Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN

SOLID MODUL V TABLET


LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN SOLID
MODUL V
TABLET

Kelompok
Anggota

Korektor

Disusun oleh:
: B2
: Yuda Marsono

K100110027

Ratna Setyoningrum

K100110030

Desty Ririn R.
Oka Gagaz P.
Eldesi Medisa I.

K100110031
K100110035
K100110038

LABORATORIUM TEKNOLOGI FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013

MODUL VI
Kaplet Salut Gula

A. TUJUAN
Untuk memberi pengetahuan dan keterampilan teknik pembuatan kaplet salut gula
(dragee).
B. DASAR TEORI
Tablet adalah suatu sediaan padat baik yang mengandung maupun tidak mengandung bahanbahan tambahan seperti lubricant, disintegrant, diluents atau zat pengisi, dan zat-zat tambahan
yang lainnya. Ada beberapa macam tablet berdasarkan proses pengerjaannya, yaitu : Tablet
dengan Proses Granulasi Basah (* Wet Granulation ), Tablet dengan proses Granulasi Kering (
Dry Granulation, dan juga dengan Direct Compress ( Kempa Langsung )). Seluruh macam tablet
tersebut memiliki karakteristik trsendiri. Dan juga memiliki syarat-syarat tersendiri dalam
pembuatannya.

(Siregar,2008)
Proses penyalutan menggunakan panci farmasetik didasarkan pada proses yang digunakan dalam
industri permen, yang tekniknya berkembang pesat, bahkan dalam abad pertengahan. Dewasa
ini, kebanyakan panci penyalut dibuat dari baja tahan karat, sedangkan dulu panci dibuat dari
tembaga karena pengeringan dilakukan dengan sumber panas dariluar panci. Pada penyalutan
dengan panci konvensional tablet yang disalut harus dikerimngkan menggunakan suplai udara
yang dipanaskan. Semetara itu, kelembapan dan debu dari sekitar panci dihilangkan dengan cara
system ekstraksi udara.

(Martindale,1989)
Tablet salut gula adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapisan tipis berturut-turut
dengan larutan sukrosa dengan atau tanpa pewarna. Penyalut ini berguna karena dapat
melindungi bahan obat dengan berperan sebagai barrier terhadap kelembaban dan udara,

menutupi bahan obat yang rasa dan baunya tidak enak dan memperbaiki penampilan tablet. Salut
dapat bervariasi dalam ketebalan dan warna dari tambahan bahan-bahan celupan ke salut gula
(King,1984)
Perbedaannya dengan salut gula adalah tablet salut gula merupakan tablet kempa yang disalut
dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Supaya dapat menahan
bantingan selama proses penyalutan tablet inti harus memiliki resistensi dan kekerasan yang
cukup di dalam panci penyalut yang berputar terus menerus selama proses berlangsung.
Kekerasan yang cukup juga akan berperanan memperlambat penyalut pada waktu dilakukan
penyalutan dan sebaiknya permukaan tablet berbentuk. Bentuk tablet inti yang ideal untuk
disalut ialah: sferis, elip, bikonvek bulat atau bikonvekoval. Tinggi antara permukaan tablet
sedapat mungkin agak rendah.
(Ansel,1989)
Tablet-tablet yang akan disalut harus mempunyai sifat fisik tertentu yang sesuai. Dalam proses
penyalutan, tablet-tablet bergulir di dalam panci atau berhamburan dalam aliran udara dari suatu
penyalut suspensi udara ketika proses penyalutan berlangsung. Agar mampu menahan benturan
sesama tablet atau benturan tablet dengan dinding panci, maka tablet harus tahan terhadap abrasi
dan gumpil. Permukaan tablet yang rapuh, yang lunak oleh pemanasan, atau yang rusak oleh
campuran penyalut, cenderung menjadi kasar pada tahap awal proses penyalutan dan tidak cocok
untuk disalut dengan lapisan tipis. Bahan penyalut yang membentuk lapisan tipis melekat ke
seluruh permukaan yang terpapar, sehingga permukaan yang tidak sempurna akan disalut dan
tidak dibuang. Mutu dari penyalut lapisan tipis yang melekat pada tablet cetak biasanya lebih
banyak tergantung pada mutu tablet awal yang dipakai dalam proses, daripada waktu yang
dibutuhkan dalam penyalutan gula.
Penyalutan gula mengandung banyak zat padat, sehingga lebih lambat mengering dan dapat
mengisi banyak cacat kecil di permukaan tablet yang dapat terjadi pada tahap awal proses
penyalutan selain permukaan yang halus, maka bentuk fisik tablet juga sangat penting. Bentuk
ideal tablet yang akan disalut adalah bulat, yang memungkinkan tablet tersebut bergulir bebas di
dalam panci penyalut, dengan kotak sekecil mungkin sesama tablet.

