Anda di halaman 1dari 16

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat
menyelesaikan karya tulis yang berbentuk makalah ini dengan
judul Pencemaran Air Sungai
Kami mengharapkan agar penelitian ini dapat bermanfaat
bagi orang banyak serta memberikan cukup informasi untuk
dipelajari dan menambah wawasan kita agar lebih
memerhatikan kesehatan lingkungan.
Kami menyadari bahwa laporan ini sangat jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu kami memohon maaf sebesar
besarnya serta kami juga mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dan memotivasi kami agar menjadi lebih
baik.
Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat memberikan
manfaat kepada para penulis lain mengingat adanya
kelemahan, dan keterbatasan, serta masih jauhnya karya tulis
ini dari kesempurnaan, maka semua saran dan kritik yang
inovatif serta membangun sangat diharapkan untuk
menjadikan karya tulis ini lebih baik.

Palopo, 1 Juli 2013


Penyusun,

ABSTRAK
Sesuai dengan kenyataan yang ada, sungai Indonesia semakin
tercemar oleh berbagai bahan pencemar. Bahan pencemaran
bisa masuk ke sungai pada umumnya disebabkan oleh
perilaku manusia. Dampak negatif yang disebabkan karena
pencemaran air sungai sangat banyak dan memebahayakan
mahluk hidup sehingga kita perlu melakukan berbagai
langkah untuk menanggulangi terjadinya pencemaran air
sungai di Indonesia.
Adapun tujuan dari karya tulis ini adalah untuk
mengetahui lebih dalam mengenai pencemaran air sungaui di
Indonesia, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, sampai
cara menanggulanganinya. Sehingga dari uraian-uraiannya
kita dapat mengetahui dan memahami pentingnya menjaga
dan melestarikan aliran sungai.
Menjaga dan melestarikan air sungai bertujuan untuk
mencegah dampak-dampak
buruk yang timbul akibat
tercemarnya
air
sungai,
serta
agar
kita
dapat
memanfaatkan aliran sungai tersebut untuk mensejahterakan
kehidupan secara luas.
Perkembangan zaman yang semakin modern ini sangat
berdampak pada pencemaran air sungai, sehingga kita
dituntut untuk terus menjaga dan merawat sungai dengan
giat dan penuh kesadaran.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sekarang
ini air sungai di Indonesia sudah semakin tercemar, sehingga
kita harus menjaga, merawat, dan melestarikannya dengan
penuh kesadaran supaya beban pencemarannya tidak terus
berkelanjutan sehingga jika air kita bersih dan tidak tercemar,
kita
dapat
memanfaatkannya
untuk
mensejahterakan
kehidupan secara luas.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...i
Abstrak...ii
Daftar Isi....iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.........1
1.2 Rumusan Masalah.6
1.3 Tujuan Penelitian6
1.4 Manfaat Penelitian...6
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pencemaran
......8
2.2 Sebab
Terjadinya
..9

Pencemaran

Air
Sungai

2.3 Dampak Pencemaran Sungai...


.11
2.4
Penanggulangan
..12

Pencemaran

Sungai

BAB III PENUTUP


5.1 Kesimpulan..15
5.2 Saran
....................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA..17

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Seperti yang dimuat dalam pembukaan undang-undang dasar


