Anda di halaman 1dari 8

EKONOMI MANAJERIAL

( Estimasi Biaya )

Disusun oleh:
Nama

: Nengah Mertapa

Nim

: 13810331180418

No. Absen : 24
Kelas

: Manajemen (G)

Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen


Universitas Mahasaraswati
Denpasar

ESTIMASI BIAYA
A.Masalah data dan pengukuran estimasi biaya jangka
pendek
Penggunaan konsep biaya relevan untuk pengambilan keputusan penentuan
tingkat output dan harga secara tepat membutuhkan suatu pemahaman
mengenai hubungna antara biaya dengan output dari suatu perusahaan, atau
dengan kata lain fungsi biayannya. Fungsi biaya ini tergantung pada: Fungsi
Produksi dari perusahaan dan fungsi penawaran pasar dari input-input yang
digunakan perusahaan tersebut. Fungsi produksi menunjukan hubungan teknis
antara kombinasi-kombinasi penggunaan input dengan tingkat outputnya dan
hal tesebut jika dikombinasikan dengan harga-harga input akan menghasilkan
fungsi biaya.

Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan

keputusan manajerial yaitu fungsi biaya jangka pendek, yang digunakan


terutama sekali dalam pembuatan keputusan operasional sehari-hari dan fungsi
biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka
panajang.
Penaksiran dan peramalan biaya untuk pengambilan keputusan
merupakan usaha untuk menemukan bentuk dan posisi kurva-kurva biaya dari
suatu perusahaan. Pemahaman terhadap fungsi biaya jangka pendek akan
membantu para pembuat keputusan untuk menilai optimalisasi tingkat output
sekarang

dan

memecahkan

masalah

pengambilan

keputusan

dengan

menggunakan analisa kontribusi. Dalam jangka pendek, beberapa pos biaya


tetap dapat mengalami kenaikan, karena seringkali fasilitas-fasilitas produksi
yang ada mengalami kendala untuk mencapai kapasitas produksinya secara
penuh sehingga fasilitas-fasiltas tersebut perlu ditambah. Dalam pembuatan
keputusan jangka pendek, konsep biaya inkramental memiliki peranan yang
sangat penting yang mencakup biaya variabel dan perubahan biaya tetap.
Dalam penaksiran biaya jangka pendek dapat dilakukan dengan 3 metode,
yaitu :
1.

Ekstrapolasi Sederhana

Metode Ekstrapolasi Sederhana merupakan metode penaksiran biaya


yang paling sederhana yaitu dengan cara mengekstrapolasikan tingkat
biaya marginal atau biaya variabel rata-rata saat ini (ke belakang atau ke
depan) pada tingkat-tingkat output lainnya.

Perusahaan-perusahaan

seringkali menganggap bahwa biaya marginal atau biaya variabel rata-rata


mereka adalah konstan pada kisaran tingkat output tertentu yang
berdekatan dengan dengan tingkat output yang dicapai sekarang. Ini berarti
bahwa input-input variabel menghasikan returns yang konstan, dan oleh
karena itu tidak ada keadaan increasing returns atau diminishing returns
dalam proses produksi jangka pendek. Jika keadaan efisiensi yang konstan
ini benar-benar terjadi di dalam proses produksi maka metode ekstrapolasi
sederhana merupakan metode yang cukup tepat untuk menaksir Biaya.
2. Analisis Gradien
Oleh karena tingkat output selalu berfluktuasi dari waktu kewaktu,
maka kita harus mampu menemukan dua observasi data biaya/output atau
lebih. Dan dengan dua observasi atau lebih kita dapat melakukan analisis
gradien.
Gradien kurva TC (Total Cost) diartikan sebagai tingkat perubahan TC
pada interval output tertentu. Gradien berarti slope dan gradien dari TC ini
dapat dihitung dengan cara membagi perubahan TC dengan perubahan
tingkat output seperti tampak dalam persamaan berikut :
Gradien =
Gradien TC atau TVC tidak sama dengan MC karena MC menunjukkan
perubahan TC yang hanya diakibatkan oleh perubahan satu unit output.
Padahal dalam praktek, output cenderung berubah dengan loncatan yang
tidak teratur sehingga harus dihitung gradien dengan interval-interval yang
lebih besar dari satu unit. Gradien ini menghasilkan penaksir MC pada
suatu kisaran tingkat output tertentu.
Analisis Gradien dengan beberapa Observasi atau Observasi yang lebih
banyak maka hasil penaksiran kurva TVC,AVC dan MC akan menjadi
lebih tepat.

