Anda di halaman 1dari 17

A.

JENIS-JENIS

DAN

PERSEBARAN

SUMBER

DAYA

ALAM

1. Sumber Daya Alam Hayati.


Sumber daya alam hayati terdiri dari sumber daya alam hewani dan nabati. Sumber daya sedimen
tersebar di darat dan laut atau perairan.
a.
Sumber
Daya
Alam
Nabati
Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Dianugerahi tanah yang subur
sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan sempurna di wilayah Indonesia. Wilayah flora di indonesia
meliputi
Hutan
Tropis,
Hutan
Musim,
Stepa,
dan
Sabana.
b.
Sumber
Daya
Alam
Hewani
Pada umumnya wilayah persebaran fauna di Indonesia dibagi 3 wilayah yaitu, wilayah Indonesia
Bagian Barat, Indonesia Bagian Tengah, dan Indonesia Bagian Timur. Ketiganya dibatasi oleh garis
Wallace dan garis Weber. Bagian barat lebih cenderung mengikuti ragam hewan Asia, sedangkan
bagian timur mengikuti ragam hewan Australia. Ciri-ciri khusus hewan Indonesia terdapat pada
wilayah
bagian
tengah.
2.

Persebaran

Hasil

Tambang

a.
Minyak
bumi
Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau-danau, teluk-teluk, rawa-rawa dan
laut-laut dangkal. Sesudah mati mikroplankton berjatuhan dan mengendap di dasar laut kemudian
bercampur dengan sedimen. Akibat tekanan lapisan-lapisan atas dan pengaruh panas magma, dan
terjadilah proses destilasi hingga terjadi minyak bumi kasar. Daerah-daerah penghasil minyak bumi di
Indonesia
adalah
sebagai
berikut
:

Pulau
Jawa
:
Cepu,
Cirebon
dan
Wonokromo.

Pulau
Sumatera
:
Palembang
dan
Jambi.

Pulau
Kalimantan
:
Pulau
Tarakan,
Pulau
Bunyu
dan
Kutai.

Pulau
Irian
:
Sorong.
b.
Gas
alam
Gas alam merupakan campuran beberapa hidrokarbon dengan kadar karbon kecil yang digunakan
sebagai bahan baker. Ada dua macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG ( liquefied
natural
gas
)
dan
LPG
(
liquefied
petroleum
gas).
c.
Batu
bara
Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang tertimbun hingga berada dalam lapisan batu-batuan sediment
yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut juga inkolent yang terbagi menjadi dua, yaitu prose
biokimia dan proses metamorfosis. Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebgai berikut :

Ombilin
dekat
Sawahlunto
(
Sumatera
Barat
)

Bukit
Asam
dekat
Tanjung
Enin
(
Palembang
)
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan ( Pulau Laut /
Sebuku
)

Jambi,

Riau,

Aceh

dan

Papua.

d.
Tanah
liat
Merupakan tanah yang mengandung lempung, banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan
Pulau
Sumatera.
e.
Kaolin
Terbentuk dari pelapukan batu-batuan granit. Banyak terdapat di daerah sekitar pegunungan di Pulau
Sumatera
f.
Gamping
Batu kapur terbentuk dari pelapukan sarang binatang karang. Banyak terdapat di Pegunungan Seribu
dan
Pegunungan
Kendeng.
g.
Pasir
kuarsa
Merupakan pelapukan batu-batuan yang hanyut lalu mengendap di daerah sekitar sungai, pantai dan
danau.
Banyak
terdapat
di
Banda
Aceh,
Bangka,
Belitung
dan
Bengkulu.
h.
Pasir
besi
Merupakan batuan pasir yang banyak mengandung zat besinya. Terdapat di Pantai Cilacap, Jawa
Tengah.
i.
Marmer
atau
batu
pualam
Merupakan batu kapur yang telah berubah bentuk dan rupanya. Banyak terdapat di Trenggalek, Jawa
Timur,
dan
daerah
Bayat
(
Jawa
Tengah
)
j.
Batu
akik
Merupakan batuan atau mineral yang cukup keras dan berwarna. Terdapat di daerah pegunungan dan
sekitar
aliran
sungai.
k.
Banyak
l.
Daerah
m.
Terdapat

terdapat

penghasil

di

timah

sekitar

di

di

Pulau

Indonesia

Danau

adalah

Matana,

Bintan

Pulau

Danau

Bangka,

Towuti

Bauksit
Riau.

dan

Belitung

dan

dan

Timah
Singkep.

di

Nikel
Kolaka.

n.
Tembaga
Terdapat di Tirtomoyo, Wonogiri ( Jawa Tengah ), Muara Simpeng ( Sulawesi ) dan Tembagapura
(
Papua
).
o.
Emas
dan
perak
Merupakan logam mulia. Terdapat di Tembagapura, Batu hijau, Tasikmalaya, Simau, Logos,
Meulaboh.
p.
Belerang
Terdapat di kawasan Gunung Telaga Bodas ( Garut ) dan di kawah gunung berapi, seperti di Dieng
(
Jawa
Tengah
).
q.
Mangan
Terdapat di Kliripan ( Yogyakarta ), Pulau Doi ( Halmahera ) dan Karang nunggal.
r.
Terdapat
s.
Besi

baja

di

adalah

Cirebon,

besi

yang

Gunung

kandungannya

Ijen,

atau

Fosfat
Banyumas.

dan

campuran

karbonnya

Besi
rendah.

di

Mika
Maluku.

t.
Terdapat
u.
Terdapat

di

di

Pulau

Peleng,

Pegunungan

v.
Terdapat di Martapura ( Kalimantan Selatan ).

Kepulauan

Muria

Banggay

Jawa

Tengah

Tras
).
Intan

SEBARAN BARANG TAMBANG INDONESIA

proses pembentukan barang tambang

potensi dan persebaran barang tambang

eksplorasi dan eksploitasi barang tambang ramah lingkungan

pemanfaatan, efisiensi, dan reklamasi lokasi pertambangan.

Tata kelola pertambangan

I. PENGERTIAN PERTAMBANGAN
Masih ingatkah kamu tentang pelajaran Sumber Daya Alam? Sumber daya alam adalah semua
kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Nah, berdasarkan pembentukannya SDA itu dibagi lagi menjadi
2, yaitu: SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui termasuk ke barang
tambang. Di kurikulum 2013 ini, khususnya akan dibahas masalah SDA barang tambang. Yuk, kita
masuk kemateri sebaran pertambangan di Indonesia.
1.
PENGERTIAN PERTAMBANGAN
Pertambangan adalah :
Kegiatan, teknologi, dan bisnis yang berkaitan dengan industri pertambangan mulai dari
prospeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai
pemasaran.
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan
(penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi,
migas).
Pertambangan adalah salah satu jenis kegiatan yang melakukan ekstraksi mineral dan bahan
tambang lainnya dari dalam bumi. Penambangan adalah proses pengambilan material yang dapat
diekstraksi dari dalam bumi. Tambang adalah tempat terjadinya kegiatan penambangan.
Menurut UU Minerba No.4 Tahun 2009, Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan
kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi
penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan
pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.
Bedanya cukup mencolok ya. Pertambangan adalah nama benda (dalam hal ini nama
kegiatannya), tambang adalah nama tempat, dan penambangan adalah prosesnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa barang tambang adalah suatu benda/bahan hasil pertambangan
atau bahan hasil galian di suatu tempat dimana terdapat barang tambang tersebut dengan cara di
eksplorasi dahulu.
2.