1945 alenia 4 memajukan kesejahteraan umum. Dari
pernyataan ini mengandung maksud bahwa rakyat Indonesia
di harapkan hidup dalam kondisi sejahtera. Untuk mencapai
hidup sejahtera di perlukan lingkungan hidup yang sehat.
Lingkungan hidup yang sehat bisa terwujud salah satunya bila
air sungai kita bersih dan sehat, sehingga kita dapat
memanfaatkan air sungai tersebut untuk mensejahterakan
kehidupan secara luas.
Menteri Negara lingkungan hidup (Rachmat Witoelar)
mengatakan ratusan sungai di Indonesia kini dalam kondisi
rusak dan tercemar. Jika di ibaratkan orang sakit, kondisi
sungai itu sudah sangat buruk 62 ICU,70 koma, ujarnnya
saat melakukan kunjungan kerja dan penelusuran sungai
Cisadane di pabrik PT Indah Kiat, Serpong, Kamis pagi
meurutnya daerah aliran sungai (DAS) yang rusak tersebut
harus segera diperbaiki. Penangananya dapat di lakukan
secara konfrehensif dengan kerja sama dengan semua
instansi. Menteri Negara lingkungan hidup akan berkoordinasi
dengan departeme kehutanan, pertanian, pekerjaan umum
dengan melakukan penelusuran DAS untuk mengatasi hal-hal
yang menjadi musibah. Katanya dia menilai keadaan alam
Indonesia saat ini sudah sangat buruk (ICU). lebih buruk dari
yang buruk, katanya. Rachmat memperkirakan butuh waktu
15-20 tahun untuk memperbaiki itu semua. Sejauh ini,
pencemara terhadap sungai banyak dilakuka oleh masyarakat
industri dan masyarakat umum.
Menurut hasil pengamatan penulis terhadap sungai yang ada
di sekitar tempat tinggal, sungai tersebut sudah mulai
tercemar oleh sampah-sampah domestic dan pertanian yang
di buang penduduk tanpa melalui proses pengolahan.
Sampah-sampah tersebut menghambat aliran sunagi bahkan
ketika hujan lebat air sempat meluap sehingga mengalir
melalui jalan raya dan sebagian menggenangi halaman rumah

penduduk. Selain itu, air buangan dari pertanian yang


tercampur oleh pupuk, pestisida dll. Membuat warna air
menjadi kecoklatan dan mengganggu kehidupan makhluk
hidup di dalamnya.
Kesadaran penduduk akan pentingnya sungai merupakan
salah satu hal yang penting, Karena dengan kesadaran
tersebut masyarakat dapat menjaga dan melestarikan sungai
tanpa paksaan dari pihak manapun sehingga sungai-sungai di
Indonesia menjadi terawat dan terjaga kelestariannya yang
dapat dimanfaatkan manusia untuk mensejahterakan
kehidupannya.
Dengan memperhatikan ulasan uraian yang ada di atas, karya
tulis ini berjudul Makalah tentang Pencemaran Air Sungai di
Indonesia

1.2 Rumusan Masalah


- Apa yang dimaksud pengertian pencemran air sungai?
- Apa penyebab pencemaran air sungai di Indonesia?
- Apa dampak pecemaran air sungai di Indonesia?
- Bagaimana cara mencegah pencemaran air sungai di
Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan Umum
Penulis ingin mengajak pembaca agar senantiasa menjaga
dan melestarikan air sungai.

Tujuan Khusus
Penulis ingin mengetahui :

1. Pengertian pencemaran air sungai


2. Penyebab pencemaran air sungai di Indonesia
3. Dampak pencemaran air sungai di Indonesia
4. Cara mencegah pencemaran air sungai di Indonesia

1.4

Manfaat Penelitian

Bagi penulis
Manfaat yang dapat di peroleh oleh penyusun melalui
makalah ini yaitu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu
acuan dalam membuat karya tulis berikutnya, sehingga dalam
penyusunan karya tulis yang akan dating hal-hal yang sudah
baik di tingkatkan dan yang salah diperbaiki serta untuk
menambah wawasan penulis mengenai pencemaran sungai.

Bagi Masyarakat
Melalui makalah ini manfaat yang dapat diperoleh oleh
masyarakat adalah masyarakat dapat mengetahui berbagai
masalah mengenai pencemaran air sungai sehingga setelah
membaca makalah ini masyarakat dapat menjaga dan
melestarikan air sungai karena sumber daya alam khususnya
air sungai merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
kesejahteraan makhluk hidup.

