Anda di halaman 1dari 16

UNIVERSITAS INDONESIA

Etika Seorang Engineer

Tugas Akhir
Mata Kuliah
Etika dan Aspek Hukum Konstruksi

Alexander Kevin Utomo


1206237284

FAKULTAS TEKNIK
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
DEPOK
MEI 2015

i
Universitas Indonesia

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan sebuah tugas akhir makalah mengenai
Etika Seorang Engineer untuk mata kuliah Etika dan Aspek Hukum Konstruksi.
Tentunya dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Yusuf Latief selaku dosen mata kuliah Etika dan Aspek Hukum Konstruksi
yang telah mengarahkan penulis sehingga makalah ini dapat disusun dengan baik
2. Orang tua yang terus memberikan dukungan dan semangat
3. Teman-teman di jurusan yang telah memberikan masukan dan ide untuk penyusunan
makalah ini
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan saran serta
masukan yang membangun sangat dibutuhkan untuk pengembangan makalah yang lebih baik
lagi di kemudian hari. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah
wawasan bagi pembaca

Depok, Mei 2015

Penulis

ii
Universitas Indonesia

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

BAB 2. ETIKA

2.1 Definisi Etika

2.2 Pengelompokan Etika

2.3 Manfaat Etika dalam Engineering

BAB 3. ETIKA PROFESI

3.1 Pengertian Etika Profesi

3.2 Kode Etik Profesi

3.3 Kode Etik Insinyur Indonesia

BAB 4. PELANGGARAN ETIKA

4.1. Pelanggaran Etika dalam Bidang Keselamatan

4.2. Pelanggaran Etika dalam Bidang Integritas

4.3. Pelanggaran Etika dalam Bidang Kompetensi


BAB 5. KESIMPULAN

10
12

5.1. Kesimpulan

12

DAFTAR PUSTAKA

13

iii
Universitas Indonesia

Page |1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Insinyur merupakan sebuah profesi yang berperan vital dalam proses pembangunan
terutama dalam pembangunan infrastruktur yang menunjang perekonomian dalam zaman
industrialisasi yang semakin berkembang ini. Profesi ini dapat dikatakan vital karena
mencakup kegiatan rekayasa yang bersentuhan dan berpengaruh langsung dengan kehidupan
orang banyak. Sebagai profesional yang ahli di bidangnya, insinyur tentunya perlu memiliki
kompetensi dan latar belakang yang mumpuni terkait dengan pekerjaan yang akan
digelutinya melalui proses pendidikan atau pelatihan yang mereka terima. Selain memiliki
pengetahuan yang cukup mengenai lingkup pekerjaannya, insinyur juga hendaknya perlu
memiliki semangat pengabdian dalam melaksanakan kegiatan atau tugasnya dalam kehidupan
sehari-hari.
Dalam melaksanakan tugasnya dan menerapkan keahliannya dalam bekerja, seorang
insinyur dapat saja terlibat dalam konflik kepentingan yang dapat menggoyahkan nilai-nilai
idealisme dan tujuan mulia dari profesinya yang berguna untuk kepentingan khalayak
masyarakat luas. Sebagai sebuah profesi yang turut berpengaruh besar bagi kepentingan
masyarakat luas, penerapan kepakaran dan keahlian insinyur sudah sepatutnya untuk selalu
mengindahkan norma, budaya, adat, moral, dan etika yang berlaku secara universal. Maka
dari itu, dalam makalah ini, dijelaskan mengenai etika serta kode etik profesi khususnya
untuk profesi keinsinyuran sebagai acuan moral bagi para insinyur dalam melaksanakan
pekerjaannya.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dasar-dasar dan pengertian mengenai etika
2. Untuk mengetahui mengenai kode etik profesi terutama mencakup kode etik dari
insinyur
3. Untuk mengetahui bahasan mengenai pelanggaran etika

Universitas Indonesia

Page |2

BAB 2
ETIKA

2.1. Definisi Etika


Secara umum, pengertian dari etika adalah aturan prilaku dan adat kebiasaan
manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana
yang buruk. Dilihat dari segi tata bahasanya, kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu
kata ethos yang berarti karakter, watak, norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan
ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.
Selain itu, etika dapat didefinisikan sebagai sistem moral yaitu sistem nilai dan
sistem norma yang dianut oleh sekelompok manusia sebagai pegangan dalam mengatur
atau mengarahkan tingkah laku anggotanya maupun seluruh anggota kelompok. Etika
merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang
menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Sedangkan, etika menurut pengertian
para ahli adalah sebagai berikut :