(Augsburger
& Hoag, 2008)
Proses penyalutan tablet terbagi atas beberapa tahap yaitu: protective, gum syrup, built up syrup,
smoothing syrup, colouring syrup, dan polishing. Lapisan penutup merupakan tahap pemberian
lapisan pelindung agar air dari larutan berikutnya tidak masuk ke dalam tablet inti. Lapisan
elastis merupakan lapisan dasar dari salut gula yang bertujuan untuk melapisi gum syrup agar
tablet tidak retak selama proses atau selama penyimpanan. Bahan-bahan yang akan dituang
diaduk lebih dahulu, kemudian masukkan CaCO3 secukupnya, aduk kembali sampai semua
serbuk melapisi tablet baru kemudian dialirkan udara panas. Built up syrup merupakan proses
pemberian lapisan sebenarnya dari salut gula, sedangkan smoothing syrup bertujuan untuk
membuat permukaan tablet licin sehingga zat warna dapat melapisi tablet secara merata.
Colouring bertujuan untuk memberikan warna pada permukaan tablet dan polishing merupakan
proses pengkilatan permukaan tablet sehingga menjadi mengkilat.
(Asmarini,
2007)
C. ALAT DAN BAHAN
Alat :
a.

Panci penyalut (coating pan)

b. Neraca
c.

Penghisap debu (aspirator)

d. Alat-alat gelas
e.

Peniup udara (kipas angin, hair dryer)


Bahan :

a.

Kaplet inti (core)

b. Kalsium karbonat
c.

Khloroform

d. Alkohol
e.

Schellac bebas arsen

f.

Talk

g. PGA
h. Gelatin
i.

Gula

j.

PEG 6000

k. Aquades
D. CARA KERJA
Ditimbang sebanyak 350 kaplet inti yang telah dibebaskan dari debu

Disisihkan 100 kaplet inti (untuk uji sifat fisis kaplet)


Tahap sealing
Dibuat lapisan sealing

Dilapisi panci penyalut dengan larutan sealing

Dikeringkan dengan mengaliri udara panas sampai panci kering

Dimasukkan kaplet inti ke dalam panci dan diputar.

Dialiri udara panas ke dalam panci sampai suhu kaplet sekitar 30oC

Dituangkan 15 mL larutan sealing, dikeringkan dengan udara 25oC 30oC, ditunggu


sampai kering

Penyalutan dilanjutkan dengan 10 mL larutan sealing sampai rata sebanyak 2 sampai 4


lapis, pengering menggunakan hair dryer dan kipas angin.

Tahap subcoating
Ditimbang bahan-bahan untuk larutan subcoating dan serbuk subcoating sebanyak
setengah formula

Dilarutkan masing-masing bahan larutan subcoating dengan sebagian air (sesuai porsi),
bila sudah larut semua dicampurkan semua larutan, diaduk sampai homogen.

Dicampurkan larutan subcoating dengan serbuk subcoating sehingga menjadi suspensi


subcoating.

Dituangkan kaplet pada panci penyalut

Dilapisi panci penyalut dengan sedikit suspensi subcoating dengan jalan meratakannya
dalam panci penyalut.

Diputar panci selama 3-5 menit, kemudian dikeringkn dengan udara panas menggunakan
kipas angin dan hair dryer.

