Anda di halaman 1dari 4

Uji gula-gula (Glukosa, Laktosa, Sukrosa dan Manitol)

Uji ini dilakukan untuk mengindetifikasi bakteri yang mampu memfermentasikan karbohidrat. Pada
uji gula-gula hanya terjadi perubahan warna pada media glukosa yang berubah menjadi warna
kuning, artinya bakteri ini membentuk asam dari fermentasi glukosa. Pada media glukosa juga
terbentuk gelembung pada tabung durham yang diletakan terbalik didalam tabung media, artinya
hasil fermentasi berbentuk gas (Oktarina, 2010). Reaksi fermentasi gula yaitu :
fermentasi
C6H12O6 C2H5OH+ CO2 + asam
Menurut Robert, dkk (1959), Escherichia coli dapat melakukan fermentasi glukosa dan laktosa,
sementara itu sukrosa tidak dapat difermentasikannya. Pada Bacillus subtilis dapat melakukan
fermentasi terhadap glukosa dengan hasil yang tidak terjadi perubahan.


Media Gula-Gula termasuk media Identifikasi, media identifikasi adalah
perbenihan yang digunakan untuk menentukan jenis bakteri. Biasanya digunakan
beberapa media bersama-sama. Disebut media gula-gula karena terbuat dari
beberapa gula seperti, glukosa, laktosa, mannosa, maltosa, sakarosa. Media gula-
gula adalah air pepton yang ditambah gula tertentu. Tujuannya adalah untuk
mengetahui bakteri memfermentasi karbohidrat. Pada uji gula-gula hanya terjadi
perubahan warna pada media gula-gula yang berubah menjadi warna kuning,
artinya bakteri ini membentuk asam dari fermentasi glukosa. Pada media gula-
gula juga terbentuk gelembung pada tabung durham yang diletakan terbalik
didalam tabung media, artinya hasil fermentasi berbentuk gas.



Untuk medium ini dipakai air pepton, jenis gula tertentu 1%, dan indikator
fenol red (indikator yang digunakan tidak harus fenol red, indikator lain yang bisa
digunakan seperti BTB, warna yang dihasilkan tergantung dari indikator yang
digunakan. Jika menggunakan fenol red maka media akan berwarna merah, jika
menggunakan BTB maka media akan berwarna biru.) Indikator berguna untuk
melihat ada atau tidaknya pembentukan asam. Sebelum ditanami oleh bakteri
medium tersebut berwarna merah (jika menggunakan indikator fenol red). Apabila
sudah ditanami atau terbentuk asam maka akan berwarna kuning. Hal ini terbukti
dari seluruh hasil yang diperoleh praktikan, media tersebut masih steril karena
berwarna merah.

Selain itu juga, dipergunakan tabung Durham untuk mengetahui ada
tidaknya pembentukan gas sebagai hasil penguraian gula dalam medium. Tabung
Durham diletakan terbalik di dalam tabung gula sehingga gas yang terbentuk akan
tertampung di dalam tabung tersebut. Sebelum dipakai, media gula-gula ini harus
selalu diperiksa apakah masih steril atau tidak. Bila telah keruh atau kuning berarti
media tidak dapat dipergunakan lagi. Sifat penguraian terhadap gula dari setiap
mikroba adalah berlainan, dengan demikian hasil penguraian (reaksi) ini dapat
dipakai untuk determinasi suatu jenis bakteri sehingga dapat ditentukan
spesiesnya.

Media ini digunakan untuk pemeriksaan bakteri Coli. Bakteri Coli sangat
penting pada pemeriksaan air minum dan harus dapat dibedakan
terhadapAerobacter aerogenes (Aa). Methyl merah ini juga berguna untuk
pengidentifikasian bakteri gram negatif, tidak berspora, dan biasanya berbentuk
tangkai, serta beberapa spesies dari kelompok Bacillus. Dari hasil yang praktikan
peroleh, Methyl red memiliki warna yang keruh.

Urutan :


Tutup, kapas putih kuning: Glukosa

Tutup, kapas putih ungu: Laktosa

Tutup,kapas putih hijau : Manitol

Tutup,kapas putih merah :Maltosa

Tutup,Kapas putih biru :Sakarosa.


memfermentasikan gula-gula :warna merah larutan berubah menjadi kuning.

Ada tidaknya gas pada tabung durham glukosa juga harus dilihat.






1. 1. Reaksi Fermentasi Karbohidrat (Gula-gula)
Fermentasi merupakan salah satu aktivitas biokimia yang dilakukan oleh mikroba. Fermentasi adalah
proses pengunahan senyawa makromolekul organik menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh aktivitas
mikroba pada kondisi anaerob. Fermentasi dapat menghasilkan berbagai senyawa akhir, contohnya
fermentasi karbohidrat yang dapat menghasilkan berbagai senyawa asam seperti asam laktat dan
propionet, ester-ester, keton dan gas (Pelczar, 2008).
Sebagian besar mikroorganisme memperoleh energi dari substrat berupa karbohidrat yang selanjutnya di
fermentasi menghasilkan asam-asam organik (seperti asam laktat, format, asetat), dengan disertai atau
tidak disertai pembentukan gas. Organisme-organisme yang berbeda akan menggunakan
karbohidrat/gula-gula yang berbeda tergantung dari komponen enzim yang dimilikinya. Perbenihan gula-
gula digunakan untuk melihat adanya pembentukan asam yaitu dengan adanya perubahan warna indikator
(merah fenol atau biru bromtimol) yang terdapat dalam perbenihan menjadi kuning yang sebelum ditanami
berwarna merah (indikator merah fenol) atau berwarna biru (indikator biru bromtimol) serta untuk
pembentukan gas, yaitu dengan terlihatnyaudara di dalam tabung peragian/fermentasi (tabung durham).
Jenis karbohidrat yang digunakan pada uji fermentasi karbohidrat antara lain: Sukrosa, Laktosa, Maltosa,
Manitol. Glukosa dapat langsung masuk dalam jalur fermentasi tahap pertama. Sedangkan, sukrosa,
laktosa mantol, dan maltosa akan di hidrolisis terlebih dahulu menjadi monosakarida penyusunnya.
Laktosa dihidrolisis menjadi galaktosa dan glukosa. Monosakarida jenis manosa dan galaktosa terlebih
dahulu akan diubah menjadi glukosa melalui reaksi epimerisasi. Sedangkan fruktosa akan diubah terlebih
dahulu menjadi fruktosa 6-fosfat dan kemudian fruktosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 6-fosfat. Glukosa
6-fosfat dan glukosa hasil epimerisasi galaktosa dan manosa akan masuk dalam tahap awal proses
fermentasi untuk menghasilkan asam piruvat, asam asetat dan CO
2
dan kemudian pada tahap kedua
fermentasi asam piruvat dan asam asetat di reduksi kembali oleh atom hidrogen yang dilepaskan dalam
tahap pertama, membentuk asam laktat dan etanol (Volk dan Wheeler, 1993).










Gula-gula (Glukosa, Laktosa, dan Sukrosa)
Media uji gula-gula ini digunakan untuk mengetahui kemampuan
bakteri dalam memfermentasikan glukosa, laktosa dan sukrosa
menjadi asam. Pada media gula-gula dilengkapi dengan indikator
phenol red, jika bakteri memfermantasi glukosa, laktosa dan sukrosa
menjadi asam maka media akan berubah dari merah menjadi kuning,
khusus pada media glukosa dilengkapi dengan tabung durham yang
berfungsi untuk menampung gas CO2 sebagai hasil samping dari
fermentasi gula menjadi asam.