Drs. O.P. Simoran


Etika merupakan pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai
yang baik

Drs. Sidi Gajalba


Etika merupakan teori mengenai tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari
segi baik dan buruk sesuai dengan akal budi dari manusia

Drs. H. Burhanudin Salam


Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari mengenai nilai dan norma moral
yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya

2.2.Pengelompokan Etika
Terdapat dua jenis etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik
dan buruknya prilaku manusia :
1. Etika Deskriptif
Merupakan etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan
perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu

Universitas Indonesia

Page |3

yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil
keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. Etika Normatif
Merupakan etika menetapkan berbagai standar sikap dan pola prilaku ideal yang
seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan
kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Sedangkan secara umum, terdapat 2 jenis pembagian etika yaitu:
a. Etika Umum
Merupakan jenis etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi

dasar tentang

bagaimana manusia bertindak dan mengambil keputusan secara etis, teori-teori etika
dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam
bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
Etika umum dapat di analogikan dengan ilmu pengetahuan yang turut membahas
mengenai pengertian umum dan teori-teori.
b. Etika Khusus
Merupakan jenis etika yang membahas penerapan prinsip-prinsip moral dasar
dalam bidang kehidupan yang khusus yang didasari oleh cara, teori dan prinsipprinsip moral dasar. Etika khusus dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
i.

Etika individual yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap


dirinya sendiri.

ii.

Etika sosial yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku
manusia sebagai anggota umat manusia. Etika sosial menyangkut hubungan
manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan
(keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangan
dunia

dan

ideologi-ideologi

maupun

tanggung

jawab

umat

manusia

terhadap lingkungan hidup. Lingkup Etika sosial terbagi atau terpecah menjadi
banyak bagian atau bidang yaitu:
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
Universitas Indonesia

Page |4

6. Etika ideologi

2.3. Manfaat Etika dalam Engineering


Etika dalam engineering adalah sekumpulan standar yang menentukan kewajiban
engineer terhadap publik, klien, atasan, dan kepada profesinya itu sendiri. Etika akan
menjadi pemandu untuk seorang engineer agar dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya
serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan publik. Etika
dalam engineering adalah konsep yang sangat luas. Di dalamnya, terdapat poin-poin yang
bersifat teknik hingga nilai-nilai kemanusiaan yang harus selalu dijunjung oleh
setiap engineer.

Universitas Indonesia

Page |5

BAB 3
ETIKA PROFESI

3.1. Pengertian Etika Profesi


Profesi merupakan pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan
pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi dalah keterampilan seseorang
dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan
dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah.
Sedangkan, etika profesi merupakan standar moral untuk profesional yaitu
mampu memberikan sebuah keputusan secara obyektif bukan subyektif, berani
bertanggung jawab semua tindakan dan keputusan yang telah diambil, dan memiliki
keahlian serta kemampuan. Sedangkan kode etik profesi merupakan bagian dari etika
profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang
telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas,
mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun
sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi.
3.2. Kode Etik Profesi
Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau
benda yang disepakati untuk maksudmaksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu
berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti
kumpulan peraturan yang sistematis
Maka, kode etik dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis
dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan atau dengan kata lain kode etik
merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Jika dikaitkan dengan
profesi, maka kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standar atau acuan
dalam kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai
profesional dari suatu profesi yang diaplikasikan pada standar prilaku anggota
keprofesian tersebut. Nilai profesional paling utama adalah keinginan untuk memberikan
pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Indonesia