JENIS-JENIS BARANG TAMBANG


Berdasarkan cara terbentuknya, sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (bahan
tambang) dapat dibedakan menjadi:

Bahan tambang magmatik, yaitu bahan tambang yang terbentuk dari magma.

Bahan tambang pematit, yaitu bahan tambang yang terbentuk di dalam diatrema dan dalam
bentukan instrusi.

Bahan tambang endapan, adalah bahan galian yang terbentuk akibat adanya proses
pengendapan.

Bahan tambang hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan tambang yang terbentuk karena
terkonsentrasinya mineral dari batuan yang melapuk.


Bahan tambang hasil metamorfosis kontak, yaitu bahan tambang yang terbentuk karena
tercampurnya magma dengan batuan lain sehingga terbentuk mineral baru.

Bahan tambang hidrotermal, yaitu resapan magma cair yang membeku di celah-celah struktur
lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relatif rendah (dibawah 500 0C).
Sedangkan secara umum, barang tambang meliputi barang tambang sumber energi, bahan
galian bijih logam, dan bahan galian batuan. Menurut Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1980, bahan
galian tambang di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga golongan meliputi:

Golongan A, atau bahan tambang strategis. Adalah bahan tambang yang hanya boleh dimiliki
oleh pemerintah. Contohnya antara lain: batubara, minyak bumi, alumunium, timah putih,
besi, dll.

Golongan B, atau bahan tambang vital. Adalah bahan tambang yang dapat menjamin hajat
hidup orang banyak. Contohnya antara lain: emas, perak, magnesium, seng, wolfram, batu
permata, seng, dll.

Golongan C, yaitu bahan tambang yang tidak termasuk ke dalam golongan A maupun B.
Contohnya adalah bahan-bahan industri.

Jenis barang tambang di Indonesia secara umum dapat dibedakan menurut wujud dan
kegunaannya.
a. Menurut Wujudnya
1. barang tambang padat, contohnya emas, perak, tembaga, bijih besi, batubara, timah, dan bauksit.
2. Menurut Kegunaannya
1) barang tambang sumber energi
Barang tambang ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan industry, jasa, perhubungan
dan rumah tangga mulai dari pemanfaatan yang paling sederhana sampai modern. Contohnya antara
lain minyak bumi, gas alam, batubara, dan uranium.
2) Barang tambang untuk industri.
Barang tambang ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industry. Contohnya
antara lain emas, perak, tembaga, bauksit, pasir kuarsa, fosfat, dan batu kapur.
3.
PROSES PEMBENTUKAN BARANG TAMBANG
1. Proses Pembentukan Minyak Bumi
Mungkin tidak ada yang menyangka sebelumnya bahwa secara alami minyak bumi yang ada saat ini
dibuat oleh alam ini bahan dasarnya dari ganggang. Ya, selain ganggang, biota-biota lain yang berupa
daun-daunan juga dapat menjadi sumber minyak bumi. Tetapi ganggang merupakan biota terpenting
dalam menghasilkan minyak. Namun dalam studi perminyakan diketahui bahwa tumbuh-tumbuhan
tingkat tinggi akan lebih banyak menghasilkan gas ketimbang menghasilkan minyak bumi. Hal ini
disebabkan karena rangkaian karbonnya juga semakin kompleks.
Setelah ganggang-ganggang ini mati, maka akan teredapkan di dasar cekungan sedimen. Keberadaan
ganggang ini bisa juga dilaut maupun di sebuah danau.
Jadi ganggang ini bisa saja ganggang air tawar, maupun ganggang air laut. Tentusaja batuan yang
mengandung karbon ini bisa batuan hasil pengendapan di danau, di delta, maupun di dasar laut.
Batuan yang mengandung banyak karbonnya ini yang disebut Source Rock (batuan Induk) yang
kaya mengandung unsur Carbon (high TOC-Total Organic Carbon).
Proses pembentukan carbon dari ganggang menjadi batuan induk ini sangat spesifik. Itulah
sebabnya tidak semua cekungan sedimen akan mengandung minyak atau gasbumi. Kalau saja carbon
ini teroksidasi maka akan terurai dan bahkan menjadi rantai carbon yang tidak mungkin dimasak.
Proses pengendapan batuan ini berlangsung terus menerus. Kalau saja daerah ini terus
tenggelam dan terus ditumpuki oleh batuan-batuan lain diatasnya, maka batuan yang mengandung
karbon ini akan terpanaskan. Tentusaja kita tahu bahwa semakin kedalam atau masuk amblas ke bumi,