3. Analisis Regresi dengan Data Runtut Waktu


Jika jumlah observasi data biaya output yang lebih banyak, maka kita
dapat menggunakan metode ini untuk menaksir hubungan antara biaya
dengan suatu tingkat output tertentu sehingga diperoleh suatu penaksir
MC. Namun, penggunaan metode ini terkadang menimbulkan masalah
yakni jika selama periode observasi beberapa faktor mengalami perubahan
maka hasil dari analisis regresi akan menjadi kurang dapat dipercaya. Dan
untukl menghindarinya data biaya harus dideflasi dengan sebuah indeks
yang tepat dan unsur waktu harus dimasukkan sebagai variabel bebas
dalam persamaan regresi yang akan kita estimasi.
B. Bentuk bentuk Fungsi Biaya Jangka Pendek dan Metode Perhitungan
Biaya Total
Biaya Tetap Total
Biaya Variabel Total
TC = TFC + TVC

(Total Cost) = TC = f(Q)


(Total Fixed Cost) = TFC
(Total Variable Cost) = TVC

Biaya Total Rata-Rata


(Average Total Cost) = ATC = TC/Q
Biaya Tetap Rata-Rata
(Average Fixed Cost) = AFC = TFC/Q
Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variable Cost) = AVC = TVC/Q
ATC = AFC + AVC
Biaya Marjinal
(Marginal Cost) = TC/Q = TVC/Q
(Tabel.1 )

Q
0
1
2
3
4
5

TFC
$60
60
60
60
60
60

TVC
$0
20
30
45
80
135

TC
$60
80
90
105
140
195

AFC
$60
30
20
15
12

AVC
$20
15
15
20
27

ATC
$80
45
35
35
39

MC
$20
10
15
35
55

Grafik 1

C. Mengestimasi Biaya Jangka Panjang dengan Analisis Regresi Data Silang


Penaksiran biaya jangka panjang merupakan usaha untuk menemukan
ukuran pabrik yang berbeda-beda pada titik waktu tertentu, maka kita tidak
dapat menggunakan observasi data runtut waktu untuk mendapatkan taksiran
fungsi biaya jangka panjang. Namun kita dapat menggunakan analisis regresi
untuk menganalisis observasi dari berbagai pabrik pada suatu periode waktu
tertentu.
Oleh karena itu kita perlu mengumpulkan pasangan-pasangan observasi data
yang menghubungkan tingkat output dengan biaya total untuk mendapatkan

tingkat output tersebut untuk tiap pabrik, pada periode tertentu. Yang harus
diperhatikan adalah bahwa pengukuran tingkat output aktual harus sesuai
denga tingkat biaya aktual untuk menghasilkan tingkat output tersebut untuk
setiap pabrik yang diteliti.Spesifikasi bentuk persamaan fungsional untuk
penaksiran biaya jangka panjang ini juga menghadapi permasalahan yang sama
seperti pada penaksiran biaya jangka pendek. Kita harus memilih bentuk
fungsional yang paling cocok dengan observasi data biaya dan tingkat output
dari setiap pabrik.
Ada dua masalah pokok dalam penggunaan data seksi silang ini bagi
penaksiran kurva biaya rata-rata jangka panjang. Masalah pertama adalah
masalah yang timbul karena observasi yang dikumpulkan sama sekali bukan
merupakan titik-titik pada kurva biaya rata-rata jangka panjang. Misalkan ada
lima pabrik

