Anda di halaman 1dari 10

PEMISAHAN SECARA FISIK MEKANIS (FILTRASI)

I. Pendahuluan
Pemisahan secara fisik-mekanis :
1. Filtrasi (Penyaringan)
2. Sedimentasi
3. Sentrifugasi
II. Isi Materi
Filtrasi (penyaringan) adalah proses pemisahan partikel-partikel (padatan dan partikel
tersuspensi) di dalam fluida (cairan atau gas) dengan menggunakan medium berpori, dan
partikel (padatan dan tersuspensi) akan tertahan pada medium berpori dan cairan yang melalui
medium berpori yaitu filtrat.
Prinsip filtrasi yaitu adanya perbedaan tekanan antara up-stream dengan down-stream
sehingga cairan dapat melalui medium filter.
Slurry
solution

Suspended
particles

Filter
cloth

Filter
cake
Support for filter
cloth

Filtrate

Simple filtration
apparatus

Gambar 1. Prinsip Filtrasi


Partikel Padatan Tersuspensi

Berukuran sangat kecil atau lebih besar

Sangat kaku (very rigid)

Tidak kaku (plastic particles)

Berbentuk tertentu atau tak tentu

Menggumpul atau terpisah

Produk Filtrasi
Filtrat
Cake

Tergantung pada peruntukkannya.


Tipe-tipe Peralatan Filtrasi :
1.
Bed Filter
2.
Plate and Frame Filter Presses
3.
Leaf Filter
4.
Continuous Rotary Filter
Continuous rotary vacuum-drum filter
Continuous rotary disk filter
Continuous rotary horizontal filter
Filter Media dan Filter Aid
1.
Filter media
2.
Filter aids
Teori Dasar Filtrasi
1.

Penurunan Tekanan Fluida Melalui Filter Cake

Gambar 2. Tekanan Fluida Melalui Filter Cake


Aliran filtrat yang melalui unggun cake dapat diuraikan dengan persamaan hukum
Poiseulles dengan asumsi aliran filtrat yang melalui pori-pori filter adalah laminer, sehingga
besarnya penurunan tekanan :

Untuk aliran laminer yang melalui unggun partikel-partikel, penurunan tekanan akibat
terbentuknya cake pada media filter, dirumuskan oleh Carman-Kozeny dan Black-Kozeny :
Sebagai berikut :

k1

= konstanta yang besarnya 4,17 untuk partikel random

dengan ukuran dan bentuk

tertentu

= viskositas filtrat (Pa. s atau lbm/ft. s)

= kecepatan linier berdasarkan luas permukaan filter (m/s atau ft/s)

= porositas cake, L = Tebal cake (m atau ft)

S0

= luas permukaan spesifik partikel (m2 atau ft2) dari luas

partikel per (m3 atau ft3)

volume partikel padatan


pc = penurunan tekanan akibat terbentuk cake (N/m2 ; lbf/ft2)
Laju alir filtrat melalui medium filter :

A = luas filter (m2 atau ft2)


V = Volume total filtrat (m3 ; ft3) yang terkumpul pada waktu t (s)
Ketebalan cake (L) berhubungan dengan volume filtrat (V), jika c s adalah konsentrasi padatan
per volume filtrat (kg padatan/m3 filtrat atau lbm/ft3)
Neraca bahan padatan dan filtrat :
LA (1 - )p = cs (V + LA)
p = kerapatan partikel padatan cake (kg/m3 atau lbm/ft3)
Pada persamaan di atas volume filtrat yang tersisa di dalam cake sangat sedikit sehingga dapat
diabaikan. Laju alir filtrasi yang melalui filter cake adalah :

= tahanan spesifik cake (m/kg atau ft/lbm) ditentukan sbb :

Laju alir filtrasi yang melalui medium filter :

Rm

= tahanan medium filter

pf

= penurunan tekanan pada medium filter

Laju alir fluida yang melalui cake dan medium filter adalah :

p = pc + pf
Persamaan di atas bila dimodifikasi :

Ve = volume ekivalen filtrat yang diperoleh diikuti dengan

terbentuknya cake dengan

tahanan sama dengan Rm


Volume filtrat (V) juga berhubungan dengan berat cake kering (W) dapat ditentukan dengan
persamaan :

cx = fraksi masa padatan di dalam slurry


m = perbandingan masa cake basah terhadap cake kering
= kerapatan filtrat (kg/m3 ; lbm/ft3)
2.

Tahanan Spesifik Cake


Tahanan spesifik cake fungsi dari :

Fraksi kekosongan partikel dan So

Tekanan karena tekanan berpengaruh terhadap

Penurunan tekanan bervariasi terhadap , jika tidak dipengaruhi oleh -p dan sludge
tidak dapat dimampatkan. Biasany meningkat dengan -p dan sebagian besar cake kadang
bersifat dapat dimampatkan maka tahanan spesifik cake dapat ditentukan sebagai berikut :

= 0(-p)s

o dan s adalah konstanta empiris.


Konstanta kompresibilitas (s) = nol untuk cake atau sludge yang tidak dapat
dimampatkan, konstanta s nilainya antara 0,1 0,8. Kadang ditentukan dengan persamaan :

= 0 [1 + (-p)s]

0, dan s merupakan konstanta empiris


FILTRASI TEKANAN KONSTAN
1.

Persamaan Dasar Laju Filtrasi Proses Batch

2.

