Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH OBLIGASI

OBLIGASI

PENDAHULUAN
Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam
sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara
berkala dan kewajiban melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentuan kepada pihak
pembeli obligasi tersebut.
Jadi pada dasarnya obligasi merupakan utang-piutang. Perbedaan antara obligasi dan
utang piutang biasa adalah utang piutang biasanya orang perorangan, atau lembaga dengan
orang perorangan secara individu, ataupun antara pemberi pinjaman berhadapan dengan satu
peminjam perusahaan lainnya. Sementara itu, obligasi lebih bersifat antara satu peminjam
dengan sekelompok pemberi pinjaman yang jumlahnya dapat ratusan, ribuan, atau puluhan
ribu orang. Dengan demikian dalam sebuah penerbitan obligasi melibatkan banyak pemberi
pinjaman (kreditor) sebagai pihak investor pemegang obligasi serta hanya melibatkan satu
peminjam (debitor) sebagai pihak emiten.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa Pengertian Obligasi


2. Apakah Pengertian Obligasi Syariah (SUKUK)
3. Apasaja Jenis-jenis Obligasi
4. Apasaja Akad Obligasi Syariah (SUKUK)
5. Bagaimana Mekanisme Obligasi

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Obligasi
Terdapat beberapa definisi mengenai obligasi. Obligasi atau bond, adalah surat utang
jangka panjang yang dikeluarkan oleh peminjam, dengan kewajiban untuk membayar kepada
bond holder (pemegang obligasi) sejumlah bunga tetap yang telah ditetapkan sebeluan
umnya.1[1]
Obligasi Syariah (SUKUK)
Sesungguhnya, obligasi syariah (sukuk) ini bukan merupakan istilah yang baru dalam
sejarah islam. Istilah tersebut sudah dikenal sejak abad pertengahan, dimana umat islam
menggunakannya dalam konteks perdagangan internasional. Sukuk merupakan bentuk jamak
dari kata sakk yang memiliki arti yang sama dengan sertifikat atau note. Ia dipergunakan oleh
para pedagang pada masa itu sebagai dokumen yang menunjukkan kewajiban financial yang
timbul dari usaha perdagangan dan aktivitas komersial lainnya. Namun demikian, sejumlah
penulis barat yang memiliki concern terhadap sejarah islam dan bangsa arab, menyatakan
bahwa sakk inilah yang menjadi sesuatu lazim dipergunakan dalam transaksi dunia perbankan
kontermporer.
Dalam perkembangannya, the Islamic jurisprudence countil (IJC) kemudian
mengeluarkan fatwa yang mndukung berkembangannaya sukuk. Hal tersebut mendoraong
otoritas moneter Bahrain (BMA Bahrain monetary Agency) untuk meluncurkan salam
sukuk berjangka waktu 91 jari dengan nilai 25 juta dolar AS pada tahun 2001. kemudian
Malaysia pada tahun yang sama meluncurkan global corporate sukuk si pasaar keuangan
islam international. Inilah sukuk global yang pertama kali muncul di pasar internasional.
Obligasi syariah mempunyai pengertian sebagai berikut: Obligasi ditawarkan dengan
ketentuan yang mewajibkan emiten untuk membayar kepada pemegang obligasi syariah
sejumlah pendapatan bagi hasil dan membayar kembali dana obligasi syariah pada tanggal
1[1] Artur J. Keown, et al.. Basic Financial Management. 7 th Edition. (Prentice Hall
InterNational. 1996). Hal. 252

pembayaran kembali dana . pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap periode tertentu (3
bulan,6 bulan atau setiap satu tahun). Besarnya pendapatan bagi hasil dihitung berdasrkan
perkalian antara nasabah pemegang obligasi syariah dengan pendapatan

yang di bagi

ghasilkan , yang besarnya tercantum dalam laporan keauangan konsolidasi eemitrn


triwulanan yang terakhir di terbitkan sebelum tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil
yang bersangkutan.
B. JENIS-JENIS OBLIGASI
1. Jenis obligasi berdasarkan definisinya
Mengenai obligasi ini, bibin bisono mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:
Bond is widely known in Indonesia as a debt paper bearing fixed counpon. Bond is issueed
following the procedure of public offering and listed in a stock exchange. It normally matures
more than one year (generally between five tom seven year).2[2]
Dalam terjemahan bebas dapat dikatakan bahawa ahudi Indonesia, obligasi rat pernyataan
utang dengan bunga tetap/kupon. Obligasi yanma hingga tujuh mumnya lin (ug diterbitkan
oleh suatu pihak melalui prosedur penawaran umum dengan jangka waktu diatas satu tahun
(umumnya lima hingga tujuh tahun) dan tercatat di bursa.
2. Jenis obligasi berdasarkan bunga dan jaminan
Beberapa jenis obligasi berdasarkan kriteria netapan intentif bunga, misalnya :
floating rate bonds, fixed rate bonds, dan o coupon bonds.3[3]
a. Floating rate bonds adalah obligasi yang ditawarkan dengan tingkat suku bunga yang
mengambang.
b.Fixed rate bonds, yang berarti mengandung pengertian yang berlawanan dengan floating rate
bonds, yang berarti bunga atas obligasi yang ditawarkan bersifat tetap/tidak berubah.jemahan
bebas diartikan bah
c.sementara itu zero coupon bonds adalah sejenis obligasi yang ditawarkan dengan cara
memberi diskon kepada pembeli obligasi.