Tahap subcoating selesai apabila kaplet inti telah terlapis dengan sempurna secara
merata.
Tahap smoothing
Dibuat larutan smoothing

Diletakkan kaplet yang telah disubcoat pada panci penyalut yang telah bersih

Dilapisi larutan smoothing secara merata lalu dibiarkan kering sendiri tanpa pengering
udara selama beberapa menit.

Dikeringkan dengan pengering udara sampai kaplet kering dan halus.


Tahap coloring
Buat larutan atau suspensi zat warna

Diletakkan kaplet yang telah dismoothing pada panci penyalut yang bersih

Kaplet dilapisi dengan larutan sirup berwarna, lalu diputar.

Dikeringkan dengan pengering udara.


Tahap polishing
Dibuat larutan polishing

Dileakkan kaplet yang telah dismoothing pada panci penyalut yang bersih

Diletakkan larutan polishing secara menyebar dan merata, lalu panci diputar.

Dikeringkan dengan pengering udara sampai didapatkan kaplet yang mengkilap.

E. PEMBAHASAN CARA KERJA


1. Uji ketebalan
Diuji 5 tablet, masing-masing tablet diukur ketebalannya menggunakan
jangka sorongt. Tablet diukur ketebalannya baik sebelum disalut dan sesudah
disalut. Hasilnya seharusnya lebih tebal disbanding dengan tablet inti yang belum
disalut, tablet salut sudah dilapisi oleh berbagai lapisan penyalut.
2. Uji keseragaman bobot
Ditimbang 20 tablet satu per satu, kemudian dihitung bobot rata-ratanya
dan penyimpangan bobot setiap tablet terhadap bobot rata-ratanya. Persyaratan
keseragaman bobot terpenuhi jika tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing
bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan
pada kolom A dan kolom B.
3. Uji kekerasan tablet
Sebuah kaplet yang diletakkan pada ujung alat (hardness tester) dengan
posisi vertical, kemudian diputar sekrup pada ujung yang lain sehingga kaplet
akan tertekan. Pemutaran dihentikan setelah tablet benar-benar pecah ditandai
dengan skala yang statis nantinya jika kita putar sudah tidak mau menaiikan
skalanya (sudah maksimal angkanya). Dilakukan dengan menggunakan 5 tablet
kemudian dihitung puratanya. Tablet inti maupun tablet salut dihitung
kekerasannya.
4. Uji kerapuhan tablet
20 tablet yang telah dibebasdebukan, kemudian ditimbang seksama lalu
dimasukkan friabilator diputar sebanyak seratus putaran. Setelah itu tablet
ditimbang kembali.
5. Uji waktu hancur
2 buah tablet dimasukkan dalam alat uji waktu hancur (disintegration
tester). Setiap mtabungnya diisi dengan satu tablet lalu dimasukkan dalam
penangan air pada suhu 37 derajat celcius. Air yang dimasukkan dalam penangan
sama dengan nposisi lubang ayakan di bawah alat saat tabung naik dalam
kedudukan tertinggi. Alat terus dijalankan sampai semua fraksi pecahan tablet
benar-benar hancur antara tablet yang sebelum disalut dan sesudah disalut.

F. HASIL DAN PERHITUNGAN


HASIL PERCOBAAN
1. DATA PERCOBAAN
CATATAN PENIMBANGAN
No. Kode
001

002

003

004

005

Nama Bahan

Jumlah
Teoritis

Jumlah Nyata

Satuan

400
20
8
300

100
5
2
75

Gram
Gram
Gram
Gram

120
120

30
30

Gram
Gram

100
50

33,3
16,67

Gram
Gram

180
2
qs
110

90
1
qs
55

Gram
Gram
Gram
Gram

Tahap sealing : (Tidak Dilakukan)


Tahap subcoating :
a. Larutan subcoating
Sukrosa
PGA
Gelatin
Akuadest
b. Serbuk Subcoating
Kalsium Karbonat
Talk
Tahap smoothing :
Sukrosa
Akuadest
Tahap coloring :
Sukrosa
Gelatin
Zat Warna
Akuadest
Tahap polishing : (Tidak dilakukan)
PEG
Kloroform