Persamaan filtrasi di atas dapat ditulis sbb :

Kp (s/m6 atau s/ft6) dan B (s/m3 atau s/ft3)


Pada filtrasi tekanan konstan :
= konstan

Cake yang compressible, V dan t : variabel


Waktu filtrasi (t) untuk proses tekanan konstan. Dengan mengintegrasi persamaan di atas :

V adalah volume total filtrat yang terkumpul pada waktu t


Data percobaan :
V yaitu volume filtrat yang terkumpul
Pada t1, volume filtrat yaitu V1 dan pada t2, volume filtrat yaitu V2
t = t2 t1 dan V = V2 V1.
Volume filtrat rata-rata yang terkumpul, Vr = (V2 + V1)/2, memplot t/V t terhadap Vr maka
diperoleh nilai Kp yang merupakan slope garis dan B yang merupakan intercept, dari nilai Kp
dan B ini dapat ditentukan nilai dan Rm.

Persamaan filtrasi di atas di bagi dengan V :

2.

Persamaan pencucian cake filter dan siklus waktu total filtrasi


Pencucian cake setelah siklus filtrasi berlangsung. Jumlah air pencuci cake yang

digunakan secukupnya supaya air pencuci memberikan pengaruh yag diinginkan.


Menghitung laju pencucian, dengan mengasumsikan kondisi selama pencucian sama
pada akhir filtrasi. Selain itu diasumsikan struktur cake tidak dipengaruhi air pencuci bila

digunakan dalam pencucian cake. Untuk filtrasi tekanan konstan menggunakan tekanan yang
sama dalam pencucian filter, laju pencucian sbb :

(dV/dt)f = laju pencucian (m3/s atau ft3/s)


Vf
= volume total filtrat untuk seluruh periode (m3 atau ft3)
Untuk plate-and-frame filter press, laju pencucian adalah sebagai berikut :

3. Persamaan untuk filtrasi kontinyu


Operasi filtrasi kontinyu, feed, filtrat dan cake dipindahkan secara terus menerus.
Pada rotary drum filter, penurunan tekanan adalah konstan. Pembentukan cake
melibatkan perubahan kondisi secara terus menerus, pada filtrasi kontinyu, tahanan medium
filter umumnya diabaikan dibandingkan dengan tahanan cake, sehingga intercept (B) = nol,
sehingga :

t adalah waktu yang diperlukan untuk pembentukan cake, pada rotary-drum filter, waktu
(t) filtrasi lebih kecil dari pada waktu siklus filtrasi (tc).
Waktu filtrasi pada alat rotary-drum filter :
t = f tc
f adalah fraksi dari siklus yang digunakan untuk pembentukan cake. Pada rotary drum filter, f
adalah fraksi tercelupnya drum di dalam slurry.
Laju alir filtrat :

Jika tahanan spesifik cake () bervariasi terhadap tekanan, konstanta pada persamaan (14.211) diperlukan untuk memprediksi nilai digunakan dalam persamaan (14.2-24).
Verifikasi persamaan (14.2-24) menunjukkan bahwa laju alir bervariasi kebalikan dengan akar
kuadrat dari viskositas dan waktu siklus.
Bila waktu siklus pendek digunakan dalam filtrasi kontinyu dan atau tahanan medium filter
relatif besar, tahanan filter termasuk B, sehingga waktu filtrasi :

Laju alir filtrasi :

FILTRASI LAJU ALIR KONSTAN


Dalam beberapa hal, filtrasi dilakukan pada laju alir konstan, hal ini terjadi jika slurry
dialirkan ke filter dengan menggunakan pompa.
Persamaan filtrasi laju alir konstan :

KV (N/m5 atau lbf/ft5) dan C (N/m2 atau lbf/ft2)


Diasumsikan cake incompressible, KV dan C adalah karakteristik konstanta dari slurry, cake,
laju alir aliran filtrat dan sebagainya. Memplot penurunan tekanan (-p) terhadap volume
total filtrat (V) yang terkumpul, diperoleh garis lurus untuk laju filtrasi laju konstan (dV/dt).
KV adalah slope garis dan C adalah intercept.
Penurunan tekanan (-p) bervariasi terhadap waktu (t), pada saat selama filtrasi, volume total
(V) adalah berhubungan dengan laju alir dan waktu (t) total.
Volume total :
V = t [dV/dt]
Maka persamaan akhir pada filtrasi laju alir tetap adalah :

Untuk beberapa hal, tahanan spesifik cake () tidak konstan, tetapi bervariasi terhadap
perubahan kondisi filtrasi.

III.Pembahasan dan Kesimpulan


Dari hasil pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa filtrasi merupakan salah
satu metode pemisahan bahan pangan secara fisik-mekanis, yaitu pemisahan partikelpartikel (padatan dan partikel tersuspensi) di dalam fluida (cairan atau gas) dengan
menggunakan medium berpori, dan partikel (padatan dan tersuspensi) akan tertahan pada
medium berpori dan cairan yang melalui medium berpori yaitu filtrat.
Dengan Prinsip filtrasi yaitu adanya perbedaan tekanan antara up-stream dengan
down-stream sehingga cairan dapat melalui medium filter

Anggota :
1. Vinda Melia Utari
2. Ina Sonia
3. Rahman Fauzi
4. Risma Listia Deviani
5. Siti Rodiah
6. Wardatun Najifah

133020303 (
123020439 (
123020440 (
123020441 (
123020442 (
123020443 (

)
)
)
)
)
)