Anda di halaman 1dari 47

ANTIPROTOZOA

(BAGIAN I)

FARMAKOLOGI ANTIINFEKSI

Target Kerja

Sesuatu yang ada pada protozoa tetapi tidak


ada pada manusia
Contoh : enzim yang hanya spesifik pada
protozoa

Sesuatu betul-betul diperlukan oleh protozoa


meski pada manusia ada
Contoh : enzim, yang betul-betul diperlukan oleh
protozoa meskipun tidak spesifik

Mempengaruhi :

struktur : anatomi
fungsi : metabolisme energi; inhibisi
sintesis kofaktor
sintesis protein : salah baca mRNA
asam nukleat : merusak DNA

Penting diperhatikan
Stadium biologi
Lokasi protozoa dalam tubuh
Cara penularan

Stadium biologi dan lokasi


protozoa

Protozoa hidup di dalam tubuh vektor maupun


manusia/host dengan berbagai stadium sesuai
dengan siklus hidupnya

Misal : Entamoeba histolytica memiliki tiga bentuk


(kista, minuta/trofozoit, histolitika)

Bentuk trofozoit ada di usus halus, bentuk kista


bisa di usus halus juga usus besar, sedangkan
bentuk histolitika ada di hati

Antiprotozoa ada yang aktif terhadap salahsatu


stadium, ada juga yg aktif terhadap semua
stadium

Cara penularan

Salahsatu cara pencegahan penyakit


infeksi protozoa adalah memperhatikan
cara penularannya
Malaria, tripanosomiasis : ditularkan
melalui vektor nyamuk
Amebiasis : ditularkan melalui fekal-oral
Trikomoniasis : ditularkan melalui
hubungan seksual

Antiprotozoa
Meliputi obat-obat untuk
:

Amebiasis
Balantidiasis
Trichomoniasis
Giardiasis,
Leishmaniasis
Trypanosomiasis
Toxoplasmosis

AMOEBA

AMOEBA : protozoa bersel satu yang


dapat
berubah
bentuk
melalui
pseudopodium sehingga dapat bergerak
dan mengambil makanan
Kista : amoeba inaktif yang diliputi
membran pelindung
Trofozoit : amoeba aktif, hidup dari
bakteri-bakteri usus, reproduksi dengan
pembelahan, dapat merusak mukosa usus
(luka-luka kecil, diare).

Amoeba sp.

AMEBIASIS

Intestinal
Ekstra intestinal
Penyebab :
Entamoeba
histolytica

Amebiasis intestinal

= disentri ameba
penyakit infeksi
usus :
Dengan gejala :
diare (berlendir,
berdarah),
kejang/nyeri perut,
tenesmus/ mulas.
Tanpa gejala

Amebiasis ekstra intestinal

Amebiasis intestinal tidak diobati/ tidak


tepat pengobatan akan menjadi sistemik
menjalar ke organ lain terbanyak ke
hati amebiasis hati radang hati

Di usus : kista dan tropozoit

Di dinding usus : bentuk histolitika ke


organ lain (tropozoit). Gejala : demam
tinggi, mual/muntah, nyeri perut hebat.

Amebiasis ekstra intestinal

Penggolongan obat
Amebiasis

Amebisid kontak
Amebisid jaringan

Amebisid kontak
Membunuh ameba kontak langsung dengan
trofozoit dan kista dalam rongga usus (bentuk
minuta)
a. senyawa-senyawa nitroimidazol ; misal
metronidazol
b. senyawa-senyawa oksikinolin : misal kliokinol
c. senyawa-senyawa asetamida dan kinon :misal
diklosanida
d. Antibiotika : tetrasiklin, eritromisin, paromomisin
mereduksi populasi bakteri intestinal yang
diperlukan untuk kehidupan parasit
aktivitas amebisid :eritromisin

Amebisid jaringan

berkhasiat pada bentuk hisolitika di


dinding usus dan jaringan lain
contoh : senyawa-senyawa nitroimidazol,
emetin, kloroquin
obat pilihan pertama : senyawa-senyawa
nitroimidazol

strategi pengobatan amebiasis


intestinal

Metronidazol :
digunakan untuk infeksi akut
aktif thd semua bentuk entamoeba (btk
minuta dan histolitika)

Paromomisin : efektif untuk a.intestinal, mrpk


aminoglikosida yg tidak diabsorpsi di usus,
bekerja lokal di usus

Jika kambuh : lakukan kur dengan kliokinol


atau diklosanida

Sembuh : feses negatif ameba setelah 6 bulan

Keadaan parah : infeksi sekunder (tetrasiklin


atau antibiotik lain).