PENYIAPAN TAHAP PENYALUTAN


No. Kode

Tahapan Proses

Jumlah
Penambahan

Hasil Pengamatan

001

Tahap sealing : - (Tidak


Dilakukan)

002

Tahap subcoating :

5 mL

Bagian tepi tablet

5 mL
2 mL
Tahap smoothing :

2 mL

003

2 mL
2 mL
Tahap coloring :

Permukaan tablet
sudah lumayan
licin

3 mL

004

005

belum tertutup
semua, karena
banyak larutan
gula yang
menempel

3 mL
3 mL
3 mL
3 mL

Warna masih
pudar
Warna belom rata

Tahap polishing : - (Tidak


Dilakukan)

KONTROL KUALITAS TABLET SALUT


No.
Kod
e

001

Tahapan
Pengujian

Sebelum Disalut (mg)


279,
261,5
270,9
1
270,
270,0
269,1
1
271,
265,1
271,5
1
271,
230,1
279,9
Keseragam
8
an Bobot
278,
Tablet
276,1
261,5
1
Salut
288,
268,3
276,5
0
200,
260,5
1
Rerata (x)

002

Selisih
Penambah

Persyaratan
StandarD

Hasil Pengujian

268,965

SD
11,672
CV (%)
4,340%
Rerata (x)
SD

Sesudah Disalut (mg)


341,7

325,0

339,6

338,0

346,1

335,1

306,2

362,2

331,2

337,1

343,9

327,2

334,0

326,9

324,3

334,7

321,1

322,0

323,8

322,8

Rerata (x)
SD
CV (%)
22,63(%)
1,478

329,84
5
10,194
3,09%

Rata-tata :
450-550 mg

Memenuhi/Ti
dak

CV (%)

1,25

Sebelum disalut (mm)

Sesudah disalut (mm)

an Bobot

003

Ketebalan
Tablet

004

Selisih
Penambah
an tebal

4
5
5
Rerata (x)
SD

4
5
5
4,67

5
5
5
Rerata (x)
SD

Rerata (x) :
SD :

Sebelum disalut (kg)


005

Uji
Kekerasan

5
5
5
5

12,54
11,97
10,48
Rerata (x)
SD
CV (%)

Sesudah disalut (kg)

8,90
8,35
7,20
9,907
2,111
21,309

10,65
12,00
12,47
Rerata (x)
SD
CV (%)

4-10kg

15,08
10,35
09,90
11,74
1,911
2,712

Rerata (x) : 1,833


006

007

008

Selisih
Penambah
an keras

Uji
Kerapuhan

Uji waktu
hancur

SD : 0,2
CV(%)
Tablet Inti (mg)
Belum
Sesudah

Tablet Salut (mg)


Belum
Sesudah

5,6001

5,5881

6,6901

6,6860

5,524

5,552

6,7486

6,7458

5,544

5,530

6,5910

6,5873

Rerata
(x)

5,556

5,547

SD

0,039

0,036

CV (%)

0,710

0,650

Sebelum disalut (menit)

Rerata
(x)

6,67
3
0,08
SD
0,080
0
1,19
CV (%)
1,198
9
Setelah disalut (menit)
6,676

%
B
0,21
4
0,03
6
0,25
3
0,16
7
0,11
6
69,4
60

S
0,061
0,041
0,056
0,053 Baik jika <1%
0,010
18,86
7

< 30 menit

Memenuhi

1,54

2,20

Rerata (x)
SD
CV (%)
009

Selisih
Penambah
an Waktu
Hancur

4,5
4,21
9
1,75
Rerata (x)
SD
CV (%)
Rerata (x) : 2,58
1,50

4,19
4,33
0,225
5,196

SD : 0,168

2.PERHITUNGAN
KESERAGAMAN BOBOT TABLET
a) Keseragaman bobot sebelum disalut (mg)
X
279,1
270,1
271,1
271,8
278,1
288,0
260,1
261,5
270,0
265,1
230,1
276,1
268,3
260,5
270,9
269,1
271,5
279,9
261,5
276,5

