Anda di halaman 1dari 75

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tumor merupakan hasil dari perkembang sel dan jaringan tubuh yang
abnormal. Tumor terbagi menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.
Tumor ganas inilah yang dikatakan sebagai kanker (carcinoma). Kanker
merupakan penyakit keganasan yang banyak menimbulkan penderitaan dan
kematian pada manusia saat ini. Kanker terdiri dari sel-sel yang berkembang
dengan cepat, tidak terkendali, dan terus membelah diri (abnormal) dengan
memakan sel jaringan tempatnya tumbuh sehingga menyebabkan gangguan
fungsi dan mendesak/mengganggu organ tubuh disekitarnya.
Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam organ tubuh, mulai
dari kaki sampai kepala. Oleh karena itu penyakit kanker memiliki banyak
jenis, yang terbagi atas tempat di mana sel-sel kanker tersebut tumbuh. Pada
wanita, penyakit kanker banyak menyerang payudara dan rahim. Kanker
payudara sendiri termasuk dalam kanker jenis karsinoma, yaitu jenis kanker
yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau permukaan saluran
tubuh.
Perkembangan pengidap maupun yang meninggal akibat kanker
payudara dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pada tanggal 4 Februari
2012, WHO menyatakan bahwa kanker payudara berada di urutan kelima

2

dalam daftar Jenis Kanker Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia. Sampai
sekarang di Indonesia sendiri, kanker payudara (Carcinoma mammae) masih
menjadi penyakit mematikan nomor satu pada wanita.
Kanker payudara dapat diobati dengan menggunakan pengobatan
secara konvensional, yaitu dengan melakukan pembedahan, kemoterapi dan
radisi. Namun, hasil yang kurang memuaskan dan efek samping yang tinggi
menjadikan pengobatan tradisional (herbal) lebih efektif dan aman dalam
mengobati kanker payudara. Peran utama tanaman herbal adalah meningkatkan
daya tahan tubuh pasien dan melokalisir sel-sel kaker sehingga sel-sel kanker
tidak mudah berkembang dan menyebar serta lebih mudah diangkat, tidak
bersifat toksik sehingga lebih aman untuk tubuh pasien. Salah satu tanaman
herbal yang dapat menyembuhkan kanker adalah tanaman sirsak (Annona
muricata L.) yang dapat kita temukan di mana saja.
Indonesia merupakan negara yang subur dengan sumber daya alamnya
yang melimpah. Banyak jenis tanaman terdapat di negara ini, baik yang langka
maupun jenis yang mudah ditemui di mana saja. Sudah sejak lama, masyarakat
Indonesia mengenal dan memakai tanaman berkhasiat obat, atau yang biasa
disebut tanaman herbal, sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi
masalah kesehatan yang dialaminya. Dengan berbekal keragaman jenis
tanaman yang ada, masyarakat Indonesia menjadi mudah untuk menemukan
bahan-bahan dasar yang akan dijadikan obat tersebut.
Penggunaan obat-obatan tradisional atau herbal dimaksudkan untuk
pencegahan, diagnosis, maupun pengobatan berbagai macam penyakit. Hasil
dari obat-obatan tradisional ini pun lebih memuaskan dan tidak terlalu banyak

3

menimbulkan efek samping, seperti halnya pada obat-obatan di jaman modern
ini. Pengobatan modern sekarang lebih banyak menggunakan bahan kimia
yang secara berkala harus dikonsumsi, sehingga menimbulkan efek
ketergantungan pada obat tersebut. Selain itu, efektifitas dari kandungan
kimiawi obat-obatan moderen sekarang dinilai kurang memadai karena efek
samping yang ditimbulkannya lebih beresiko bahkan bisa sampai memperparah
penyakit itu sendiri, sedangkan harganya jauh lebih mahal daripada obat-
obatan alami. Oleh karena itu, masyarakat perlu diingatkan kembali pada
pengobatan alami yang memberikan solusi tanpa membebani masyarakat
dengan resiko efek samping yang tinggi, efek ketergantungan maupun
kesulitan keuangan.
Minimnya pengetahuan masyarakat tentang tanaman herbal
mempersulit keadaan dalam pembuatan obat tersebut. Selain itu, terdapat juga
masalah dalam hal penyampaian pengetahuan itu sendiri, seperti
disembunyikan atau tidak ingin diketahui oleh orang lain. Selama ini kita tahu
bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya
persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya karena ternyata, sirsak
dapat membunuh sel kanker dengan kekuatan sepuluh kali lipat lebih ampuh
dibanding terapi kemo.
Berbagai studi yang dilakukan ilmuwan sejak tahun 1970 menunjukkan
bahwa ekstrak ini secara efektif melawan, menargetkan dan membunuh sel-sel
ganas untuk berbagai jenis kanker. National Cancer Institute telah melakukan
penelitian ilmiah pertama tahun 1976, hasilnya batang dan daun sirsak efektif
menyerang dan menghancurkan sel-sel ganas.

4

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Catholic University of South
Korea dan diterbitkan dalam Journal of Natural Product menyatakan bahwa
satu senyawa kimia yang ditemukan dalam sirsak selektif membunuh sel
kanker usus besar serta 10.000 kali lebih berpotensi sebagai obat kemoterapi.
Selain itu juga diketahui senyawa ini selektif memilih sel target kanker
sehingga tidak merusak sel-sel sehat. Sedangkan sebuah studi yang dilakukan
Purdue University baru-baru ini menemukan bahwa daun dari pohon sirsak
sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru.
Mengapa kita tidak tahu fakta ini? Penemuan yang telah dilakukan
sejak tahun 1976 ini sengaja disimpan oleh salah satu perusahaan besar farmasi
agar mendapatkan kembali modal besar yang mereka keluarkan serta
memperoleh keuntungan lebih. Perusaahan farmasi itu tidak hanya
menyembunyikan penemuannya, namun juga mencoba membuat sintetis zat
yang ada pada sirsak dan mematenkannya sebagai bahan baku obat untuk
dijual ke pasar dunia. Tapi hingga kini versi sintesisnya belum bisa dibuat.
Pada akhirnya, penemuan yang menakjubkan ini pertama kali ditulis oleh
media Healthmad Senin 25 Februari 2010, ekstrak dari pohon sirsak dikatakan
10.000 lebih baik dari kemoterapi dan 10.000 kali lebih kuat dalam hal
memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan obat kemoterapi.
Sirsak mempunyai ciri-ciri berduri lunak, daging buah berwarna putih,
rasanya manis, kecut atau asam, dan dimakan dengan cara membuka kulitnya
atau di buat jus. Sirsak sendiri sering disebut graviola di Portugal, di Brazil
disebut paw paw, di Spanyol disebut guanabana, di China disebut ang mo lau
leen, di Malaysia disebut durian belanda, di India disebut aathakka pazham,

5

dan di Inggris disebut soursop. Khasiat dari buah sirsak ini memberikan efek
anti tumor atau kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis
menyembuhkan segala jenis kanker.
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui
lebih jauh tentang Pemanfaatan Buah dan Daun Sirsak Sebagai Obat Untuk
Kanker Payudara.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di sebelumnya,
maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut; Seberapa efektif
buah dan daun sirsak mengatasi penyakit kanker payudara?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mendiskripsikan manfaat dari buah dan daun sirsak dalam
pengobatan kanker payudara.

1.3.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus yang ingin dicapai oleh peneliti adalah untuk :
1. Mengetahui zat-zat yang terkandung dalam buah dan daun sirsak dan
manfaatnya bagi kesehatan.
2. Mengetahui gejala/tanda dan bahaya penyakit kanker payudara.

6

3. Mengetahui cara kerja kandungan zat pada buah dan daun sirsak dalam
menyembuhan kanker payudara.

1.4 Batasan Masalah
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini peneliti membatasi masalah
hanya pada pemanfaatan buah dan daun sirsak sebagai salah satu obat untuk
menyembuhkan kanker payudara.

1.5 Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data-data dan bahan referensi sebagai informasi
dan pengetahuan untuk karya tulis ilmiah ini, maka penulis menggunakan
metode kepustakaan yang bersumber dari buku-buku, majalah, jurnal, laporan
dan media lain seperti internet yang berkaitan dengan topik karya tulis ilmiah
ini serta melakukan eksperimen pembuatan sari daun sirsak untuk mengobati
kanker.

1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Bagi Peneliti
Karya tulis ilmiah ini diharapkan diharapkan dapat menambah
pengetahuan serta memacu ide dan kreativitas peneliti dalam membuat suatu
karya tulis ilmiah yang berguna untuk masyarakat banyak. Selain itu, peneliti
ingin mengembangkan sikap teliti, jujur, dan keingintahuan terhadap suatu hal
yang bersifat positif.


7

1.6.2 Bagi Pembaca
Para pembaca atau masyarakat diharapkan dapat mengetahui dan
memahami khasiat tanaman sirsak sebagai salah satu obat tradisional herbal
untuk mengobati kanker payudara, serta memanfaatkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Di samping itu, para pembaca diharapkan lebih menyadari
banyaknya sumber daya alam di sekitar yang sangat bermanfaat dalam
berbagai hal dan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, untuk lebih
mendekatkan diri kepada Allah SWT yang telah menciptakan hal-hal baik
tersebut.

1.6.3 Bagi Institusi
Karya tulis ilmiah ini dapat menambah kepustakaan SMA Negeri 7
Banjarmasin serta diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis lain dalam hal
dasar pembuatan maupun isi yang dibutuhkan untuk karya tulis ilmiah yang
lainnya.


8

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Sirsak
2.1.1 Asal Usul Sirsak
Tanaman sirsak tumbuh subur di wilayah tropis di Benua Amerika,
tepatnya Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Amerika Latin) sebagai
tempat asalnya. Sirsak bisa dengan mudah ditemukan di kedua wilayah ini,
seperti Peru, Argentina, Hutan Amazon (Brazil), dan kepulauan Karibia. Di
wilayah asalnya, sirsak telah menjadi tanaman pengobatan yang diandalkan
masyarakat setempat. Orang Indian misalnya, telah berabad-abad
menggunakan tanaman ini untuk mengobati penyakit jantung, asma, reumatik,
dan penyakit hati. Karena khasiatnya, sirsak menjadi salah satu tanaman obat
yang pertama kali diperkenalkan ke dunia lama setelah Columbus menemukan
Benua Amerika pada tahun 1492. Setelah ditemukan di Amerika, orang-orang
Spanyol membawanya ke Filipina.
Di wilayah Hindia Barat, buah ini disebut dengan nama buah nona.
Dari Hindia Barat, orang-orang Spanyol dan Portugis membawa sirsak hingga
akhirnya menyebar melalui Amerika Tengah ke Meksiko Selatan.
Pada abad ke 17, buah ini dibawa ke Benua Afrika dan banyak di
jumpai di taman-taman atau perkarangan rumah penduduk di wilayah Afrika
Selatan. Diperkirakan sirsak masuk ke Afrika (Angola) pada tahun 1686.
Kemudian, sirsak menyebar hampir di seluruh wilayah tropis dunia, dari

9

Amerika Tengah, Kuba, Meksiko, Sri Langka, Asia Tenggara, sampai
Polinesia.