Page |6

Kode etik dapat pula digunakan sebagai pedoman bagi masyarakat untuk
mengantisipasi terjadinya monopoli kekuasaan profesi yang merupakan pemanfaatan
kekuasaan atau hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi atau suatu
golongan dan merugikan kepentingan masyarakat luas.
Seperti pada profesi-profesi lainnya, terdapat kebutuhan bagi profesi insinyur
untuk berkumpul sebuah wadah organisasi profesi baik secara umum atau secara spesifik
sekaligus menerapkan norma-norma etika profesi seperti yang tercakup dalam kode etik
profesi untuk menjaga martabat, kehormatan, dan itikad-itikad etis yang harus ditaati oleh
mereka yang akan menerapkan keahlian serta kepakarannya.
Berbagai organisasi keprofesian dalam bidang engineering merumuskan kode etik
yang berbeda-beda. Misalnya, kode etik untuk insinyur sipil dibuat oleh American Society
of Civil Engineers (ASCE), dan kode etik untuk insinyur elektro dibuat oleh Institute of
Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Walaupun demikian, kode etik untuk
seluruh profesi engineer memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan profesionalitas
kerja.
3.3. Kode Etik Insinyur Indonesia
Di Indonesia, organisasi profesi yang menaungi profesi para insinyur disebut
dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Organisasi ini telah merumuskan dan
menyusun Kode Etik Insinyur Indonesia yang diberi nama Catur Karsa Sapta
Dharma Insinyur Indonesia. Kode etik ini terdiri dari 2 bagian yaitu prinsip-prinsip
dasar dan tujuh tuntunan sikap. Prinsip-prinsip dasar terdiri dari 4 poin dengan uraian
sebagai berikut :
1. Mengutamakan keluhuran budi.
2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan
umat manusia.
3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan
tugas dan tanggung jawabnya.
4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional
keinsinyuran.
Selain itu, ketujuh tuntunan sikap yang harus dijalankan oleh seorang insinyur
yang menjunjung tinggi kode etik seorang insinyur yang professional yaitu:
1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat

Universitas Indonesia

Page |7

2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kompetensinya


3. Insinyur

Indonesia

hanya

menyatakan

pendapat

yang

dapat

dipertanggungjawabkannya
4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan
dalam tanggung jawab tugasnya.
5. Insinyur

Indonesia

senantiasa

membangun

reputasi

profesi

berdasarkan

kemampuan masing-masing.
6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan
martabat profesi
Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya

Universitas Indonesia

Page |8

BAB 4
PELANGGARAN ETIKA

Pada zaman ini, teknologi semakin berkembang pesat berkat penemuanpenemuan baru yang terus diciptakan. Maka, pada dasarnya etika engineering adalah
pedoman bagi engineer untuk menjaga tiga bidang terpenting yang tercakup dari
profesinya yaitu keselamatan, integritas, dan kompetensi. Pada pembahasan ini, turut
dicantumkan pula mengenai contoh pelanggaran etika yang terjadi pada masingmasing bidang beserta penerapan prinsip-prinsip yang seharusnya dilakukan
4.1 Pelanggaran Etika pada Bidang Keselamatan
Bidang engineering

adalah

bidang

yang

langsung

bersentuhan

dan

menyangkut keselamatan masyarakat luas serta kenyamanan lingkungan. Misalnya,


seorang insinyur sipil yang ahli dalam membangun jembatan, tentunya harus
berupaya untuk membangun jembatan dengan desain yang aman dan kokoh demi
kenyamanan dan keselamatan orang-orang yang akan melintasinya. Namun, konsep
mengutamakan keselamatan dapat menghambat keuntungan finansial yang dapat
diperoleh. Pertimbangan seperti ini dapat menjerumuskan engineer pada keputusan
yang salah untuk lebih mentolerir aspek keselamatan.
Terdapat beberapa contoh musibah yang terjadi karena engineer di suatu
perusahaan mengabaikan etika keselamatan demi meraih keuntungan sebesarbesarnya. Salah satunya adalah peristiwa kecelakaan pesawat Adam Air di perairan
Sulawesi yang terjadi` pada tanggal 1 Januari 2007. Hasil investigasi menunjukkan
bahwa penyebab kecelakaan adalah kerusakan komponen-komponen pesawat, yang
sebenarnya sudah diketahui oleh para engineer namun tidak ditindaklanjuti.
Penyebab dari hal tersebut adalah karena penggantian komponen tersebut akan
memakan biaya besar dan tentunya merugikan perusahaan. Pesawat tersebut dizinkan
untuk terbang, namun pada akhirnya pesawat jatuh bersama ratusan penumpang di
dalamnya.
Dalam kasus ini, sang engineer melakukan pelanggaran etika yang serius
karena tidak berupaya untuk memperbaiki kerusakan komponen pesawat yang dapat
membahayakan keselamatan. Pelajaran penting yang dapat diambil dari kasus ini
adalah jika sudah menyangkut keselamatan, engineer harus berani memperjuangkan

