Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER


DAYA AIR BIDANG PERENCANAAN
TEKNIS

[KERANGKA ACUAN KERJA]

PERENCANAAN SISTEM TATA AIR BERBASIS GIS DAS ANGKE


TAHUN ANGGARAN 2015

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada intinya lingkup kegiatan jasa konsultansi dalam pekerjaan ini terdiri dari beberapa
tahapan yang meliputi:
a.

Pemahaman mengenai maksud dan tujuan dari Perencanaan Sistem Tata Air Berbasis Gis Das
Angke.

b.

Persiapan

c.

Inventarisasi data,

d.

Pembuatan Peta Rencana Kerja,

e.

Persiapan Personil dan Peralatan,

f.

Pembuatan Rencana Kerja.

g.

Pengumpulan Data Primer dan Sekunder

h.

Koordinasi dengan Instansi Terkait


Dalam mengatasi permasalahan banjir akibat luapan sungai/kali Angke, Kota Tangerang pada

daerah rawan banjir adalah dengan membuat perencanaan tata air berbasis GIS DAS Angke
Jenis pekerjaan ini adalah melaksanakan pengukuran Topografi ,cross section dan hidrometri
DAS Angke dan dan anak kali (sarua ,wetan,pelayangan,dll) serta melakukan analisa Hidrolika DAS
Angke guna menunjang pelaksanaan pekerjaan konstruksi Penanganan Banjir. Hasil pengukuran
tersebut kemudian harus di tuangkan Aplikasi GIS (Geographic Information Systems) cross
platform
Konsultan yang diserahi pekerjaan ini wajib menyediakan jasa - jasanya semaksimal mungkin
untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan, sehingga diperoleh hasil pekerjaan berupa Dokumen
Perencanaan yang mencakup segala persyaratan yang ditetapkan dan dapat dipertanggung
jawabkan dalam pelaksanaan kontrak konstruksi/fisik serta mengusahakan sekecil mungkin adanya
perbaikanperbaikan atau perencanaan tambahan lainnya di kemudian hari.
Konsultan harus bekerja sama sepenuhnya dengan Pejabat Pemegang Komitmen, serta
instansi terkait, sesuai dengan kebijaksanaan dengan ketentuan ketentuan yang berlaku di Dinas
Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Tangerang.
1.2

Maksud & Tujuan


a. Maksud
Mendukung program Pembangunan Turap/ Talud / Bronjong kuhususnya pembangunan Turap
Pengendali Banjir yang memadai sesuai dengan kriteria perencanaan Tata Air berbasis GIS pada
DAS Angke, berupa:

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

Memberikan informasi dasar tentang situasi dan kondisi eksisting lokasi


perencanaan, seperti peta situasi, dimensi eksisting saluran, kondisi eksisting topografi
trase saluran dari hulu sampai hilir, foto kondisi eksisting dll.
Membuat analisa debit banjir dan dimensi saluran, kemiringan saluran,
bangunan pelengkap konstruksi yang paling sesuai, volume pekerjaan dan RAB.
Tersusunnya data dasar di lokasi perencanaan, yang meliputi:
Peta situasi
Kondisi eksisting penampang melintang dan memanjang dari hulu sampai hilir
berbasis CAD dan GIS
Data ekisting hidrometri DAS Angke
Data karakteristik lahan dan karakteristik aliran permukaan
Foto eksisting.

b. Tujuan
Mendapatkan dokumen perencanaan Hidrometri Sal. Induk Tanah Tinggi- Benteng Betawi
dan dokumen lelang.berupa:

Membuat Database Hidrometri DAS, kemiringan saluran dan bangunan


pelengkap, Kecepatan Aliran, Luas Penampang Aliran;
Membuat Database Gambar memanjang DAS Angke dan Detail Cross section/
Penampang das angke berbasis Cad dan GIS
Analisa hidrometri dan hidrolika yang kondisi ekisting DAS angke
Analisa hidrometri dan hidrolika yang paling sesuai dengan keadaan di lokasi
perencanaan

1.3 Pengguna Jasa


Nama dan Organisasi Pengguna Jasa adalah Bidang Perencanaan Teknis Seksi Perencanaan
Teknis Kebinamargaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Jl. KS. Tubun No.96 Kota
Tangerang.