2.1.2 Perkembangan Sirsak di Indonesia
Walaupun sirsak sudah terkenal pada abad ke 17 di Eropa dan
sekitarnya, sirsak pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke 19. Sirsak
dibawa dan diperkenalkan ke Indonesia pertama kali oleh kolonial Belanda
yang saat itu sedang menjajah Indonesia. Orang-orang Belanda tersebut
membawa buah sirsak ke Indonesia karena khasiat pengobatan buah sirsak
yang sudah terkenal di negaranya, maka mereka membawanya untuk
mengobati orang-orang Belanda di Indonesia.
Pada awalnya, masyarakat Indonesia menggunakan sirsak hanya
sebagai camilan karena rasanya yang enak. Di Indonesia, sirsak umumnya
dikonsumsi sebagai buah segar, dibuat jus, sirup, selai sirsak, permen sirsak,
atau yang lebih popular lagi dibuat dodol sirsak. Sentra camilan tersebut berada
di Pulau Jawa, karena sentra tanaman sirsak sendiri berdomisili di Jawa, yaitu
di daerah Raja Mandala (Jawa Barat), kabupaten Karanganyar dan Rembang
(Jawa Tengah), serta di bagian selatan Malang.
Pengaruh modernisasi mengubah pola pikir masyarakat Indonesia
dalam mengolah sirsak berubah. Sirsak mulai digunakan sebagai tanaman obat
yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit, misalnya saja di Aceh yang
menggunakan buah sirsak untuk mengobati penyakit hepatitis. Namun, karena
belum ada bukti ilmiah dan tidak terdatanya khasiat-khasiat yang dapat
disembuhkan oleh tanaman sirsak, menyebabkan penggunaan tanaman sirsak

10

sebagai obat menjadi langka (jarang). Sekarang, dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka fakta-fakta tentang sirsak akhirnya terkuak
dan sirsak mulai ramai kembali digunakan sebagai obat tradisional.
Pemanfaatan sirsak sebagai obat sangat sederhana dan inilah yang
membuat masyarakat Indonesia mulai ramai menggunakan sirsak sebagai obat.
Dengan meracik daun, buah, atau kulit batangnya, beberapa penyakit bisa
disembuhkan, mulai dari alergi sampai kanker. Karena itu, ada beberapa
perusahaan di Indonesia yang mulai memproduksi obat-obatan berbahan dasar
sirsak, namun sampai sekarang masih belum diakui secara dunia internasional.

2.1.3 Jenis-Jenis Sirsak
Ada beragam jenis sirsak yang telah beredar di kalangan masyarakat
Indonesia. Dengan keragaman alamnya, Indonesia telah banyak melahirkan
jenis sirsak dengan keunikannya masing-masing. Adapun penamaan jenis
sirsak bisa berdasarkan nama penemunya maupun tempat pertama penyebaran
sirsak tersebut.
Menurut L. Setyobudi, berdasarkan rasanya sirsak digolongkan ke
dalam 3 kelompok yaitu manis, agak asam, dan asam. Berdasarkan bentuk
buahnya dibedakan menjadi bentuk bundar, lonjong dan jantung. Sedangkan
berdasarkan penampilannya daging buahnya dari lunak berair sampai agak
padat dan relatif kering.
Berikut beberapa jenis sirsak yang terdapat di Indonesia:



11

a. Sirsak Biasa
Sirsak biasa atau sirsak asam merupakan jenis sirsak lokal yang
mempunyai rasa manis asam. Sirsak ini banyak mengandung biji. Daging
buahnya tidak bertepung (tidak padat) dan berkadar air tinggi. Karena
rasanya yang sedikit asam, sebagian orang mengkonsumsinya secara tidak
langsung seperti dibuat jus ataupun dodol.
b. Sirsak Ratu
Sirsak ratu termasuk jenis sirsak yang digemari karena rasanya yang
manis dan lengket di lidah. Ukuran buahnya sedikit lebih besar daripada
sirsak biasa dengan berat berkisar 200 sampai 1.200 gram. Sirsak ini
memiliki daging buah yang padat dan berbiji sedikit.walaupun tidak sama,
buah sirsak ratu memiliki tampilan mirip dengan sirsak biasa, yaitu
permukaan kulit yang licin dan berduri lunak. Pembudidayaannya pun tidak
ribet dan inilah yang membuat banyak orang membudidayakan dan
mengkonsumsinya.
c. Sirsak Irian
Sirsak irian merupakan jenis sirsak hutan. Dinamakan sirsak irian
karena identik dengan pulau irian yang masih banyak hutan. Jenis sirsak ini
dikatakan mirip dengan jenis sirsak sabun.
d. Sirsak Bali
Sirsak bali atau kemulwa gunung (Annona montana Linn) adalah
jenis sirsak yang daerah penyebarannya ada di Pulau Dewata Bali dan
sekitarnya. Ciri-ciri sirsak bali yaitu memiliki kulit buah yang licin dan
tidak berduri sehingga disebut juga dengan sirsak gundul. Ukuran buahnya

12

termasuk kecil dengan berat berkisar 200 sampai 300 gram. Buah sirsak ini
dapat tumbuh cepat dengan jaringan kambiumnya yang tebal. Bila sudah
matang, kulitnya akan berwarna coklat kekuningan dan rasanya manis.
e. Sirsak Mandalika
Sirsak mandalika atau yang berati makanan kera berasal dari Desa
Gembrong, Kabupaten Sukabumi dan banyak ditemukan di daerah Cianjur
dan Sukabumi. Jenis sirsak ini berbentuk bulat kecil seukuran buah nona,
namun berduri lunak. Sirsak mandalika memiliki daging buah berwarna
kuning dan berbiji banyak yang berwarna hitam. Rasanya manis seperti
campuran rasa sirsak biasa dengan buah nona. Sirsak ini masih tumbuh liar,
belum dibudidayakan, langka dan aneh. Sirsak ini hanya berbuah pada bulan
Juni sampai Agustus.
f. Sirsak Sabun
Sirsak sabun disebut juga sirsak mentega karena daging buahnya
berwarna kuning dan lembek menyerupai mentega. Bentuk buahnya bundar
sebesar buah sukun. Kulitnya berduri pendek dan lunak. Bila sudah masak,
daging buahnya terasa lembek dan asan sekali.
g. Sirsak Ido
Sirsak ido ditemukan pertama kali di rumah Pak Ido Rosido, Cirebon,
Jawa Barat. Bentuk pohon, daun, dan bunga sirsak ini sama seperti sirsak
biasa. Namun, sirsak ido ini memiliki rasa yang sangat manis dengan daging
buah berwarna putih bersih, halus, dan empuk serta ukurannya besar-besar.
Ukuran buah yang pernah dipetik rata-rata memiliki berat 1 kg/buah dengan
panjang 20 cm dan berdiameter 12 cm. Bijinya pun sedikit dengan bentuk

13

yang kecil. Karena keistimewaannya ini, sirsak yang semula hanya terkenal
disekitar lingkungan rumah Pak Ido mulai ramai dibudidayakan di berbagai
tempat di Indonesia.

2.1.4 Klasifikasi Sirsak
Menurut pengelompokan makhluk hidup, sirsak termasuk dalam famili
Annonaceae. Berikut klasifikasi taksonomi dan nama-nama umum sirsak:
1. Klasifikasi
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub-kingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi : Spermatophyta (berbiji tertutup)
Sub-divisi : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Magnoliidae
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies :Annona muricata Linn (sinonim: Annona classiflora Mart,
Annona sericea Lam, dan Annona macrocarpa Werckle).
Kerabat :Srikaya (Annona squamosa Linn), buah nona (Annona
reticulata Linn), kherimoya (Annona cherimolia Mill), ilama
(Annona diversifolia Linn), cimarrona (Annona marcgravii
Mart.), dan Annona glabra L.


14

2. Nama Umum
Indonesia : Nangka londa, nangka manila, nangka sabrang, mulwa
londa, surikaya welonda, surikaya welondi, sirsat, sirsak
(Jawa); nangka balanda, nangka walanda, kadu walanda
(Sunda); nangka buris, nangka moris, nangka englan
(Madura); srikaya jawa (Bali); deureuyan belanda (Aceh);
tarutung olanda (Toba); durian betawi (Minangkabau); jambu
landa (Lampung); dian blanda (Dayak); naka walanda
(Ternate); naka lada (Tidore); durio ulondro (Nias); nahat
(Sika); anona (Larantuka); siri kaja balanda (Bugis); lange lo
walanda (Gorotalo); naha wolanda (Halmahera); anad
walanda (Seram Barat); tafena warata (Seram Selatan); serta
ai ota malai (Timor).
Inggris : Soursop
Belanda : Zuurzak
Jerman : Stachelannone
Perancis : Corossol
Portugis : Graviola
Spanyol : Guanabana
El Savador : Guanaba
Guatemala : Huanaba
Meksiko : Zopote de Viejas atau cabeza de negro
Venezuela : Catoche atau catuche
Argentina : anona de puntitas atau anona de broquel

15

Bolivia : Sinini
Brazil : Brazilian paw-paw, araticum do grande, graviola, jaca do
para
Afrika Barat :Corossol, grand corossol, corossol epineux, atau cachiman
epineux
Suriname : Sorsaka atau zurnzak
Jepang : Togebanreishi
China : Cigoufan lizhi, ang mo lau leen
India : Sitaphal, rampal, aathakka pazham, mullaatha
Vietnam : Mang cau xiem, mang cau
Filipina : Guyabano
Thailand : Thurian-thet, thu-rian-khack
Malaysia : Serikaya belanda, durian belanda, durian mekah, maki
durian, nangka manila, lampun
Papua Nugini : Sauersack saursap

2.1.5 Karakteristik Sirsak
Tanaman sirsak merupakan tanaman perdu atau pohon kecil karena
tinggi batangnya yang hanya berkisar antara 3-10 meter. Tanaman ini dapat
tumbuh di mana saja, terlebih pada daerah beriklim tropis yang hangat dan
lembap. Untuk memperoleh hasil buah yang besar dan banyak, sirsak idealnya
ditanam di daerah yang tanahnya banyak mengandung air dan ketinggian
kurang dari 1200 meter dari permukaan laut. Tanaman sirsak masih mampu
tumbuh dan berbuah di dataran beriklim kering, asalkan air tanah dangkal

16

(kurang dari 1,5 meter). Tanaman sirsak akan tumbuh sangat baik pada
keadaan iklim bersuhu 22-28
o
C, dengan kelembapan atau RH 60-80% dan
curah hujan berkisar antara 1.500-2.000 mm per tahun dengan musim kemarau
4-6 bulan.
Pohon sirsak tumbuh dengan cepat dan sudah mulai berubah pada umur
3-5 tahun. Sirsak yang ditanam dari biji mulai berbuah setelah berumur 4-5
tahun. Sementara sirsak yang ditanam dari okulasi mulai berbuah pada umur 2-
3 tahun setelah ditanam. Hasil buah sirsak rata-rata 20 buah/pohon per tahun
dengan bobot berkisar 10-60 kg.
Berikut karakteristik tiap bagian tanaman sirsak:
a. Akar

Gambar 2.1.1 Akar Tunggang
Karena sirsak merupakan tanaman berkeping dua atau dikotil, maka
sirsak mempunyai akar akar tunggang.