akan bertambah suhunya. Ingat ada gradien geothermal? (lihat penjelasan tentang pematangan
dibawah).
Reservoir (batuan Sarang)
Ketika proses penimbunan ini berlangsung tentusaja banyak jenis batuan yang menimbunnya.
Salah satu batuan yang nantinya akan menjadi batuan reservoir atau batuan sarang. Pada prinsipnya
segala jenis batuan dapat menjadi batuan sarang, yang penting ada ruang pori-pori didalamnya.
Batuan sarang ini dapat berupa batupasir, batugamping bahkan batuan volkanik.
Proses migrasi dan pemerangkapan
Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang termatangkan ini tentu saja berupa minyak mentah.
Walaupun berupa cairan, minyak bumi yang mentah ciri fisiknya berbeda dengan air. Dalam hal ini
sifat fisik yang terpenting yaitu berat-jenis dan kekentalan. Ya, walaupun kekentalannya lebih tinggi
dari air, namun berat jenis minyak bumi ini lebih kecil. Sehingga harus mengikuti hukum Archimides.
Demikianlah juga dengan minyak yang memiliki BJ lebih rendah dari air ini akhirnya akan cenderung
bermigrasi keatas.
Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka
minyak ini akan tertangkap atau lebih sering disebut terperangkap dalam sebuah jebakan (trap).
Proses pematangan batuan induk (Source rock)
Untuk sedikit lebih canggih dalam memahami proses pembentukan migas, dongeng berikut ini
menjelaskan hanya masalah pematangannya.
Seperti disebutkan diatas bahwa pematangan source rock (batuan induk) ini karena adanya proses
pemanasan. Juga diketahui semakin dalam batuan induk akan semakin panas dan akhirnya
menghasilkan minyak. Tentunya ada donk hubungan antara kedalaman dengan pematangan ? Ya tentu
saja.
Proses pemasakan ini tergantung suhunya dan karena suhu ini tergantung dari besarnya
gradien geothermalnya maka setiap daerah tidak sama tingkat kematangannya.
Daerah yang dingin adalah daerah yang gradien geothermalnya rendah, sedangkan daerah yang panas
memiliki gradien geothermal tinggi.
Dalam gambar diatas ini terlihat bahwa minyak terbentuk pada suhu antara 50-180 derajat Celsius.
Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai bila suhunya mencapai 100 derajat Celsius.
Ketika suhu terus bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan
batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas!
Dibawah ini peta yang menunjukkan cekungan-cekungan penghasil minyak bumi di Indonesia.
Warna hijau menunjukkan cekungan yang telah menghasilkan minyak dan gas lebih besar dari 5 Boe
(Billion Oil Ekivalen) atau diatas 5 Milyar barrel migas. Kemudian antara 1-5 Milyar, warna kuning
menghasilkan 1-1000 juta barrel, dan kurang dari 10 juta barrel migas. Cekungan-cekungan penghasil
minyakbumi di Indonesia.
Cekungan-cekungan sedimen di Indonesia itu tergambar dalam gambar disebelah atas ini tidak
sama satu dengan yang lain, hal ini menunjukkan masih banyak yang belum diketemukan. Masih
memerlukan teknologi, tenaga dan pikiran serta keahlian untuk mencari dan menemukannya.
Berdasarkan umur dan letak kedalamannya, minyak bumi digolongkan menjadi 4 jenis,
pertama young-shallow, old-shallow, young-deep dan old-deep. Dari empat jenis minyak tersebut,
Minyak jenis old-deep merupakan yang paling banyak dicari (sweet) karena dapat menghasilkan
bensin (gasoline) lebih banyak dibandingkan dengan jenis lainnya.
2.
Proses Pembentukan Gas Alam
Cadangan gas bumi biasanya ditemukan bersamaan dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi,
baik dalam bentuk associated gas maupun non associated gas. Associated gas adalah gas yang
terdapat dalam suatu reservoir dan dihasilkan bersamaan dengan minyak bumi. Gas bumi ini
dihasilkan pada saat proses penyulingan minyak bumi, dinamakan Gas (LPG). adalah gas yang

dihasilkan dari cadangan gas tanpa menghasilkan minyak bumi. Setelah melalui proses pengeboran,
gas ini kemudian ditampung dan dicairkan dalam bentuk Gas (LNG).
Potensi gas bumi di Indonesia cukup baik karena cadangan gas alam yang ada di Arun
diperkirakan 10 triliun CF (Cubic Feet) dan merupakan sumber terbesar di Asia Tenggara. Sumber gas
alam Arun ditemukan pada 1991 oleh perusahaan Mobil Oil Indonesia Inc. Untuk mengeksploitasi
sumber gas alam Arun, dibangun kilang LNG Arun yang dibangun oleh Pertamina di Blang Lancang,
Lhokseumawe (NAD). Pengoperasiannya dilakukan oleh PT. Arun LNG Co (anak perusahaan
Pertamina), Mobil Oil, dan JILCO (Japan Indonesia LNG Co).
Potensi gas alam yang lebih besar dari gas alam Arun ditemukan di Kepulauan Natuna.
Cadangan gas alam yang terdapat di Natuna diperkirakan mencapai 222 triliun SCF (Standar Cubic
Feet). Hal ini akan memberikan jaminan jangka panjang terhadap kebutuhan LNG di Indonesia.
Pembuktian adanya keberadaan cadangan gas alam di Natuna telah ditanda tangani antara Pertamina
dan Esso Exploration and Production Natuna Inc. tahun 1995.
Menurut rencana, kilang LNG Natuna akan dibangun di Kepulauan Natuna, lebih kurang 225
km dari lapangan gas alam. Oleh karena potensi yang begiru besar, LNG menjadi salah satu barang
tambang yang dapat menghasilkan devisa negara. Salah satu caranya dengan diekspor ke negara lain.
Negara tujuan ekspor utama LNG adalah Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.
3.

Proses Pembentukan Batubara


Sebagian besar batubara terjadi dari tumbuh-tumbuhan tropis masa prasejarah (masa karbon).
Tubuh-tumbuhan tersebut termasuk jenis paku-pakuan. Tumbuhan itu tertimbun hingga berada dalam
lapisan-lapisan batuan sedimen yang lain. Proses pembentukan batubara disebut juga inkolen (proses
pengarangan) yang terbagi menjadi dua yaitu proses biokimia dan proses metamorfosis.
Proses bio kimia adalah proses terbentuknya batu bara yang dilakukan oleh bakteri anaerop dan sisasisa tumbuh-tumbuhan yang menjadi keras karena beratnya sendiri. Jadi tidak ada kenaikan suhu dan
tekanan.
Proses ini mengakibatkan tumbuh-tumbuhan berubah menjadi gambut (turf). Proses
metamorfosis adalah suatu proses yang terjadi karena pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi
dan berlangsung dalam waktu yang lama. Pada proses ini sudah tidak ada bakteri lagi.
Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar, terbentuk dari sisa tumbuhan purba
yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung
selama jutaan tahun. Oleh karena itu, batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. Adapun
proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan
(coalification).
Faktor tumbuhan purba yang jenisnya berbeda-beda sesuai dengan jaman geologi dan lokasi
tempat tumbuh dan berkembangnya, ditambah dengan lokasi pengendapan (sedimentasi) tumbuhan,
pengaruh tekanan batuan dan panas bumi serta perubahan geologi yang berlangsung kemudian, akan
menyebabkan terbentuknya batubara yang jenisnya bermacam-macam. Oleh karena itu, karakteristik
batubara berbeda-beda sesuai dengan lapangan batubara (coal field) dan lapisannya (coal seam).
Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period)
--dikenal sebagai zaman batu bara pertama-- yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun
yang lalu. Kualitas dari setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu
pembentukan, yang disebut sebagai 'maturitas organik'. Proses awalnya, endapan tumbuhan berubah
menjadi gambut (peat), yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda (lignite) atau disebut pula
batu bara coklat (brown coal). Batubara muda adalah batu bara dengan jenis maturitas organik rendah.
Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun, maka
batu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya
dan mengubah batubara muda menjadi batu bara sub-bituminus (sub-bituminous). Perubahan kimiawi
dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam sehingga
membentuk bituminus (bituminous) atau antrasit (anthracite). Dalam kondisi yang tepat, peningkatan
maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit. Dalam proses
pembatubaraan, maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahan konsentrasi dari setiap

unsure utama pembentuk batubara. Batubara yang berkualitas tinggi umumnya akan semakin keras
dan kompak, serta warnanya akan semakin hitam mengkilat. Selain itu, kelembabannya pun akan
berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat, sehingga kandungan energinya juga semakin
besar.
4.

