizzard merupakan perut
muscular yang merupakan kepanjangan dari proventriculus, gizzard terjadi
pencernaan mekanis. 1tot%otot gizzard melumat pakan sehingga lebih
lunak dengan bantuan grit dan air. Gizzard dilindungi oleh lapisan koilin
sehingga tidak luka oleh grit. Gizzard ayam & memiliki berat 24 gram
sedangkan ayam . )4 gram. .erat gizzard adalah ), sampai 2- gram.
Sedangkan &yam & mendekati ukuran literatur,disebabkan perbedaan
mor!ologi ayam. Menurut :uwanta ")--4#, pada unggas yang hidup
secara berkeliaran, empedal lebih kuat daripada ayam yang dipelihara
secara terkurung dengan pakan yang lebih lunak. Menurut :asin ")-'-#,
bahwa rata%rata berat ventrikulus broiler umur 3 minggu, ',25 ? ',3> dari
bobot badan, hal ini disebabkan oleh jumlah pakaian serat kasar semakin
tinggi dalam ransum ternyata meningkatkan panjang organ tersebut per
kilogram berat badan untuk memperluas daerah penyerapan. 8encernaan
yang terjadi di bagian lambung meliputi pengakti!an enim%enim oleh
/+= serta hidrolisis karbohidrat dan protein menjadi senyawa lebih
sederhana.
<ambar ,. <iard
U!u! halu!. 1rgan tubuh ini menghubungkan giard dengan usus
besar. Usus halus terdiri dari "', 5 duodenum # yang berbentuk huru! @ U @
pada suatu bagian dan bagian lain melingkar. Di dalam rongga perut usus
halus digantungkan oleh selaput penggantung yang disebut mesentrium.
Aata%rata panjang usus halus pada ayam betina 6) inci. Usus halus
ber!ungsi dalam digesti, absorpsi, penyerapan at makanan yang larut
dalam garam organik. Usus halus mulai terjadi pencernaan enimatis
serta penyerapan nutrisi pakan. Usus halus terbagi menjadi tiga bagian
yaitu duodenum, !e!unum, dan ileum. Menurut :asin ")-'-#, sebagian