strategi pengobatan amebiasis


ekstraintestinal

=amebiasis hati, amebiasis sistemik

Pengobatan :
Metronidazol : aktif untuk a.intestinal maupun
a.ekstraintestinal
Diloksanid : walaupun khusus utk bentuk kista
amoeba tapi dapat dikombinasi dgn
metronidazol utk a.ekstraintestinal
Klorokuin : sangat aktif untuk a.ekstraintestinal
Emetin atau dihidroemetin : jarang
digunakan, hanya digunakan jika metronidazol
kontraindikasi

Jika perlu : lakukan kur kombinasi dgn amebisid


kontak

strategi pengobatan
amebiasis
Pembawa kista :
tanpa gejala
Sumber infeksi : diri sendiri dan orang lain
Kliokinol/diklosanid : sampai dengan feses
bebas kista
Diklosanid spesifik untuk kista dalam
rongga usus (mis : terapi asimptomatik
dimana terdapat kista tapi tidak
menunjukkan gejala klinis/carrier)

BALANTIDIUM COLI

Balantidium coli :
protozoa usus
manusia terbesar

Ciliata satusatunya yang


patogen

Balantidiasis

Disentri balantidium
Penyebab : B. coli
Disentri balantidium
menyebabkan ulser
pada mukosa dan
sub mukosa usus
nekrosis perforasi
kematian.
Pengobatan :
tetrasiklin 500 mg

Trichomoniasis vaginalis

flagelata patogen

Trichomoniasis

penyakit genital
Penyebab : T.
vaginalis
Perempuan :
leukorhea
(keputihan),
uretritis, vaginitis
dan vulvitis
Laki-laki : tanpa
gejala, prostatitis,
uretritis

Pengobatan Trichomoniasis

Prinsip : pasangan
diobati juga (penularan
melalui hubungan
seks.
Lama : metronidazol :
250 mg (sehari 3 x 1
selama 5-7 hari), jika
ovula (500 mg ; sehari
1x1 selama 5-7 hari).
Obat : metronidazol
(pilihan pertama),
nimorazol, ornidazol,
tinidazol.

Giardia lamblia

Flagelata patogen
Berbentuk buah pir
Merupakan patogen umum dalam usus
yang menyebabkan flatulensi dan diare

Giardiasis

Travellers diare =
diare perjalanan
Akibat : malnutrisi,
kerusakan usus,
achlorhydria
Obat :
metronidazol,
eritromisin,
quinakrin

Quinakrin awalnya dikembangkan sebagai


obat antimalaria, tetapi ternyata
memberikan efek yg besar terhadap
Giardia
Quinakrin sangat baik diabsorpsi dr
saluran cerna, tetapi tolerabilitinya rendah
dgn efek samping muntah, sakit kepala,
dermatitis, urtikaria
Metronidazol lebih banyak digunakan sbg
antigiardiasis

Leishmania sp.

Flagelata, hidup
dalam darah, jaringan
manusia :
L. tropica/L. mexicana
L. brazilienziz
L. donovani
Leishmania sp
merupakan parasit
protozoa intrasel yg
ditransmisikan ke
manusia oleh lalat yg
terinfeksi

Leishmaniasis
ada 3 tipe:
Leishmaniasis kutan disebabkan oleh
L. tropica/L. mexicana (bengkak dan
borok pada kulit)

Leishmaniasis mukokutan disebabkan


oleh L. brazilienziz

Leishmaniasis visceral disebabkan


oleh L. donovani ; = kala azar : penyakit
kronis (serangan demam tak teratur,
limpa dan hati bengkak.; infeksi sistemik)

Leishmaniasis

Antileishmaniasis

Pilihan pertama : preparat antimoni


pentavalen organik (mis.
Stibofen/stiboglukonat)
Senyawa ini bereaksi dengan gugus tiol
dan mengurangi produksi ATP dalam
parasit

Pilihan kedua : pentamidin (tidak


berkhasiat untuk L. kutan) dan
amfoterisin B.