POTENSI DAN PERSEBARAN BARANG TAMBANG


Perhatikanlah keadaan sekitar tempat tinggal kamu masing-masing! Adakah kegiatan
penambangan yang dilakukan oleh penduduk di sekitar tempat tinggal kamu? Kegiatan penambangan
apakah yang umumnya dilakukan oleh mereka? Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang
kaya akan bahan tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri maupun luar negeri. Aktivitas pertambangan telah menghasilkan banyak devisa bagi Indonesia.
Seberapa besarkah potensi tambang di Indonesia? Di manakah jenis dan lokasi pertambangan di
Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikanlah peta berikut ini.
Gambar persebaran barang tambang
Minyak Bumi dan Gas
Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak dipakai untuk
keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga. Saat ini telah dikembangkan sumber energi
alternatif, misalnya bioenergi dari beberapa jenis tumbuhan dan sumber energi lainnya, seperti energi
matahari, angin, dan gelombang. Namun, produksi energy dari sumber energi alternatif masih terbatas
jumlahnya.
a.

Gambar : pengeboran Minyak bumi


Gambar pertambangan
minyak bumi di pulau seram
b.

Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan
mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-unsur yang menyusunnya terutama adalah karbon,
hidrogen, dan oksigen.
Gambar batubara
Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Energi yang dihasilkan
batu bara dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak),
pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri
kimia, dan lain-lain. Cadangan batu bara Indonesia hanya 0,5% dari cadangan batu bara dunia.
Namun, dilihat dari produksinya, cadangan batu bara Indonesia merupakan yang ke-6 terbesar di
dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara dapat dijumpai di sejumlah pulau,
yaitu Kalimantan dan Sumatra. Potensi batu bara di kedua pulau tersebut sangat besar. Pertambangan
batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda),
Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).
c.
Bauksit
Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk
industri keramik, logam, kimia, dan matulergi. Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar
dengan produksi mencapai 1.262.710 ton. Sebagian dari hasil pertambangan bauksit dimanfaatkan
untuk industri dalam negeri dan sebagian lainnya diekspor. Bauksit ditambang di daerah Riau (Pulau
Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).

d.

Gambar bauksit
Pasir Besi

Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan
pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak
(Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).

Gambar pasir besi


Emas
Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM, produksi
emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Emas ditambang di Jawa Barat (Cikotok dan
Pongkor), Papua (Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam
(Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang
Lebong).
e.

Gambar tambang emas


f.

Timah
Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata, dan lain-lain.
Aktivitas penambangan timah terdapat di Sungai Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung),
dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau Karimun
Gambar tambang timah di
Bangka blitung
g.

Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam industri peralatan listrik, industri konstruksi, pesawat
terbang, kapal laut, atap, pipa ledeng, dekorasi rumah, mesin-mesin pertanian, pengatur suhu ruangan,
dan lain-lain. Aktivitas penambangan tembaga terdapat di Papua oleh PT. Freeport.
Gambar tambang tembaga di wonogiri
h. Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam. Nikel
ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi nikel adalah
Papua dan Maluku.
Gambar tambang nikel disulawesi

i.

Aspal
Aspal digunakan sebagai bahan utama untuk membuat jalan. Aspal ditambang di Pulau
Buton, Sulawesi Tenggara
Gambar tambang aspal di pulau Buton
j.
Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan baterai kering,
keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan ditambang di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan
(Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan).
k.

Belerang
Belerang banyak ditemukan di Gunung Welirang, Jawa Timur dan Gunung Patuha, Jawa Barat.

Gambar tambang Belerang


l.

Marmer
Marmer terbentuk dari proses malihan batu gamping atau batu kapur. Suhu dan tekanan bekerja
pada batu gamping karena adanya tenaga endogen atau tenaga dari dalam bumi. Marmer banyak
digunakan untuk seni pahat, patung, meja, dinding, lantai rumah, dan lain-lain. Marmer ditambang di
Tulungagung (Jawa Timur), Lampung, dan Makassar.
Gambar tambang marmer
m.

Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat dalam alkohol, kesehatan,
herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar lebih sehat. Yodium ditambang di
Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur).
5.

EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI BARANG TAMBANG RAMAH LINGKUNGAN

A.
1.

EKSPLORASI
Pengertian Eksplorasi
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia):
Eksplorasi adalah Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak
tentang keadaan, terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan;penjajakan.
Menurut situs Wikipedia berbahasa Indonesia (id.wikipedia.org): Eksplorasi adalah
tindakan atau mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya
daerah yang tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (explorasi minyak
bumi), gas alam, batu bara, mineral, gua, air, ataupun informasi.
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI):
Eksplorasi adalah kegiatan penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi,menetukan
lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk
kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukanya penambangan.
Dari ke-tiga pengertian tentang eksplorasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Eksplorasi adalah
suatu kegiatan lanjutan dari prospeksi yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mengetahui ukuran,
bentuk, posisi, kadar rata-rata dan besarnya cadangan serta studi kalayakan dari endapan bahan
galian atau mineral berharga yang telah diketemukan.
Sedangkan Studi Kelayakan adalah pengkajian mengenai aspek teknik dan prospek
ekonomis dari suatu proyek penambangan dan merupakan dasar keputusan investasi. Kajian ini
merupakan dokumen yang memenuhi syarat dan dapat diterima untuk keperluan analisa bank/lembaga
keungan lainnya dalam kaitannya dengan pelaksanaan investasi atau pembiayaan proyek. Studi ini
meliputi Pemeriksaanseluruh informasi geologi berdasarkan lkaporan eksplorasi dan factor-faktor
ekonomi, penambangan, pengolahan, pemasaran hokum/perundang-undangan, lingkungan, social
serta factor yang terkait.
2.
Tujuan Eksplorasi
Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya cebakan mineral secara
rinci, yaitu untuk mengetahui, menemukan,mengidentifikasi dan menentukan gambaran geologi dan
pemineralaran berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan mineral
untuk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara ekonomis.
3.