besar pencernaan dan absorbsi nutrisi terjadi di dalam usus halus. 8roses
pencernaan dibantu oleh kelenjar intestinal yang mengahasilkan mucin
ber!ungsi sebagai pelicin dan enim sukrase memecah sukrosa menjadi
glukosa, !ruktosa, maltase memecah maltosa menjadi glukose, eripsin
memecah bentuk intermediet protein menjadi asam amino. Usus halus
disebut juga intestinum tenue, panjang mencapai ')- cm ":uwanta,
)--4#. 8ada usus ayam bagian yang jelas terlihat adalah duodenum.
Dinding usus halus mensekresikan intenstinal juice yang mengandung
erepsine yang berguna untuk digesti gula!
<ambar 6. Usus /alus
Duodenum. Duodenum terdapat di bagian awal usus halus, yakni
berbentuk seperti huru! U dengan kelenjar pankreas di tengahnya.
Menurut :uwanta ")--4#, pada bagian ini terjadi pencernaan yang paling
akti! dengan proses hidrolisis dari nutrien kasar berupa pati, lemak, dan
protein. 8anjang dan berat duodenum ayam & dan . berturut%turut adalah
)6,, cm, 6 gram, dan )3 cm, '2 gram. 8erbatasan duodenum dengan
!e!unum terletak pada tikungan kedua usus halus kedua usus halus.
<amabr 5. Duodenum
Jejunum. e!unum merupakan kelanjutan dari duodenum yakni
terjadi pencernaan namun dengan !rekuensi absorpsi yang masih kecil.
8anjang dan berat !e!unum ayam & dan . berturut%turut adalah 6, cm, '5
gram dan 5- cm, '7 gram.
"
<ambar 3. *ejunum
Ileum+ "leum merupakan bagian usus halus yang paling banyak
melakukan absorpsi. "leum mempunyai banyak vili%vili untuk memperluas
bidang penyerapan. .atas antara !e!unum dengan ileum berupa tonjolan
kecil yakni micelle diverticum. 8anjang dan berat ileum pada ayam & dan
. berturut%turut adalah ,5 cm, '- gram dan 63 cm, ') gram. Menurut
Buprial ")--,#, berat ileum adalah ', gram. /asil pengamatan &yam &
dan ayam . mempunyai selisih yang kecil dengan kisaran normal.
<ambar 7. Ileum
Coecum+ Coecum terdiri atas dua coeca atau saluran buntu yang
berukuran panjang )- cm ":uwanta, )--4#. 8anjang coeca ayam & dan .
berturut%turut adalah '4 cm dan '6 cm. &yam & memiliki memiliki ukuran
coecum yang terlalu panjang, sedangkan ayam . terlalu panjang. /al ini
dapat disebabkan oleh perbedaan individu serta pakan yang dikonsumsi.
Semakin tinggi pakan mengandung serat kasar tinggi, maka coeca akan
berkembang karena coeca ber!ungsi untuk mencerna serat kasar. &yam
hanya dapat meman!aatkan serat kasar sebanyak )> sampai 2>,
sedangkan itik dapat hingga ,>.
<ambar '-. Coecum
U!u! #e!ar. Usus besar atau intestinum crasum mempunyai
panjang 5 cm ":uwanta, )--4#. 8anjang usus besar ayam & dan . adalah
10
'' cm dan 6,, cm. .erat normal rektum adalah 4 sampai 6 gram. .erat
usus besar ayam & dan . adalah , gram dan ) gram. /al ini berarti kedua
ayam tersebut berada di luar kisaran normal. Menurut :uwanta ")--4#,
perombakan partikel pakan yang tidak tercerna oleh mikroorganisme
menjadi !eses terjadi pada bagian usus besar.
<ambar ''. Usus .esar
'loaka. Cloaka merupakan tempat keluarnya ekskreta karena
urodeum dan kuprodeum berhimpitan ":uwanta, )--4#. 8anjang kloaka
ayam & dan . adalah 4 cm dan 4 cm. .erat kloaka ayam & dan . adalah
3 dan )' gram. Menurut Neil "'77'#, berat kloaka adalah antara 6 sampai
3 gram. 8erbedaan data yang mencolok dapat disebabkan oleh kesalahan
pengukuran atau ayam dalam kondisi abnormal.
<ambar '). Cloaka
Organ Tam#ahan
Hati. /ati dalam proses pencernaan ber!ungsi untuk
mensekresikan getah empedu yang dibawa ke dalam empedu. 9ungsi dari
getah empedu sebagai penetral asam lambaung "/+l#, membentuk sabun
terlarut dengan lemak bebas. Cedua !ungsi ini membantu dalam absorbsi
dan translokasi asam lemak ":uwanta, )--4#. .erat hati ayam & adalah
4' gram, sedangkan berat ayam & adalah '6)3 gram. Menurut $ri%
:uwanta ")--4#, berat hati adalah 2> dari berat badan. /asil pengamatan
