Anda di halaman 1dari 6

Sebelum kita jauh melangkah berbicara tentang bagaimana teori ini bisa muncul,

sebaiknya kita mengenal siapa saja tokoh yang mempunyai peran aktif serta
mempelopori teori ini.

Terdapat beberapa tokoh besar lahirnya teori big five personality yaitu :

Lewis R. Goldberg
Adalah seorang psikologis kepribadaian dari amerika dan seorang emeritus di
universitas Oregon yang sangat erat kaitanya dengan teori big five taksonomi
kepribadian. Pada tahun 1853 dia menerima gelar A.B dengan hubungan social dengan
universitas Harvard. Dia mendapatkan gelar Ph.D dari psikologi di universitas Michigan
pada tahun 1958. Setelah menerima gelar dokternya, dia menjadi asisten profesar di
universitas Stanford. Sejak 1960 dia mengajar di universitas Oregon dimana dia
menjadi professor emiratus. Dan Goldberg sudah menerbitkan lebih dari 100 artikel
kepribadian. Menurut Goldberg manusia dibedakan kepada karakter-karakter serta
kepribadian yang dipunyai oleh setiap individu masing-masing memiliki cirri tersendiri,
sikap, dan pola berfikir tersendiri yang banyak di pengaruhi oleh factor lingkungan
mereka di besarkan dan pendidikan yang mereka peroleh.

Paul T. Costa, Jr
Paul lahir di Franklin New Hasamshire pada 28 april tahun 1942. Dia dan Robert
McCrae mulai berkolaborasi pada tahun 1976. Dia menerima gelar sarjana psikologinya
dari universitas clark dan gelar dokter di di human development universitas chikago.
Stelah posisi akademiknya di Harvard dan universitas massachusettes di boston
kemudian bergabung dengan NIA untuk meresmikan strees dan coping section. Dari
tahun 1985 sampai 2009 ia adlah kepala laboratorium kepribadian dan kognisi minat
penelitiannya adalah penelitian kepribadian, Penyakit Alzheimer termasuk
pengembangan dewasa.

Robert R.McCrae.
McCrae lahir Meryvelle, missori pada tahun 1949, anak bungsu dari 3 bersaudara ini
adalah seorng psikolog kepribadian yang melakukan penelitian penuh deprogram
intramural dan national institute on aging. Minat dan penelitiannya termasuk struktur
kepribadian, penelitian dan umur pengembangan, pengaruh cirri kepribadian terhadap
kesehatan mental dan kesejahtraan. Dia menerima gelar BA dalam bidang kepribadian
dari universitas boston.

Gordon Allport
Allport adalah salah seorang anak dari empat bersaudara, seorang dokter yang lahir di
Indiana pada tahun 1887, namunn di besarkan di cleveran dimana dia mendapat
pendidikan awal di sekolah-sekolah negeri. Ia menyelesaikan pelajaran undergratude-
nya di universitas Harvard . dia mendapat gelar sarjana muda pada tahun 1919 dengan
mayor ekonomi dan filsafat. Satu tahun mengajar bidang sosiologi dan bahasa inggris
dia kembali ke Harvard untuk menyelesaikan gelar PD.h dalam bidang psikologi di
tahun 1922.slama satu decadeia menjadi salah seorang juru tafsir jerman di amerika.
Kepribadian menurut allport adaalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik
dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik dalam menyesuaikan
diri dengan lingkungannya.

Raymond Bernard Cattell


Cattell lahir di kota Staffordshire, inggris pada tahun 1905 dan merupakan anak ke-2
dari tiga bersaudara. Pada usia 16 tahun cattel melanjutkan pendidikannya di
universitas of London, mengambil jurusan fisika dan kimia. Namun cattel yang sejak
lama tertarik mengenai dunia social merasa juurusan yang di jalaninya saat itu tidak
mampu menyelesaikan masalah social. Cattel pun memutuskan untuk melanjutkan
pendidikannya di fakultas Human mind di jurusan psikologi pada universitas yang
sama. Dia meraihgelar sarjananya pada tahun 1929, dan berkerja sama dengan psikolog
dan ahli statistik ternama Charles E. spearman, spearman yang saat itu sudah
menggunakan analisis factor untukmengukur kemampuan mental, dan cattell pun
memutuskan untuk menngunakan metode ini mengukur structure kepribadian.

