Anda di halaman 1dari 10

MENENTUKAN NISBAH e/m

I. Pendahuluan
A. Judul : Menentukan Nisbah e/m
( Percobaan JJ. Thomson )
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana hubungan antara besarnya tegangan pemercepatan
dengan besarnya jejari berkas elektran
2. Berapa besar nilai e/m untuk partikel elektran berdasarkan hasil
percobaan.
C. Tujuan
1. Memahami prinsip percobaan JJ. Thomson
2. Menentukan nilai e/m untuk partikel elektron

II. Kajian Teori


Percobaan yang dilakukan oleh JJ. Thomson untuk mengukur e/m
(untuk elektron) dapat dianggap sebagai awal dari pengertian tentang
struktur atom.
A. Skema Dasar Tabung Sinar Katoda JJ. Thomson

1
B. Komponen Penyusunan dan Fungsi Masing-Masing
Komponen
1. Tabung Gelas
Tabung gelas yang hampir sebagai perangkat utama tabung sinar
katoda JJ. Thomson.
2. Elektoda C (Katoda)
Katoda tempat electron di pancarkan
3. Elektroda A, A’ (Anoda)
Anoda yang potensialnya positif dan di jaga tetap tinggi
4. Pelat P dan P’
Pelat P dan P’ sebagai pelat pendifleksian elektron baik akibat
timbulnya medan listrik dan medan magnet antara pelat defleksi
P dan P’
5. Layar Fluoresen S
Sebagai penampil berkas electron

C. Prinsip Kerja Tabung Sinar Katoda JJ. Thomson


Pada gambar (1) prinsip kerjanya adalah sebagai berikut :
Tabung dari gelas yang hampir hampa udara di dalamnya dipasang
elektroda C dan A, A’ (potensial pemercepat).
Elektroda A dan A’ sebagai anoda, dan elektroda C sebagai
Katoda. Elektroda C adalah katode tempat elektron terpancar
sedangkan elektroda A adalah anoda yang potensialnya positif dan
dijaga tetap tinggi. Elektron yang terpancar dari katoda akan
membentur elektroda A, tetapi sebagian bergerak lurus melewati
lubang kecil pada elektroda A, selanjutnya elektron yang berhasil
melewati elektroda A akan dihambat oleh elektroda A’ yang
ditengahnya terdapat lubang kecil. Hasil elektron yang melewati
lubang elektroda A’ berupa berkas kecil elektron yang akan bergerak

2
terus kedaerah yang terletak antara pelat P dan P’. Setelah melewati
pelat ini elektron akan membentur ujung tabung yang menyebabkan
fluoresen di S menjadi pilar.
Pelat defleksi P dan P’ dipisahkan oleh suatu jarak yang
diketahui hingga jika diantara keduanya terdapat beda poteb = nsial
maka medan listrik dan medan magnet dapat dihitung. Jika pelat P
dibuat positif, medan listrik mendefleksikan elektron-elektron ini
bergerak melewati daerah bebas medan diluar pelat ke arah layar
dengan penyimpangan sebesar.

YE =

Pada persamaan ini jika nilai YE, L, V2, D dapat diukur maka e/m dapat
diperoleh.
Jika diantara pelat P dan P’ terdapat medan magnet B yang tegak
lurus terhadap berkas elektron, maka dengan prinsip yang sama,
berkas elektron yang akan berbelok dengan penyimpangan Ya
diakibatkan oleh medan magnet yaitu.

YB =

Nilai e/m dapat dihitung jika YB, D, B, L, v dapat diukur.


Jika digunakan kumparan (kumparan Helmholtz) digunakan sebagai
pendefleksi maka prinsip kerja dari pengukuran ini adalah.
“Berkas elektron dari katoda akibat potensial pemercepat akan
melewati daerah medan magnet yang timbul akibat pemberian arus
pada kumparan Helmholtz, sehingga berkas ini akan dipengaruhi oleh
gaya magnetic yang menyebabkan elektron berpijar membentuk
lingkaran yang menimbulkan gaya sentrifugal sehingga dapat ditulis.
Fs = Fm

3
Dimana : v = kecepatan
B = kuat medan magnet
r = Jari – jari berkas
Elektron yang terpancar dari katoda akibat potensial pemecepat v
sehingga.

eV =

v= ……………………(2)

Medan magnet pada kumparan Helmholtz diberikan oleh persamaan

B=

Dimana : a = Jari-jari kumparan


Jika persamaan 2 dan 3 dimasukkan dalam persamaan 1 akan
diperoleh.