menunjukkan bahwa berat hati tidak sesuai dengan kisaran normal karena
kurang dari 2> berat badan. /al ini dapat terjadi karena pada saat
penimbangan berat badan ayam, ada bagian yang terbelah saat
pembedahan.
11
<ambar '2. /ati
Pankrea!. Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan
usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan
pankreas. 8ankreas tersebut mempunyai !ungsi penting dalam
pencernaan unggas seperti hanya pada spesies%spesies lainnya. &lat
tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang
mengandung enim%enim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Dnim%enim
tersebut berturut%turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton
"&nonim, )-'2#. 8anjang pancreas ayam & adalah '2 cm. .erat pancreas
ayam & adalah 4 gram.
<ambar '4. 8ankreas
Limfa. =im!a berada di sebelah kiri dan kanan duodenum, sedikit di
atas empedu dan berwarna kemerah%merahan. .entuk lim!a yaitu bulat
dan tersusun oleh lapisan jaringan keputihan. 9ungsi dari lim!a adalah
untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih. .erat dari lim!a
ayam & adalah ) gram.
<ambar ',. =im!a
.erdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa pencernaan adalah
proses perubahan secara !isik dan kimiawi yang dialami oleh pakan
12
"ransum# di dalam saluran pencernaan ternak. .erdasarkan proses
perubahan yang terjadi di saluran pencernaan maka proses pencernaan
dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu proses pencernaan secara mekanis,
secara hidrolis, dan secara !ermentati!. 8encernaan yang dilakukan oleh
ternak unggas mulai dari mulut sampai dengan kolon berturut%turut adalah
proses hidrolisis, eimatik hidrolisis dan !ermentati!. .agi unggas, di dalam
mulut belum banyak terjadi proses pencernaan walaupun unggas sudah
berusaha dengan paruh memecah makanannya dan saliva disekresikan
oleh kelenjar maksilaris, platini, ptrigoidea dan mandibularis. 8encernaan
di tembolok adalah menampung makanan yang masuk, pelunakan
makanan dengan bantuan saliva dari kelenjar mulut, esophagus dan
tembolok. 8encernaan di lambung, proses pencernaan terjadi di dalam
proventikulus yaitu pencampuran makanan dengan getah lambung "/+l,
8epsin#. 8roses di usus halus dibentuk oleh kelenjar intestinal yang
menghasilkan mucin ber!ungsi sebagai pelicin dan enim sukrose
memecah sukrosa menjadi glukosa. 8encernaan serat kasar yang lewat
organ penyerapan utama akan didegradasi secara !ermentati! terutama di
sekum.
i!tem Re(roduk!i A"am Betina
Sistem reproduksi ayam betina terdiri atas dua bagian utama, yakni
ovarium dan oviduk. Ovarium terbagi dua bagian yaitu corte- pada bagian
luar dan medula pada bagian ligamentum messo ovariium. 8roses
pembentukan ovum dinamakan vilogeni yang merupakan sintesa asam
lemak di hati yang dikontrol oleh hormon estrogen, kemudian oleh darah
diakumulasikan di ovarium sebagai ovum ":uwanta, )--4#.
Ovarium dan o)um. .erat ovarium unggas dewasa normal adalah
antara 4- sampai 6- gram ":uwanta, )--4#. /asil pengamatan ovarium
ayam & 47 gram dan ayam . lebih kecil yakni 4, gram. 8erbedaan pada
ayam . disebabkan oleh umur !olikel yang masih muda atau baru saja
terjadi ovulasi sehingga beratnya menurun. 9olikel sudah berada di
ovarium sejak induk masih dalam bentuk embrio.
13
<ambar '6. 1varium dan 1vum
Infundibulum. "nfundibulum ber!ungsi untuk menangkap ovum
yang diovulasikan dan merupakan tempat terjadinya !ertilisasi. 9olikel
melewati in!undibulum selama ',%2- menit. Menurut :uwanta ")--4#,
panjang infundibulum adalah 7 cm. /asil pengamatan menunjukkan
panjang serta berat infundibulum ayam & dan . adalah ', cm dengan '
gram dan 7 cm dengan ' gram. 8erbedaan tersebut dapat terjadi karena
perbedaan mor!ologi ayam.

