Anda di halaman 1dari 20

Heat exchanger

Peralatan Pengolahan Migas 1

Annasit : 19810601 200604 1 001

Aplikasi Heat Exchanger


Tujuan penggunaan heat exchanger :
1. Kebutuhan operasional
2. Efisiensi energi pemanfaatan process stream
3. Aspek keamanan, keselamatan dan lingkungan
4. Menekan operating cost
Penggunaan heat exchanger di kilang :

Masnasit

Pendinginan

Pemanasan

Cooler

Heater

Condenser

Reboiler

Steam Generator

Evaporator

Waste Heat Boiler

Vaporizer
2

Diskusi
Identifikasi alasan dominan dari penggunaan tipe H/E
berikut :
Tipe
Exchanger

Kebutuhan
operasional

Efisiensi Energi

Aspek Keamanan
& keselamatan

Menekan
operating cost

Preheat crude
Condenser
Steam
generator
Evaporator
Reboiler
Waste Heat
Boiler

Masnasit

Metode perpindahan panas


A.

Konduksi :
- Perpindahan panas dengan media padatan
- Thermal conductivity kemampuan material untuk memindahkan
panas

B.

Konveksi :
- Perpindahan panas akibat adanya pergerakan relatif fluida terhadap
permukaan solid
- Heat trasfer coefficient kemampuan fluida untuk memindahkan
panas (dipengaruhi desitas, kecepatan dan pola aliran)

C.

Radiasi :
- Perpindahan panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik, tanpa
perantara
- Emisivity kemampuan material untuk memancarkan gelombang
elektromagnetik
- Absortivity kemampuan material utuk menyerap gelombang
elektromagnetik

Masnasit

Perpindahan panas konduksi


Laju perpindahan panas dengan konduksi bergantung
pada 4 faktor

Masnasit

Perbedaan suhu
Konduktivitas thermal
Luas area
Ketebalan

Konduktivitas thermal
Setiap material memiliki daya hantar panas yang
berbeda
Suhu (oF)

Konduktivitas thermal (K)


Btu/hr.ft2.(oF/ft)

Aspal

68

0,43

Coke

212

3,4

Alumunium

212

119

Tembaga

212

218

Besi

212

26

Gasoline

86

0,078

Air

86

0,356

Udara

212

0,0183

Karbondioksida

212

0,0133

Material

Masnasit

Surface area
Heat flow

Bidang 1
Surface area = A
Heat flow

Bidang 2
Surface area = 2A

Masnasit

Thickness
Heat flow

Thickness = L

Heat flow

Thickness = 2L
Masnasit

Perpindahan panas konduksi


Kenaikan DT :
Menaikkan laju perpindahan panas
Kenaikan luas area, A :
Menaikkan laju perpindahan panas
Kenaikan tebal, L :
Menurunkan laju perpindahan panas
Konduktivitas thermal suatu material yang tinggi, K :
Laju perpindahan panas semakin cepat

Masnasit

Perpindahan panas konduksi


K A DT
Q
L

K : Konduktivitas thermal

Q = heat flow

DT : perbedaan suhu
Thickness, L

Masnasit

10

Perpindahan panas radiasi


Laju perpindahan panas karena radiasi
bergantung pada 4 faktor :
Perbedaan suhu
Jenis absorbing surface
Luas area
Jarak antara obyek dengan sumber panas

Masnasit

11

Black body
Secara teoretis sebuah benda dikatakan sebagai benda hitam
(black body) jika memiliki absorbing surface yang sempurna.
Black body akan menyerap semua panas radiasi yang
mengenainya
Carbon lampblack merupakan material yang mendekati black
body di setiap permukaannya
Black body memiliki koefisien absorpsi = 1
Alumunium plate
Baja

0,79

Furnace refractories

0,85

Carbon lampblack
Masnasit

0,039

0,945
12

Diskusi
Benda manakah yang lebih cepat panas pada saat terpapar
radiasi panas
A. tangki yang dicat putih
B. tangki yang dicat hitam
Tangki penyimpanan produk-produk pengolahan minyak bumi
biasanya dicat dengan warna putih atau warna hitam

Masnasit

White lead paint

0,25

Light cream paint

0,35

Alumunium paint

0,55

Gray paint

0,75

Black matte paint

0,97
13

Diskusi
Cat manakah yang paling baik digunakan untuk tangki
penyimpanan zat-zat yang mudah menguap seperti
gasoline?
Jumlah panas yang ditransfer kepada suatu benda
bergantung pada permukaannya, semakin banyak panas
yang diserap oleh permukaan . jumlah panas yang
ditransfer
Tangki manakah yang paling banyak menyerap panas
radiasi matahari
A. tangki yang dicat dengan light cream paint
B. tangki yang dicat dengan white lead paint
C. tangki yang dicat dengan dull black matte paint
Masnasit

14

Perpindahan panas radiasi


Tiga
faktor
yang
dapat
ditambahkan
yang
mempengaruhi perpindahan panas karena radiasi
Suhu yang diemisikan oleh benda
Semakin tinggi suhunya semakin panas yang
ditransfer
Surface area
Semakin luas permukaannya, semakin panas yang
ditransfer
Jenis absorbing surface
Semakin banyak panas yang diserap, semakin
panas yang ditransfer

Masnasit

15

Perpindahan panas konveksi


Laju perpindahan panas karena konveksi bergantung
pada 2 faktor :
Kecepatan aliran fluida
Suhu antara fluida panas dengan fluida dingin

Masnasit

16

Diskusi
Pada perpindahan panas secara konveksi semakin
besar perbedaan suhu antara fluida panas dengan fluida
dingin maka semakin laju perpindahan panasnya
Karena konveksi dipengaruhi oleh gerakan dari zat/fluida
yang dipanaskan, maka semakin cepat gerakan atau
pencampuran fluida, semakin cepat
Semain besar turbulensi aliran, semakin besar

Masnasit

17

Perpindahan panas pada HE


Laju perpindahan panas menentukan berapa besar
seberapa besar kapasitas peralatan penukar panas yang
harus digunakan.
Laju perpindahan panas pada exchanger dapat dicari
dari persamaan :

Q U A DT
Q = total laju perpindahan panas atau total duty HE (btu/jam)
A = luas area exchanger tube
DT = perbedaan suhu antara dua fluida proses
U = bilangan yang sama seperti konduktivitas thermal, kemampuan
keseluruhan sistem untuk mentransfer panas (Btu/ft2/jam)
Masnasit

18

Perpindahan panas pada HE


Jika tube kotor, maka kemampuan exchanger untuk
mentransfer panas akan menurun, sehingga U akan
menjadi lebih
Kerak yang terbentuk di bagian tube pada kondensor
akan menyebabkan laju perpindahan panasnya ,
dengan demikian panas dari minyak yang bisa diambil
akan semakin
Jika tube pada exchanger tersumbat luas perpindahan
panas efektif akan sehingga laju perpindahan panas
dalam exchanger akan

Masnasit

19

Masnasit

20