Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Judul
1. Efek Lokal Obat
B. Tujuan
Tujuan Eksperimen
Setelah menyelesaikan experimen ini mahasiswa dapat :
Memahami efek lokal dari berbagai obat / senyawa kimia terhadap kulit
dan membran mukosa berdasarkan cara kerja masing-masing, serta
dapat diaplikasikan efek obat dalam praktik dan dampak efek lokal
senyawa kimia digunakan sebagai dasar keamanan penangan bahan.
Memahami sifat dan intensitas kemampuan merusak kulit
Membran mukosa dari berbagai obat yang bekerja lokal
Menyimpulkan persyaratan-persyaratan farmakologi untuk obat-obat
yang dipakai secara lokal
C. Prinsip :
Zat-zat yang dapat menggugurkan bulu bekerja dengan cara
memecahkan ikatan S-S pada keratin kulit, sehingga bulu mudah rusak
dan gugur
Zat-zat korosif bekerja dengan cara oksidasi, mengendapkan protein
kulit, sehingga kulit /membran mukosa akan rusak
Fenol dalam berbagai pelarut akan menunjukan efek lokal yang bebrda
pula, karena koefisien partisi yang berbeda-beda dalam berbagai
pelarut dan juga karena permeabilitas kulit akan mempengaruhi
penetrasi fenol ke dalam jaringan
Zat-zat yang bersifat astringrn bekrrja dengan cara mengkoagulasikan
protein, sehingga permeabilitas sel-sel pada kulit/membran mukosa
yang dikenainya menjadi turun, dengan akibat menurunnya sensivitas
dibagian tersebut.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Beberapa prinsip dan teori :


Diuretika adalah senyawa yang dapat menyebabkan eksresi urin yang lebih banyak.
Jika pada peningkatan eksresi air, terjadi juga eksresi garam-garam, maka diuretika
ini dinamakan saluretika atau natriuretika (diuretika dalam arti sempit)

Diuretika dapat dikelompokan menurut mekanisme kerja mereka. Kelompok itu


adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Diuretika inhibitor karboanhidrase, contoh : asetazolamida (diamoks)


Diuretika jerat Henle, contoh : Furosemid (lasik)
Diuretika golongan tiazida, contoh : hidroklotiazid
Diuretika antagonis aldosteron, contoh : spironolakton (aldactone)
Diuretika hemat kalium jenis sikloamidin, contoh: triamteren dan amilord

BAB III
CARA PERCOBAAN
III.1 EFEK OBAT PADA MEMBRAN DAN KULIT MUKOSA
BAHAN DAN ALAT :

1. Bahan :
Menggugurkan bulu : kulit tikus
Korosif
: usus dan kulit tikus
Fenol dalam berbagai pelarut : jari-jari tangan
Astringen
: mukosa mulut
2. Alat :
Alat-alat bedah;batang pengaduk;kertas saring;wadah kaca;pipet tetes
3. Obat :
Untuk Efek
Menggugurkan bulu

Obat
Larutan natrium hidroksida 20%; larutan
natrium sulfida 20%;veet cream (Dae Health
Lab.Ltd.,London,England)Lannya;

Korosif
Fenol dalam berbagai pelarut
Astringen

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
HASIL
HEWAN
MENCIT I
MENCIT II
MENCIT III
MENCIT IV
MENCIT V
MENCIT VI

OBAT
Phenobarbital
Phenobarbital
Phenobarbital
Phenobarbital
Phenobarbital
Nacl

CP
IP
IP
IP
IP
IP
IP

Dosis
12,5
25
50
100
200
Nacl

SEDASI
24 menit
19 menit
11 menit
7 menit
2 menit
Blangko

HIPNOTIK
27 menit
29 menit
16 menit
12 menit
7 menit
Blangko

ANASTESI
20 menit
17 menit
16 menit
Blangko

Percobaan ini dengan menggunakan obat dilakukan pada bhewan coba. Dan
melihat bagaimana sebelum pemberian obat dan sesudah pemberian obat. Melihat
waktu durasi efek obat. Dan bagaimana efek terjadinya.
Hasil Pengamatan Kelompok I
Dosis
Hewan