<ambar '5. In!undibulum
Magnum. )agnum merupakan bagian terpanjang dari oviduk yang
merupakan tempat terjadinya sintesis albumen kental dan cair. 8roses
sintesis albumen di magnum berlangsung selama 2 jam. Menurut
:uwanta ")--4#, panjang magnum adalah 22 cm. /asil pengamatan
panjang dan berat magnum ayam & dan . adalah 24,, cm dengan berat
,2 gram dan 4- cm dengan berat 4- gram. )agnum merupakan bagian
terpanjang dari oviduct. $erdapat perbedaan antara kisaran normal
dengan data hasil praktikum yang disebabkan aleh perbedaan umur,
!aktor genetik, produksi telur yang telah dihasilkan, jadi dimungkinkan
bahwa ayam . yang memiliki panjang magnum yang relati! panjang
sehinnga produksi telurnya tinggi.

<ambar '3. Magnum
Isthmus. "sthmus ber!ungsi untuk mensekresikan telur beserta
kerabang tipis. 8roses pembentukan kerabang tipis ini berlangsung
selama ,',,%) jam. "sthmus ayam & dan . memiliki panjang ') dengan
berat 3 gram dan ', cm dengan berat 3 gram. Menurut :uwanta ")--4#,
isthmus memiliki panjang sekitar '- cm. /al ini berarti panjang isthmus
ayam & masih sesuai dengan kisaran normal. Sedangkan ayam . jauh
dari kisaran normal, disebabkan kemungkinan kurang ketelitian dalam
mengukur.

<ambar '7. Isthmus
Uteru!. Uterus ber!ungsi untuk pembentukan kerabang telur
sehingga prosesnya paling lama yakni )' jam. Menurut :uwanta ")--4#,
panjang uterus adalah sekitar '- cm. /asil pengamatan panjang uterus
ayam & dan . adalah '- cm dengan berat )) gram dan 5 cm dengan
14
berat )5 gram. Uterus ayam . berukuran sangat pendek dan berada di
bawah kisaran normal. /al ini dapat disebabkan oleh pengkerutan uterus
karena terjadi kontraksi atau disebabkan !aktor umur, !aktor genetic dan
tingkat produksi telur. Sedangkan uterus ayam & sama dengan kisaran
normal menandakan ayam & normal.

<ambar )-. Uterus
*agina. Eagina merupakan tempat keluar telur hasil pembentukan
telur oleh organ reproduksi. $elur sangat singkat melewati vagina yaitu
hanya , menit. 8anjang vagina adalah sekitar '- cm ":uwanta, )--4#.
/asil pengamatan panjang vagina ayam & dan . adalah ') cm dengan
berat 3 gram dan 6 cm dengan berat , gram. $erjadi perbedaan yang
sangat signi!ikan antara hasil pengamatan dengan kisaran normal karena
!aktor genetic, umur dan bisa dimungkinkan ketidak tepatan pada bagian
vagina yang diukur.

<ambar )'. Eagina
'loaka. Cloaka merupakan tempat sisa%sisa metabolism
dikeluarkan dalam bentuk eksreta. Dksreta merupakan campuran antara
urin dan !eses yang keluar secara bersama%sama. Cloaka terdiri dari 2
bagian, yaitu kuprodeum atau saluran keluarnya !eses, urodeum atau
saluran keluarnya urin dan protodeum atau saluran keluarnya sperma
atau sel telur.
<ambar )). Cloaka
i!tem Re(roduk!i +antan
1rgan reproduksi ayam jantan terdiri dari testes, ductus deferens,
dan organ kopulasi yang terdapat dalam kloaka. Unggas jantan berbeda
dari ternak piaraan lainnya karena testes tidak terdapat dalam skrotum
tetapi tetap berada dalam rongga badan dan terletak didekat tulang
belakang dekat bagian anterior.

<ambar )2. Saluran reproduksi ayam jantan
Te!ti!& $estis terletak di rongga badan dekat tulang belakang,
melekat pada bagian dorsal dari rongga abdomen dan dibatasi oleh
ligamentum mesorchium, berdekatan dengan aorta dan vena cavar, atau
di belakang paru%paru bagian depan dari ginjal. Meskipun dekat dengan
rongga udara, temperatur testis selalu 4'
o
sampai 42
o
+ karena
15
spermatogenesis "pembentukan sperma# akan terjadi pada temperatur
tersebut ":uwanta, )---#.