Bagi Pelajar
Melalui makalah ini manfaat yang dapat diperoleh oleh pelajar
adalah pelajar dapat menambah wawasan/pengetahauannya

mengenai pencemaran air sungai di Indonesia mulai dari


pengertian, penyebab, dampak, dan cara pencegahannya.
Sehingga setalah membaca makalah ini, pelajar dapat terus
menjaga dan melestarikan air sungai serta menemukan caracara terbaru untuk mengatasinya agar air sungai di Indonesia
dapat terjaga kelestariannya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pencemaran Air
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang mulai terasa
pengaruhya pada usaha memperluas kegiatan pertanian dan
industri di berbagai tempat di dunia, secara alamiah sumbersumber air merupakan kekayaan alam yang dapat di perbaharui
dan yang mempunyai daya generasi yang selalu dalam sirkulasi.
Air sebagai sumber daya kini lebih di dasari merupakan salah
satu unsure penentu di dalam ikut mencapai keberhasilan
pembangunan
termasuk
pula
terhadap
keberhasilan
pembangunan kesehatan lingkungan.

Pada masa sekarang ini, nampaknya sulit untuk memperoleh


air yang betul-betul murni, aliran air dari gunung yang di
perkirakan paling bersih pun akan membawa mineral-mineral,
gas-gas berlarut dan zat-zat organik dari tumbuhan atau
binatang yang hidup di dalam atau dekat aliran tersebut, selain
itu aktifitas manusia merupakan salah satu yang menyebabkan
timbulnya masalah-masalah pencemaran air di dalam ekosistem
air.

Menurut SK menteri Kependudukan Lingkungan Hidup no.


02/MENKLH/1988. Pencemaran air adalah masuk atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan / atau
berubahnya tatanan (komposisi air) oleh kegiatan manusia dan
proses alam sehingga kualitas air menjadi kurang atau tidak
dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukanya.

Pencemaran air sungagi terjadi apabila dalam sungai tersebut


terdapat bahan yang menyebabkan timbulnya perubahan yang
tidak di harapkan baik yang bersifat fisik, kimiawi, maupun
biologis sehingga air sungai tersebut kualitasnya menurun dan
berkurang nilai gunanya yang dapat mempengaruhi kehidupan
makhluk hidup di sekitarnya.

Menurut Diryanto (2004:73) pencemaran merupakan sebuah


siklus yang selalu berputar dan saling mempengaruhi satu
dengan lainnya.

Pada hakikatnya antara aktifitas manusia dan timbulnya


pencemaran terdapat hubungan melingkar berbentuk siklus.
Agar dapat hidup dengan baik manusia beradaptasi dengan
lingkunganya dan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya
manusia mengembangkan teknologi, akibat sampingan dari
pengembangan teknologi adalah bahan pencemaran yang
menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pencemaran
lingkungan ini merupakan stimulus agar manusia menyesuaikan
diri terhadap lingkungan.

Pada saat ini pencemaran terhadap lingkungan berlangsung


dimana-mana dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini
beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin berat
dengan masukya logam berat.
2.2 Sebab Terjadinya Pencemaran Sungai
Penggunaan air oleh manusia akan menghasilkan limbah, apabila
dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya
pencemaran air sehingga dapat membahayakan kehidupan
manusia dan mahluk hidup lainnya, baik secara langsung maupun

