Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

MATA KULIAH : REKAYASA RESERVOIR GEOTHERMAL

BAB 13 MANAJEMEN LAPANGAN (FIELD


MANAGEMENT) GEOTHERMAL

Nama
: URIP PRIYONO
NPM : 1306422282

UNIVERSITAS INDONESIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
DEPARTEMEN FISIKA
PROGRAM PASCA SARJANA EKSPLORASI GEOTHERMAL
2014
1. PENDAHULUAN

Setelah

lapangan

dikembangkan

dan

produksi

telah

dimulai,

manajemen produksi dan re-injeksi untuk mempertahankan pembangkit


pada beban penuh diberikan prioritas tertinggi. Ini adalah tugas multi
disiplin yang melibatkan pemantauan produksi, geokimia, teknik reservoir,
dan simulasi untuk menyatukan data produksi dan injeksi diukur pada
permukaan dengan informasi bawah permukaan dengan baik. Dalam
rangka untuk memahami proses terjadi di reservoir, tugas geosains
spesialis lainnya juga dipanggil dari waktu ke waktu, seperti mikro dan
deformasi tanah survei. di sana juga akan pemantauan kondisi baik dan
melihat korosi bawah permukaan dan kerusakan casing. Semua informasi
ini harus dibawa bersama-sama ke koheren Model yang dapat digunakan
untuk memprediksi produksi dan injeksi kapasitas masa depan dan untuk
mengidentifikasi

daerah-daerah di

mana

tindakan perbaikan harus

direncanakan untuk mempertahankan produksi pada kapasitas penuh.


Tindakan

ini

berkisar

dari

penjadwalan

clean

out

juga

untuk

menghilangkan kalsit skala untuk memindahkan sumur injeksi dengan


tujuan untuk menghindari pengembalian dari fluida dingin antara injeksi
dan sumur produksi.
Dengan data pemantauan reservoar yang terdiri dari tekanan di
observasi sumur. Data lain mungkin tersedia hanya sesekali, seperti flow
tingkat massa, entalpi, dan kimia masing-masing sumur.
2. PENURUNAN DAN DISKRIT PARAMETER MODEL
Bagian ini membahas model atau trend- fitting dari kinerja sumur
yang diharapkan menjadikan model sederhana untuk kinerja proyek masa
depan.
2.1. Penurunan Eksponensial
Penurunan yang paling umum diasumsikan adalah penurunan
eksponensial, dimana aliran fluida berkurang dengan fraksi konstan atau
persentase per tahun. Penurunan eksponensial didapat dari model yang
sederhana, produksi sumur dari sumber reservoar yang stabil. Penurunan
eksponensial dapat diformulasikan sebagai berikut :

Keterangan : Sm = Koefisien penyimpanan


= Decline rate
contoh :

Gambar 1. Penurunan Geysers sumur LF6. Sumber: Barker et al., 1991.

2.2. Lumped Parameter Models


Model parameter Lumped ini, merupakan metode yang sering
digunakan di islandia dalam mengukur tekanan fitting. Ada dua jenis
penggunaan model parameter lumped yaitu:
model terbuka dan model tertutup.

Gambar. (2a) Hamar pressure history match 1982-1993; prediction 1994-2001, (2b)
Hamar predicton for 200 years. Sumber: Axelsson et al., 2005b

3. PENYIMPANGAN DARI TREND


Setelah menetapkan tren maupun pola dari kinerja yang baik maka
kinerja yang berkelanjutan tersebut kemudian tren akan di cek untuk
observasi

beberapa

penyimpangan.

berkelanjutan

mengindikasikan

mempengaruhi

kinerja

membutuhkan

beberapa

sumur

Penyimpangan

bahwa

beberapa

maupun

reservoar,

intervensi.

Kemungkinan

normal

yang

proses

baru

yang

mungkin

perubahan

yang

signifikan pada produksi sumur dapat disebabkan sebagai berikut :


1. Dipercepatnya penurunan aliran massa
2. Dipercepatnya penurunan tekanan pada reservoir
3. Penurunan atau peningkatan pelepasan tekanan
4. Penurunan atau kenaikan entalpi
5. kinerja yang tidak stabil
Pada sumur injeksi, Kemungkinan perubahan yang signifikan adalah
sebagai berikut:
1. Penurunan rate aliran (pada tekanan konstan)
2. Meningkatnya tekanan statis
Dalam semua kasus, tindakan pertama biasanya yaitu mengambil
sampel kimia pada produksi atau fluida injeksi yang dimasukkan ke dalam
sumur untuk mengecek sumur pemboran dan kondisinya yang kemudian
juga mengecek kondisi reservoar : meliputi (permeabilitas, tekanan, dan
suhu).
3.1. Endapan

Kinerja sumur kerap kali dipengaruhi oleh deposisi mineral, baik di


dalam sumur bor atau dalam pembentukan dekat sumur. Deposisi
biasanya zat kalsit (dengan fraksi silika), meskipun silika kadang-kadang
dibentuk pada sumur dengan entalpi tinggi sumur (dimana fraksi air
<5%), dan mineral lainnya seperti sulfat dapat terbentuk di sumur
produksi

dengan

fluida

asam.

Deposisi

dapat

menyebabkan

efek

karakteristik pada aliran sumur. Bahan material padat dapat terbentuk


akibat endapan pada bagian dalam casing dan liner, yang menyebabkan
diameter casing mengecil dan akhirnya dapat menyebabkan produksi
terhenti.
3.2. Perubahan Enthalpi.
Mengubah entalpi akan menyebabkan perubahan dalam kinerja
sumur produksi; secara umum, peningkatan entalpi menyebabkan total
rate aliran massa menurun dan pelepasan tekanan meningkat dengan
maksimum. Untuk menjadikan tekanan kepala sumur konstan maka
pemisahan aliran steam kerap kali sedikit menunjukkan perubahan pada
peningkatan enthalpi secara keseluruhan.
4. TRACER TESTING