Universitas Indonesia

Page |9

pendapatnya yang telah berlandaskan pada analisis teknis yang akurat meskipun
bertentangan dengan kebijakan perusahaannya sendiri. Jika pihak perusahaan tidak
mengikuti rekomendasi engineer, maka secara etika, engineer wajib melaporkannya
kepada pihak berwenang. Fenomena ini disebut dengan whistleblowing yang
seringkali dapat menjadi ancaman dan dilema bagi para engineer.
Ada kalanya engineer harus melakukan hal-hal yang berbahaya untuk
mengembangkan keilmuannya. Namun, sebenarnya praktek kegiatan seperti ini tidak
dianjurkan. Suatu tragedi pernah terjadi karena hal ini. Pada tanggal 26 April 1986,
para engineers di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl ingin
mengetahui ambang batas keamanan reaktor pada skenario-skenario tertentu. Reaktor
dipaksa bekerja pada kondisi-kondisi tidak normal dan menyalahi standar
keselamatan. Akhirnya terjadilah ledakan yang dianggap sebagai kecelakaan reaktor
nuklir terbesar sepanjang sejarah, membunuh ribuan orang (sebagian besar karena
kanker), dan meninggalkan radiasi nuklir di Chernobyl sampai sekarang. Kecelakaan
ini mengajarkan engineer untuk berhati-hati dalam bereksperimen.

4.2 Pelanggaran Etika pada Bidang Integritas


Sebagai orang yang memiliki pengetahuan teknis lebih daripada orang lain,
wajar bagi seorang engineer untuk menerima tanggung jawab lebih di tempatnya
bekerja. Pendapat seorang engineer sering dijadikan acuan untuk mengambil
keputusan bisnis, misalnya memilih supplier. Oleh karena itu engineer sering
dihadapkan

dengan

keadaan

yang

menguji

integritasnya.

Tidak

jarang supplier menawarkan hadiah-hadiah atau bentuk penyuapan lain pada


seorang engineer dengan tujuan meningkatkan peluangnya untuk memenangkan
kompetisi dengan supplier lain. Jika hal ini terjadi, engineer berkewajiban menolak
segala bentuk hadiah dan penyuapan ini.
Menurut para engineer ahli dari Texas A&M University, setidaknya ada empat
alasan yang membuat penyuapan tidak diperbolehkan. Pertama, penyuapan merusak
sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis berprinsip pada persaingan
terbuka, di mana semua orang membeli produk terbaik dengan harga terbaik.
Penyuapan mendorong orang untuk tidak membeli produk yang paling efisien. Kedua,
penyuapan hanya menguntungkan pihak dengan sumber daya dana yang banyak. Hal
ini merusak prinsip keadilan. Ketiga, penyuapan menghilangkan rasa kepercayaan
masyarakat kepada institusi yang melakukannya, dan pada akhirnya akan
Universitas Indonesia

P a g e | 10

menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat secara keseluruhan. Keempat,


penyuapan memperlakukan manusia sebagai komoditas yang integritasnya dapat
diperjualbelikan. Kondisi ini membuat manusia kehilangan respek kepada sesamanya.
Kesulitan utama dalam menyikapi penyuapan adalah tidak adanya batas yang
jelas antara hadiah atau pemberian yang dapat digolongkan sebagai penyuapan dan
yang tidak. Dalam hal ini, seorang engineer cukup berpatokan pada kode etik yang
ditetapkan oleh tempatnya bekerja. Sebagai contoh, perusahaan IBM mendefinisikan
penyuapan sebagai hadiah dari supplier, pelanggan, atau siapapun dalam lingkungan
bisnis, kepada karyawan IBM atau keluarganya. Jika seorang engineer IBM menerima
hadiah seperti yang disebutkan, ia harus segera melaporkannya pada manajer.
Perusahaan lain seperti Texas Instruments mendefinisikan penyuapan sebagai hadiah
yang berpotensial mempengaruhi keputusan bisnis penerimanya. Kebijakan
perusahaan mengenai penyuapan hendaknya dijadikan salah satu pertimbangan
ketika engineer memilih tempat bekerja. Walaupun demikian, apapun kebijakan
perusahaannya, seorang engineer harus menggunakan akal sehat untuk dapat
mengenali tindak penyuapan.Sedangkan, nilai-nilai lain yang berkaitan dengan
integritas dan harus dijaga oleh seorang engineer adalah sikap kejujuran dan sikap
tidak diskriminatif.

