Anda di halaman 1dari 2

1.

Continental terrane
Menurut Surono (1994) kepingan benua di lengan tenggara Sulawesi dinamai Mintakat Benua Sulawesi
Tenggara (Southeast Sulawesi Continental Terrane) dan Mintakat Matarombeo. Ini didasari oleh
keberadaan kedua kepingan ini yang cukup besar di daerah Sulawesi Tenggara. Penamaan lain untuk
mintakat ini adalah Keping Benua Lajur Tinondo (Rusmana & Sukarna, 1985) dan Benua Renik Sulawesi
Tenggara ( Davidson, 1991).
Mintakat benua Sulawesi Tenggara tersusun oleh Batuan tertua berupa kompleks batuan malihan
(matamorfik complex) berumur paleozoikum. Kompleks batuan malihan di Sulawesi Tenggara terdiri dari
sekis, kuarsit, sabak dan marmer (simanjuntak, 1993) yang melampar dari kolaka utara hingga ke selatan
membentuk pegunungan Tangkelemboke, Mendoke dan Pegunungan Rumbia. Selanjutnya diterobos
oleh aplit dan diabas (Surono, 1986) yang batuannya dapat dilihat di Sungai Ranteanging.
Kemudian pada akhir Trias pada mintakat benua di Sulawesi Tenggara diendapkan formasi Meluhu
(Rusmana & Sukarna, 1985) yang terdiri dari batupasir kuarsa, serpih merah, batulanau dan batulumpur
pada bagian bawahnya, perselingan serpih hitam, batupasir dan batugamping dibagian atasnya.
Selanjutnya ditindih takselaras (unconformity) diatasnya oleh formasi Tampakura yang berumur EosenOligosen (surono, 1994) yang terdiri dari oolit, mudstone, wackestone, packstone dan sisipan batupasir,
serpih, lanau dan napal dibagian bawahnya. Kedua formasi tersebut merupakan batuan sedimen klastik
dan batuan sedimen karbonatan. Sehingga menunjukkan pada saat mesozoikum di daerah Sulawesi
Tenggara terdapat peristiwa perubahan lingkungan pendendapan dari darat menjadi laut atau terjadi
peristiwa transgresi.

2. Oceanic terrane
Oceanic terrane di Sulawesi Tenggara terdiri dari kompleks ofiolit dan sedimen pelagic. Kompleks ofiolit
Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari lajur ofiolit Sulawesi Timur dimana diatasnya di tutupi oleh
sedimen pelagic (apa itu sedimen pelagic silahkan kesini). Kompleks ofiolit Sulawesi Tenggara didominasi
oleh batuan ultramafik dan mafik yang terdiri dari harzburgit, dunit, werlit, lerzolit, websterit, serpentinit,
dan piroksinit ( kundig, 1956, simanjuntak dkk, 1993, rusmana dkk, 1993 dalam Surono, 2010).
Sedangkan untuk batuan mafik terdiri atas gabro, basalt, dolerite, mikrogabro, dan amfibolit. Untuk
batuan sedimen pelagic tersusun oleh batugamping laut dalam dan sisipan rijang merah (rijang
radiolarian) (Hamilton, 1979, silver 1983, Simanjuntak 1986 dalam Surono, 2010).
3. Molasa Sulawesi
Molasa Sulawesi di Sulawesi Tenggara tersebar luas dan umumnya menempati bagian selatan dari
jasirah Sulawesi bagian tenggara. Molasa Sulawesi yang berada di Sulawesi Tenggara terdiri atas
sedimen klastik dan sedimen karbonatan. Sedimen klastik dari molasa Sulawesi terdiri atas Formasi

Langkowala dan Formasi Boepinang. Sedangkan sedimen karbonat yang berasosiasi dengan batupasir
adalah formasi eomoiko.
Pembahasan lebih lanjut tentang ketiga group batuan penyusun lengan tenggara Sulawesi dan tentang
stratigrafi daerah Sulawesi Tenggara dapat di lihat dalam buku Publikasi Khusus Geologi Lengan
Tenggara Sulawesi karangan bapak Prof. Dr. Surono terbitan Badan Geologi Kementerian Energi Sumber
Daya Mineral.
Semoga tulisan ini dapat membantu para pelajar geologi di Sulawesi Tenggara memahami secara umum
kondisi geologi daerahnya sehingga bermanfaat dan menambah sedikit pengetahuan tentang bumi
Sulawesi Tenggara.