17


b. Batang

Gambar 2.1.2 Batang Sirsak
Sirsak memiliki batang pohon yang keras. Sirsak tergolong dalam
tanaman perdu, yaitu tumbuhan yang cabangnya banyak dan tingginya yang
lebih rendah daripada pohon biasanya, rata-rata kurang dari 5-6 meter.
Namun, batang pohon sirsak dapat mencapai tinggi 10 meter dengan
diameter 10-30 cm. Tekstur batang pohon sirsak agak kasar karena sirsak
merupakan tumbuhan berkayu. Batang sirsak mempunyai banyak cabang
dan cabangnya menpunyai banyak ranting sehingga menjadikannya rimbun.
c. Daun

Gambar 2.1.3 Daun Sirsak
Sirsak memiliki daun yang rimbun dalam tiap pohonnya. Dalam satu
ranting, daun sirsak bisa tumbuh hingga 20 lembar secara berhadapan,
tergantung besar kecilnya ranting. Bentuk daunnya bulat panjang dengan

18

ujung yang lancip pendek. Biasanya daun sirsak berukuran (8-16) cm x (3-
7) cm dengan panjang tangkai daun 3-7 mm. Daun sirsak tebal dan agak
kaku dengan urat daun menyirip atau tegak pada urat daun utama. Daun
sirsak yang tua memiliki warna hijau tua, sedangkan pada saat muda
berwarna hijau kekuningan. Warna tiap permukaan daun pun berbeda. Pada
permukaan bagian atas, daun sirsak berwarna yang lebih tua dan tekstur
yang lebih halus daripada permukaan daun bagian bawah. Daun sirsak
umumnya mempunyai bau yang kurang enak (langu) untuk melindunginya
dari serangan hama hewan.
d. Bunga

Gambar 2.1.4 Bunga Sirsak
Sirsak termasuk dalam tumbuhan yang berbunga dan berbunga
hampir sepanjang tahun. Bunga sirsak keluar pada tunas yang pendek di
sepanjang ketiak daun, cabang, maupun ranting. Ukurannya lumayan besar,
memiliki kelopak berwarna kuning kehijauan dan bertekstur agak kasar.
Bunga sirsak memiliki pangkal yang panjangnya hingga 2,5 cm. Kelopak
bunga sirsak berbentuk segitiga tebal dan mempunyai mahkota 6 helai
dalam 2 baris yang panjangnya sekitar 4 mm. Masing-masing baris
memiliki 3 mahkota. Mahkota terluar berbentuk bulat telur melebar,

19

berukuran (3-5) cm x (2-4) cm, sedangkan mahkota dalam berukuran (2-4)
cm x (1,5-3,5) cm.
Bunga sirsak memiliki banyak benang sari yang tersusun atas
barisan-barisan, dan menempel pada torus yang terangkat. Panjang tangkai
sarinya berkisar 4-5 mm dengan bulu yang lebat. Bunga sirsak mempunyai
bakal buah yang banyak dan berbulu lebat sekali. Tapi jika tidak terjadi
penyerbukan, bulu lebat bakal buah tersebut akan menjadi gundul.
Umumnya, bunga sirsak berbunga sempurna, tetapi sering juga
ditemukan bunga betina saja. Dalam hal ini, serangga pencari nektar sangat
mempengaruhi proses penyerbukan. Namun, karena bunga sirsak
mempunyai aroma yang kurang menarik bagi serangga, sedikit saja
serangga yang datang dan menyerbukan bunga sirsak. Oleh karena itu,
sirsak lebih terbiasa mengalami perkawinan sendiri yang dilakukan saat
sirsak berbunga sempurna. Sirsak sering kali berbunga pada bulan Oktober
sampai November. Tanaman sirsak memang tahan kekeringan, tetapi pada
musim yang sangat kering bunga sirsak akan berguguran atau bunganya
berubah menjadi hitam dan keras.
e. Buah

Gambar 2.1.5 Buah Sirsak

20

Buah sirsak termasuk buah semu, karena sebenarnya yang dimaksud
buah adalah kumpulan buah-buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang
saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Bakal buah yang
terserbuki menghasilka biji sehingga tumbuh membesar. Dari kejadian itu
terbentuklah buah sirsak utuh yang pada umumnya berukuran (10-20) cm
x (15-35) cm. Bentuk buah sirsak ialah lonjong, dengan bagian ujung yang
membulat (bengkok). Biasanya, buah sirsak memiliki diameter atas berkisar
5 cm, diameter bawah 7 cm, dan panjang total buah rata-rata 17 cm.
Buah sirsak memiliki daging yang berwarna putih, berserat, dan
mengandung banyak air. Saat buah matang, daging buah sirsak akan
bertambah lunak (lembek) dan terlihat berlapis-lapis (dami). Daging buah
sirsak pada umumnya memiliki rasa manis, manis-asam, atau asam, dan
terasa segar serta beraroma khas. Letak daging buah sirsak sejajar serta
tegak lurus pada poros buah. Duri pada permukaan kulit buah sirsak secara
umum terbagi dalam kategori berduri atau tidak berduri (berduri lunak).
Ketika belum matang, panjang duri buah sirsak dapat mencapai 6 mm. Tapi
ketika sudah matang, duri-duri sirsak tersebut akan menjadi lunak dan
bertambah jarang, tergantung pada jenis sirsak.
Kulit buah sirsak biasanya berwarna hijau tua hingga hijau
kekuning-kuningan. Berat buah sirsak bermacam-macam, mulai dari 500-
800 gram. Untuk jenis tertentu, bahkan ada yang beratnya mencapai 1.200
gram. Dalam buah sirsak terkandung 67,5% daging buah, 20% kulit, 8,5%
biji, dan 4% empulur.


21

f. Biji

Gambar 2.1.6 Biji Sirsak
Buah sirsak umumnya memiliki banyak biji. Dalam satu buah agregat,
terdapat biji dengan jumlah antara 50-200 butir. Biji sirsak memiliki bentuk
pipih membulat dengan ukuran rata-rata 2 cm x 1 cm dan berwarna coklat
kehitaman mengkilap. Kandungannya yang dapat menjadi pestisida untuk
hama tanaman, membuat biji sirsak tidak dapat dimakan secara langsung.

2.1.6 Kandungan Kimia dan Nilai Gizi
Semua bagian sirsak memiliki kandungan kimia dan nilai gizi yang
berbeda dan bermanfaat. Namun karena batasan masalah karya ilmiah ini
hanya pada buah dan daun sirsak, maka langsung saja dijelaskan kandungan
kimia dan nilai gizi dari buah dan daun sirsak.
Buah sirsak mengandung serat dan vitamin. Komposisi rata-rata satu
buah sirsak adalah 67,5% daging buah, 20% kulit buah, 8,5% biji, dan 4%
empulur. Pada daging buahnya mengandung 80% air, 30% asam yang dapat
dititrasi, dan 24% gula nonpereduksi. Kandungan zat gizi terbanyak dalam
buah sirsak adalah karbohidrat, yaitu sekitar 68% dari seluruh bagian padat
daging buahnya. Salah satu jenis karbohidrat yang terkandung dalam buah

22

sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9-93,6%
dari kandungan gula total. Sementara kandungan gula lainnya berupa sukrosa
2,54%, dekstrosa 5,05%, dan levulosa 0,04%.
Sirsak juga mengandung berbagai vitamin, antara lain vitamin A, B,
dan C. Kandungan vitamin C buah sirsak lumayan banyak, yaitu sekitar 20
mg/100 g daging buah. Buah sirsak juga kaya vitamin B1 dengan kadar 0,07
mg/100 g daging buah dan vitamin B2 dengan kadar 0,04 mg/100 g daging
buah. Adapun mineral utama yang terkandung dalam buah sirsak adalah fosfor
(27 mg/100 g daging buah) dan kalsium (14 mg/100 g daging buah). Buah
sirsak juga mengandung beberapa enzim buah, di antaranya enzim peroksidae,
katalasem dan pektinase. Sejumlah senyawa juga terkandung dalam buah sirsak,
antara lain asetogenin, murisin, annomurisin, dan murikapentosin, serta masih
banyak senyawa lain seperti annopentosin A, B, dan C.
Sirsak merupakan buah berserat, karena hanya dengan mengkonsumsi
100 g buahnya maka kebutuhan serat pangan per hari telah terpenuhi sebanyak
13%. Selain berserat, sirsak juga mengandung protein sebanyak 1 g/100 g berat
buah sirsak tersebut. Buah sirsak sendiri mengandung buah zat besi sebesar 0,6
mg/100 g daging buah. Lemak yang terkandung dalam buah sirsak sangat
sedikit, hanya 0,3 g dari 100 g daging buah sirsak sehingga baik untuk
kesehatan. Keunggulan sirsak lainnya terletak pada kadar garamnya (natrium)
yang rendah, yaitu 14 mg/100 g dan kaliumnya yang tinggi, yaitu 278 mg/100
g. Dengan begitu, sirsak dapat bermanfaat dalam mengatur tekanan darah serta
ritme dan fungsi jantung sehingga melindungi tubuh dari atherosklerosis.

23

Buah sirsak mengandung fraksi asam organik nonvolatil yang terdiri
atas suatu campuran, yaitu 2 bagian asam malat, 1 bagian asam nitrat, dan trace
asam isositrat. Asam-asam organik ini diidentfifikasi sebagai turunan hidrazid
yang diperoleh dari ekstraksi asam-asam organik tersebut degan cara merebus
daging buah. Buah sirsak juga mengandung trace asam hidrosianik. Selain itu,
buah sirsak mengandung asam nikotinat atau niasin sebanyak 0,70 mg/100 g
daging buah.
Buah sirsak mengandung 0,0055 g nitrogen per 100 g daging buah
basah. Dari jumlah ini, 91% terdiri atas asam dan asam amino bebas netral.
Asam amino yang berlimpah berupa asam gama-aminobutirat, prolin, dan asam
glutaman. Buah sirsak disenangi banyak orang karena aromanyaharum dan
khas. Rasa asam pada buah sirsak berasal dari asam organik nonvolatil,
terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.


24

Tabel 2.1.1 Kandungan Gizi Buah Sirsak per 100 gram

Komposisi

1

2

Kelembapan (%)

81,7

83,2

Protein (g)

1,0

1,0

Lemak (g)

0,3

0,2

Karbohidrat, termasuk serat (g)

16,3

15,1

Serat (g)

0,6

Abu (g)



0,5

Kalsium (mg)

14,0

14,0

Fosfor (mg)

27,0

21,0

Zat besi (mg)

0,6

0,5

Natrium (mg)



8,0

Kalium (mg)

293,0

Vitamin B1 (mg)

0,07

0,08

Vitamin B2 (mg)

0,10

Vitamin C (mg)

20,0

24,0

Vitamin A (SI)

10,0


Kalori (cal)

65,0

59,0

Bdd (%)

68,0

Keterangan:
1. Sumber dari Direktorat Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan RI
2. Sumber dari Universitas Pertanian Malaysia



25

Tabel 2.1.2 Kandungan Mineral dan Vitamin dalam Daging Buah Sirsak

Kandungan

Araque (1967)

Adams (1975)

Mineral (mg/100 g)
Ca
P
Fe
Na
K


22
28
0,6
-
-


14,2
27,1
0,62
14,08
264,9

Vitamin (mg/100 g)
Vitamin A (IU)
Vitamin B1 (thiamin)
Vitamin B2 (riboflavin)
Niasin (asam nikotinat)
Vitamin C (asam askorbat)


20
0,06
0,07
0,9
22


8,9
0,07
0,05
0,89
20,0

Tabel 2.1.3 Senyawa Fitokimia yang Terkandung dalam Buah Sirsak

Asetaldehida
Amyl-caproate
Amyloid
Annonanin
Anomuricine
Anomuricinine
Anomurine
Anonol
atherosperminine

Beta-sitosterol
Campesterol
Selobiosa
Citrulline
Coclaurine
Coreximine
Dekstrosa
Galaktomannan
Geranyl-caproate

Muricine
Muricinine
Muricapentocin
Muricoreacin
Procyanidin
Stepharine
Stigmasterol
Tannin
Xylosyl-selulosa


26

Tabel 2.1.4 Kandungan Asam Amino Relatif dalam Buah Sirsak

Asam Amino

Kandungan Relatif

Asam aspartat
Asam glutamat
Serin
Glisin
Tak teridentifikasi
Alanin
Sitrulin
Asam butirat gamma amino
Prolin
Tak teridentifikasi
Tak teridentifikasi
Sistein (sistin)
Tak teridentifikasi
Arginin
Lisin

++
+++
++
+
Traces
+
+
+++++
+++++
Traces
Traces
+
Traces
+
+
Keterangan:
+++++: kandungannya banyak
+: kandungannya sedikit
Traces: mengandung unsur dalam jumlah sangat sedikit
Makin banyak tanda + maka makin banyak kandungannya (semi kuantitatif)



27

Pada awal tahun 1990-an, 34 senyawa Cytotoxic pada daun sirsak sudah
ditemukan. Beberapa senyawa aktif yang dikandung daun sirsak antara lain
senyawa monotetrahidrofuran asetogenin, seperti anomurisin A dan B,
gigantetrosin A, annonasin-10-one, murikatosin A dan B, annonasin, dan
goniotalamisin. Selain itu, daun sirsak juga mengandung senyawa saponin,
polifenol, dan bioflavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan.
Senyawa asetogenin dan antioksidan inilah yang 10.000 kali lebih ampuh
membasmi sel kanker daripada pengobatan konvensional lainnya.