Stiboglukonat memiliki efek toksik yang


tinggi seperti : nyeri pada tempat
penyuntikkan (diberikan secara iv), nyeri
sendi, gangguan pencernaan, dan gangguan
fungsi hati dan ginjal
Dikembangkan stiboglukonat yg
dienkapsulasi dgn liposom yg spesifik
membunuh sel yg terinfeksi shg ES menurun
Obat baru : allopurinol , imipramin,
primakuin, paromomisin

Trypanosoma sp.

flagelata, hidup
dalam darah dan
jaringan manusia;
bentuk : kumparan,
sgt kecil, pipih;
bergerak aktif
T. gambiense
T. rhodesiense
T. cruzi

Trypanosomiasis (1)

Penyakit
tidur/sleeping
sickness (Afrika dan
Chagas).
vektor : lalat tse tse
Penyebab penularan
lain :
transfusi,
kecelakaan lab.
congenital (bawaan)

Trypanosomiasis
Penyakit tidur afrika
disebabkan oleh :
T. gambiense dan
T. rhodesiense

Trypanosomiasis (2)

Penyakit chagas
disebabkan oleh T.
cruzi (Amerika
Latin)
akibat penyakit
chagas :
kardiomegali,
perubahan saluran
cerna atoni
lambung dan usus

Pengobatan
Trypanosomiasis

Prinsip : spesies penginfeksi, stadium


biologik
Stadium I : St. hemolimfatik (parasit
belum masuk ke otak; gejala : demam,
nodus limfe bengkak, udem lokal.
Stadium II : St. meningoensefalitik :
parasit masuk ke otak; gejala :
gangguan saraf dan psikis (stadium
tidur).

Anti Trypanosomiasis

Untuk St. hemolimfatik : suramin,


pentamidin, eflormithin (u/ T. gambiense)
Suramin membunuh parasit dalam darah
dan kelenjar limfe dgn mekanisme yg
tidak diketahui. Suramin tdk menembus
sawar darah otak shg tdk efektif utk
stadium meningoensefalitik

Untuk St. meningoensefalitik : arsenikal


(arsenoksida, trypasamida, melarsoprol);
benznidazol, nifurtimox

Toxoplasma gondii
Bentuk :
tropozoit
kista

Toxoplasmosis

Toxoplasmosis
disebabkan oleh
Toxoplasma gondii
(tropozoit, kista)
Bahaya pada
wanita hamil

Anti Toxoplasmosis
Obat :
pirimetamin
tetrasiklin
spiramisin
klindamisin
atovaquon

Malaria

Penyebab :
Plasmodium sp
Empat spesies :
P. vivax (ada
dormant kambuh);
P. malariae
P. ovale (ada
dormant kambuh);
P. falciparum

Malaria

Skema siklus hidup plasmodium dalam


tubuh manusia, nyamuk Anopheles

Malaria

Gejala khas : demam periodic, teratur dan menggigil


yang muncul siang hari.
Demam : disebabkan oleh pecahnya sejumlah skizon
matang yang merozoit disertai berkeringat
Gejala lain : limpa membesar, anemia
Yang paling berbahaya : P. falciparum
Karena : menyerang semua RBC (tua dan muda),
jumlah merozoit paling banyak tingkat kepadatan
dalam darah tinggi ke otak malaria serebral
penurunan tingkat kesadaran dan sakit kepala mati
Ciri khas : gila (fase eritrosit lebih singkat < 48 jam
(malaria lain 48 72 jam)

Pengobatan

berdasarkan siklus
Skizontosida jaringan primer (sebelum ke RBC) : obat
u/ profilaksis kausal
Skizontosida jaringan sekunder (di hati) : obat u/
mencegah kambuh
Skizontosida darah : obat u/membasmi
plasmodium dalam darah mengakhiri serangan
klinik
Gametosida : obat u/membunuh gamet
mencegah transmisi ke nyamuk
Sporontosida : obat u/ membunuh sporozoit
Profilaksis kausal : memblok invasi ke RBC untuk
yang akan masuk ke daerah endemic 2 minggu
sebelum, selama , 4-6 minggu setelah.

Antimalaria
Obat

Skizontosida jaringan
Profilaktik
kausal

Chloroquin
Sulfadoksim

gametosid

(+)

(+)

sporontosid

Cegah
kambuh

Quinin
Primaquin

Sk. darah

+
+

(+)

Mekanisme Kerja
Antimalaria
Obat

Mekanisme Kerja

Quinin

menginhibisi metabolisme Karbohidrat;


memblok sintesis asam nukleat

Primaquin

menginhibisi enzim dihdrofolat reduktase

Chloroquin

menginhibisi metabolisme Karbohidrat;


memblok sintesis asam nukleat

Sulfadoksim

berkompetisi dengan PABA