Anda di halaman 1dari 19

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III

Universitas Sumatera Utara


LB-2

ABSTRAK

Reaksi substitusi adalah reaksi pergantian suatu gugus dengan gugus yang lain.
Tujuan percobaan ini adalah untuk mempelajari bagaimana terjadinya reaksi
substitusi pada sampel yang digunakan yaitu pembuatan asam sulfanilat
(C6H5NH2SO3) dari persenyawaan anilin (C6H5NH2) dan asam sulfat (H2SO4). Bahan
utama yang akan digunakan adalah asam sulfat (H2SO4) dan anilin (C6H5NH2).
Peralatan yang digunakan adalah erlenmeyer, gelas ukur, beaker glass, termometer,
penangas pasir, dan gabus. Metode percobaan yang digunakan adalah filtrasi dan
kristalisasi. Percobaan ini dilakukan dengan mencampurkan 8 ml anilin (C 6H5NH2)
ke dalam 6 ml asam sulfat (H 2SO4) sambil didinginkan dengan air, lalu campuran
dipanaskan dalam penangas pasir selama 40 menit antara 180 oC 195 oC. Pada
percobaan ini dihasilkan massa kristal asam sulfanilat sebanyak 9,15 gram sedangkan
massa kristal asam sulfanilat dalam teori adalah 15, 1721 gram sehingga dihasilkan
persen ralat sebesar 39,7%.

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Asam sulfanilat adalah serbuk halus atau kristal abu - abu, agak larut dalam air,
alkohol, dan eter, larut dalam air panas dan HCl pekat, hagus pada suhu 280 oC - 300
o

C. Asam sulfanilat adalah hasil sulfonasi dari anilin. Asam sulfanilat dipakai sebagai

perantara untuk warna, obat dan sintesis organik lainnya. Asam sulfanilat adalah
komponen dari reagen Griess untuk menentukan HNO2. Asam sulfanilat memiliki
banyak manfaat di industri sehingga percobaan pembuatn asam sulfanilat penting
untuk dilakukan.
2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari bagaimana terjadinya reaksi
substitusi pada sampel yang digunakan yaitu pembentukan asam sulfanilat
(C6H5NH2SO3) dari persenyawaan anilin (C6H5NH2) dan asam sulfat (H2SO4).
3. Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan dapat memahami bagaimana
terjadinya reaksi substitusi pada sampel yang digunakan yaitu pembentukan asam
sulfanilat (C6H5NH2SO3) dari persenyawaan anilin (C6H5NH2) dan asam sulfat
(H2SO4).
4. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dari percobaan ini adalah bagaimana proses terbentuknya
senyawa asam sulfanilat (C6H5NH2SO3) dari persenyawaan anilin (C6H5NH2) dan
asam sulfat (H2SO4) dengan mekanisme reaksi substitusi yang terjadi pada proses
pembuatan asam sulfanilat.

5. Ruang Lingkup
Percobaan ini dilakukan di Laboratorium Kimia Organik, Departemen Teknik
Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara dengan kondisi ruangan :
Tekanan Udara
: 760 mmHg
Suhu
: 30 oC