Tabel 2.1.5 Senyawa-Senyawa Aktif dalam Daun Sirsak

Annocatalin
Annohexocin
Annonasin
Annomuricin
Annomurine
Anonol

Caclourine
Gentisic acid
Gigantetronin
Linoleic acid
Muricapentocin

Daun sirsak juga mengandung senyawa tanin, fitosterol, kalsium oksalat,
serta alkaloid murisin. Selain itu, daun sirsak juga mengandung asam
hidrosianik, walaupun lebih sedikit kandungannya daripada kulit kayu batang
sirsak.

2.1.7 Khasiat Sirsak
Sudah dari jaman dahulu, pemanfaatan tanaman sirsak ialah untuk
dikonsumsi. Buah sirsak yang rasanya manis, asam, dan menyegarkan ini

28

sangat disukai oleh berbagai lapisan masyarakat. Untuk dikonsumsi secara
langsung, dipilih buah sirsak yang sudah matang karena buah sirsak matang
rasanya lebih enak, dengan rasa manis yang lebih terasa dan lebih
lembut.Selain dikonsumsi secara langsung, buah sirsak juga dapat dibuat
olahan dan tetap lezat, seperti dijadikan selai buah, jus, sari buah, sirup, bahkan
dodol. Dari hasil olahan tadi, orang-orang ada yang mengkonsumsi sendiri atau
untuk dijual karena harganya yang lumayan menguntungkan. Jadi sebenarnya
sirsak juga mempunyai manfaat dalam hal ekonomi.
Sedangkan untuk daun sirsak, umumnya lebih banyak digunakan
sebagai obat tradisional daripada untuk dikonsumsi langsung karena rasanya
yang kurang enak. Tapi bukan berarti buah sirsak tidak berkhasiat dalam hal
pengobatan. Misalnya saja bangsa Indian di Amerika Selatan, mereka telah
memanfaatkan sirsak sebagai obat tradisional penyakit jantung, asma, penyakit
hati, dan reumatik. Sementara, Bangsa Peru Andes menggunakan teh daun
sirsak untuk mengobati penyakit catarrh/flu dan infeksi saluran napas atau
lainnya.
Penduduk Brazil Amazon menggunakan teh daun sirsak untuk
mengobati gangguan hati. Sementara minyak dari daun dan buah sirsak yang
belum masak dicampur dengan minyak zaitun digunakan sebagai obat luar
untuk penyakit neuralgia, reumatik, dan nyeri arthritis. Di Brazil, sirsak juga
digunakan untuk obat bisul, bronkhitis, penyakit jantung, diabetes mellitus,
disentri, demam, penyakit hati, penyakit saraf, dan cacingan.
Di Meksiko, sirsak digunakan sebagai obat diare, disentri, demam,
sesak napas, sakit gusi, dan meringankan pendarahan. Sementara di Panama,

29

sirsak digunakan untuk obat diare, dispepsia (gangguan pencernaan), penyakit
ginjal, dan cacingan. Di Curacao (Karibia, Amerika Utara), sirsak secara
tradisional digunakan sebagai obat penyakit kantung empedu, membantu
persalinan, dan sebagai obat penenang.
Di Trinidad (Karibia, Amerika Utara) sirsak digunakan sebagai
pembersih darah, flu, hipertensi, jantung berdebar, pelancar ASI, dan insomnia.
Di Jamaica dan Haiti, buah atau jus sirsak digunakan untuk mengobati demam,
penyakit parasit, pelancar ASI, dan diare. Di Caribia, sirsak digunakan untuk
mengobati flu, kedinginan, demam, dispepsia, jantung berdebar, kudis, kejang,
dan sebagai penenang. Di Malaysia sendiri, sirsak digunakan secara tradisional
untuk mengobati batuk, bisul, diare, dermatitis (penyakit kulit), hipertensi,
meringankan pendarahan, dan reumatik.
Jadi, penyakit yang dapat diobati oleh buah dan daun sirsak antara lain
sebagai berikut:
1. Flu/Pilek
2. Batuk
3. Hipertensi
4. Penyakit jantung (jantung
berdebar)
5. Demam
6. Diare
7. Dispepsia (gangguan
pencernaan)
8. Kudis dan bisul
9. Kejang
10. Dermatitis (penyakit kulit)
11. Reumatik
12. Penyakit neuralgia
13. Nyeri arthritis
14. Bronkhitis
15. Diabetes mellitus
16. Disentri
17. Penyakit hati
18. Penyakit saraf

30

19. Cacingan
20. Sesak napas
21. Sakit gusi
22. Penyakit ginjal
23. Penyakit kantung empedu
24. Tumor
25. Kanker

Selain menyembuhkan beberapa penyakit di atas, buah dan daun sirsak
juga bermanfaat dalam hal berikut:
1. Membantu membersihkan darah dari toxic atau racun.
2. Melancarkan persalinan.
3. Mempelancar keluarnya ASI.
4. Meningkatkan nafsu makan.
5. Meringankan pendarahan.
6. Sebagai obat penenang.
7. Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi.
8. Fisik terasa lebih segar dan bugar.
9. Menjaga stamina.
Di Indonesia, sirsak secara tradisional digunakan sebagai obat bisul,
mual, diare, hepatitis, batu, reumatik, dan hipertensi. Dalam bahasa Jawa,
sirsak disebut dengan nama sirsat. Sir artinya roso atau rasa (bisa berarti rasa
sakit akibat kanker, misalnya) dan sat berarti asat, habis, hilang, atau sembuh.
Jadi, sirsat menurut nenek moyang orang Jawa memang sudah diketahui
khasiatnya sebagai obat penghilang berbagai penyakit termasuk kanker.



31

2.2 Obat-Obatan Tradisional
2.2.1 Pengertian Obat-obatan Tradisional
Obat-obatan tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara
tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat,
kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun
pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional
memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunanya karena
lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat
tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian
tidak terlalu menyebabkan efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Gambar 2.2.1 Obat-obatan tradisional
Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang di
modifikasi lebih lanjut. Bagian dari obat tradisional yang bisa dimanfaatkan
diantaranya adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat
tradisional yang banyak dijual di pasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair,
simplisia dan tablet.

32

Berikut merupakan beberapa contoh obat-obatan tradisional :
Bawang
Belimbing sayur
Cengkeh
Daun dewa
Jahe
Jamu
Jamur
Kombucha
Kencur
Kunyit
Mahkota dewa
Mengkudu
Lidah buaya
Teh
Temulawak
Pegagan
Rosela
Saga
Sambiloto
Sidaguri
Sirih
yoghurt


2.2.2 Olahan Sirsak Sebagai Obat Kanker
Berdasarkan penelitian dan bukti empiris pada beberapa pasien kanker,
daun sirsak berkhasiat sebagai pengganti kemoterapi. Dosis daun sirsak yang
diresepkan adalah 7, 10, 15, 17, 21, atau 31 lembar tergantung pada stadium
kanker dan kondisi pasien. Jika kondisi pasien lemah dan mengonsumsi
dalam dosis tinggi misalnya 15 lembar daun memberi efek samping seperti
sesak nafas, dosis diturunkan menjadi 7 atau 10 lembar.
Olahan daun sirsak biasanya direbus berulang-ulang hingga air
rebusanya menjadi pekat lalu diminum sesuai dengan resep yang telah
dianjurkan. Tanaman sirsak tidak hanya daunnya yang bisa digunakan,
melainkan buah sirsak juga memiliki kandungan yang dapat mencegah
perkembangan sel kanker itu sendiri. Olahan buah sirsak yang umum adalah

33

di jus atau bisa juga langsung dimakan. Tidak hanya untuk mencegah kanker,
buah sirsak juga efektif untuk mengobati penyakit lainnya seperti kesemutan,
hipertensi, reumatik dan lain-lain.
Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins
yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat
adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat
acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker.
Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan daun sirsak sebagai
pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya konsultasikan terlebih
dahulu dengan dokter atau herbalis.
Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo, ahli budidaya tanaman sirsak
dari Taman Wisata Mekarsari memberitahukan cara pengolahan daun sirsak
sebagai obat kanker.
Untuk pengobatan kanker, kumpulkan daun sirsak (10-15 lembar) lalu
direbus dalam 3 gelas air (600cc) hingga air rebusan tersisa 1 gelas. Pada
saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panic yang terbuat dari
tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air
rebusan diminum selagi hangat setiap hari, pagi atau sore hari selama 3-4
pekan. Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai
dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun
yang terlalu muda , senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada
daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang terang
Darmawan.

34

Selain teknik pengolahan diatas, secara umum terdapat pengolahan lain
daun sirsak yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar
direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan.
Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja, jadi lebih cepat
prosesnya dibanding cara diatas. Proses pengeringan sebaiknya tidak
dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan
merusak senyawa dalam daun sirsak.
Konsumsi daging buah sirsak segar (150-250 gr/hari) dengan
mengolahnya menjadi jus atau dimakan langsung sangat disarankan.
Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5
lembar daun sirsak basah dengan menambahkan gelas air (50 cc)
hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun
sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah
hancur, masukkan daun kewadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1
gelas air panas kedalamnya dan aduka sampai rata. Tutup wadah dengan
rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat
maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk
diambil airnya dan minum selagi hangat.

2.3 Kanker Payudara
2.3.1 Pengertian Kanker Payudara
Kanker atau Carsinoma Payudara adalah neolasma ganas dengan
pertumbuhan jaringan payudara abnormal yang tidak memandang jaringan

35

sekitarnya, tumbuh infiltrasi dan destruktif serta dapat bermetastase ( Soeharto
Resko Prodjo, 1995).
Ketika sejumlah sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang dengan
tidak terkendali, inilah yang disebut kanker payudara. Sel-sel tersebut dapat
menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Kumpulan besar
dari jaringan yang tidak terkontrol ini disebut tumor atau benjolan.
Akan tetapi, tidak semua tumor merupakan kanker karena sifatnya yang
tidak menyebar atau mengancam nyawa. Tumor ini disebut tumor jinak. Tumor
yang dapat menyebar ke seluruh tubuh atau menyerang jaringan sekitar disebut
kanker atau tumor ganas. Teorinya, setiap jenis jaringan pada payudara dapat
membentuk kanker, biasanya timbul pada saluran atau kelenjar susu.
Berikut merupakan contoh gambar dari Kanker Payudara :

Gambar 2.3.1 Kanker Payudara


36

2.3.2 Faktor-faktor Penyebab Kanker Payudara
Peningkatan jumlah penderita kanker juga merupakan hasil dari
perubahan gaya hidup kita. Cara hidup masyarakat modern mengalami
perubahan dramatis. Paparan radiasi dari layar komputer, telepon seluler
dan televisi, polusi udara, zat-zat aditif makanan, residu pestisida, dan lainnya
diduga berperan meningkatkan risiko kanker. Diet yang tidak seimbang
dan penggunaan garam dan gula berlebihan juga turut berperan.
Kanker tidak hanya berjangkit di negara-negara maju, tetapi juga di
negara-negara berkembang. Tidak ada negara di dunia ini yang benar-benar
terhindar dari kanker. Namun, ada perbedaan pada jenis kankernya. Di Eropa
dan AS, misalnya, kanker payudara, kanker prostat dan kanker kolerektal
adalah yang paling umum. Di Indonesia, kanker paru-paru relatif lebih banyak
pada kalangan pria karena meluasnya kebiasaan merokok. Pada wanita, kanker
leher rahim relatif lebih banyak berjangkit karena kurangnya kesadaran dan
upaya pencegahan atas virus HPV yang menjadi pencetusnya.
Kanker dapat menyerang semua lapisan masyarakat tidak peduli latar
belakang dan status ekonominya. Berikut merupakan faktor-faktor resiko
terjadinya Kanker Payudara :
a. Umur
Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya
usia. Sebagian besar wanita penderita kanker payudara berusia 50 tahun ke
atas. Jika Anda mengalami menopause terlambat (setelah umur 55), risiko

