LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II
PERCOBAAN IX
PENENTUAN TETAPAN IONISASI ASAM LEMAH DENGAN METODE
KONDUKTOMETRI
OLEH:
NAMA
: KARTIKA APRIYANTI
STAMBUK
: F1C1 13 037
KELOMPOK
: IX (SEMBILAN)
ASISTEN
: FITRI WAHYUNITA
LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Konduktometri merupakan proses titrasi, sedangkan konduktansi bukanlah
prosedur titrasi. Metode konduktometri dapat digunakan untuk menentukan titik
ekivalen suatu titrasi. Pada metode konduktometri digunakan alat konduktometer.
Alat konduktometer digunakan untuk mengukur daya hantaran suatu larutan dan
mengamati nilai konduktansi tersebut serta menghubungkannya dengan adanya
volume penambahan titran secara berbeda. Konduktivitas suatu larutan elektrolit
bergantung pada ion-ion yang ada dan konsentrasi ion-ion tersebut.
Ionisasi suatu larutan asam dan basa terbagi menjadi larutan asam lemah
dan asam kuat serta larutan basa lemah dan basa kuat. Kuat dan lemahnya suatu
larutan asam maupun basa dipengaruhi oleh derajat ionisasinya. Asam lemah
merupakan sautu keadaan dimana ia memilki derajat ionisasi yang kecil misalnya
saja sutu larutan yang konsentrasinya 0,1 M. Dari kedaan tersebut dapat diartikan
bahwa daya hantar ion individu dari dari asam lemah sama dengan daya hantarnya
pada pengenceran tak terhingga. Berdasarkan latar belakang tersebut maka
dilakukan percobaan mengenai penentuan tetapan ionisasi asam lemah dengan
metode konduktometri.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan ini yaitu :
1. Bagaimana mengukur daya hantar elektrolit asam lemah ?
2. Bagaimana menentukan tetapan ionisasi asam asetat dengan mengukur daya
hantar elektrolit ?
C. Tujuan
Tujuan pada percobaan ini yaitu :
1. Untuk mengukur daya hantar elektrolit asam lemah.
2. Untuk menentukan tetapan ionisasi asam asetat dengan mengukur daya hantar
elektrolit.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Asam lemah adalah asam yang tidak terionisasi secara signifikan dalam
larutan. Nilai ka dari asam lemah adalah dibawah 55,5 sedangkan bila nilai k a
diatas 55,5 maka termasuk asamm kuat. Asam kuat adalah asam yang hampir
terdisosiasi secara sempurna saat dilarutkan dalam air. Saebagian besar asam
adalah asam lemah asam-asam organik adalah anggota terbesar dari asam lemah
(Riawan, 1989).
Harga suatu larutan dapat diketahui dengan jalan mengukur Ls larutan
tersebut. Besarnya (l/A) untuk setiap jenis elektrode adalah tetap, dan disebut
tetapan sel K. Harga K ditentukan dengan cara mengukur R suatu larutan yang
harga Ls-nya diketahui. Untuk larutan elekrolit kuat encer, didapatkan hubungan
antara konsentrasi dan daya hantar ekivalen. Untuk elektrolit lemah rumus
tersebut tidak berlaku, namun pada penenceran tak terhingga elektrolit lemah juga
terion sempurna dan masing-masing ion bergerak bebas tanpa dipengaruhi ion
lawan. Dengan kata lain daya hantar ekivalen elekrolit pada penenceran tk
terhingga adalah jumlah daya hantar ekivalen ion-ionnya (Setiawan dan Purnomo,
2011).
Salah satu bagian dari konduktometer adalah sel yang terdiri dari sepasang
elektroda yang terbuat dari bahan yang sama. Biasanya elektroda berupa logam
yang dilapisi logam platina untuk menambah efektivitas permukaan elektroda.
Metode konduktometri dapat digunakan untuk menentukan titik ekivalen suatu
titrasi (Danianta dan Cordova, 2013).
Alat konduktometer digunakan untuk mengukur daya hantaran suatu
larutan dan mengamati nilai konduktansi tersebut serta menghubungkannya
dengan adanya volume penambahan titran secara berbeda. Konduktivitas suatu
larutan elektrolit bergantung pada ion-ion yang ada dan konsentrasi ion0ion
tersebut. Bila larutan suatu elektrolit diencerkan, konduktivitas akan turun karena
lebih sedikit ion berada per cm3 larutan untuk membawa arus. Jika semua larutan
disimpan diantara dua elektroda yang terpisah 1 cm satu sama lain dan cukup
besar untuk mencakup seluruh larutan, maka konduktivitas akan naik sebagai
larutan yang dincerkan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek
antar ionik untuk elektrolit-elektrolit kuat oleh kenaikan derajat ionisasi untuk
elektrolit-elektrolit lemah (Yaswir dan Ferawati, 2012).
Konduktometri merupakan proses titrasi, sedangkan konduktansi bukanlah
prosedur titrasi. Metode konduktansi dapat dipergunakan untuk mengikuti reaksi
titrasi jika perbedaan antara konduktansi cukup besar sebelum dan sesudah
penambahan reagen. Tetapan sel harus diketahui,. Berarti selama pengukuran yang
berturut-turut jarak elektroda harus tetap. Hantaran sebanding dengan konsentrasi
larutan pada temperatur tetap, tetapi pengenceran akan menyebabkan hantarannya
tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentrasi. Metode konduktometri
memiliki aplikasi yang jauh lebih terbatas ketimbang prosedur-prosedur visual,
potensiometri ataupun amperometri (Bernaseoni, 1995).