X (Rerata)

268,965

N = 20
X = 5379,3

SD =11,672

Diketahui :
Syarat Keseragaman bobot (FI III)
a) 268,965 5% = Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang

Interval = 225,517-282,413(memenuhi)
b) 268,965 10% = Tidak boleh ada 1 tablet yang menyimpang

Interval = 242,065 295,865(memenuhi)


Dari kedua syarat tersebut diatas tablet memenuhi syarat keseragaman bobot menurut
FI edisi III
b) Keseragaman bobot sesudah disalut (mg)
X
341,7
338,0
306,2

X (Rerata)
329,845

337,1
334,0
334,7
313,8
325,0
346,1
326,2
343,9
326,9
321,1
322,8
339,6
335,1
331,2
327,2
324,3
322,0

N = 20
X = 6.596,9

SD = 10,194

Diketahui :
Syarat Keseragaman bobot (FI III)

a) 329,845 5% = Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang

Interval =313,353 346,337 (tidak memenuhi)


b) 329,845 10% = Tidak boleh ada 1 tablet yang menyimpang

Interval = 296,860 362,83 (tidak memenuhi)


Dari kedua syarat tersebut diatas tablet tidak memenuhi syarat keseragaman bobot
menurut FI edisi III
SELISIH PENAMBAHAN BOBOT

UJI KETEBALAN TABLET


a) Ketebalan tablet sebelum disalut (mm)
X
4
5
5
4
5
5

Rerata (X)

4,67

N=6
X = 28

b) Ketebalan tablet sesudah disalut (mm)


X
5
5
5
5
5
5

Rerata (X)

N=6
X = 30

SELISIH PENAMBAHAN TEBAL

UJI KEKERASAN TABLET


a) Kekerasan tablet sebelum disalut (mm)
X
12,54
11,97
10,48
8,90
8,35
7,20

Rerata (X)

9,907

N=6
X = 59,44

b) Kekerasan tablet sesudah disalut (mm)


X
10,65
12,00
12,47
15,08
10,35
9,90

Rerata (X)

11,74

N=6
X = 70,45

SELISIH PENAMBAHAN KERAS

18,60%
UJI KERAPUHAN TABLET
a) Kerapuhan tablet sebelum disalut (mm)
X
5,6001
5,524
5,544

Rerata (X)
5,556
SD = 0,039
% cv =
x 100%
=

x 100% = 0,710%

b) Kerapuhan tablet sesudah disalut (mm)


X
5,5881
5,522
5,530

Rerata (X)
5,547
SD = 0,036
% cv =
x 100%
=

x 100% = 0,650%

c) Kerapuhan tablet sebelum disalut (%)


X
6,6901
6,7486
6,5910

Rerata (X)
6,676
SD = 0,080

% cv =

x 100%

x 100% = 1,198%

d) Kerapuhan tablet sesudah disalut (%)


X
6,6860
6,7458
6,5873

Rerata (X)
6,673
SD = 0,080
% cv =
=

x 100%
x 100% = 1,199%

% sebelum disalut :
1.
2.
3. 0,253
% sesudah disalut :
1. 0,061
2. 0,041
3. 0,056
UJI WAKTU HANCUR
a) Waktu hancur tablet sebelum disalut
X

Rerata (X)

1,54
2,20
1,50

1,75

N=3

X = 5,24

b) Waktu hancur tablet sesudah disalut


X

Rerata (X)