Tahapan Eksplorasi
Tahap Eksplorasi dilaksanakan melalui empat tahap, yakni :

Survei tinjau , yaitu kegiatan explorasi awal terdiri dari pemetaan geologi regional,
pemotretan udara,citra satelit dan metode survey tidak langsung lainnya untuk mengedintifikasi
daerah-derah anomial atau meneraliasasi yang proespektif untuk diselifdiki lebih lanjut.
Sasaran utama dari peninjauan ini adalah mengedintifikasi derah-daerah mineralisasi/cebakan
skala regional terutama hasil stud geologi regional dan analisis pengindraan jarak jauh untuk
dilakukannya pekerjaan pemboran. Lebih jelasnya, pekerjaan yang dilakukan pada tahapan ini
adalah :
1.

1.Pemetaan Geologi dan Topografi skala 1 : 25.000 samapai skala 1 : 10.000. Penyelidikan geologi
yang berkaitan dengan aspek-aspek geologi diantaranya : pemetaan geologi,parit uji, sumur uji. Pada
penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi yaitu dengan melakukan pengamatan dan
pengambilan contoh yang berkaitan dengan aspek geologi dilapangan. Adapun pengamatan yang
dilakukan meliputi : jenis litologi, mineralisasi, ubahan dan struktur pada singkapan, sedangkan
pengambilan contoh berupa batuan terpilih.
2.
Pembuatan Sumur Uji
3.
Survey geofisika : aerimagnet
4.
Hasisnya sumber daya emas hipotetik sampai tereka.
Prospeksi Umum, dilakukan untuk mempersempit dearah yang mengandung cebakan
mineral yang potensial.
Kegiatan Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan contoh awal,
misalnya puritan dan pemboran yang terbatas, study geokimia dan geofisika, yang tujuanya adalah
untuk mengidentifikasi suatu Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resources) yagn
perkiraan dan kualitasnya dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan diatas.
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap Survei Tinjau. Cakupan derah yang diselidikii
lebih keci dengan skala peta antara 1 : 50.000 sampai dengan 1 : 25.000. Data yang didapat meliputi
morfologi (topografi) dan kondisi geologi (jenis batuan/startigrafi dan struktur geollogi yang
berkembang). Pengambilan contoh pada derah prospek secara alterasi dan mineralisasi dilakukan
secara sistematis dan terperinci untuk analisa laboratorium, sehinga dapat diketahui kadar/kualitas
cebakan mineral suatu daerah yang akan dieksplorasi.

1.
2.
3.
4.
5.
4.

Exsplorasi awal, yaitu deliniasi awal dari suatu endapan yang teredintifikasi.
Exsplorasi rinci, yaitu tahap explorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam tiga dimensi
terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari dari percontohan singkapan,puritan, lubang bor,
shafts, dan terowongan.
Pada dasarnya pekerjaan yang dilakukan pada tahapan Exsplorasi adalah :
Pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5000 sampai 1 : 1000
Pengambilan contoh dan analisis contoh
Penyelidikan geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan, untuk dapat
mengetahui struktur bawah permukaan sefrta geometri cebakan mineral. Pada survey ini dilakukan
pengukuran topografi, IP, Geomangit, Geolistrik.
Pemboran Inti
Hasilnya sumber daya bijih emas terunjuk dan terukur.
Program Eksplorasi
Agar eksplorasi dapat dilaksanakan dengan efisien, ekonomis, dan tepat sasaran, maka
diperlukan perencanaan berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep dasar eksplorasi sebelum
program eksplorasi tersebut dilaksanakan.
Prinsip-prinsip konsep dasar eksplorasi tersebut antara lain:

1.
2.
3.
4.

Target eksplorasi
Jenis bahan galian (spesifikasi kulitas
Pencarian model-model geologi yang sesuai
Pemodelan eksplorasi

5.
6.
7.
8.

Mengunakan model geologi regional untuk pemilihan daerah target eksplorasi


Menentukan midel geologi local berdasarkan keadaan lapangan, dan mendeskripsikan petunjukpetunjuk geologi yang akan di mamfaatkan.
Penentuan metode metode eksplorasi yang akan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk geologi yang
diperlukan.
Selain itu, perencanaan program eksplorasi tersebut harus memenehui kaidah-kaidah dasar dan
perancangan (desain) yaitu :
Efektif ; penggunaan alat, individu, dan metode harussesuai dengan keadaan geologi endapan yang
dicari.
Efesien ; dengan menggunakan prinsip dasar ekonomi yaitu dengan biaya serendah-rendahnya untuk
memperoleh hasil yang sebesarnya-besarnya.
Cost-benifical ; hasil yang diperoleh dapat digunakan (bankable)

B.
1.

EKSPLOITASI
Pengertian Eksploitasi
Jika hasil penelitian menunjukkan volume barang tambang cukup banyak dan pengambilan
barang tambang dirasa menguntungkan, maka dapat dilaksanakan eksploitasi. Eksploitasi adalah
kegiatan pengambilan barang tambang dengan cara pengeboran dan penggalian suatu tempat yang
memiliki barang tambang. Eksploitasi atau kegiatan pertambangan dapat dilakukan dengan cara
pertambangan terbuka dan pertambangan tertutup.
a.
Pertambangan terbuka
Pertambangan terbuka adalah pengambilan barang tambang yang posisi barang tambangnya
dekat (tidak terlalu dalam) dari permukaan bumi. Pengambilan barang tambang tersebut dapat
dilakukan dengan cara membuka atau menggali lapisan bumi bagian atas sampai posisi barang
tambang siap diambil. Pada umumnya, pertambangan terbuka ini dilakukan untuk mengambil barang
tambang yang wujudnya padat seperti batubara, marmer, pasir kuarsa, batu kapur, batu granit, dan
kaolin.
b.

Pertambangan Tertutup
Pertambangan tertutup adalah pengambilan barang tambang yang posisi barang tambangnya jauh
(dalam) dari permukaan bumi. Pengambilan barang tambang tersebut dapat dilakukan dengan cara
pengeboran atau pembuatan terowongan vertical atau horizontal dibawah tanah sampai pada posisi
barang tambang yang akan diambil.
Pada umumnya, pertambangan tertutup ini dilakukan untuk mengambil barang tambang yang
wujudnya padat, cair, dan gas. Misalnya, batubara, minyak bumi, dan gas alam.
Posisi tambang minyak yang masih berada di dalam bumi ada dua macam, yaitu:
1.
Pertambangan minyak bumi di daratan (onshore)
Eksploitasi atau pertambangan minyak bumi dapat dilakukan dengan cara mengebor lapisan bumi
untuk mengambil minyak bumi mentah dari dalam tanah. Minyak bumi mentah tersebut kemudian
dipompa ke luar dan dialirkan ke tempat penimbunan minyak bumi mentah.
2.
Pertambangan minyak bumi di lepas pantai diawali dengan membangun anjungan sebagai tempat
tinggal para pekerja. Langkah berikutnya adalah pengeboran di dasar laut untuk memompa minyak
bumi. Setelah minyak bumi dapat dipompa keluar, kemudian ditampung di kapal Tanker atau
dialirkan ke daratan untuk diproses lebih lanjut.

a.
a)
b)
c)
d)
b.