37

anda lebih besar lagi. Secara umum, risiko mencapai puncaknya pada usia
lebih dari 60 tahun.
b. Riwayat Kanker Payudara
Jika anda pernah memiliki kanker di salah satu payudara, anda
berisiko lebih tinggi bahwa payudara lainnya juga akan terkena.
c. Riwayat keluarga dengan Kanker Payudara
Jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan anda memiliki
kanker payudara (terutama sebelum usia 40), risiko anda lebih tinggi. Risiko
berlipat dua bila ada lebih dari satu anggota keluarga inti anda yang terkena
kanker payudara. Memiliki kerabat non-inti dengan kanker payudara
(misalnya tante, nenek atau sepupu perempuan) juga meningkatkan risiko
anda.
d. Usia saat melahirkan anak pertama
Semakin tua anda ketika memiliki anak pertama anda, semakin besar
risiko anda terkena kanker payudara. Risiko juga meningkat jika anda sudah
berusia 30 tahun atau lebih dan belum pernah melahirkan anak.
e. Perubahan payudara
Perubahan payudara sering terjadi pada hampir semua wanita.
Sebagian besar perubahan itu bukan kanker. Namun, beberapa perubahan
mungkin adalah tanda-tanda kanker. Jika anda memiliki perubahan jaringan

38

payudara yang dikenal sebagai hiperplasia atipikal (sesuai hasil biopsi),
anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
f. Usia saat menstruasi pertama
Jika anda mulai menstruasi di usia dini (sebelum 12 tahun), Anda
memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
g. Terapi Radiasi di dada
Jika anda harus menjalani terapi radiasi di dada (termasuk payudara
anda) sebelum usia 30 tahun, anda memiliki kenaikan risiko. Semakin muda
anda ketika menerima pengobatan radiasi, semakin tinggi risiko anda
terkena kanker payudara di kemudian hari.
h. Kepadatan tisu payudara
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita usia 45 tahun atau lebih
yang memiliki minimal 75 persen jaringan padat pada mammogram
memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Para
ilmuwan belum tahu mengapa demikian.
i. Penggunaan hormon estrogen dan progestin
Jika Anda mendapatkan terapi penggantian hormon estrogen saja
atau estrogen plus progestin selama lima tahun atau lebih setelah menopause,
Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Selain

39

risiko kanker payudara, estrogen plus progestin juga meningkatkan risiko
penyakit jantung, stroke, demensia dan pembekuan darah.
j. Obesitas setelah menepouse
Jika Anda mengalami obesitas setelah menopause, Anda berisiko 1,5
kali lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara dibandingkan
dengan wanita berberat badan normal.
k. Aktifitas fisik
Sebuah penelitian terbaru dari Womens Health
Initiative menemukan bahwa aktivitas fisik pada wanita menopause yang
berjalan sekitar 30 menit per hari dikaitkan dengan penurunan 20 persen
risiko kanker payudara. Namun, pengurangan risiko terbesar di antara
wanita yang berberat badan normal. Dampak aktivitas fisik tidak ditemukan
di kalangan wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun,
aktivitas fisik yang dikombinasi dengan diet dapat menurunkan berat badan
sehingga pada akhirnya menurunkan juga risiko kanker payudara dan
berbagai penyakit lain.
l. Makanan berlemak
Jika anda seorang gadis remaja, kurangilah makanan berlemak tinggi
mulai sekarang juga, karena dapat membuka jalan bagi Kanker Payudara di
masa mendatang, bahkan jika tidak membuat anda gemuk atau kelebihan
berat badan. Para ilmuan Michigan State University (MSU) telah

40

menemukan bahwa diet lemak selama pubertas meningkatkan resiko terkena
Kanker Payudara semasa dewasa.

2.3.3 Ciri-ciri Kanker Payudara
Sesuai namanya, Kanker Payudara merupakan penyakit yang
disebabkan oleh berkembangnya sel kanker di daerah payudara. Penyakit ini
kebanyakan menyerang perempuan, tetapi laki-laki juga bisa terkena kanker
tersebut. Kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker dengan jumlah
penderita terbanyak nomor dua di dunia. Sedangkan dari tingkat kematian jenis
kanker ini menyebabkan kematian nomor lima terbesar di dunia.
Tanda awal dari Kanker Payudara adalah ditemukannya benjolan yang
terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri.
Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan
akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara
atau putting susu.
Berikut antara lain hal-hal yang harus anda perhatikan yang merupakan
gejala Kanker Payudara :
Benjolan pada payudara anda berubah bentuk atau ukuran
Kulit payudara berubah warna dari merah muda menjadi coklat hingga
seperti kulit jeruk
Puting susu masuk ke dalam (retraksi)
Salah satu puting susu tiba-tiba lepas atau hilang

41

Bila tumor sudah besar, muncul rasa sakit yang hilang-timbul
Kulit payudara terasa seperti terbakar
Payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal anda tidak
menyusui
Tanda Kanker Payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus)
pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi
semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh
payudara. Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah
berdarah.
Sedangkan untuk Kanker Payudara stadium lanjut, tanda-tandanya
sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria Operbilitas Heagensen
sebagai berikut :
Terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih dari sepertiga kulit
payudara)
Adanya nodul satelit pada kulit payudara
Kanker Payudara jenis mastitis karsinimatosa
Terdapat model parasternal
Terdapat nodul supraklavikula
Adanya edema lengan
Adanya metastase jauh
Serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit,
edema kulit, kulit terifikasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila

42

berdiameter lebih dari 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu
sama lain.
Sejumlah tanda di atas memang merupakan ciri-ciri Kanker Payudara.
Walaupun demikian, jika anda mengalami satu atau lebih hal di atas, belum
tentu anda menderita Kanker Payudara. Cobalah periksakan diri anda ke dokter
dan lakukan tes mammografi. Kemudian dokter akan menganalisa
mammogram yang dihasilkan dan memberikan saran untuk anda.

2.3.4 Diagnosa Penyakit Kanker Payudara
Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara
pengambilan sampel jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan
(tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang
dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker).
Tipe penyakit kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua
bagian yaitu :
a. Kanker payudara non invasive, kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu,
penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting
payudara. Dalam bahasa kedokteran disebut ductal carcinoma in situ
(DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung
susu.
b. Kanker payudara invasive, kanker yang telah menyebar keluar bagian
kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat

43

menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti
kelenjar limpa dan lainnya melalui peredaran darah.

Gambar 2.3.2 Penyebaran Kanker Payudara

2.3.5 Penanganan dan Pengobatan
Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari
tipe dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru diketahui
menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadium lanjut yang
cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu
sehingga terlambat untuk diperiksa kedokter atas kelainan yang dihadapinya.
Pembedahan, pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka
pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan
serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain
(lumpectomy). Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau operasi
kanker payudara diantaranya :

44

a. Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara
(lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi.
Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya
kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
b. Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja. Tetapi
bukan kelenjar di ketiak.
c. Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudar,
jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta
benjolan di sekitar ketiak.
Radiotherapy (penyinaran/radiasi), yaitu proses penyinaran pada daerah
yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang
bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi.
Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu
makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan
leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.
Terapi Hormon, hal ini dikenal sebagai Therapy Antiestrogen yang
sistem kerjanya memblok kemampuan hormon estrogen yang ada dalam
menstimulus perkembangan kanker payudara.
Kemoterapi, ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker
dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh
sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker
yang kemungkinan telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Dampak dari

45

kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok
karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.
Pengobatan Herceptin, adalah therapy biological yang dikenal efektif
melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara
stadium II, III, IV dengan penyebaran.

2.4 Penelitian Buah dan Daun Sirsak sebagai Obat untuk Kanker Payudara
Pada tahun 1951, Prof. Clery Salazar, yang bekerja di Fakultas
Pertanian di Mayaguez, Puerto Rico, sudah mulai mendorong pengembangan
produk sirsak di negara tersebut. Riset mengenai khasiat sirsak atau populer
disebut graviola ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1976 oleh The
National Cancer Institute, Amerika Serikat. Hasil riset membukikan bahwa
daun dan tunas sirsak dapat menyerang dan merusak sel kanker. Namun, hasil
penelitian ini tak dipublikasikan. Setelah sekitar 7 tahun, The National Cancer
Institute akhirnya mempublikasikan hasil penelitian ini dan menyatakan bahwa
sirsak mengandung zat asetogenin yang mampu melawan 12 jenis sel kanker.
Pada tahun 1995-1996, peneliti Sekolah Farmasi Purdue University,
Indiana, Amerika Serikat (AS), Jenny L. McLaughlin melakukan penelitian
mengenai khasiat daun tanaman sirsak sebagai antikanker. Penelitian ini
dilakukan bekerja sama dengan peneliti Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
Institut Teknologi Bandung, Prof. Soelaksono Sastrodiharjo, PhD. Selain itu,
Jenny L. McLaughlin juga membawa mahasiswanya yang berasal dari Korea
Selatan, Feng E. Wu. Penelitian dilakukan di daerah Garut, Jawa Barat. Jenny

46

L. McLaughlin dan Feng E. Wu mengumpulkan daun sirsak, mengeringkannya,
lalu membawanya ke AS untuk diteliti.
Dalam tahun 1996-1998, Jenny L. McLaughlin mempublikasikan
kandungan sirsak dalam beberapa jurnal yang terbit di Amerika. Jenny L.
McLaughlin mengungkapkan, dalam daun sirsak yang diteliti menunjukkan
adanya kandungan senyawa aktif acetogenins. Zat acetogenins di daun sirsak
ini terdiri atas murikatosin A, murikatosin B, anomurisin E, murikapentosin,
anopentosin A, anopentosin B, dan anopentosin C. Senyawa ini berkhasiat
ampuh menumpas tujuh sel kanker, yaitu kanker serviks, kanker payudara,
kanker usus besar, kanker pankreas, kanker prostat, kanker paru-paru, dan
kanker ginjal. Hasil penelitian ini juga diambil dari pengalaman beberapa
penderita kanker yang sembuh setelah mengonsumsi air rebusan daun sirsak
atau kapsul berisi ekstrak daun sirsak.
Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui buah sirsak
dapat memberikan efek antikanker yang sangat kuat dan terbukti secara medis
menyembuhkan berbagai jenis penyakit kanker. Penelitian lain, sebuah studi
yang dilakukan Catholic University, Korea Selatan dan dimuat dalam The
Journal of Natural Product pada tahun 1999 menyebutkan, daun sirsak lebih
hebat 10.000 kali lipat dibandingkan adriamycin (zat yang terdapat dalam obat
kanker konvensional) dan kemoterapi. Zat-zat yang terkandung dalam daun
sirsak mampu memilih, membedakan, dan membunuh sel kanker secara tepat.
Keunggulan lain dari daun sirsak adalah kemampuannya memilih
secara tepat sel kanker kemudian membunuhnya tanpa mengganggu sel yang
normal. Ini berbeda dengan dengan adriamycin maupun kemoterapi, yang cara

