Anda di halaman 1dari 47

UVEITIS

DEFINISI

inflamasi intraocular yang tidak


hanya pada uvea tetapi juga struktur
yang ada di dekatnya baik karena
infeksi, trauma, neoplasma atau
autoimun.
Uveitis
juga
banyak
dikaitkan dengan berbagai penyakit
sistemik
sehingga
menegakkan
diagnosis
uveitis
memerlukan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan
laboratorik yang teliti

EPIDEMIOLOGI

Penderita umumnya berada pada


usia
20-50
tahun.
Uveitis
menyumbang
10-15%
kasus
kebutaan di negara maju dan uveitis
sering terjadi di negara berkembang
dibandingkan dengan negara maju
karena prevalensi infeksi yang dapat
mempengaruhi
mata
seperti
toksoplasmosis
dan
tuberkulosis
adalah lebih besar. (Suharjo, 2007)

ETIOLOGI
UVEITIS ENDOGEN
Penyakit sistemik : spondilitis
ankilosa
Infeksi bacteria : tuberculosis
Jamur : kandidiasis
Banyak pada penderita dengan
kelemahan system imun.
Virus : herpes Zoster

Cont

Menyerang nervus optikus dan


banyak terjadi pada orang tua.
Protozoa : Toxoplasma
Cacing : Toxokariasis
Kondisi lain yang termasuk dalam
uveitis endogen adalah uveitis
spesifik idiopatik (sindrom uveitis
Fuch) dan uveitis nonspesifik
idiopatik. (Ilyas, 2010)

UVEITIS EKSOGEN
Trauma eksternal
Invasi mikroorganisme/agen lain dari
luar

KLASIFIKASI KLINIS

Klasifikasi Anatomi
Uveitis anterior
Uveitis intermedia
Uveitis posterior
Panuveitis / Uveitis difus

Cont

Klasifikasi klinis
Uveitis akut
Uveitis kronik

Cont

Klasifikasi patologi

Non granulomatosa
Granulomatosa

Cont

Klasifikasi berdasarkan penyebab


yang diketahui
Bakteri : tuberculosis. sifilis
Virus : herpes simpleks, herpes zoster,

sitomegalovirus, penyakit Vogt-KoyanagiHarada, sindrom Bechet.


Jamur : kandidiasis
Parasit : toksoplasma, toksokara
Imunologik : Lens-induced iridosiklitis,
oftalmia simpatika

Cont
Penyakit sistemik : penyakit kolagen,

arthritis rematoid, multiple sclerosis,


sarkoidosis, penyakit vaskuler.
Neoplastik : limfoma, reticulum cell sarcoma
Lain-lain : AIDS

MANIFESTASI KLINIS
UVEITIS

ANTERIOR

Gejala; Fotofobia,Nyeri,Mata merah,


Penurunan tajam penglihatan,
Lakrimal

Tanda; Injeksi perikorneal,


Presipitat keratik (KP), Nodul iris,
Sel-sel aquous, Aqueous Flare,
Sinekia posterior , Sel vitreus

Cont
UVEITIS INTERMEDIA / PARS
PLANITIS
Gejala; Floaters (benda apung),
Penurunan tajam penglihatan karena
ada edema macula kistik kronik
Tanda; Ada sel infiltrate di dalam
vitreous (vitritis) dengan sedikit sel
pada ruang anterior , Tidak ada lesi
inflamasi fokal pada fundus.

Cont
UVEITIS

POSTERIOR

Gejala ; Floaters, Penurunan tajam


penglihatan
Tanda; Perubahan vitreus meliputi sel,
flare, opasitas dan yang paling sering
ialah terlepasnya bagian posterior
vitreus, Koroiditis, Retinitis, Vaskulitis

Cont

UVEITIS TERKAIT ARTRITIS


Spondilitis ankilosa
Sindrom Reiter
Artritis Kronik Juvenilis
Artritis Psoriatik

Cont

UVEITIS PADA PENYAKIT SISTEMIK


NONINFEKSIUS
Penyakit Adamantiades-Behcet
Sindrom Vogt-Koyonagi-Hrada
(VKH)
Oftalmia simpatika

TERAPI
Terapi pada uveitis bertujuan
untuk mencegah penyulit lanjut
yang
menbahayakan
penglihatan pasien.

Cont

Terapi uveitis dibagi menjadi 4


kelompok yaitu:
Midriatikum
Steroid
Obat-obat sitotoksik
Siklosporin (imunosupresan)

KOMPLIKASI

Antara penyakit yang bias menjadi


komplikasi kepada uveitis ialah
sinekia posterior (30%), katarak
(20%), glaucoma karena sinekia
perifer anterior (15%) dan keratopati
pita/band keratopathy (10%). (Ilyas,
2011)

KONJUNGTIVITIS

DEFINISI

Konjungtivitis
merupakan
radang
konjungtiva yang dapat disebabkan
oleh
berbagai
penyebab
dan
mengenai berbagai tingkat usia
berdasarkan
faktor
risiko
yang
berhubung dengan setiap jenis
konjunktivtis.