2[2] Bibin busono, mengkaji pasar sekunder obligasi di Indonesia, jurnal hukum
bisnis, volume 3, 1998, hal. 51.
3[3] F.G.B. Graaf, Euromarket finance: issues of euromarket securities and
syndicated Eurocurrency loans, kluwer-deventer, 1991, hal. 12-20

Jenis-jenis obligasi ini antara lain sebagai berikut.


1.Obligasi dengan tingkat bunga tetap
2.obligasi dengan tingkat bunga mengambang
3.obligasi dengan jaminan
3.Jenis obligasi berdasarksn konvertibilitas
Obligasi ini disebut convertible bonds atau lebih dikenal obligasi konversi. Mengenai obligasi
onverrsi atau convertible bonds ini peter gallant menulis, convertible bonds offer the holder
the opsion to convert the bond into another security or assets on agreet conditions in the
future.4[4] Dalam terjemahan bebas diartikan bahwa obligasi konversi menawarkan kepada
pemegangnya suatu hak opsi untuk mengubah obligasi ke sekuritis atauast yang lain atau
menyetuju keadaan yang akan terjadi di kemudian hari
4.Jenis obligasi berdasarkan penerbitnya
Dari klasifikasi pihak yang menerbitkan obligasi, dikenal jenis 1) company bonds (pihak
yang menerbitkan adalah perusahaan), 2) government bonds (pemerintah pusat), dan 3)
municipal bonds (pemerintah daerah atau wilayah otonomi khusus).5[5]
5.Jenis obligasi berdasarkan pemegangnya
Obligasidapat diterbitkan dalam 2 (dua) jenis, yaitu (i) atas nama, dan (ii) atas unjuk
(pembawa). Obligasi atas nama, untuk pokok pinjaman dan bunga, nama pemilik tercantum
dalam sertifikat obligasi, tetapi tidak ada kupon bunga6[6]
6.Obligasi Subordinasi dan Obligasi Warrant
Obligasi subordinasi (subordinated debt) merupakan sekuritas dengan peringkat di bawah
utang dengan jaminan, setelah obligasi debenture, dan dalam hal tuntutan terhadap aktiva dan
pendapatan atas penerbit seringkali setelah kreditur umum lainnya7[7]

4[4] Peter Gallant, the Eurobond market, (new york: new york institute of
finance, 1938), hal. 65.
5[5] Harianto,Farid dan Siswanto Sudomo,hal. 586
6[6] Suharjono,Obligasi Sebagai Pemegangnya, Varia Peradilan, April 1997, Hal
139-143.

Obligasi Warrant merupakan hak untuk ditukarkan dengan saham perusahaan dengan kurs
tertentu. Adapun obligasinya tersendiri akan memberikan pembayaran bunga dan pokok
obligasi kepada pemegang saham8[8]
Akad Obligasi Syariah (SUKUK)
Akad yang dapat digunakan dalam obligasi syariah anatara lain:
1) mudharobah (muqaradhoh)/qiradh
2) musyarokah
3) murabahah
4) salam
5) istishna
6) ijarah.9[9]
C. MEKANISME OBLIGASI
1. Mekanisme Penjualan Obligasi di Pasar Perdana
Pasar perdana atau primary market adalah pasar yang memperdagangkan obligasi yang
baru dikeluarkan emiten. Harga obligasi yang dipasarkan di pasar perdana adalah pasar
nominal sesuai dengan yang tertulisdalam surat obligsi.
2. Mekanisme Penjualan Obligasi di Pasar Sekunder
Pengertian pasar sekunder (secondary market) adalah penjualan obligasi yang dilakuakan
oleh emiten setelah selesainya periode penjualan saham melalui pasar perdana. Dengan
berakhirnya periode pemasaran obligasi melalui pasar perdana maka tugas underwriter adalah
menyampaikan laporan kepada Bapepam tentang jumlah obligasi yang terjual dan yang
belum terjual. Laporan tersebut dilakukan bersamaan dengan dilakukannya pencatatan
(listing) obligasi tersebut di bursa efek, dan membayar biaya listing10[10]
7[7] Frank J. Fabbozzi, Manajemen Investasi, Buku Dua, Salemba Empat, 1995,
Hal 513.
8[8] Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah, Alvabet, Jakarta, 2003
9[9] Adrian sutedi,aspek hukum obligasi dan sukuk, sinar grafika, Jakarta, 2009
10[10] Junaidi,op.cit,hlm.22-24