<ambar )4 . $estis
$estis berbentuk biji buah buncis dengan warna putih krem. $estis
terbungkus oleh dua lapisan tipis transparan, lapisan albugin yang lunak.
.agian dalam dari testis terdiri atas tubuli seminiferi "3,> sampai 7,>
dari volume testis#, yang merupakan tempat terjadinya spermatogenesis,
dan jaringan intertitial yang terdiri atas sel glanduler "sel 'eydig# tempat
disekresikannya hormon steroid, androgen, dan testosteron. .esarnya
testis tergantung pada umur, strain, musim, dan pakan ":uwanta, )---#.
/asil praktikum pada alat reprodiksi ayam jantan diperoleh testis berwarna
putih pucat dan berbentuk seperti biji kacang.
aluran Deferens& Saluran deferens dibagi menjadi dua bagian,
yaitu bagian atas yang merupakan muara sperma dari testis, serta bagian
bawah yang merupakan perpanjangan dari saluran epididimis dan
dinamakan saluran deferens. Saluran de!erens ini akhirnya bermuara di
kloaka pada daerah proktodeum yang berseberangan dengan urodium
dan koprodeum. Di dalam saluran deferens, sperma mengalami
pemasakan dan penyimpanan sebelum diejakulasikan. 8emasakan dan
penyimpanan sperma terjadi pada 6,> bagian distal saluran deferens
":uwanta, )---#.
Alat 'o(ula!i& &lat kopulasi pada ayam berupa papila "penis# yang
mengalami rudimenter, kecuali pada itik berbentuk spiral yang panjangnya
') sampai '3 cm. 8ada papila ini juga diproduksi cairan transparan yang
bercampur dengan sperma saat terjadinya kopulasi ":uwanta, )---#.

<ambar ),. 8enis .ebek
16
'EIMPULAN
8engamatan dan pengukuran praktikum digesti pada ayam
& dan . relati! menunjukkan kisaran normal. 1rgan digesti yang tidak
berada pada kisaran normal dipengaruhi oleh jenis dan bangsa ayam,
umur, jenis kelamin, jenis pakan yang biasa dikonsumsi serat ketelitian
dalam pengukuran. 9aktor yang mempengaruhi perbedaan berat dan
panjang adalah umur, jenis unggas, dan kebiasaan makan dari ayam
tersebut.
Sistem reproduksi ayam betina terdiri dari atas dua bagian utama
yaitu ovarium dan oviduk. 1varium adalah tempat sintesis hormon steroid
seksual, seksual, gametogenesis, dan perkembangan serta pemasakan
kuning telur "!olikel#. 1viduk adalah tempat menerima kuning telur masak,
sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang telur. 8ada unggas
umunya dan ayam pada khususnya, hanya ovarium kiri yang berkembang
dan ber!ungsi, sedangkan yang bagian kanan mengalami rudimenter.
Sistem reproduksi ayam jantan terdiri dari testis, saluran de!erens "duktus
de!erens#, dan alat kopulasi.
DA,TAR PUTA'A
&bun. )--3. /ubungan Mikro!lora Dengan Metabolisme Dalam Saluran
8encernaan Unggas Dan Monogastrik. 9akultas 8eternakan
Universitas 8adjadjaran.
17
&nonim. )-'2. 8encernaan Unggas. http0;;chickaholic.com . '2;'-;'2.
Neil, &. +. '77'. .iology )
nd
edition. $he .enjamin +oming 8ublishing
+ompany Inc. 8ec Food +ity.
:asin. )-'-. 8encernaan Serat Casar 8ada $ernak Unggas. 9akultas
8eternakan Undaris Ungaran
:uwanta,$ri. )---. Dasar Ternak #nggas. 9akultas 8eternakan
Universitas <adjah Mada. :ogyakarta.
:uwanta, $ri. )--4. Dasar Ternak #nggas. Canisius. :ogyakarta.
Buprial dan Camal. M. )--,. .utrisi Pakan #nggas. 9akultas 8eternakan
U<M. :ogyakarta.
LAMPIRAN
1
1"
20