Dan jika B diketahui maka e/m dapat dicari dengan persamaan

III. Rumusan Hipotesis


1. Makin besar potensial pemercepat, makan makin besar pula jejari
berkas elektron.
2. Besarnya nilai e/m = 1,76 x 1011 e/kg

4
IV. Metode Eksperimen
A. Variabel
1. Variabel Terukur
a. Potensial pemercepat
b. Kuat arus
c. Jejari kumparan
d. Jejari berkas elektron
e. Jumlah lilitan
2. Variabel terhitung

Nilai

B. Identifikasi Variabel
1. Variabel Manifulasi / Bebas
• Tegangan pemercepat
2. Variabel Respon / terikat
• Kuat arus
• Jejari berkas elektron
• Nilai e/m
3. Variabel Kontrol
• Jejari kumparan
• Jumlah lilitan
C. Definisi Operasional Variabel
1. Tegangan pemercepat adalah tegangan yang digunakan untuk
mempercepat elektron.
2. Kuat arus adalah besarnya arus listrik yang melalui kumparan
Helmholtz.

5
3. Jejari berkas elektron adalah besarnya jejari lingkaran yang dilalui
berkas elektron.
4. Jumlah lilitan adalah banyaknya lilitan kumparan Helmholtzz.
5. Jejari kumparan adalah besarnya jejari kumparan Helmholtzz.
6. Nilai e/m adalah perbandingan antara besarnya muatan elektron
dengan massa elektron.

D. Alat dan Bahan


1. The e/m tube
2. The Helmholtz coils
3. The controls
4. Cloth hood
5. Mirrored scale

6
E. Prosedur Kerja
1. Memeriksa rangkaian listrik alat e/m seperti skema berikut :

2. Mendorong toggle switch ke atas untuk posisi pengukuran e/m.


3. Memutar tombol pengatur arus kumparan Helmholtz ke posisi off.
4. Menghubungkan power supply alat ukur (Ammometer dan
voltmeter) di depan panel alat e/m.
5. Mengatur power supply pada level berikut :
Elektron Gun
Heater = 6,3 V – AC atau DC
Elektrodes = 150 – 300 V – DC

7
Helmholtz Coils = 6 – 9 V – DC
6. Perlahan – lahan pengatur tombol kumparan Helmholtz Ammeter
diperhatikan agar arus tidak melampaui ZA
7. Menunggu beberapa saat agar katoda cukup panas, hingga
nampak berkas elektron keluar dari elektron gun dan akan
melengkung akibat medan dari kumparan Helmhott.
8. Mencatat arus kumparan Helmholtz pada ammeter dan tegangan
pemercepat pada voltmeter, kemudian menuliskan hasilnya
kedalam tabel pengamatan.
9. Mengukur dengan teliti jejari berkas elektron memandang kearah
tabung berkas elektron. Mencatat hasilnya ke dalam tabel
pengamatan.
10. Mengulangi percobaan dengan mengambil data sebanyak lima
kali.
11. Setelah pengukuran selesai, semua tombol dikembalikan ke posisi
semula.
12. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dihitung nilai e/m elektron.

F. Instrumen
No Tegangan (V) Ampermeter (Amp) Jari-Jari (r)
1 …………………….. …………………….. ……………………..
2 …………………….. …………………….. ……………………..
3 …………………….. …………………….. ……………………..

8
LAPORAN

PRAKTIKUM FISIKA MODERN


MENENTUKAN NISBAB e/ m

OLEH
KELOMPOK I

HUSNI MUBARAK (08508007)


NURSAKINAH (08508009)
I. TATI (08508010)

PENDIDIKAN FISIKA
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

9
2009

10