Obat

Tikus I

Phenobarbital

Tikus II

Phenobarbital

Tikus
III

Phenobarbital

CP

dalam

Oral I
Oral II
SC I
SC II
IV I
IV II

(ml)
0,11 ml
0,12 ml
0,12 ml
0,06 ml
0,12 ml
0,11 ml

Pengamatan Waktu Timbul Efek


Perubahan R
Sedasi
Hipnotif
Anestesi
aktivitas
R+
+
+
21 menit
45 menit
+
+
21 menit
47 menit
+
+
25 menit
+
+
15 menit
34 menit
+
+
16 menit
23 menit 34 menit
+
+
7 menit
14 menit
25 menit

Hasil Pengamatan Kelompok II


Dosis
Hewan

Tikus I

Obat

dalam

Perubahan

(ml)

aktivitas

0,12 ml
0,3 ml
0,13 ml
0,14 ml
0,14 ml
0,13 ml
0,13 ml

+
+
+
+
+
+
+

CP

Phenobarbita

Tikus

l
Phenobarbita

II

Tikus

Phenobarbita

III

IM I
IM II
Rectal I
Rectal II
IP I
IP II
IP III

Pengamatan waktu timbul


R
R

Sedasi

Hipnotif

Anestesi

+
+
+
+
+
+
+
+

18 menit
22 menit
24 menit
22 menit
3 menit
2 menit
5 menit

29 menit
26 menit
32 menit
35 menit
9 menit
9 menit
11 menit

50 menit
1j 20 menit
38 menit
45 menit
22 menit
14 menit
27 menit

Hasil Pengamatan Kelompok III


Hari ke I
Dosis
Hewan

Obat

CP

dalam
(ml)

Pengamatan Waktu Timbul Efek


Perubahan
Sedasi
Hipnotif
Anestesi
aktivitas

Tikus I

Nacl

IP

0,5 ml

Tikus II

Phenobarbital

IP

0,12 ml

7 menit

10 menit

Tikus
III

Phenobarbital

IP

0,13 ml

9 menit

16 menit

Hari ke II
Dosis
Hewan

Obat

CP

dalam
(ml)

Pengamatan Waktu Timbul Efek


Perubahan
Sedasi
Hipnotif
Anestesi
aktivitas

Tikus I

Nacl

IP

0,5 ml

Tikus II

Phenobarbital

IP

0,12 ml

10 menit

20 menit

Phenobarbital

IP

0,13 ml

7 menit

15 menit

Tikus
III

Hari ke III
Dosis
Hewan

Obat

CP

dalam
(ml)

Pengamatan Waktu Timbul Efek


Perubahan
Sedasi
Hipnotif
Anestesi
aktivitas

Tikus I

Nacl

IP

0,5 ml

Tikus II

Phenobarbital

IP

0,12 ml

7 menit

10 menit

Phenobarbital

IP

0,13 ml

5 menit

10 menit

Tikus
III

Hasil Pengamatan Kelompok 4


Dosis
Hewan
Tikus

Obat
Phenobarbita

CP

dalam

IP

(ml)
0,02 ml

Pengamatan Waktu Timbul Efek


Perubahan
Sedasi
Hipnotif
Anestesi
aktivitas
6 menit
7 menit
39 menit
-

jantan I

Tikus

Phenobarbita

jantanII
Tikus

jantan
III

Phenobarbita
l

IP

0,018 ml

5 menit

11 menit

39 menit

IP

0,02 ml

4 menit

8 menit

4menit

Dosis
Hewan

Obat

CP

dalam
(ml)

Tikus

Phenobarbita

betina I

Tikus

Phenobarbita

betina II
Tikus

betina
III

Phenobarbita
l

Pengamatan Waktu Timbul Efek


Perubahan
Sedasi
Hipnotif
Anestesi
aktivitas

IP

0,013 ml

20 menit

22 menit

39 menit

IP

0,018 ml

15 menit

18 menit

38 menit

IP

0,018 ml

18 menit

18 menit

44 menit

BAB V
KESIMPULAN
1. Pada percobaan ini digunakan phenobarbital dan Nacl sebagai pembanding
(Blangko)
2. Durasi obat tiap pemberian tidak bisa di prediksi, karena juga dipengaruhi
oleh kondisi fisk masing masing tikus
3. Pada kelompok kami mencit nomor 5 dengan dosis yang tinggi dan lebih
cepat terhipnotif dibandingkan dengan mencit yang lain.

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Buku penuntun pratikum Farmakologi ISTN Th.(2008)
Farmakope Indonesia Ed III Th.1979