Konduktivitas suatu larutan elektrolit, pada setiap temperatur hanya
bergantung pada ion-ion yang ada, dan konsentrasi ion-ion tersebut. Ini sebagian
besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek antar ionik untuk elektrolitelektrolit kuat dan oleh kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah.
Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan, larutan ditaruh dalam sebuah sel,
yang tetapan selnya telah ditetapkan dengan kalibrasi dengan suatu larutan yang
konduktivitasnya diketahui dengan tepat. Sel ditaruh dalam lengan dari rangkaian
jembatan Wheatstone dan resistannya diukur. Bila konsentrasinya dinyatakan
dalam normalitas, maka harus dikalikan faktor 1000. Nilai dari d/a=s merupakan
faktor geometri selnya dan nilainya konstan untuk suatu sel tertentu sehingga
disebut tetapan sel (Day dan Underwood, 1981).
III.
A. Waktu dan Tempat
METODOLOGI PRAKTIKUM
Praktikum Kimia Fisika II ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Maret
2015 pukul 07.15-10.00 WITA bertempat di Laboratorium Kimia Fisika, Jurusan
Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo,
Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan penentuan tetapan ionisasi asam
lemah dengan metode konduktometri adalah konduktometer Oaktan dan gelas
kimia 100 mL.
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan penentuan tetapan ionisasi asam
lemah dengan metode konduktometri adalah asam asetat (CH3COOH) 0,1 M dan
akuades.
B. Pembahasan
Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar
listrik suatu larutan. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis
dan konsentrasi ion didalam larutan. Elektroda yang digunakan pada analisis
konduktometri adalah elektroda inert (platinum yang terplatinasi) untuk mengukur
daya hantar larutan elektrolit antara kedua elektroda tersebut. Prinsip kerja pada
konduktometri yaitu penekanan pada pengukuran secara kuantitatif menggunakan
alat yang disebut konduktometer. Konduktometer adalah alat untuk mengukur
daya hantaran suatu larutan dan mengamati nilai konduktansi tersebut serta
menghubungkannya dengan adanya volume penambahan titran secara berbeda.
Percobaan kali ini adalah penentuan ionisasi asam lemah dan asam lemah
yang digunakan adalah asam asetat. Asam asetat tersebut dibuat menjadi larutan
stock. Larutan stok adalah larutan yang konsentrasinya dipekatkan dari
konsentrasi awal. Tujuan dibuat latutan stok adalah untuk menghindari
penimbangan atau penakaran yang berulang-ulang setiap kali membuat suatu
larutan. Asam asetat tersebut distandarisasi dengan menggunakan larutan standar
NaOH dan larutan fenolftalein sebagai indikatornya.
Selanjutnya dengan menggunakan larutan stok maka dibuat larutan asam
asetat dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Tujuan dari konsentrasi asam asetat
tersebut dibuat bervariasi adalah untuk mengetahui pada konsentrasi berapa daya
hantar yang lebih baik. Larutan tersebut dibuat dengan konsentrasi 0,0250 M,
0,0100 M, 0,0025 m dan 0,0010 M. Dari pengukuran daya hantar masing-masing
larutan maka didapatkan nilai daya hantar masing-masing larutan yaitu 341x10-6,
140 x10-6, 94,6 x10-6 dan 74 x10-6. Karena perbedaan derajat disosiasinya maka an
nilai ka yang diproleh adalah 25601,64mol S-1m-2.
KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dan hasilpengamatan yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Semakin banyak konsentrasi ion dalam suatu larutan maka semakin besar
nilai daya hantarnya karena semakin banyak ion-ion dari larutan yang
menyentuh konduktor. Daya hantar asetat pada konsentrasi 0,0025 M, 0,01
M, 0,025 M, dan 0,1 M berturut-turut adalah 0,0431 mS, 0,014 mS, 0,00946
mS, dan 0,0074 mS.
2. Semakin besar derajat disosiasinya maka tetapan ionisasinya akan semakin
kecil, sehingga nilai ka yang didapatkan sebesar 25601,64 mol S-1 m-2.
DAFTAR PUSTAKA
Bernasoni. 1995. Teknologi Kimia. Jakarta: PT Padya Pranita.
Daninta, F.R., dan Cordova, H. 2013. Rancang Bangun Kontrol Logika Fuzzy-Pid
Pada Plant Pengendalian Ph (Studi Kasus: Konsentrasi Asam Lemah dan
Basa Kuat). Jurnal Teknik Pomits. Vol. 2 (2).
Day, dan Underwood, A.L. 1981. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.
Riawan, S. 1989. Kimia Organik. Jakarta: Binarupa Aksara.
Setiawan, B., dan Purnomo, D. 20111. Validasi Hplc Untuk Analisis Anion Fosfat
dan Sulfat Dalam Proses Pemurnian Torium dari Pasir Monasit. Jurnal
Teknologi Akselelator. ISSN: 1410-8178.
Yaswir, R., dan Ferawati, I. 2012. Fisiologi dan Gangguan Keseimbangan
Natrium, Kalium dan Klorida Serta Pemeriksaan Laboratorium. Jurnal
Kesehatan Andalas. Vol. 1 (2).