4,59
4,21
4,19

4,33

N=3
X = 12,99

SELISIH PENAMBAHAN WAKTU HANCUR

G. PEMBAHASAN
Tablet salut gula adalah tablet yang disalut gula dari suspense kalsium karbonat, talk atau
titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia atau gelatin. Penyalutan tablet
bertujuan untuk menutupi rasa dan bau yang tidak enak, melindungi zat berkhasiat terhadap
pengaruh luar dan melindungi dari benturan mekanik, membuat penampilan lebih baik dan
menarik, serta mengatur tempat pelepasan obat dalam saluran cerna (Anonim, 2010).
Lapisan gula yang digunakan larut dalam air dan cepat terurai begitu ditelan. Lapisan gula ini
memberikan penampilan yang manis. Selain keuntungan tadi, tablet salut gula juga mempunyai
kerugian, yaitu pengolahannya membutuhkan waktu dan keahlian serta menambah berat dan
ukuran tablet (Ansel, 1989).
Dalam pembuatan tablet salut diperlukan tablet inti yaitu tablet yang akan dilapisi dengan larutan
gula. Tablet inti harus memenuhi beberapa syarat yaitu permukaannya halus untuk
mempermudah tablet mengalir dalam panci penyalut, bentuknya secembung mungkin untuk
meminimalkan penggunaan larutan subcoating, harus keras supaya tahan terhadap benturan
mekanik selama proses penyalutan berlangsung, kerapuhan serendah mungkin agar tidak banyak
debu yang keluar pada saat penyalutan sehingga tablet yang dihasilkan licin dan harus memenuhi
persyaratan Farmakope Indonesia III (Voight, 1984).
Pertama-tama kita melakukan uji terhadap tablet yang belum disalut, uji yang dilakukan
diantaranya yaitu : Pengukuran tebal tablet, Keseragaman bobot, Kekerasan, Kerapuhan, dan
Waktu hancur tablet.
Dalam penyalutan tablet ada beberapa tahap penyalutan, yang pertama yaitu Sealing, tahap ini
bertujuan untuk menutup kaplet inti dari pengaruh air yang dipakai untuk proses penyalutan.
Dalam percobaan kami tidak dilakukan.
Tahap kedua yaitu Subcoating. Subcoating bertujuan untuk menutupi bagian tepi tablet
sehingga membentuk tablet salut, untuk meningkatkan ikatan antara sealcot dengan sugarcoat.
Bahan subcoating ada 2, yaitu larutan subcoating yang terdiri dari Gula 100g, PGA 5g, gelatin 2g

dan aquadest 75g, dan serbuk subcoating terdiri dari Kalsium karbonat 60g dan Talk 60g.
Penambahan larutan subcoating dan serbuk subcoating dilakukan dengan ditambahkan sedikit
demi sedikit yang sebelumnya telah dicampur. Total suspensi subcoating yang ditambahkan
adalah 12mL.
Tahap ketiga yaitu Smoothing. Smoothing bertujuan untuk melicinkan permukaan tablet
yang telah di subcoating. Bahan yang dipakai adalah sirup gula yang terdiri dari gula dan
aquadest. Total penambahan larutan yaitu 6mL. Hasil yang didapat pada tahap ini permukaan
tablet hamper rata.
Tahap keempat yaitu Coloring. Coloring bertujuan untuk memberi warna tablet sesuai
dengan warna yang dikehendaki. Pewarnaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain
dengan menggunakan satu macam kadar zat warna dalam pembawa atau dengan berbagai kadar
zat warna. Pewarna dalam praktikum ini terdiri dari Sukrosa, gelatin, zat warna merah dan
aquades.
Sebelum dan sesudah penyalutan dilakukan uji persyaratan fisik tablet yang mencakup
Pengukuran tebal tablet, Keseragaman bobot, Kekerasan, Kerapuhan, dan Waktu hancur tablet.
Hal ini bertujuan agar tablet yang dihasilkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
a.

Ketebalan tablet
Uji ketebalan tablet yaitu tablet diukur menggunakan jangka sorong dan dilakukan replikasi
sebanyak 6x. Tablet sebelum disalut memiliki ketebalan rata-rata 4,67mm dan sesudah disalut
mempunyai ketebalan rata-rata 5mm. hal ini berarti tablet mengalami penebalan sebesar 0,33
mm.

b. Keseragaman bobot
Untuk uji ini dilakukan dengan cara menimbang tablet 20 tablet satu per satu. Keseragaman
bobot untuk tablet dengan berat >300mg, maka dari 20 tablet tersebut tidak boleh lebih dari 2
tablet yang menyimpang dari bobot rata-rata lebih dari 5% dan tidak boleh satu tablet pun yang
bobotnya menyimpang lebih dari 10% (Anonim, 1979). Dari hasil percobaan menjukkan tidak
ada penyimpangan. Tablet sebelum disalut mempunyai nilai CV 4,340% dan sesudah disalut nilai
CV 3,09%. Hal ini berarti tablet memenuhi persyaratan.
c.