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2
Dalam percobaan ini, bahan - bahan yang digunakan adalah Asam sulfat pekat
(H2SO4), Anilin (C6H5NH2), Karbon aktif, Natrium hidroksida (NaOH), dan
Aquadest (H2O). Adapun alat alat yang , yaitu : beaker glass, bunsen, corong gelas,
erlenmeyer, gabus, gelas ukur, kaki tiga, kertas saring, oven, penangas pasir, pipet
tetes, dan termometer.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Substitusi
Substitusi artinya penggantian atau penukaran. Reaksi substitusi adalah reaksi
penggantian atom atau gugus dengan atom atau gugus lain. Jadi dalam reaksi ini,
Dania Khaerani Syabri
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2
suatu atom atau gugus yang terdapat dalam rantai utama akan meninggalkan reaksi
utama tersebut dan tempatnya yang kosong akan diganti oleh atom atau gugus lain
( Sumardjo, 2008 ).
Reaksi substitusi dapat terjadi pada substrat karbon yang bermuatan positif
dengan spesi yang menyerangi muatan positif atau spesi yang kelebihan elektron
(muatan negatif) atau yang dikenal dengan nukleofil. Selain itu, reaksi substitusi juga
dapat terjadi pada substrat karbon yang menyerangi muatan negatif atau spesi yang
kekurangan elektron (muatan positif) atau yang dikenal dengan elektrofil
( Raiwata, 2010 ).
Sulfonasi adalah salah satu jenis reaksi substitusi elektrofil aromatik. Sulfonasi
terhadap benzen kurang aktif dibandingkan benzen tersubstitusi (bromobenzen, dsb),
sehingga diperlukan asam asam sulfat berasap, H2SO4 + SO3 atau lazim dikenal
dengan oleum. Sedangkan untuk misalnya toluen cukup digunakan asam sulfat pekat.
Pereaksi yang lebih reaktif lagi adalah asam klorosulfonat. ClSO 3H. Mekanisme
reaksi sulfonasi belum ditemukan secara detail seperti halnya substitusi elektrofil
lainnya ( Satria, 2010 ).
2.2 Filtrasi
Filtrasi adalah proses pemisahan dari campuran heterogen yang mengandung
cairan dan partikel - partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya
meloloskan cairan dan menahan partikel - partikel padat. Proses filtrasi yang
sederhana adalah proses penyaringan dengan media filter kertas saring. Proses
pemisahan dengan cara filtrasi dapat dibedakan berdasarkan adanya tekanan dan
tanpa tekanan ( Zulfikar, 2011a ).
Pemisahan dengan teknik kristalisasi didasari atas pelepasan pelarut dari zat
terlarutnya. Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan zat padat cair yang sangat
penting dalam industri, karena dapat menghasilkan kemurnian produk hingga 100%.
Kristal dapat terbentuk karena suatu larutan dalam keadaan atau kondisi lewat jenuh
(supersaturated). Proses pengurangan pelarut dapat dilakukan dengan empat cara,
yaitu : penguapan, pendinginan, penambahan senyawalain, dan reaksi kimia
( Zulfikar, 2011b ).
2.3 Asam Sulfonil
Asam sulfonil merupakan produk hasil sulfonasi yang merupakan asam amino
organik dari golongan asam sulfonat, atau sering disebut juga asam asam p - amino
Dania Khaerani Syabri
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2
benzene sulfonat atau asam sulfanilat yang diperoleh dari mereaksikan anilin dan
asam sulfat pekat. Asam sulfonil dianggap sebagai ion amfoter ( zat yang mampu
menunjukkan dua sifat saling berlawanan, bersifat asam atau basa ). Zat ini terbentuk
dari pemanasan anilin sulfat pada suhu 200 0C.
Mekanisme reaksi sulfonasi belum ditemukan secara detail halnya substitusi
elektrofil lainnya. Penyerangan elektrofil dilakukan oleh SO 3 yang secara listrik
boleh dikatakan netral. Belerang trioksida ini terdapat dalam asam sulfat berasap
(H2SO4 + gas SO3), sedangkan dalam H2SO4 pekat terjadi karena pergeseran
kesetimbangan tekanan
2 H 2 SO 4 +SO 3

+
H 3 O
+

HSO4

Penyerangan SO3 terhadap sistem aromatik melalui serial reaksi kesetimbangan


yang akhirnya terbentuk asam aril sulfonat. Tahap pembantu kecepatan reaksinya
ditentukan oleh tahap pemutusan ikatab C H dan cincin aromatik.
Seringkali asam sulfonat digunakan sebagai gugus pelindung, substitusi
langsung terhadap posisi yang diinginkan. Untuk membebaskan gugus sulfonat
kembali mudah sekali dilakukan haya melalui pemanasan dalam asam sulfat encer.
Asam sulfanilat adalah merupakan senyawa / struktur dasar untuk pembuatan obat obatan sulfa, misalnya sulfanilamid, sulfadazin, dan sebagainya ( Cahyono, 2011 ).
Langkah awal yang dilakukan adalah memasukkan 6 ml anilin ke dalam labu
dengan menggunakan corong tangki panjang diusahakan agar anilin tidak melengket
pada leher labu. Selanjutnya, ditambahkan 5 ml asam sulfat (H 2SO4) pekat sedikit
demi sedikit menggunakan pipet sampai larutan dingin. Pada saat penambahan
H2SO4 pekat, anilin mengeluarkan uap putih menyerupai asap putih anilin
monosulfat, dan campuran antara anilin dengan H 2SO4 pekat menghasilkan endapan
yang berbentuk seperti karang, berwarna muda abu - abu ( Satria, 2010 ).
Berdasarkan pereaksi yang dipergunakan, reaksi substitusi dapat dibedakan atas
(a) reaksi substitusi radikal bebas ; (b) reaksi substitusi nukleofilik ; dan (c) reaksi
substitusi elektrofilik ( Sumardjo, 2008 ).
Beberapa kegunaan asam sulfonil, adalah :
1. Sebagai zat warna dalam industri batik.
2. Bahan baku obat dalam industri farmasi, seperti : kloromin (antiseptik), tiokol
(ekspektoran), sakarin (pemanis buatan).
( Dewi, 2011 ).

