Anda di halaman 1dari 4

1.

Kedatangan Bangsa Portugis


Tahun 1487, karena serangan ombak besar, terpaksa Bartholomeus Diaz mendarat diujung
selatan benua Afrika yang bernama Tanjung Harapan. Ia tidak melanjutkan penjajahannya
dan memilih kembali ke negerinya. Pada Juli 1947, Vasco da Gama berangkat dari pelabuhan
Lisabon untuk melanjutkan penjajahan ke India. Namun, ia menyadari bahwa India bukan
daerah penghasil rempah rempah. Maka ia ia pergi ke Timur untuk mencari daerah lain
sampai ke Indonesia dengan bantuan panglima perang Alfonso de Albuquerque yang
melakukan pelayarannya dari Goa menuju Malaka (Samudra Hindia) hingga ke Ternate. Dan
ternyata Ternate adalah daerah peghasil rempah rempah dan akhirnya Portugis menjajah
Ternate.
Berhasilnya Portugis mencapai wilayah Indonesia tidak terlepas dar pelayaran Vasco da
Gama yang berhasil menemukan India di Kota Kalikut. Dengan keberhasilan tersebut,
portugis ingin menguasai jalur perdagangan di Asia, terutama perdagangan rempah rempah.
Salah satu daerah pusat perdagangan yang ramai dikunjungi di Kawasan Asia tenggara adalah
Malaka, dan sumber daerah rempah rempahnya di Maluku. Mengingat tujuan portugis adalah
menguasai jalur perdagangan rempah rempah, maka portugis mengirimkan sebuah ekspedisi
di bawah ALfonso de Albuquerque untuk menguasai Malaka dan berhasul pad atahun 1511.
Dari malaka, protugis menuju ke maluku di bawah pimpinan de Abreau dan berhasil
sampai di Maluku pada tahun 1512. Pada awal Kedatangannya, bangsa portugi diterima baik
oleh masyarakat ternate. Pada pelayaran pertama ke Maluku, bangsa portugis hanya memiliki
tujuan berdagang. Lamban laun terjadilah hubungan dagang antara bangsa portugis dengan
orang orang maluku khususnya ternate. Kedatangan portugis disambut baik oleh masyarakat
ternate karena :
Portugis akan dijadikan langganan untuk membeli rempah rempah
Portugis akan dijadikan sekutu Ternate untuk menghadapi musuh musuh kerjaan ternate.
Pada tahun 1521, bangsa Portugis mendirikan benteng Sao Paulo untuk melindungi
ternate dari serangan musuh. Portugis juga mendapat hak monopoli perdagangan rempah
rempah di maluku. TIndakan portugis yang sewenang wenang dan memaksakan hak
monopoli perdagangan membuat rakyat semakin tidak snenang dengan bangsa Portugis.
Hubungan antara ternate dan portugis akhirnya berubah menjadi permusuhan setelah portugis

bertindak kasar yaitu membunuh Sultan Hairun (Raja ternate) yang akhirnya membangkitkan
perlawanan rakyat ternate.
2. Tujuan bangsa Portugis ke Indonesia
-Portugis ingin menguasai Ternate yang merupakan daerah penghasil rempah rempah
-Melakukan penyebaran Agama Katholik
3. Kedudukan bangsa Portugis di Indonesia
-Malaka
-Maluku
-Ternate
4. Dampak Kedatangan Portugis di Indonesia
-Agama

: Berkembangnya Agama Katholik di Maluku yang disebarkan oleh Fransiscus

Xarverius
-Ekonomi
-Politik

: Terjadi transaksi impor/ekspor rempah rempah (Cengkeh) dari Indonesia


: Berkembangnya teknologi yaitu berupa bangunan bangunan benteng yang

terdapat di Maluku
5. Berakhirnya kekuasaan bangsa Portugis di Indonesia
Kekuasaan Portugis di Indonesia berakhir ketika terjadi perlawanan oleh rakyat Maluku
dan pada abad 17 datang armada dagang VOC (Belanda) yang kemudian berhasil mengusir
Portugis dari Ternate, sehingga kemudian Portugis mundur dan menguasai Timor timur (sejak
1515).
6. PERJANJIAN SARAGOZA
Perjanjian saragoza adalah perjanjian yang dilatar belakangi oleh pertemuan orang
Portugis dan Spanyol di Kepulauan Maluku yang pada saat itu, Portugis mendarat di Ternate
sedangkan Spanyol mendara di Tidore. Perjanjian ini dibuat pada 22 April 1529 dengan
pencetusnya oleh Paus.
Isi Perjanjian Saragoza adalah sebagai berikut.

1.Bumi dibagi atas dua pengaruh, yaoti pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis
2.Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Meksiko ke arah barat sampai Kepulauan
Filipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brasil kearah timur sampai
Kepulauan Maluku. Daerah sebelah barat garis Saragoza adalah penguasaan Portugis. Daerah
disebelah timur garis Saragoza adalah penguasaan Spanyol.
7. Perlawanan Rakyat Malaka terhadap Portugis
Pada tahun 1511, armada Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque menyerang Kerajaan
Malaka. Untuk menyerang colonial Portugis di Malaka yang terjadi pada tahun 1513
mengalami kegagalan karena kekuatan dan persenjataan Portugis lebih kuat. Pada tahun
1527, armada Demak di bawah pimpinan Fatahillah/Falatehan dapat menguasai Banten,Suda
Kelapa, dan Cirebon. Armada Portugis dapat dihancurkan oleh Fatahillah/Falatehan dan ia
kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang artinya kemenangan besar,
yang kemudian menjadi Jakarta.
Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis
Mulai tahun 1554 hingga tahun 1555, upaya Portugis tersebut gagal karena Portugis
mendapat perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat Sultan Iskandar Muda berkuasa,
Kerajaan Aceh pernah menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1615 dan 1629.
Perlawanan Rakyat Maluku terhadap Portugis
Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Maluku pada tahun 1511. Kedatangan Portugis
berikutnya pada tahun 1513. Akan tetapi, Ternate merasa dirugikan oleh Portugis karena
keserakahannya dalam memperoleh keuntungan melalui usaha monopoli perdagangan
rempah-rempah.
Pada tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengusir
Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat
kembali melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh
Portugis hingga akhirnya tewas terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya dipimpin
oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574. Portugis diusir yang kemudian bermukim di Pulau
Timor.

Dalam masa kekuasaan Bangsa Bangsa barat di Indonesia terdapat nilai nilai yang dapat
kita teladani, yaitu sikap membela keadilan, sikap patriotisme dan nasionalisme, sikap
pantang menyerah, sikap berpegang teguh dalam kepercayaan (Iman) dan sikap cinta tanah
air dengan arti siap mempertahankan keutuhan kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
8. Berakhirnya Penjajahan Portugis
Begitu

cepat

Portugis

tidak

lagi

menjadi suatu

kekuatan

yang revolusioner. Keunggulan teknologi mereka yang terdiri atas teknik-teknik pelayaran
dan militer berhasil dipelajari dengan cepat oleh saingan-saingan mereka dari Indonesia.
Seperti meriam Portugis yang dengan cepat berhasil direbut oleh orang-orang Indonesia.
Portugis menjadi suatu bagian dari jaringan konflik di selat Malaka, dimana Johor dan Aceh
berlomba-lomba untuk saling mengalahkan Portugis agar bisa menguasai Malaka.