Anda di halaman 1dari 6

Dasar Teori

Pengertian Asam Urat


Asam urat adalah produk akhir atau produk buangan yang
dihasilkan dari metabolisme/pemecahan purin. Asam urat
sebenarnya merupakan antioksidan dari manusia dan hewan,
tetapi bila dalam jumlah berlebihan dalam darah akan
mengalami pengkristalan dan dapat menimbulkan gout. Asam
urat mempunyai peran sebagai antioksidan bila kadarnya tidak
berlebihan dalam darah, namun bila kadarnya berlebih asam urat
akan berperan sebagai prooksidan (McCrudden Francis H. 2000).
Asam urat merupakan hasil akhir dari katabolisme (pemecahan)
purin. Purin adalah salah satu kelompok struktur kimia
pembentuk DNA. Yang termasuk kelompok purin adalah Adenosin
dan Guanosin. Saat DNA dihancurkan, purin pun akan
dikatabolisme. Hasil buangannya berupa Asam urat.
Asam urat terutama disintesis dalam hati yang dikatalisis
oleh enzim xantin oksidase. Asam urat diangkut ke ginjal oleh
darah untuk filtrasi, direabsorbsi sebagian, dan diekskresi
sebagian

sebelum

akhirnya

diekskresikan

melalui

urin.

Peningkatan kadar asam urat dalam urin dan serum bergantung


pada fungsi ginjal, kecepatan metabolisme purin, dan asupan
diet makanan yang mengandung purin ( Hamdani, 2012)
Asam urat terbentuk dari kristal kristal yang merupakan
hasil

akhir

dari

metabolisme

purin

bentuk

turunan

nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang


terdapat pada inti sel sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat
di tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup,
yakni

makanan

dari

tanaman (sayuran,

buah,

kacang

kacangan) ataupun hewan ( daging, jeroan, ikan sarden ).


( Indriawan, 2009)
Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:

Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram


makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang,
remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape),
alkohol serta makanan dalam kaleng.

Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram


makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerangkerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis,
jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.

Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100


gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.

Kadar asam urat dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan


darah dan urin. Nilai rujukan kadar darah asam urat normal pada
laki-laki yaitu 3.6 - 8.2 mg/dl sedangkan pada perempuan yaitu
2.3 - 6.1 mg/dl (E. Spicher, Jack Smith W. 1994).
Pada umumnya para pria lebih banyak terserang asam
urat, dan kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat
sejalan dengan peningkatan usia, sedangkan pada wanita
prosentasenya

lebih

kecil,

dimana

peningkatannya

juga

cenderung berjalan sejak dimulainya masa menopause. Ini


karena wanita mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu
pembuangan asam urat lewat urine. Sementara pada pria, asam
uratnya lebih tinggi karena tidak memiliki hormon estrogen.
( Riswanto, 2010)
Sifat dan struktur kimia asam urat
Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8. Asam urat
cenderung berada di cairan plasma ekstraselular. Sehingga
membentuk ion urat pada pH 7.4. ion urat mudah disaring dari
plasma. Kadar urat di darah tergantung usia dan jenis kelamin.
Kadar asam urat akan meningkat dengan bertambahnya usia dan
gangguan fungsi ginjal (McCrudden Francis H, 2000).

Di bawah mikroskop kristal urat menyerupai jarum - jarum renik


yang tajam, berwarna putih, dan berbau busuk.

Gambar 1. Struktur kimia asam urat

Metabolisme asam urat


Pembentukan asam urat dalam darah juga dapat meningkat yang
disebabkan oleh factor dari luar tertama makanan dan minuman
yang merangsang pembentukan asam urat. Adanya gangguan
dalam proses ekskresi dalam tubuh akan menyebabkan
penumpukan asam urat di dalam ginjal dan persendian. Jalur
kompleks pembentukan asam urat dimulai dari ribose 5phosphate, suatu pentose yang berasal dari glycidic metabolism,
dirubah menjadi PRPP (phosphoribosyl pyrophosphate) dan
kemudian phosphoribosilamine, lalu ditransformasi menjadi
inosine monophosphate (IMP). Dari senyawa perantara yang
berasal dari adenosine monophosphate (AMP) dan guanosine
monophosphate (GMP), purinic nucleotides digunakan untuk
sintesis DNA dan RNA, serta inosine yang kemudian akan
mengalami degradasi menjadi hypoxanthine, xanthine dan
akhirnya menjadi uric acid (McCrudden Francis H.2000)

Gambar 2. Penguraian Basa Purin (A. Swanson, dkk.


2007)

Daftar Pustaka
Eko Budiarto & Dewi Anggraeni. 2002. Pengantar Epidemiologi
Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Price. Sylvia A & Lorraine M. Wilson. 1995. Patofisiologi Konsep
Klinis Proses-Proses Penyakit. Penerbit Buku Kedokteran
EGC : Jakarta.
Vitahealth. 2005. Asam Urat. PT. Gramedia Pustaka Utama :
Jakarta.