Anda di halaman 1dari 5

Jumat, 04 Mei 2007

EPPS
(EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE)
Disusun oleh Edward, mengambil needs dari Murray yang
berjumlah 30 needs, tetapi Edward hanya mengambil 15 needs saja.
EPPS dituangkan dalam bentuk Forced Choice Technique
(FCT) yang merupakan cerminan kehidupan sehari-hari dimana
testee dipaksa u/ memilih sesuatu dan secara implisit berarti
menolak yg lain, tp pilihan yg sm akn muncul lg di item berikutnya
FCT biasanya dipakai dalam bentuk :
o Alternatif Method, dalam bentuk YA atau TIDAK, testee
lebih dipaksa untuk memilih
o Multiple Choice (ada beberapa pilihan)
EPPS Tes kepribadian yg bersifat verbal dan memakai FCT
yang sifatnya memilih, testee diantarkan pada pilihan
A atau B.
Edward mengalami kesulitan dalam membuat pertanyaan2 yang
bebas dari Social Desirability (sesuatu yg diinginkan oleh
lingkungan sosial), krn manusia tdk bs lepas dr pengaruh
lingkungan, sehingga selalu dihadapkan pada konflik2 tertentu :
o Approach approach
o Approach avoidance
o Avoidance avoidance
Tetapi konflik tidak selalu harus menimbulkan ketegangan karena
mungkin ada yg sudah diatur oleh kultur serta sudah merupakan
kebiasaan-kebiasaan, dsb.
Dari 15 needs itu dapat dibagi menjadi :
o Sikap kerja
o Sikap sosial
o Sikap diri

MACAM2 NEEDS DALAM EPPS


1. Achievement, yaitu suatu keinginan untuk berbuat sebaik mungkin

untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dan menarik


2. Deference, yaitu keinginan untuk menyuruh orang lain membuat

keputusan bagi dirinya sendiri atau keinginan untuk menyesuaikan


diri dengan apa yang diharapkan oleh orang lain.
3. Order, yaitu keinginan untuk berbuat secara teratur dan rapi dalam

mengerjakan sesuatu
4. Exhibition, yaitu keinginan untuk menjadi pusat perhatian orang

lain, keinginan untuk menonjolkan diri, keinginan untuk tampil


5. Autonomy, yaitu keinginan untuk membuat keputusan bagi dirinya

sendiri dan menghindari campur tangan dari orang lain


6. Affiliation, yaitu keinginan untuk berhubungan dengan orang lain,

bekerja sama dan berbaik hati dengan orang lain


7. Intraception, yaitu keinginan untuk memahami dan mengerti

perasaan orang lain


8. Succarance, yaitu keinginan untuk menerima bantuan dan

dukungan dari orang lain


9. Dominance, yaitu keinginan untuk mempengaruhi, mengatasi dan

memerintah orang lain


10. Abacement, yaitu keinginan untuk merasa bersalah, merasa takut

dan ada perasaan rendah diri


11. Nurturance, yaitu keinginan untuk menolong, membantu dan

selalu mendukung orang lain yang berada dalam kesulitan

12. Change, yaitu keinginan untuk berubah atau tidak ingin berada
dalam kondisi tetap
13. Endurance, yaitu keinginan untuk tekun, bertahan lama dan tidak
mau diganggu
14. Heteroseksual, yaitu keinginan untuk berhubungan dengan lawan
jenis secara aktif
15. Aggresion, yaitu keinginan untuk menyerang atau mengalahkan
pendapat atau keinginan-keinginan orang lain

CARA SKORING EPPS


1. Periksa jangan sampai ada item yang terlewati atau tidak
dilingkari.
Ada satu toleransi bagi korektor, apabila yang terlewati kurang
dari 3, korektor bisa mengisinya sendiri dengan cara toss, kalau
terlalu banyak yang tidak diisi maka hasil tes tsb tidak valid lagi
2. Buatlah garis diagonal merah, melalui :
No. 1, 7, 13, 19, 25
No. 101, 107, 113, 119, 125
No. 201, 207, 213, 219, 225
3. Buatlah garis diagonal biru, melalui :
No. 26, 32, 38, 44, 50
No. 51, 57, 63, 69, 75
No. 151, 157, 163, 169, 175
4. Menghitung :
Disebelah kanan ada kolom yang bertuliskan :
n (need)
r (row)
c (coloumn)
s (sum)
5. Mengisi Consistency (Con)
Bandingkan jawaban A / B yang terkena garis merah dan
biru, bila sama maka di kotak bawah diberi tanda ( )
(A yang kena merah dan biru, B juga demikian)

Bila hanya salah satu yang kena, kotak di bawah


dikosongkan saja
Kemudian jumlahkan brp buah kotak yg diberi tanda ( ),
lalu jumlahnya dituliskan di kolom con, jumlah con
maksimal 15 dan minimal 10, artinya jika jumlah con
dibawah 10 berarti responden tidak konsisten dalam
mengisi tes EPPS tersebut
Dalam tes EPPS ini ada satu norma yang dibedakan oleh
gender, diantaranya adalah agresi dan heteroseksual
Sikap Kerja : END, CHG, ACH, ORD, AUT
II
AFF
II
Sikap Sosial : INT, DEF, NUR, SUC, DOM
II
ABA
II
Sikap diri
:
EXH, HET, AGG

= Normal
+
= Wajar
++
= Sudah dekat
+++ / --- = Kecendrungan pathologis
-= Mantap tp ga muncul