Big five personality pertama kali di perkenalkan oleh Lewis R. Goldberg pada tahun
1981. Salah satu tokoh yang mengembangkan teori big five adalah allport dengan
penelitian yang bergantung pada hipotesis lexial. Istilah untuk trait-deskriptip dari
allport digunakan sebagai awal analisis stuktur kepribadian oleh Raymond cattel, oleh
karna itulah Goldberg menyataka bahwa Cattell merupakan bapak intelektual dari teori
big five personality. Trait yang di kemukaan oleh allport dan cettel mempunyai sudut
pandang dan daftar sifat-sifat kepribadian yang berbeda dan bervariasi dari segi
penggunaan faktor analisis, jumlah dan juga dimensi alami trait. Perbedaan ini tidak
mencerminkan kelemahan kedua metode ini namun mereka memilih cara teori sendiri
untuk mengukur kepribadian. Karena adanya perbedaan tersebut membuat pemakaian
trait-trat tersebut menjadi membingungkan peneliti kepribadian kontenporer telah
menyatakan ketidakpuasan dengan teori ini. padahal seperti yang telah kita ketahui
manusia memiliki keunikannya masing-masing. karena adanya keunikan inilah yang
mendorong para peneliti untuk menemukan perubahan agar mereka dapat memiliki
pemahaman yang sama tentang trait.

Setelah bertahun-tahu peneliti trait belum juga memiliki pemahaman yang sama
tentang trait sehingga terjadi kekacauan. Setelah melalui perdebatan yang tak
terselesaikan hingga akhirnya di tahun 1980 Terjadi peningkatan kualitas dan metode-
metode modern khususnya pada factor analisis sehingga di pusat penelitian
gerontology dari National institutes of healh di Baltimore,Maryland; Robert mcCrae dan
Costa Paul memulai menidentifikasi lima factor kepribadian. Dimensi Cattell yang
sebanyak 16 ini terlalu berlebihan untuk menentukan karakteristik manusia. Namun 5
dimensi dari 16 milik Cattell dan mengadopsi 3 dimensi milik Eysenk di rasa sudah
cukup untuk mencakup struktur kepribadian. Semua peneliti trait menyetujui bahwa
perbedaan individu di kelompokkan kedalam 5 trait besar yang kini lebih di kenal
dengan “Big Five Personlity” yang kemudian di singkat dengan nama OCEAN.

2.2 Definisi dan teori OCEAN


OCEAN adalalah singkatan dari 5 trait besar pada teori big five personality yaitu
Openness(O), Conscensiusness(C), Extraversion(E), Agreeableness(A), dan yang
terakhir adalah Neuroticesm(N). Kelima dimensi inilah yang akan digunakan sebagai
tehnik menilai karakteristik-karakteristik dan tingkat kepribadian individu. Seperti
yang telah di jelaskan sebelumnya trait adalah respon yang spontan terhadap berbagai
situasi.

Openness(keterbukaan)
Merupakan dimensi yang paling sulit dideskripsikan, karna bahasa yang digunakan
tidak sejalan dengan dimensi atau factor lain. Openness mengacu pada bagaimana
seseorng mau atau bersedia melakukan penyesuain dengan ide-ide atau lingkungan
baru. Meniai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki nilai imajinasi yang tinggi. Dimensi ini dapat
membangun pertumbuhan pribadi. Openness mempunyai ciri mudah beroleransi,
kapasitas untuk menyerap informas, menjadi seseorng yang sangat focus dan mampu
untuk waspada pada perasaan, memiliki fikiran yang imfulsivitas.

Seseorang dengan openness yang rendah cenderung memiliki pribadi dengan nilai
kebersihan, kepatuhan dan keamanan bersama, namun berfikiran yang sempit,
konservatif dan tidak menyukai perubahan.

Conscientioiusness (kesadaran)
Conscientiousness juga di sebut sebagai dimensi dependability. Menilai kemampuan
individu untuk berorganisasi, baik melalui ketekunan atau motivasi untuk mencapai
tujuan dan menjadi pelaku langsung. Yang menggambarkan self discipline seseorang, di
cirikan sebagai seorang dengan nilai kebersihan dan ambisi yang tinggi, seseorang yang
well organize, tepat waktu. Mendeskripsikan terhadap lingkungan sosial, berfikir
sebelum bertindak, menunda kepuasan, serta mengikuti peraturan, norma,terencana,
dan mengutamakan tugas. Mereka dengan conscisntiousness yang tinggi cenderung
mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dengan satu cara yang terarah,
sedangkan yang memiliki nilai rendah pada dimensi ini akan cenderung menjadi pribadi
yang kacau pikirannya mengejar banyak tujuan dan lebih endonistik.