tidak langsung. Polutan biologis berasal dari kotoran manusia


yang mengandung bakteri dan virus, protozoa atau parasit lain
yang mencemari sungai, sumur dan atau mata air.
Limbah penghabis oksigen berasal dari limbah rumah tangga
yang mengandung sisa-sisa makanan, kotoran manusia, ternak,
bangkai dan bahan-bahan organik lainnya. Ciri polutan ini adalah
mengandung nutrisi yang menyuburkan pertumbuhan perairan.
Pada tingkat pencemaran yang parah semua kehidupan air akan
mati akibat keracunan. Zat-zat organik akan mengalami
pembusukan menghasilkan senyawa-senyawa lain yang beracun,
menurunkan kadar oksigen terlarut, meningkatkan suhu dan
menurunkan keasaman (PH), warna air akan berubah menjadi
coklat kehitaman dan apabila oksigen benar-benar habis akan
mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Polutan dalam bentuk senyawa asam, logam beracun dan
senyawa lain berasal dari limbah industri, unsur kimia yang
bersifat racun bila terdapat dalam jumlah yang melebihi batas
tertentu. Bahan kimia organik (minyak, bensin, plastik, pestisida)
bisa berasal dari limbah rumah tangga, pertanian, pasar atau
industri. Polutan ini dapat mematikan mikroorganisme dan
makroorganisme akuatik, polutan plastik merupakan polutan
yang tidak teruraikan ( non degradable ).
Bahan-bahan radioaktif berasal dari reaktor-reaktor nuklir atau
percobaan-percobaan bom nuklir. Reaktor-reaktor nuklir karena
suatu sebab dapat bocor atau meledak, menyemburkan bahanbahan radioaktif yang akan mencemari lingkungan. Pencemaran
air dapat berasal dari berbagi sumber pencemaran, antara lain
berasal dari industri, limbah rumah tangga, limbah pertanian dan
sebagainya.
a. Industri
Pabrik industri mengeluarkan limbah yang dapat mencemari
ekosistem air, pembuangan limbah industri ke sungai- sungai
dapat menyebabkan berubahnya susunan kimia, bakteriologi
serta fisik air. Polutan yang dihasilkan oleh pabrik dapat berupa :
a) logam berat : timbal, tembaga, seng dan lain-lain
b) panas air yang tinggi temperaturnya sulit menyerap
oksigen yang pada akhirnya akan mematikan biota air.
Jumlah aliran air limbah yang berasal dari industri sangat
bervariasi tergantung dari jenis dan besar kecilnya industri,

pengawasan pada proses industri, derajat penggunaan air,


derajat pengolahan air limbah yang ada. Puncak tertinggi aliran
selalu tidak akan dilewati apabila menggunakan tangkis penahan
dan bak penanaman.
b. Limbah rumah tangga
Sumber utama air limbah rumah tangga dari masyarakat
adalah berasal dari perumahan dan daerah perdagangan, sumber
lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah daerah perkantoran
atau lembaga serta fasilitas rekreasi. Dari rumah tangga dapat
dihasilkan berbagai macam zat organik dan anorganik yang
dialirkan melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke
sungai-sungai. Selain dalam bentuk zat organik dan anorganik
dari limbah rumah tangga bisa terbawa bibit-bibit penyakit yang
dapat menular pada hewan dan manusia sehingga menimbulkan
epidemi yang luas di masyarakat. Polusi air yang disebabkan oleh
penggunaan deterjen terutama menyangkut masalah bahan
pembentuk ( surfaktan ), masalah utama yang timbul bukan
karena racunnya, tetapi busanya yang mengganggu lingkungan
di sekitarnya. Bahan pembentuk utama di dalam detergen adalah
natrium tripolifosfat ( NaPO ) merupakan masalah dalam
dekomposisi di lingkungan sebab ion PO 3 10 -5 akan mengalami
reaksi hidrolisis
perlahan di dalam lingkungan untuk
memproduksi ortofosfat yang tidak beracun.
c. Limbah pertanian
Penggunaan pupuk di daerah pertanian akan mencemari air
yang keluar dari pertanian, air ini mengandung bahan makanan
bagi ganggang, sehingga mengalami pertumbuhan dengan cepat,
ganggang yang menutupi permukaan air akan berpengaruh buruk
terhadap ikan-ikan dan komponen biotik air ekosistem dari air
tersebut. Dari daerah pertanian terlarut pula sisa-sisa pestisida
yang terbawa ke sungai atau bendungan, pestisida yang bersifat
toksit akan mematikan hewan-hewan air, burung dan bahkan
manusia.
Benda-benda yang dapat menyebabkan turun atau
rusaknya kualitas air berasal dari benda-benda yang berbentuk
gas adalah sebagai berikut :
a). Gas Oksigen (O ) atau zat asam; diperlukan untk makhluk
hidup yang berada di udara, daratan maupun di dalam air.
b). Gas lain dalam air (CO , CO, H S): Gas CO terbentuk karena
proses pembakaran bahan-bahan minyak, batu bara dan lain-