EPIDEMIOLOGI

Insidensi konjungtivitis di Indonesia


berkisar
antara
2-75%.
Data
perkiraan jumlah penderita penyakit
mata di Indonesia adalah 10% dari
seluruh golongan umur penduduk
pertahun dan pernah menderita
konjungtivitis. (Suharjo, 2007)

ETIOLOGI

Paling sering disebabkan oleh virus


dan sangat menular. Penyebab lain
dapat disebabkan oleh bakteri,
parasit (jarang terjadi, namun bila
terjadi
sifatnya
kronis),
jamur,
autoimunitas, alergi, zat kimia,
idiopatik dan sebagai penyulit dari
penyakit lain. (Ilyas, 2010)

MANIFESTASI KLINIS

sensasi tergores atau sensasi


terbakar, sensasi penuh di sekeliling
mata, gatal dan fotofobia.
Mata berair (epifora)
Eksudasi
Pseudoptosis
Hipertrofi papilar
Kemosis, Folikel

KLASIFIKASI

Klasifikasi berdasarkan sifat


perjalanan
Hiperakut
Akut
Subakut
Kronis

Cont

Klasifikasi berdasarkan sifat


eksudat:
Eksudat serosa
Eksudat mukoid
Eksudat purulen dan

mukopurulen

Cont

Klasifikasi berdasarkan penyebab:

KONJUNGTIVITIS INFEKSI
Konjungtivitis Bakteri
Konjungtivitis Virus
Konjungtivitis Klamidia
(Trakoma)
Konjungtivitis Jamur
Konjungtivitis Parasit

Cont

Konjungtivitis Bakteri

Konjunktivitis Bakterial
Sederhana
Penyebabnya antara lain
staphylococcus epeidermidis,
staphylococcus aureus dan
streptococcus pneumonia

Cont

Konjungtivitis Gonore
Konjungtivitis gonore merupakan

radang konjungtiva akut dan hebat


yang disertai dengan sekret purulen.
Penyebabnya Neisseria gonorrhoeae,
bakteri ini lebih sering ditemukan di
mukosa genital.

Cont

Diagnosis pasti penyakit ini adalah


pemeriksaan sekret dengan pe
warnaan metilen biru dimana akan
terlihat diplokok di dalam sel leukosit.
Dengan pewarnaan Gram akan
terdapat sel intraselular atau ekstra
selular dengan sifat Gram negatif.

Konjungtivitis Virus

Demam faringokonjungtiva
Konjungtivitis demam

faringokonjungtiva disebabkan
infeksi virus, terutama mengenai
remaja yang tersebar melalui
droplet atau kolam renang.

Keratokonjungtivitis Epidemika
Penyebabnya adalah adenovirus tipe 8

dan 19.
Konjungtivitis Hemoragik Akut
Penyebabnya enterovirus-70 dari golongan
pikornavirus (piko-RNA-virus). Sering
mengenai individu dengan social ekonomi
yang rendah, kumuh, dan tidak biasa cuci
tangan

Konjungtivitis Klamidia
(Trakoma)
Trakoma (konjungtivitis granuler)

adalah suatu konjungtivitis


konjungtiva yang berlangsung
lama dan disebabkan oleh
bakteri Chlamydia trachomatis

Konjungtivitis Jamur
Jamur jarang menyebabkan

konjungtivitis. Candida spp. Dapat


menyebabkan suatu konjungtivitis
eksudatif yang kronik

KONJUNGTIVITIS
NON-INFEKSI

Konjungtivitis Alergi
Dikenal beberapa macam bentuk

konjungtivitis alergi seperti konjungtivitis


fikten, konjungtivitis vernal, konjungtivitis
atopi, konjungtivitis alergi bakteri,
konjungtivitis alergi akut, konjungtivitis alergi
kronik, sindrom Steven Johnson, pemfigoid
okuli dan sindrom Syogren. (Ilyas, 2011)

Konjungtivitis vernalis
Kondisi ini bersifat rekuren, bilateral,

mengenai anak-anak serta dewasa muda


dan lebih sering pada laki-laki. Individu
dengan keadaan ini memiliki riwayat
atopi positif.
Gambaran klinisnya berupa gatal,
lakrimasi, fotofobia, sensasi benda asing,
rasa terbakar, sekret mukus yang tebal,
dan ptosis

Konjungtivitis flikten
Merupakan konjungtivitis nodular yang

disebabkan alergi terhadap bakteri dan


antigen tertentu. Konjungtivitis flikten
disebabkan oleh karena alergi
(hipersensitivitas tipe IV) terhadap
tuberkuloprotein, stafilokokus,
limfagranuloma venerea, leismaniasis,
infeksi parasite dan infeksi di tempat lain
dalam tubuh

Konjungtivitis iatrogenic
Konjungtivits akibat pengobatan ysng

diberikan dokter

Sindrom Steven Johnson


adalah suatu penyakit eritema
multiform yang berat(mayor). Penyakit
ini sering ditemukan pada usia muda,
jarang pada usia setelah 35 tahun.

Konjungtivitis atopic
Reaksi alergi selaput lendir mata atau

konjungtiva terhadap polen, disertai


dengan demam. Memberikan tanda
mata berair, bengkak dan belek berisi
eosinophil

Konjungtivitis Kimiawi
Konjungtivitis kimiawi yang iatrogenic

bisa disebabkan oleh pemberian obat


seperti dipivefrin, miotika, idoxuridin,
neomisin dan obat-obat lain yang
megiritasi. Sedangkan yang berkaitan
oleh risiko pekerjaan pasien antara
lain akibat trauma asam, basa, asap
angin dan sinar ultraviolet

Konjungtivitis Dry Eyes


Keratokonjungtivitis sika adalah suatu

keadaan keringnya pemukaan kornea


dan konjungtiva yang diakibatkan
berkurangnya fungsi air mata. Pasien
akan mengeluh gatal, mata seperti
berpasir, silau, dan penglihatan kabur.

PROGNOSIS

Bila segera diatasi, konjungtivitis ini


tidak akan membahayakan, namun
jika penyakit radang penyakit mata
tidak
segera
ditangani
dapat
menyebabkan kerusakan pada mata
dan menimbulkan komplikasi seperti
keratitis,
glaucoma,
kataram,
maupun ablasi retina.

TERIMA KASIH