Anda di halaman 1dari 13

Mesin balancing

Di susun oleh
Ramanda putra irawan
Andreas jhon roynal h.
Yogi aditiya
Dominggos tiopani tampubolon

Apa itu mesin balancing?


mesin balancing adalah alatukur yang
digunakan untukmenyeimbangkan bagian
mesin yang berputar seperti rotor untuk
motor listrik,kipas angin, turbin, rem
cakram, disk drive, baling-baling dan
pompa.

Bagian-bagian mesin balancing


terdiri dari dua tiang kaku, dengan suspensi
dan bantalan di atas mendukung platform
mounting. Unit yang diuji adalah melesat ke
platform dan diputar baik dengan sabuk
udara, atau drive end. Sebagai
bagiandiputar,getaran di suspensi
terdeteksi dengan sensor daninformasi
yang digunakan untuk menentukan jumlah
ketidak seimbangan.

Jenis mesin balencing


Ada dua jenis utama mesin balancing, kerasbantalan dan soft-bearing.Perbedaan antara
mereka, bagaimanapun, adalahdalam
suspensi dan bukan bantalan.Dalam
sebuahmesin keras-bearing,
menyeimbangkan dilakukan pada frekuensi
yang lebih rendah dari pada frekuensi
resonansi suspensi. Dalam mesin softbearing, menyeimbangkan dilakukan
padafrekuensi yang lebih tinggi dari
frekuensi resonansi suspensi.

macam-macam mesin balancing

Vertical balancing machine


Horizontal balancing machine
Low speed balancing
High speed balancing
Turbocharge balancing
Turbin balancing
Impeller balancing
Roller balncing
Multi stage balancing
Static balancing machine
Dynamic balancing machine
Vacum chamber balancing machine
Van balancing machine
Blower balancing machine
Dll.

Contoh salah satu penggunaan


machine balancing

Proses balancing
rotor

Pendahuluan
Proses balancing rotor merupakan proses
yang dilakukan setelah proses instalasi
impeller dimana tujuannya adalah agar
putaran rotor consentristasnya terjaga,
sehingga rotor yang berputar tidak
menimbulkan vibration/getaran. Apabila
vibration terjadi maka komponen-komponen
yang ada pada rotor akan cepat mengalami
kerusakan, sehingga umur pompa menjadi
pendek.

Langkah-langkah Balancing Rotor :


Proses 1
Langkah pertama rotor yang sudah dinstal atau dirakit di letakan
pada mesin balancing, kemudian rotor di putar dengan kecepatan
3550 rpm dengan tujuan untuk mengetahui bagian pada impeller
yang akan di dilakukan proses penggerindaan.

Bagian yang akan digerinda bisa diketahui melalui keterangan yang


ada pada display mesin balancing.

Gambar dibawah (Recording Balancing.) menunjukan bahwa rotor masih


unbalance. Karena kedua titik yang berwarna merah tidak berada pada
tengah-tengah garis sumbu. Namun sebaliknya, apabila kedua titik yang
berwarna merah ada di tengah-tengah garis sumbu, itu menunjukan
bahwa rotor sudah balance.

Seperti terlihat pada gambar (Recording


Balancing). bahwa untuk lingkaran bagian kanan
berlaku untuk permukaan impeller bagian kanan,
dimana titik merah (pada gambar) berada pada
posisi 62, sedangkan angka 3,39 g adalah
material impeller yang harus dibuang. Maka dapat
diartikan bahwa material yang harus dibuang
dengan proses grinding adalah sebanyak 3,39 g,
pada posisi 62.
Sedangkan untuk lingkaran bagian kiri berlaku
untuk permukaan impeller bagian kiri, dimana titik
merah (pada gambar) berada pada posisi 28,
sedangkan angka 3,39 g adalah material impeller
yang harus dibuang. Maka dapat diartikan bahwa
material yang harus dibuang dengan proses
grinding adalah sebanyak 3,39 g, pada posisi 28.

Langkah ke 2
Langkah berikutnya adalah memberikan tanda pada bagian
impeller dengan menggunakan spidol warna putih, dimana
tanda tersebut menandakan bahwa material impeller yang
akan dibuang.

Langkah ke 3
Kemudian setelah impeller di tandai, langkah selanjutnya adalah melakukan
penggerindaan pada impeller yang telah di tandai.

Setelah proses grinding selesai, kemudian rotor di putar kembali, untuk


mengetahui apakah proses balancing sudah selesai atau belum. Parameter
selesai atau belum proses balancing adalah seperti yang penulis sebutkan tadi
diatas yaitu kedua titik yang berwarna merah berada pada tengah-tengah garis
sumbu.

SELESAI