BAB II LINGKUP
KEGIATAN

2.1. Umum
Pada intinya lingkup kegiatan jasa konsultansi dalam pekerjaan ini terdiri dari beberapa
tahapan yang meliputi:
a. Pemahaman mengenai maksud dan tujuan dari Perencanaan Sistem Tata Air Berbasis GIS Das
Angke
b. Persiapan
c. Inventarisasi data,
d. Pembuatan Peta Rencana Kerja,
e. Persiapan Personil dan Peralatan,
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
DAN SUMBER DAYA AIR

f.

Pembuatan Rencana Kerja.

g. Pengumpulan Data Primer dan Sekunder


h. Koordinasi dengan Instansi Terkait
i.

Membuat sketsa peta situasi lokasi perencanaan secara makro dan detail;

j.

Melakukan pengukuran dengan alat Total Station (TS) di lokasi perencanaan untuk
mengetahui penampang melintang dan penampang memanjang eksisting DAS Angke dan Anak
Kalinya;

k. Membuat analisa karakteristik lahan dan karakterisik aliran permukaan;


l.

Membuat foto eksisting dan analisa debit rencana;

m. Membuat analisa hidrometri dan Hidrolika DAS Angke;


n. Membuat analisa Hidrometri dan hidrolika yang paling sesuai dengan keadaan di
lokasi perencanaan;
o. Pembuatan peta dan database kehutanan dilakukan sesuai dengan disain yang telah dibuat.
Software yang digunakan untuk pembuatan peta dan untuk menampung dan mengelola data
spasial dan tabular adalah ArcGIS versi 10.2 dan ArcView versi 3.3. Sedangkan untuk menambah
kemampuan pengelolaan dan penampilan data dan informasi digunakan software AutoCAD,
Mirosoft Office, ENVI untuk pengolahan data citra (penginderaan jauh) serta software pendukung
lainnya
p. Pembuatan Data dan informasi yang disajikan pada peta dan database Berbasis GIS
Jenis pekerjaan ini adalah melaksanakan pekerjaan Perencanaan Sistim Tata Air Berbasis GIS
DAS Angke untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan penanganan banjir. Konsultan yang diserahi
pekerjaan ini wajib menyediakan jasa - jasanya semaksimal mungkin untuk melaksanakan pekerjaan
perencanaan, sehingga diperoleh hasil pekerjaan berupa Dokumen Perencanaan yang mencakup
segala persyaratan yang ditetapkan dan dapat dipertanggung jawabkan dalam pelaksanaan
kontrak

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

konstruksi/fisik serta mengusahakan sekecil mungkin adanya perbaikanperbaikan atau


perencanaan tambahan lainnya di kemudian hari.
Konsultan harus bekerja sama sepenuhnya dengan Pejabat Pemegang Komitmen, serta
instansi terkait, sesuai dengan kebijaksanaan dengan ketentuan ketentuan yang berlaku di Dinas
Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Tangerang.
2.2. Alih pengetahuan :
Hasil dari kegiatan jasa konsultansi ini dapat sebagai bahan pembinaan teknis dalam
rangka alih pengetahuan kepada aparat Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air.
2.3. Studi Teknik Detailed Engineering Design (DED)
Untuk mengetahui secara rinci semua asumsi yang digunakan dalam tahap perencanaan serta
mendapat parameter-parameter penting bagi perencana Turap, diperlukan serangkaian teknikal studi.
Studi teknik yang diperlukan:
2.4.1. Studi Pendahuluan (RECONNAISSANCE SURVEY)
Untuk pelaksanaan studi ini konsultan diwajibkan untuk mengamati kondisi lapangan dan
permasalahan disain yang mungkin timbul. Petugas yang akan ditugaskan diharuskan
berkonsultasi dengan pejabat dari Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air setempat untuk
mendiskusikan segala hal yang bersangkutan dengan jembatan yang akan ditangani.
Sebelum melakukan kegiatan studi pendahuluan maka konsultan wajib mengumpulkan
semua data yang berhubungan dengan lokasi rencana looping seperti peta situasi, peta tata
guna lahan dan dokumen-dokumen pendukung lainnya. Dalam melaksanakan pekerjaan,
konsultan wajib melengkapi diri dengan alat keselamatan kerja seperti helm dan sepatu boat,
dan alat bantu kerja seperti peralatan tulis, lampu penerang, spray paint dan palu, sehingga
menjamin terlaksananya pekerjaan ini dengan aman dan hasil studi akan lebih optimal
A. Studi pendahuluan bertujuan untuk:
Pengenalan kondisi lingkungan
Pengenalan kondisi planimetri dan tata guna lahan
Pengenalan kondisi jaringan DAS/ sungai/ kali/danau yang ada
Mengumpulkan, memeriksa dan mengkonfirmasi data sekunder yang ada
B. Kegiatan studi pendahuluan yang harus dilakukan adalah:
a. Studi Geometrik:
Mengidentifikasi / memperkirakan secara tepat