(Tabel 2) yang diteliti di mana tingkat output dan biaya

ditunjukkan pada tabel dibawah ini. Pada mulanya tampak terjadi economies of
plant size dan kemudian terjadi diseconomies of plant size pada pabrik
keempat dan kelima yang terbesar. Hal tersebut ditunjukkan pada AC yang
menurun tapi kemudian naik ketika menghadapi pabrik yang lebih besar.
Tabel.2
Taksiran Kurva LRAC dengan Data Seksi Silang
Pabrik

Outpu
(Q)

Total Cost
(Rp)

Average Cost
(Rp/Q)

1
2
3
4
5

1.500
3.500
6.150
8.750
11.100

7.350,12.600,18.143,26.688,43.290,-

4,90
3,60
2,95
3,05
3,90

Masalah kedua yang ditimbulkan data seksi silang ini adalah bahwa banyak
pabrik yang tidak dapat beroperasi pada tingkat harga dan produktivitas faktor
produksi yang sama. Jika pabrik-pabrik tersebut beroperasi di lingkungan
geografis, politis dansosio-ekonomis yang berbeda, maka baik harga maupun
produktivitas faktor produksi akan berbeda-beda pada pabrik-pabrik tersebut. Jika
hal ini terjadi, maka analisis regresi akan menunjukkan economies atau
diseconomies of plant size dimana perbedaan biaya secara aktual ditentukan oleh

perbedaan harga dan produktivitas faktor produksi. Penaksiran kurva LRAC


berasumsi bahwa semua ukuran pabrik yang ditunjukkan adalah dari tahun yang
sama dan karena itu memiliki tekhnologi yang sama. Sebagian dari perbedaanperbedaan dalam produktivitas tenaga kerja cenderung terjadi pada data biayaoutput seksi silang disebabkan oleh perbedaan tahun pembuatan dari pabrikpabrik yang diteliti, yaitu dari pabrik yang baru sampai pabrik yang lama dengan
efisiensi yang minimal. Analisis regresi dengan data seksi silang untuk tahun yang
berbeda cenderung memberikan hasil yang tidak akurat maka harus dihindarkan.
Hasil berbagai Studi tentang fungsi biaya jangka panjang dari berbagai
perusahaan telah dilakukan, dari studi-studi menunjukan bahwa kurva LRAC
yang berbentuk U tidak sebanyak yang berbentuk L ini berarti bahwa economies
of plant size terjadi pada tingkat output yang relatif rendah, kemudian diikuti oleh
suatu kisaran constant returns to plant size tanpa adanya kecendrungan bagi biaya
perunit untuk naik pada tingkat output yang lebih tinggi
D. KASUS/LATIHAN SOAL
PT Agus sejahtera adalah perusahaan yang menjual tempat tidur yang
mempunyai harga dan biaya sebagai berikut:
Harga $10 per unit, Biaya Tetap = $100, Biaya rata-rata = $ 6 per unit
a. Tentukan tingkat output agar perusahaan bisa balik modal.
b. Jika perusahaan ingin menargetkan keuntungan sebesar $ 500.
Berapakah tingkat outputnya? Buktikan!
Jawab:
P = $ 10

FC = $ 100

VC = $ 6

a. Agar bisa balik modal TR=TC


(P) (QB) = TFC + (VC) (QB)
(P) (QB) - (VC) (QB) = TFC
(QB) (P - VC ) = TFC
QB = TFC / P - VC
= 100 / (10 - 6)
= 100 / 4
agar perusahaan balik modal output yang dihasilkan = 25

Pembuktian :
TR = P x Q

10 x 25

= 250
TC = TFC + VC(Q)

= 100 + 6 (25)

= 250
= TR TC

= 250 - 250

=0
b. Jika target keuntungan $ 500
Q = (TFC + ) / P VC

= (100 + 500) / (10 - 6)

= 600 / 4
= 150
Pembuktian :
TR = P x Q
= 10 x 150
= 1500
TC = TFC + VC(Q)
= 100 + 6 (150)
= 1000
= TR - TC
= 1500 - 100
= 500

Daftar Pustaka :
Arsyad, Lincolin. 2008. Ekonomi Manajerial. Edisi Ke 4. Yogyakarta : BPFE