Manfaat barang tambang secara umum dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang social
budaya.
Manfaat barang tambang di bidang ekonomi.
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Sebagai sumber devisa Negara
Memenuhi kebutuhan industry dalam negeri
Menggerakkan kegiatan perekonomian nasional
Manfaat barang tambang di bidang social budaya

a)
b)
c)
d)

Menyediakan berbagai lapangan pekerjaan


Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Meningkatkan pengetahuan teknologi khususnya pertambangan
Meningkatkan kredibilitas bangsa.

C.

REKLAMASI LOKASI TAMBANG


Reklamasi bekas tambang yang selanjutnya disebut reklamasi adalah usaha memperbaiki atau
memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan
usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.
(Permenhut Nomor: 146-Kpts-II-1999). Rehabilitasi hutan dan lahan adalah kegiatan yang
dimaksudkan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan
sehingga daya dukung, produktifitas, dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan
tetap terjaga. Parotta (1993) dalam Setiawan (2003) menyatakan bahwa tujuan rehabilitasi ekosistem
hutan yang m engalami degradasi ialah menyediakan, mempercepat berlangsungnya proses suksesi
alami. Selain itu juga untuk menambah produktivitas biologis, mengur angi laju erosi tanah,
menambah kesuburan tanah dan menambah kontrol biotik terhadap aliran biogeokimia dalam
ekosistem yang ditutupi tanaman. Kata reklamasi berasal dari kata to reclaim yang bermakna to
bring back to proper state, sedangkan arti umum reklamasi adalah the making of land fit for
cultivation. Membuat keadaan lahan menjadi lebih baik untuk dibudidayakan, atau membuat sesuatu
yang sudah bagus menjadi lebih bagus, sama sekali tidak mengandung implikasi pemulihan ke
kondisi asal tapi yang lebih diutamakan adalah fungsi dan asas kemanfaatan lahan. Arti demikian juga
dapat diterjemahkan sebagai kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengubah peruntukan sebuah lahan
atau mengubah kondisi sebuah lahan agar sesuai dengan keinginan manusia (Young dan Chan, 1997
dalam Nusantara et al. 2004).
Kegiatan reklamasi meliputi dua tahapan, yaitu:

Pemulihan lahan bekas tambang untuk memperbaiki lahan yang sudah terganggu ekologinya.

Mempersiapkan lahan bekas tambang yang sudah diperbaiki ekologinya untuk pemanfaatan
selanjutnya.
Sasaran akhir dari reklamasi adalah terciptanya lahan bekas tambang yang kondisinya aman,
stabil dan tidak mudah tererosi sehingga dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan peruntukkannya.
D.
1.

PEMANFAATAN BARANG TAMBANG


Pemanfaatan Sumber Daya alam

Dalam memanfaatkan sumber daya alam perlu dipertimbangkan nilai dan prinsip ekoefisiensi
(ekonomi efisiensi), artinya dengan tenaga dan biaya untuk mengolah apakah barang tambang layak
digali sehingga perlu diperhitungkan biaya penambangan, besarnya volume barang tambang, manfaat
barang tambang, dan untung ruginya dalam pertimbangan pe ngelolaan barang tambang tersebut.
Negara kita kaya akan barang tambang. Barang tambang tersebut menyebar di dalam bumi.
Meskipun sudah ditemukan tempat-tempat tambang, namun sebenarnya banyak pula tempat yang
belum diusahakan. Hal ini dapat dimaklumi karena negara kita masih perlu modal dan tenaga ahli.
Untuk mengatasi hal ini pemerintah mengundang investor asing (penanam modal asing) untuk
membantu pengem bangan pertambangan. Selain mengundang investor asing, pemerintah juga terus
melakukan pendidikan kepada tenaga-tenaga muda agar mereka dapat turut membantu pembangunan,
khususnya pertambangan agar tidak terus-menerus tergantung dengan negara lain.
Usaha pertambangan ini biasanya diawali dengan penelitian lapang an untuk mengetahui
tempat-tempat yang mengandung bahan tambang atau disebut eksplorasi. Apabila tempat bahan
tambang sudah dipastikan maka dilakukan penggalian maupun pengeboran atau disebut eksploitasi.
Usaha penambangan ini memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit
2.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi
1. Pemanfaatan Sumber Daya alam
Dalam memanfaatkan sumber daya alam perlu dipertimbangkan nilai dan prinsip ekoefisiensi
(ekonomi efisiensi), artinya dengan tenaga dan biaya untuk mengolah apakah barang tambang layak
digali sehingga perlu diperhitungkan biaya penambangan, besarnya volume barang tambang, manfaat

barang tambang, dan untung ruginya dalam pertimbangan pengelolaan barang tambang tersebut.
Negara kita kaya akan barang tambang. Barang tambang tersebut menyebar di dalam bumi. Meskipun
sudah ditemukan tempat-tempat tambang, namun sebenarnya banyak pula tempat yang belum
diusahakan.
Hal ini dapat dimaklumi karena negara kita masih perlu modal dan tenaga ahli. Untuk
mengatasi hal ini pemerintah mengundang investor asing (penanam modal asing) untuk membantu
pengem bangan pertambangan. Selain mengundang investor asing, pemerintah juga terus melakukan
pendidikan kepada tenaga-tenaga muda agar mereka dapat turut membantu pembangunan, khususnya
pertambangan agar tidak terus-menerus tergantung dengan negara lain.
Usaha pertambangan ini biasanya diawali dengan penelitian lapangan untuk mengetahui
tempat-tempat yang mengandung bahan tambang atau disebut eksplorasi. Apabila tempat bahan
tambang sudah dipastikan maka dilakukan penggalian maupun pengeboran atau disebut eksploitasi.
Usaha penambangan ini memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.
2. Pengelolaan Bahan Tambang Berdasarkan Kegunaannya dan Pemanfaatannya

1)
a)
b)
c)

2)
3)

4)

5)

6)