penerapan desain geometrik

(alinemen horisontal dan vertikal) berdasarkan pengalaman dan keahlian yang harus
dikuasai sepenuhnya oleh Ahli Bangunan Air yang melaksanakan pekerjaan ini
dengan melakukan pengukuran-pengukuran secara sederhana dan benar (jarak ,
azimut, kemiringan dengan helling meter) dan membuat sketsa desain alinyemen
horizontal maupun vertikal secara khusus untuk lokasi-lokasi yang dianggap
sulit
DINAS BINA MARGA DAN
SUMBER DAYA AIR
DAN SUMBER DAYA AIR

untuk memastikan trase yang dipilih akan dapat memenuhi persyaratan geometrik
sungai yang dibuktikan dengan sketsa horizontal dan penampang memanjang
rencana trase Sungai/Kali.

Dilapangan harus diberi/dibuat tanda-tanda berupa patok dan tanda anjir


dengan diberi tanda bendera sepanjang daerah rencana dengan interval 50 m untuk
memudahkan tim pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting untuk pelaporan
dan panduan dalam melakukan survey detail selanjutnya.

Dari hasil survey recon ini secara kasar harus sudah bisa dihitung perkirakan volume
pekerjaan yang akan timbul serta bisa dibuatkan perkiraan rencana biaya secara
sederhana dan diharapkan dapat mendekati final desain.
b. Studi Topografi:

Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan patok beton Bench
Mark di awal dan akhir Proyek

Mengamati kondisi topografi


Mencatat daerah - daerah yang akan dilakukan pengukuran khusus serta , morpologi
dan lokasi yang perlu dilakukan pelebaran sungai
Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
Menyarankan posisi patok Bench Mark pada lokasi/titik yang akan dijadikan referensi.
2.4.2. Studi Detail
Untuk mengetahui secara rinci semua asumsi yang digunakan dalam tahap perencanaan
serta mendapat parameter-parameter penting bagi perencana Turap, diperlukan serangkaian
studi detail pengumpulan data.Hasil studi detail

pengumpulan data tersebut akan

menjadi dasar bagi perencana untuk melakukan detailed engineering design. Studi detail
yang diperlukan adalah:
A. Studi Topografi
Pengukuran topografi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data topografi yang
cukup untuk kebutuhan perencanaan dan dilakukan pada sepanjang ruas jalan yang
direncanakan
Detail dari pengukuran ini adalah sebagai berikut :

Pengukuraan polygon dengan ketelitian 1:10.000 dan patok-patok permanen (BM)


harus dipasang dengan interval lebih dari 500 m serta dapat terlihat dengan mudah

Pengukuran jarak dapat dilakukan secara langsung atau menggunakan titik


titik sementara dan bantuan alat ukur elektronis

Patok-patok pengukuran dapat berupa:

Patok beton bertulang dengan ukuran 10 x 10 x 60 cm dipasang ditempat yang


bebas dari gangguan lalu lintas atau lain nya selama pelaksanaan

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

Paku yang dipasang pada beton atau caranya, pada bangunan-

bangunan. Pengukuran harus meliputi


a. Titik-titik kontrol vertical dan horizontal berupa patok-patok kayu dipasang setiap interval
50 m pada rencana as Turap .Ukuran Patok kayu 1x7x60 cm dan dapat ditancapkan
ketanah sedalam 50 cm
Pada pengukuran polygon
1. Titik kontrol horizontal
Pengukuran menggunakan theodolit dengan ketelitian bacn 1 detik dan
ketelitian orde ketiga
2. Titik kontrol vertikal
Pengukuran menggunakan weterpass dengan ketelitian 1,5 2,5 mm/Km,
pengukuran dilakukuan dua arah
b.