4.3 Pelanggaran Etika pada Bidang Kompetensi

Kunci dari pekerjaan seorang engineer adalah kompetensi teknis yang


dimilikinya.

Secara

etika, engineer berkewajiban

untuk

secara

terus-menerus

berupaya meningkatkan pengetahuan teknisnya, misalnya dengan mengikuti


pelatihan, konferensi, atau pendidikan formal. Pada tahun 1976, peneliti dari Swiss
Federal Institute of Technology, Zurich, melakukan penelitian dengan menganalisis
800 kasus kegagalan engineering yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, dan
mencari tahu penyebabnya. Ternyata, faktor utama yang memicu terjadinya
kecelakaan-kecelakaan itu adalah kurangnya pengetahuan atau kompetensi pada
engineer. Faktor ini merupakan penyebab dari 36% kecelakaan yang terjadi,
sementara faktor lain seperti kelalaian hanya sekitar 14%. Hasil ini membuktikan
krusialnya pengetahuan dan kompetensi engineer bagi aspek keselamatan.
Keselamatan
meningkatkan

bukanlah

kompetensinya.

satu-satunya

alasan

Bagaimanapun

juga,

bagi engineer untuk

terus

tujuan engineering adalah


Universitas Indonesia

P a g e | 11

meningkatkan kualitas hidup manusia dengan menggunakan teknologi. Dapat


dikatakan,

kehidupan

masyarakat

dari engineer. Engineer dituntut

banyak
untuk

dipengaruhi
berinovasi,

oleh

pekerjaan

dan

untuk

berinovasi engineer tentunya harus memiliki kompetensi yang memadai.


Kode etik engineer tidak mengizinkan engineer untuk mengerjakan pekerjaan
di luar kompetensinya. Selain menurunkan kualitas hasil kerjanya, hal ini juga dapat
berbahaya. Engineer hanya boleh menerima pekerjaan di luar kompetensinya jika ia
telah menjelaskan kepada rekan kerjanya bahwa ia tidak memiliki kompetensi yang
dibutuhkan. Menutup-nutupi kekurangan kompetensi bukan hanya tidak profesional,
tetapi juga mencoreng integritas engineer.

Universitas Indonesia

P a g e | 12

BAB 5
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
Etika engineering harus selalu dijaga untuk menjaga kualitas pekerjaan
seorang engineer. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya kegagalan engineering yang dipicu
oleh kurangnya etika. Selain itu, etika dalam engineering diperlukan untuk menjaga
kehormatan profesi engineering itu sendiri. Perlu juga adanya kebutuhan bagi profesi
insinyur untuk berkumpul sebuah wadah organisasi profesi baik secara umum atau secara
spesifik sekaligus menerapkan norma-norma etika profesi seperti yang tercakup dalam
kode etik profesi untuk menjaga martabat, kehormatan, dan itikad baik dalam
menerapkan profesi dan kepakaran mereka.

Universitas Indonesia

P a g e | 13

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. Etika Profesi Teknik Industri. Depok, 2012. http://www.gunadarma.ac.id


Anonimus. Pengertian Etika Profesi. 2012. http://wahabxxxxx.wordpress.com/
Karuk, Mujiarto. Kode Etik. 2009. http://www.metro.polri.go.id/kode-etik
Wignjosoebroto, Soetandyo. Profesi, Profesionalisme dan Etika Profesi. Makalah disajikan dalam
diskusi tentang profesionalisme hukum (notariat) di Fakultas Hukum Universitas Airlangga
Surabaya, 1999.
Wignjosoebroto, Sritomo. Business & Professional Ethics. Modul Pelatihan Program Profesi Insinyur,
Persatuan Insinyur Indonesia (PII), 2000.

Universitas Indonesia