Extraversion (Ekstraversi).
Exrtaversion biasa di sebut factor domain patuh, factor ini adalah dimensi paling
penting dalam kepribadian. Kecenderungan untuk bersosialisasi dan membagi kasih
sayang. Menilai kualitas dan intensitas hubungan interpersonal dengan motivasi yang
tinggi untuk bergaul, memiliki kemampuan untuk berbahagia, dimensi ini menunjukan
tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Meraka adalah orang-orang yang ramah,
tegas serta menghabiskan banyak waktu untuk menikmati hubungan. Seseorang yang
tinggi dalam dimensi ini cenderung penuh semangat antusias, dominan, ramah,dan
komunikatif, mereka mengingat semua interaksi social berinteraksi dengan lebih
banyak orang. Sedangkan yang rendah pada dimensi ini akan lebih pemalu, kurang
percaya diri dan pendiam.

Agreeableness( keramahan )
Menilai kualitas orientasi individu dan kontinum nilai lemah lembut hingga yang
antagonis dalam berfikir, perasaan dan perilaku. Dimensi ini menilai kecenderungan
seseorang yang tunduk kepada orang lain mereka cenderung orang yang komperatif
dan mudah bersepakat dan mempercayai orang lain, mengindari konflik namun di
temukan masalah pada kepribadian ini mereka cenderung menjadi seseorng dengan
self estem yang rendah saat berhadapan dengan konflik. Menghindari konflik karena
tidak ingin menujukan kekuatan untuk menyelesaikanya.

Neuroticism( neoritisme)
Friedman (2006) menjelaskan bahwa neuroticism di sebut juga emotional istability.
Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi, menggambarkan seseorang yang
mempunyai masalah dengan emosi yang bersifat negatif, secara emosional mereka labil.
Trait ini juga mengidentifikasikan individu apakah mudah stres, mempunyai ide-ide
yang tidak realitas, mempunyai coping resspon yang mengadaftif. Seseorng dengan
neuroticism yang tinggi cenderung gugup, sensitif, tegang dan mudah cemas dalam hal
ini mereka akan mudah merasa khawatir dan tidak aman. Sedangkan seseorng dengan
neuroticism yang rendah akan lebih mudah merasa puas, gembira dan emosi positif lain
dalam kehidupannya.

Seseorang dengan kecenderungan neuroticism yang tinggi selain sulit menjalin


hubungan dan berkomitmen mereka juga memiliki tingkat self estem yang rendah atau
dalam artian menjadi kurang menghargai diri sendiri.

Tidak semua peneliti kontemporer setuju dan menerim lima factor ini McCrae dan Costa
tidak ada dari kelima factor yang memadai untuk menjelaskan secara kompleks
kepribadian manusia namun kedua tokoh ini memberi sedikit pendekatan menarik dan
di dukung dengan baik untuk mengambarkan bagaimana komposisi dan kepentingan
relatif dari faktor lingkungan dan keturunan dalam menetukan sifatnya. Sedangkan
peneliti lain setuju mungkin hanya ada lima kepribadian utama namun tidak setuju
dengan sifat yang ada.

2.3 Dinamika dalam big five personality

Allport percaya bahwa sifat merupakan unit paling dasar dalam kepribadian.
Sebenarnya sifat itu ada dan berkedudukan di system syaraf. Mereka menjelaskan
disposisi kepribadian umum yang menjelaskan bahwa keteraturan fungsi seseornang
dari satu waktu ke waktu lainnya. Baik teori yang di kemukaan oleh Eysenck maupun
Cattell memililiki asumsi yang sama mengenai karakteristik alamiah sifat kepribadian
dan kegunaan analisis faktor dalam mengidentifikasikan sifat seseorang. Diantara
ketiga tokoh pendekatan trait terdapat pandangan mengenai penggunaan factor
analisis, mengenai jumlah dan dimensi sifat dasar yang diperlukan untuk mampu
mendeskripsikan kepribadian seseorang.