Usaha pertambangan tentu saja tidak boleh dilakukan sembarangan mengingat ada bahan-bahan
tambang yang tidak dapat diperbarui, maksudnya bahan tambang tersebut akan habis apabila diambil
sekali dan dalam jumlah yang besar.
Berdasarkan kegunaannya, bahan tambang dapat dibagi menjadi pertambangan bijih, energi,
dan mineral.
a. Pertambangan Bijih/Logam
Pertambangan ini meliputi bijih besi, bauksit, timah, nikel, tembaga, emas, dan perak.
Bijih Besi
Beberapa macam bijih besi antara lain sebagai berikut.
Bijih besi lateritik terdapat di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi
Tenggara.
Bijih besi magnetik hematit terdapat di Kalimantan Tengah.
Bijih besi titan terdapat di Pantai Cilacap, Pantai Pelabuhan Ratu, Lampung, Sumatera Selatan,
Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Setelah digali dan disemprot de ngan air, akan
dihasilkan konsentrat besi. Pabrik pelebur besi baja Indonesia terdapat di Cilegon, yaitu PT Krakatau
Steel.
Bauksit (Biji Aluminium)
Bauksit merupakan mineral yang ringan, kuat, dan tidak berkarat. Tambang bauksit dihasilkan
di Kepulauan Riau, Pulau Bintan, Pulau Bintang, dan Singkawang.
Timah
Timah termasuk salah satu hasil mineral yang terpenting di Indonesia. Manfaat timah, yaitu
untuk kaleng, patri, huruf cetak, tube, kertas timah, dan lain-lain. Tambang timah terdapat di pulau
Singkep, Bangka, Belitung, dan lepas pantai di sekitarnya. Hasil tambang timah di darat disebut timah
primer, sedangkan yang di lepas pantai disebut timah sekunder. Di Indonesia banyak dihasilkan timah
sekunder dan menjadi pabrik peleburan timah terbesar ketiga setelah Bolivia dan Malaysia.
Nikel
Biji nikel terdapat dalam tanah hasil pelapukan peridotit atau serpentit. Daerah-daerah
pertambangan nikel di Indonesia antara lain Pulau Mantang di Teluk Bone, Pulau Halmahera, Pulau
Gag di Irian Jaya, di sekitar Kolaka (Sulawesi Tenggara) berpusat di Ponalo, dan Pegunungan Verbeek
berpusat di Soroako.
Seng
Terdapat di beberapa daerah Indonesia, antara lain Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera
Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Pengolahan
seng menjadi seng lembaran dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta di kota-kota besar.
Intan
Tambang intan terdapat di Kalimantan Selatan, terletak di sekitar Sungai Kusan dan Riam
Kanan Kiri. Penggalian dipusatkan di Simpangempat (dekat Martapura) oleh PN Aneka Tambang. Di
samping itu, rakyat juga melaksanakan penggalian dengan cara mendulang. Pendulangan intan oleh

7)

8)

a)
b)
c)
d)
e)
f)

a)
b)

3.

rakyat yang terkenal di Cempaka I (dekat Banjar Baru). Kota Martapura merupakan tempat
penggosokan intan yang terkenal di Indonesia.
Tembaga
Tembaga terdapat di Cikotok (Banten Selatan), Songkarapi (Sulawesi Selatan), dan Kompara
(Irian Jaya). Tembaga yang sudah ditambang baru terdapat di Irian Jaya, diusahakan dengan modal
Jepang dan Amerika. Bijih tembaga tersebut diolah di pabrik (di Kota Tembagapura) yang didirikan
pada ketinggian 2.600 m dan menghasilkan konsentrat dengan kadar 26%. Konsentrat itu diangkut ke
pelabuhan dekat muara Sungai Tipuka dengan saluran pipa yang panjangnya 100 km. Tembaga
banyak diekspor ke Jepang.
Emas dan Perak
Tambang emas dan perak terdapat di Rejang Lebong (Bengkulu) dan Banten Selatan (Jawa
Barat). Penambangannya dilakukan oleh PN Aneka Tambang di Cikotok, kemudian diangkut ke
Jakarta, dan diolah oleh PN Logam Mulia menjadi emas/perak batang.
b. Pertambangan yang Menghasilkan Energi
Pertambangan ini terdapat pada minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
1) Minyak Bumi
Minyak bumi menurut Sujiran Resosudarmo terjadi dari plankton atau mikroorganisme yang
tertimbun berjuta-juta tahun di dasar laut. Hal ini terjadi karena penguraian secara kimia yang tidak
sempurna. Mikro organisme yang banyak mengandung lemak berubah menjadi lumpur busuk yang
berada di antara lapisan pasir dan tanah kedap yang disebut sapropelium. Akibat tekanan yang
semakin besar dan temperatur yang semakin tinggi maka sapropelium berubah menjadi minyak bumi.
Pertambangan minyak bumi di Indonesia ditangani oleh Pertamina, yang dalam kegiatan eksplorasi
dan eksploitasinya meng adakan perjanjian kerja sama bagi hasil dengan sejumlah besar perusahaan
asing.
Daerah-daerah minyak bumi di Indonesia antara lain sebagai berikut.
Jawa: daerah Delta Sungai Brantas, Cepu, dan Jatibarang, pabrik penyulingan di Wonokromo dan
Cepu.
Sumatera: terdapat di Peureulak - Langkat, Dataran Riau (sekitar Pekanbaru), Jambi, dan
Palembang, pabrik penyulingannya di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju, dan Sungai Gerong.
Kalimantan: terdapat di Pulau Bunyu dan Tarakan, sekitar Sungai Mahakam, pabrik penyulingannya
di Balikpapan.
Maluku/Seram: di Bula.
Irian Jaya: terdapat di Sorong dan Babo.
Lepas pantai: lepas pantai sebelah timur Balikpapan (Ataka), lepas pantai Aceh Timur, Laut Jawa
(Shinta dan Arjuna), dan lepas pantai Sumatera bagian tenggara (Zeida dan Cita).
2) Gas Alam
Gas alam dapat ditemukan bersama-sama dengan minyak bumi. Gas alam didapatkan di
lapangan minyak Arun (Aceh), Badak (di Bontang, Kalimantan Timur), dan di Kepulauan Natuna.
Sesudah dicairkan disebut LPG (Liquid Petroleum Gas) dan LNG (Liquid Natural Gas) yang
kemudian diekspor ke Jepang, USA, dan Singapura
3) Batu Bara
Batu bara Indonesia menurut Sujiran Resosudarmo terbentuk pada zaman tertier. Batu bara
terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun. Semakin tua
umur batu bara kadar bakarnya juga semakin tinggi. Batu bara yang terbentuk pada zaman karbon
merupakan batu bara yang bermutu tinggi, sedangkan yang terbentuk pada zaman tertier mutunya
kurang baik dan disebut batu bara muda.
Daerah-daerah pertambangan batu bara di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
Pertambangan Bukit Asam (Sumatera Selatan), di sepanjang Sungai Lematang, Pusatnya Tanjung
Enim.
Pertambangan Umbilin (Sumatera Barat) dengan pusatnya di Sawahlunto. Cadangan batu bara
ditemukan pula di Sungai Berau (Kali man tan Timur), Pulau Laut, Lampung, dan muara Bungo
(Jambi).
Jenis-jenis dan Proses Pemanfaatan Barang Tambang

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.
u.
v.
w.
x.
y.