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Bahan Percobaan
Adapun bahan - bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1. Asam Sulfat pekat (H2SO4)
Fungsi : sebagai zat pensulfonasi.
2. Anilin (C6H5NH2)
Fungsi : sebagai zat yang disulfonasi.
3. Karbon aktif
Fungsi : untuk menyerap kotoran larutan asam sulfanilat.
4. Natrium Hidroksida (NaOH)
Fungsi : sebagai indikator sulfonasi telah sempurna.
5. Aquadest (H2O)
Fungsi : sebagai pelarut.
Dania Khaerani Syabri
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2
3.2 Peralatan Percobaan
Adapun peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1. Beaker glass
Fungsi : sebagai wadah untuk menempatkan larutan.
2. Bunsen
Fungsi : sebagai sumber api.

4.
5.
6.
7.
8.
9.

11.

3. Corong gelas
Fungsi : untuk membantu proses penyaringan.
Erlenmeyer
Fungsi : sebagai wadah untuk mencampurkan dan mereaksikan larutan.
Gabus
Fungsi : sebagai penutup erlenmeyer.
Gelas Ukur
Fungsi : untuk mengukur volume larutan.
Kaki tiga
Fungsi : sebagai tempat untuk meletakkan penangas pasir.
Kertas saring
Fungsi : sebagai penyaring filtrat.
Oven
Fungsi : untuk mengeringkan kristal asam sulfanilat.
10. Penangas pasir
Fungsi : sebagai wadah untuk memanaskan larutan.
Pipet tetes
Fungsi : untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit.

12. Termometer
Fungsi : untuk mengukur suhu campuran.

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

3.3 Flowchart Percobaan


Mulai

Dimasukkan 6 ml asam sulfat (H2SO4) ke dalam erlenmeyer

Ditambahkan 8 ml anilin (C6H5NH2) setetes demi setetes sambil


didinginkan dengan air

Dipanaskan dalam penangas pasir pada temperatur 1800 - 1950


C selama 40 menit

Didinginkan sampai mencapai suhu kamar

Ditambahkan 200 ml aquadest (H2O) dan dipanaskan

Dimasukkan 5 gram karbon aktif dan dipanaskan selama 5 menit

Campuran disaring dalam keadaan panas

Dania Khaerani Syabri Didinginkan dalam campuran air danM.


es Fauzy Ramadhan T.
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person
Dikeringkan di Filtrat
dalam disaring
oven pada suhu 105 0C

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

A
A

Filtrat ditimbang

Dihitung persen ralat

Selesai

Gambar 3.1 Flowchart Percobaan Pembuatan Asam Sulfanilat

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Percobaan
Reaksi yang terjadi pada saat percobaan pembuatan asam sulfanilat dapat
digambarkan sebagai berikut :

NH2

NH2
1800 1950 C

+H2SO4

+ H2O
SO3H

Anilin

Asam Sulfat

Asam Sulfanilat

Air

Gambar 4.1 Reaksi Pembuatan Asam Sulfanilat


Dari percobaan pembuatan asam sulfanilat yang telah dilakukan didapatkan hasil
hasil percobaan yang diberikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Tabel 4.1 Data Hasil Percobaan Asam Sulfanilat
Volume

Volume

Massa

Massa teori Massa

Asam

Anilin

Karbon

Asam

praktek

Sulfat

(C6H5NH2)

Aktif

Sulfanilat

Asam

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

Ralat

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

(H2SO4)