47

pengobatannya ialah menyerang semua sel yang terindikasi kanker, termasuk
sel normal di sekitarnya. Akibatnya, efek yang ditimbulkan setelah menjalani
pengobatan ini pun bisa membahayakan tubuh. Misalnya saja, setelah
menjalani kemoterapi, pasien bisa mengalami kerontokan rambut, badan lemas,
berat badan turun, merasa sakit-sakitan, serta kulit menjadi gelap (gosong)
akibat paparan radiasi tersebut.
Para peneliti di Taiwan tahun 2003 juga melaporkan bahwa kandungan
utama asetogenin sirsak, yaitu annonacin memiliki sifat toksik yang tinggi
terhadap sel kanker ovarium, serviks, kandung kencing, dan sel kulit pada dosis
rendah. Senyawa annomuricin E yang berhasil diisolasi dari daun sirsak
memiliki sifat sitotoksik pada beberapa sel kanker yang diuji, termasuk pada
sel kanker prostat.
Di Indonesia sendiri, penelitian khasiat sirsak dilaporkan akan
dilakukan oleh rumah sakit kanker Dharmais bekerja sama dengan Universitas
Nanjing Cina dan difasilitasi oleh Perhimpunan Dokter Herbal Medik
Indonesia (PDHMI). Pada penelitian ini akan dilakukan terapi kombinasi
antara obat-obat medis konvensional dengan herbal untuk mengobati kanker.
Dalam Cancer Letter edisi Juni 1995, para peneliti dari Universitas
Purdue Amerika Serikat melaporkan bahwa suatu senyawa dari annonaceous
asetogenins, yaitu bullatasin, dapat membunuh sel kanker yang resisen
terhadap beberapa jenis obat. Sebab, senyawa ini memblokade produksi
adenosin trifosfat (ATP).
Hal ini diakui pula oleh Prof. Soelaksono Sastrodiharjo PhD..
Menurutnya, asetogenins menghambat ATP yang merupakan sumber energi di

48

dalam sel. Senyawa annonaceous asetogenins merupakan turunan dari asam
lemak rantai panjang dan bersifat sitotoksik (membunuh sel kanker). Sel
kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP.
Asetogenins masuk dan menempel reseptor dinding sel serta merusak ATP di
dinding mitokondria. Secara biologis, senyawa tersebut memperlihatkan
bioaktivitasnya yang poten melalui deplesi kadar ATP dengan cara
menghambat komplek I dari mitokondria dan menghambat enzim oksidase
NADH dari membran plasma sel tumor. Akibatnya, produksi energi di dalam
sel kanker terhenti dan akhirnya sel kanker akan mati.
Sirsak ternyata cukup efektif melawan cancer sel lines yang resisten
terhadap terapi obat multipel (MDR=multiple drug resistent). Sirsak juga
efektif melawan cancer line U 973 dan hamartoma cell in vintro.

Tabel 2.4.1 Senyawa Asetogenins dan PenghambatannyaTerhadap Beberapa
Jenis Sel Kanker

Senyawa
Asetogenins

Penghambatan Sel Kanker
A B C D E F

Annopentosin A
Annopentosin B
Annopentosin C
Cis-annomurisin
dan
Trans-annomuriin

1,7110
-1
2,7410
-2
2,0610
-2


<10
2

17,93
3,56
2,79

6,1110
-1


1,63
1,64
1,24

<10
2


6,0710
-1
3,7910-
1
2,5810
-1

1,2210
-1


1,14
2,1210
-1
2,2810
-1

1,32

3,5810
-1
1,6210
-1
4,2810
-1

<10
-2
Keterangan:
A. Sel kanker paru-paru
B. Sel kanker payudara
C. Sel kanker usus
D. Sel kanker ginjal
E. Sel kanker prostat
F. Sel kanker pankreas

49

Begitulah cara kerja sirsak dalam menumpas kanker, termasuk kanker
payudara, serta beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan
khasiat sirsak dalam mengobati kanker.


50

BAB III
METODE PENELITIAN

3. 1 Metode dan Teknik Penulisan
Penelitian diartikan secara luas mencakup segala kegiatan ilmiah dalam rangka
pemecahan masalah dan untuk memperoleh berbagai informasi mengenai sesuatu
yang diteliti. Suatu penelitian dapat dilakukan dengan dengan menggunakan metode
field research atau library research maupun dapat dilakukan sekaligus
keduanya. Berdasarkan dari latar belakang di atas, maupun dari permasalahan yang
ada dan serta tujuan dari hasil penelitian yang didapatkan, maka metode penulisan
yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif. Yaitu, sebuah
metode penulisan yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai
dengan apa adanya ( Best,1982:119). Metode deskriptif, dengan tujuan untuk
mendapatkan gambaran yang sebenarnya mengenai cara buah dan daun sirsak dalam
mengatasi kanker payudara.
3.2 Metode dan Teknik Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kepustakaan dan
eksperimen. Dari metode kepustakaan kami mendapatkan beberapa informasi
mengenai sirsak, olahan-olahan berbahan dasar sirsak, dan kanker payudara, serta
cara kerja daun dan buah sirsak dalam mengobati kanker payudara. Sumber data
diambil melalui buku-buku pengetahuan, internet, dan hasil penelitian beberapa

51

peneliti maupun melalui artikel-artikel yang masih relevan serta sumber lain yang
dapat menunjang penulisan karya ilmiah ini.
Di Bab III ini juga akan dijelaskan bagaimana cara mengetahui zat-zat
penting yang terdapat pada buah dan daun sirsak. Zat yg paling efektif dalam buah
dan daun sirsak untuk mengatasi kanker adalah Senyawa monotetrahidrofuran atau
antikanker (anomurisin A,B, Gigantetrosin A, annorisin dan goniotalmisin A)
ditambah dengan senyawa antioksidan (senyawa saponin, folifenal dan
bioflavonoida). Kombinasi senyawa di atas terdapat dalam sari daun maupun buah
sirsak.
Metode eksperimen yang digunakan adalah mengolah daun sirsak menjadi
sari yang dapat diminum untuk mengobati kanker payudara. Penelitian ini
berlangsung pada hari Kamis, 24 Mei 2012 sekitar pukul 15.00 WITA, bertempat di
rumah salah seorang peneliti yaitu di Komplek Graha Dharma Praja Permai RT. 14
No. 25, Banjarmasin.
Berikut hasil eksperimen yang kami lakukan.

3.2.1 Cara Pengolahan Sirsak
Cara pengolahan sirsak ini adalah hasil eksperimen peneliti dalam
membuat sari daun sirsak untuk dijadikan obat untuk kanker secara umum.
Bahan-bahan yang diperlukan sebagai berikut:
1. Daun sirsak 10 lembar, sebaiknya daun tidak terlalu tua maupun muda.

52


Gambar 4.2.1. Daun Sirsak 10 Lembar
2. Air 600cc atau 3 gelas air.

Gambar 4.2.2. Air 600cc
Berikut cara mengolah daun sirsak tersebut:
1. Bersihkan daun sirsak terlebih dahulu.
2. Rebus 10 lembar daun sirsak ke dalam air sebanyak 600cc atau 3 gelas air.
3. Rebus daun hingga air rebusan tersisa 1 gelas saja.

Gambar 4.2.3 Hasil Rebusan Daun Sirsak
Rasa sari daun sirsak ini sedikit kalat dan tidak pahit, namun jika
meminumnya akan terasa seperti meminum daun. Bagi penderita kanker,

53

usahakan minum satu gelas air rebusan daun sirsak ini sebanyak dua kali sehari
secara teratur hingga sembuh. Untuk pencegahan kanker, bisa dengan
mengkonsumsi satu gelas air rebusan daun sirsak dua kali sehari juga, namun
tidak teratur. Setelah mengonsumsi air rebusan daun sirsak, biasanya tubuh
akan terasa panas. Ini menandakan zat-zat yang terkandung dalam daun sirsak
telah bereaksi.

3.2.2 Cara Mengetahui Zat Monotetrahidrofuran Asetogenin pada Daun
Sirsak
A. Alat yang digunakan:
Bejana maserasi
Oven
1 set peralatan destilasi
B. Bahan yang digunakan:
Daun sirsak
Pelarut : etanol, n-heksan, dan kloroform
Aquadest
C. Variabel Percobaan
1. Variabel Tetap:
Temperatur ekstraksi : 28
o
C (suhu kamar)
Jenis pelarut : Etanol
2. Variabel Berubah:
Pengeringan bahan : level bawah (-) : tanpa pengeringan

54

: level atas (+) : dengan pengeringan
Waktu maserasi : level bawah (-) : 1 hari
: level atas (+) : 2 hari
Berat sampel : level bawah (-) : 5 gram
: level atas (+) : 10 gram
D. Run Percobaan

Run

Pengeringan

Waktu Maserasi

Berat Sampel

1.

+

+

+

2.

+

+



3.

+



+

4.

+





5.



+

+

6.



+



7.





+

8.







E. Prosedur Kerja
Preparasi sampel daun sirsak
Sampel daun sirsak sebanyak 1000 gr dicuci untuk
menghilangkan pengotornya. Daunnya yang sudah bersih dihaluskan kemudian
dikeringkan. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air daun
sirsak sehingga diharapkan proses ekstraksi berlangsung lebih cepat.
Proses pengeringan agar biji lebih awet atau tahan lama terhadap
mikroba. Pengeringan daun menggunakan oven pada suhu 40C selama

55

1 jam untuk menghilangkan sedikit air yang terkandung dalam sampel.
Sampel yang diperoleh adalah serbuk yang berwarna coklat.
Ekstraksi daun sirsak
Sampel yang telah berbentuk serbuk tersebut dimaserasi di dua bejana
maserasi dengan masing-masing menggunakan pelarut etanol dan metanol selama
dua hari sambil sekali-kali dikocok. Selanjutnya ekstrak dipisahkan dengan cara
penyaringan. Ekstrak dipekatkan dengan destilasi. Kemudian ekstrak diencerkan
dengan 100ml aquadest hangat. Setelah itu di fraksinasi berturut-turut dengan n-
heksan dan kloroform sebanyak 150ml. Sampel dipisahkan dari pelarut
menggunakan corong pemisah.
Analisa dengan Spektrofotometri FTIR
Ananlisa ini ialah untuk menentukan senyawa yang ada di dalam
ekstrak sampel, di mana akan terlihat spektral yang dapat dibaca.

3.2.3 Cara Mengetahui Zat Monotetrahidrofuran Asetogenin pada Buah
Sirsak
A. Alat yang digunakan:
Blender atau alat penghalus lainnya
Alat kronografi (pemisahan)
Spektrofotometer
Kertas lakmus
B. Bahan yang digunakan:
Buah sirsak

56

Cairan destalata
C. Prosedur Kerja
1. Pilih buah sirsak yang sudah tua dan masih keras, ambil dagingnya
kurang lebih 100 gr.
2. Haluskan daging sirsak tersebut dengan menggunakan alat penghalus
(digerus/diblender).
3. Identifikasi senyawa aktif dengan menggunakan alat kronografi
(pemisahan) dan spektrofotometer.
4. Terjadi endapan pada fase terakhir dari spektrofotometer, pisahkan
endapan tersebut dengan cairan yang ada di atasnya.
5. Hasil pemisahan dari endapan, tambahkan cairan destalata 10 ml,
lakukan kembali dengan alat spektrofotometer.
6. Hasilnya dibandingkan dengan kertas warna lakmus (pembanding),
maka akan diketahui kadar dari asetogenin dan senyawa derivatnya.

3.2.4 Cara Mengetahui Senyawa Saponin dan Senyawa Flavonoid pada
Sirsak
A. Bahan yang digunakan:
Daun segar tumbuhan sirsak
Methanol
Asam klorida pekat
Serbuk magnesium

57

B. Alat yang digunakan:
Lumpang
pisau/gunting
tabung reaksi
pipet tetes
corong
pemanas

C. Prosedur Kerja
1. Identifikasi Senyawa Saponin


panaskan dengan aquades
kocok kuat-kuat

diamkan 30 menit
tambahkan 1 tetes HCl 2 N



Identifikasi saponin ini dimulai dengan memanaskan daun sirsak
segar yang telah di r aj ang hal us dengan aquades s ampai
mendi di h. Set el ah mendi di h, di ngi nkan dan kocok kuat -
kuat . Adanya bus a menunj ukkan adanya s enyawa s aponi n
dal am daun s i r s ak t er s ebut . Kemudian, diamkan selama 30 menit
dan tambahkan setetes HCl 2 N pada rebusan sirsak. Bila masih berbusa,
maka kandungan senyawa saponin pada sirsak itu sangat kuat.

