Anda di halaman 1dari 25

kelainan plasenta

Eko Nuzul Abdillah Khairul Rizky, S. Ked


NPM (09310195)

FISIOLOGI PLASENTA

Bentuk bundar/oval
Diameter 15-25 cm, tebal 3-5 cm
Berat rata-rata 500-600 gram
Insersi tali pusat (tempat
berhubungan dengan plasenta)
dapat ditengah/ sentrali,
disamping/ lateralis, atau di ujung
tepi/ marginalis.

tampak daerah-daerah yang agak menonjol


(kotiledon) yang diliputi selaput tipis desidua
basalis
tampak sejumlah arteri dan vena besar
(pembuluh orion) menuju tali pusat. Orion
diliputi oleh amnion
Sirkulasi darah ibu di plasenta sekitar
3000cc/menit (20 minggu) meningkat 600 cc
7000 cc/menit (aterm)

KELAINAN PLASENTA

BERDASAR BENTUK
& VARIASI

BERDASAR UKURAN
& BOBOT

Lebih
berat
dan
besar

Lebih
Kecil

Plasenta Plasenta
fenestra bipartia

SELANJUTNYA.

Plasenta
Suksen
turiata

Plasenta
Membra
nasea

Plasenta
spuria

Plasenta
Sirkum
valata

Kelainan ukuran dan bobot


Lebih berat dan besar sampai 1/3
berat badan janin dijumpai pada
diabetes melitus.
Lebih kecil sampai 1/9 berat badan
janin dijumpai pada penyakit
jantung, ginjal, dan sebagainya.

Plasenta fenestrata
Pada plasenta terdapat lubang
atau jendela
Klinis : tidak menimbulkan
kesulitan

Plasenta Bipartia/ Bilobata


Plasenta yang terdiri dari dua
bagian yang dipisahkan oleh
selaput ketuban dengan
pembuluh darah janin
mengubungkan satu lobus
dengan lobus yang lain sebelum
menyatu pada tali pusat.

Plasenta Suksenturiata
Terdapatnya plasenta kecil di
samping plasenta yang besar.

Plasenta spuria
Bila antara plasenta tidak
ditemukan pembuluh darah. Dapat
terjadi perdarahan karena
tertinggal dalam rahim dan dapat
pula menyebabkan infeksi

Plasenta membranasea
Plasenta yang tipis dan lebar,
kadang-kadang menutupi seluruh
ruangan kavum uteri. Plasenta
membranasea dapat
menyebabkan perdarahan
antepartum dan memberi kesulitan
pada kala III karena plasenta ini
tipis dan sukar terlepas.

Plasenta sirkumvalata
Plasenta yang permukaan fetalis dekat
pinggir terdapat cincin putih. Cincin ini
menandakan pinggir plasenta, sedangkan
jaringan di sebelah luarnya terdiri dari vili
yang tumbuh ke samping di bawah desidua.
Jaringan putih ini sebenarnya adalah
lipatan dari jaringan selaput janin.
Disini selaput janin tidak melekat pada tepi
jaringan plasenta tetapi agak ke tengah.
Kemungkinan masalah yang timbul adalah
adanya perdarahan antepartum.

BERDASAR IMPLANTASI

PLASENTA
PLASENTA
PREVIA

AKRETA,
INKRETA,
PERKRETA

SELANJUTNYA.

PLASENTA PREVIA
Plasenta previa adalah plasenta
yang berimplantasi abnormal pada
segmen bawah rahim sehingga
menutupi seluruh atau sebagian dari
ostium uteri internum.

Plasenta arkreta adalah apabila


Jonjot-jonjot plasenta yang
menembus desidua sampai dengan
miometrium.
Plasenta inkreta, jonjot sampai ke
dalam lapisan miometrium.
Plasenta perkreta, jonjot menembus
miometrium sehingga mencapai
perimetrium.

INFARK
PLASENTA
DISFUNGSI
PLASENTA

PENYAKIT
PLASENTA

TUMOR
PLASENTA

SELANJUTNYA.

INFARK PLASENTA
Infark plasenta adalah bagian-bagian yang
berwarna keputihan, noduler, dan keras yang
terletak baik pada permukaan fetal, maternal,
atau keduanya.
Terjadinya infark disebabkan karena
periateritis atau endarteritis pembuluhpembuluh darah vili, kemudian terjadi nekrosis
pada stroma dan dinding vili serta pembekuan
darah dalam runag interviller.

TUMOR PLASENTA
Tumor yang sering terdapat pada
plasenta adalah koriangioma. Pada
pemeriksaan USG korioangioma
terlihat sebagai massa padat
(hiperekoik atau hipoekoik) yang
letaknya di daerah subkronik dan
sering kali menonjol dari permukaan
fetal plasenta. Letak tumor biasanya
berdekatan dengan tempat insersi tali
pusat.

DISFUNGSI PLASENTA
disfungsi plasenta adalah
keadaan dimana plasenta, baik
secara anatomik maupun
fisiologik tidak mampu memberi
makan dan oksigen kepada janin,
juga tidak dapat
mempertahankan pertumbuhan
dan perkembangan secara
normal.

Managemen
Manuver Plasenta:
1. manuver kustner : tangan kiri menarik tali pusat, tangan
kanan mendorong corpus uteri yang berada di atas simfisis, jika
tertarik berarti belum lepas
2. manuver strassman : sama seperti kustner, hanya saja
tangan kanan mengetuk fundus uterus, jika bergetar berarti
belum lepas
3. manuver klein : ibu diminta mengejan, jika tali pusat masuk
kembali saat mengejan selesai berarti plasenta belum lepas.
4. manuver Crede, dengan cara memijat uterus seperti
memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus hanya
dapat di pergunakan bila terpaksa misalnya pendarahan.
Perasat ini dapat mengakibatkan kecelakaan perdarahan post
partum (Prawirohardjo, 2002).
setelah plasenta lepas, masase uterus, jika
kontraksi baik, biasanya TFU sekitar 2 jari bawah pusat.

Managemen
Kuretase jika ada retensio placenta
Konsul Sp. OG
SC

TERIMAKASIH