Titik titik penting pada tikungan harus ditentukan dengan teliti. Pada titik tersebut
dibuat pula patok-patok pembantu dan perlu dipasang 1 patok beton pada titik P1 nya
jika titik titik tersebut diluar daerah pengkuran jalan harus dibuat patok pembantu.

c. Pengukuran lebar sungai/ saluran dengan menyebut tata guna tanah serta data
lainnya seperti :permukiman, sawah dll
d. Cross section
Cross section dibuat untuk interval 50 M pada tiap tiap kontrol. Lebar cross section
minimal adalah 25 M kekanan dan kekiri dari bibir sungai
e. Perhitungan dan pengembaran peta topografi berdasarkan atas kordinat titik titik
kontrol diatas
Gambar peta topografi dibuat pada kertas melimeter dengan skala 1:1000 dengan garis
contar tiap interval 1 meter semua titik-titik kontrol harus dicamtumkan dalam gambar
f.

Sistem koordinat referensi horisontal mengacu pada sistem proyeksi UTM (Universal
Transverse Mercator). Sedangkan referensi vertikal mengacu pada datum ketinggian
GPS. sistem proyeksi ini harus menyatu dengan sistem yang telah dibakukan oleh
Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional). Kerangka horisontal
nasional menggunakan ID-74 (Indonesia Datum 1974), yang kemudian dikukuhkan
dengan WGS-84 (World Geodetic System 1984).

2.4. Perencanaan
Untuk perencanaan meliputi; perencanaan Turap dan perencanaan pintu air dimana pada
perencanaan tersebut diatas konsultan akan mengacu kepada Standart peraturan-peraturan yang
berlaku dalam perencanaan Sungai/kali, dan bangunan pelengkapnya.

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

2.5. Tenaga Ahli


Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut, maka dibutuhkan beberapa tenaga ahli yang
memiliki sertifikat keahlian dari Asosiasi Profesi yang telah diregistrasi LPJK, dengan jumlah
dan kualifikasi sebagai berikut :
1. Ketua Tim (Team Leader)
Mempunyai pendidikan Teknik Sipil minimal S-1
Mempunyai sertifikat Ahli Bangunan Air.
Mempunyai pengalaman selama 5 8 tahun dalam bidang perencanaan Sumber Daya
Air khususnya dalam perencanaan Turap, rumah pompa dan pintu dan pernah sebagai Ketua Tim.
Tugas dan tanggung-jawab adalah:
o Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga
bisa menghasilkan pekerjaan seperti yang telah diuraikan / ditentukan di atas dengan efektif.
o Bekerja

sama

dengan

Engineer

dan

staf

teknik

lainnya

yang

membantu

melaksanakan pekerjaan perencanaan ini sehingga hasil yang didapat sesuai dengan yang
diharapkan pemberi kerja.
o Melaporkan hasil pekerjaan secara bertahap dan teratur kepada pemberi kerja dari masing
masing jenis pekerjaan sehingga hasil dari pekerjaan memuaskan.
o Mempersiapkan dan menyajikan presentasi materi kepada Pemberi Tugas dan
Pegawai- Pegawai di lingkungan kerja terkait.
2. Ahli Muda Bangunan Air : 2 Orang

Mempunyai pendidikan S1 Teknik Sipil


Mempunyai sertifikat Ahli Muda Bangunan Air.
Mempunyai pengalaman kerja di bidang Sumber Daya Air selama 1 - 4 tahun.
Tugas dan tanggung-jawab adalah:
o Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan dari personil
yang terlibat dalam pekerjaan ini, sehingga semua aspek kegiatan perencanaan jembatan
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu serta mencapai hasil yang diharapkan.
o Menyiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan
data, pengolahan data, kajian dan perencanaan teknik, serta penyajian akhir dari hasil
keseluruhan pekerjaan.
o adalah pilihan paling ekonomis
3. Ahli Muda Hidrologi : 2 Orang