Terdapat busa
Sampel dirajang halus
Busa masih ada

58

2. Identifikasi Senyawa Flavonoid: Sianoda Test/Sianidin Test


dirajang halus

dipanaskan




Pada uji flavonoid ini, 0.5 g daun sirsak dirajang halus
dan dimasukkan ke dalam t abung r eaks i . Lal u t ambahkan
met hanol dan kemudi an di panas kan. Set el ah pemanas a n,
terbentuk larutan berwarna hijau tua. Larutan tersebut kemudian
direaksikan dengan HCl pekat dan serbuk magnesium. Jika terjadi
perubahan warna, maka daun sirsak tersebut mengandung banyak
senyawa flavonoid.

3.2.5 Cara Mengetahui Senyawa Folifenol pada Sirsak
A. Alat yang digunakan:
Blender Pisau
Terjadi perubahan warna
Tambahkan beberapa tetes
HCl pekat dan serbuk
magnesium
Tambahkan methanol 5 ml
Sampel segar 0,5 gr

59

Ayakan ukuran 50 mesh
Chamber
Neraca analitik
Kertas saring
Labu Soxhlet
Labu didih
Beker glass (500ml)
Lempeng kromatografi
Lampu UV

B. Bahan yang digunakan:
Ekstrak daun sirsak
Eter
metanol 90%
metanol 50%
FeCl3 1%
Kloroform
Methanol
Air
asam asetat
amoniak (NH3)
asam sulfat (H2SO4)

C. Prosedur Kerja
1. Persiapan Sampel
Ekstrak daun sirsak adalah daun sirsak yang dicuci bersih dan
dipotong kecil-kecil kemudian dikering anginkan pada suhu 25C-27C
selama 5 hari. Setelah kering daun sirsak diblender hingga halus agar menjadi
serbuk kemudian diayak.
2. Identifikasi Senyawa Polifenol
a. Proses Ekstraksi
1) Ditimbang 50 gram serbuk daun sirsak, dibungkus dengan kertas
saring dan dimasukkan labu Soxhlet.

60

2) Dimasukkan eter sebanyak 300 ml, kemudian diekstraksi selama 3-4
jam hingga warna uap pelarut yang akan masuk kedalam labu didih
jernih dan eter yang ada dalam labu didih berwarna hijau pekat,
ekstrak yang dihasilkan sebanyak 200ml.
3) Selanjutnya ekstrak yang dihasilkan dipekatkan hingga volumenya
sepertiga dari volume semula dengan cara diuapkan.
4) Ampas daun sirsak dikeringkan didalam oven.
5) Setelah itu ampas daun sirsak diekstraksi kembali dengan 300 ml
metanol 90% selama 3-4 jam sampai pelarut yang masuk kedalam
labu didih jernih berwarna coklat kehijauan.
6) Ampas daun sirsak dikeringkan kembali.
7) Selanjutnya diekstraksi dengan 300 ml metanol 50% selama 4,5 jam
sampai pelarut yang masuk kedalam labu didih jernih berwarna
kuning kecoklatan.
8) Ekstrak methanol 90% dan 50% dicampur, dipekatkan sampai
sepertiga volume semula.
9) 1 ml ekstrak pekat eter ditambah dengan 3 tetes FeCl3 1% warna
tetap hijau.
10) 1 ml ekstrak pekat methanol ditambah 3 tetes FeCl3 1%, warna akan
berubah dari kuning kecoklatan menjadi coklat kehitaman
menunjukkan adanya senyawa fenol.

b. Identifikasi senyawa polifenol dengan metode Kromatografi Lapis
Tipis

61

Dengan larutan pengembang I
1) Ditotolkan ekstrak pekat methanol pada lempeng kromatografi
dengan ukuran lempeng 10 x 20 cm dengan jarak penotolan 2
cm dan jarak rambat 11,5 cm.
2) Dieluasi dengan larutan pengembang I (Asam asetat : Kloroform
dengan perbandingan 1 : 9) sampai mencapai jarak rambatnya.
3) Bercak dibaca pada lampu UV dengan panjang gelombang 254
nm dan 365 nm.
4) Pada larutan pengembang I hasil kromatogram diuapi dengan
NH3.
5) Dihitung harga Rf untuk sampel.

Dengan larutan pengembang II
1) Ditotolkan ekstrak pekat methanol pada lempeng kromatografi
dengan ukuran lempeng 10 x 20 cm dengan jarak penotolan 2
cm dan jarak rambat 11,5 cm.
2) Dieluasi dengan larutan pengembang II (Kloroform : methanol :
air dengan perbandingan 5:5:3) sampai mencapai jarak
rambatnya.
3) Bercak dibaca pada lampu UV dengan panjang gelombang 254
nm dan 365 nm.
4) Pada larutan pengembang II diuapi dengan H2SO4 : methanol
dengan perbandingan 1 : 9.
5) Dihitung harga Rf untuk sampel.

62

BAB IV
ANALISIS DATA

4.1 Tanaman Sirsak Sebagai Obat-obatan
4.1.1 Khasiat Kandungan Tanaman Sirsak
Solusi terbaik adalah solusi yang bisa memberikan jaminan atas
penyelesaian problematika yang dihadapi, dengan cara memberikan masukan
kepada masyarakat untuk mengkonsumsi obat-obatan alternatif yang
berbahan dasar alami dan higienis, seperti tanaman sirsak. Tanaman sirsak
dipilih sebagai bahan dasar karena :
1. Semua bagian sirsak memiliki kandungan kimia dan nilai gizi yang
berbeda dan bermanfaat.
2. Lemak yang terkandung dalam buah sirsak sangat sedikit, hanya 0,3 g
dari 100 g daging buah sirsak sehingga baik untuk kesehatan.
3. Keunggulan sirsak lainnya terletak pada kadar garamnya (natrium) yang
rendah, yaitu 14 mg/100 g dan kaliumnya yang tinggi, yaitu 278 mg/100
g. Dengan begitu, sirsak dapat bermanfaat dalam mengatur tekanan darah
serta ritme dan fungsi jantung sehingga melindungi tubuh dari
atherosklerosis.
4. Buah sirsak mengandung fraksi asam organik nonvolatil yang terdiri atas
suatu campuran, yaitu 2 bagian asam malat, 1 bagian asam nitrat, dan
trace asam isositrat.

63

5. Buah sirsak disenangi banyak orang karena aromanya harum dan khas.
Rasa asam pada buah sirsak berasal dari asam organik nonvolatil,
terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.
6. Beberapa senyawa aktif yang dikandung daun sirsak antara lain senyawa
monotetrahidrofuran asetogenin, seperti anomurisin A dan B,
gigantetrosin A, annonasin-10-one, murikatosin A dan B, annonasin, dan
goniotalamisin.
7. Selain itu, daun sirsak juga mengandung senyawa saponin, polifenol, dan
bioflavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Senyawa
asetogenin dan antioksidan inilah yang 10.000 kali lebih ampuh
membasmi sel kanker daripada pengobatan konvensional lainnya.
8. Daun sirsak juga mengandung senyawa tanin, fitosterol, kalsium oksalat,
serta alkaloid murisin. Selain itu, daun sirsak juga mengandung asam
hidrosianik, walaupun lebih sedikit kandungannya daripada kulit kayu
batang sirsak.
9. Sementara minyak dari daun dan buah sirsak yang belum masak dicampur
dengan minyak zaitun digunakan sebagai obat luar untuk penyakit
neuralgia, reumatik, dan nyeri arthritis.
10. Selain menyembuhkan beberapa penyakit di atas, buah dan daun sirsak
juga bermanfaat dalam :
Membantu membersihkan darah dari toxic atau racun.
Melancarkan persalinan.
Mempelancar keluarnya ASI.
Meningkatkan nafsu makan.

64

Meringankan pendarahan.
Sebagai obat penenang.
Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi.
Fisik terasa lebih segar dan bugar.
Menjaga stamina.

4.1.2 Uji Farmakologi
Sudah dari jaman dahulu, pemanfaatan tanaman sirsak ialah untuk
dikonsumsi. Buah sirsak yang rasanya manis, asam, dan menyegarkan ini
sangat disukai oleh berbagai lapisan masyarakat. Untuk dikonsumsi secara
langsung, dipilih buah sirsak yang sudah matang karena buah sirsak matang
rasanya lebih enak, dengan rasa manis yang lebih terasa dan lebih
lembut.Selain dikonsumsi secara langsung, buah sirsak juga dapat dibuat
olahan dan tetap lezat, seperti dijadikan selai buah, jus, sari buah, sirup,
bahkan dodol. Dari hasil olahan tadi, orang-orang ada yang mengkonsumsi
sendiri atau untuk dijual karena harganya yang lumayan menguntungkan. Jadi
sebenarnya sirsak juga mempunyai manfaat dalam hal ekonomi.
Sedangkan untuk daun sirsak, umumnya lebih banyak digunakan
sebagai obat tradisional daripada untuk dikonsumsi langsung karena rasanya
yang kurang enak. Tapi bukan berarti buah sirsak tidak berkhasiat dalam hal
pengobatan. Misalnya saja bangsa Indian di Amerika Selatan, mereka telah
memanfaatkan sirsak sebagai obat tradisional penyakit jantung, asma,
penyakit hati, dan reumatik. Sementara, Bangsa Peru Andes menggunakan

65

teh daun sirsak untuk mengobati penyakit catarrh/flu dan infeksi saluran
napas atau lainnya.
Penduduk Brazil Amazon menggunakan teh daun sirsak untuk
mengobati gangguan hati. Sementara minyak dari daun dan buah sirsak yang
belum masak dicampur dengan minyak zaitun digunakan sebagai obat luar
untuk penyakit neuralgia, reumatik, dan nyeri arthritis. Di Brazil, sirsak juga
digunakan untuk obat bisul, bronkhitis, penyakit jantung, diabetes mellitus,
disentri, demam, penyakit hati, penyakit saraf, dan cacingan.
Di Meksiko, sirsak digunakan sebagai obat diare, disentri, demam,
sesak napas, sakit gusi, dan meringankan pendarahan. Sementara di Panama,
sirsak digunakan untuk obat diare, dispepsia (gangguan pencernaan),
penyakit ginjal, dan cacingan. Di Curacao (Karibia, Amerika Utara), sirsak
secara tradisional digunakan sebagai obat penyakit kantung empedu,
membantu persalinan, dan sebagai obat penenang.
Di Trinidad (Karibia, Amerika Utara) sirsak digunakan sebagai
pembersih darah, flu, hipertensi, jantung berdebar, pelancar ASI, dan
insomnia. Di Jamaica dan Haiti, buah atau jus sirsak digunakan untuk
mengobati demam, penyakit parasit, pelancar ASI, dan diare. Di Caribia,
sirsak digunakan untuk mengobati flu, kedinginan, demam, dispepsia, jantung
berdebar, kudis, kejang, dan sebagai penenang. Di Malaysia sendiri, sirsak
digunakan secara tradisional untuk mengobati batuk, bisul, diare, dermatitis
(penyakit kulit), hipertensi, meringankan pendarahan, dan reumatik.

66

Di Indonesia, sirsak secara tradisional digunakan sebagai obat bisul,
mual, diare, hepatitis, batu, reumatik, dan hipertensi. Dalam bahasa Jawa,
sirsak disebut dengan nama sirsat. Sir artinya roso atau rasa (bisa berarti
rasa sakit akibat kanker, misalnya) dan sat berarti asat, habis, hilang, atau
sembuh. Jadi, sirsat menurut nenek moyang orang Jawa memang sudah
diketahui khasiatnya sebagai obat penghilang berbagai penyakit termasuk
kanker.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Catholic University of South
Korea dan diterbitkan dalam Journal of Natural Product menyatakan bahwa
satu senyawa kimia yang ditemukan dalam sirsak selektif membunuh sel
kanker usus besar serta 10.000 kali lebih berpotensi sebagai obat kemoterapi.
Selain itu juga diketahui senyawa ini selektif memilih sel target kanker
sehingga tidak merusak sel-sel sehat. Sedangkan sebuah studi yang dilakukan
Purdue University baru-baru ini menemukan bahwa daun dari pohon sirsak
sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru.
Mengapa kita tidak tahu fakta ini? Penemuan yang telah dilakukan
sejak tahun 1976 ini sengaja disimpan oleh salah satu perusahaan besar
farmasi agar mendapatkan kembali modal besar yang mereka keluarkan serta
memperoleh keuntungan lebih. Perusahaan farmasi itu tidak hanya
menyembunyikan penemuannya, namun juga mencoba membuat sintetis zat
yang ada pada sirsak dan mematenkannya sebagai bahan baku obat untuk
dijual ke pasar dunia. Tapi hingga kini versi sintesisnya belum bisa dibuat.
Pada akhirnya, penemuan yang menakjubkan ini pertama kali ditulis oleh
media Healthmad Senin 25 Februari 2010, ekstrak dari pohon sirsak

67

dikatakan 10.000 lebih baik dari kemoterapi dan 10.000 kali lebih kuat dalam
hal memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan obat
kemoterapi.