6 ml

Sulfanilat

8 ml

15,1721

5 gram

gram

9,15 gram

39,7%

4.2 Pembahasan
Untuk membuat asam sulfanilat maka anilin perlu direaksikan dengan asam
sulfat. Sebelumnya hal yang harus diingat adalah semua perlakuan dilakukan dalam
lemari asam serta anilin yang digunakan harus anilin murni, sebab anilin yang tidak
murni akan menghasilkan asam sulfanilat yang lebih kecil ( Satria, 2010 ).
Substitusi aromatik elektrofilik adalah sebuah reaksi dimana atom hidrogen dari
cincin aromatik digantikan sehingga hasilnya adalah serangan elektrofilik pada
cincin aromatik. Mekanisme sulfonasinya :
1. Penyerangan elektrofilik pada cincin aromatik, menciptakan resonansi stabil
karbokation yang disebut ion arenium. Kita kehilangan aromatisitas pada
langkah ini, sehingga energi aktivasi tinggi. Selanjutnya, ini adalah langkah
tingkat penentu dari reaksi karena gangguan aromatis ( Paula, 2006 ).
+
E

H
E

Gambar 4.2 Tahap Pertama Mekanisme Sulfonasi


( Paula, 2006 )
2. Deportonasi dari ion arenium oleh basa lemah untuk mendapatkan kembali
aromatisitas ( Paula, 2006 ).

A:B

+ HB

Gambar 4.3 Tahap Kedua Mekanisme Sulfonasi


( Paula, 2006 )
Dania Khaerani Syabri
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2
Dari data hasil percobaan pembuatan asam sulfanilat, didapatkan bahwa massa
asam sulfanilat yang diperoleh 9, 15 gram sedangkan menurut perhitungan teoritis
pada percobaan didapatkan bahwa massa asam sulfanilat adalah 15,1721 gram
sehingga didapatkan persen ralat sebesar 39,7 %. Persen ralat yang didapat dari
percobaan ini adalah dikarenakan oleh beberapa faktor - faktor diantaranya :
1. Pada saat pemanasan gabus tidak tertutup dengan rapat sehingga proses sulfonasi
tidak berjalan dengan sempurna.
2. Pada pendingina kristal - kristal asam sulfanilat kembali karena tidak terjaganya
posisi beaker glass.
3. Sulitnya menjaga kestabilan suhu pemanasan campuran anilin dan asam sulfat
agar tetap berkisar 1800 1950 C
4. Adanya beberapa kristal asam sulfanilat yang tidak lolos melewati kertas saring.
5. Pada saat pemanasan campuran dengan aquadest agar memperhatikan semua
kristal sudah terlarut.

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :
1. Dari hasil percobaan diperoleh massa asam sulfanilat teori sebesar 15,1721
gram, massa asam sulfanilat praktek sebesar 9,15 gram sehingga diperoleh
persen ralat sebesar 39,7 %.
2. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah filtrasi dan kristalisasi.
3. Asam sulfanilat yang dihasilkan dalam percobaan ini adalah kristal berwarna
abu - abu.
4. Reaksi antara anilin dengan asam sulfat merupakan reaksi eksoterm.
5. Pada saat asam sulfat dicampur dengan anilin membentuk asap putih pada
erlenmeyer yang disebut asap monosulfat.
5.2 Saran
1. Diharapkan setelah kristal dikeringkan dalam oven, didinginkan dengan
desikator.
2. Sebaiknya semua perlakuan dilakukan dalam lemari asam agar gas yang
keluar bisa langsung dinetralkan karena gas yang keluar tertarik dan tak
terhirup.
3. Sebaiknya proses pengeringan dengan oven senantiasa dipantau agar
diperoleh hasil berupa kristal kering yang sempurna.
4. Disarankan menggunakan zat - zat pensulfonasi yang lain seperti oleum
sebagai perbandingan.
5. Disarankan menggunakan zat - zat disulfonasi yang lain seperti hidrokarbon
jenuh sebagai perbandingan
Dania Khaerani Syabri
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Muliawati. 2011. Pembuatan Asam Sulfonil dari Anilin. Laporan Praktikum
Teknik Kimia III . Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta :
Jakarta.
Eko,Cahyono. 2010. Pembuatan Asam Sulfanilat. http://ilmu -kimia-kimia.
blogspot.com /2010/06/pembuatan asam-sulfanilat. html.
Paula. 2006. Organic Chemistry. Edisi Keempat.
Raiwata. 2010. Reaksi Substitusi. http://raiwatamertanjaya. blogspot. com/2010/12
/reaksi-substitusi. html. Diakses pada tanggal 23 September 2012.
Rina, dkk. 2009. Pengukuran Kapasitas Antioksidan Menggunakan DPPH dan
Pengukuran Total Fenol. Institut Pertanian Bogor.
Satria. 2010. Pembuatan Asam Sulfanilat. http://satria-kimia. blogspot.com/2010/06/
pembuatan-asam-sulfanilat.html. Diakses pada tanggal 24 September
2012.
Sumardjo, Damin. 2008. Pengantar Kimia. Jakarta : EGC.
Zulfikar. 2011a. Filtrasi. http://www.chem-is-try-org/materi-kimia/kimia-kesehatan/
pemisahan-kimia-dan-analisis/filtrasi-2.