Bahan tambang dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun


pemanfaatannya antara lain sebagai berikut.
Besi dapat digunakan untuk membuat jembatan, jalan kereta api, kons truksi bangunan, dan industri
mobil.
Aluminium merupakan logam yang ringan dan kuat yang digunakan untuk membuat badan pesawat
terbang, kapal laut, alat dapur, perkakas rumah tangga, uang logam, dan sebagainya.
Timah digunakan sebagai bahan untuk membuat kaleng, tube, bahan pelapis besi agar tidak berkarat
dan untuk patri. Logam ini sangat lunak sehingga dapat dibuat sangat tipis hampir serupa dengan
kertas. Kertas timah dipakai untuk pembungkus rokok dan permen.
Nikel untuk bahan campuran dalam industri besi baja agar kuat dan tahan karat.
Tembaga untuk bahan kabel dan industri barang-barang perunggu dan kuningan.
Emas dan perak untuk bahan perhiasan.
Seng dan Plumbum untuk atap rumah dan industri rumah tangga.
Intan sebagai bahan perhiasan dan pemotong kaca.
Minyak bumi untuk penerangan rumah, tenaga penggerak mesin pabrik, untuk bahan bakar
kendaraan bermotor.
Gas alam untuk bahan bakar rumah tangga dan industri.
Batu bara sebagai bahan bakar pemberi tenaga dan bahan mentah untuk cat, obat-obatan, wangiwangian, dan bahan peledak.
Batu gamping dan batu kapur banyak digunakan untuk bahan bangunan, bahan utama pembuatan
semen dan bahan ikutan pada peleburan bijih besi. Kapur juga berguna untuk pupuk bagi tanah yang
kekurangan zat kapur. Tanah semacam ini banyak dijumpai di daerah bekas rawa.
Yodium untuk campuran obat penyakit gondok.
Belerang untuk campuran obat penyakit kulit.
Fosfat digunakan untuk bahan bakar industri pupuk.
Tanah liat merupakan bahan dasar untuk pembuatan batu bata dan gerabah.
Kaolin sebagai bahan pembuat porselin dan keramik.
Pasir kuarsa merupakan bahan untuk membuat kaca, gelas, dan piring.
Batu granit untuk bahan bangunan.
Platina (emas putih) untuk perhiasan.
Wolfram untuk industri listrik.
Tras untuk bahan semen.
Batu pualam (marmer) untuk lantai dan pelapis baja.
Batu gips untuk industri kecil dan untuk membuat alat peraga bidang kedokteran.
Asbes berguna untuk industri bangunan (atap rumah).
4. Peranan Tambang Dalam Pembangunan Indonesia
Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya raya akan bahan tambang. Bahan tambang di
Indonesia ditemukan di darat dan di laut. Untuk mendapatkan serta mengolah bahan tambang tersebut
diperlukan banyak modal, tenaga ahli, dan teknologi tinggi. Pemerintah menghimpun kesemuanya ini
dari dalam maupun dari luar negeri.
Peranan barang tambang dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia sebagai berikut.

a.
b.
c.
d.

Mengurangi pengangguran karena usaha ini dapat menyerap tenaga kerja.


Menambah pendapatan negara karena bahan tersebut dapat di ekspor ke luar negeri.
Memajukan industri dalam negeri.
Memajukan bidang transportasi dan komunikasi di Indonesia.
E. TATA KELOLA PERTAMBANGAN INDONESIA
Aturan pelaksana UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,
pengembangan sistem data dan informasi, pelaksanaan pengawasan dan pengoptimalan penerimaan
negara.
Dasar kebijakan publik di bidang pertambangan adalah UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang
menyatakan bahwa: bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Dalam era desentralisasi saat ini maka kegiatan pertambangan tidak terpisahkan lagi dengan

pengambilan kebijakan di tingkat daerah sehingga:


Pertama. Pemerintah pusat hendaknya memberikan kewenangan yang lebih besar kepada
daerah untuk mengelola kegiatan pertambangan yang melibatkan sebanyak mungkin peran serta
masyarakat lokal.
Kedua. Apabila risikonya tidak besar serta teknologinya dikuasai dan permasalahannya hanya
modal, maka dana dapat dikumpulkan melalui beberapa cara, yaitu:
a.
Sebagian pendapatan pemerintah dari sektor pertambangan umum yang sudah memberikan
keuntungan banyak (misal: batu bara). Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk eksplorasi dan
investasi pada sektor-sektor pertambangan lainnya.
b.
Membentuk Badan Usaha Milik Daerah yang bertugas mengelola kekayaan mineral di daerah
tersebut seoptimal mungkin dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan.
c.
Aspek lingkungan baik fisik maupun sosial harus dipertimbangkan dalam setiap kontrak
pertambangan dan pengusaha pertambangan harus menyediakan biaya untuk mengatasi permasalahan
lingkungan tersebut.
Ketiga, Menurut ahli ekonomi Kaldor dan Hicks suatu tindakan dikatakan bermanfaat apabila
golongan yang memperoleh manfaat dari usahanya dapat memberi kompensasi bagi golongan yang
menderita kerugian akibat usaha tersebut sehingga posisi golongan kedua tersebut paling jelek sama
seperti sebelum adanya usaha tersebut dan golongan pertama masih untung. Golongan kedua tersebut
dapat berupa alam maupun masyarakat. Jadi, tidak adil bila ada suatu usaha yang kemudian
menyebabkan lingkungan menjadi lebih rusak atau masyarakat menjadi lebih menderita dibandingkan
keadaan sebelum adanya usaha tersebut. Peran pemerintah daerah akan menjadi lebih besar dalam
penanganan dampak lingkungan pertambangan ini, sehingga penguatan institusi di tataran lokal akan
menjadi semakin signifikan.
Keempat, sumberdaya alam sebagai sumber untuk kegiatan pertambangan dan energi
dimanfaatkan dari sistem ekologi oleh karena itu syarat mendasar yang harus dipatuhi adalah tidak
melanggar daya dukung ekosistem. Untuk dapat memanfaatkan sebanyak-banyakinya sumber daya
alam yang terkandung di bumi Indonesia, konsep eko-efisiensi harus menjadi acuan utama yaitu
memanfaatkan sebanyak-banyaknya dan membuang atau memboroskan sesedikit mungkin yang juga
berarti meminimumkan limbah. Dapat disimpulkan bahwa eko-efisiensi sekaligus akan meningkatkan
efisiensi ekonomi. Untuk itu ekonomi lingkungan perlu diperhitungkan dalam setiap aktifitas
pertambangan.
Pendekatan Kemitraan
Tantangan masa depan yang dihadapi bangsa Indonesia termasuk sektor pertambangan harus
dihadapi bersama melalui pendekatan kemitraan (partnership) yang berdasarkan hubungan yang fair
dan equitable, artinya pemerataan tanggung jawab dan tugas.