Dari sini big five personality mulai di temukan. Pada awalnya di perkenalkan oleh Lewis
R.Goldberg dan di temukan ada tiga trait, yang di antaranya yaitu neuroticism,
extraversion, dan openness, lalu teori tersebut di kembangkan lagi oleh Paul T.Costa
dan Robert R McCrae dengan menambahkan dua trait lagi agar terdapat lima trait yang
sesuai dengan sebutan big five. Kedua trait tersebut adalah agreeableness dan
conscientiousness.
Teori personaliti the big 5. cattell
1. 1.  Suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat
keperibadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima buah domain
keperibadian yang telah dibentuk dengan menggunakan analisis faktor.
2. 2.  Big Five Personality merupakan pendekatan dalam psikologi personaliti
yang mengelompokan trait personaliti dengan analisis faktor. Lima traits
kepribadian tersebut adalah Extraversion (E), Agreeableness (A),
Conscientiousness (C), Neuoriticism (N), Openness To Experiences (O).
3. 3.  Istilah Big Five diciptakan oleh Goldberg dan pada awalnya lebih
menjelaskan pada konteks kajian watak keperibadian yang digunakan dalam
bahasa seharian (natural language).
4. 4.  Model awal diajukan oleh Ernest Tupes dan Raymond Christal pada tahun
1961. Tetapi gagal menjangkau audiens akademik hingga 1980- an. Pada
tahun 1990, JM Digman maju model BIG 5 keperibadian, yang diperluaskan oleh
Goldberg ke peringkat tertinggi organisasi. Kelima domain menyeluruh telah
didapati mengandungi dan menggolongkan ciri-ciri keperibadian yang paling
dikenali dan dianggap mewakili struktur dasar di balik semua ciri-ciri
keperibadian. THE BIG 5 menyediakan rangka kerja konseptual yang kaya
untuk mengintegrasikan semua penemuan penyelidikan dan teori dalam
psikologi personaliti. Ciri ini juga disebut sebagai “THE BIG 5 FACTORS" atau
FFM, dan sebagai Faktor Global keperibadian.
5. 5.  Tokoh pelopornya adalah Allport dan Cattell.
6. 6. O C E A N
7. 7.  Lima faktor yang luas telah dikenal pasti untuk menggambarkan personaliti.
Mereka ialah:  Extraversion  Agreeableness  Neuroticism 
Conscientiousness  Openness
8. 8.  Menggambarkan orang-orang yang kerap bermasalah dengan emosi negatif
seperti bimbang & tidak selamat. Orang yang tinggi pada neuroticism boleh
digambarkan sebagai orang-orang yang bimbang, orang-orang yang emosi tidak
stabil, mereka sering bimbang, & mempunyai rendah diri. Orang yang skor
rendah pada laporan faktor ini menjadi lebih bahagia daripada orang yang
menjaringkan lebih tinggi pada dimensi ini.
9. 9. KRITERIA PERSONALITI PENERANGAN Anxiety Angry HostilityNeuroticism
Depression Self-Consciousness (Anxiety) Impulsiveness Vulnerability
10. 10.  Orang tinggi dalam extraversion sering suka bercakap, bersemangat, aktif,
dominan, & bergaul. Mereka markah tinggi mempunyai lebih banyak interaksi
dengan orang lain daripada pemarkahan mereka rendah. Extraverts cenderung
untuk membangunkan hubungan yang lebih sosial semasa di kolej, lebih
berkemungkinan untuk jatuh cinta, & lebih responsif untuk keseronokan.
11. 11. KRITERIA PERSONALITI PENERANGAN Warmth
GregariousnessExtraversion Assertiveness Activity(Extraversion) Excitement-
Seeking Positive Emotions
12. 12.  Merujuk kepada bagaimana berbudaya, bijak, & menerima seseorang
adalah untuk idea-idea baru, tempat, & kepentingan. Mereka yang skor tinggi
dalam keterbukaan adalah lebih cenderung untuk menjadi seni, ingin tahu,
imaginatif, berwawasan, dan intuitif.
13. 13. KRITERIA PERSONALITI PENERANGAN Fantasy Aesthetics Openness
Feelings Actions(Tough-minded) Ideas Values
14. 14.  Agreeableness merujuk kepada bagaimana "disenangi" kita. Orang yang
menjaringkan tinggi pada agreeableness cenderung untuk menjadi baik-hati,
lembut hati, dan mempercayai. Mereka yang rendah kepada faktor marah, kejam,
dan mencurigakan. Orang yang skor tinggi pada faktor konflik laporan sedikit
dalam hubungan mereka. Mereka kurang cenderung untuk menegaskan kuasa
apabila mereka lakukan konflik pengalaman serta.
15. 15. KRITERIA PERSONALITI PENERANGAN Trust
StraightforwardnessAgreeableness Altruism Compliance(Independence)
Modesty Tender-mindedness
16. 16.  Menggambarkan seseorang yang rajin, boleh dipercayai, bercita-cita tinggi,
bertanggungjawab, & gigih. Orang menjaringkan tinggi pada nilai ini dimensi
kebersihan, & ambitiousness. Mereka cenderung akan dianjurkan, menepati
masa, lakukan dengan baik dalam bidang akademik, disukai oleh ketua mereka,
& khusus kepada orang lain yang penting mereka.
17. 17. KRITERIA PERSONALITI PENERANGAN Competence Order
DutifulnessConscientiousness Achievement (Self-control) Striving Self-Discipline
Deliberation
18. 18.  Big Five adalah penjelasan teori mengenai taksonomi keperibadian, yang di
dalamnya mengandungi lima faktor atau domain. Teori Kepribadian lima faktor
adalah salah satu perspektif yang cuba menjelaskan Big Five melalui
pengukuran.
19. 19.  TAMAT. BYE.BYE.