Diakses

pada

tanggal

25

September 2012.
. 2011b. Kristalisasi. http:// chem-is-try-org/materi-kimia/kimia-kesehatan/
pemisahan-kimia-dan-analisis/ kristalisasi. Diakses pada tanggal 25
September 2012.

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

LAMPIRAN A
APLIKASI DALAM INDUSTRI
Pengukuran Kapasitas Antioksidan Menggunakan DPPH dan
Pengukuran Total Fenol
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan
mencegah terjadinya reaksi oksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid. Berdasarkan
sumbernya, antioksidan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik dan
antioksidan alami. Antioksidan sintetik merupakan antioksidan yang diperoleh dari
hasil sintesis reaksi kimia, sedangkan antioksidan alami merupakan antioksidan yang
diperoleh dari ekstraksi bahan alami.
Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polifenol.
Polifenol adalah suatu kelompok antioksidan yang secara alami terdapat pada sayur
-sayuran, buah - buahan, dan minuman seperti teh dan anggur. Polifenol ini
mempunyai kemampuan untuk menghambat reaksi oksidasi dan menangkap radikal
bebas. Selain itu, polifenol juga mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan
antiradikal.
Dengan demikian, praktikum kali ini bertujuan untuk mengukur kadar total
fenol suatu bahan, terutama yang berasal dari tanaman (teh). Pada percobaan ini
asam sulfanilat berfungsi sebagai reagen pereaksi (Rina, dkk., 2009).

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

Mulai

Timbang 50 mg sampel kering teh

Ditambahkan 2,5 ml etanol 95 %

Vortex selama 2 menit

Ambil 0,5 ml supernatan

Masukkan ke dalam tabung reaksi


Tambahkan 0,5 ml etanol 95 %, 2,5 ml aquadest, 2,5 ml reagen asam
sulfanilat 7,8 %

Diamkan campuran selama 5 menit


Tambahkan Na2CO3 5 %

Vortex hingga homogen


Simpan diruang gelap selama 1 jam

Ukur absorbansi larutan pada 725 nm


Selesai
Dania Khaerani Syabri
True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2
Gambar A.1 Flowchart Percobaan Analisa Total Fenolik
(Rina, dkk., 2009)

LAMPIRAN B
PERHITUNGAN
B.1 Secara Teori
H2SO4 = 1,84 gr/ml

anilin = 1,02 gr/ml

massa H2SO4 = H2SO4 x V H2SO4

massa anilin = anilin x V anilin

= 1,84 gr/ml x 6 ml

= 1,02 gr/ml x 8 ml

= 11,04 gram

= 8,16 gram

mol H2SO4 = massa H2SO4

mol anilin = massa anilin

Mr

Mr

= 11,04 gr

= 8,16 gr

98 gr/ml

93 gr/ml

= 0,1126 mol

H2SO4

= 0,0877 mol

NH2

SO3H

NH2 + H2O

M:

0,1126

0,0877

B :

0,0877

0,0877

0,0877

0,0877

S :

0,0249

0,0877

0,0877

Massa asam sulfanilat = mol x Mr


= 0,0877mol x 173 gr/ml
= 15,1721 gram

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

B.2 Secara Praktek


Massa kertas saring = 1,16 gram
Massa asam sulfanilat = massa total massa kertas saring
= 10,21 gram 1,16 gram
= 9,15 gram
% Ralat =

Massa teori massa praktek

x 100 %

massa teori
=

15,1721 9,15

x 100 %

15,1721
=

6,0221

x 100 %

15,1721
= 39, 7 %

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.

Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia III


Universitas Sumatera Utara
LB-2

LAMPIRAN C
FOTO PERCOBAAN

Gambar C.1 Kristal yang diperoleh setelah dikeringkan di dalam oven

Dania Khaerani Syabri


True love is love which only for two person, and
110405091
no place for the third person

M. Fauzy Ramadhan T.