Kekerasan

Untuk uji ini digunakan alat Stokes Monsanto Hardness Tester dan dilakukan replikasi sebanyak
5x. Hal ini dilakukan agar semua tablet stabil di udara, sehingga tidak mudah pecah. Tablet
sebelum disalut mempunyai kekerasan rata-rata 9,907kg dan setelah disalut nilai kekerasan rataratanya menjadi 11,74kg. Syarat kekerasan tablet menurut Farmakope Indonesia adalah 4-10kg.
Kekerasan tablet sebelum disalut memenuhi syarat, tapi kekerasan tablet sesudah tablet tidak
memenuhi syarat. Kekerasan dibawah 4kg masih bisa diterima asalkan kerapuhannya tidak
melebihi batas yang ditetapkan dan bila kekerasan tablet lebih dari 10 kg masih dapat diterima
asalkan masih memenuhi persyaratan waktu hancur tablet.
d. Kerapuhan
Pada uji ini menggunakan alat friabilator. Menurut Farmakope Indonesia, syarat kerapuhan
tablet inti adalah <1% dan untuk tablet salut < 0,8%. Dari hasil percobaan kami tidak sesuai
dengan teori, hal ini mungkin dikarenakan perbandingan komposisi zat tambahan pada tablet
yang tidak sesuai.
e.

Waktu hancur
Uji waktu hancur dengan menggunakan alat disintegration tester. Persyaratan waktu hancur
untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit, untuk tablet salut gula dan salut non
enteric kurang dari 30 menit. Dari hasil percobaan didapatkan rata-rata waktu hancur tablet
sebelum disalut adalah 1,75 menit dan sesudah disalut 4,33 menit. Walaupun waktu hancur tablet
salut gula kurang dari 30 menit hal ini kurang sesuai dengan teori, karena seharusnya lebih dari
15 menit. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya zat pengikat pada tablet.
H. KESIMPULAN

Berdasarkan uji evaluasi tablet, diperoleh bahwa tablet Theophyllin ini :


a.

Percobaan uji keseragaman bobot tablet salut diperoleh harga CV = 3,09%, sehingga

keseragaman bobot ini dikatakan memenuhi syarat CV < 5%.


b. Kekerasan tablet salut yang didapat adalah 11,74 kg sehingga kurang memenuhi
syarat yaitu 4 10 kg
c. Percobaan uji kerapuhan, harga Cv yang diperoleh kurang sesuai yaitu 1,199%,
Tablet dianggap baik karena kerapuhan < 1 %.
d. Percobaan waktu hancur kurang sesuai dengan teori, yaitu 4,33 menit. Hal ini
mungkin disebabkan karena kurangnya zat pengikat pada tablet.

Permasalahan dalam pembuatan tablet salut yang kami dapatkan adlah kurang meratanya warna
atau motling.

I. DAFTAR PUSTAKA
Ansel, H. C, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi Keempat, EBC, Jakarta.
Asmarini, 2007, Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker, Satu Bangsa, Bandung.
Augsburger, L.L. & Hoag, S.W, 2008, Pharmaceutical Dosage Forms Tablets. 3rd Edition,
Informa

health care USA, New York.

King, R. E., 1984, Dispending Of Medication, Ninth Edition, Mack Publishing Company,
Philadelphia.
Martindale, 1989, The Extra Pharmacopeia, 29th Edition, The Pharmaceutical Press, London.
Siregar .Charles, 2008, Tekhnologi Farmasi Sediaan Tablet ,EGC ,Jakarta.