Proses Transaksi Pasar Sekunder


1. Sebelum dapat melakukan transaksi, investor harus menjadi nasabah di salah satu perusahaan
efek.
2. Selanjutnya investor tersebut harus mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan
bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham.
3. Proses perdagangan atau transaksi saham dan obligasi di pasar sekunder diawali dengan order
(pesanan) untuk harga tertentu.26/39h
4. Perdagangan saham di BEI harus menggunakan satuan perdagangan (round lot) efek atau
kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) efek.
5. Pesanan jual atau beli oleh para investor dari berbagai perusahaan sekuritas akan bertemu di
lantai bursa. Setelah terjadi pertemuan (match) antar order tersebut, maka proses selanjutnya
adalah proses terjadinya transaksi.Mekanisme matching umumnya berdasarkan kriteria
prioritas harga kemudian waktu.11[11]

KESIMPULAN
A.Pengertian obligasi syariah (sukuk) dan obligasi

Obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarka prisip syariah yang
di keluarkan oleh emiten untuk membayar pendapatan pada investor beupa bagi hasil /
margin / fee serta membayar kembali dana investasi pada saat jatuh tempo

Obligasi atau bond, adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh peminjam,
dengan kewajuiibntuk membayarkepada bond holder (pemegang obligasi ) sejumlah bunga
tetap yang telah ditetapkan sebeluan umnya
11[11]http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/materi-3-pasar-modalmekanisme-perdagangan.pdf

B.Jenis-jenis Obligasi

Jenis obligasi berdasarkan definisinya

Jenis obligasi berdasarkan bunga dan jaminan

Jenis obligasi berdasarksn konvertibilitas

Jenis obligasi berdasarkan penerbitnya

Jenis obligasi berdasarkan pemegangnya

Obligasi Subordinasi dan Obligasi Warrant


C.Akad Penerbitan Obligasi Syariah (SUKUK)
1. Akad yang dapat digunakan dalam penerbitan obligasi syariah anatara lain:
2. mudharobah (muqaradhoh)/qiradh
3. musyarokah
4. murabahah
5. salam
6. istishna
7. ijarah

D.Mekanisme penjualan obligasi dipasar perdana dan pasar sekunder

penawaran obligasi dilakukan oleh underwriter dibantu oleh age penjual.

Para pemesan atau calon pembeli menyerahkan formulir pesanan yang telah diisi kepada
underwriter atau agen penjual.

Emiten bersama-sama dengan underwriter melakukan penjatahan obligasi.


Setelah menerima pemberitahuan entang penjatahan obligasi, maka pihak-pihak yang
memesan obligasi bersangkutan harus segera melakukan pembayaran.

Mekanisme penjualan obligasi pasar sekunder

system kol (coll system), dan

(system terus-menerus (continuous trading system).

DAFTAR PUSTAKA
1. Artur J. Keown, et al.. Basic Financial Management. 7 th Edition. (Prentice Hall InterNational.
1996). Hal. 252
2. Bibin busono, mengkaji pasar sekunder obligasi di Indonesia, jurnal hukum bisnis, volume 3,
1998, hal. 51.

3. F.G.B. Graaf, Euromarket finance: issues of euromarket securities and syndicated


Eurocurrency loans, kluwer-deventer, 1991, hal. 12-20

4. Peter Gallant, the Eurobond market, (new york: new york institute of finance, 1938), hal.
65.
5. Harianto,Farid dan Siswanto Sudomo,hal. 586
6. Suharjono,Obligasi Sebagai Pemegangnya, Varia Peradilan, April 1997, Hal 139-143.

7. Frank J. Fabbozzi, Manajemen Investasi, Buku Dua, Salemba Empat, 1995, Hal 513.
8. Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah, Alvabet, Jakarta, 2003
9. Junaidi,op.cit,hlm.22-24
10. Adrian sutedi,aspek hukum obligasi dan sukuk, sinar grafika, Jakarta, 2009

11. http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/materi-3-pasar-modal-mekanismeperdagangan.pdf

Diposkan oleh andif di 01.06


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Label: OBLIGASI
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

My Widget

Mengenai
Saya

Arsip Blog

2013 (4)
o Juli (4)

andif

MAKALAH OBLIGASI

Lihat profil
lengkapku

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

ILMU KALAM AQIDAH

MAKALAH LINGKUNGAN BISNIS

2012 (1)