lain kurang sempurna, gas CO yang berada di udara dalam


jumlah besar dapat menyebabkan kematian, air tidak
terdapat CO, H S terjadi pada proses pembusukan zat-zat
organik, penyebab bau busuk.
2.3 Dampak Pencemaran Sungai
Air sering digunakan sebagai medium pendingin dalam berbagai
proses industri, air pendingin tersebut setelah digunakan akan
mendapatkan panas dari bahan yang didinginkan, kemudian
dikembalikan ke tempat asalnya yaitu sungai atau sumber air
lainnya. Air buangan tersebut mungkin mempunyai suhu lebih
tinggi daripada air asalnya, kenaikan suhu air akan menimbulkan
beberapa akibat sebagai berikut :
a. Jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun.
b. Kecepatan reaksi kimia meningkat.
c. Kehidupan ikan dan hewan air lainnya terganggu.
d. Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan
air lainnya mungkin akan mati.
Kandungan bahan kimia yang terdapat di dalam air limbah dapat
merugikan lingkungan melalui berbagai cara. Bahan organik
terlarut dapat menghasilkan oksigen dalam limbah serta akan
menimbulkan rasa dan bau yang tidak sedap pada penyediaan air
bersih, selain itu akan lebih berbahaya apabila bahan tersebut
merupakan bahan beracun.
Adapun pencemaran air oleh minyak sangat merugikan karena
dapat menimbulkan hal-hal sebagai berikut :
a. Adanya minyak menyebabkan penetrasi sinar ke dalam air
berkurang.
b. Konsentrasi oksigen terlarut menurun dengan adanya minyak
karena lapisan film minyak menghambat pengambilan
oksigen oleh air.
c. Adanya lapisan minyak pada permukaan air akan
mengganggu kehidupan burung air, karena burung-burung
yang berenang dan menyelam bulu- bulunya akan ditutupi
oleh minyak sehingga menjadi lengket satu sama lain.

d. Penetrasi sinar dan oksigen yang menurun dengan adanya


minyak dapat mengganggu kehidupan tanaman-tanaman.
Dampak yang ditimbulkan terhadap organisme adalah kematian,
atau akan mengalami kelainan genetik, menderita kanker dan
sebagainya.
2.4 Penanggulangan Terhadap Pencemaran Sungai
Menurut Achmad Lutfi,2009:01 untuk mencegah agar tidak
terjadi pencemaran air sungai di Indonesia kita perlu melakukan
berbagai langkah diantaranya adalah:
1. Melestarikan tumbuhan di hulu sungai
sengkadan pada lahan pertanian yang miring

dan

membuat

Agar tidak menimbulkan erosi tanah, di sekitar hulu sungai


sebaiknya ditanami tumbuh-tumbuhan yang dapat menahan
terjadinya erosi serta pada lahan pertanian yang miring dibuat
sengkedan agar tidak menimbulkan erosi dan tanah longsor

2. Tidak membuang sampah apapun ke dalam sungai


Sampah seharusnya memang tidak di buang ke sungai tetapi
sampah dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna.
Misalnya:

Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat


sintesis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
dapat diolah menjadi bahan lain yang berguna. Misalnya
dapat diolah menjadi karet.
Sampah organik yang dapat diuraiakan oleh
mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian
kalau sudah membusuk dapat digunkan sebagai pupuk.

3. Tidak menggunakan pupuk atau pestisida secara berlebihan


Penggunaan pupuk dan pestisida sebagian besar biasanya
dilakukan oleh lahan pertanian yang airnya kemudian dialirkan ke
sungai tanpa melalui proses pengolahan. Maka dari itu,
penggunaannya
harus
seminimal
mungkin
agar
tidak
menimbulkan pencemaran yang serius

4. Mengolah limbah industri menjadi barang yang bermanfaat.


Misalnya mengolah limbah industri gula menjadi tetes (yang
dapat digunakan sebagai pupuk) maupun menjadi micin (yang
dapat digunakan sebagai penguat rasa makanan).