4.2 Tanaman Sirsak Sebagai Obat Kanker Payudara
4.2.1 Kanker Payudara Non I nvasive
Kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu, penghubung antara
alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara. Dalam
bahasa kedokteran disebut ductal carcinoma in situ (DCIS), yang mana
kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu. Ini adalah tipe
kanker payudara non invasive paling umum. DCIS berarti sel-sel kanker
berada di dalam duktus. Sekitar 1 dari 5 kasus baru kanker payudara adalah
DCIS. Hampir semua wanita dengan kanker pada tahap awal ini dapat
disembuhkan. Sebuah mamografi sering kali adalah cara cara terbaik untuk
deteksi dini DCIS. Ketika terdiagnosa DCIS, ahli patologi biasanya akan
mencari area dari sel-sel kanker yang telah mati, disebut nekrosis tumor
dalam sample jaringan. Bila nekrosis ditemukan, maka tumor sepertinya lebih
bersifat agresif. Istilah comedocarsinoma kadang digunakan untuk
menjelaskan DCIS dengan nekrosis.




68

4.2.2 Kanker Payudara I nvasive
Kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan
menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran
(metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar limpa dan lainnya
melalui peredaran darah. Sekitar 25-35% penderita karsinoma duktal akan
menderita kanker payudra invasive. Invasive Duktal Carcinoma (IDC) ini
adalah kanker payudara paling umum dijumpai. Bermula dari duktus,
menerobos dinding duktus, dan berkembang kedalam jaringan lemak
payudara. Pada titik ini, itu mungkin menyebar (bermetasis) ke organ
tubuh lainnya melalui sistem getah bening dan aliran darah. Sekitar 8 dari
10 kanker payudara invasive adalah jenis ini. Invasive Lobular
Carcinoma (ILC). Kanker ini dimulai dalam lobulus. Seperti IDC, ia
dapat menyebar (bermetasis) ke bagian lain dari tubuh. Sekitar 1 dari 10
kanker payudara invasive adalah dari jenis ini. ILC lebih sulit terdeteksi
melalui mammogram daripada IDC.

4.2.3 Pengobatan Kanker Payudara
Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung
dari tipe dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru
diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadium
lanjut yang cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa
malu sehingga terlambat untuk diperiksa kedokter atas kelainan yang
dihadapinya.

69

Pembedahan, pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka
pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan
serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot
lain (lumpectomy). Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau
operasi kanker payudara diantaranya :
a. Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara
(lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi.
Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar umornya
kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
b. Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja. Tetapi
bukan kelenjar di ketiak.
c. Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara,
jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta
benjolan di sekitar ketiak.
Radiotherapy (penyinaran/radiasi), yaitu proses penyinaran pada
daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma
yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah
operasi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi
lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam,
serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.
Therapy Hormon, hal ini dikenal sebagai Therapy antiestrogen yang
sistem kerjanya memblok kemampuan hormon estrogen yang ada dalam
menstimulus perkembangan kanker payudara.

70

Kemotherapi, ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti
kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan
membunuh sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada
pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar ke bagian tubuh
lainnya. Dampak dari kemotherapy adalah pasien mengalami mual dan
muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan
pada saat kemotherapy.
Pengobatan Herceptin, adalah therapy biological yang dikenal efektif
melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara
stadium II, III, IV dengan penyebaran.

4.2.4 Riset Ilmiah
Berbagai khasiat sirsak dapat kita ketahui karena didukung oleh riset
ilmiah. Riset ilmiah yang pernah dilakukan dalam hal pengobatan kanker
antara lain sebagai berikut :
1. Aktris Shahnaz Haque diketahui menderita kanker ovarium yang
menyebabkan salah satu indung telurnya diangkat pada tahun 1998.
Khasiat daun sirsak pula yang kini telah dicoba olehnya sambil ia juga
disiplin menjalani hidup sehat dan mengonsumsi herbal untuk menjaga
kesehatan tubuh. Sebagai survival cance, kemungkinan seseorang terkena
kanker kembali memang sangat besar. Pengalaman Shahnaz
menunjukkan pentingnya sirsak untuk pengobatan dimasa sekarang.
Secara turun temurun daun dan buah sirsak sebenarnya sudah lama

71

dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk menyehatkan tubuh.
Rebusan daun sirsak yang diberi gula jawa dan air perasan jeruk lemon,
misalnya, mempunyai efek relaksasi. Namun kini khasiat itu berkembang
menjadi kemampuan anti kanker. Riset-riset yang didukung bukti-bukti
empiris dari para pasien kanker menunjukkan kedahsyatan daun sirsak
tersebut.
2. Health Sciences Institute, berdasarkan data hasil penelitian, daya kerja zat
anti kanker didalam tanaman sirsak adalah 10.000 kali lebih kuat dalam
membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami
dibanding adriamycin dan kemoterapi yang biasa digunakan. Tidak
seperti kemoterapi, daun sirsak secara selektif hanya memburu dan
membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel
sehat. Health Sciences Institute di AS melakukan penelitian tentang
khasiat anti kanker pada sirsak tersebut. Penelitian ini diambil
berdasarkan kebiasaan hidup Suku Indian yang hidup di hutan Amazon.
Beberapa bagian dari tanaman sirsak seperti kulit kayu, akar, daun,
daging, buah dan bijinya, selama berabad-abad memang menjadi obat
bagi Suku Indian. Sirsak juga diyakini mampu menyembuhkan sakit
jantung, asma, maslah liver dan rematik. Setelah melakukan riset,
beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui bahwa sirsak
memberikan efek anti tumor dan anti kanker yang sangat kuat. Bahkan
sirsak terbukti secara medis mampu menyembuhkan kanker, sirsak juga
berfungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur. Bahkan sirsak efektif

72

melawan berbagai jenis parasit, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi,
stress, dan menormalkan kembali sistem saraf yang kurang baik.
3. The National Cancer Institute, riset sirsak untuk kesehatan manusia telah
dilakukan sejak 70 tahun silam. Pada tahun 1941-1962, para peneliti
hanya menemukan khasiat buah, daun, kulit batang, biji dan akar sirsak
sebagai anti bakteri, anti cendawan, dan anti parasit. Baru pada tahun
1976 The National Cancer Institute, AS, meneliti khasiat sirsak sebagai
anti tumor dan anti kanker. Ujicoba dalam penelitian inidilakukan
bersama 20 laboratorium independen yang berbeda. Diduga riset lama
itulah yang mendorong Dr. Jerry McLaughlin meneliti sirsak sebagai anti
kanker.
4. Catholic University, Korea Selatan. Suatu studi yang dipublikasikan di
The Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan
oleh Catholic University di Korea Selatan menyebutkan, salah satu unsur
kimia yang terkandung dalam sirsak mampu memilih, membedakan, dan
mampu membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali lebih kuat
dibanding adriamycin dan kemoterapi.
5. Osaka University, Jepang. Pemanfaatan daun sirsak untuk membantu
kesembuhan pasien sejalan dengan beberapa penelitian ilmiah. Para ahli
menemukan senyawa aktif acetogenins dalam daun durian belanda alias
sirsak. Peneliti di Sekolah Farmasi, Osaka University, Jepang, Naoto
Kojima, berhasil mensintesis senyawa itu yang bersifat anti tumor. Selain
itu, Kojima juga mensintesis senyawa murisolin dalam daun sirsak

73

bersifat sitotoksik pada sel tumor manusia dengan potensi antara 105-106
kali adriamycin atau obat kemoterapi.
6. Dalam Cancer Letter edisi Juni 1995, para peneliti dari Universitas
Purdue Amerika Serikat melaporkan bahwa suatu senyawa dari
annonaceous asetogenins, yaitu bullatasin, dapat membunuh sel kanker
yang resisen terhadap beberapa jenis obat. Sebab, senyawa ini
memblokade produksi adenosin trifosfat (ATP). Hal ini diakui pula oleh
Prof. Soelaksono Sastrodiharjo PhD.. Menurutnya, asetogenins
menghambat ATP yang merupakan sumber energi di dalam sel. Senyawa
annonaceous asetogenins merupakan turunan dari asam lemak rantai
panjang dan bersifat sitotoksik (membunuh sel kanker). Sel kanker
membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP.
Asetogenins masuk dan menempel reseptor dinding sel serta merusak
ATP di dinding mitokondria. Secara biologis, senyawa tersebut
memperlihatkan bioaktivitasnya yang poten melalui deplesi kadar ATP
dengan cara menghambat komplek I dari mitokondria dan menghambat
enzim oksidase NADH dari membran plasma sel tumor. Akibatnya,
produksi energi di dalam sel kanker terhenti dan akhirnya sel kanker akan
mati.


74

BAB V
P E N U T U P
5.1 Simpulan
Setelah melalukan analisis data yang telah diperoleh, makan akan
didapat beberapa simpulan penting. Kesimpulan-kesimpulan penting tersebut
antara lain sebagai berikut:
1. Kanker payudara ialah tumor ganas atau pertumuhan sel secara tidak normal
yang terjadi di sekitar payudara. Penyakit ini merupakan pembunuh wanita
no. 2 di dunia, dan pria pun dapat terserang penyakit ini. Kanker payudara
dikategorikan menjadi 2 berdasarkan bagian yang terkena, yaitu kanker
payudara non invasive dan kanker payudara invasive.
2. Buah dan daun sirsak mengandung banyak zat antioksidan yang bagus
dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, buah dan daun sirsak
mengandung zat acetogenins yang berfungsi dalam membunuh sel-sel
kanker, termasuk sel kanker payudara. Cara kerja zat acetogenins dalam
membunuh sel kanker ialah menghambat produksi ATP (Adenosine
Triphospate) atau energi yang dibutuhkan sel kanker, sehingga sel-sel
kanker akan mati perlahan.
3. Dari hasil beberapa penelitian, keampuhan buah dan daun sirsak dalam
membunuh sel kanker adalah 10.000 kali lebih ampuh dibandingkan zat
adriamycin (zat yang terdapat dalam obat kanker konvensional) dan
kemoterapi. Ini dikarenakan zat antikanker pada sirsak hanya menyerang
sel-sel kanker saja, sehingga sel-sel normal tidak terganggu dan bekerja

75

dengan normal. Jadi, buah dan daun sirsak sangat bagus digunakan untuk
mengobati kanker payudara.
5.1 Saran
Berdasarkan fakta dari hasil penelitian di atas, maka saran-saran yang
dapat peneliti kemukakan adalah sebagai berikut:
1. Buah dan daun sirsak bermanfaat untuk mengatasi kanker payudara dan
penyakit lainnya, oleh karena itu perlu disosialisasikan lebih intensif lagi
kepada masyarakat melalui organisasi profesi seperti IDI, IBI, PPNI, ISFI
dan LSM maupun media massa.
2. Bahwa budidaya tanaman sirsak sebagai tanaman obat keluarga (TOGA)
perlu ditingkatkan, baik pembibitan, penanaman dan pemanfaatan hasilnya.