Mempunyai pendidikan S1 Teknik Sipil


Mempunyai sertifikat Ahli Muda Hidrologi.
Mempunyai pengalaman kerja di bidang Sumber Daya Air selama 1 - 4 tahun.
Memiliki kemampuan Pengoprasian Program GIS
Tugas dan tanggung-jawab adalah:
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
DAN SUMBER DAYA AIR

o Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan dari personil


yang terlibat dalam pekerjaan ini, sehingga semua aspek kegiatan perencanaan jembatan
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu serta mencapai hasil yang diharapkan.
o Menyiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan
data, pengolahan data, kajian dan perencanaan teknik, serta penyajian akhir dari hasil
keseluruhan pekerjaan.
o adalah pilihan paling ekonomis
4. Ahli Muda SIG/Inderaja ( S1 Geografi/Geodesi Pengalaman 1 - 4 Th ): 2 Orang

Mempunyai pendidikan S1 Geografi/Geodesi


Mempunyai sertifikat Ahli Muda SIG/ Inderaja.
Mempunyai pengalaman kerja di bidang Sumber Daya Air

selama 4 tahun dalam

pengoprasian GIS dan interpretasi citra


Tugas dan tanggung-jawab adalah:
o Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan dari personil
yang terlibat dalam pekerjaan ini, sehingga semua aspek kegiatan perencanaan jembatan
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu serta mencapai hasil yang diharapkan.
o Menyiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan
data, pengolahan data, kajian dan perencanaan teknik, serta penyajian akhir dari hasil
keseluruhan pekerjaan.
o adalah pilihan paling ekonomis
Waktu penugasan Tenaga Ahli sebagai berikut:
No

Jabatan

Jumlah

Orang Bulan

1.

Ketua Tim

2.

Ahli Muda Bangunan Air

3.

Ahli Muda hidrologi

4.

Ahli Muda SIG/Inderaja

6
Total

24

Jumlah orang bulan untuk pekerjaan ini adalah24 Orang Bulan


5. Tenaga Pendukung (Supporting Staff)
a. Assisten Muda SIG (D3 Geodesi/Geomatika pengalaman 2 thn)
Mempunyai pengalaman pengalaman di bidang GIS dan interpretasi citra penginderaan jauh
min.2 tahun. Mempunyai latar belakang pendidikan D3 Geodesi/Geomatika dan mempunyai
keahlian khusus tambahan dalam bidang yang diperlukan.
b. Assisten Muda (D3 sipil pengalaman 2 thn)
Mempunyai pengalaman selama 5 8 tahun dalam bidang perencanaan Sumber Daya Air.
Mempunyai latar belakang pendidikan D3 Sipil dan mempunyai keahlian khusus tambahan
dalam bidang yang diperlukan.
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
DAN SUMBER DAYA AIR

c. Juru Gambar (Draftman / Drafter CAD ); 2 Orang


Mempunyai pengalaman dalam bidang gambar teknik sipil khususnya Bangunan badan
sungai, Turap, rumah pompa dan pintu air. Dapat bekerja dengan cepat dengan tingkat
ketelitian yang tinggi serta dapat mengoperasikan program Auto Cad (CAD professional).
Mempunyai latar belakang pendidikan minimal Sekolah Lanjutan Atas yang mempunyai
keahlian khusus tambahan dalam bidang yang diperlukan. Draftman bertanggung jawab atas
pembuatan gambar gambar yang dibutuhkan.
d. Tenaga Kerja Lainnya
Supporting Staff adalah petugas adminstrasi dan surveyor yang dibutuhkan dalam menunjang
pelaksanaan pekerjaan, berpengalaman dalam bidang pekerjaan maing masing yang
relevan dengan posisi bidang tugasnya guna mendapatkan hasil kerja yang maksimum.
Supporting Staff dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Team Leader.
2.6. Lokasi Kegiatan
Lokasi Kegiatan paket jasa konsultansi adalahpada DAS Angke Kota Tangerang, Propinsi
Banten

2.7. Jadwal Pelaksanaan


Waktu yang disediakan untuk pelaksanaan penyelesaian pekerjaan ini adalah 4 (empat) bulan/ 120
(Seratus dua puluh) hari kalender, terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
oleh Pengguna Jasa.
Pelaksana pekerjaan wajib membuat jadwal kegiatan pekerjaan dan jadwal kegiatan
personil.
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
DAN SUMBER DAYA AIR