5. Memanfaatkan tanaman air seperti enceng gondok yang


tumbuh secara tidak terkendali menjadi barang-barang kerajinan,
seperti tas

6. Melestarikan hutan
Yaitu dilakukan agar ketersediaan air yang disimpan oleh
tumbuh-tumbuhan hutan tidak berkurang, sehingga sumbersumber mata air sungai tidak berkurang memproduksi air dan
volume air sungai tetap stabil. Selain itu tumbuhan hutan dapat
menyerap CO2 dan menghasilkan O2 yang dapat mencegah
terjadinya hujan asam yang dapat merusak ekosistem air sungai.

7. Membuat undang-undang mengenai pencemaran air sungai di


Indonesia serta melakukan pengontrolan secara ketat dan sanksi
keras pada yang melanggar ketentuan pemerintah tersebut.

8. Yang paling penting dari pencegahan pencemaran air sungai di


Indonesia adalah menyadarkan masyarakat Indonesia itu sendiri
akan pentingnya aliran sungai bagi kehidupan. Karena dengan
kesadaran itu masayarakat akan menjaga dan melestarikan
sungai tanpa paksaan dari pihak manapun sehingga mereka
tidak akan membuang bahan pencemaran ke dalam sungai dan
sungai akan terjaga kelestariannya yang akan membawa
kesejahteraan bagi makhluk hidup di sekitarnya.

BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Menjaga kebersihan lingkungan disekitar sungai, guna


meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar Sungai
dan tentunya hal ini membantu kita untuk merawat alam
agar tidak cepat rusak oleh campur tangan manusia

Meningkatkan kualitas dan kuantitas air sungai untuk


memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota
sepanjang sungai, karena kebutuhan air bersih masih
bergantung pada air sungai.

Memanfaatkan seoptimal mungkin kemampuan purifikasi


sungai
tanpa
mengganggu
kelestariannya,
agar
ekosistem yang ada di sungai tidak rusak.

5.2 Saran

Hendaknya pemerintah setempat lebih memerhatikan


kondisi air sungai di perkotaan agar dapat dijadikan
kebutuhan
air
unggulan
guna
meningkatkan
kesejahteraan masyarakat setempat
Sebaiknya masyarakat yang beraktivitas di sepanjang
sungai harus memperhatikan dan menjaga kebersihan
aliran air sungai Kota Surabaya
Hendaknya dapat dikaji lebih mendalam dengan
penelitian-penelitian lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

http://smileboys.blogspot.com/2008/08/pengertianpencemaran.html
http://www.anneahira.com/cara-penanggulanganpencemaran-air.htm
http://www.scribd.com/doc/36927295/Karya-Tulis-IlmiahSederhana
http://www.anneahira.com/air-sungai.htm
Sam,Arianto 2008 pengertian Pencemaran Tanpa Nama
Jurnal Vol 1 No I (http://smileboys.blogspot.com diakses
Agustus 2008)
Triastuti 2008 Dampak Pencemaran Air di Lingkungan
Sekitar
Tanpa
Nama
Jurnal
Vol
1
No
I
(http://tridewi.blogspot.com diakses Mei 2008)
Lutfi,Achmad 2009 Sumber dan Bahan Pencemaran Air
Tanpa Nama Jurnal Vol 1 No I (http://www.chem-is-try.org
diakses 12 Maret 2009)
Lutfi,Achmad 2009 Penanggulangan Terhadap Terjadinya
Pencemaran Air dan Pengolahan Limbah Tanpa Nama
Jurnal Vol 1 No I (http://www.chem-is-try.org diakses 12
Maret 2009)
HI HMTL-ITS,Departemen 2007 Pencemaran Kali Surabaya:
Sebuah Kasus yang Akan Selalu Terulang Tanpa Nama
Jurnal Vol 1 No I (http://www.pdam-sby.go.id diakses 4
November 2007)
Google.com