10

2.8. Keluaran
Keluaran atau hasil dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah mendapatkan mendapatkan dokumen
Sistim Tata Air Berbasis GIS dan dokumen Lelang DED Sistem Tata Air Das Angke
Data dan informasi yang disajikan pada peta dan database secara garis besar adalah :
a. Peta sungai , kali dan saluran pembuang pada DAS Cirarab yang di overlay dengan peta
tata guna lahan dan Administratif serta garis sepadan sungainya
b. Trase memanjang sungai dan cross section serta data ketinggian seperti titik tinggi dan kontur
c. Keterangan kecepatan alir minimum dan maksimum. Debit normal , debit banjir, kemiringan
rata-rata, elevasi muka air normal dan muka air banjir
d. Peta Bangunan Pelengkap DAS seperti turap,Bendung,Pintu air, dan rumah pompa
beserta keteranganya
e. Peta Bangunan yang berada di sepadan sungai
f. Peta jalan yang ada di sisi Sungai /di sepadan sungai dan keterangannya (lebar, panjang dan
elevasi)
g. Peta bangunan yang ada di badan Kali seperti Jembatan
Data informasi DAS, Sungai, Sal Pembuang lainnya

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

11

BAB III
PELAPORAN
3.1

Tahapan Laporan
Laporan-Pendahuluan, sebanyak 5 buku, diserahkan 1 (satu) bulan setelah Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK). Laporan-Pendahuluan berisi antara lain:
o Metodologi dan Rencana Kerja
o Organisasi Pekerjaan.
o Pemahaman KAK yang dituangkan dalam konsep awal kerangka pemikiran
penyelesaian pekerjaan ini termasuk aplikasi dan saran.
o Jenis aktivitas dan waktu yang dibutuhkan;
o Jadwal penugasan tenaga ahli;
o Tahap kegiatan yang akan dilaksanakan;
o Job description masing-masing personil;
o Gambaran umum dalam menyusun Perencanaan;
o Alokasi waktu pembahasan laporan akhir, rapat dan konsultansi.
Laporan-Antara, sebanyak 5 buku, diserahkan 2 (dua) bulan setelah SPMK. Laporan-Antara
berisi antara lain:
o Hasil pengumpulan data
o Progres kegiatan dan rencana kegiatan selanjutnya.
o Jenis aktivitas dan waktu yang dibutuhkan;
o Jadwal penugasan tenaga ahli;
o Tahap kegiatan yang akan dilaksanakan;
o Job description masing-masing personil;
o Gambaran umum dalam menyusun Perencanaan;
o Alokasi waktu pembahasan laporan akhir, rapat dan konsultansi
o Hasil pengukuran /survei;
o Evaluasi dan analisis;
Laporan-Akhir, sebanyak 5 buku, diserahkan 4 (empat) bulan setelah SPMK. Laporan-Akhir berisi:
o Penyempurnaan laporan-antara dan progres perencanaan.
o Detailed Engineeering Design
o Bersamaan dengan Laporan akhir dikumpulkan juga Dokumen Lelang mencakup:

Volume I

: Instruksi Kepada Peserta Lelang

Volume II

: Bentuk Penawaran, Informasi Kualifikasi dan Jaminan Penawaran

Volume III

: Syarat-Syarat Kontrak

Volume IV

: Data Kontrak

Volume V

: Spesifikasi

Volume VI

: Daftar Kuantitas

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

12

Volume VII

: Gambar Rencana

Volume VIII

: Bentuk-Bentuk Jaminan

Seluruh Laporan tersebut harus direkam dalam bentuk CD termasuk perencanaan dan perhitungan
volume pekerjaan, sebanyak 5 keping dan diserahkan kepada pengguna jasa (satuan kerja)
bersama-sama pada saat penyerahan Laporan-Akhir.
3.2

Pembahasan Laporan
Semua laporan diserahkan kepada Petugas Satuan Kerja setelah terlebih dahulu dilakukan
presentasi/pembahasan dan disetujui oleh Tim Teknis, masing-masing laporan sedikitnya
dilakukan 1 (satu) kali pembahasan dihadapan Tim Teknis .
Draft/konsep setiap jenis/tahapan laporan untuk bahan pembahasan dibuat rangkap 5
(lima).

3.3

Bentuk Laporan
Dicetak dengan kertas ukuran A4
Sampul laporan dicetak di atas kertas glossy
Gambar Teknis A3

3.4

Penutup
Hal-hal teknis yang belum tercakup dalam KAK ini akan disampaikan dalam acara rapat
penjelasan
(aanwijzing) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak
pekerjaan.

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR


DAN SUMBER DAYA AIR

13